Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Not a member yet
    1439 research outputs found

    Analisis Stabilitas Lereng Kritis yang Diperkuat Material Geotekstil dengan Menggunakan Metode Kesetimbangan Batas dan Elemen Hingga

    No full text
    Lereng merupakan suatu kondisi topografí pada pekerjaan konstruksi sipil. Pembentukan lereng terjadi secara alami maupun dibuat oleh manusia dengan tujuan tertentu. Dengan kondisi dan karakteristik tanah asli yang tidak selalu sesuai dengan perencanaan yang diinginkan diperlukan analisis stabilitas yang lebih akurat untuk memperoleh konstruksi lereng yang sesuai dengan syarat keamanan. Pada analisis ini akan dilakukaan pemodelan kondisi lereng  di lokasi Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) berdasarkan data topografi serta karakteristik fisik dan mekanik tanah melalui pengujian lapangan dan laboratorium yang telah dilakukanan oleh pihak Laboratorium Mekanika Tanah dan Geologi Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya beserta data cuaca dan curah hujan berdasarkan data public dari BMKG Kota Batu. Pemodelan akan dilakukan menggunakan program GeoStudio 2023 yang menggunakan metode kesetimbangan batas dan elemen hingga dan kemudian akan dilakukan verifikasi perhitungan manual menggunakan metode Bishop. Berdasarkan analisis lereng kondisi eksisting akan direncanakan iterasi perbaiakan lereng menggunakan material geotekstil hingga didapatkan perbaikan optimal dengan nilai faktor keselamtan (FS) bernilai di atas 1,5

    Pengaruh Variasi Kadar Integral Waterproofing Conplast WP421 terhadap Sifat Mekanik Beton dengan Kondisi Basah

    No full text
    Beton memiliki kelemahan pada absorpsi air sehingga dapat mengurangi umur layanan dan kekuatan beton. Air akan meresap melalui pori-pori beton sehingga kualitasnya akan menurun. Untuk membantu beton melawan kekurangan ini maka dapat digunakan admixture untuk memperbaiki kekurangan beton tersebut salah satunya berjenis Conplast WP421. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Conplast WP421 terhadap sifat mekanik beton terutama kuat tekan, absorpsi, dan modulus elastisitas beton setelah direndam selama 28 hari melalui pengujian di laboratorium. Benda uji yang digunakan yaitu silinder berukuran 15 x 30 cm mutu 25 MPa sejumlah 12 buah silinder dengan variasi presentase integral Conplast WP421 0 L/m3, 1,75 L/m3, dan 3,5 L/m3 serta tiga buah silinder untuk uji absorpsi. Benda uji yang telah dibuat akan direndam air selama 28 hari untuk mensimulasikan kondisi beton pada daerah yang tergenang air seperti banjir dan lainnya. Hasil pengujian kuat tekan saat beton berumur 28 hari menunjukkan rata-rata kuat tekan beton dengan kadar 0 L/m3, 1,75 L/m3, dan 3,5 L/m3 berturut-turut memiliki nilai sebesar 28,99 MPa, 25,33 MPa, dan 18,98 MPa. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan kadar 1,75 L/m3 dapat digunakan dan sudah memenuhi mutu 25 MPa. Hasil pengujian menunjukkan presentase penurunan nilai absorpsi pada kadar 1,75 L/m3 dan 3,5 L/m3 berada di angka 33,58% dan 47,70% dari beton normal pada umur yang sama. Pengujian ini menunjukkan penambahan cairan Conplast WP421 cukup efektif untuk menghambat penyerapan beton terhadap air pada saat direndam. Pada pengujian modulus elastisitas setelah dihitung menggunakan cara ASTM C 469-02, beton dengan kadar Conplast WP421 sebanyak 0 L/m3, 1,75 L/m3, dan 3,5 L/m3 memiliki nilai modulus elastisitas berturut-turut yaitu sebesar 33057 MPa, 31259 MPa, dan 29498 MPa. Sedangkan melalui perhitungan SNI 2847:2019 nilai modulus elastisitas berada di angka 25274 MPa, 23630 MPa, dan 20416 MPa. Hasil tersebut menunjukkan semakin bertambah kadar Conplast WP421 maka modulus elastisitasnya menurun

