Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Not a member yet
    1439 research outputs found

    Studi Eksperimental Lendutan Pelat Perkerasan Kaku dengan Variasi Nilai CBR Tanah Dasar

    No full text
    Infrastruktur jalan di Indonesia dominan memakai jenis perkerasan kaku (rigid pavement), khususnya jalan pedesaan. Pelaksanaan pekerjaan jalan pedesaan tipikal berupa padat karya. Sehingga untuk mencapai pemadatan tanah (subgrade) yang direncanakan akan sulit tercapai. Pembebanan pada jalan pedesaan memiliki karakter unik karena beban sering kali mengalami fluktuatif yang besar (overloading). Overloading beban jalan pedesaan dapat menimbulkan masalah bagi perkerasan kaku tersebut. Oleh sebab itu, diperlukan penelitian mengenai lendutan pelat perkerasan kaku dengan variasi nilai CBR tanah dasar. Penelitian ini menggunakan variasi nilai CBR tanah dasar sebesar 5,77%, 8,12%, dan 12,83% pada mutu beton 35 MPa. Berdasarkan hasil teoritis dan eksperimen, nilai CBR tanah dasar memengaruhi lendutan pelat perkerasan kaku. Pada pembebanan sebesar 200 kN, variasi nilai CBR tanah dasar 5,77%, 8,12%, dan 12,83% menghasilkan lendutan teoritis berturut-turut sebesar 5,04 mm, 4,25 mm, dan 3,41 mm. Sedangkan, hasil lendutan eksperimen berturut-turut sebesar 5,29 mm, 4,48 mm, dan 2,31 mm. Hal ini membuktikan hasil lendutan teoritis dan eksperimen tidak berbeda jauh dan sesuai dengan hipotesis. Selain itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin tinggi nilai CBR tanah dasar maka lendutan spesimen yang terjadi akan semakin kecil. Kata kunci: BoEF (Beam on Elastic Foundation), CBR tanah dasar, Lendutan, Perkerasan kak

    Analisis Numerik Lebar Retak pada Pelat Beton Bertulang Satu Arah Menggunakan Tiga Lapis Tulangan Tarik dengan Variasi Luas Tulangan

    No full text
    Pada konstruksi jembatan, pelat lantai menjadi salah satu struktur utama dalam menerima dan menyalurkan beban pada jembatan. Umumnya pelat lantai menggunakan material beton bertulang. Material beton bertulang merupakan gabungan antara dua material yang umum digunakan, yaitu beton dan baja. Pada penelitian ini berfokus pada analisis lebar retak yang terjadi pada pelat satu arah menggunakan tiga lapis tulangan tarik dengan variasi luas tulangan. Penelitian ini menggunakan pelat beton bertulang dengan tinggi 20 cm, panjang 200 cm, dan lebar 60 cm dengan kuat tekan beton 20 MPa. Mutu tulangan tarik yang digunakan adalah BjTS 420B, sedangkan mutu tulangan susutnya adalah BjTP 280. Pelat diletakkan di atas baja profil WF 300 × 150 × 5.5 × 8 pada kedua ujung pelat. Sisi bawah baja profil diasumsikan jepit-jepit. Beban diberikan menggunakan spreader beam ditengah bentang dengan dimensi tinggi 5 cm, panjang 60 cm, dan lebar 15 cm. Variasi luas tulangan yang digunakan yaitu variasi 1000 mm2, 1200 mm2, dan 1400 mm2. Sehingga dilakukan perbandingan lebar retak berdasarkan hasil analisis software ABAQUS dengan persamaan SNI 2847:2002 dan JSCE 2007. Didapatkan hasil semakin besar luas tulangan maka lebar retak maksimum yang terjadi akan semakin kecil. Pada saat luas tulangan lebih besar dari 25.96 mm2 maka lebar retak persamaan SNI 2847:2002 lebih besar dibanding hasil software ABAQUS. Sedangkan pada saat luas tulangan lebih besar dari 900.17 mm2 maka lebar retak persamaan JSCE 2007 lebih besar dibanding hasil software ABAQUS. Kata kunci:   Pelat Satu Arah, Tulangan Tarik Tiga Lapis, Lebar Retak Maksimum, Software ABAQUS, Variasi Luas Tulangan

