IMPROVEMENT: Jurnal Ilmiah untuk peningkatan mutu manajemen pendidikan
Not a member yet
    178 research outputs found

    Peranan Transformasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Nasional

    Get PDF
    Islamic Religious Universities are higher education establishments that offer education, instruction, and/or development of science, technology, and/or art openly and comprehensibly to the public. Islamic Religious Universities also conduct research and engage in community service, using the findings of their work to advance science, technology, and/or the arts, as well as the welfare of the community. They also organize university management effectively and efficiently, academic administration and general administration in a skilled and transparent manner, and they promote the growth of science, technology, and the arts. Additionally, how are Islamic religious universities' position and function in promoting the growth of. This research is a type of descriptive qualitative research, namely research whose results are written in the form of a series of words, not in the form of numbers. This writing uses the library research method. The role of higher education in a global context is increasingly important in transforming various fields of science, technology and other social institutions to catch up with our country from other developed countries. Higher education is seen as the key to developing science and the quality of people's abilities to seize opportunities for participation in world transformation and sustainable development. Higher education plays a role in developing human potential and abilities needed by their environmentPerguruan Tinggi Keagamaan Islam adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan, pengajaran, dan/atau pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni secara terbuka dan menyeluruh kepada masyarakat. Perguruan Tinggi Keagamaan Islam juga menyelenggarakan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, memanfaatkan hasil penelitian untuk memajukan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni serta mensejahterakan masyarakat, mengelola perguruan tinggi secara efektif dan efisien, mengelola administrasi akademik dan administrasi umum secara profesional dan transparan, serta memajukan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Selanjutnya bagaimana peranan dan kedudukan Perguruan Tinggi Keagamaan  Islam dalam mendukung pengembangan  dunia pendidikan Islam di Indonesia dan sejauhmana peranannya yang terjadi di masyarakat. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kualitatif deskriptif, yang menghasilkan temuan-temuan yang dinyatakan dalam bentuk kata-kata dan bukan dalam bentuk angka. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan. Agar bangsa kita dapat mengejar ketertinggalan dari negara-negara industri lainnya, pendidikan tinggi memainkan peran yang semakin signifikan dalam mengubah banyak disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, dan lembaga-lembaga sosial lainnya. Kemajuan ilmu pengetahuan dan kualitas kapasitas masyarakat untuk meraih kesempatan terlibat dalam perubahan global dan pembangunan berkelanjutan dianggap sangat bergantung pada pendidikan tinggi

    Integrasi Model Dilemma-STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) Untuk Mengembangkan Kemampuan Kolaboratif dan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar

    Get PDF
    This research aims to analyze elementary students' ability in critical thinking and collaborative skills by applying dilemma STEAM as an innovation of learning model which is an integration of dilemma stories and STEAM PjBL (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics Project Based Learning) on sience subject in six grade elementary school in Bekasi. The method used in this research is qualitative method with observation and interviews as data collection method. Obtained data are analyzed by data reduction, data presentation, and conclusion. This research involves three teachers and 80 six grade students. Collaborative skill aspects are teamwork and being responsible in finishing the given project. Whereas, critical thinking aspects include interpretation, analysis, evaluation, and inference in constructing knowledge to finish the given project. At the end, this model is expected to be applicable to create a meaningful learning and able to develop students' competencies.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan kolaboratif dan berpikir kritis siswa sekolah dasar dengan menerapkan inovasi model pembelajaran dilemma-STEAM yang merupakan integrasi dari dilemma stories dan STEAM PjBL (Science, Technology, Engineering, Art and Mathematics Project Based Learning) pada pembelajaran IPA kelas VI di salah satu sekolah dasar di Bekasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini melibatkan tiga guru dan 80 siswa kelas VI. Aspek kemampuan kolaboratif meliputi kerja sama dan tanggung jawab dalam mengerjakan proyek yang diberikan. Sedangkan aspek kemampuan berpikir kritis meliputi interpretation, analysis, evaluation, dan inference dalam mengkonstruksi pengetahuannya untuk menyelesaikan proyek yang diberikan. Pada akhirnya model ini diharapkan dapat diterapkan untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna dan mengembangkan kompetensi siswa

    Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menanamkan Pendidikan Multikultural Berbasis Nilai-Nilai Kearifan Lokal