    PENGARUH BRACING TIPE V TERHADAP REGANGAN DAN POLA RETAK PORTAL

    No full text
    Gempa bumi termasuk bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Gempa bumi tentunya menimbulkan dampak, salah satu dampak yang dapat terlihat nyata yaitu pada bangunan. Banyak bangunan yang ada di Indonesia masih belum mampu dalam menahan gaya yang timbul akibat gempa. Untuk meningkatkan kekuatan bangunan supaya tahan terhadap gempa maka diperlukan adanya inovasi, salah satunya dengan cara memasang bracing pada struktur bangunan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian terkait efektifitas pemasangan sebuah bracing pada struktur bangunan. Dalam penelitian ini, akan diteliti pengaruh adanya bracing pada struktur portal beton bertulang. Dalam hal ini, bracing yang digunakan yaitu bracing tipe V. Struktur portal akan diuji dengan cara pengujian beban lateral. Harapannya, dengan pengujian tersebut dapat diketahui hasil dari regangan dan pola retaknya. Kata Kunci: Portal, Bracing, Regangan, Pola Retak, Beban Latera

    STUDI ANALISIS PENGARUH VARIASI TEBAL SELIMUT TERHADAP PERILAKU BALOK KOMPOSIT DENGAN BAJA COLD FORMED TIPE C MENYATU

    No full text
    Pada pembangunan dalam negara, terdapat peranan yang penting didalamnya. Dengan inovasi yang terus berkembang setiap waktu serta mendapatkan dukungan dari berbagai negara termasuk Indonesia. Bentuk inovasi tersebut adalah penggunaan material baja canai dingin atau yang biasa disebut cold formed steel. Inovasi ini bentuk dari alternatif bahan bangunan lainnya dan material tersebut memiliki keunggulan dalam hal efektivitas yang tinggi, ekonomis, kemudahan pelaksanaan, dan sebagainya. Menggunakan bahan material baja canai dingin sebagai material balok komposit yang berfokus pada tebal selimutnya sebesar 25 mm, 30 mm, dan 35 mm serta menggunakan profil baja berbentuk C dengan dimensi C80x30x90x0,75. Dilakukan pengujian lentur dengan beban diteraokan pada satu titik tepat di tengah bentang dan dilakukan secara bertahap ditingkatkan hingga gagal atau tidak dapat diterima dengan mengharapkan hasil dari adanya pengaruh variasi tebal selimut terhadap tegangan-regangan, lendutan, kapasitas lentur, dan pola retak. Pada penelitian ini didapatkan kesimpulan dengan variasi tebal selimut 30 mm memiliki kapasitas beban maksimum terbesar, Untuk variasi tebal selimut 25 mm memiliki regangan maksimum terbesar, dan untuk peninjauan di lendutan memiliki hasil bahwa tebal selimut 25 mm 34,349% lebih kecil dibandingkan 35 mm. Kata Kunci: Balok Komposit Berongga, Baja Cold-Formed, ABAQUS, Tegangan-Regangan, Kapasitas Lentur

    Analisis Lebar Retak Pelat Beton Bertulang Satu Arah dengan Variasi Tebal Pelat Menggunakan Permodelan Numerik

    No full text
    Penggunaan beton pracetak merupakan metode yang efektif dan efisien dalam pekerjaan konstruksi, dengan keunggulan pada mutu terjamin dan efisiensi waktu pemasangan. Salah satu aplikasi beton pracetak adalah pada pelat lantai jembatan. Desain beton pracetak pada pelat beton bertulang harus mempertimbangkan tebal pelat, mutu beton, dan konfigurasi tulangan, karena aspek-aspek ini memengaruhi mutu, daya tahan, dan keretakan pelat. Penelitian ini menganalisis lebar retak pada pelat beton bertulang satu arah dengan variasi tebal pelat menggunakan software ABAQUS. Hasil analisis dibandingkan dengan perhitungan SNI 03-2847-2002 dan hasil eksperimen, dengan dimensi benda uji dan material sesuai pengujian laboratorium. Variasi tebal pelat yang digunakan adalah 125 mm, 150 mm, dan 175 mm, dengan mutu beton 20 MPa dan baja tulangan berdiameter 16 mm, yield stress 396 MPa, dan tegangan ultimit 617 MPa. Hasil analisis menunjukkan bahwa variasi tebal pelat beton bertulang satu arah mempengaruhi lebar retak. Analisis ABAQUS dan hasil eksperimen menunjukkan bahwa semakin besar tebal pelat, lebar retak semakin kecil, sedangkan perhitungan SNI menunjukkan sebaliknya. Pada tebal pelat 135,365 mm, lebar retak hasil ABAQUS dan SNI sama. Pada tebal pelat kurang dari 135,365 mm, lebar retak ABAQUS lebih besar dari SNI, dan pada tebal pelat lebih dari 135,365 mm, lebar retak ABAQUS lebih kecil dari SNI. Lebar retak hasil eksperimen lebih besar dibandingkan hasil analisis ABAQUS, dengan perbandingan wEks = (1,81-1,92) wAba. Kata kunci: Pelat beton bertulang, Tebal pelat, Lebar retak, ABAQU

