Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Not a member yet
1439 research outputs found
Sort by
PENGARUH EKSENTRISITAS VERTIKAL BRACING TIPE V TERHADAP DAKTILITAS & POLA RETAK PORTAL DENGAN PERBAIKAN JARAK SENGKANG
Indonesia berpotensi besar untuk mengalami gempa bumi dikarenakan kondisi geologisnya. Para engineer kemudian berinovasi untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan merancang konsep bangunan tahan gempa yang mana ini menjadi sangat penting bagi dunia konstruksi di Indonesia yaitu penggunaan sistem Struktur Rangka Bracing (SRB). Sistem ini terdiri dari rangka balok dan kolom yang diperkuat dengan elemen-elemen diagonal atau vertikal yang dikenal sebagai bracing. Konsep bangunan tahan gempa ini dapat meminimalisir kerugian yang diakibatkan oleh gempa bumi pada bangunan-bangunan gedung bertingkat. Bracing bertindak sebagai penahan lateral yang dapat menyalurkan beban horizontal dan mencegah struktur dari pergeseran lateral yang berlebihan. Dari inovasi ini diharapkan tujuan yaitu mengetahui efektifitas dari penggunaan bracing tipe V pada portal bangunan beton bertulang. Pada penelitian yang dilakukan pada benda uji portal beton bertulang yang berukuran tinggi 70 cm antar as, bentang 100 cm antar as dan dengan dimensi penampang berukuran 10 x 10 cm. Portal ini memiliki jarak antar tulangan yaitu 10 cm sementara pada link beam terdapat perbaikan jarak sengkang yaitu sebesar 5 cm dan dengan menggunakan mutu 26,4 MPa. Studi ini menyelidiki efektifitas bracing eksentrisitas vertikal tipe V dengan yaitu sebesar 25 cm, 15 cm dan 0 cm terhadap daktilitas dan pola retak struktur portal dengan pembebanan lateral, yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan gempa dalam desain bangunan. Kata Kunci: Struktur Rangka Bracing, Bangunan tahan gempa, Beban latera
Analisis Karakteristik Marshall pada Campuran AC-WC Menggunakan Asbuton B 50/30 dan Limbah Plastik LDPE
Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui pengaruh plastik LDPE sebagai bahan tambah terhadap campuran AC-WC Asbuton. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan pengujian Marshall dan analisis statistik ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan plastik LDPE meningkatkan nilai stabilitas, flow, dan marshall quotient (MQ), namun menurunkan nilai VIM dan meningkatkan VMA. Kadar LDPE optimum sebesar 6,7875% memenuhi seluruh parameter Marshall Spesifikasi Umum Bina Marga 2018. Analisis forecast menunjukkan bahwa penggunaan plastik LDPE dapat dilakukan hingga 15,5%.
Kata kunci: AC-WC Asb, Asbuton, Plastik LDPE, Marshall, ANOV
ANALISIS PENGARUH PENERAPAN BUILDING INFORMATION MODELLING (BIM) UNTUK KETEPATAN KEBUTUHAN VOLUME ELEMEN PEKERJAAN STRUKTUR STUDI KASUS GEDUNG SAMARA HOTEL BATU
Biaya merupakan faktor penting dalam pelaksanaan proyek konstruksi, yang sangat bergantung pada perhitungan volume oleh perencana dan kontraktor. Building Information Modelling (BIM) dapat secara otomatis menghitung volume total bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan BIM terhadap akurasi perhitungan volume material. Pemodelan 3D dilakukan menggunakan Autodesk Revit 2024, fokus pada elemen pondasi, sloof, retaining wall, shear wall, kolom, dan balok. Hasil perhitungan volume beton oleh Revit adalah 2939.09 m³, lebih kecil 3,75% dibandingkan perhitungan kontraktor. Volume besi tulangan oleh Revit adalah 614,684.84 kg, lebih banyak 6.92% dibandingkan perhitungan kontraktor. Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan standar dalam panjang kait dan sambungan lewatan antara perhitungan manual dan Revit serta perhitungan otomatis Revit yang memperhitungkan jarak bersih elemen.
