Bahtera Bahasa: Antologi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Not a member yet
77 research outputs found
Sort by
PENERAPAN METODE KWL (KNOW - WANT TO KNOW – LEARNED) DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA INTENSIF TAJUK RENCANA PADA SISWA KELAS XI SMA
Salah satu kompetensi dasar aspek membaca dalam kurikulum yang harus dicapai oleh siswa kelas XI SMA adalah membedakan fakta dan opini pada editorial/tajuk rencana dengan membaca intensif. Peneliti menerapkan metode KWL dalam pembelajaran membaca intensif tajuk rencana.Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kemampuan membaca intensif tajuk rencana siswa kelas XI di kelas eksperimen dan kelas kontrol, untuk mendeskripsikan signifikansi perbedaan antara kemampuan membaca intensif tajuk rencana antara kelas kontrol dan kelas eksperimen setelah menggunakan metode KWL (Know – Want to Know – Learned). Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimen semu. Kemampuan siswa dalam membaca intensif teks tajuk rencana tergolong rendah karena kedua kelas mendapatkan nilai rata-rata masing-masing 53,77 dan 54,05. Setelah menerapakan metode KWL (Know – Want to Know – Learned) di kelas eksperimen, nilai rata-rata mengalami peningkatan menjadi 69,94 dan di kelas kontrol yang menggunakan metode tanya jawab juga mengalami peningkatan menjadi 63,74. Hasil penelitian adalah adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan membaca intensif tajuk rencana antara kelas kontrol dan kelas eksperimen setelah menggunakan metode KWL (Know - Want To Know – Learned). Kata kunci: Metode KWL (Know - Want To Know – Learned), Membaca intensif, tajuk rencana
PENERAPAN MODEL SAVI (SOMATIS, AUDITORI, VISUAL, INTELEKTUAL) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN NARASI
Karangan narasi berisi suatu peristiwa atau kejadian. Siswa seringkali mengalami kesulitan dalam menuangkan gagasan yang ada dalam pikirannya ke dalam bentuk tulisan. Kesulitan yang dialami siswa diantaranya siswa kurang mengeksplor imajinasi yang ada dalam pikirannya. Oleh karena itu, peneliti mencoba menerapakan suatu model pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan narasi dengan menggunakan model SAVI. Metode yang digunakan adalah eksperimen (pretest-postest control group desain). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan yang positif dan signifikan antara nilai karangan siswa sebelum diberi perlakuan menggunakan model SAVI dengan setelah diberi perlakuan menggunakan model SAVI..Kata kunci: karangan narasi, model SAVI, eksperime
KEEFEKTIFAN MEDIA TELEPROMPTER DALAM PEMBELAJARAN MEMBACAKAN TEKS BERITA TERHADAP SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 5 BANDUNG
Membacakan teks berita dengan intonasi yang tepat serta artikulasi dan volume suara yang jelas merupakan salahsatu keterampilan berbahasa yang tercantum di kurikulum yang harus dicapai oleh siswa. Peneliti menggunakan media teleprompter dalam pembelajaran membacakan teks berita. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas media teleprompter. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu satu kelompok. Kemampuan siswa dalam membacakan teks berita pada tes awal memperoleh nilai rata-rata 69,51. Setelah menggunakan media teleprompter dalam pembelajaran membacakan teks berita di kelas eksperimen, nilai rata-rata mengalami peningkatan menjadi 77,61.Kata kunci: media teleprompter, membacakan teks berita
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ASSURANCE, RELEVANCE, INTEREST, ASSESSMENT, SATISFACTION (ARIAS) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan permasalahan kurang beragamnya penerapan model pembelajaran yang dapat menarik minat belajar dan membangun keterampilan siswa dalam pembelajaran menulis puisi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui signifikansi perbedaan antara kemampuan menulis puisi siswa sebelum dan sudah diterapkan model pembelajaran ARIAS. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuasi desain pretest-posttes one group. Teori yang mendasaripenelitian ini adalah teori model pembelajaran ARIAS oleh Sopah (2007) dan puisi oleh Waluyo (1987). Hasil penelitian adalah ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis puisi sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran menulis puisi dengan menerapkan model pembelajaran ARIAS.Kata kunci: model pembelajaran, ARIAS, puis
PENDEKATAN PRAGMATIK DALAM PEMBELAJARAN MENCERITAKAN PENGALAMAN YANG MENGESANKAN
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kenyataan yang menunjukkan masih rendahnya kemampuan siswa dalam berbicara terutama kemampuan bercerita pada siswa SMP. Penelitian difokuskan pada penerapan pendekatan pragmatik dalam pembelajaran berbicara. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu tanpa menggunakan kelas pembanding yang dilaksanakan dalam tiga tahap, mencakup tes awal, perlakuan, dan tes akhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendekatan pragmatik dalam pembelajaran berbicara. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa pembelajaran berbicara dengan pendekatan pragmatik membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Kata Kunci : Penelitian Eksperimen, Berbicara, Pendekatan Pragmati
PEMANFAATAN MEDIA BERITA PERISTIWA DALAM SURAT KABAR PADA PEMBELAJARAN MENULIS NASKAH DRAMA (Penelitian Eksperimen pada Siswa Kelas XI MAN 1 Bandung Tahun Pelajaran 2012/2013)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya siswa yang menganggap sulit pembelajaran menulis naskah drama. Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan ada atau tidaknya perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis naskah drama siswa kelas eksperimen dan kelas pembanding. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain pretest-posttest control group design. Pembahasan menulis naskah drama dalam penelitian ini diambil dari Waluyo, Hasanuddin, Sambodja dan Endraswara, pembahasan media diambil dari Sadiman, Fathurrohman dan Sutikno, pembahasan mengenai media berita peristiwa diambil dari Chaer, Anshori dan Kurniawan. Media berita peristiwa terbukti efektif digunakan dalam pembelajaran menulis naskah drama. Kata kunci : menulis naskah drama, media berita peristiwa, eksperimen, pretest-posttest control group desig
