Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Not a member yet
    1439 research outputs found

    Studi Analisis Hubungan Momen-Kurvatur Kolom akibat Pengaruh Perbedaan Beban Gempa Rencana Menurut SNI 1726:2002 dan SNI 1726:2019 Studi Kasus Gedung Ibu dan Anak RSUP Sardjito Yoyakarta

    No full text
    Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik bumi yang utama dan aktif bergerak, menjadikan Indonesia sebagai daerah rawan mengalami gempa serta bencana lainnya, sehingga menjadi tantangan tersendiri dalam kontruksi gedung bertingkat. Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai peraturan mendasar mengalami perubahan untuk mengadaptasi ilmu baru yang dibutuhkan untuk meningkatkan faktor keamanan bangunan akan resiko terhadap gempa bumi yang tertuang pada SNI lama yaitu SNI 1726:2002 yang telah tergantikan dengan SNI 1726:2019. Struktur kolom ialah elemen utama karena bertindak sebagai penopang beban aksial tekan vertikal sehingga apabila terjadi kegagalan maka bangunan akan runtuh. Penelitian ini meninjau gedung eksisting yang diberikan gempa berdasarkan kedua SNI. Kondisi yang ditinjau merupakan kondisi sebelum retak, leleh, dan kondisi ultimate. Penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan pada respon spetrum yang dihasilkan oleh SNI 1726:2002 dan SNI 1726:2019 sehingga menghasilkan perubahan pada gaya-gaya dalam yang dihasilkan sehingga membuat kebutuhan rasio tulangan yang berbeda dan hubungan momen-kurvatur yang dihasilkan juga berbeda Kata Kunci : Respon Spektrum gempa, SNI 1726, Momen-Kurvatur, Kolo

    PENGARUH PENGGUNAAN RCA YANG TELAH DIPERBAIKI OLEH BAKTERI MICROCOCCUS LUTEUS DENGAN PENAMBAHAN KADAR GLUKOSA TERHADAP KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS BETON

    No full text
    Pengembangan infrastruktur meningkatkan permintaan beton, namun juga limbah beton. Limbah ini dapat digunakan kembali sebagai Recycled Coarse Aggregate (RCA), yang kualitasnya dapat ditingkatkan melalui metode biodeposisi. Penelitian ini menggunakan RCA yang telah diperbaiki oleh bakteri micrococcus luteus yang menghasilkan CaCO3 dengan kadar glukosa berbeda, yaitu 0,1%; 0,2%; dan 0,3%. Kemudian, pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas dilakukan ketika umur beton mencapai 28 hari dengan menggunakan compression testing machine (CTM) dan extensometer. Hasil menunjukkan bahwa RCA 0,1% yang merupakan campuran beton yang telah diperbaiki oleh bakteri micrococcus luteus dengan penambahan kadar glukosa 0,1% menghasilkan nilai kuat tekan dan modulus elastisitas yang paling tinggi dibandingkan variasi lainnya. Semakin tinggi kadar glukosa maka kuat tekan dan modulus elastisitas akan semakin menurun. Kata Kunci: recycled coarse aggregate, bakteri micrococcus luteus, glukosa, presipitasi kalsium karbonat, kuat tekan, modulus elastisitas

    Pengaruh Molaritas pada Penggunaan Geopolimer sebagai Coating untuk Meningkatkan Kualitas Agregat Kasar Daur Ulang