    ANALISIS TEGANGAN LENTUR DAN LENDUTAN PELAT PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) PADA PONDASI ELASTIS DENGAN VARIASI NILAI CBR

    No full text
    Pemerataan infrastruktur jalan di pedesaan banyak menggunakan tipe perkerasan kakusesuai dengan kualitas yang dibutuhkan. Indikator yang dipakai dalam menilai kualitas suatu perkerasan kaku dapat dilihat dari kapasitas tegangan lentur dan lendutan. Tanah sebagai dasar dari sebuah pondasi perkerasan jalan memiliki beberapa parameter tanah yang mempengaruhi kekuatan daya dukung tanah dalam menerima beban, salah satunya yaitu nilai CBR (California Bearing Ratio). Oleh karena itu, melalui penelitian ini akan dilakukan percobaan untuk menemukan hubungan antara tegangan lentur dan lendutan pada pelat perkerasan kaku terhadap nilai CBR secara teoritis. Penelitian ini menggunakan metode Beam on Elastic Foundation milik Hetenyi untuk analisis tegangan lentur dan lendutan. Variasi nilai CBR yang digunakan sebesar 5,77%, 8,12%, dan 12,83% dengan mutu beton 34,77 MPa. Berdasarkan perbandingan, menunjukkan bahwa hasil teoritis dan eksperimental memiliki hasil yang sesuai dengan hipotesis dan tidak jauh berbeda. Semakin tinggi nilai CBR yang dipakai, maka akan semakin kecil besar tegangan lentur dan lendutan yang terjadi pada perkerasan kaku. Kata Kunci: BoEF (Beam on Elastic Foundation), CBR subgrade, Lendutan, Perkerasan Kaku, Tegangan Lentur

    Pengaruh Waktu Injeksi dan Pemeraman terhadap Nilai Kuat Geser, CBR, dan Potensi Pengembangan pada Perbaikan Tanah Lempung Ekspansif

    No full text
    Cassagrande (1939) membuktikan bahwa elektrokinetik dapat diterapkan pada tanah yang memiliki butir halus dengan kadar air tinggi, penerapan elektrokinetik mampu meningkatkan teganan efektif dengan menurunkan tekanan air pori pada tanah. Hal ini menjadikan elektrokinetik banyak digunakan sebagai metode perbaikan tanah berbutir halus. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki tanah ekspansif dan mengetahui pengaruh waktu injeksi dan pemeraman terhadap nilai kuat geser, CBR, dan potensi pengembangan pada perbaikan tanah ekspansif menggunakan metode injeksi elektrokimia. Metode injeksi elektrokimia merupakan metode perbaikan tanah yang menanfaatkan fenomena elektroosmosis atau aliran yang terjadi pada material padat akibat adanya perbedaan tegangan listrik yang diberikan pada tanah. Pada penelitian ini, dilakukan injeksi larutan kimia CaCl2 dengan konsentrasi 10% dan tegangan listrik sebesar 18 volt dengan variasi waktu injeksi selama 6,9, dan 12 hari serta melalui masa pemeraman dengan variasi 7, 10, dan 14 hari. Injeksi dilakukan pada sampel tanah dengan dimensi 150x150x400 milimeter. Pada penelitian ini diketahui bahwa dengan adanya variasi perbedaan waktu injeksi dan pemeraman diperoleh bahwa nilai kuat geser tertinggi terjadi pada sampel dengan waktu injeksi 9 hari dan pemeraman 10 hari dengan nilai kuat geser sebelumnya sebesar 3.07 kN/m2 menjadi 28.9 kN/m2. Lalu nilai CBR kondisi terdendam tertinggi diperoleh pada sampel dengan waktu injeksi 10 hari dan pemeraman selama 14 hari yang sebelumnya sebesar 0.0093% menjadi 2.8% pada penetrasi 0.1’ dan pada penetrasi 0.2’ dengan nilai awal sebsar 6.8% menjadi 14.3%. Sedangkam nilai perbahan potensi pengembangan tertinggi dengan nilai awal 5.8% menjadi 0.1% terjadi pada 2 sampel. Sampel pertama dengan variasi waktu injeksi 6 hari dan pemeraman selama 7 hari, dan sampel kedua dengan variasi 12 hari waktu injeksi dan 7 hari waktu pemeraman.   Kata kunci: injeksi elektrokimia, larutan CaCl2, lempung ekspansif, kuat geser, CBR, potensi pengembanga

