Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Not a member yet
    1439 research outputs found

    PENGARUH PENGGUNAAN RCA YANG TELAH DIPERBAIKI OLEH BAKTERI MICROCOCCUS LUTEUS DENGAN PENAMBAHAN VARIASI KONSENTRASI GLUKOSA TERHADAP PENYUSUTAN KERING BETON

    No full text
    Beton adalah bahan konstruksi yang paling umum digunakan di seluruh dunia. Aktivitas konstruksi berkontribusi dalam menghasilkan 45% emisi CO2 global dan 40% konsumsi energi dunia. Jika tidak dilakukan pemanfaatan maka pada akhirnya akan mencemari lingkungan. Dalam dunia konstruksi saat ini berbagai cara kerap dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut salah satunya dengan cara mendaur ulang agregat atau biasa disebut Recycled Coarsed Aggregate (RCA). RCA memiliki kekuatan yang lebih rendah daripada NCA dikarenakan terdapat keretakan pada permukaan RCA. Beberapa penelitian terdahulu menemukan tingkat penyerapan air pada RCA sebesar 3 – 12% diakibatkan mortar lama yang masih menempel pada RCA, sedangkan NCA tingkat penyerapan air hanya ditemukan 1 – 5%. Salah satu bentuk perbaikan RCA adalah dengan metode biomineralisasi yang merupakan sebuah proses presipitasi kalsium kabonat yang dapat dimodulasi oleh mikroorganisme atau yang dikenal dengan MICP. Penelitian ini juga memanfaatkan kemampuan bakteri untuk mensekresi bahan organik seperti ekspolisakarida dengan menggunakan glukosa dengan kadar konsentrasi sebesar 0,1%; 0,2%; dan 0,3% sebagai sumber karbonnya. Eksopolisakarida yang terbentuk diharapkan mampu berfungsi sebagai perekat presipitat kasium karbonat pada permukaan RCA sehingga terjadi peningkatan pada mutu RCA. Beton dengan variasi RCA 0,1% merupakan beton yang menggunakan RCA yang telah diperbaiki dengan penambahan kadar glukosa sebesar 0,1%. Variasi RCA 0,1% memiliki nilai penyusutan beton yang lebih rendah dibandingkan dengan beton variasi lain. Hal ini menunjukan jika semakin tinggi kadar glukosa yang ditambahkan pada larutan bakteri makan akan semakin memperbesar nilai penyusutan beton. Penambahan kadar glukosa yang tinggi juga akan mengganggu proses dari pengendapan kalsium karbonat karena akan ekospolisakarida yang terbentuk akan mengikat ion kalsium. Penullis menyarankan agar data yang dihasilkan menjadi akurat adalah dengan menggunakan sumber RCA yang berasal dari sumber NCA yang sama agar dapat dilakukan perbandingan dan juga membahas analisis biaya. Kata kunci: Agregat kasar daur ulang, Bakteri ureolitik Micrococcus Luteus, Beton, Penyusutan kering beton

    PENGARUH EKSENTRISITAS TERHADAP DAKTILITAS DAN POLA RETAK PADA STRUKTUR PORTAL BRACING EKSENTRIS TIPE INVERTED V “Λ” AKIBAT BEBAN LATERAL STATIS DENGAN PERBAIKAN JARAK SENGKANG

