IMPROVEMENT: Jurnal Ilmiah untuk peningkatan mutu manajemen pendidikan
Not a member yet
178 research outputs found
Sort by
Determinants of Internal Control System Quality at Vocational High School
This study aims to examine (1) the influence between teacher citizenship behavior and internal control system quality at vocational high schools; (2) the influence between internal quality audits and internal control system quality at vocational high school;(3) the influence between local wisdom value-based management and internal control system quality at vocational high school. The method of the study was based on descriptive quantitative. The sampel of this study were 57 of A-accredited public and private vocational high schools includes: Surakarta, Klaten, Karanganyar, Sragen, Sukoharjo and Boyolali. The data was collected by questionnaire. The Confirmatory Factor Analysis (CFA) approach was used to examine this study model, which was aided by SmartPLS Version 3.0 software. The results of the study show that (1) there is a significantly affect between teacher citizenship behavior and internal control system quality at vocational high school. This is evidenced by p-value of 0.000 < 0.05; (2) there is a significantly affect between internal quality audit and internal control system quality at vocational high schools. This is evidenced by p-value of 0.028 < 0.05; (3) there is a significantly affect between local wisdom value-based management and internal control system quality at vocational high school. This is evidenced by p-value of 0.000 < 0.05.Penelitian ini bertujuan untuk menguji (1) pengaruh teacher citizenship behavior dengan kualitas sistem pengendalian internal pada Sekolah Menengah Kejuruan; (2) pengaruh audit mutu internal dengan kualitas sistem pengendalian internal pada Sekolah Menengah Kejuruan; (3) pengaruh manajemen berbasis kearifan lokal dengan kualitas sistem pengendalian internal pada Sekolah Menengah Kejuruan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Sampel berjumlah 57 Sekolah Menengah Kejuruan negeri dan swasta di Eks-Karesidenan Surakarta yang terakreditasi A meliputi: Kota Surakarta, Kabupaten Klaten, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen, Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Boyolali.. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner atau angket. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dan Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan menggunakan software SmartPLS Versi 3.0. Hasil dari penelitian ini adalah (1) terdapat pengaruh yang signifikan antara teacher citizenship behavior terhadap kualitas sistem pengendalian internal pada. Hal ini dibuktikan dengan nilai p-value 0.000 < 0,05; (2) terdapat pengaruh yang signifikan antara audit mutu internal terhadap kualitas sistem pengendalian internal pada Sekolah Menengah Kejuruan. Hal ini dibuktikan dengan nilai p-value 0.028 < 0,05; (3) terdapat pengaruh yang signifikan antara manajemen berbasis kearifan lokal terhadap kualitas sistem pengendalian internal pada Sekolah Menengah Kejuruan. Hal ini dibuktikan dengan nilai p-value 0.000 < 0,05
Evaluasi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Bidang Pengembangan Diri Guru di Gugus 3 Ciomas, Kabupaten Bogor
To improve professionalism, a teacher is obligated to develop himself. Teacher's self-development can be done by participating in the Continuing Professional Development (CPD) program. The purpose of CPD program is to improve teachers' competences and as a mean for their career development. The evaluation of the CPD program is very important to be carried out in order to measure the level of achievement and to provide supporting information for further decision making to maximize the program. The purpose of this study is to analyze the evaluation of the CPD program in the field of self-development which emphasizes on the final recommendation confirming that an object can be maintained, improved, repaired or even terminated in line with the data that has been obtained. This research method is an evaluative research with a discrepancy evaluation model. The results showed that self-development activities have a positive influence, especially in learning activities. However, there are still gaps in each stage of design, installation, process, product and comparison. Therefore, the self-development field in the CPD program must be improved by doing adjustments in each of the existing gaps.Untuk meningkatkan profesionalisme, seorang guru memiliki tugas utama untuk mengembangkan dirinya. Pengembangan diri guru bisa dilakukan dengan mengikuti program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Program PKB bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dan juga sebagai media pengembangan karirnya. Evaluasi pada program PKB menjadi sangat penting untuk dilakukan agar dapat mengukur tingkat ketercapaian dan berguna untuk memberikan informasi dalam pengambilan keputusan selanjutnya demi memaksimalkan program tersebut. Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis evaluasi program PKB bidang pengembangan diri yang terpusat pada rekomendasi akhir yang menegaskan bahwa suatu obyek dapat dipertahankan, ditingkatkan, diperbaiki atau bahkan diberhentikan sejalan dengan data yang diperoleh.. Metode penelitian ini merupakan penelitian evaluatif dengan dengan model evaluasi discrepancy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pengembangan diri memberikan pengaruh yang positif, khususnya dalam kegiatan pembelajaran. Namun, masih ditemukan adanya kesenjangan di setiap tahap design, installation, process, product maupun comparison. Oleh karena itu, program PKB bidang pengembangan diri harus ditingkatkan dengan melakukan pembenahan/ perbaikan di setiap kesenjangan yang ada
Peran Optimasi Kepala Sekolah Dalam Peningkatan Kompetensi Profesional Guru
