Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Not a member yet
1439 research outputs found
Sort by
Pengaruh Penambahan Serat Carrageenan terhadap Kinerja Marshall Campuran Laston Lapis Aus Asbuton (AC-WC Asb)
Jumlah aspal buton (asbuton) dan rumput laut merah melimpah di Indonesia sehingga dapat dimanfaatkan untuk perkerasan jalan. Asbuton dapat dimanfaatkan sebagai susbtitusi sebagian aspal minyak. Rumput laut merah menghasilkan Carrageenan dengan selulosa yang mampu memberikan kekuatan pada campuran beraspal. Pada penelitian ini, campuran laston lapis aus asbuton (AC-WC Asb) ditambahkan serat Carrageenan dengan jenis iota yang diubah menjadi serat dengan sunflower oil sebagai bahan peremaja dan dibuat dengan alat microfluidic device. Kadar serat yang ditambahakan adalah sebesar 1%, 3%, 5% dan 7% dari berat total aspal kemudian dilakukan uji marshall dan analisis statistik untuk mengetahui pengaruh penambahan serat Carrageenan dan kadar optimumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar optimum serat Carrageenan berada pada kadar 3.25% dari berat aspal. Penambahan serat Carrageenan pada campuran beraspal menurunkan nilai VIM, stabilitas, dan kelelehan masing-masing sebesar 2.79%, 12.08%, dan 19.22% dibanding tanpa penambahan serat. Nilai VMA, VFB, dan MQ mengalami peningkatan dengan masing-masing sebesar 1.53%, 1.75%, dan 8.39% dibanding tanpa penambahan serat. Secara keseluruhan, penambahan kadar serat Carrageenan optimum pada campuran beraspal memenuhi standar yang telah ditentukan.
Kata Kunci: Lapis Permukaan, Aspal Buton, Serat Carrageenan Iota, Sunflower Oil, Kinerja Marshal
Studi Eksperimental Pengaruh Rasio Tulangan terhadap Perilaku Lentur Pelat Beton Pracetak Skala Penuh
Pemerintah Indonesia sedang giat membangun infrastruktur, terutama infrastruktur transportasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan. Salah satu infrastruktur tersebut adalah Jembatan. Pada jembatan, banyak menggunakan konstruksi beton bertulang salah satunya untuk pelat lantai kendaraan. Penggunaan beton pracetak akan sangat membantu untuk mempercepat pemerataan pembangunan. Maka dari itu, diperlukan penelitian mengenai perilaku lentur pelat beton pracetak dengan variasi nilai rasio tulangan. Penelitian ini menggunakan variasi rasio tulangan sebesar 0.0147, 0.0126, dan 0.0105 pada mutu beton 20 MPa. Hasil dari pengujian untuk spesimen dengan mutu beton 20 MPa dan pembebanan yang sama yaitu 120 kN, variasi rasio tulangan 0.0147, 0.0126, dan 0.0105 menghasilkan lendutan teoritis sebesar 4.20 mm, 4.50 mm, dan 4.94 mm. Sedangkan hasil lendutan eksperimen berturut – turut sebesar 4.69 mm, 5.28 mm, dan 4.76 mm. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar rasio tulangan, maka lendutan yang terjadi akan semakin kecil dengan beban yang sama
Perencanaan Dinding Penahan Tanah dengan Metode Kesetimbangan Batas (Studi Kasus: Akses Utara Proyek Taman Teknologi Komunikasi Menara Turyapada, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali)
Akses utara pada proyek pengembangan Turiyapada Tower Technology Park di Buleleng, Bali, mengidentifikasi perlunya peningkatan stabilitas lereng pada kawasan perbukitan dengan kemiringan lereng yang curam dan berbahaya. Terdapat resiko terjadinya longsor pada bagian atas dan bawah lereng, sehingga perlu dilakukan perkuatan pada lereng. Salah satu penguatan yang mungkin dilakukan adalah dinding penahan.Hasil dari penelitian ini diperoleh hasil perhitungan kestabilan lereng alami yaitu nilai aman sebesar 3,320 dengan menggunakan Slope/W, kemudian 2,894 dengan menggunakan metode Fellenius, dan 3,138 dengan menggunakan metode infinity. Secara keseluruhan lereng alami tergolong lereng stabil.Setelah dilakukan penimbunan dan penggalian sesuai persyaratan geometri jalan diperoleh nilai keamanan lereng atas sebesar 1,325, nilai keamanan