Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Not a member yet
    1439 research outputs found

    Analisis Pengaruh Penambahan Dinding Geser terhadap Ketidakberaturan Torsi, Simpangan, dan Gaya Dalam pada Struktur Gedung

    No full text
    Dinding geser merupakan elemen vertikal yang berfungsi meningkatkan kekakuan dan kestabilan struktur terhadap gaya gempa dan angin. Namun, penempatannya, seperti penggunaan dinding beton bertulang pada area evakuasi, dapat menimbulkan ketidakseimbangan massa dan kekakuan yang memicu torsi saat terjadi gempa. Desain bangunan modern tidak hanya harus memenuhi aspek estetika dan kenyamanan, tetapi juga memperhatikan keselamatan, termasuk ketentuan area evakuasi tahan api sesuai regulasi. Permasalahan muncul ketika penambahan elemen struktural di area evakuasi, meskipun bertujuan memperkuat struktur, justru meningkatkan risiko ketidakteraturan torsi akibat eksentrisitas antara pusat massa dan pusat kekakuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perkuatan tambahan terhadap ketidakteraturan torsi pada bangunan. Analisis dilakukan dengan membandingkan dua model menggunakan perangkat lunak struktur: Model 1 (eksisting) dan Model 2 (dengan penambahan dinding geser setebal 25 cm). Evaluasi mengikuti ketentuan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019, dengan pengendalian partisipasi massa dan skala gaya gempa. Parameter yang dianalisis meliputi ketidakteraturan torsi, simpangan antar tingkat, serta gaya dalam (gaya geser, aksial, dan momen). Hasil analisis menunjukkan bahwa Model 1 mengalami ketidakteraturan torsi dan tidak memenuhi persyaratan simpangan pada beberapa tingkat. Sebaliknya, penambahan dinding geser pada Model 2 menghilangkan ketidakteraturan torsi, membuat simpangan memenuhi syarat, serta menurunkan gaya dalam secara signifikan, yaitu sebesar 3,2% hingga 71,80%. Temuan ini menegaskan pentingnya perkuatan struktural dalam meningkatkan kinerja seismik bangunan. Kata kunci : dinding geser, gaya dalam, ketidakberaturan torsi, simpangan, tors

    Analisis Laik Fungsi Jalan Bunga Vinolia Kota Malang

    No full text
    Jalan memiliki peran vital sebagai prasarana utama dalam sistem transportasi perkotaan. Di Kota Malang, khususnya kawasan Lowokwaru, peningkatan volume kendaraan berdampak signifikan terhadap performa ruas jalan, salah satunya Jl. Bunga Vinolia. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelaikan fungsi jalan berdasarkan pendekatan teknis dan administratif sesuai Pedoman Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) 2024 dan sistem Star Rating Score (SRS). Metode yang digunakan mencakup observasi lapangan melalui visual check dan pengisian formulir evaluasi, dengan dukungan data sekunder dari Dishub dan Polresta Kota Malang, serta analisis kapasitas mengacu pada PKJI 2023. Evaluasi dilakukan pada empat ruas jalan, meliputi Jl. Bunga Vinolia, Jl. Pisang Kipas, Jl. MT. Haryono XI, dan Jl. MT. Haryono XIII. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas segmen hanya memperoleh peringkat bintang 1–2, yang mencerminkan tingginya risiko kecelakaan. Faktor penyebab utama meliputi lebar jalan kurang dari 5 meter, tanjakan di atas 12%, dan minimnya perlengkapan jalan. Volume LHR Jl. Bunga Vinolia tercatat 15.168 kendaraan per hari dengan lima kecelakaan tercatat dalam empat bulan pertama tahun 2025, termasuk insiden fatal. Rekomendasi perbaikan mencakup pelebaran jalan, pemasangan rambu dan marka, peningkatan penerangan, serta pembatasan kendaraan berat pada segmen rawan. Penelitian ini mendorong evaluasi berkala oleh instansi terkait sebagai dasar peningkatan kualitas dan keselamatan jalan di Kota Malang. Kata kunci : Laik Fungsi Jalan, ULFJ 2024, Star Rating Score, Jalan Bunga Vinolia, Geometri Jalan, Evaluasi Keselamatan

    Analisis Pengaruh Perkuatan dengan Rangka Bracing Konsentrik pada Struktur Gedung terhadap Ketidakberaturan Torsi, Simpangan, dan Gaya Dalam

