Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Not a member yet
    1439 research outputs found

    Analisis Stabilitas Timbunan Sampah akibat Pengaruh Air Hujan dengan Menggunakan Metode Limit Equilibrium

    No full text
    Peningkatan populasi, terutama di daerah perkotaan, menyebabkan lonjakan volume limbah padat permukiman. Pengelolaan sampah di tempat penampungan akhir (TPA) seringkali tidak efektif, menyebabkan kapasitas terlampaui dan risiko longsor, seperti yang terjadi di TPA Cipayung (Januari 2023) dan TPAS Regional Payakumbuh (Desember 2023). Peristiwa longsor ini menekankan pentingnya analisis stabilitas lereng timbunan sampah untuk menentukan ketinggian aman tumpukan sampah berdasarkan kemiringan lereng. Penelitian ini memodelkan TPA Segawe menggunakan Limit Equilibrium Method pada software Geostudio, dengan ketinggian 23 meter dan sudut kemiringan 30 dan 45 derajat, serta menggunakan parameter sampah dari laboratorium Universitas Brawijaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa lereng dengan kemiringan 30 derajat aman hingga ketinggian 25 meter dalam kondisi kering dan basah, sementara lereng 45 derajat berada dalam kondisi kritis pada ketinggian 23 meter. Faktor keamanan lebih tinggi dalam kondisi kering dibandingkan basah. Disarankan agar ketinggian maksimum timbunan sampah dibatasi pada 23 meter, terutama pada kemiringan 45 derajat dalam kondisi basah. Faktor lain seperti perubahan komposisi sampah dan kondisi geologi juga perlu dipertimbangkan. Penelitian lanjutan di TPA lain diperlukan untuk memperluas pengetahuan dan mengembangkan model analisis stabilitas lereng yang lebih canggih. Secara keseluruhan, analisis stabilitas lereng timbunan sampah penting untuk mencegah longsor dan memastikan pengelolaan TPA yang aman dan berkelanjutan, serta meminimalkan risiko bencana yang dapat membahayakan masyarakat dan lingkungan. Kata Kunci : Analisis Stabilitas Timbunan Sampah, Limbah Sampah Padat, Limit Equilibrium Method, Software Geostudi

    STUDI EKSPERIMENTAL DAKTILITAS PADA BALOK BETON BERTULANG DENGAN PENAMBAHAN VARIASI TULANGAN SENGKANG CROSS-TIES PADA DAERAH TEKAN BALOK

    No full text
    Pembangunan infrastruktur di Indonesia merupakan salah satu indikator khusus yang perlu diperhatikan sebagai negara yang berkembang untuk menunjang kemajuan dan kebutuhan masyarakat. Serta, salah satu negara yang terletak di Cincin Api Pasifik yang merupakan wilayah yang rentan terjadinya fenomena gempa bumi. Tingginya aktivitas di daerah Cincin Api Pasific mengakibatkan adanya risiko yang tinggi gempa bumi sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan. Dalam usaha meningkatkan ketahan suatu struktur bangunan terhadap gempa bumi, konsep daktilitas merupakan sebuah aspek penting yang harus perhatikan kembali. Tujuan yang ingin diperoleh dalam pengujian ini ialah untuk mengetahui pengaruh pemakaian tulangan sengkang Cross-Ties di daerah tekan balok beton bertulang, mengetahui pembandingan besarnya daktilitas balok beton bertulang dengan tanpa penambahan sengkang dan adanya penambahan sengkang Cross-Ties pada daerah tekan balok, dan mengetahui mengetahui mekanisme keruntuhan yang terjadi pada kedua balok beton bertulang tersebut. Pada penelitian ini, akan dilakukan analisis struktur hubungan antar gaya beban dan lendutan untuk mengetahui besarnya gaya daktilitas khususnya pada balok beton bertulang. Hasil yang didapatkan dari pengujian ini adalah penambahan variasi sengkang Cross-Ties pada daerah tekan balok beton bertulang berpengaruh pada besarnya daktilitas pada balok beton bertulang. Nilai besarnya beban ultimit yang dapat diterima oleh balok beton bertulang dengan penambahan sengkang Cross-Ties di daerah tekan lebih besar dibandingkan dengan balok tanpa penambahan sengkang. Sehingga mempengaruhi besarnya nilai daktilitas pada balok beton bertulang tersebut. Selain itu, hasil analalisis menunjukkan bahwa mekanisme keruntuhan yang terjadi pada balok tanpa penambahan sengkang dan penambahan sengkang Cross-Ties di daerah tekan balok memperlihatkan mekanisme kerusakan yang sama.   Kata Kunci: Daktilitas, Beban-Lendutan, Tulangan Cross-Ties, Balok Beton Bertulan