    PENGARUH PERBEDAAN RASIO TULANGAN BERDASARKAN PEMBEBANAN GEMPA SNI 1726 TERHADAP DAKTILTAS KURVATUR BALOK BETON BERTULANG (STUDI KASUS GEDUNG IBU DAN ANAK RSUP SARDJITO YOGYAKARTA)

    No full text
    Indonesia mengalami perkembangan infrastruktur yang sangat pesat tetapi Indonesia juga sebagai negara kepulauan terletak di empat lempeng tektonik bumi aktif dan bergerak yang saling bertemu. Alasan itu yang mendasari Indonesia menjadi sebagai daerah rawan gempa atau bencana lainnya. Sebagai peraturan paling dasar yaitu Standar Nasional Indonesia (SNI) dari waktu ke waktu terjadi perubahan untuk meningkatkan faktor keamanan terhadap faktor resiko gempa bumi yang tertulis dalam SNI lama yaitu SNI 1726:2002 yang sudah dirubah dan diganti dengan SNI terbaru yaitu SNI 1726:2019. Struktur balok beton bertulang adalah salah satu elemen penting yang didesain untuk menanggung dan menyalurkan beban dari pelat lantai ke kolom-kolom vertikal serta sebagai pengikat antar kolom. Tujuan pada penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh pemberian beban gempa berdasarkan dua SNI 1726 yang mengakibatkan desain tulangan lentur memiliki rasio yang berbeda. Dengan perbedaan rasio tersebut,diidentifikasi terhadap momen-kurvatur dan daktilitas kurvatur balok. Hasil proses analisis memperlihatkan bahwa SNI 1726:2019 membuat hasil momen perlu balok (Mu) lebih besar daripada SNI 1726:2002, sehingga berpengaruh terhadap rasio tulangan (ρ) perencanaan tulangan lentur balok. Berdasarkan hasil analisis penulangan lentur balok B1A 60/110, didapatkan bahwa nilai daktilitas kurvatur balok berdasarkan SNI 1726:2002 paling besar dibandingkan SNI 1726:2019 dan yang terkecil kondisi balok eksisting.Kata Kunci : Daktilitas, Momen Kurvatur, Respon Spektru

    Pengaruh Penambahan Carrageenan terhadap Karakteristik Marshall pada Campuran Aspal Menggunakan Slag Baja

    No full text
    Kerusakan jalan di Indonesia banyak terjadi pada lapis permukaan paling atas atau pada laston lapis aus. Hal ini terjadi karena disebabkan oleh peningkatan kapasitas kendaraan dan rendahnya mutu bahan sehingga lapisan tersebut sering kali mengalami kerusakan atau penurunan kekuatan. Oleh karena itu, munculah ide untuk menambahkan slag baja dan carrageenan sebagai bahan tambahan untuk perkuatan. Jika dilihat dari potensinya, slag baja merupakan bahan alternatif yang memiliki tingkat kestabilan yang tinggi, serta carrageenan juga memiliki potensi untuk lebih mengentalkan suatu aspal agar aspal menjadi lebih tidak mudah retak. Penelitian ini dilakukan dengan mencari nilai KAO aspal minyak terlebih dahulu, untuk selanjutnya mencari nilai optimum slag baja dengan rentang kadar slag 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%, setelah didapatkan nilai KAO dan kadar slag baja yang digunakan, kemudian dilakukan pembuatan benda uji dengan ditambahkan carrageenan pada rentang kadar 6% - 12%. Penelitian dilanjutkan dengan pengujian marshall untuk mengetahui pengaruh penambahan slag baja dan carrageenan. Dari hasil pengujian dan pengolahan data didapat bahwa penambahan slag baja dan carrageenan berpengaruh terhadap karakteristik marshall dan diperoleh kadar optimum slag sebesar 50% dan kadar carrageenan optimum sebesar 8,8% dengan menggunakan KAO 5,75%. Dari hasil pengujian marshall pada setiap variasi kadar carrageenan dalam campuran menggunakan slag baja menunjukkan hampir seluruh karakteristik marshal meningkat, seperti nilai VIM meningkat sebesar 6,95% menunjukkan bahwa rongga udara yang dihasilkan semakin ideal sehingga resiko bleeding dapat terhindari. VMA mengalami peningkatan sebesar 4,62%, Stabilitas meningkat 12,97%, dan MQ meningkat sebesar 68,61%.  Sedangkan pada Flow dan VFB mengalami penurunan masing-masing sebesar 26,55% dan 2,11%. Meskipun mengalami penurunan, namun flow menunjukkan hasil yang lebih baik yang menunjukkan bahwa campuran menjadi lebih padat sehingga lebih tahan terhadap deformasi beban lalu lintas.   Kata kunci : slag baja, carrageenan, aspal minyak, marshall, stabilitas, flow, VIM, VMA, VFB, M

