Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Not a member yet
    1439 research outputs found

    Pengaruh Flushing Waduk Sengguruh terhadap Gerusan di Sekitar Pilar Jembatan Kemiri - Kanigoro

    No full text
    Flushing pada Waduk Sengguruh menyebabkan kecepatan aliran pada Sungai Brantas meningkat. Hal tersebut dikhawatirkan dapat berpengaruh pada pilar Jembatan Kemiri-Kanigoro yang berjarak ± 1 km ke arah hulu dari Waduk Sengguruh. Selain itu, adanya pilar jembatan lama dapat mengubah pola aliran di sekitar jembatan sehingga dapat memperparah gerusan pada pilar Jembatan Kemiri-Kanigoro. Gerusan yang terjadi dapat mengakibatkan terganggunya stabilitas pilar sehingga dapat mengakibatkan runtuhnya jembatan. Simulasi dilakukan dengan menggunakan software Delft3D untuk memodelkan pola arus, pola transpor sedimen, dan gerusan di sekitar Jembatan Kemiri-Kanigoro pada saat flushing Waduk Sengguruh. Adanya pilar jembatan lama mengakibatkan pola aliran berubah dan kecepatan aliran meningkat. Gerusan yang terjadi pada kondisi eksisting mencapai sekitar 0,46 m sedangkan pada kondisi tanpa pilar mencapai sekitar 0,31 m. gerusan yang terjadi di sekitar pilar Jembatan Kemiri-Kanigoro menyebabkan kehilangan daya dukung pondasi sebesar 5,8% dari daya dukung total.   Kata kunci: gerusan, pola arus, flushing, stabilitas pila

    Pengaruh Bunker Oil dan Lateks pada Aspal Minyak dengan Substitusi Asbuton B 50/30 terhadap Karakteristik AC-WC

    No full text
    Penggunaan bahan alam dan limbah yang dihasilkan dari dalam negeri sebagai pengganti perkerasan minyak dapat dipergunakan untuk menyelesaikan permasalahan pada perbaikan jalan. Penggunaan aspal minyak diimpor dari luar negeri. Pada tahun 2022 impor aspal Indonesia mencapai 733.125 ton, sedangkan penggunaan aspal alam hanya 54.131 ton. Oleh sebab itu, menggunakan aspal minyak dengan substitusi asbuton B 50/30 dengan bunker oil dan lateks. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh komposisi bunker oil dan lateks terhadap karakteristik Marshall perkerasan dengan campuran aspal minyak dan juga mengetahui jumlah kadar optimum aspal minyak dengan asbuton B 50/30 menggunakan bunker oil dan lateks terhadap karakteristik Marshall. Pada penelitian ini terlebih dahulu dilakukan pencarian KAO untuk aspal minyak substitusi dengan asbuton B 50/30 dengan kadar 8% terhadap campuran. Didapat KAO sebesar 6,375 %, kemudian ditambahkan bunker oil dengan rentang kadar 1 % - 4 % dan lateks dengan rentang kadar 0,75 % - 1,5 %. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui karakteristik daripada campuran AC-WC yang ditinjau dari pengujian Marshall. Analisa data dilakukan dengan pengujian statistik uji t , analisa varian, regresi, korelasi. Hasil analisis dengan metode RSM menunjukkan bahwa didapatkan nilai kadar optimum bunker oil dan lateks pada campuran Laston (AC-WC Asb), yaitu kadar bunker oil 1,254 % dan kadar lateks 1,096 %, lalu dari kadar optimum ini diperoleh stabilitas sebesar 1051,707 kg meningkat 10 %, Marshall Quotient (MQ) 362,873 kg / mm meningkat 30,28 %, flow 3,062 mm menurun 10,84 %. VMA 15,30 % menurun 5,15 %. VFB 74,414 % meningkat 6,56%. VIM 3,927 % meningkat 19,32%. Dapat disimpulkan bahwa penambahan bunker oil terhadap karakteristik Marshall memiliki pengaruh yang signifikan namun pada nilai stabilitas tidak berpengaruh signifikan. Kata kunci: AC-WC Asb, Asbuton, Aspal Minyak, Bunker Oil, Latek