    ANALISIS HASIL PERUBAHAN PERENCANAAN KETAHANAN GEMPA PADA GEDUNG PERKULIAHAN ANTARA SNI 1726 : 2012 DENGAN SNI 1726 : 2019 MENGGUNAKAN METODE STATIK EKUIVALEN (TINJAUAN KOLOM)

    No full text
    Pada perencanaan struktural bangunan di Indonesia ada sebuah standar perencanaan yang mengalami perubahan yakni SNI 1726 : 2019 yang hadir memperbaharui SNI 1726 : 2012. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan distribusi beban gempa antara SNI 1726 : 2012 dan SNI 1726 : 2019, serta mengetahui dan menganalisis simpangan antar tingkat yang dialami oleh bangunan Gedung Perkuliahan dengan variasi kelas situs tanah. Penelitian menggunakan metode statik ekuivalen yang difokuskan pada analisis perhitungan distribusi beban gempa masing – masing standar. Selanjutnya setelah didapatkan nilai distribusi beban gempa, maka dilakukan analisis perhitungan simpangan antar tingkat masing – masing standar, serta dilakukan variasi simpangan antar tingkat yang terjadi akibat semua kelas situs tanah. Dalam melakukan penelitian ini digunakan juga software analisis SAP 2000 yang akan membantu perhitungan reaksi pada kolom yang ditinjau. Hasil dari penelitian ini adalah distribusi beban gempa mengalami peningkatan yaitu rata-rata sebesar 14,28 %. Selanjutnya dari peninjauan komponen struktur kolom didapatkan rata-rata peningkatan besarnya momen ultimate dan beban aksial antara SNI 1726 : 2012 dengan SNI 1726 : 2019 yaitu sebesar 9,7 % dan 14,49 %, serta hasil analisis simpangan antar lantai melampaui batas ijin pada kelas situs E, setelah dilakukan variasi berbagai kelas situs tanah diketahui pada arah x hanya kelas situs A dan B yang memenuhi batas ijin dan pada arah y kelas situs D dan E melampaui batas ijin.Kata kunci: Gempa, SNI 1726, Distribusi Beban, Simpangan Antar Tingkat, Kelas Situs Tanah

    Pengaruh Eksentrisitas terhadap Tegangan dan Regangan pada Struktur Portal Bracing Eksentris Tipe V akibat Beban Lateral Statis dengan Perbaikan Jarak Sengkang