    No full text
    Industri konstruksi tidak dapat lepas dari beton yang menjadi pilihan utama material infrastruktur. Faktanya, produksi beton menjadi penyumbang eksploitasi alam. Emisi CO2 dari produksi semen mencapai 7% dari total emisi CO2 dunia. Oleh karena itu, perlu penerapan sustainable construction yang dapat mengurangi dampak lingkungan. Upaya dalam sustainable construction adalah mensubstitusikan material sehingga mengurangi dampak industri konstruksi. Penggunaan agregat kasar daur ulang menjadi alternatif dengan memanfaatkan limbah beton dari infrastruktur yang telah runtuh. Akan tetapi, agregat kasar daur ulang tidak dapat sepenuhnya menggantikan agregat kasar alami karena kekuatannya yang menurun akibat perubahan karakteristik. Ditunjukkan dengan nilai penyerapannya meningkat dan berat isinya menurun akibat mortar yang menempel. Penggunaan geopolimer sebagai coating merupakan upaya untuk menanggulangi kekurangan agregat kasar daur ulang. Sifat pozolan dan kedap air pada geopolimer digunakan untuk mengisi dan menutup pori-pori agregat kasar daur ulang. Limbah beton yang digunakan dalam penelitian ini memiliki mutu minimal K-300. Coating menggunakan geopolimer berbahan dasar fly ash tipe C dengan alkali aktivator NaOH dan Na2SiO­3. Molaritas NaOH dalam penelitian ini adalah 8 M, 10 M, 12 M, dan 14 M. Parameter yang digunakan dalam menentukan kualitas agregat kasar daur ulang ditinjau dalam tiga aspek, yaitu sifat fisik, sifat mekanis, dan mikrostruktur agregat kasar daur ulang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa terjadi penurunan penyerapan 26,83% serta peningkatan berat isi 8,23% pada agregat kasar daur ulang sesudah coating. Hal ini menunjukkan bahwa geopolimer mampu mengisi dan menutup pori-pori agregat kasar daur ulang. Agregat kasar daur ulang dengan coating geopolimer berpotensi digunakan sebagai substitusi agregat kasar dalam beton karena dapat memiliki kekuatan lebih tinggi 22,31%. Campuran Geopolimer dengan molaritas NaOH rendah lebih encer, tetapi memiliki pori-pori pada coating. Campuran molaritas NaOH tinggi lebih kental dan padat, namun kurang optimal mengisi pori-pori agregat kasar daur ulang. Kata kunci: agregat kasar daur ulang, geopolimer, coating, molaritas, sustainable constructio

    ANALISIS LEBAR RETAK PELAT BETON BERTULANG SATU ARAH DENGAN VARIASI RASIO TULANGAN MENGGUNAKAN PERMODELAN NUMERIK

    No full text
    Salah satu bagian infrastruktur yang memanfaatkan beton pracetak adalah pelat lantai kendaraan pada jembatan. Dalam perencanaan beton pracetak untuk pelat lantai jembatan, perlu diperhatikan jumlah dan mutu tulangan serta beban yang bekerja pada pelat tersebut untuk mencegah keretakan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian mengenai pengaruh rasio tulangan terhadap lebar retak pada pelat beton bertulang satu arah. Analisis dilakukan dengan software ABAQUS dengan memodelkan benda uji serta memasukkan mutu material sesuai pengujian di laboratorium. Variasi rasio tulangan yang digunakan adalah 0,0235 ; 0,0201 ; 0,0168. Hasil analisis ABAQUS selanjutnya divalidasi dengan hasil perhitungan SNI 03-2847-2002 dan hasil eksperimen laboratorium.Berdasarkan hasil analisis ABAQUS, perhitungan SNI, dan eksperimen, terdapat pengaruh variasi rasio tulangan terhadap lebar retak pelat beton bertulang satu arah, dimana semakin besar rasio tulangan maka lebar retak akan semakin kecil. Pada rasio tulangan (ρ) 0,0126, lebar retak (w) analisis ABAQUS dan perhitungan SNI menunjukkan nilai yang sama. Pada ρ < 0,0126, nilai lebar retak ABAQUS lebih kecil dibandingkan lebar retak SNI, sedangkan pada ρ > 0,0126, nilai lebar retak ABAQUS lebih besar dibandingkan lebar retak SNI. Nilai lebar retak hasil eksperimen lebih besar dibandingkan hasil analisis ABAQUS dengan perbandingan wEks = (1,82-2,49) wAba. Kata kunci : Software ABAQUS, Lebar retak, Rasio tulangan, Pelat beton bertulan

    Pengaruh Eksentrisitas terhadap Tegangan dan Regangan pada Struktur Portal Bracing Eksentris Tipe Inverted V “Λ” akibat Beban Statis Lateral dengan Perbaikan Jarak Sengkang