    Get PDF
    This study aims to determine the role of Islamic Religious Education teachers in instilling multicultural education based on local wisdom values ​​in Indonesia State Junior High School 15 Surakarta. Method The research used is a descriptive qualitative method with data sources obtained from the principal, teachers, and students. The data analysis used is data collection, data reduction, data presentation, and concluding. Data collection techniques are observation, interviews, and documentation as for the analysis technique through the reduction stage, data presentation stage, and stage conclusion. The results of the study indicate that the role of Islamic Religious Education teachers in instilling multicultural education based on local wisdom values ​​in Indonesia State Junior High School 15 Surakarta  is teachers as educators,  motivators, facilitators, with multicultural education based on local wisdom in the form of values ​​of equality, tolerance, democracy, pluralism and human values ​​(morals). Planting multicultural education based on local wisdom values is also influenced by supporting factors, namely first, support from all parties, and secondly, the school facilities are adequate. While the inhibiting factor namely the lack of good cooperation between the school and parents and guardians in shaping the character and personality of noble character in children or students.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan pendidikan multikultural berbasis nilai kearifan lokal di SMP Negeri 15 Surakarta. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan sumber data diperoleh dari kepala sekolah, guru, dan siswa. Analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi adapun teknik analisisnya melalui tahap reduksi, tahap penyajian data, dan tahap penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan pendidikan multikultural berbasis nilai-nilai kearifan lokal di SMP Negeri 15 Surakarta adalah guru sebagai pendidik, motivator, fasilitator, dengan pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal pada masyarakat. berupa nilai kesetaraan, toleransi, demokrasi, pluralisme dan nilai kemanusiaan (akhlak). Penanaman pendidikan multikultural berbasis nilai-nilai kearifan lokal juga dipengaruhi oleh faktor pendukung, yaitu pertama, dukungan semua pihak, dan kedua, fasilitas sekolah yang memadai. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu kurangnya kerjasama yang baik antara pihak sekolah dengan orang tua dan wali dalam membentuk karakter dan kepribadian akhlak mulia pada anak atau siswa

    Pengaruh Model Pembelajaran Talking Stick Dalam Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa

    Get PDF
    Abstract : The purpose of this study is to identify the impact of the Talking Stick Training form in training the speaking skills of teaching children. This investigation was tried at MIN 04 Labuhanbatu Utara Regency, the subjects of this observation are 4th grade elementary school students, plus 2 classes, special class A and class B, each class contains 18 students, class A runs as Analytical without stopping class B being the Control class. This review is shown with a quantitative research form of trial type. Accumulating data in this statement using Perception and Test sheets. The side effects of this study must be seen from the example t- Test table which reports that the need figure is 0, 000 on the basis of 0, 05. Ho is rejected as well as Ha is recognized, as well as that actually means there is a great effect of the Talking Stick learning form in training students' speaking skills. Therefore, it is recommended for teachers and prospective teachers to use learning forms that are suitable for the learning objectives, one of which is the Talking Stick learning model which can affect students' speaking skills.  Abstrak : Tujuan dari penelitian ini ialah akan mengidentifikasi dampak wujud Pelatihan Talking Stick dalam melatih kemampuan berbicara anak ajar. Investigasi ini dicoba di MIN 04 Kabupaten Labuhanbatu Utara, subyek amatan ini merupakan anak didik kelas 4 SD, ditambah 2 kelas, spesial kelas A serta kelas B, tiap- tiap kelas berisi 18 anak didik, kelas A berjalan selaku Analitis tanpa henti kelas B jadi kelas Kontrol. Peninjauan ini ditunjukan dengan bentuk penelitian kuantitatif jenis trial. Mengakulasi data dalam keterangan ini memakai lembar Persepsi serta Uji. Efek samping dari kajian ini wajib terlihat dari tabel example t- Test yang melaporkan kalau angka kebutuhan 0, 000 di dasar 0, 05. Ho ditolak serta Ha diakui, serta itu sesungguhnya berarti terdapat akibat besar bentuk pembelajaran Talking Stick dalam melatih keahlian berbicara anak didik. Oleh sebab itu, dianjurkan untuk guru serta calon guru buat memakai bentuk pembelajarannyang cocok dengan sasaranppembelajaran, salahssatunya merupakan model pembelajaran Talking Stick yang bisa pengaruhi keahlian berbicara anak didik

    Model Transparansi Tata Kelola Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Wilayah Jakarta Timur