    Pengaruh Variasi Kadar Integral Waterproofing Conplast WP421 terhadap Sifat Mekanik Beton dengan Kondisi Basah (Terendam Air Laut)

    No full text
    Beton merupakan bahan konstruksi yang tersusun dari: agregat kasar, agregat halus, air, serta semen dengan atau tanpa bahan tambahan. Jenis bahan tambah integral waterproofing banyak digunakan untuk memperbaiki sifat beton pada bangunan yang bersinggungan dengan air khususnya area bawah tanah (basement), dan infrastruktur penampung air. Pada konstruksi pesisir pantai perlu perhatian lebih lanjut karena kandungan natrium klorida (NaCl) dan magnesium sulfat (MgSO4) dapat mempengaruhi kekuatan beton. Integral Waterproofing Conplast WP421 adalah cairan yang berfungsi untuk memodifikasi sifat beton agar kedap air karena cairan bersifat waterproof dan memiliki kandungan antifoam untuk mengurangi gelembung udara saat pembuatan campuran beton. Dalam penelitian ini dilakukan eksperimen untuk mengetahui sifat beton yaitu densitas, absorpsi, kuat tekan, dan modulus elastisitas ketika campuran ditambahkan Conplast WP421 tanpa pengurangan air dari perencanaan mix design. Beton ditambahkan variasi kadar Conplast WP421 yaitu 0 l/m3 sebagai beton normal, serta beton integral dengan penambahan kadar 1,75 l/m3 dan 3,5 l/m3. Pengujian dilakukan pada beton silinder mutu 25 Mpa berdiameter 150 mm dan tinggi 300 mm setelah curing selama 7 hari serta perendaman air laut hingga mencapai umur 28 hari. Pada pengolahan data diperoleh hasil uji densitas dengan berat volume 2443,99 kg/m3, 2389,92 kg/m3, dan 2342,13 kg/m3 pada variasi kadar 0 l/m3 1,75 l/m3 dan 3,5 l/m3. Pada hasil pengujian absorpsi, beton semakin kedap air karena diperoleh rata-rata hasil 2,38%, 2,01%, dan 1,96% jumlah air yang menyerap dalam beton. Uji kuat tekan menunjukan penurunan mutu setiap penambahan kadar yaitu sebesar 30,60 Mpa, 26,88 Mpa, dan 18,26 Mpa. Kekakuan beton juga semakin menurun pada hasil uji modulus elastisitas yaitu sebesar 33024 Mpa, 30402 Mpa, dan 26864 Mpa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar integral, beton semakin kurang padat karena campuran terlalu banyak kandungan air sehingga terjadi penguapan berlebih. Kata Kunci : Beton Integral, Conplast WP421, Kuat Tekan, Absorpsi, Modulus Elastisita

    Perbandingan Rasio Kapasitas Baja Profil WF (Wide-Flange), H, dan PSR (Penampang Struktur Berongga) sebagai Batang Lentur dan Balok-Kolom pada Struktur Portal

    No full text
    Profil baja diproduksi dalam berbagai macam bentuk untuk memenuhi kebutuhan struktural maupun nonstruktural yang memiliki fungsi dan kegunaan masing-masing. Profil baja yang sering digunakan adalah profil WF dan H seperti gedung, jembatan, dan lainnya. Baja profil WF dianggap sebagai profil yang efektif menahan lentur yang digunakan sebagai balok dan profil H efektif menahan gaya aksial yang digunakan sebagai kolom. Pada analisis ini akan dilakukan perbandingan antara baja profil WF dan H dengan profil lain. Profil yang digunakan sebagai pembanding adalah PSR Bujur Sangkar, PSR Persegi panjang, dan PSR Bundar. Pemodelan struktur yang digunakan untuk perolehan gaya adalah portal 2 dimensi sebagai gedung parkir dengan panjang 7 m, tinggi per lantai 3 m, dan berjumlah 3 lantai. Analisis diawali dengan perhitungan batang lentur yang hasilnya akan digunakan sebagai balok pada struktur portal dan dilanjut dengan perhitungan balok-kolom. Masing-masing profil baja yang dibandingkan dibedakan menjadi 3 varian berat per satuan panjang yaitu 100 kg/m, 115 kg/m, dan 130 kg/m agar dapat digunakan dalam grafik dan menghasilkan persamaan garis linier untuk memudahkan pengolahan data. Tujuan dari analisis ini adalah untuk menentukan profil baja yang paling efektif jika digunakan sebagai batang lentur (balok) dan balok-kolom untuk struktur 2 dimensi sederhana. Parameter yang dibandingkan untuk menentukan keefektifan profil adalah nilai rasio kapasitas yang dimiliki, yaitu rasio kapasitas batang lentur dan rasio kapasitas balok-kolom. Hasil analisis menunjukkan bahwa profil WF merupakan profil yang paling efektif digunakan sebagai batang lentur dan balok-kolom. Urutan profil yang efektif setelah profil WF adalah PSR Persegi Panjang untuk batang lentur dan balok-kolom dengan Tingkat keborosan sekitar 21% sampai 29% pada batang lentur dan sekitar 2% sampai 18% pada balok-kolom. Urutan profil selanjutnya tidak dapat ditentukan secara pasti karena bergantung pada kondisi dan nilai rasio kapasitas tertentu baik batang lentur maupun balok-kolom. Kata kunci: Profil Baja, Rasio Kapasitas, Batang Lentur, Balok-Kolom, Keefektifan