    No full text
    Indonesia rawan terkena bencana alam kususnya gempa bumi, dengan demikian perlunya dibangun struktur bangunan tahan akan goncangan gempa bumi, struktur yang tahan akan goncangan gempa bumi tersebut haruslah struktur yang memiliki kekuatan, kekakuan daktilitas serta perpindhan yang baik. Sehingga dari penelitian ini ditujukan melakukan pengamatan atau analisis terhadap daktlitas dan polaretak pada struktur portal bracing eksentris tipe inverted V “Λ“ akibat beban lateral statis terhadap perbaikan jarak sengkang.  Eksperimen dilakukan dengan penggunaan beban lateral yang diberikan pada ujung atas benda uji, dengan pembacaan beban setiap interval 100, alat yang digunakan yaitu LVDT dan dial guage untuk pembacaan deformasinya, untuk pembacaan polaretaknya sendiri diamati dengan mata telanjang dan dilakukan penomoran berdasarkan urutan terjadi keretakannya, setelah diamati maka akan di kategorikan keretakannya berdasarkan bentuk dan ciri-ciri yang ada. Terlihat bawah apabila semakin besar jarak eksentrisitasnya maka akan semakin cepat mengalami keretakakn apabila diberi beban. Hal ini berarti kemampuan struktur dalam menahan beban akan semakin lebih kecil dan akan lebih mudah mengalami keruntuhan, dalam hal ini nilai daktilitas dari struktur portal tersebut akan mengalam penurunan. Dapat dilihat dari analisis perbandingan data yang mana beban (P) dengan deformasi benda uji portal yang tidak memiliki eksentris (CBF) dapat menghasilkan Tingkat daktilitas struktur yang lebih besar dibandingkan dengan portalyang memiliki eksentrisitas (EBF). Berdasarkan hasil pengamatan terhadap polaretaknya bahwa portal dengan dengan bracing consentris (portal A) memiliki keretakan yang paling banyak dr pada benda uji portal lainnya (e = 15 dan e =25) benda uji portal tipe A dan B, dikarenakan portal dengan bracing konsentris mampu menahan beban lebi besar dr benda uji lainnya selain itu beban dapat dilihat dr ke 3 benda uji saat eksentrisitas link nya semakin besar maka kerusakan di struktur utama (balok kolom) semakin parah, seperti dilihat pada benda uji C (e = 25). Kata kunci: Bracing, Beton Bertulang, Eksentrisitas, Daktilitas, Polareta

    Optimalisasi Pemotongan Besi Beton Menggunakan Metode Integer Linier Programming pada Proyek Pembangunan Gedung Hemodialisa Rumah Sakit Umum Daerah Simo Kabupaten Boyolali

    No full text
    Selama dua dekade terakhir, sektor konstruksi di Indonesia telah mengalami kemajuan pesat seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin inovatif. Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi biaya, material, dan waktu. Namun, pemborosan material, khususnya baja tulangan, masih menjadi masalah yang signifikan. Untuk mengatasi hal ini, digunakan metode integer linier programming yang bertujuan mengoptimalkan penggunaan baja tulangan guna meminimalkan pemborosan. Proses optimalisasi dimulai dengan penyusunan jadwal tekuk tulangan (bar bending schedule) berdasarkan gambar DED, yang mengidentifikasi kebutuhan serta variasi panjang potongan baja untuk berbagai jenis pekerjaan, seperti bored pile, pilecap, sloof, kolom, dan balok. Potongan baja dikelompokkan berdasarkan diameter, kemudian pola pemotongan dioptimalkan menggunakan software QM for Windows. Hasil dari optimalisasi pada proyek Gedung Hemodialisa Rumah Sakit Umum Daerah Simo, Kabupaten Boyolali, menunjukkan bahwa kebutuhan baja tulangan sebanyak 8.604 batang dengan total berat 40.737 kg, sementara sisa material atau waste yang dihasilkan hanya sebesar 75 kg atau sekitar 0,19%. Kata Kunci: optimalisasi, baja tulangan, integer linear programmin