    No full text
           Indonesia memiliki tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi dan rentan terhadap gempa bumi. Keterbatasan lahan membuat bangunan bertingkat lebih dari dua lantai menjadi kebutuhan. Gempa bumi dapat menyebabkan kerusakan pada struktur bangunan, mulai dari retak hingga kegagalan total yang mengakibatkan bangunan roboh. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menciptakan bangunan bertingkat yang tahan gempa. Salah satu metode yang digunakan adalah dengan menambahkan bracing pada struktur bangunan. Sistem bracing yang umum digunakan adalah rangka berpengaku konsentris dan eksentris. Dalam penelitian ini, dibuat tiga sampel uji portal menggunakan beton bertulang dengan spesifikasi: balok sepanjang 100 cm, kolom setinggi 70 cm, dan bracing berbentuk huruf V. Portal A tidak memiliki eksentrisitas, portal B memiliki eksentrisitas 15 cm, dan portal C memiliki eksentrisitas 25 cm. Beton yang digunakan memiliki mutu K-300, dengan tulangan utama 4-Ø6 mm dan tulangan geser Ø4-150 mm. Pengujian dilakukan dengan alat load cell untuk memberikan beban lateral, LVDT untuk mengukur defleksi, dan strain gauge untuk mengukur regangan.Hasil pengujian menunjukkan bahwa portal A menghasilkan tegangan tarik dan tekan maksimum sebesar 77,5% dari portal B, sementara portal C menghasilkan tegangan tarik dan tekan maksimum sebesar 3,45% dari portal B. Untuk regangan tarik maksimum, portal A mencapai 64,8% dari portal B, dan portal C mencapai 43,14% dari portal B. Nilai regangan tekan maksimum tertinggi diperoleh pada portal C sebesar 8,1 × 10^-4. Portal A memiliki regangan tekan sebesar 69,2% dari portal C, dan portal B sebesar 2,27% dari portal C

    EFEKTIVITAS TIRAI DAN GROUNDSILL SEBAGAI PELINDUNG GERUSAN LOKAL DI SEKITAR PILAR JEMBATAN DENGAN PEMODELAN NUMERIK

    No full text
    Gerusan lokal seringkali terjadi di sekitar pilar jembatan akibat gangguan aliran air yang dapat menurunkan elevasi dasar dan mengancam stabilitas jembatan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas tirai dan groundsill dalam mengurangi penggerusan di sekitar pilar jembatan serta menentukan desain yang paling efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis numerik dengan perangkat lunak iRIC NaysCUBE. Simulasi dilakukan pada saluran sederhana berbentuk segi empat dengan dimensi panjang 60 m dan lebar 50 m. Pilar jembatan digunakan bentuk kapsul berukuran panjang 4 m dan lebar 2 m. Tirai dimodelkan dengan dua model konfigurasi segitiga dan diletakkan di hulu pilar, sedangkan groundsill dirancang dengan tinggi 2 m dan diletakkan sejauh 6 m di hilir pilar. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tirai dan groundsill secara signifikan mengurangi gerusan lokal, dengan tirai model 1 mengurangi gerusan sebesar 12,74% dan groundsill sebesar 97,13%. Tirai bekerja dengan menciptakan hambatan yang memperlambat aliran air dan menyebarkan energi vortex, sedangkan groundsill membantu menahan material sedimen di tempatnya, menstabilkan dasar sungai dan mengurangi kekuatan erosi dengan memperlambat aliran air. Penelitian lebih lanjut diperlukan melalui percobaan laboratorium dengan flume buatan untuk memvalidasi hasil simulasi. Kata kunci: tirai, groundsill, pilar jembatan, gerusan lokal

    Pengaruh Perubahan Voltase dan Konsentrasi Larutan terhadap Kuat Geser dan Potensi Pengembangan pada Tanah Ekspansif dengan Metode Perbaikan Tanah Injeksi Larutan Kalsium Klorida

    No full text
    Tanah ekspansif adalah jenis tanah yang memiliki kemampuan untuk mengembang dan menyusut secara signifikan dengan perubahan kelembaban akibat perubahan kadar air dalam lapisan tanah tersebut. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tanah yang bersifat ekspansif adalah dengan perbaikan tanah metode injeksi elektrokimia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kuat geser dan potensi pengembangan dari sebelum dilakukan penginjeksian elektrokimia larutan CaCl2 serta untuk mengetahui variasi tegangan dan konsentrasi larutan yang paling efektif. Untuk mengetahui nilai kuat geser dan potensi pengembangan dilakukan pengujian UCT dan uji potensi pengembangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kekuatan tanah sebesar 15.347 kN/m2 dari tanah asli pada variasi tegangan 24 volt dan kosentrasi 15% dan penurunan potensi pengembangan 6.475% dari kondisi semula pada variasi tegangan 15 volt dan kosentrasi larutan 5%. Kata Kunci: injeksi elektrokimia, larutan CaCl2, lempung ekspansif, kuat geser, potensi pengembangan