    Perbaikan Daya Dukung Tanah Lunak dengan Kolom Granular Berintikan Bongkaran Beton

    No full text
    Sebagai negara berkembang, Indonesia sedang gencarnya melakukan pembangunan infrastruktur untuk menunjang permbangunan nasional. Namun, dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur tersebut sering dihadapkan pada permasalahan, salah satunya adalah tanah lunak yang tersebar hampir menyeluruh di seluruh pulau Indonesia. Apabila permasalahan terkait tanah lunak ini tidak ditangani dengan baik akan berpotensi membahayakan seperti terjadinya penurunan pada permukaan tanah akibat proses konsolidasi yang terjadi pada tanah, sehingga dapat mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur yang dibangun di atasnya. Maka dari itu, sekarang telah banyak metode perbaikan tanah yang dikembangkan antara lain, vertical drain, kolom granular, penambahan zat aditif, dan lain-lain. Pada penelitian ini, material geosintetik yang umumnya disebut prefabricated vertical drain akan diisi dengan matrial limbah bongkaran beton dengan persentase campuran gradasi yang telah ditentukan untuk mengetahui pengaruhnya. Kata Kunci: Vertical Drain, Tanah Lunak, Limbah Bongkaran Beto

    Analisis Stabilitas Timbunan Sampah pada TPA Jabon Kabupaten Sidoarjo Menggunakan Metode Elemen Hingga

    No full text
    Timbulan sampah di Kabupaten Sidoarjo yang setiap hari diangkut dan ditimbun diTPA Jabon dengan sistem controlled landfill. Volume dan ketinggian timbunan sampah yang terus meningkat dibutukan pengendalian secara geoteknik dengan melakukan perhitungan stabilitas timbunan sampah supaya menghidari adanya potensi kelongsoran lereng timbunan dan timbunan sampah yang ditampung oleh TPA dapat optimal. Penelitian dilaksanakan di TPA Jabon, Kabupaten Sidoarjo pada Juli 2023 menggunakan data primer dan sekunder. Data primer meliputi parameter mekanik tanah dasar dan material sampah. Sedangkan data sekunder meliputi peta topografi timbunan sampah. Analisis stabilitas timbunan dilakukan dengan bantuan perangkat lunak menggunakan metode elemen hingga atau Finite Element Method (FEM). Analisis stabilitas timbunan sampah dilakukan untuk memperoleh angka keamanan lereng timbunan pada kondisi eksisting dan timbunan yang ditinggikan dengan sudut bervariasi. Perhitungan umur rencana timbunan juga dilakukan guna memperoleh rekomendasi geometri timbunan yang paling optimal. Berdasarkan hasil analisis, timbunan sampah di TPA Jabon pada bulan Juni 2023 memiliki ketinggian maksimum 11 m  (sudut 30°) dengan nilai faktor keamanan sebesar 2,34 yang berarti lereng dalam kondisi stabil dan masih dapat ditinggikan.. Penambahan tinggi timbunan dengan kemiringan lereng 11:5 (sudut 24,5°) stabil hingga 40 m (FS = 1,4), kemiringan lereng 9:5 (sudut 29°) stabil hingga 30 m (FS = 1,27), kemiringan lereng 7:5 (sudut 35,5°) stabil hingga 15 m (FS = 1,33). Dari perhitungan umur rencana timbunan, geometri lereng timbunan 11:5 memiliki umur rencana sebesar 6 tahun 3 bulan, geometri lereng timbunan 9:5 sebesar 6 tahun 6 bulan, dan geometri lereng timbunan 7:5 sebesar 4 tahun 6 bulan. Oleh karena itu, peneliti merekomendasikan geometri lereng timbunan di TPA Jabon berbentuk bench and toe dengan panjang bench sebesar 3 m, toe kemiringan 9:5