    Perambatan Gelombang dan Pola Arus Akibat Gelombang di Muara Sungai Serayu

    No full text
    Kawasan pesisir pantai Muara Sungai Serayu merupakan salah satu daerah pesisir yang dimanfaatkan sebagai kawasan industri pembangkit listrik tenaga uap. Seiring dengan adanya breakwater di kawasan tersebut terdapat wilayah di Muara Sungai Serayu terjadi abrasi. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perambatan gelombang dan pola arus akibat gelombang di Muara Sungai Serayu terhadap permasalahan abrasi sehingga dapat diberikan alternatif solusi permasalahan. Metode yang digunakan merupametode simulasi model gelombang dengan pemodelan numerik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perambatan gelombang dan arus akibat gelombang mempunyai pengaruh yang signifikan sebagai faktor penyebab terjadinya permasalahan abrasi di Muara Sungai Serayu. Pemberian alternatif solusi berupa jetty panjang dapat mereduksi perambatan gelombang yang menuju Muara Sungai Serayu. Selain itu, juga dapat menghalangi arus sejajar pantai dari timur ke barat yang bergerak menuju Muara Sungai Serayu yang dapat menyebabkan sedimentasi di Muara Sungai Serayu. Kata kunci: abrasi, arus, gelombang laut, muara, panta

    Pengaruh Penambahan Sabut Kelapa pada Asbuton Murni terhadap Karakteristik Laston (AC-WC)

    No full text
    Seiring dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, pemerintah berupaya untuk memanfaatkan sumber daya alam di dalam negeri. Salah satu produk unggulan yang menjadi target pengembangan pemerintah yaitu produk asbuton murni yang berasal dari Pulau Buton. Muncul gagasan untuk memodifikasi asbuton murni menggunakan sabut kelapa untuk meningkatkan nilai stabilitas Marshall dan stabilitas dinamis agar campuran beraspal dapat menjadi lebih kuat terhadap beban kendaraan dan deformasi alur. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian Marshall dengan Marshall Test Machine dan pengujian stabilitas dinamis dengan Wheel Tracking Machine. Pada penelitian ini yang dianalisis adalah karakteristik Marshall dan karakteristik stabilitas dinamis dengan variasi kadar sabut kelapa 0,5%, 0,75%, 1% dari berat aspal dan variasi panjang sabut kelapa 0,5 cm, 1 cm, 1,5 cm. Berdasarkan hasil pra-penelitian, kadar aspal optimum pada penelitian ini adalah 6,76% dimana asbuton murni modifikasi dengan sabut kelapa mengalami peningkatan pada nilai stabilitas marshall dan nilai stabilitas dinamis jika dibandingkan dengan asbuton murni tanpa tambahan sabut kelapa

    ANALISIS PENGARUH BEBAN KENDARAAN TERHADAP FAKTOR BEBAN DINAMIS (FBD) PADA STRUKTUR JEMBATAN RANGKA BAJA

    No full text
    Jembatan menerima beban dinamis akibat beban lalu lintas di atasnya. Beban dinamis akan memberikan efek amplifikasi pada beban lalu lintas jembatan. Pada SNI 1725:2016, terdapat Faktor Beban Dinamis (FBD) yang bernilai antara 30% sampai 40% untuk memperhitungkan efek tersebut. Namun FBD pada SNI hanya diperhitungkan berdasarkan bentang jembatan. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis untuk mengetahui pengaruh aspek lain yang mempengaruhi nilai FBD, salah satunya adalah beban kendaraan. Analisis dilakukan pada struktur jembatan rangka baja dengan bentang 40 meter. Kendaraan yang digunakan sesuai dengan model truk pada SNI 1725:2016 dengan berat antara 100 sampai 500 kN. Analisis dilakukan dengan cara membandingkan respon statis dan respon dinamis pada rangka induk jembatan. Dari analisis didapatkan bahwa pengaruh beban kendaraan terhadap FBD sangat kecil. Namun bisa didapatkan bahwa semakin besar beban kendaraan, nilai FBD akan semakin kecil. Dari hasil analisis didapatkan persamaan regresi hubungan beban kendaraan dengan FBD yaitu FBD = 0,0039 W-0,033, dengan syarat bentang jembatan yang digunakan adalah jembatan rangka baja dengan bentang 40 meter. Dari persamaan tersebut bisa dijabarkan kembali persamaan regresi hubungan antara FBD dengan bentang jembatan dan beban kendaraan, yaitu FBD = 1,32 L-0.277 W-0,033. Kata Kunci: beban dinamis, beban lalu lintas, Faktor Beban Dinamis (FBD), jembatan rangka baja