    Analisis Tegangan Lentur dan Lendutan Pelat Perkerasan Kaku pada Pondasi Elastis dengan Variasi Mutu Beton

    No full text
    Tipe perkerasan yang sering digunakan pada jalan desa adalah perkerasan kaku (rigid pavement). Pembangunan jalan dengan tipe perkerasan kaku biasa dilaksanakan melalui program padat karya yang artinya banyak menggunakan tenaga manusia. Proses pengerjaan dilakukan dengan cara mencampurkan beton di lokasi pekerjaan. Hal ini menyebabkan kualitas dari beton akan sulit mencapai standar yang diinginkan. Sehingga, penelitian ini mengenai analisis lendutan dan tegangan lentur menggunakan metode Beams on Elastic Foundation. Data yang digunakan berasal dari eksperimen berupa lendutan dan regangan yang terjadi pada pelat perkerasan kaku pada beban tetap sebesar 10 ton. Selain itu, variasi mutu beton yang digunakan sebesar 9,13 MPa; 20,23 MPa; 35,06 MPa dan nilai CBR tetap sebesar 8%. Seiring meningkatnya mutu beton, didapatkan nilai tegangan lentur analisis sebesar 9,74 MPa, 9,63 MPa, dan 8,92 MPa. Sedangkan lendutan analisis yang didapat sebesar 2,39 mm, 2,18 mm, dan 2,06 mm. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar mutu beton, maka tegangan lentur dan lendutan akan semakin kecil.   Kata kunci: Tegangan Lentur, Lendutan, Mutu Beton, Perkerasan kaku, Beam on Elastic Foundation

    STUDI EKSPERIMENTAL PERILAKU LENTUR PELAT PRACETAK SATU ARAH SKALA PENUH MENGGUNAKAN TULANGAN TARIK TIGA LAPIS DENGAN VARIASI LUAS TULANGAN

    No full text
    Negara-negara berkembang seperti Indonesia menghadapi tantangan standar hidup yang rendah dan ketidakstabilan sektor ekonomi. Untuk meningkatkan kondisi ini, fokus pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur, khususnya pembangunan jembatan, sangat penting. Jembatan berfungsi menghubungkan wilayah yang terpisah oleh hambatan geografis, meningkatkan arus lalu lintas dan logistik, serta mendukung pertumbuhan ekonomi. Oleh sebab itu, peneliti melakukan pengkajian perilaku lentur pelat beton bertulang dengan tiga lapis tulangan untuk menentukan kinerja struktur dalam perencanaan jembatan. Pada penelitian ini digunakan variasi luas tulangan yaitu 1000 mm², 1200 mm², dan 1400 mm². Pengujian dilakukan dengan pemberian beban spesimen pelat yang diletakkan diatas benda uji pada frame uji, pengkajian diujikan pada umur beton lebih dari 28 hari. Hasil penelitian menghasilkan bahwa semakin besar luas tulangan yang diberikan akan semakin kecil lendutan yang dihasilkan. Dan dari pernyataan tersebut didapat bahwa beton dengan pemberian luas tulangan yang besar memberikan ketahanan lendutan yang lebih baik. Kata kunci: Luas Tulangan, Tulangan Lapis, Pelat Satu Arah, Lenduta

    Hambatan dalam Penerapan Green Procurement pada Proyek Konstruksi Gedung di Lingkup Perusahaan Kontraktor di Surabaya

    No full text
    Pemanasan global, yang disebabkan oleh peningkatan gas rumah kaca dari aktivitas manusia, mengancam keberlanjutan bumi dengan dampak seperti perubahan cuaca ekstrem, kenaikan permukaan air laut, dan penurunan keanekaragaman hayati. Kerjasama global dan praktik berkelanjutan, khususnya dalam industri konstruksi yang menyumbang 37% emisi gas rumah kaca, sangat diperlukan. Sustainable construction dan green procurement adalah langkah penting dalam mengurangi emisi. Penelitian ini menggunakan metode survei kuantitatif pada lima perusahaan konstruksi besar di Surabaya untuk menilai hambatan yang terjadi pada penerapan green procurement. Hasil kuesioner diolah dengan metode Relative Importance Index (RII) Hasil menunjukkan bahwa hambatan utama meliputi kurangnya dukungan pemerintah, pedoman yang tepat, sosialisasi, peningkatan biaya proyek, dan alat pengukuran. Kata kunci: Sustainable Construction, Green Procurement, Kontrakto

    0

    full texts

    1,439

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