    No full text
    Gempa menjadi salah satu bencana yang tidak dapat diprediksi dan sering terjadi di Indonesia dan memberikan dampak kerusakan struktur yang parah. Kerusakan yang ditimbulkan dapat diminimalisir dengan perencanaan bangunan tahan gempa dengan cara memberikan pengaku (bracing) pada bangunan. Diharapkan melalui penelitian ini diketahui efektifitas struktur penahan gempa dengan variasi panjang link beam. Portal digunakan untuk melihat besarnya beban yang dapat ditahan portal, deformasi yang terjadi, serta nilai tegangan-regangan. Penelitian menggunakan 3 buah benda uji portal beton bertulang tipe inverted V “Λ” dengan mutu K-300 (26,4 Mpa) dengan variasi panjang eksentrisitas (0 cm, 15 cm, dan 25cm). Pengujian dilakukan dengan memberikan beban lateral pada portal. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai tegangan terbesar dihasilkan oleh portal dengan e-25 cm, kemudian diikuti dengan portal e-15 cm (91,54%), dan portal e-0 cm (41,15%). Regangan baja terbesar dihasilkan oleh portal e-0 cm lalu portal e-15 cm (69,74%), dan portal e-25 cm (45,95%). Sedangkan untuk regangan beton terbesar dihasilkan oleh portal e-15 cm (54,5%) kemudian portal e-25 cm (28,5%). Kata Kunci: beban lateral, bracing, tegangan-reganga

    Pengaruh Limbah Carageenan pada Campuran Asphalt Concrete Base Course (AC-BC) dengan Asbuton B 50/30 terhadap Karakteristik Marshall, Dosen Pembimbing

    No full text
    Indonesia memiliki kebutuhan aspal minyak untuk perkerasan jalan sekitar 1,2 juta ton setiap tahun, namun produksi nasional tidak mencukupi sehingga harus diimpor. Padahal, Indonesia memiliki sumber daya alam aspal alam terbesar di dunia, yaitu Asbuton dari Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan Aspal Buton sebagai pengganti aspal minyak dan meneliti pengaruh limbah karagenan terhadap karakteristik Marshall dari campuran laston lapis antara Asbuton (AC-BC Asb). Eksperimen laboratorium dilakukan sesuai dengan spesifikasi Bina Marga 2018, dengan penambahan limbah karagenan dalam berbagai kadar. Analisis statistik meliputi pengujian normalitas, homogenitas, one-way ANOVA, dan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan limbah karagenan mempengaruhi karakteristik Marshall. Kandungan limbah karagenan yang optimal meningkatkan nilai stabilitas, VIM, dan VMA, sementara mengurangi nilai VFB dan flow, semuanya sesuai dengan peraturan spesifikasi Bina Marga 2018. Penelitian ini menyimpulkan bahwa limbah karagenan dapat dioptimalkan untuk mendapatkan fungsi dari lapisan yang diinginkan dalam laston lapis antara (AC-BC). Kata kunci: Aspal Buton, Limbah Karagenan, Karakteristik Marshall, AC-BC, Perkerasan Jalan

    Perencanaan Geometrik Jalan Akses Proyek Pembangunan Taman Teknologi Turyapada Tower, Provinsi Bali