    Get PDF
    Abstract : The study aims to describe the practice/implementation of the transparency of the head of school in the school administration to analyse the needs of the information system of school administration as a basis for the elaboration of a transparency model of the SDN administration. Using the survey methodology with data collection techniques in the form of a lift filled by 248 school committee managers from 40 primary schools, enriched with focused discussions with 40 heads of schools and 40 teachers. The results of the questionnaire are presented and analyzed qualitatively. The results of the research show that the transparency of the government of the state primary school in East Jakarta City is in the category sufficient, but it is potentially to be developed through the information system of the school administration so that the hypothetical model of the transparent government system in SDN can be drawn. It is advised that DKI Jakarta should facilitate the acquisition of the system with its supporting devices, both IT advisor and operator resources. Schools should respond positively if transparency in school governance is implemented.Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik/penerapan transparansi kepala sekolah dalam tata kelola sekolah untuk menganalisis kebutuhan sistem informasi tata kelola sekolah sebagai dasar penyusunan model transparansi tata kelola SDN. Menggunakan metode survei dengan teknik pengumpulan data berupa angket yang diisi oleh 248 pengurus komite sekolah dari 40 sekolah dasar, diperkaya dengan diskusi terfokus dengan 40 kepala sekolah dan 40 guru. Hasil kuesioner disajikan dan dianalisis secara kualitatif. Hasil diskusi terfokus dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transparansi tata kelola sekolah dasar negeri di Kota Jakarta Timur berada pada kategori cukup, namun berpotensi untuk dikembangkan melalui sistem informasi tata kelola sekolah sehingga model hipotetik sistem pemerintahan transparan di SDN dapat ditarik. Untuk itu disarankan kepada Dinas DKI Jakarta perlu memfasilitasi pengadaan sistem dengan perangkat pendukungnya, baik IT advisor maupun sumber daya operator. Sekolah harus merespon positif jika transparansi dalam tata kelola sekolah diterapkan

    Evaluasi Program Pendidikan dan Pelatihan Pengembangan Spesialis Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data dan informasi yang aktual diperoleh dengan menerapkan 3 level pertama dari model evaluasi Kirkpatrick, yaitu: Level 1 (Reaksi), mengukur reaksi dan kepuasan pendidikan dan latihan, Level 2 (Belajar), mengukur signifikansi dari hasil belajar, Level 3 (Perilaku) yang mengukur perubahan perilaku peserta. Penelitian menggunakan 3 level pertama dari model evaluasi Kirkpatrick. Penelitian dilaksanakan di  Pusat Pendidikan Lalu Lintas Polri Pusat DKI Jakarta. Jumlah responden pada evaluasi ini berjumlah 86 Responden terdiri dari 25 orang peserta didik, 9 orang tenaga pendidik, 2 orang pengasuh, 25 orang rekan kerja dan atasan kerja dari masing-masing peserta didik. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan penyebaran kuesioner. Level 1: Reaksi terdapat 7 komponen penilaian yakni tingkat kepuasan yang sudah melebihi 40% adalah kepuasan peserta Diklat terhadap  penilaian Instruktur/pelatih (Trainer (2) fasilitas pelatihan memiliki rata-rata tingkat kepuasan (3)  tingkat kepuasan terhadap Penilaian jadwal pelatihan (4)  penilaian media pelatihan. Tetapi, (5) Kepuasan peserta Diklat terhadap komponen penilaian rata-rata sebesar paling banyak tidak puas 31,45%. (6) Tingkat kepuasan sudah di atas 40% terhadap komponen penilaian konsumsi/logistik (7) Kepuasan peserta Diklat terhadap komponen penilaian latihan atau tugas cukup puas. Level 2: Hasil Belajar, yaitu peserta Diklat pada aspek pengetahuan memliki peningkatan yang signifikan dari hasil pemberian tes (pretest dan posttest); Hasil belajar peserta Diklat pada aspek keterampilan dan sikap direspon positif terhadap tenaga pendidik dan pengasuh. Level 3: Perilaku yang direspon secara negatif oleh beberapa atasan dan rekan kerja yaitu pada komponen penilaian aspek pengetahuan dan keterampilan dikarenakan bukan berasal dari penegak hukum.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data dan informasi yang aktual diperoleh dengan menerapkan 3 level pertama dari model evaluasi Kirkpatrick, yaitu: Level 1 (Reaksi), mengukur reaksi dan kepuasan pendidikan dan latihan, Level 2 (Belajar), mengukur signifikansi dari hasil belajar, Level 3 (Perilaku) yang mengukur perubahan perilaku peserta. Penelitian menggunakan 3 level pertama dari model evaluasi Kirkpatrick. Penelitian dilaksanakan di  Pusat Pendidikan Lalu Lintas Polri Pusat DKI Jakarta. Jumlah responden pada evaluasi ini berjumlah 86 Responden terdiri dari 25 orang peserta didik, 9 orang tenaga pendidik, 2 orang pengasuh, 25 orang rekan kerja dan atasan kerja dari masing-masing peserta didik. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan penyebaran kuesioner. Level 1: Reaksi terdapat 7 komponen penilaian yakni tingkat kepuasan yang sudah melebihi 40% adalah kepuasan peserta Diklat terhadap  penilaian Instruktur/pelatih (Trainer (2) fasilitas pelatihan memiliki rata-rata tingkat kepuasan (3)  tingkat kepuasan terhadap Penilaian jadwal pelatihan (4)  penilaian media pelatihan. Tetapi, (5) Kepuasan peserta Diklat terhadap komponen penilaian rata-rata sebesar paling banyak tidak puas 31,45%. (6) Tingkat kepuasan sudah di atas 40% terhadap komponen penilaian konsumsi/logistik (7) Kepuasan peserta Diklat terhadap komponen penilaian latihan atau tugas cukup puas. Level 2: Hasil Belajar, yaitu peserta Diklat pada aspek pengetahuan memliki peningkatan yang signifikan dari hasil pemberian tes (pretest dan posttest); Hasil belajar peserta Diklat pada aspek keterampilan dan sikap direspon positif terhadap tenaga pendidik dan pengasuh. Level 3: Perilaku yang direspon secara negatif oleh beberapa atasan dan rekan kerja yaitu pada komponen penilaian aspek pengetahuan dan keterampilan dikarenakan bukan berasal dari penegak hukum