    ANALISIS PENGARUH TARIF IDEAL PINTU TOL NAGRAK TERHADAP POTENSI PENGGUNA JALAN TOL CIMANGGIS - CIBITUNG

    No full text
    Transportasi merupakan sebuah kegiatan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Menurut David Hensher dan Kenneth Button, transportasi didefinisikan sebagai sistem pergerakan orang dan barang yang mencakup infrastruktur, kendaraan, operasi, dan layanan yang digunakan untuk memindahkan barang dan orang dari satu tempat ke tempat lain. Jalan bebas hambatan atau jalan tol adalah sebuah infrastruktur yang dibangun agar dapat mengatasi kemacetan lalu lintas yang sering terjadi di Indonesia, ataupun untuk mempersingkat jarak tempuh dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Jalan tol dalam penggunaannya memberlakukan tarif tertentu sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tarif tol yang diberlakukan menerapkan tarif per kilometer panjang jalan tol sehingga tarif tiap jalan tol beraneka ragam. Penelitian ini mengambil lokasi di pintu Tol Nagrak sebagai pintu Jalan Tol Cimanggis – Cibitung yang mengalami perubahan tarif dari Rp 5,500 menjadi Rp 13,500 menurut Keputusan Menteri PUPR nomor 856/KPTS/M/2023 tanggal 31 Juli 2023 tentang Penyesuaian Tarif Tol Jalan Tol Cimanggis – Cibitung Seksi 1 (Junction Cimanggis-On/Off Ramp Jatikarya) dan Penerapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Besaran Tarif Tol Jalan Tol Cimanggis – Cibitung Seksi 2A (On/Off Ramp Jatikarya-Cikeas). Lokasi pintu Tol Nagrak berada di dalam perumahan Kota Wisata yang menjadikan pintu Tol Nagrak mempunyai jarak akses lebih dekat ke perumahan masyarakat ketimbang jalan eksisting. Akan tetapi meskipun pintu Tol Nagrak telah beroperasi, pengguna jalan masih banyak yang menggunakan jalan eksisting daripada memakai jalan Tol via pintu Tol Nagrak yang lokasinya lebih dekat dari perumahan masyarakat di sekitar pintu Tol Nagrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi pengguna jalan yang akan berpindah dari jalan eksisting ke Jalan Tol Cimanggis – Cibitung via pintu Tol Nagrak sesuai dengan skenario tarif yang sesuai dengan persepsi pengguna jalan yang didapatkan melalui survey Willingness to Pay (WTP) dan Ability to Pay (ATP). Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa tarif tol ideal berdasarkan persepsi pengguna jalan eksisting dan jalan tol golongan 1 sebesar Rp 11.500 dan potensi pengguna jalan yang akan beralih menggunakan jalan tol sesuai skenario tarif diatas sebesar 48,5%.Kata Kunci: Jalan Tol, Pintu Tol Nagrak, Jalan Tol Cimanggis – Cibitung, ATP, WT

    Studi Analisis Perilaku Kolom Pendek Komposit Berongga dengan Baja Cold Formed Tipe C Ganda

