IMPROVEMENT: Jurnal Ilmiah untuk peningkatan mutu manajemen pendidikan
Not a member yet
    178 research outputs found

    Implementasi Praktik Kerja Lapangan di Masa Pandemi Covid-19 Terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa Prodi Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

    Get PDF
    Abstract : In providing opportunities to apply theory and practice in the field, students of Jakarta State University (UNJ) are required to undergo a Field Work Practice (PKL) program tailored to the needs of their respective study programs. PKL activities for UNJ students, which were originally carried out face-to-face in the industry where they were carried out, are now carried out online, this is in accordance with the policies set by the government and universities in line with awareness of the covid-19 virus (UNJ, 2020). Therefore, this study aims to determine the implementation of field work practices (PKL) during the covid-19 pandemic on the work readiness of education management study program students class of 2017, Jakarta State University. This research uses descriptive qualitative methods. The sample in this study were Education Management Students of State University of Jakarta Class of 2017 as students who carried out PKL during the pandemic and PKL coordinator lecturers MP UNJ 2020. The data collection techniques that researchers use are interview techniques, observation and documentation. The results showed that the implementation of field work practices (PKL) during the covid-19 pandemic for UNJ Education management students was carried out by work from home (WFH) and also work from office (WFO), namely adjusting the policies of related agencies. In its implementation, several obstacles were found in the implementation of this blended PKL.Abstrak : Dalam memberikan kesempatan mengaplikasikan teori dan praktik di lapangan, mahasiswa universitas negeri jakarta (UNJ) diwajibkan menjalani program Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang disesuaikan dengan kebutuhan program studi masing-masing. Kegiatan PKL mahasiswa UNJ yang semula dilaksanakan secara tatap muka langsung di Industri tempat pelaksanaan, kini dilaksanakan secara online hal ini sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah dan universitas sejalan dengan kewaspadaan terhadap virus covid-19 (UNJ, 2020). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi praktik kerja lapangan (PKL) di masa pandemi covid-19 terhadap kesiapan kerja mahasiswa prodi manajemen pendidikan angkatan 2017 universitas negeri jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta Angkatan 2017 sebagai mahasiswa yang melaksanakan PKL di masa pandemi dan dosen koordinator PKL MP UNJ 2020. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan implementasi praktik kerja lapangan (PKL) di masa pandemi covid-19 mahasiswa manajemen Pendidikan UNJ dilaksanakan secara work from home (WFH) dan juga work from office (WFO) yakni menyesuaikan kebijakan instansi terkait. Dalam pelaksanaannya ditemukan beberapa hambatan dalam pelaksanaan PKL secara blended ini

    Peranan Guru Dalam Menumbuhkan Kebiasaan Membaca Siswa Kelas 1

    Get PDF
    The Role of Teachers in Developing Reading Habits for Class 1 Students at SDN Karawaci Baru 4 Tangerang City". Thesis. Department of Elementary School Teacher Education, Faculty of Teacher Training and Education, Muhammadiyah University Tangerang 2018. The role of schools and parents is very important in supporting children's activities to improve reading habits. Improving reading habits, the most strategic way to form students' reading habits in the school environment and in the community. This study aims to determine the teacher's role in growing the reading habits of grade 1 students at SDN Karawaci Baru 4 Tangerang City. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques used include observation, interviews and documentation. Based on the five teacher roles, it can be concluded that two roles have been carried out well, namely the teacher's role as a motivator and the teacher's role as a facilitator. Meanwhile, the three roles cannot be carried out optimally, namely the role of the teacher as an innovator, the role of the teacher as an inspiration and the role of the teacher as a mediator. The teacher's role as a motivator and facilitator is considered good because it is proven that the teacher provides verbal encouragement in the form of words of encouragement for students, reminds the importance of reading, provides additional value for students, there is a reading corner provided for students, freedom in borrowing books. in the library, habituation of reading activities 15 minutes before the learning process, as well as providing good reading techniques. This is inversely proportional to the teacher's role as an innovator, inspiration and mediator which is still lacking in helping students grow students' reading habitsPeranan Guru Dalam Menumbuhkan Kebiasaan Membaca Siswa Kelas 1 Di SDN Karawaci Baru 4 Kota Tangerang “. Skripsi. Jurusan Pendidikan guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Tangerang 2018. Peran sekolah dan orang tua sangat penting dalam mendukung kegiatan anak untuk meningkatkan kebiasaan membaca. Meningkatkan kebiasaan membaca, cara paling strategis untuk membentuk kebiasaan membaca peserta didik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam menumbuhkan kebiasaan membaca siswa kelas 1 di SDN Karawaci Baru 4 Kota Tangerang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi , wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan kelima peran guru dapat disimpulkan bahwa dua peran sudah di jalankan dengan baik yaitu peran guru sebagai motivator dan peran guru sebagai fasilitator. Sementara tiga peran belum dapat dijalankan secara optimal yaitu peran guru sebagai inovator, peran guru sebagai inspirator dan peran guru sebagai mediator. Peran guru sebagai motivator dan fasilitator di nilai sudah baik karena terbukti guru memberikan dorongan verbal berupa kata – kata penyemangat bagi peserta didik, mengingatkan pentingnya membaca, memberikan tambahan nilai bagi peserta didik, adanya sudut baca yang di sediakan bagi peserta didik, kebebasan dalam meminjam buku di perpustakaan, pembiasaan kegiatan membaca 15 menit sebelum proses KBM, serta memberikan teknik membaca yang baik. Hal tersebut berbanding terbalik dengan peran guru sebagai inovator, inspirator dan mediator yang masih kurang dalam membantu siswa menumbuhkan kebiasaan membaca peserta didik