    Evaluasi Program Pendidikan Pengembangan Spesialisasi Bintara Dasar Intelijen (Densus 88 AT)

    Get PDF
    This study aims to determine the impact of the Dikbangspes program for students and the agencies where students work, through a qualitative approach that seeks to reveal descriptively the evaluation of the program so as to obtain objective data to assess the achievement of the Dikbangspes Bintara Dasar Intelligence (Densus 88 AT) program. Data and information in the form of interviews, questionnaires, documentation studies, document analysis about the Basic Intelligence Non-commissioned Officer Specialization Development Education program (Densus 88 AT) at the Pusdik Intelkam Lemdiklat Polri will be processed and presented descriptively by conducting analysis using procedures based on 4 (four) stages of Kirkpatrick program evaluation which include evaluation: reaction, learning, behavior, and results. Reaction Evaluation Stage: In the curriculum component, in general, participants expressed satisfaction with this Dikbangspes curriculum. There needs to be integration between theory and practice. The results of the reaction evaluation of Dikbangspes participants are generally stated to have met the criteria for achieving the evaluation of the Dikbangspes program program to bring behavior change to its participants. Evaluation of the results of the evaluation of the results of the Dikbangspes has met the research criteria. The implications of this study need to evaluate the management of Dikbangspes for the future (2) Periodically evaluate each student's development both in the cognitive, affective, psychomotor, physical and psychological aspects of participants. In this pandemic era, this is very important because the psychological side will certainly have an impact on the absorption of Dikbangspes learning materialsPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak program Dikbangspes bagi peserta didik dan instansi tempat peserta didik bekerja, melalui pendekatan pendekatan kualitatif    yang berupaya untuk mengungkapkan    secara deskriptif terhadap evaluasi program sehingga memperoleh data yang objektif untuk menilai ketercapaian program Dikbangspes Bintara Dasar Intelijen (Densus 88 AT). data  dan  informasi  berupa  hasil  wawancara, kuisoner,  studi  dokumentasi,  analisis  dokumen  tentang  program   Pendidikan Pengembangan Spesialisasi Bintara dasar intelijen (Densus 88 AT) Di Pusdik Intelkam Lemdiklat Polri akan  diolah dan  disajikan  secara  deskriptif  dengan melakukan  analisis  menggunakan  prosedur  berdasarkan 4 (empat)  tahapan evaluasi Kirkpatrick program yang meliputi evaluasi: reaksi, pembelajaran, perilaku, dan hasil. Tahap Evaluasi Reaksi (Reaction) : Pada komponen kurikulum, secara umum peserta menyatakan kepuasan dengan kurikulum Dikbangspes ini.. Perlu adanya integrasi antara teori dengan praktik. Hasil evaluasi reaksi (reaction) dari peserta Dikbangspes secara umum dinyatakan telah memenuhi kriteria ketercapaian evaluasi program program Dikbangspes membawa perubahan perilaku bagi pesertanya. Evaluasi atas hasil (result) evaluasi atas hasil (result) Dikbangspes telah memenuhi kriteria penelitian. Implikasi dari penelitian ini perlu Mengevaluasi pengelolaan Dikbangspes untuk masa mendatang (2) Mengevaluasi secara berkala setiap perkembangan peserta didik baik dalam aspek kognitif, afektif, psikomotorik, fisik maupun psikologis peserta. Di era pandemi ini hal tersebut sangat penting karena sisi psikologis tentu akan berdampak pada penyerapan materi pembelajaran Dikbangspe