    No full text
    Inovasi merupakan salah satu hal penting agar sebuah negara dapat meningkatkan daya saing. Sektor konstruksi di Indonesia dewasa ini telah mengalami kemajuan, hal ini memicu peningkatan permintaan bahan konstruksi yang berkualitas dan memiliki daya tahan tinggi, salah satunya adalah baja cold-formed. Baja jenis ini memiliki keunggulan dalam ketahanan terhadap beban lateral, ketahanan terhadap gempa, dan kemampuan untuk membentuk struktur kompleks dengan berat yang relatif ringan. Baja cold-formed tipe C ganda dengan dimensi C80×30×90×0.75 yang dikompositkan dengan beton ke dalam struktur kolom pendek dengan variasi pada panjang kolom 400 mm, 500 mm, dan 600 mm. Dilakukan analisis pembebanan pada bagian atas kolom dengan jenis beban merata dengan peningkatan beban secara bertahap hingga struktur tidak dapat lagi menerima beban atau mengalami kehancuran. Dari hasil analisis didapatkan benda uji dengan panjang kolom 400 mm memiliki nilai tegangan dan regangan terbesar baik pada beton maupun baja cold-formed, diikuti dengan nilai kapasitas beban maksimum terbesar. Pola kegagalan yang terjadi pada semua benda uji yaitu kegagalan tekan akibat beban aksial. Kata Kunci : Kolom Pendek Komposit Berongga, Baja Cold-Formed, Software ABAQUS, Tegangan-Regangan, Kapasitas Beban Aksial, Perilaku Kegagalan Kolom

    PENGARUH DEBIT ALIRAN DAN BENTUK PILAR TERHADAP GERUSAN DI SEKITAR PILAR DENGAN PEMODELAN NUMERIK

    No full text
    Aliran dipengaruhi oleh komponen dalam saluran, termasuk debit dan gangguan seperti pilar jembatan. Pilar jembatan mengubah arah dan kecepatan aliran air, yang mempengaruhi gerakan partikel tanah dasar dan menyebabkan gerusan. Terganggunya aliran akan menyebabkan perubahan karakteristik aliran dan gerusan yang ditimbulkan. Gerusan adalah erosi material tanah atau batuan oleh aliran air yang kuat dan dapat mengancam kestabilan infrastruktur, terutama jembatan. Studi ini bertujuan menganalisis perbedaan karakteristik gerusan di sekitar pilar jembatan akibat variasi bentuk penampang pilar dan debit. Debit yang digunakan adalah 240 m³/s, 480 m³/s, dan 720 m³/s, serta bentuk pilar yang diuji meliputi segiempat, segienam, kapsul, dan palung. Parameter yang dilihat dalam penelitian ini adalah arah aliran dan kecepatan aliran dengan menggunakan software iRIC:Nays2DH untuk menganalisis karakter aliran dan perubahan elevasi dasar saluran di sekitar pilar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pilar dengan segienam menghasilkan gerusan terdangkal di berbagai debit aliran. Pilar palung dan kapsul juga menunjukkan kinerja baik pada debit rendah dan sedang, namun pilar kapsul menunjukkan hasil buruk pada debit tinggi. Pilar segiempat cenderung menghasilkan gerusan yang lebih dalam pada semua debit aliran. Perbedaan karakteristik gerusan ini berkaitan dengan kecepatan, distribusi aliran, dan tekanan di sekitar pilar, yang mempengaruhi tegangan geser dan gerakan partikel dasar. Kata kunci: Gerusan, Pilar, Bentuk Pilar, Arah Aliran, Kecepatan Aliran, Elevasi Dasar. Perubahan Elevas

    Pengaruh Soaking Time pada Penggunaan Geopolimer sebagai Coating Agregat Kasar Daur Ulang terhadap Kuat Tekan dan Cepat Rambat Gelombang Beton