    No full text
    Indonesia yang berada diantara 3 lempeng tektonik yaitu lempeng IndoAustralia, Eurasia, dan Pasifik (Ring of Fire) menjadi alasan rawan terjadi gempa bumi. Gempa bumi ini dapat menjadi masalah utama pada struktur bangunan terutama pada bangunan yang mengalami ketidakberaturan torsi. Ketidakberaturan torsi tersebut dapat dihilangkan dengan meminimalisir eksentrisitas antara titik pusat massa dan kekakuan pada struktur global. Penelitian ini melakukan 5 pemodelan trial and error menggunakan penambahan rangka bracing konsentrik X untuk meminimalisir eksentrisitas, story drift dan gaya-gaya dalam yang terjadi pada komponen struktur. Hasil menunjukkan bahwa perkuatan menggunakan rangka bracing konsentrik X dapat mengurangi harga dari eksentrisitas dan story drift sehingga dapat memperkecil harga gaya - gaya dalam yang terjadi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perkuatan menggunakan rangka bracing konsentrik X dapat mengefisienkan momen puntir dan gaya-gaya dalam lainnya yang terjadi pada komponen lokal.  

    Analisis Momen-Kurvatur Kolom akibat Pengaruh Perbedaan Beban Gempa Rencana Menurut SNI 1726:2002 dan 1726:2019 (Studi Kasus Gedung A Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya)

    No full text
    Indonesia adalah negara yang sering mengalami bencana gempa akibat dari letak geografisnya. Bencana gempa tersebut mengakibatkan banyaknya kerusakan dan juga keruntuhan bangunan di Indonesia. Untuk meningkatkan keamanan dari bangunan tersebut, negara kita menyepakati standar atau ketentuan yang diatur dalam SNI. Seiring berjalannya waktu, perkembangan teknologi dan pengetahuan, standar tersebut mengalami pembaharuan seperti SNI 1726:2002 menjadi SNI 1726:2019 yang dipakai hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan analisis yang dihasilkan dari kedua ketentuan standar tersebut. Hal-hal yang menjadi aspek pembanding adalah respon spektrum, gaya-gaya dalam struktur, rasio tulangan dan momen-kurvatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa Analisa dari dua standar tersebut menghasilkan hasil yang berbeda dari setiap aspek pembandinngnya. Dengan menggunakan studi kasus yang sama yaitu Gedung A Teknik Pengairan FT UB, respon spektrum yang dihaslkan oleh SNI 1726:2002 lebih besar daripada SI 1727:2019. Akan tetapi rasio tulangan, gaya-gaya dalam struktur dan momen-kurvatur yang dihasilkan SNI 1726:2019 lebih besar daripada SNI 1726:2002. Hal ini menunjukan adanya perbedaan analisis yang mempengaruhi hasil tersebut. Dimana dari penelitian ini diketahui perbedaan yang mempengaruhi hasil tersebut adalah faktor keutamaan gempa, faktor pembebanan dan juga koefisien R pada setiap SNI. Kata kunci : SNI, Gempa, Respon Spektrum, Rasio Tulangan, Momen-Kurvatur, Daktilitas

    Pengaruh Serat Selulosa sebagai Bahan Aditif pada Karakteristik Marshall Campuran Lapis Aus Asbuton (AC-WC)

    No full text
    Kebutuhan aspal minyak Indonesia 1,2 juta ton per tahun hanya terpenuhi 50% oleh PT. Pertamina (Bina Marga, 2020), sehingga sisanya diimpor. Indonesia memiliki aspal Buton di Sulawesi Tenggara yang perlu dimanfaatkan untuk mengurangi impor, meski harus dimurnikan dahulu. Penelitian menunjukkan bahwa pencampuran serat selulosa daun nanas, yang mengandung selulosa tinggi sekitar 69,5-71,5% (Hidayat, 2008), pada campuran lapis aus asbuton (AC-WC) meningkatkan karakteristik aspal Buton. Penambahan serat daun nanas ini akan diberikan variasi berupa kadar serat sebesar 0,2%, 0,3% dan 0,4% dari total kadar aspal dan variasi panjang serat sepanjang 1 cm, 1.5 cm dan 2 cm. Penambahan serat akan dilakukan menggunakan metode kering dimana serat dimasukkan bersamaan dengan campuran agregat yang kemudian dicampur dengan campuran aspal. Hasil terbaik diperoleh dengan kadar serat 0,29% dan panjang 1,2 cm, menghasilkan VIM 5,34 (peningkatan 13,48%), VMA 17,91 (peningkatan 3,45%), VFB 70,24 (penurunan 4,18%), stabilitas 1316,04 kg (penurunan 4,7%), kelelehan 3,9 (penurunan 18,75%), dan MQ 337,29 (peningkatan 14,25%). Penambahan serat daun nanas membuat campuran lebih lentur dan tahan retak, meski lebih porous, sehingga diperlukan kadar aspal tinggi untuk memenuhi persyaratan.   Kata Kunci: AC-WC Asb, Asbuton, Serat Daun Nanas, Serat Selulos

