Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Not a member yet
1439 research outputs found
Sort by
Studi Eksperimental Daktilitas Balok Beton Bertulang dengan Penambahan Variasi Sengkang Square di Daerah Tekan pada Balok
Balok adalah salah satu elemen struktur yang berperan penting sebagai pengikat antar elemen pada bangunan. Balok beton bertulang dibuat daktail bertujuan untuk menunjukkan kemampuan balok ketika menahan pengaruh deformasi karena pembebanan yang berlebihan. Daktilitas pada balok dapat tercapai jika mampu mempertahankan kekuatannya setelah mengalami deformasi inelastis yang besar sebelum mengalami keruntuhan. Pengekangan (confinement) yang menggunakan sengkang persegi (square) di daerah tekan pada balok beton bertulang akan mencegah beton di daerah tekan mengalami remuk secara tiba-tiba. Pada penelitian ini digunakan balok beton bertulang berdimensi 20×25 cm dengan penambahan variasi sengkang square di daerah tekan untuk mengekang balok beton bertulang. Kuat tekan beton yang digunakan pada penelitian ini adalah 30,59 Mpa dan kuat tarik baja yang digunakan adalah 377 Mpa. Hasil dari penelitian eksperimental ini adalah daktilitas balok dengan penambahan variasi sengkang square di daerah tekan bertambah sebesar 50,659% terhadap balok dengan sengkang normal. Selain terjadinya peningkatan pada daktilitas, Kekuatan balok dengan penambahan variasi sengkang square di daerah tekan juga meningkat sebesar 6,3% terhadap balok dengan sengkang normal. Metode keruntuhan yang terjadi pada balok variasi sengkang square adalah model keruntuhan lentur dimana retak-retak yang ada terbentuk secara vertikal dari serat tarik yang semakin lama akan merambat sampai ke serat tekan.
Kata kunci : Balok beton bertulang, daktilitas, variasi sengkang square, pengekangan, beban-lendutan
Analisis Pengaruh Perubahan Beban Gempa Rencana Berdasarkan SNI 1726:2012 dan SNI 1726:2019 terhadap Kebutuhan Tulangan pada Balok
Indonesia terletak di sepanjang Pacific Ring of Fire, yang dikenal dengan deretan gunung berapi aktif yang mengitari Samudera Pasifik, menyebabkan Indonesia kerap kali mengalami gempa bumi besar dan erupsi gunung berapi. Untuk meningkatkan keamanan struktural bangunan terhadap gempa, regulasi tentang desain bangunan anti-gempa telah dikembangkan dan terus-menerus diperbaharui. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan struktur menurut SNI 1726:2012 dan SNI 1726:2019, menggunakan software SAP2000 dan mengambil studi kasus pada Gedung Kuliah II Kampus Kediri di Universitas Brawijaya. Analisis balok pada Gedung X Universitas Y menunjukkan bahwa standar SNI 1726:2019 menghasilkan respon spektrum yang lebih besar dibandingkan SNI 1726:2012, khususnya untuk periode kurang dari satu detik. Perbedaan ini terlihat dari nilai SDS yang lebih tinggi pada SNI 1726:2019. Selain itu, analisis menggunakan SNI 1726:2019 mengindikasikan kebutuhan yang lebih besar akan tulangan lentur dan geser karena adanya perbedaan dalam gaya dalam yang dihasilkan, yang dipengaruhi oleh nilai percepatan gempa pada respons spektrum yang berbeda.
Kata kunci: Beban Gempa, Spektrum Respons Desain, Tulangan Balo
Kajian Analisis Kelayakan Investasi Perumahan X
Studi kelayakan menilai potensi suatu proyek di masa depan, memutuskan apakah akan dilanjutkan atau ditunda berdasarkan kelayakannya. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan investasi dan melakukan analisis sensitivitas mengenai kelayakan finansial pada proyek perumahan X. Pengumpulan data sekunder digunakan , yang terdiri dari data harga satuan dasar Kab. Malang tahun 2023, informasi NJOP, data layout bangunan, data anggaran biaya bangunan, data anggaran biaya pembangunan, dan data penunjang perhitungan lainnya. Analisis data meliputi Payback Period (PP), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Benefit Cost Ratio (BCR).