Kata Kunci: BIM, Autodesk Revit, 3D, Volume, Beton, Besi tulanga
Pengaruh Penggunaan Agregat Kasar Expanded Polystyrene Berukuran Dua Sentimeter dengan Coating Pasta Semen terhadap Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas Beton dengan Metode Non-Destructive Test
Beton adalah bahan bangunan yang terdiri dari semen, agregat, dan bahan tambahan, dengan efek lingkungan yang bervariasi tergantung pada komposisi dan metode pembuatannya. Produksi semen yang meningkat drastis selama 20 tahun terakhir mempengaruhi kebutuhan sumber daya dan energi. Salah satu cara mengatasi dampak lingkungan material konvensional pada beton adalah dengan menggunakan limbah industri dan rumah tangga, seperti styrofoam, sebagai pengganti agregat alami pada beton ringan. Beton ringan, dengan berat jenis sekitar 1780 kg/m³, kuat tekan 21 MPa, dan kuat tarik belah 2,1 MPa pada 28 hari, mengurangi beban mati pada struktur. Penambahan expanded polystyrene (EPS) menurunkan densitas beton sambil mempertahankan kekuatannya serta meningkatkan fungsi dari styrofoam itu sendiri, namun berisiko menurunkan kekuatan beton seiring meningkatnya jumlah EPS. Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh persentase EPS terhadap modulus elastisitas dan kuat tekan beton, menggunakan lima jenis beton: EPS-25, EPS-50, EPS-100, dan NCA sebagai kontrol. Hasil menunjukkan bahwa agregat kasar EPS dengan lapisan pasta semen menghasilkan nilai kuat tekan dan modulus elastisitas yang lebih rendah dibandingkan dengan agregat kasar alami. Metode pengujian meliputi Hammer Test, UPV, uji kompresi, dan analisis SONREB. Kata Kunci: Expanded polystyrene, Non destructive tes
ANALISIS STABILITAS PERKUATAN DINDING PENAHAN TANAH TIPE CORRUGATED CONCRETE SHEET PILE PADA SUNGAI BANGER DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI FINITE ELEMENT METHOD 2 DIMENSI
Permukaan daratan yang lebih rendah dan material erosi dari hulu menyebabkan meluapnya air sungai kedaratan yang berakibat pada tergenangnya pemukiman di wilayah sekitar sungai. Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan dinding penahan tanah tipe corrugated concrete sheet pile agar tidak terjadi keruntuhan saat kondisi muka air banjir dan muka air kritis menggunakan pendekatan numerik berupa metode elemen hingga/finite element method (FEM). Hasil analisis menunjukkan bahwa masing-masing kondisi sudah memenuhi angka keamanan yang diijinkan, akan tetapi dalam kondisi perkuatan CCSP dan pembebanan dalam muka air kritis terjadi keruntuhan sehingga ditentukan angka keamanan tergolong aman saat elevasi muka air -0,5 meter dengan pembebanan 50 kN/m2 atau jika dalam keadaan muka air kritis dengan beban maksimal yang terjadi sebesar 4 kN/m2.
Kata Kunci: stabilitas, angka keamanan, corrugated concrete sheet pile, FEM, sungai banger
ANALISIS HASIL PERUBAHAN PERENCANAAN KETAHANAN GEMPA PADA GEDUNG PERKULIAHAN ANTARA SNI 1726 : 2012 DENGAN SNI 1726 : 2019 MENGGUNAKAN METODE STATIK EKUIVALEN (TINJAUAN BALOK)
Pada perencanaan struktural bangunan di Indonesia ada sebuah standar perencanaan yang mengalami perubahan yakni SNI 1726 : 2019 yang hadir memperbaharui SNI 1726 : 2012. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan distribusi beban gempa antara SNI 1726 : 2012 dan SNI 1726 : 2019, serta mengetahui dan menganalisis simpangan antar tingkat yang dialami oleh bangunan Gedung Perkuliahan dengan variasi kelas situs tanah. Penelitian menggunakan metode statik ekuivalen yang difokuskan pada analisis perhitungan distribusi beban gempa masing – masing standar. Selanjutnya setelah didapatkan nilai distribusi beban gempa, maka dilakukan analisis perhitungan simpangan antar tingkat masing – masing standar, serta dilakukan variasi simpangan antar tingkat yang terjadi akibat semua kelas situs tanah. Dalam melakukan penelitian ini digunakan juga software analisis SAP 2000 yang akan membantu perhitungan reaksi pada kolom yang ditinjau. Hasil dari penelitian ini adalah distribusi beban gempa mengalami peningkatan yaitu rata-rata sebesar 14,28 %. Selanjutnya dari peninjauan komponen struktur balok didapatkan momen ultimate lapangan dan tumpuan, beban aksial, gaya geser, dan lendutan antara SNI 1726 : 2012 dengan SNI 1726 : 2019 yaitu sebesar 9,7 % , 13,3 % , 13,5 % , 24,9 % dan 9,4%, serta hasil analisis simpangan antar lantai sebagian besar lantai melampaui batas ijin pada kelas situs E, setelah dilakukan variasi penambahan lantai 6 hingga 10, diketahui pada arah x hanya lantai atap yang memenuhi batas ijin dan pada arah y terdapat 3 hingga 4 lantai teratas yang masih dalam batas ijin.