    PERBANDINGAN RASIO KAPASITAS BAJA PROFIL WF (Wide-Flange), H, DAN PSR (PENAMPANG STRUKTUR BERONGGA) SEBAGAI BATANG TARIK DAN BATANG TEKAN PADA STRUKTUR RANGKA BATANG

    No full text
    Profil baja tersedia dalam berbagai bentuk untuk memenuhi kebutuhan struktural dan nonstruktural dengan fungsi dan kegunaannya sendiri. Dalam konstruksi, profil baja yang sering digunakan adalah profil WF dan H, yang biasa digunakan dalam pembangunan jembatan dan gedung. Profil WF dianggap efektif menahan beban lentur, sedangkan profil H efektif menahan gaya aksial. Pada analisis ini dilakukan perbandingan antara profil WF dan H dengan profil baja lain berupa PSR Bujur Sangkar, PSR Persegi Panjang, dan PSR Bundar. Pemodelan struktur yang digunakan untuk mendapatkan gaya adalah struktur rangka batang berupa jembatan rangka baja 2 dimensi yang memiliki panjang bentang 40 m, tinggi 6,37 m, lebar 7 m, dan panjang per pias jembatan 5 m. Analisis dilakukan untuk menentukan profil baja yang paling efektif sebagai batang tarik dan batang tekan. Masing-masing profil baja memiliki 3 variasi berat per satuan panjang yaitu 180 kg/m, 195 kg/m, dan 215 kg/m supaya dapat menghasilkan grafik dan persamaan garis linier yang memudahkan pengolahan data. Parameter yang digunakan untuk membandingkan keefektifan profil adalah nilai rasio kapasitas profil batang tarik dan batang tekan. Hasil dari perhitungan analisis, keefektifan profil pada batang tarik tidak dapat ditentukan secara pasti karena hasil nilai rasio kapasitas setiap profil memiliki nilai yang hampir sama. Maka dari itu, penentuan keefektifan profil yang menahan gaya aksial didasarkan dari kuat tekannya atau kapasitas batang tekan. Urutan profil yang paling efektif untuk menahan gaya aksial adalah PSR Bundar, PSR Bujur Sangkar 4-6% lebih boros, PSR Persegi Panjang 8-9% lebih boros, Profil H 11-15% lebih boros, dan Profil WF 22-28% lebih boros. Hasil perbandingan berupa urutan dan persentase di atas diperoleh dari nilai rasio kapasitas 0,6 dan 0,65. Urutan keefektifan berdasarkan nilai rasio kapasitas lain secara umum memiliki urutan yang sama namun terdapat sedikit selisih pada nilai persentasenya. Kata kunci :   Profil Baja, Rasio Kapasitas, Batang Tarik, Batang Tekan, Keefektifan

    Analisis Lebar Retak dan Pola Retak Pelat Beton Bertulang dengan Variasi Tebal Pelat

    No full text
    Penggunaan beton pracetak pada struktur jembatan sering digunakan sebagai pelat lantai jembatan. Untuk dapat menahan beban yang ada di atasnya, maka pelat yang termasuk beton bertulang ini perlu direncanakan dengan baik. Apabila pelat beton bertulang tidak direncanakan dengan baik, maka dapat muncul permasalahan seperti lendutan yang besar dan menyebabkan retak. Retak yang terjadi pada pelat apabila dibiarkan dapat semakin melebar dan mengganggu kenyamanan saat berkendara. Selain itu, retak yang lebar pada pelat juga dapat mempercepat terjadinya korosi pada baja tulangan dan mengurangi estetika pelat. Untuk mencegah hal tersebut maka dibutuhkan penelitian mengenai lebar retak dan pola retak pelat beton bertulangan dengan variasi tebal pelat. Pada penelitian ini digunakan variasi tebal pelat beton bertulang 12,5 cm, 15 cm, 17,5 cm, dan 20 cm. Hasil eksperimen menunjukkan lebar retak pada pelat dengan tebal 12,5 cm, 15 cm, 17,5 cm, dan 20 cm masing-masing adalah 0,38 mm, 0,30 mm, 0,26 mm, dan 0,22 mm. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tebal pelat maka lebar retak yang terjadi semakin kecil. Pola retak yang terjadi dari hasil eksperimen adalah saat pelat semakin tebal maka jumlah retak semakin sedikit dan jarak antar retaknya semakin panjang. Kata kunci: lebar retak, pola retak, tebal pelat beton, pelat beton bertulan