    Pengelolaan Kewirausahaan Sekolah Bagi Kepala Sekolah Dasar Negeri

    Get PDF
    Elementary school administration is an activity to support the success of the quality of education in elementary schools. The scope of school administration activities includes the management of official letters and school archives. The management of official letters and archives in elementary schools is carried out by the principal assisted by a school operator. Their ability to manage official letters and school archives is still very lacking. Efforts to improve the capacity of principals and elementary school administration personnel can be given training on the management of official letters and school archives. The object (target audience) of the training activity was 25 heads of elementary schools in Pulo Gadung sub-district. The partners involved are the Tribe of the Education Office Region I of the East Jakarta Administration City. The training has been carried out for a day on Monday, August 15, 2022 via virtual with zoom cloud metting. The training materials consist of: entrepreneurship and entrepreneurship education in schools; the role of the principal in entrepreneurship; and primary school entrepreneurship management.  The three materials were delivered by 3 lecturers of the Education Management study program FIP UNJ with lectures, questions and answers and assignments. The results of the training were very satisfying for the participants and the organizing committee, because all the material had been delivered well and was very useful for all training participants.Administrasi sekolah dasar merupakan kegiatan penunjang keberhasilan mutu pendidikan di sekolah dasar. Ruang lingkup kegiatan administrasi sekolah diantaranya adalah pengelolaan surat dinas dan arsip sekolah. Pengelolaan surat dinas dan arsip di sekolah dasar dilakukan oleh kepala sekolah dibantu oleh seorang tenaga operator sekolah. Kemampuan mereka dalam mengelola surat dinas dan arsip sekolah masih sangat kurang. Upaya peningkatan kemampuan para Kepala Sekolah dan tenaga administrasi sekolah dasar dapat diberikan pelatihan tentang pengelolaan surat dinas dan arsip sekolah. Objek (khalayak sasaran) kegiatan pelatihan sebanyak 25 Kepala SDN di kecamatan Pulo Gadung. Mitra yang terlibat adalah Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Kota Administrasi Jakarta Timur. Pelatihan sudah dilaksanaka selama sehari pada hari Senin, 15 Agustus 2022 melalui virtual dengan zoom cloud metting. Materi pelatihan terdiri dari: kewirausahaan dan Pendidikan kewirausahaandi sekolah; peran kepala sekolah dalam kewirausahaan; dan pengelolaan kewirausahaan sekolah dasar.  Ketiga materi disampaikan oleh 3 orang dosen prodi Manajemen Pendidian FIP UNJ dengan metode ceramah, tanya jawab dan tugas. Hasil pelatihan sangat memuaskan peserta dan panitia pelaksana, karena semua materi telah disampaikan dengan baik dan sangat bermanfaat bagi semua peserta pelatihan