    Analisis Stabilitas Lereng dengan Perkuatan Geotekstil pada Taman Teknologi Komunikasi Menara Turyapada, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali

    No full text
    Pembangunan Taman Teknologi Komunikasi Menara Turyapada di Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali dilaksanakan untuk mengembangkan telekomunikasi di Indonesia. Menara ini dibangun pada ketinggian ± 1.636 meter di atas permukaan air laut. Karena menara ini dibangun di puncak bukit, maka perlu dibangun juga jalan akses untuk mencapai menara ini. Jalan akses ini nantinya akan berada di sekitar lereng-lereng yang curam. Analisis stabilitas lereng dilakukan untuk mencari nilai angka keamanan (SF) lereng di sekitar lokasi. Pada penelitian ini, parameter yang digunakan untuk mencari nilai angka keamanan adalah berat jenis tanah, nilai kohesi tanah, dan sudut geser dalam tanah. Selain itu, beban jalan (beban perkerasan + beban kendaraan) juga dimasukkan dalam perhitungan. Didapatkan nilai SF pada lereng atas adalah 0,925; lereng bawah adalah 1,131; dan lereng keseluruhan adalah 1,354. Digunakan perkuatan geotekstil karena nilai SF lereng < 1,25. Digunakan geotekstil dengan panjang 9 m 6 lapis untuk lereng atas dan panjang 7 m 7 lapis untuk lereng bawah. Nilai SF lereng atas setelah diperkuat menjadi 1,661 dan nilai SF untuk lereng bawah menjadi 1,586. Disimpulkan lereng dengan perkuatan sudah aman dari longsor. Kata kunci: Longsor, Stabilitas Lereng, Bishop Simplified, Geotekstil, GeoStudi

    Penerapan Teknologi Yang Mendukung Penerapan Prinsip Reuse Dalam Konsep Circular Economy (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung East Coast Center 2 Phase 2 Pakuwon City Dan Proyek Pembangunan Gedung Pringgodigdo UNAIR Surabaya)

    No full text
    Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus meningkat setiap tahunnya tidak terlepas dari kontribusi sektor konstruksi dalam membangun infrastruktur nasional yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Meskipun demikian, peningkatan kinerja sektor konstruksi berpotensi meningkatkan jumlah limbah yang dihasilkan, yang pada gilirannya meningkatkan dampak negatif terhadap lingkungan dan polusi global. Oleh karena itu, diperlukan strategi untuk mengatasi masalah ini, salah satunya melalui pendekatan Circular Economy (CE), yang bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan mempertahankan lingkungan melalui prinsip-prinsipnya. Penelitian ini fokus pada penerapan teknologi yang mendukung prinsip Reuse dalam proyek konstruksi, dengan menggunakan metode kuantitatif dan data dari kuesioner kepada pekerja proyek. Sampel dari penelitian ini adalah seluruh karyawan perusahaan konstruksi yang bekerja pada Proyek Pembangunan Gedung East Coast Center 2 Phase 2 Pakuwon City dan Proyek Pembangunan Gedung Pringgodigdo UNAIR Surabaya. Tujuan utama penelitian ini adalah mengetahui penggunaan teknologi yang mendukung penerapan prinsip Reuse dalam konsep Circular Economy. Metode analisis data yang digunakan meliputi Mean, CI, dan Indepentent Sample T-Test. Dari penelitian yang telah dilakukan, tidak terdapat perbedaan signifikan dalam teknologi yang diterapkan. Selain itu, didapatkan teknologi yang paling dominan dalam mendukung penerapan prinsip Reuse berdasarkan pengalaman para responden adalah BIM. BIM memungkinkan untuk Merencanakan dan mengelola penggunaan material dengan lebih baik. BIM dapat membantu mengurangi limbah konstruksi yang dihasilkan, yang sesuai dengan prinsip-prinsip pengurangan limbah dalam CE. Kata Kunci: Ekonomi Sirkular, Reuse, konstruksi, implementasi, teknologi