    ANALISIS PENENTUAN SKALA PRIORITAS PERBAIKAN JALAN KABUPATEN DI KECAMATAN NGAWI

    No full text
    Kabupaten Ngawi, terletak di bagian barat Provinsi Jawa Timur, memiliki jumlah penduduk sebanyak 877.432 jiwa berdasarkan sensus tahun 2022 dengan tingkat pertumbuhan penduduk 0,6% per tahun selama 2010–2022. Kecamatan Ngawi, sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL) sesuai Pasal 9 ayat 2 RT/RW Ngawi Tahun 2010–2030, memerlukan peningkatan fungsi kawasan perkotaan untuk mendukung pertumbuhan sosial, budaya, dan ekonomi melalui pengembangan aksesibilitas dan konektivitas jalan. Analisis terhadap konektivitas wilayah menunjukkan pentingnya preservasi jalan untuk meningkatkan keselamatan pengguna dan mendukung mobilitas regional. Penelitian ini mengevaluasi kondisi kerusakan pada empat ruas jalan, yaitu Jalan Lombok (3,35%), Jalan Supriyadi (4,1%), Jalan Patiunus (4,56%), dan Jalan Letjen Sutoyo (4,67%) berdasarkan nilai Road Condition Index (RCI) dengan delapan parameter kerusakan, meliputi retak memanjang, retak kulit buaya, pelepasan butir, tambalan, sungkur, lubang, retak bahu jalan, dan amblas. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk menentukan prioritas perbaikan berdasarkan delapan kriteria: pendidikan (0,182), kondisi jalan mantap (0,164), perdagangan (0,163), arus stabil (0,159), pariwisata (0,146), kemacetan (0,0677), arus tidak stabil (0,0636), dan kondisi jalan tidak mantap (0,0555). Hasil analisis menunjukkan prioritas perbaikan ruas jalan adalah Jalan Lombok (0,68235), Jalan Supriyadi (0,5333), Jalan Patiunus (0,5128), dan Jalan Letjen Sutoyo (0,5), mengacu pada kebutuhan masyarakat untuk mendukung aktivitas sehari-hari

    Optimalisasi Daerah Irigasi Bendung Baru Dengan Memanfaatkan Suplai Dari Waduk Tugu, Kabupaten Trenggalek Dengan Metode Analisis Kesetimbangan Air

    No full text
    Waduk Tugu yang terletak di aliran Sungai Keser memiliki kapasitas 12 juta meter kubik dan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air irigasi untuk wilayah seluas 1.200 hektar. Namun, belum ada kajian yang memastikan apakah ketersediaan air waduk mencukupi untuk luas lahan irigasi yang direncanakan. Oleh karena itu, penelitian ini menganalisis kebutuhan air irigasi Bendung Baru berdasarkan pola tanam tahunan, debit andalan dari Sungai Keser, keseimbangan air di Bendung Baru, dan kebutuhan suplai air dari Waduk Tugu untuk menutupi kekurangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan suplai air dari Waduk Tugu untuk mengaliri daerah irigasi Bendung Baru di Kabupaten Trenggalek dengan menggunakan metode keseimbangan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air irigasi di Bendung Baru untuk sawah adalah 2,11 lt/dt/ha dan 3,73 lt/dt/ha untuk intake. Debit andalan yang masuk ke Bendung Baru dari sungai-sungai terhubung mencapai 1,82 m³/det dengan debit andalan sebesar 1,10 lt/det. Analisis keseimbangan air pada lahan potensi kiri menunjukkan kebutuhan 331,36 lt/det, sedangkan lahan potensi kanan membutuhkan 401,78 lt/det. Kebutuhan suplai air untuk mencukupi kekurangan mencapai 1.257,24 lt/det, yang dapat dipenuhi dengan ketersediaan air setelah suplesi sebanyak 3.758,89 lt/det

    Analisis Performa Bracing Baja Tipe Split-K sebagai Pengganti Shearwall pada Struktur Portal Beton Bertulang (Studi Kasus Gedung FKG Universitas Brawijaya)