lereng bawah sebesar 0,769, dan lereng total sebesar 0,769 dengan menggunakan kemiringan/W. Dalam hal ini nilai keamanan menurut metode Fellenius adalah 1,180. Secara keseluruhan lereng ini belum bisa disebut lereng stabil. Setelah ditambah beban jalan diperoleh nilai aman pada lereng atas sebesar 0,476, nilai aman pada lereng bawah sebesar 0,602, dan nilai aman pada lereng total sebesar 0,881. Karena kestabilan lereng atas dan bawah dianggap tidak aman (SF>1,25), maka akan dilakukan penambahan perkuatan dinding penahan tanah. Setelah dilakukan perkuatan, nilai aman lereng atas sebesar 3,496, nilai aman lereng bawah sebesar 2,144, dan nilai aman lereng total sebesar 1,602. Secara keseluruhan lereng ini tergolong lereng stabil. Kata Kunci: Stabilitas Lereng, Angka Keamanan, Fellenius, Dinding Penahan tanah, Pondasi Bor
Pengaruh Penggunaan Bracing Tipe Diagonal terhadap Regangan dan Pola Retak pada Portal Beton Bertulang Sederhana
Indonesia merupakan salah satu negara yang dilewati oleh tiga lempeng tektonik sekaligus, yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik. Hal ini menyebabkan Indonesia menjadi salah satu negara yang paling sering mengalami gempa bumi setelah Jepang. Hal ini menunjukkan dibutuhkannya struktur yang dirancang dengan spesifik untuk tahan terhadap beban gempa. Salah satu upaya dalam membangun bangunan yang tahan terhadap beban gempa adalah dengan memasang pengaku berupa bracing pada struktur bangunan untuk mereduksi simpangan yang dialami oleh struktur. Pada penelitian ini dilakukan pengujian terhadap pola retak dan regangan pada masing-masing 1 buah benda uji portal CBF dan portal MRF (Moment Resistant Frame) atau portal tanpa bracing sebagai pembanding. Hasil yang dapat disimpulkan bahwa portal CBF memiliki ketahanan terhadap beban lateral dibandingkan dengan portal MRF yaitu sebesar 1800 MPa dan 1100 MPa. Retak yang mengakibatkan keruntuhan pada portal CBF ditemukan pada daerah bracing dengan total retakan sebanyak 29 buah sedangkan pada portal MRF ditemukan sebanyak 14 retakan dengan total panjang retakan 362,797cm dan 326,781cm. Regangan baik pada baja tulangan maupun pada permukaan beton portal CBF menunjukkan nilai yang lebih besar dibandingkan portal MRF yaitu sebesar -0,000112mm dan -0,000028mm pada permukaan beton serta 0,001273mm dan 0,000786mm pada baja tulangan.
Kata kunci: Bracing, Pengaku, Diagonal, Portal Beton Bertulang Sederhana, CBF, MRF, Pola Retak, Regangan
Analisis Pengoptimasian Material Baja Tulangan pada Struktur Beton Bertulang Proyek Pembangunan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Tahap II Gedung Fakultas Farmasi Menggunakan Metode Integer Programming.
Indonesia tengah berupaya menjadi negara maju dengan memfokuskan pada pembangunan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, pesatnya perkembangan konstruksi menghadapi tantangan berupa pemborosan material (waste), khususnya pada baja tulangan, akibat perencanaan yang kurang optimal. Pemborosan ini tidak hanya menyebabkan kerugian biaya, tetapi juga berdampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dengan menerapkan metode Integer Linear Programming (ILP) dengan bantuan Software QM for windows dan Program integer excel untuk mengoptimalkan penggunaan baja tulangan dalam proyek konstruksi. Dengan metode ini, diharapkan waste material dapat diminimalkan, sehingga efisiensi dan efektivitas proyek konstruksi dapat ditingkatkan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bar bending schedule untuk pekerjaan kolom, balok, pilecap, dan sloof dengan diameter baja tulangan D10, D13, D16, D19, D22, dan D25. Data tersebut kemudian dianalisis untuk menghasilkan pola pemotongan baja tulangan yang optimal. Hasil optimalisasi menunjukkan total kebutuhan baja tulangan dari seluruh diameter adalah 16987 batang, dengan waste sebesar 0,61%.