Kata Kunci: Studi Kelayakan, NPV, BCR, IRR, PP, Analisis Sensitivitas
Penjadwalan Tenaga Kerja dengan Pemerataan Sumber Daya (Resouurce Leveling) Menggunakan MS Project pada Poyek Pembangunan Rumah Kos Bendul Merisi Surabaya
Dalam proyek konstruksi, salah satu masalah yang sering terjadi adalah alokasi sumber dayaterutama tenaga kerja yang tidak efisien. Hal ini tentu saja merupakan hal terpenting yang harus diperhatikan dalam sebuah proyek karena dalam hal ini, tenaga kerja merupakan sumber daya utama. Penggunaan tenaga kerja pada proyek konstruksi yang masih mengalami fluktuasi, dimana sebaran kebutuhan akan tenaga kerja selama proyek berlangsung tidak merata. Oleh sebab itu, fluktuasi tersebut perlu diminimalisir dengan melakukan pemerataan sumber daya. Hal ini dapat dilakukan agar dapat memudahkan analisis menggunakan software Microsoft Project sebagai alat bantu penjadwalan. Penelitian ini dilakukan di Rumah Kos Bendul Merisi yang berlokasi di kota Surabaya, Jawa Timur. Pemerataan sumber daya pada penelitian ini dilakukan pada satu jenis sumber daya yang sering kali memiliki pengalokasian terbesar yaitu pekerja. Berdasarkan analisis dari hasil pemerataan yang dilakukan, didapatkan penurunan jumlah maksimum terhadap jumlah kebutuhan pekerja tiap harinya. Semula jumlah maksimum yang dibutuhkan sebanyak 77 orang pekerja, namun setelah dilakukan leveling jumlah maksimum pekerja turun menjadi 64 orang.
Kata Kunci: Pemerataan Sumber Daya, Rumah Kos Bendul Merisi, Pekerja
Analisis Pemilihan Penanganan Jalan pada Ruas Bangil - Wonokerto Kabupaten Pasuruan
Kabupaten Pasuruan Jawa Timur, tepatnya pada Ruas Jalan Bangil-Wonokerto merupakan salah satu ruas yang mengalami permasalahan kerusakan jalan. Ruas ini menjadi alternatif akses yang digunakan masyarakat Kabupaten Pasuruan, dari Bangil menuju Wonokerto maupun sebaliknya. Oleh karena itu, dalam proses penanganan kerusakan jalan ini digunakan tiga metode analisis kerusakan jalan antara lain, Surface Distres Index (SDI), Pavement Condition Index (PCI), dan Benkelman Beam. Tujuan dari penelitian ini yaitu, (1) Memahami dan mengetahui kondisi perkerasan jalan pada ruas Bangil – Wonokerto (2) Memahami dan dapat menganalisis alternatif jenis perbaikan kerusakan jalan ruas Bangil – Wonokerto (3) Memahami dan mengetahui alternatif paling optimal yang diperlukan untuk penanganan kerusakan jalan ruas Bangil – Wonokerto (4) Mengetahui estimasi biaya yang digunakan dalam penanganan jalan pada ruas Bangil – Wonokerto. Penelitian ini dibagi menjadi dua penanganan jalan dari total ruas Bangil – Wonokerto yang kami kaji sepanjang
6,6 km mulai dari STA 0+000 sampai dengan STA 6+600. Dari dua penanganan tersebut kami bagi menjadi penanganan 1 dan penanganan 2. Penanganan 1 dimulai dari STA 0+800 sampai dengan STA !+250, sedangkan STA 2+000 sampai dengan 3+300. Didapat dari hasil penanganan 1 (STA 0+800 sampai STA 1+250) dengan nilai SDI rusak berat sedangkan nilai PCI buruk, memerlukan penanganan rekonstruksi/perkuatan struktur menggunakan perkerasan kaku. Hasil penanganan 2 (STA 2+000 sampai STA 3+300) didapat nilai SDI rusak ringan sedangkan PCI sedang dan untuk hasil benkelman beam didapat lendutan rata- rata sebesar 79,94 mm, memerlukan penanganan rehabilitasi/pemeliharaan berkala menggunakan perkerasan lentur tebal lapis tambah/overlay. Dari total kedua penanganan tersebut didapat estimasi biaya sebesar Rp 4.745.490.000,00.