    Meningkatkan Kualitas Pendidikan Karakter di Jenjang Sekolah Dasar: Tinjauan Pustaka Yang Sistematis

    Get PDF
    Character education is an effort to strengthen and improve the nation's moral or ethical values, especially students who will become the nation's next generation and the end for the success of the nation's success with noble character, especially in the golden age of elementary school children's education. The state is responsible for that with the noble values ​​possessed by our ancestors before, where these values ​​are a way to unite the diversity of the Indonesian nation, from ethnicity, race and religion. Efforts to improve character education in schools is one way to anticipate and minimize the nation's moral decline which is a problem in the world of education, especially in Indonesia. This study aims to identify the management of character education in schools. This research is library research. The Literature Review was used to obtain articles from online databases that were relevant to the management of character education in schools from 2015 to 2020. The results of the 22 articles reviewed were an increase in character education that required collaboration between teachers, all school members, parents, the community, so that what has been determined can be realized, namely students who have and instill moral values ​​in life.Pendidikan karakter merupakan upaya penguatan dan peningkatan nilai moral atau etika bangsa, khususnya peserta didik yang akan menjadi generasi penerus bangsa dan ujung tombak keberhasilan suatu bangsa yang berkarakter mulia, terutama pada golden age yaitu pada Pendidikan anak sekolah dasar. Negara bertanggung jawab untuk itu dengan melestarikan nilai-nilai luhur yang telah dimiliki oleh nenek moyang kita sebelumnya, dimana nilai-nilai tersebut merupakan cara untuk mempersatukan keragaman bangsa Indonesia, dari suku, ras dan agama. Upaya peningkatan pendidikan karakter di sekolah merupakan salah satu cara untuk mengantisipasi dan meminimalisir kemerosotan moral bangsa yang menjadi permasalahan dalam dunia pendidikan khususnya di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi manajemen pendidikan karakter di sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian tinjauan pustaka. Tinjauan Pustaka Literatur digunakan untuk mendapatkan artikel dari database online yang relevan dengan manajemen pendidikan karakter di sekolah dari tahun 2015 hingga 2020. Hasil dari 22 pasal yang diulas adalah peningkatan pendidikan karakter membutuhkan kerjasama antara guru, seluruh warga sekolah, orang tua, masyarakat, sehingga apa yang telah ditentukan dapat terwujud yaitu siswa yang memiliki dan menanamkan nilai-nilai moral dalam kehidupan

    Menyoktek = Drop Out? Sebuah Strategi Untuk Menegakkan Integritas Akademik Mahasiswa