Kata Kunci: baja tulangan, waste, optimalisasi,baja tulangan, integer linear programmin
PENGARUH BACILLUS SUBTILIS YANG DIINOKULASIKAN PADA AGREGAT DAUR ULANG TERHADAP PERMEABILITAS BETON
Beton merupakan suatu komposit yang terbentuk dari campuran pasir, kerikil, batu pecah, atau agregat lainnya yang dicampur dengan pasta yang terbuat dari semen dan air. Hasilnya adalah suatu massa yang menyerupai batuan dan merupakan bahan yang paling banyak penggunaannya dalam pembangunan infrastruktur. Beton memiliki berbagai macam kelebihan dibandingkan bahan baku lainnya seperti harganya yang relatif lebih murah, mudah dicetak, biaya perawatan yang relatif rendah, tahan api, dapat dicor ditempat, rigiditas yang tinggi, dan penyediaan material yang mudah. Tetapi industri konstruksi juga bertanggung jawab atas beberapa masalah lingkungan yaitu eksploitasi bahan baku alam dalam jumlah besar seperti agregat untuk produksi semen dan beton mengakibatkan ketersediaan sumber daya alam yang terus menerus tersubgradasi. Salah satu alternatif untuk mengurangi masalah yang ditimbulkan oleh industri konstruksi tersebut adalah dengan menggunakan agregat kasar daur ulang atau recycled coarse aggregate (RCA) yang berasal dari limbah konstruksi. Namun, RCA memiliki kekurangan dibanding NCA, karena RCA masih memiliki kandungan mortar yang melekat pada permukaannya, porositas yang tinggi, kemungkinan terjadinya retakan mikro, serta zona transisi antarmuka atau interface transition zones (ITZ) yang lemah. Jika nilai porositas tinggi, maka akan berdampak pada meningkatnya nilai penyerapan air, nilai berat isi menurun, dan nilai kuat tekan akan menurun pada RCA. Ini berdampak negatif terhadap sifat mekanik dan daya tahan beton yang menggunakan RCA. Metode yang digunakan yaitu dengan metode pengisian pori-pori dengan presipitat kalsium karbonat (CaCO3) dengan Bakteri Bacillus Subtilis. Penggunaan beton yang menggunakan material RCA yang telah diinokulasi bakteri Bacillus Subtilis menunjukkan nilai permeabilitas yang lebih kecil jika dibandingkan dengan beton yang menggunakan material recycle coarse aggregate (RCA).Limbah beton dengan minimal mutu beton K-300 yang diperbaiki dengan bakteri Bacillus Subtilis dapat dimanfaatkan untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan meningkatkan kualitas beton agar layak digunakan.
Kata kunci : permeabilitas, recycled coarse aggregate, Bacillus Subtilis, beton, konstruks
PENGARUH PENGGUNAAN SILICA FUME DAN SEMEN SLAG SEBAGAI PENGGANTI SEMEN TERHADAP KUAT LENTUR BETON DENGAN MENGGUNAKAN RCA (RECYCLED COARSE AGGREGATE)
Limbah konstruksi meningkat sebagai akibat dari peningkatan pembangunan infrastruktur. Saat ini, Indonesia sudah menerapkan sistem SDGs. Penelitian ini melihat bagaimana penggunaan silica fume dan semen slag sebagai bahan campuran beton yang dibuat dari limbah konstruksi (B3) berdampak pada kekuatan lentur balok beton yang menggunakan RCA. Penelitian ini menggunakan variasi penggunaan RCA sebesar 50% dan 100%, dengan penambahan silica fume 10% dari berat semen. Penelitian ini menggunakan mesin uji universal, atau UTM, untuk mengukur beban yang dapat ditahan oleh benda uji balok beton. Penelitian ini menemukan bahwa penambahan silica fume dan slag semen sebagai pengganti semen meningkatkan atau menurunkan nilai kuat lentur balok beton yang menggunakan RCA sebagai pengganti agregat kasar. Penemuan menunjukkan bahwa penambahan silica fume dan slag semen pada tingkat 50% dan 100% penggunaan RCA menurunkan nilai kuat lentur balok beton tersebut.
Kata kunci : RCA, silica fume, slag, kuat lentu
Analisis Penentuan Lokasi Terminal Tipe C Pada Dua Trayek Angkot di Kota Batu
Minimnya minat masyarakat dan wisatawan menggunakan angkutan umum sebagai moda perpindahan menimbulkan rendahnya load factor dari angkutan desa yang ada di Kota Batu. Agar load factor angkutan desa yang ada di Kota Batu kembali ideal diperlukan strategi yang sesuai. Salah satu pull strategy agar load factor dapat ideal adalah pembangunan terminal tipe C sebagai terminal wisata. Dalam pembangunan terminal perlu dilakukan analisis terkait lokasi yang sesuai dengan kondisi yang ada agar dalam penyelenggaraannya dapat berjalan secara maksimal.