    No full text
    Bracing baja termasuk salah satu solusi untuk meminimalisir dampak kerusakan bangunan dan memperbaiki kinerja struktur tahan gempa. Eccentrically Braced Frame tipe Split-K dengan link pendek dipilih karena lebih banyak memberikan kekakuan, serta memiliki bentuk bracing simetris yang memudahkan pemasangannya. Struktur eksisting akan dibandingkan dengan 3 konfigurasi struktur yang menggunakan bracing baja Split-K (WF 350x350x10x16) dalam kriteria kinerja struktur akibat beban gempa, simpangan antar lantai, dan gaya geser dasar. Kriteria tersebut akan ditinjau menggunakan metode Pushover Analysis dengan bantuan software ETABS v21.2. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa semua struktur masih berada pada tingkat kinerja Immediate Occupancy. Ketiga variasi konfigurasi bracing baja menunjukkan bahwa penggunaan bracing baja dapat memperkecil simpangan antar lantai dan displacement dari struktur eksisting. Pada gaya geser ditunjukkan juga bahwa struktur dengan bracing memiliki peningkatan gaya geser dasar dari struktur eksisting akibat bertambahnya berat struktur. Kata Kunci : struktur tahan gempa, Eccentrically Braced Frame, Split-K, Pushover Analysi

    Analisis Bangunan Irregular dengan Perkuatan (Bracing) Baja Menggunakan Metode Performance Based Design (PBD)

    No full text
    Perkembangan konstruksi di Indonesia juga menghadapi berbagai tantangan terutama dikarenakan kondisi geografis. Salah satu jenis bangunan di Indonesia yang diragukan kekokohannya disebut bangunan irregular. Bangunan irregular lebih kompleks untuk dirancang dan dibangun dikarenakan perilaku dinamisnya yang lebih sulit diprediksi terutama dalam kondisi gempa bumi. Salah satu solusi yang dapat dilaksanakan adalah dengan mengaplikasikan konstruksi perkuatan seperti pengaku (bracing). Bangunan ini dianalisa menggunakan Metode Performance Based Design (PBD) dan Pushover Analysis untuk mengetahui respon struktur terhadap beban gempanya. Penggunaan kedua metode ini sudah dianggap mendekati dengan kondisi realitas struktur pada saat terkena beban gempa. Pushover Analysis akan membantu untuk mendapatkan Performance Level, Performance Point, Drift, dan Displacement dari struktur yang akan dibandingkan sebelum dan sesudah diaplikasikan pengaku (bracing) baja pada bangunan irregular. Tiga jenis konfigurasi penempatan pengaku (bracing) baja digunakan sebagai perkuatan pada arah X-X dan Y-Y. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiganya berkontribusi dalam mengurangi displacement dan drift dibandingkan dengan struktur tanpa perkuatan. Ketiga tipe ini termasuk dalam klasifikasi Performance Level Immediate Occupancy yang menandakan bahwa struktur tetap dapat digunakan setelah terjadi beban gempa. Selain itu, semua tipe tersebut memenuhi standar keamanan karena simpangan pada setiap level masih berada dalam batas izin sesuai dengan SNI 1726:2019. Kata Kunci : Bangunan Irregular, Struktur Tahan Gempa, Concentric Braced Frame (CBF), Metode Performance Based Design (PBD), Pushover Analysi

    PERTUMBUHAN KEKUATAN AWAL BETON DENGAN VARIASI PERSENTASE GROUND GRANULATED BLAST FURNACE SLAG DAN SUPERPLASTICIZER

    No full text
    Pertumbuhan pembangunan infrastruktur di Indonesia berdampak pada meningkatnya kebutuhan akan semen sebagai bahan utama dalam produksi beton berkekuatan tinggi. Namun, produksi semen dalam jumlah besar menyumbang emisi gas CO₂ sebesar 5–8% yang dapat merusak lingkungan. Langkah yang dapat dilakukan untuk menekan emisi tersebut adalah dengan mengganti sebagian semen Portland dengan GGBFS. Penelitian ini akan menunjukkan pengaruh persentase GGBFS dan penambahan SP terhadap kekuatan tekan awal pada berbagai usia pengujian. Riset ini menggunakan tiga variasi penggunaan GGBFS yaitu 0%, 20%, dan 50% terhadap jumlah berat semen dan penggunaan SP 0% dan 1,1%. Sampel uji yang digunakan berbentuk silinder dengan ukuran 15 cm x 30, masing-masing sebanyak tiga spesimen untuk setiap variasi. Pengujian kuat tekan beton dilaksanakan pada usia 1 hari, 3 hari, dan 7 hari menggunakan alat uji tekan beton yaitu Compressive Strength Test. Hasil riset menunjukkan bahwa peningkatan kadar GGBFS menurunkan kuat tekan awal beton, namun kekuatan meningkat seiring bertambahnya umur beton. Penambahan SP sebesar 1,1% mampu meningkatkan kuat tekan awal secara signifikan pada seluruh variasi umur. Kombinasi terbaik diperoleh pada beton GGBFS 0% dan SP 1,1% pada umur 7 hari dengan kuat tekan mencapai 31,59 MPa. Kata kunci : Kuat Tekan Awal, Ground Granulated Blast Furnace Slag, Superplasticizer, Campuran Beton

    0

    full texts

    1,439

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