    Get PDF
    Abstract : In the era of the development of science and the addition of new departments and universities both in Indonesia and the world, research on integrity is increasing. One of the studies mentioned that many integrity violations were committed by students during exams. Enforcement of integrity can be started with strict regulations for violators. This research aims to explore the dropout sanction for students who cheat as one of the strategies to enforce students' academic integrity. The research uses a case study method with interviews, observations, and documentation studies as data collection techniques. Robert K. Yin's six steps of case study research were used in this study, namely plan, design, prepare, collect, analyze, and share. Data analysis uses data validity by comparing all data obtained with three collection techniques, classifying data based on research questions, combining the data obtained in the form of tables, and finally making conclusions based on the data that has been obtained. The results showed that the impact of dropout sanctions for students who cheat is the emergence of awareness related to integrity values such as honesty, responsibility, the emergence of student confidence in working on exam questions, and being able to reduce the number of students who cheat on exams.Abstrak : Di era semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan bertambahnya jurusan serta universitas baru baik di Indonesia maupun dunia, penelitian tentang integritas semakin meningkat. Salah satu penelitian menyebutkan bahwa banyak pelanggaran integritas yang dilakukan oleh mahasiswa saat ujian. Penegakkan integritas dapat dimulai dengan adanya peraturan yang tegas bagi para pelanggar. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi terkait dengan sanksi drop out bagi mahasiswa yang menyontek sebagai salah satu strategi penegakkan integritas akademik mahasiswa. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Enam langkah penelitian studi kasus Robert K. Yin digunakan dalam penelitian ini, yaitu plan, design, prepare, collect, analyze, dan share. Analisa data menggunakan validitas data dengan membandingkan seluruh data yang diperoleh dengan tiga teknik pengumpulan yang dilakukan, mengklasifikasikan data berdasarkan pertanyaan penelitian, penggabungkan data yang diperoleh dalam bentuk tabel, dan terakhir membuat simpulan berdasarkan data yang telah diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak dari sanksi drop out bagi mahasiswa yang menyontek adalah munculnya kesadaran terkait dengan nilai integritas seperti jujur, tanggung jawab, timbulnya rasa percaya diri mahasiswa dalam mengerjakan soal ujian, dan mampu untuk menurunkan jumlah mahasiswa yang menyontek saat ujian

    Efektifitas Media Pembelajaran Permainan Tradisional Oray-Orayan Dalam Mengembangkan Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Pada Siswa Sekolah Dasar : EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN PERMAINAN TRADISIONAL ORAY-ORAYAN DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Abstrak : Teknik pembelajaran yang aktif merupakan cara kreatif untuk meningkatkan perhatian, motivasi, keterlibatan siswa dan dianggap membantu proses belajar dikelas sehingga perlu diterapkan dalam proses pembelajaran khususnya untuk menunjang kemampuan mengenal konsep bilangan pada siswa sekolah dasar. Proses pembelajaran yang aktif tidak terlepas dari media pembelajaran yang digunakan dalam proses belajar diantaranya adalah permainan tradisional oray-orayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media pembelajaran permainan tradisional oray-orayan dalam mengembangkan kemampuan mengenal konsep bilangan pada siswa sekolah dasar. Jumlah subjek dalam penelitian sebanyak 40 siswa dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan rata-rata kemampuan mengenal konsep bilangan siswa SD sebelum dan sesudah diberikan media pembelajaran berupa permainan tradisional oray-orayan. Berdasarkan analisi uji t yang telah dilaksanakan dari tabel diatas diketahui nilai Sig. Levenes’s Test for Equality of Variances adalah sebesar 0.358 > 0.05 maka dapat diartikan bahwa varians data antara kelas eksperimen 1 dan  2 adalah homogen atau sama. Pada tabel tersebut diketahui nilai sig. (2-tailed) sebesar 0.000 < 0.05 yang artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran permainan tradisional oray-orayan efektif untuk meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan siswa sekolah dasar.Abstract: Active learning techniques are creative ways to increase student attention, motivation, involvement and are considered to help the learning process in class so it needs to be applied in learning processes in particular to support the ability to recognize the concept of numbers in elementary school students. This research aims to find out the effectiveness of traditional oray-orayan games learning media in developing the ability to recognize the concept of numbers in elementary school students. The total number of subjects in the study is 40 students using purposive sampling techniques. The results of the study showed that there was an average difference in the ability to recognize the concepts of the number of students before and after the traditional oray-orayan learning media. Levenes's Test for Equality of Variances is 0.358 > 0.05 then it can be understood that the data variance between experimental classes 1 and 2 is homogeneous or equal. On the table is known sig. (2-tailed) value of 0,000 < 0.05 which means Ho rejected and Ha accepted. It shows that the traditional learning media oray-orayan games are effective in improving the ability to recognize the concept of number of elementary school students

    Pengembangan Media Pembelajaran Pull Out Photo Box Sebagai Upaya Peningkatan Pemerolehan dan Pembelajaran Bahasa Bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Pada Sekolah Inklusi Tingkat Dasar