HUBUNGAN KECERDASAN INTRAPERSONAL DENGAN KEMAMPUAN BERBICARA SISWA
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh siswa yang memiliki kecerdasan intrapersonal yang sering disebut introvert atau disebut juga pribadi tertutup. Dengan keadaan siswa introvert tersebut, berimplikasi terhadap kecenderungan yang pasif terhadap salah satu kemampuan berbahasa, yaitu kemampuan berbicara. Berdasarkan latar belakag tersebut, peneliti menyusun rumusan masalah: 1) Bagaimanakah kecerdasan intrapersonal siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Rancaekek. 2) Bagaimanakah kemampun berbicara siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Rancaekek.3) Bagaimanakah hubungan kecerdasan intrapersonal dengan kemampuan berbicara siswa SMA Negeri 1 Rancaekek. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hal-hal yang tercantum dalam rumusan masalah teraebut.Adapun fokus dalam penelitian ini adalah kecerdasan intrapersonal dengan kemampuan berbicara siswa. Teknik pengolahan data dalam penelitian ini berupa pengolahan data kuantitatif yang meliputi uji normalitas, uji regresi sederhana, analisis korelasi dan uji hipotesis.Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan P-value = 0.03430,05, maka H1 diterima. Adapun hasil analisis korelasi dengan menentukan thitung diperoleh nilai thitung = 0,60 dan ttabel = 0,482.Hal ini menunjukan bahwa variabel X (kecerdasan intrapersonal) memiliki hubungan dengan variabel Y (kemampuan berbicara). Kata Kunci: kecerdsan intrapersonal, Kemampuan berbicara
PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN ARGUMENTASI MELALUI PEMANFAATAN TAYANGAN EDITORIAL MEDIA INDONESIA DI METRO TV
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan siswa dalam menulis karangan argumentasi. Ini disebabkan kurangnya pengalaman yang menarik ketika pembelajaran menulis di sekolah. Pemilihan media sangatlah diperlukan agar siswa lebih tertarik dan termotivasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan menulis karangan argumentasi siswa dengan menggunakan tayangan Editorial Media Indonesia di Metro TV. Teori yang melandasi yaitu teori mengenai media editorial, dan teori mengenai menulis karangan argumentasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu eksperimen semu dengan desain penelitian menggunakan pemasangan subjek melalui pretest – posttest dan kelas pembanding. Data penelitian berupa data pretest-posttest menulis karangan argumentasi di kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian adalah adalah adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis karangan argumentasi siswa di kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kata Kunci: pembelajaran menulis karangan argumentasi, media tayangan editoria
EFETIVITAS PENGGUNAAN METODE NATURE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI (Penelitian Eksperimen terhadap Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Dawuan Subang)
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya kenyataan yang menunjukkan masih rendahnya keterampilan siswa dalam menulis puisi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode nature learning. Model penelitian yang digunakan adalah eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok saja tanpa kelompok pembanding. Desain yang digunakan adalah desain prates dan pascates grup pada satu kelas eksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk melihat keefektifan metode nature learning dalam pembelajaran menulis puisi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan observasi. Tes menulis puisi dilakukan pada sampel penelitian yaitu siswa kelas VIII E SMP Negeri 2 Dawuan Subang. Hasilnya dengan menggunakan metode nature learning kemampuan menulis puisi siswa menjadi lebih baik. Dengan demikian dikatakan bahwa metode nature learning efektif digunakan dalam pembelajaran menulis puisi. Kata kunci: menulis, puisi, nature learning
PEMANFAATAN MEDIA VIDEO LOMBA DEBAT TINGKAT SMA SE-JAWA BARAT DALAM PEMBELAJARAN BERBICARA (Penelitian Eksperimen Kuasi pada Siswa Tingkat Semenjana di SMKN 12 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013 )
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang muncul dalam proses pembelajaran di kelas, yaitu perlunya media yang tepat, menyenangkan, dan mudah dipahami oleh siswa sehingga diperlukan sebuah media pembelajaran yang mampu menunjang dan sesuai dengan materi pembelajaran yang akan disampaikan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemanfaatan dan keefektifan penggunaan media video Lomba Debat Tingkat SMA se-Jawa Barat dalam pembelajaran berbicara, khususnya menyampaikan argumentasi dalam sebuah forum debat. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan penggunaan kelas eksperimen yang melalui tahap prates dan pascates. Data penelitian berupa penilaian kemampuan mengungkapkan argumentasi dalam sebuah forum debat siswa tingkat semenjana di SMK Negeri 12 Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil kemampuan berbicara siswa antara sebelum dan sesudah perlakuan sehingga media video Lomba Debat Tingkat SMA se-Jawa Barat bermanfaat dan efektif digunakan dalam pembelajaran berbicara di kelas X SMK Negeri 12 Bandung.Kata Kunci : media, debat, argumentasi, manfaat