Kata Kunci: Angkutan Desa, Load Factor, Penentuan Lokasi, Terminal Tipe C
Studi Analisis Perilaku Baja Cold-Formed pada Sambungan Balok Kanal Ganda (I) dan Kolom Kanal Ganda (Berhadapan) dengan Variasi Jumlah Sekrup
Dalam dunia konstruksi, penggunaan baja cold-formed digunakan dalam berbagai bentuk profil. Umumnya, baja cold-formed digunakan untuk rangka atap, rangka plafon, dan juga struktur baja untuk bangunan bertingkat rendah. Penggunaan baja cold-formed dalam struktur bangunan bertingkat rendah berpengaruh secara signifikan pada kekuatan, keamanan, dan ketahanan bangunan, serta dapat memberikan manfaat ekonomis dan lingkungan. Salah satu aspek yang mempengaruhi kekuatan dari struktur baja cold-formed adalah pemilihan sambungan yang digunakan pada struktur balok-kolom. Oleh karena itu, untuk mengetahui kekuatan dari sambungan yang digunakan, dilakukan perhitungan analisis. Perhitungan yang akan digunakan adalah perhitungan secara manual dan perhitungan analisis dengan bantuan software ABAQUS Student Edition. Pada penelitian ini dilakukan pengujian lentur terhadap struktur balok-kolom yang menggunakan profil baja cold-formed yaitu profil C80.30.9 dengan tebal 0,75 mm. Profil yang digunakan pada balok adalah profil kanal ganda berhadapan (toe to toe), sedangkan untuk profil pada kolom adalah profil kanal ganda berkebalikan (back to back). Terdapat dua variasi jumlah sekrup yang akan diuji yaitu variasi 4 sekrup dan variasi 8 sekrup. Dikarenakan belum adanya data stress-strain dari penelitian sebelumnya, pada penelitian ini dilakukan pendefinisian nilai stress-strain menurut literatur yang ada. Hasil akhir dari penelitian ini yaitu pengaruh variasi jumlah sekrup terhadap kapasitas beban maksimum, nilai tegangan-regangan, nilai momen-rotasi, nilai lendutan, dan pola keruntuhan yang terjadi. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, kapasitas beban maksimum yang dapat ditahan oleh struktur balok-kolom dengan variasi 8 sekrup lebih besar dibandingkan dengan variasi 4 sekrup. Selain itu, nilai tegangan-regangan, nilai momen-rotasi, dan nilai lendutan yang terjadi pada variasi 8 sekrup juga lebih besar dibandingkan dengan variasi 4 sekrup. Namun, pola keruntuhan yang terjadi pada kedua variasi sekrup memiliki kesamaan yaitu terjadinya tekuk lokal pada balok dan kolom, keruntuhan jungkit (tilting) pada sekrup, dan keruntuhan sobek pada pelat sambung.
Kata kunci : Baja Cold-Formed, Struktur Balok-Kolom, Variasi Jumlah Sekrup, Software ABAQUS Student Edition
PENGARUH SUBSTITUSI SEMEN SLAG TERHADAP MODULUS LENTUR BETON
Beton adalah campuran material yang terdiri dari semen, agregat halus atau pasir, agregat kasar atau kerikil dan air. Beton polos adalah material yang kuat menahan menahan tekan dan lemah terhadap tarik. Untuk meninjau kekuatan beton dapat dilakukan dengan beberapa macam pengujian. Salah satu pengujian yang dapat dilakukan adalah pengujian lentur beton. Uji lentur beton adalah pengujian untuk mengetahui berapa beban maksimum beton yang dapat di tahan jika beton mendapatkan gaya lentur. Keadaan di Indonesia saat ini banyak sisa – sisa limbah yang dapat dimanfaatkan kembali untuk keperluan bahan konstruksi. Salah satu inovasi yang dikembangkan yaitu Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) atau semen slag. Pengunaan semen slag dalam pencampuran beton dinilai akan menambah hasil yang maksimal dari beton. Selain itu, diharapkan juga mempengaruhi nilai kuat lentur beton.
Pada penelitian ini terdapat 16 campuran beton yang menggunakan semen slag sebagai substitusi sebesar 0%, 10%, 40% dan 70%. Untuk variasi FAS dibuat dua jenis variasi yaitu 0,3 dan 0,4. Terdapat dua jenis mutu yang direncanakan yaitu K-350 dan K-275. Umur yang dibuat dalam pengujian lentur terdapat tiga variasi yaitu 7 hari, 28 hari dan 56 hari. benda uji dalam bentuk beton balok dengan tinggi 15 cm, lebar 15 cm dan panjang 60 cm. Sehingga total benda uji sebanyak 144 buah. Pada pengujian lentur beton dilakukan dengan mesin UTM (Universal Testing Machine) dan Load Frame. Data yang diperoleh antara lain nilai kuat lentur beton dan lendutan beton dari data ini akan di cari nilai modulus lentur dari masing-masing campuran
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: mutu dan umur beton mempengaruhi hasil nilai modulus lentur akibat variasi subsitusi semen slag menyebabkan nilai modulus lentur beton yang di uji memiliki kenaikan dan penurunan.
Kata kunci: Semen Slag, Rasio Semen Slag, Faktor Air Semen, Kuat Lentur, Modulus Lentur