    Pengaruh Soaking Time pada Penggunaan Geopolimer sebagai Coating untuk Meningkatkan Kualitas Agregat Kasar Daur Ulang

    No full text
    Bahan konstruksi daur ulang, khususnya agregat, telah mendapat perhatian selama beberapa dekade terakhir untuk mengatasi kekurangan agregat dan mendorong beton berkelanjutan dan ramah lingkungan. Namun demikian, penggunaan recycled coarse aggregate (RCA) pada tingkat penggantian penuh dapat menyebabkan penurunan karakteristik segar, mekanis, dan daya tahan dibandingkan dengan beton yang diproduksi dengan bahan Natural Coarse Aggregates (NCA). Untuk dapat meminimalkan dampak negatif kelemahan RCA, penggunaan geopolimer bisa menjadi salah satu jalan keluar. Geopolimer akan digunakan sebagai bahan pelapis permukaan pada RCA, yang diharapkan mampu menekan kelemahan RCA itu sendiri. Geopolimer terbuat sintesa dari bahan organik dengan proses polimerisasi. Dalam penelitian ini dibahas pengaruh soaking time pada saat coating agregat kasar daur ulang. Lama waktu perendamaan atau soaking time yang ditentukan yaitu 5 menit dan 10 menit. Agregat kasar daur ulang untuk variasi soaking time 5 menit memiliki hasil yang paling optimal, dimana dibuktikan dengan meningkatnya berat isi dan penurunan nilai penyerapan yang dimiliki RCA sebelum dan setelah dilakukan coating, serta nilai hasil pengujian aggregate crushing value (ACV). Pada agregat kasar daur ulang untuk variasi soaking time 5 menit geopolimer menyerap secara optimal dan mengalami pengeringan yang sempurna, sedangkan untuk waktu 10 menit geopolimer mengalami penyerapan yang berlebih dan dapat pudar saat dilakukan pengujian, hal ini dapat dilihat dari hasil scanning electron microscope (SEM). Penulis menyarankan untuk menggunakan RCA dari sumber beton dengan bahan dan mutu yang sama agar dapat menghasilkan perbandingan yang lebih efektif dan akurat. Kata kunci: recycled coarse aggregate, geopolimer, soaking time, aggregate crushing value, scanning electron microscope

    Analisis Emisi Gas Rumah Kaca melalui Implementasi BIM 6D pada Gedung B Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya

    No full text
    Perkembangan konstruksi di Indonesia menyebabkan kekhawatiran terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh masifnya pembangunan. Hal ini dibuktikan oleh besarnya emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh sektor bangunan dan konstruksi sebanyak 37% dari emisi global. Penelitian ini menganalisis emisi gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan pada Gedung B Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya dengan implementasi Building Information Modeling (BIM) dan Life Cycle Assessment (LCA). Didapatkan emisi GRK penyebab global warming potential sebesar 3.378.393kg CO2eq dengan material yang berkontribusi paling besar terhadap potensi gas rumah kaca yaitu concrete sebesar 62% dari keseluruhan material. Diberikan alternatif berupa substitusi pada komponen material beton, yaitu semen. Diberikan bahan penambah campuran beton berupa fly ash sebesar 20% pada kolom, balok, serta pelat lantai. Didapatkan penurunan nilai emisi sebesar 6,9%.   Kata kunci : Building Information Modeling (BIM), Emisi Gas Rumah Kaca (GRK), Life Cycle Assessment (LCA

    0

    full texts

    1,439

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