    Get PDF
    Abstrack: The process of language acquisition and learning for people with disabilities in inclusive schools needs to be done as an effort to ensure the education of students who study in inclusive classes. At this time Indonesia also has a law on disability equality in various public facilities and places, namely Law Number 8 of 2016. One of the inclusive schools in Indonesia is SDN 3 Kepanjenlor Blitar City. The purpose of developing pull out photo box learning media is one of the efforts to improve language acquisition and learning for children with special needs (ABK) at elementary level inclusive schools. The development of pull out photo box learning media is carried out in 4 stages, namely (1) the define stage; (2) the design stage; (3) the development stage; (4) and the testing stage. This research was conducted by taking samples from educators and students at SDN 3 Kepanjenlor, Blitar City, East Java Province by asking questions to one of the language teaching teachers through the zoom meeting media and students through google form to find out understanding and satisfaction in using pull out photo box learning media in language learning. The results obtained in the study obtained a satisfactory conclusion in using pull out photo box learning media in primary level inclusive classes, namely students are able to understand language learning materials and are interested and active in participating in learning by using this learning media.Abstrack : Proses pemerolehan dan pembelajaran bahasa bagi penyandang tunarunggu di sekolah inklusi perlu dilakukan sebagai upaya menjamin pendidikan peserta didik yang belajar pada kelas inklusi. Pada saat ini Indonesia juga telah mempunyai UU tentang kesetaraan disabilitas di berbagai fasilitas publik dan tempat, yaitu pada Undang-Undang Nomor 8 tahun 2016. Salah satu sekolah inklusi di Indonesia adalah SDN 3 Kepanjenlor Kota Blitar. Tujuan dari pengembangan media pembelajaran pull out photo box adalah salah satu upaya peningkatan pemerolehan dan pembelajaran bahasa bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) pada sekolah inklusi tingkat dasar. Pengembangan media pembelajaran pull out photo box dilakukan dalam 4 tahapan yaitu (1) tahap define (pendefinisian); (2) tahap design (perancangan); (3) tahap development (pengembangan); (4) dan tahap testing (percobaan). Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel dari pendidik dan peserta didik di SDN 3 Kepanjenlor Kota Blitar Provinsi Jawa Timur dengan mengajukan pertanyaan kepada salah satu guru pendidik bahasa melalui media zoom meeting dan siswa melalui google form untuk mengetahui pemahaman serta kepuasan dalam menggunakan media pembelajaran pull out photo box dalam pembelajaran bahasa. Hasil yang diperoleh pada penelitian tersebut didapatkan sebuah kesimpulan yang memuaskan dalam menggunakan media pembelajaran pull out photo box di kelas inklusi tingkat dasar yaitu siswa mampu memahami materi pembelajaran bahasa serta tertarik dan aktif untuk mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran tersebut

    Pengaruh Kecerdasan Interpersonal Kepala Sekolah Terhadap Produktivitas Sekolah Dasar

    Get PDF
    This study aims to analyze and describe the influence of interpersonal intelligence leadership competence of school principals on the productivity of elementary schools  in Serang City. This research was conducted in Elementary Schools, Serang City, Banten Province which are spread over six sub-districts, namely Cipocok Jaya, Curug, Kasemen, Taktakan, Walantaka, and Serang. This research is a research with a quantitative approach using ex post facto survey research methods. This research method was chosen by considering the problems and the purpose of this study, namely to analyze the effect of the managerial competence of school principals on the productivity of elementary schools  in Serang City. In addition, this research data was collected not necessarily through treatment that was deliberately carried out by researchers but the data collected was already available in the field and owned by the respondents so that only required instruments in the form of a questionnaire to collect these data. After conducting research, it was found that there was no positive direct effect of interpersonal intelligence on school productivity in the scope of Elementary Schools in Serang City, Banten Province. This explains that increasingly adequate interpersonal intelligence has not been able to have a positive impact on increasing school productivity in the scope of Elementary Schools in Serang City, Banten ProvincePenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan pengaruh kompetensi kepemimpinan kecerdasan interpersonal kepala sekolah terhadap produktivitas Sekolah Dasar (SD) di Kota Serang. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar, Kota Serang, Provinsi Banten yang tersebar di enam kecamatan, yaitu Kecamatan Cipocok Jaya, Kecamatan Curug, Kecamatan Kasemen, Kecamatan Taktakan, Kecamatan Walantaka, dan Kecamatan Serang. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif yang menggunakan metode penelitian survei jenis expost facto. Metode penelitian ini dipilih dengan mempertimbangkan permasalahan dan tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh kompetensi manajerial kepala sekolah terhadap produktivitas Sekolah Dasar (SD) di Kota Serang. Selain itu, data penelitian ini dikumpulkan tidak harus melalui treatment yang sengaja dilakukan oleh peneliti melainkan data yang dikumpulkan telah tersedia di lapangan dan dimiliki oleh responden sehingga hanya membutuhkan instrumen dalam bentuk angket untuk mengumpulkan data-data tersebut. Setelah dilakukan penelitian didapatkan bahwa Tidak terdapat pengaruh langsung positif kecerdasan interpersonal terhadap produktivitas sekolah pada lingkup Sekolah Dasar (SD) di Kota Serang, Provinsi Banten. Hal ini menjelaskan bahwa kecerdasan interpersonal yang semakin memadai belum mampu memberikan dampak yang positif terhadap meningkatnya produktivitas sekolah pada lingkup Sekolah Dasar (SD) di Kota Serang, Provinsi Banten