    Evaluasi Program Bahasa Inggris Bertujuan Khusus dengan Pendekatan CIPP

    Get PDF
    Abstract: English for Special Purposes (BIK) is English language teaching specifically designed to meet the needs of learners in an English language learning program so that they can communicate in a particular context. The qualitative study seeks to answer the research question “How far has the English Program for Special Purposes for Secretaries and Administrative Strengths been successful in meeting the English language development needs and the English learning needs of students?” by using the CIPP component in the evaluation model approach advocated by Stufflebeam. The CIPPs component is used as a guide for planning, implementation and evaluation of the ESP program through theoretical-based criteria derived from the researchers’ understanding of language learning programmes. (Kiely dan Rea-Dickins, 2005). Data collection was carried out on ten participants, two teachers and one program developer through interview techniques. The evaluation results showed that the BIK program has successfully met the language skills development needs and the English learning needs of the students. The biggest challenge in the implementation of the BIK program is to reduce the difficulty of participants in learning English without explicitly incorporating language structural elements. In addition, these evaluations also produce systematic guidelines that can be used to evaluate English for Special Purposes programmes at other program providers or can also be used in the evaluation of teaching programmes in other fields of study.Abstrak : Bahasa Inggris untuk Tujuan Khusus (BIK) adalah pengajaran bahasa Inggris yang secara khusus bertujuan untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dalam suatu program pembelajaran bahasa Inggris agar dapat berkomunikasi dalam konteks tertentu. Studi kualitatif ini berupaya untuk menjawab pertanyaan penelitian “Sejauhmana program Bahasa Inggris untuk tujuan Khusus bagi Sekretaris dan Tenaga Administrasi tersebut telah berhasil memenuhi kebutuhan perkembangan kemampuan bahasa Inggris dan kebutuhan belajar bahasa Inggris peserta didik?” dengan memanfaatkan komponen CIPP dalam pendekatan model evaluasi yang digagas oleh Stufflebeam. Komponen CIPP digunakan sebagai panduan perencanaan, pelaksanaan dan penilaian program ESP melalui kriteria berbasis teori yang diturunkan dari pemahaman peneliti tentang program pembelajaran bahasa (Kiely dan Rea-Dickins, 2005). Pengumpulan data dilakukan terhadap tigapuluh peserta, dua staf pengajar dan satu pengembang program melalui teknik wawancara. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program BIK telah berhasil memenuhi kebutuhan perkembangan keterampilan bahasa dan kebutuhan belajar bahasa Inggris peserta didik. Tantangan terbesar dalam pelaksanaan program BIK adalah mengurangi kecanggungan peserta dalam belajar bahasa Inggris tanpa memasukkan unsur struktur bahasa secara eksplisit. Selain itu, evaluasi ini juga menghasilkan panduan sistematis yang bisa digunakan untuk mengevaluasi program Bahasa Inggris untuk Tujuan Khusus pada penyedia program lain atau dapat juga digunakan pada evaluasi program pengajaran bidang studi lainnya

    Pengaruh Kemampuan Teknologi Digital Terhadap Prestasi Siswa SMA di JABODETABEK

    Get PDF
    Abstarct : This study aims to determine the influence of digital technology capabilities on the achievement of high school students in Jabodetabek. This study used a quantitative type of research. The population in this study is high school students in Jabodetabek. The sampling technique is carried out with a non-probability sampling technique of incidental sampling type. Furthermore, calculations were carried out using the Slovin Formula so that a sample of 200 students was obtained. The data collection techniques used are questionnaires, documentation and interviews. The research data was further analyzed using simple linear regression analysis with the help of SPSS 16.0. The results of the data analysis obtained that the sig value was 0.00, so reject Ho so that it can be concluded that there is an influence of digital technology capabilities on student achievement. The influence of technological ability on student achievement is 51.80% and the remaining 48.20% is influenced by other variables.Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan teknologi digital terhadap prestasi siswa SMA di jabodetabek. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Populasi  dalam penelitian ini yaitu siswa SMA di jabodetabek. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik non probability sampling jenis sampling incidental. Selanjutnya dilakukan perhitungan menggunakan Rumus Slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 200 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner, dokumentasi dan wawancara. Data penelitian selanjutnya dianalisis menggunakan analisis regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS 16.0. Hasil analisis data diperoleh bahwa nilai sig sebesar 0,00, maka tolak Ho sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kemampuan teknologi digital terhadap prestasi siswa. Besar pengaruh kemampuan teknologi terhadap prestasi siswa yaitu 51,80% dan sisanya 48,20% dipengaruhi oleh variabel lain. &nbsp

    136

    full texts

    178

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IMPROVEMENT: Jurnal Ilmiah untuk peningkatan mutu manajemen pendidikan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