Kata Kunci : Penanganan Kerusakan Jalan, SDI, PCI, Benkelman Beam, Manual Desain, Perkerasan Jalan, Estimasi Biay
The Effect of Calcined Green Mussel Shell as Partial Cement Replacement on The Compressive Strength and Modulus of Elasticity of Concrete
Concrete is a most widely used construction materials on earth. However, the concrete industry with a massive production overtime produces harmful effects to the environment. Cement production generates greenhouse gases that contribute to the air pollution. Hence, the innovation regarding cementitious materials has been conducted in order to reduce the utilization of environmentally unfriendly materials in the concrete industry. The use of green mussel shell (Perna viridis) waste as an alternative Portland cement substitution could reduce the utilization of conventional cementitious materials. In this research, the concrete specimen cylinder (15cm x 30cm) with cement replacement percentages of 10%, 20%, and 30% by volume were produced. The green mussel shell waste originated from Banyuurip Village, Gresik Regency, East Java was used. Moreover, calcination process required heat treatment at 900°C for two hours. Compressive strength and modulus of elasticity of concrete were the characteristics observed in this research. The tests were carried out when the sample age reached 28 days. Furthermore, it has been observed that higher cement replacement percentage in concrete mixture reduced the compressive strength and modulus of elasticity of the concrete. The filler effect characteristic of the green mussel shell resulted a tendency of the particles to fill the voids inside the concrete rather than activate as a binder in the concrete mixture. However, these research outcomes were meaningful for further understandings regarding the modification in concrete formulation and also contribute in handling the massive numbers of aquaculture waste in order to achieve sustainable construction.
Keywords: Green Mussel Shell Waste, Cement Replacement, Compressive Strength, Modulus of Elasticity, Sustainable Constructio
Regangan dan Pola Retak Balok Beton Bertulang Berdasarkan Umur dengan Ground Granulated Blast Furnace Slag 30%
Perkembangan infrastruktur yang meningkat pesat, tentunya diikuti dengan peningkatan kebutuhan akan bahan material struktural dengan kualitas tinggi. Selain berkualitas tinggi, diharapkan bahan material ini memiliki sifat yang lebih ramah terhadap lingkungan. GGBFS merupakan limbah hasil pembakaran produksi baja yang mengandung senyawa kimia mirip dengan semen tetapi bersifat lebih ramah lingkuangan. Pada penelitian ini dilakukan peninjauan terhadap regangan dan pola retak dengan mengganti campuran semen Gresik menjadi semen GGBFS sebanyak 30%. Benda uji yang digunakan pada penelitian ini merupakan balok beton bertulang dengan dimensi 100 cm x 15 cm x 20 cm yang selanjutnya dilakukan pengujian lentur pada benda uji tersebut. Pada penelitian ini disimpulkan bahwa variasi umur tidak menimbulkan perbedaan yang signifikan terhadap pola retak yang terjadi pada beton. Pola retak yang terjadi pada keseluruhan benda uji menghasilkan pola yang sama yaitu retak lentur dengan arah tegak lurus terhadap sumbu benda uji. Balok dengan umur 45 hari dan campuran GGBFS 30% mengalami retakan pertama pembebanan yang lebih besar dibandingkan dengan balok dengan umur 56 hari dan canpuran GGBFS 30%. Hasil tegangan-regangan yang diperoleh, yang menunjukkan bahwa beton dengan variasi umur 45 hari memiliki nilai regangan lebih kecil dibandingkan dengan variasi umur 56 hari .
Kata Kunci: Balok beton bertulang, Semen GGBFS, Regangan, Pola retak, Uji lentur, Beton mutu tinggi
Reinforced Concrete Beam with Openings Strengthened Using CFRP Sheet
Reinforced concrete is widely used in numerous parts of buildings, like columns, beams, and slabs. The material contains concrete that provides great compression strength, while steel reinforcement embedded in concrete has great tension strength. The failure of reinforced concrete beams with openings mainly located around the openings. Therefore, strengthening around the opening is required to increase the strength of the beam. In this study, Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP) sheets are chosen. CFRP are composite materials that consist of carbon fiber with a resin to create material that has higher performance properties compared to each material separated. CFRP sheet provides superiority compared to steel-reinforced concrete that is still used, such as durability and reliability of the materials. This research objected to acknowledging the pattern of failure of reinforced concrete beams using ABAQUS, finite element modeling software in some cases. Finite Element Method (FEM) are used in this study by ABAQUS software and validate with experimental results. ABAQUS are used to simulate the model using Finite Element Method (FEM). From this study, beam with circular opening strengthened using CFRP have increase of 16.00% and the beam with 2 openings is increasing by 35.00%. The crack pattern of the beam without an opening is concentrated in the mid-span of the beam with a flexural failure, while the other specimen has a shear failure within circular openings. Significant improvements in ultimate load conclude that using CFRP sheet to strengthen beam with circular openings are suitable. The results of load-deflection profile calculated by Finite Element Modeling much higher than experimental results. The differences ultimate load results of Finite Element Method and Experimental are ranged from 2.94% until 9.87%.