    Model GI-GI: Sistem Pembelajaran Active Learning Berbasis Student Centred Menggunakan Pendekatan Scientific Approach dalam Rangka Mewujudkan Tujuan ke Empat SDGs

    Get PDF
    One of the goals of the Sustainable Development Goals is quality education and to achieve quality education, of course, it starts with a good and quality learning system. One of the problems that have always arisen in the learning process is about learning models or specifically about teaching methods, one of which is that the learning process is dominated by conventional learning models or learning methods as the mainstay method. This learning method is considered less effective in improving students' ability to think critically and creatively. In this article, we will discuss one of the learning models that are considered to have an important role in improving the quality of education in Indonesia, namely the GI-GI learning model, a combination of the Group Investigation and Guided Inquiry learning models. This model is considered to be more effectively applied to students because it is able to create students who can think critically and creatively so that they can create good quality education and help realize the four goals of the SDGs, namely Quality Education.Salah satu tujuan dari Sustainable Development Goals yaitu pendidikan yang berkualitas dan untuk mencapai pendidikan yang berkualitas itu tentu saja dimulai dari sistem pembelajaran yang baik dan berkualitas pula. Salah satu problem yang sejak dulu muncul dalam proses pembelajaran adalah berkenaan dengan model pembelajaran atau secara lebih spesifik berkenaan dengan metode mengajar, dimana salah satunya adalah bahwa proses pembelajaran didominasi oleh model pembelajaran konvensional atau tradisional dengan metode ceramah sebagai metode andalannya. Metode pembelajaran seperti ini dinilai kurang efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam berpikir kritis dan kreatif. Pada artikel ini akan membahas salah satu model pembelajaran yang dinilai dapat berperan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia yaitu model pembelajaran GI-GI perpaduan antara model pembelajaran Group Investigation dan Guided Inquiry. Model seperti ini dinilai lebih efektif diterapkan pada peserta didik karena mampu menciptakan peserta didik yang dapat berpikir kritis dan kreatif sehingga dapat menciptakan kualitas pendidikan yang baik dan membantu terwujudnya tujuan ke empat dari SDGs yaitu Pendidikan yang Berkualitas

    Refleksi Kepercayaan Kepala Sekolah: Studi Narative Inquiry Dalam Konteks Kepemimpinan