    Analisis Kelayakan Finansial dan Sensitivitas pada Pengembangan Perumahan Samata Residence di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan

    No full text
    Untuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu investasi, perlu dilakukan analisis kelayakan atau disebut juga feasibility study (FS). Analisis kelayakan finansial dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan investasi pada pengembangan perumahan ini dan kelayakan sensitivitas dilakukan untuk menilai bagaimana hasil analisis proyek dapat berubah jika terjadi perubahan dalam dasar perhitungan biaya. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kelayakan finansial dan sensitivitas  pada pengembangan perumahan agar dapat meminimalisir suatu kerugian finansial yang kemungkinan terjadi dalam investasi pengembangan perumahan ini. Berdasarkan hasil analisis kelayakan finansial, untuk skenario optimistis didapatkan nilai NPV sebesar Rp570.405.259 > 1, BCR sebesar 1,059 , IRR sebesar 36,26% > 8,7% (MARR), dan PP selama 3,9 tahun. Dalam skenario moderat didapatkan nilai NPV sebesar  Rp503.345.650 > 1, BCR sebesar 1,053 , IRR sebesar 26,58% > 8,7% (MARR), dan PP selama 4,0 tahun. Dalam skenario pesimistis didapatkan hasil NPV sebesar  Rp386.941.822 > 1, BCR sebesar 1,041 , IRR sebesar 18,39% > 8,7% (MARR), dan PP selama 4,4 tahun. Secara finansial, investasi perumahan ini layak dan menguntungkan. Penurunan pendapatan sebesar 5% dapat membuat penurunan keuntungan yang cukup drastis. Kata kunci: Analisis Kelayakan, Kelayakan Finansial, Kelayakan Sensitivita

    Kekuatan Lentur Berdasarkan Umur Balok Beton Bertulang dengan Ground Granulated Blast Furnace Slag 20%

    No full text
    Inovasi terus ditemukan dan dikembangkan untuk menyelaraskan antara kebutuhan konstruksi dengan penyedia material yang utama yakni lingkungan. Beton merupakan bahan struktural yang selalu dipakai dalam dunia konstruksi. Material alam berupa pasir, batu split dan semen  menjadi bahan penyusun saat ini. Masifnya penggunaan semen dalam dunia konstruksi yang akan terus menyumbang dampak negatif pada lingkungan. Salah satu alternatif untuk mengurangi emisi CO² adalah dengan mengganti sebagian semen portland, disubsitusi dengan menggunakan Ground Granulated Blast Furnace Slag. Ground Granulated Blast Furnace Slag digunakan sebagai penggantimsebagianmsemen karena mengandungikalsium,ialuminium dan silica yang memiliki komposisi kimia tidak berbeda dengan bahan-bahan mineral alami termasuk bahan hidrasi seperti Semen Portland. Dalam Penelitian ini digunakan Ground Granulated Blast Furnace Slag 20% sebagai pengganti semen dengan FAS 0,3 serta mutu beton disesuaikan pada hasil eksperimen dengan adanya variasi umur balok, setiap variasi terdapat 3 benda uji balok. Terdapat benda uji kontrol yakni balok tanpa menggunakan GGBFS untuk dibandingkan. Pada umur 50 hari dan 56 hari, dilakukan pengujian lentur pada benda uji balok. Pada penelitian ini dihasilkan Balok dengan campuran GGBFS 20% umur 50 hari menghasilkan kuat lentur rata-rata 10,4 MPa, sedangkan balok variasi umur 56 menghasilkan kuat lentur 4,67 Mpa, dimana secara teori hipotesis semakin tua umur beton semakin besar nilai kuat lenturnya, hal ini disebabkan beberapa faktor saat pembuatan benda uji. Balok kontrol yang tidak menggunakan GGBFS menghasilkan kuat lentur rata-rata 10,45 MPa. Balok dengan Ground Granulated Blast Furnace Slag 20% dapat menghasilkan kuat lentur yang sama dengan balok tanpa Ground Granulated Blast Furnace Slag.   Kata Kunci : Ground Granulated Blast Furnaced Slag, Balok Bertulang, Kuat Lentur, Umu