    No full text
    Campuran dari agregat yang digabungkan dengan semen dan air akan menghasilkan beton. Kadang-kadang, bahan tambahan diberikan untuk mencapai karakteristik tertentu seperti mempermudah proses pengerjaan, meningkatkan daya tahan, dan mengatur waktu pengerasan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa beton adalah salah satu material yang paling sering digunakan dalam proyek konstruksi. Beton lebih sering dipilih dibandingkan material lainnya karena memiliki beberapa keunggulan, seperti memiliki kekuatan yang tinggi, Namun, peningkatan kebutuhan beton telah berdampak negatif terhadap lingkungan dalam beberapa tahun terakhir. Menurut International Journal of Science, setidaknya 8% dari emisi global yang disebabkan oleh aktivitas manusia berasal dari pabrik semen.Oleh karena itu, diperlukan solusi tambahan untuk mengatasi permasalahan kualitas penggunaan RCA. Salah satu solusi adalah penggunaan geopolimer sebagai bahan dasar untuk beton daur ulang. Geopolimer merupakan larutan yang memanfaatan bahan alternatif pengganti semen, seperti abu terbang (fly ash), abu sekam padi (rice husk ash), dan bahan lainnya yang memiliki kandungan tinggi silika dan aluminium. Dengan proses polimerisasi yang ada di dalam geopolimer, penambahan fly ash sebagai coating pada RCA diharapkan dapat menjawab beberapa permasalahan terkait kualitas yang mempengaruhi penggunaan beton daur ulang. Namun, masih ada banyak masalah yang harus diperhatikan secara teliti sehingga perlu melalui beberapa tahap penelitian diantaranya angka kuat tekan dan Cepat Rambat Gelombang beton. Kuat tekan beton merupakan karakteristik beton yang didapatkan dari perbandingan antara beban runtuh yang dapat diterima dengan luas bidang tekan

    Analisis Limbah Konstruksi pada Proyek Pembangunan Gedung Gereja Bethany Yestoya dan Gedung FIKES UB di Kota Malang

    No full text
    Industri konstruksi semakin berkembang seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan sarana dan prasarana. Namun, seiring dengan berkembangnya industri konstruksi, semakin besar juga jumlah limbah yang dihasilkan. Limbah konstruksi yang dihasilkan dalam jumlah besar dapat berdampak negatif terhadap kesehatan manusia dan juga lingkungan. Untuk dapat meminimalisir jumlah limbah konstruksi, diperlukan pengetahuan tentang jenis limbah apa saja yang dihasilkan pada suatu proyek konstruksi. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis limbah konstruksi yang dihasilkan pada proyek pembangunan gedung. Sampel penelitian merupakan kontraktor dan konsultan dari proyek pembangunan Gedung Gereja Bethany Yestoya dan Gedung FIKES UB di Kota Malang. Data penelitian dikumpulkan dengan melakukan penyebaran kuesioner. Data kemudian dianalisis dengan metode analisis bobot nilai. Hasil yang didapatkan adalah jenis limbah konstruksi yang paling banyak dihasilkan adalah kayu (material alami) dengan bobot nilai sebesar 58% dan besi beton (material fabrikasi) dengan bobot nilai sebesar 55%

    Penyebab Sisa Material Konstruksi pada Proyek Pembangunan Gedung (Studi Kasus: Rumah Sakit Orthopedi Traumatologi dan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya)

    No full text
    Industri konstruksi memiliki peran krusial dalam pertumbuhan ekonomi global, terutama seiring dengan peningkatan kualitas hidup, permintaan proyek infrastruktur, dan pertumbuhan populasi. Material konstruksi memiliki peran penting terhadap kelangsungan pekerjaan dan hampir keseluruhan biaya proyek konstruksi. Sisa dari material ini di artikan bahan yang tidak dapat di gunakan lagi pengunaanya dalam kelangsungan pekerjaan bangunan konstruksi. Dengan itu penelitian ini bertujuan mengetahui penyebab timbulnnya bahan material sisa tersebut. Dimana penelitian ini di lakukan di dua proyek konstruksi yaitu Proyek Pembangunan Gedung Rumah Sakit Orthopedi Traumatologi dan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya. Analisis bobot nilai di gunakan dalam mengetahui  penyebab dominan timbulnya sisa material. Hasil analisis dengan metode analisis bobot nilai menunjukan bahwa penyebab yang paling dominan adalah Penurunan kualitas akibat penyimpanan tidak tepat dengan presentase sebesar 74,74 % pada material alami kayu dan adanya perubahan desain dengan presentase mencapai 58,95% pada material fabrikasi besi beton. Kata Kunci: Proyek konstruksi gedung, sisa material, penyebab, Analisis Bobot Nilai

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