    No full text
    Turyapada Tower merupakan konstruksi pariwisata terintegrasi rancang dan bangun dengan proyek senilai Rp 334,272 miliar yang dikerjakan oleh PT. Hutama Karya (Persero), berlokasi di Jalan Raya Singaraja-Denpasar, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali dan terletak pada ketinggian 1.521 m di atas permukaan laut. Lokasi proyek yang berada di pegunungan menyebabkan perlunya dilakukan pembukaan lahan baru dan pembuatan jalan akses untuk menghubungkan Jalan Raya Singaraja-Denpasar dengan lobi penerimaan Turyapada Tower yang layak dan sesuai standar ada. Tujuan kajian ini adalah untuk merencanakan desain alinyemen vertikal dan horizontal Jalan Akses Turyapada Tower  pada STA 0+000.00 - STA 1+851,84 sesuai standar yang berlaku. Perencanaan geometrik jalan tersebut menggunakan standar Pedoman Desain Geometrik Jalan 2021 (PDGJ 2021). Perencanaan ini menggunakan data topografi yang didapatkan dari proyek Turyapada Tower. Pada kajian ini, perencanaan geometrik dilakukan dengan menggunakan bantuan aplikasi AutoCAD Civil 3D dan SketchUp. Jalan Akses Turyapada Tower untuk STA  0+000.00-0+292.03 diperoleh perencanaan geometrik dengan lebar lajur 3,5m, kecepatan rencana 20 km/jam, tipe jalan (2/2 TT), dan terdapat alinyemen horizontal sebanyak 4 tikungan spiral-spiral­ dengan R sebesar 12m dan superelevasi 8% serta kemiringan jalan terbesar adalah  14,98%. Untuk STA 0+292.03-1+557.05 diperoleh perencanaan lebar lajur 3m, kecepatan rencana 20 km/jam, tipe jalan (2/2 TT), dan alinyemen horizontal sebanyak 16 tikungan spiral-spiral­ dengan R 12m-60m dan superelevasi sebesar 8% serta kemiringan jalan terbesar adalah 14,98%. Untuk STA 1+557.05-1+851.84 direncanakan dengan kecepatan rencana 20 km/jam, tipe jalan (2/2 TT), lebar lajur 3m, dan terdapat alinyemen horizontal sebanyak 5 tikungan full circle dengan R 3,5m-12m serta kemiringan jalan terbesar adalah 14,98%. Perencanaan Jalan Akses juga melakukan pekerjaan tanah berupa galian dan timbunan. Berdasarkan perhitungan didapatkan pekerjaan galian untuk segmen 1 adalah 14.876,81m3 dan segmen 2 adalah 20.686,81m3, serta pada segmen 3 didapatkan pekerjaan timbunan sebesar 14.279,47m3. Kata kunci : Perencanaan Jalan, Geometrik, Jalan Akses, PDGJ 2021, Civil 3

    Pengaruh Besaran Tegangan Listrik dan Konsentrasi Larutan CaCl2 pada Metode Injeksi Elektrokimia terhadap Sifat Mekanis Tanah Lempung Ekspansif

    No full text
    Pembangunan infrastruktur yang pesat di Indonesia telah menyebabkan berkurangnya lahan konstruksi dengan kualitas tanah yang baik. Kualitas tanah sangat penting untuk menunjang beban infrastruktur, dan kondisi tanah yang kurang ideal dapat mempengaruhi proses konstruksi secara signifikan. Seringkali, kontraktor harus membangun di tanah yang kurang ideal, seperti tanah ekspansif, yang menggembung saat basah dan menyusut saat kering, sehingga memerlukan perlakuan khusus sebelum pembangunan. Cassagrande (1939) menunjukkan bahwa elektrokinetika dapat diterapkan pada tanah berbutir halus dengan kandungan air tinggi. Penggunaan elektrokinetika dapat meningkatkan tegangan efektif dengan cara menurunkan tekanan air pori tanah, membuatnya menjadi metode yang sering digunakan untuk memperbaiki tanah berbutir halus. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki tanah ekspansif dan mengkaji pengaruh konsentrasi larutan dan tegangan terhadap kekuatan geser dan ekstensibilitas tanah ekspansif dengan menggunakan metode electrospray. Metode ini melibatkan elektroosmosis (pergerakan air melalui bahan padat dalam medan listrik) atau aliran larutan yang dapat terpolarisasi oleh tegangan atau arus. Dalam penelitian ini, larutan kalsium klorida (CaCl2) dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15%, serta tegangan 15V, 18V, dan 24V diinjeksikan ke dalam tanah. Penyuntikan berlangsung selama 9 hari, dilanjutkan dengan masa penyembuhan 7 hari. Sampel tanah berukuran 150x150x400 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan konsentrasi larutan dan tegangan mempengaruhi hasil pengujian. Nilai kekuatan geser tertinggi diperoleh pada sampel dengan penurunan kemampuan pengembangan terbesar, yang terjadi pada sampel X39 dengan konsentrasi larutan CaCl2 5% dan tegangan 24V, dimana kemampuan pengembangannya menurun dari 6,48% menjadi 0,03%. Kata Kunci: injeksi elektrokimia, larutan CaCl2, lempung ekspansif, kuat geser, potensi pengembangan