    Studi Eksperimental Lebar Retak Pelat Pracetak Beton Bertulang Satu Arah Skala Penuh Menggunakan Dua Lapis Tulangan Tarik dengan Variasi Luas Tulangan

    No full text
    ABSTRAK Jembatan merupakan salah satu infrastruktur penting sebagai penghubung antarwilayah di Indonesia. Salah satu komponen penting dalam jembatan adalah pelat. Pelat beton bertulang yang paling banyak digunakan. Jarak bersih antar tulangan memiliki standar tertentu yang berlaku. Sehingga muncul 2 lapis tulangan tarik sebagai jawaban dari standar tersebut. Retakan salah satu masalah yang sering ada pada struktur beton. Penelitian ini dilakukan untuk mengatahui pengaruh 2 lapis tulangan tarik dengan variasi luas tulangan terhadap lebar retak maksimum yang terjadi pada pelat beton bertulang. Penelitian ini menggunakan 3 spesimen pelat dengan luas tulangan yang berbeda, yaitu luas tulangan 1061 mm2, 1194 mm2, dan 1459 mm2. Dimensi spesimen pelat yang dipakai, yaitu dengan panjang 200 cm, lebar 60 cm, dan tebal 20 cm. Pada tegangan baja yang sama, ketiga spesimen pelat mengalami lebar retak maksimum yang berbeda-beda. Dimana semakin besar luas tulangan, lebar retak maksimum malah semakin kecil. Jumlah retak dan jarak rata-rata antar retak pada setiap sepesimen pelat dengan luas tulangan yang berbeda-beda juga berbeda. Kata Kunci: Dua lapis, Pelat, Luas Tulangan, Lebar Retak, Pola Reta

    STUDI EKSPERIMENTAL DAKTILITAS BETON BERTULANG DENGAN VARIASI PENAMBAHAN TULANGAN SENGKANG SPIRAL BERJARAK 75 MM PADA DAERAH TEKAN BALOK

    No full text
    Indonesia merupakan negara dengan aktivitas gempa bumi yang tinggi. Bangunan harus dibuat menjadi bangunan tahan gempa dan akan rusak sesuai beban rencana serta memiliki sifat daktail. Daktilitas dapat menunjukan kemampuan struktur ketika menahan pengaruh deformasi karena pembebanan yang berlebihan. Penambahan kekuatan pada daerah tekan beton bertulang diperlukan sehingga struktur yang direncanakan dengan kekuatan tinggi tidak mengalami sifat  getas dan dapat bersifat daktail. Benda uji pada penelitian ini berupa balok normal berukuran 20 cm x 25 cm x 300 cm dengan penulangan menggunakan tulangan tekan 2D – 13, tulangan tarik 3D – 19, dan sengkang Ø8-150. Pada benda uji variasi spiral dipasang tulangan yang sama namun pada daerah tekan balok ditambahkan pengekangan dengan tulangan sengkang berbentuk spiral dengan jarak 75 mm. Pembebanan dilakukan bertahap dan terpusat di tengah bentang hingga mencapai kondisi leleh, selanjutnya dilakukan kontrol lendutan hingga benda uji runtuh. Dari pengujian yang dilakukan didapatkan nilai beban dan lendutan yang kemudian diolah menjadi grafik P – Δ, serta diperoleh nilai daktilitas balok. Pada penelitian ini didapatkan kesimpulan kekuatan lentur balok variasi spiral mampu menahan beban sebesar 9,94% lebih besar dari balok normal, nilai daktilitas balok spiral lebih besar 66,35% dibandingkan balok normal, bentuk serta jarak tulangan spiral di daerah tekan memberikan pengaruh terhadap perilaku balok dalam menerima beban.   Kata Kunci: daktilitas, hubungan beban dan lendutan, pengekangan, tulangan spiral, grafik P –

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