    STUDI RENCANA TRASE JALAN AKSES MENUJU KAMPUS UNIVERSITAS BRAWIJAYA DI KEPANJEN

    No full text
    Universitas Brawijaya (UB) akan melakukan ekspansi ke Kabupaten Malang dengan memanfaatkan lahan hibah seluas 30 hektar dari Pemerintah Kabupaten Malang untuk pembangunan gedung bagi 4255 mahasiswa Fakultas Vokasi. Penelitian ini bertujuan memberikan rekomendasi trase sebagai jalan akses menuju kampus UB di Kepanjen. Studi ini melibatkan survei primer seperti volume lalu lintas, data sosial ekonomi, dan data AHP (Analytical Hierarchy Process), serta data sekunder seperti jumlah mahasiswa, dosen, dan karyawan Fakultas Vokasi. Analisis tarikan menuju kampus UB di Kepanjen dilakukan untuk mengetahui potensi pergerakan tarikan, menggunakan regresi dari penelitian sebelumnya karena kampus dan jalan akses belum ada. Lebar jalan diasumsikan 7 meter dengan analisis derajat kejenuhan yang menunjukkan kinerja baik. Analisis AHP digunakan untuk menentukan aspek prioritas dan rekomendasi trase, dengan 21 responden survei. Bobot prioritas aspek teknis 0,5, aspek sosial 0,28, dan aspek biaya 0,22. Trase 1 dengan skor 3,56 direkomendasikan sebagai jalan akses menuju kampus UB di Kepanjen, mengungguli trase 2 dan 3 dengan skor masing-masing 1,46 dan 1,34. Kata Kunci: Jalan Akses, Tarikan, Lebar Jalan, AHP (Analytial Hierarchy Procces), Rekomendasi Tras

    Perubahan Sifat Mekanis Tanah Lunak akibat Inklusi Pasir yang Terbungkus Geosintetik

    No full text
    ABSTRAK Tanah lunak berasal dari sedimentasi Pliocene-Holocene yang memiliki karakteristik kadar air tinggi dan kandungan mineral lempung. Karakteristik ini menimbulkan tantangan dalam konstruksi akibat kekuatan geser yang rendah dan periode konsolidasi yang lama. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah menerapkan metode drainase vertikal dengan pasir sebagai bahan inti yang dibalut geosintetik. Studi penggunaan kolom pasir ini bertujuan untuk menyelidiki kinerja kolom pasir sebagai drainase vertikal. Kolom pasir yang digunakan tersusun atas pasir sebagai material pengisi dan geotekstil sebagai pembungkus dan filter. Variasi diameter dan jarak kolom pasir diuji dalam peralatan konsolidasi model skala besar di laboratorium. Konfigurasi kolom pasir dengan kinerja paling optimal adalah diameter 4,85 cm dan jarak 3D (9 cm). Metode perbaikan tanah lunak menggunakan kolom pasir meningkatkan sifat mekanis tanah lunak, mempercepat konsolidasi, dan meningkatkan stabilitas struktur dengan meningkatkan daya dukung, kekuatan geser, serta mengurangi deformasi. Kata kunci : tanah lunak, drainase vertikal, kolom pasir, daya dukung, konsolidasi

    0

    full texts

    1,439

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