    PENGARUH VARIASI KADAR INTEGRAL WATERPROOFING CONPLAST WP421 TERHADAP SIFAT MEKANIK BETON

    No full text
    ABSTRAK Proses hidrasi beton meninggalkan banyak pori yang dapat dilalui cairan, menyebabkan tekanan dan keretakan yang mengurangi kekuatan tekan beton. Untuk mengatasi kelemahan ini, dapat digunakan admixture seperti Conplast WP421. Namun, admixture memiliki keuntungan dan kerugian yang mempengaruhi kualitas beton. Penelitian ini menganalisis pengaruh penambahan Conplast WP421 terhadap karakteristik beton. Metodologi penelitian adalah analisis eksperimental dengan 9 benda uji silinder dan 9 benda uji kubus, menggunakan tiga variasi kadar Conplast WP421 yaitu 0 L/m³, 1,75 L/m³, dan 3,5 L/m³. Target mutu beton adalah 25 MPa. Pengujian dilakukan di Laboratorium Struktur dan Material Konstruksi Universitas Brawijaya, dengan tiga parameter utama yaitu kuat tekan, permeabilitas, dan modulus elastisitas. Silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm digunakan untuk pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas, sementara kubus dengan sisi 15 cm digunakan untuk pengujian permeabilitas. Pengujian kuat tekan pada beton berumur 28 hari menunjukan bahwa penambahan Conplast WP421 mempengaruhi kekuatan beton. Nilai rata-rata kuat tekan untuk kadar 0 L/m³, 1,75 L/m³, dan 3,5 L/m³ masing-masing adalah 31,237 MPa, 30,030 MPa, dan 22,409 MPa. Kadar 1,75 L/m³ memenuhi standar mutu 25 MPa. Kuat tekan beton berkurang seiring dengan penambahan kadar Conplast WP421. Pengujian permeabilitas menunjukkan penurunan koefisien permeabilitas, dengan nilai 3,955 x 10⁻¹³ m/det (0 L/m³), 3,655 x 10⁻¹³ m/det (1,75 L/m³), dan 2,605 x 10⁻¹³ m/det (3,5 L/m³). Dengan perhitungan standar ASTM, nilai modulus elastisitas untuk kadar 0 L/m³, 1,75 L/m³, dan 3,5 L/m³ adalah 32321 MPa, 31996 MPa, dan 27320 MPa. Dengan perhitungan standar SNI, nilainya adalah 26252 MPa, 25754 MPa, dan 22155 MPa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar Conplast WP421 mengakibatkan penurunan modulus elastisitas beton dan kuat tekan beton jika tidak ada pengurangan air. Namun, Conplast WP421 efektif sebagai admixture yang membuat beton kedap air dengan menurunkan koefisien permeabilitas beton. Kata Kunci: Beton, Kuat Tekan, Modulus Elastisitas, Permeabilitas, Conplast WP421

    Pengaruh Penggunaan Agregat Kasar Expanded Polystyrene Berukuran Dua Sentimeter dengan Coating Pasta Semen terhadap Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas Beton dengan Metode Destructive Test

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi persentase expanded polystyrene terhadap kuat tekan beton dan modulus elastisitas beton. Terdapat 5 variasi beton yaitu EPS25, EPS-50, EPS-75, EPS-100, dan NCA yang digunakan sebagai kontrol. Pengaruh penggunaan agregat kasar expanded polystyrene dengan coating pasta semen terhadap kuat tekan beton terlihat pada hasil pengujian yang dilakukan. Pengujian akan dilakukan dengan menggunakan metode destructive test menggunakan alat Comprestion Testing Machine untuk mengetahui nilai kuat tekan beton dan nilai modulus elastisitas beton. Berdasarkan pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas, menunjukkan nilai kuat tekan NCA yang paling tinggi. Serta nilai kuat tekan dari variasi campuran expanded polystyrene yang menggantikan agregat kasar alam membuat nilai kuat tekan dan nilai modulus elastisitas menurun. Hal ini menunjukan jika semakin bertambahnya persentase expanded polystyrene maka akan semakin berkurangnya nilai dari kuat tekan dan modulus elastisitas. Kata Kunci: Expanded polystyrene, Destructive tes

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