    Get PDF
    This research was conducted with three objectives, namely to find out (1) the principal's reflection on trust in the context of leadership; (2) The vice principal's reflection on trust in the context of being led; (3) The leadership relationship between the principal and the vice principal. The research method is a Narrative Inquiry Study and a qualitative approach. Participants consisted of the researchers themselves, teachers, vice principals and school principals. This research was conducted at SMKN 26 Pulo Gadung, East Jakarta. Data collection techniques with various types of field texts from photos, field notes, and transcripts of conversations to interview transcripts. Data analysis technique with resto-rying stage (telling back) and coding for themes (codification). Research results In terms of intrapersonal competence, principals are very confident to be able to analyze problems and opportunities. The type of leadership management in the school is participatory management and there is mutual trust from all structural members who are in charge and fulfill their respective responsibilities. If the leader's trust cannot be given, the organization's journey will be confused in determining the direction.Penelitian ini dilakukan dengan tiga tujuan, yaitu untuk mengetahui (1) refleksi kepala sekolah tentang kepercayaan dalam konteks kepemimpinan; (2) Refleksi wakil kepala sekolah tentang kepercayaan dalam konteks dipimpin; (3) Hubungan kepemimpinan antara kepala sekolah dan wakil kepala sekolah. Metode penelitian adalah Studi Inkuiri Naratif dan pendekatan kualitatif. Peserta terdiri dari peneliti sendiri, guru, wakil kepala sekolah dan kepala sekolah. Penelitian ini dilaksanakan di SMKN 26 Pulo Gadung, Jakarta Timur. Teknik pengumpulan data dengan berbagai jenis teks lapangan mulai dari foto, catatan lapangan, dan transkrip percakapan hingga transkrip wawancara. Teknik analisis data dengan tahap resto-rying (telling back) dan coding untuk tema (kodifikasi). Hasil penelitian Dalam hal kompetensi intrapersonal, kepala sekolah sangat percaya diri untuk dapat menganalisis masalah dan peluang. Jenis manajemen kepemimpinan di sekolah adalah manajemen partisipatif dan ada rasa saling percaya dari semua anggota struktural yang bertanggung jawab dan memenuhi tanggung jawabnya masing-masing. Jika kepercayaan pemimpin tidak bisa diberikan, perjalanan organisasi akan bingung dalam menentukan arah

    Manajemen Pemasaran Pendidikan Melalui Strategi Branding di SMP Islam Al Falaah Tangerang Selatan

    Get PDF
    Abstract: The number of educational institutions is increasing, causing competition between each other, and it becomes a challenge to be able to attract prospective students to choose their educational institution. Therefore, educational institutions are required to meet the needs so that they have advantages and the community can choose their educational services. On this basis, educational marketing management through a branding strategy is important. The purpose of this study is to identify and explain the marketing management of education through branding strategies at Al Falaah Islamic Junior High School, South Tangerang. This research uses a qualitative research model with descriptive methods, sources data in the results of informants, documents, and observations. In collecting data using observation, interview, and documentation techniques. The data analysis techniques used are data reduction, data exposure or presentation, and then drawing conclusions. In this study, the data obtained were verified by using two triangulations, namely triangulation of concepts and sources. The results showed that the marketing management of education through the branding strategy carried out by Al Falaah Islamic Junior High School included planning, implementation, and controlling. The planning uses a brand identity strategy and then determines the people (human resources involved in educational marketing), process (education marketing planning process), and strategy, namely determining what educational marketing strategy will be used. The implementation of Al Falaah Islamic Junior High School uses a brand communication strategy that includes brand visualization and brand activation to form the school's brand image. Then the controlling of education marketing is carried out through checking and evaluation meetings through weekly and monthly meetings.Abstrak: Jumlah lembaga pendidikan semakin banyak sehingga menyebabkan persaingan antara satu sama lainnya, dan menjadi suatu tantangan untuk dapat menarik minat calon peserta didik agar memilih lembaga pendidikannya. Oleh karena itu, lembaga pendidikan di tuntut untuk memenuhi kebutuhan sehingga memiliki keunggulan dan masyarakat dapat memilih jasa pendidikannya. Atas dasar tersebut, manajemen pemasaran pendidikan melalui strategi branding menjadi penting. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan manajemen pemasaran pendidikan melalui strategi branding di SMP Islam Al Falaah Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan model penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, sumber data yang digunakan berupa hasil dari informan, dokumen, dan hasil observasi. Dalam pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analaisis data yang digunakan yaitu melakukan reduksi data, paparan atau penyajian data, dan terakhir penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini data-data yang telah diperoleh diverifikasi dengan menggunakan dua triangulasi yaitu triangulasi konsep dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pemasaran pendidikan melalui strataegi branding yang dilakukan oleh SMP Islam Al Falaah meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian. Pada perencanaan menggunakan strategi brand identity dan selanjutnya menentukan people (sumber daya manusia yang terlibat pemasaran pendidikan), process (proses perencanaan pemasaran pendidikan), dan strategy yaitu penentuan strategi pemasaran pendidikan apa yang akan digunakan. Pada pelaksanaan SMP Islam Al Falaah menggunakan strategi brand communication yang mencakup brand visualization dan brand activation untuk membentuk brand image sekolah. kemudian pengendalian pemasaran pendidikan dilakukan melalui pengecekan dan rapat untuk evaluasi melalui weekly meeting dan monthly meeting

    136

    full texts

    178

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IMPROVEMENT: Jurnal Ilmiah untuk peningkatan mutu manajemen pendidikan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