Kata kunci: Gempa, SNI 1726, Distribusi Beban, Simpangan Antar Tingkat, Penambahan Lantai
Perilaku Retak Pelat Perkerasan Kaku dengan Variasi Nilai CBR Tumpuan Elastis dengan Metode Elemen Hingga
Pelat perkerasan kaku memiliki peran penting dalam menopang beban lalu lintas dan mendistribusikannya secara merata ke tanah subgrade. Akan tetapi, dengan keterbatasan alat serta pengetahuan dari masyarakat pedesaan yang membangun dengan cara padat karya, pelat beton akan mudah mengalami kerusakan karena tidak mencapai standar yang berlaku. Untuk memahami perilaku retak tersebut, perlu dilakukan penelitian yang mendalam dan terfokus. Penelitian ini dilakukan dengan memodelkan beton dimensi 2000 mm x 600 mm x 200 mm, spreader beam dengan dimensi 600 mm x 100 mm x 100 mm, dan tanah dengan dimensi 2000 mm x 700 mm, x 300 mm di ABAQUS. Untuk materialnya berturut-turut adalah beton, baja, dan tanah lempung. Analisis elemen hingga dilakukan dengan bantuan perangkat lunak ABAQUS. Pengujian dilaksanakan dengan mengatur output berupa regangan, beban, dan pola retak akibat tarik. Dari hasil analisis dengan metode elemen hingga, diperoleh hasil pada CBR 5,77% lebar retak maksimum sebesar 0.16396 mm, pada CBR 8,12% lebar retak maksimum sebesar 0.16917, dan CBR 12,83% lebar retak maksimum sebesar 0.16713 mm. Untuk perbandingan dengan penelitian lain yang dilakukan dengan eksperimen, perbedaan antara lebar retak maksimumnya pada CBR 5,77% sebesar 48.39%. Pada CBR 8,12% perbedaan lebar retak maksimumnya sebesar 29.31,88%. Pada CBR 12,83%, perbedaan lebar retak maksimumnya sebesar 18.27%.
Kata kunci: Pelat Perkerasan Kaku, Tumpuan Elastis, CBR, Pola Retak Pelat, Metode Elemen Hingg
Analysis of the Effect of Spiral Confinement in the Compression Zone on Reinforced Concrete Beam’s Ductility and Flexural Strength Using Moment-Curvature Relationship
Structural elements such as beams requires high ductility to avoid brittle failure during seismic events. One approach for increasing beam ductility involves adding additional confinement in the compression zone. This study investigates the effect of additional spiral confinement in the compression zone to the beam’s ductility and flexural strength. Numerical analysis is conducted for beams with and without additional confinement. The flexural strength is represented with moment of resistance and the ductility is expressed in terms of curvature ductility. Trilinear moment-curvature curve is used as the instrument to observe the effect of the additional spiral confinement. Experimental test was also conducted for both specimen which then be compared to the theoretical result. The results conclude that by adding additional spiral confinement the ductility of reinforced concrete [RC] beam is improved drastically while the flexural strength is improved by a small margin.