Keywords: RC Beam, Openings, CFRP sheet, CFRP composite, Finite Element Analysis (FEA), Finite Element Modelling (FEM), ABAQU
ANALISIS STABILITAS LERENG DENGAN PERKUATAN SOIL NAILING STUDI KASUS LERENG DESA DADAPREJO
ABSTRAK
Pada Agustus 2020 lereng Desa Dadaprejo mengalami kelongsoran sehingga membahayakan bangunan yang berada di bagian atas lereng. Kondisi lereng di Desa Dadaprejo yang curam menyebabkan lereng tersebut berpotensi mengalami kelongsoran kembal sehingga dibutuhkan perkuatan lereng. Perkuatan yang digunakan dalam analisis ini adalah perkuatan soil nailing.
Data-data yang digunakan merupakan data primer seperti parameter tanah yang diperoleh dari pengujian yang dilakukan di Laboratorium Universitas Brawijaya. Hasil analisis stabilitas lereng eksisting menunjukkan nilai FS sebesar 1,102. Karena nilai FS < 1,2 maka lereng tersebut dikatagorikan tidak aman. Dari hasil analisis stabilitas lereng eksisting menggunakan aplikasi Slope/W, didapatkan nilai FS sebesar 1,298. Karena nilai FS > 1,2 maka lereng tersebut dikatagorikan dalam kondisi aman. Dari hasil analisis stabilitas lereng eksisting menggunakan aplikasi Plaxis 8.6, di dapatkan nilai FS sebesar 1,220. Karena FS < 1,2 maka lereng tersebut dikatagorikan aman.
Analisis yang menggunakan variasi besar dan jarak pembebanan menunjukkan bahwa semakin besar pembebanan maka semakin kecil nilai FS. Analisis yang menggunakan variasi jarak menunjukkan bahwa semakin jauh jarak posisi pembebanan dari tepi lereng, semakin kecil nilai FS. Lereng eksisting tidak mampu menahan beban yang diberikan dengan software plaxis di berbagai variasi jarak pembebanan (FS<1,2). Pada Slope/W lereng mampu menahan beban hingga 20kN/m2 di berbagai jarak pembebanan. Lereng dengan perkuatan soil nailing mampu menahan beban hingga 100kN/m2 dengan software plaxis di berbagai variasi jarak pembebanan. Pada Slope/W lereng mampu menahan beban hingga 60kN/m2 di berbagai jarak pembebanan.
Kata Kunci: Stabilitas, Lereng, Angka Keamanan, Soil Nailing, Longso
Pengaruh Pembebanan Lateral terhadap Deformasi Lateral Susunan Panel Beton Agregat Kasar Limbah Batu Onyx dengan Sambungan Baut
ABSTRAK
Panel beton merupakan produk dari pengembangan beton pracetak yang dapat digunakan untuk pembuatan dinding. Perkembangan ini dimulai dari inovasi para desainer bangunan yang mencari solusi untuk permasalahan bangunan sebelumnya. Untuk memastikan bahwa komponen struktur menunjukkan perilaku struktural yang baik, perlu diperhatikan retakan yang timbul saat struktur dikenai beban kerja. Penyusutan dan kekuatan tarik yang rendah dapat menjadi penyebab terjadinya retakan, sehingga di rancanglah susunan dinding panel beton dengan agregat kasar batu onyx yang dihubungkan menggunakan sambungan baut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi baut dan dampak deformasi lateral yang ditimbulkan oleh variasi sambungan baut A307 pada panel beton onyx. Penelitian dilaksanakan dengan perancangan panel beton berukuran 80 cm x 40 cm x 6 cm. Diameter variasi sambungan baut yang digunakan adalah 6 mm, 8 mm, dan 10 mm dengan plat baja BJ-37 berketebalan 3 mm.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan diameter sambungan baut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap deformasi lateral pada panel beton dengan agregat limbah batu onyx. Pada panel beton dengan sambungan baut berdiameter 6 mm, tercapai beban maksimum rata-rata 1233.33333 kg dengan deformasi lateral rata-rata 8.15667 mm. Pada sambungan baut berdiameter 8 mm, terdapat beban maksimum rata-rata 1233.3333 kg dengan deformasi lateral rata-rata 9.17 mm. Sedangkan pada sambungan baut berdiameter 10 mm, beban maksimum rata-rata yang tercapai adalah 1100 kg dengan deformasi lateral rata-rata 8.863333 mm.
Kata kunci : panel dinding beton onyx, pola retak dan lebar retak, sambungan bau