Keywords: spiral confinement, curvature ductility, flexural strength, moment-curvature curve
Perencanaan Teknis dan Anggaran Biaya Penyediaan Air Bersih di Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan dari Sumber Umbulan
Di Provinsi Jawa Timur terdapat sumber mata air bernama Umbulan dengan kualitas air yang baik, terletak di Desa Umbulan Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan. Pada Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha ( KPBU ) Sistem Penyediaan Air Minum ( SPAM ) Umbulan terdapat kapasitas debit ±4.000 liter/detik. Sumber air Umbulan ini memiliki 18 offtake, 6 elevated reservoir, dan 11 ground tank untuk memenuhi kebutuhan air bersih di 5 kota dan kabupaten yang ada di Jawa Timur, yaitu Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya, dan Kabupaten Gresik. Debit yang diperoleh oleh masing-masing kota adalah Kota Surabaya ±1.000 liter/detik, Kota Pasuruan ±110 liter/detik, Kabupaten Sidoarjo ±1.200 liter/detik, Kabupaten Gresik ±1.000 liter/detik, dan Perusahaan Daerah Air Bersih ( PDAB ) ±280 liter/detik ( Khofifa, 2020 ).
Di Kabupaten Pasuruan, debit air yang mengalir dari sumber Umbulan sebesar 410 liter/detik. Debit air tersebut akan disalurkan ke seluruh wilayah di Kabupaten Pasuruan. Kondisi pelayanan kebutuhan air bersih khususnya di Kecamatan Rembang masih belum maksimal. Untuk itu, perlu adanya studi tentang perencanaan teknis dan anggara biaya jaringan pipa distribusi di Kecamatan Rembang yang sumber air bersihnya berasal dari Sumber Umbulan Kabupaten Pasuruan. Kondisi pelayanan kebutuhan air bersih dari Sumber Umbulan di Kecamatan Rembang yang sudah terlayani sebanyak 5 desa dari 17 desa yang ada. Desa yang sudah memiliki akses air bersih antara lain Desa Pejangkungan, Desa Pekoren, Desa Mojoparon, Desa Pandean dan Desa Raci. Pada penelitian ini dipilih lokasi pengembangan jaringan pipa distribusi di Desa Rembang Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan.
Kata kunci : SPAM Umbulan, air bersih, pipa distribusi
Pengaruh Eksentrisitas terhadap Daktilitas dan Pola Retak Pada Struktur Portal Bracing Eksentris Bawah Tipe Diagonal Akibat Beban Lateral Statis dengan Perbaikan Jarak Sengkang.
Indonesia, yang terletak di kawasan Cincin Api Pasifik, memiliki kerentanan tinggi terhadap gempa bumi, sehingga perencanaan bangunan tahan gempa menjadi sangat penting. Desain struktur tahan gempa perlu mempertimbangkan kekuatan, daktilitas, kekakuan, dan kemampuan struktur untuk meredam energi seismik. Penelitian ini membahas efektivitas penggunaan Portal Bracing Konsentris (CBF) dan Portal Bracing Eksentris (EBF) dalam menahan beban lateral, serta pengaruh eksentrisitas balok penghubung (link beam) terhadap kinerja struktur EBF. Pengujian dilakukan dengan membandingkan daktilitas dan pola retak pada benda uji dengan konfigurasi eksentrisitas 0 cm, 15 cm, dan 25 cm dengan pemberian beban lateral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa portal A dengan eksentrisitas 0 cm memiliki daktilitas struktural tertinggi, sementara portal C dengan eksentrisitas 25 cm menunjukkan kekakuan tertinggi. Portal dengan eksentrisitas 15 cm dan 25 cm menghasilkan pola retak yang mirip, namun tidak terdapat perbedaan signifikan dalam nilai daktilitasnya. Pola retak pada portal dengan eksentrisitas 0 cm cenderung berbentuk retak lentur, sedangkan pada portal dengan eksentrisitas 15 cm dan 25 cm cenderung membentuk retak geser lentur. Penyesuaian jarak sengkang pada balok penghubung terbukti efektif mengurangi retak pada balok tersebut dan memindahkan kerusakan ke elemen lain dalam struktur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa konfigurasi eksentrisitas pada EBF memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja daktilitas dan kekakuan struktur terhadap beban lateral.
Kata Kunci: Bracing, Balok, Kolom, Daktilitas, Pola Retak, Porta