This research aims to understand the role of school principals in developing teachers' professional skills. The research method employed is a qualitative approach, utilizing data collection techniques through interviews with two informants and involving documentation. The data analysis process includes stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate the role of the school principal as an educator by providing support, advice, input, setting a good example, creating a school climate, and providing training for teachers. As a manager, the school principal can engage in school management and human resource empowerment. As an administrator, the school principal handles the operational management of the school and collaborates with others. In the role of a supervisor, the school principal assesses teachers' performance. As a leader, the principal establishes intensive communication and provides mentoring for teachers. As a motivator, the principal at SD Muhammadiyah Sokonandi provides motivation, support, and work environment management.Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana peran kepala sekolah dalam mengembangkan keterampilan profesional guru. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menerapkan teknik pengumpulan data melalui wawancara terhadap dua orang informan serta melibatkan dokumentasi. Proses analisis data meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan peran kepala sekolah sebagai educator dengan memberikan dukungan, nasehat, masukan, teladan yang baik, menciptakan iklim sekolah dan menyediakan pelatihan bagi para guru. Sebagai manager, kepala sekolah dapat dengan memanejerial sekolah dan pemberdayaan SDM. Sebagai administrator, kepala sekolah melakukan pengelolaan operasional sekolah dan melakukan kolaborasi. Sebagai supervisor dengan assessment kinerja guru. Sebagai leader dengan menjalin komunikasi intensif dan melakukan pembinaan guru. dan sebagai motivator, kepala sekolah di SD Muhammadiyah Sokonandi memberikan motivasi, memberikan support dan pengaturan suasana kerja
Penerapan Media Flashcard Dalam Pembelajaran Membaca Siswa Kelas Dua
This research focuses on the application of flashcard media in the beginning reading learning of grade 2 students at SDN 02 Brujul. The study uses interviews, observation, and documentation to gather data from five grade 2 teachers and students. The research identifies learning planning activities such as selecting learning methods, preparing media, and teaching materials. The application of flashcard media involves learning letters in series I, II, and III. Factors inhibiting the application of flashcard media include family factors, while supporting factors include teacher, student, and infrastructure factors. To address these factors, diligent practice at home and coordination with parents regarding child development can be implemented. The study highlights the importance of considering both supporting and inhibiting factors in the application of flashcard media in early reading learning.Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan perencanaan penerapan media flashcard dalam pembelajaran membaca permulaan siswa kelas 2 SDN 02 Brujul, mendeskripsikan penerapan media flashcard dalam pembelajaran membaca permulaan siswa kelas 2 SDN 02 Brujul, mendeskripsikan factor pendukung dan penghambat penerapan media flashcard dalam pembelajaran membaca permulaan siswa kelas 2 SDN 02 Brujul, dan mendeskripsikan solusi dari pendukung dan penghambat penerapan media flashcard dalam pembelajaran membaca permulaan siswa kelas 2 SDN 02 Brujul. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subyek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas 2 sebanyak 5 siswa . Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi Teknik. Teknik Analisis data pada penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian, kegiatan perencanaan pembelajaran meliputi pemilihan metode pembelajaran, penyiapan media,dan penyiapan materi atau bahan ajar. Cara penerapan media flashcard yaitu pembelajaran huruf pada series I yaitu membaca huruf abjad a-z menggunakan media flashcard, pembelajaran series II yaitu membaca huruf nama-nama buah menggunakan gambar, sedangkan series III yaitu membaca dengan 2 kata atau lebih. Faktor penghambat penerapan media flashcard dalam pembelajaran membaca permulaan antara lain: (a) faktor keluarga. Faktor pendukung penerapan media flashcard dalam pembelajaran membaca permulaan antara lain: (a) faktor guru, (b) faktor anak didik, dan (c) faktor sarana prasarana. Solusi dari faktor penghambat penerapan media flashcard dalam pembelajaran membaca permulaan yaitu (a) rajin berlatih membaca dirumah dan berkoordinasi dengan orang tua tentang perkembangan anak
Manajemen Program Unggulan Menuju Sekolah Bermutu di SMAIT Thariq Bin Ziyad Bekasi
Quality educational results can be seen from the achievements achieved by students, both in academic and non-academic achievements. One of the parameters of a quality school is how schools are able to manage management functions both from planning, organizing, implementing and evaluating the school's superior programs that are their branding so that they can be trusted by the community in entrusting their sons and daughters. This research was conducted at the Integrated Islamic High School (SMAIT) Thariq Bin Ziyad Bekasi which implemented the school's flagship program dalam node Akhlak, Al Quran, Academic and Language (A3B), dimana. The research method uses descriptive qualitative with observation, interviews with informants and documentation studies. The data that has been obtained is reduced and then presented in the form of results and discussions. The results of this study found that the school's flagship program can have an impact on improving the quality of education and high public trust.Hasil pendidikan yang bermutu dapat dilihat dari prestasi yang diraih oleh peserta didik, baik dalam prestasi akademik mau pun non akademik. Salah satu parameter dari sekolah yang bermutu adalah bagaimana sekolah mampu mengelola fungsi manajemen baik dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi terhadap program unggulan sekolah yang menjadi branding mereka sehingga dapat dipercaya masyarakat dalam menitipkan putra putri mereka. Penelitian ini dilakukan di SMA Islam Terpadu (SMAIT) Thariq Bin Ziyad Bekasi yang menerapkan program unggulan sekolah dalam simpul Akhlak, Al Quran, Akademik dan Bahasa (A3B), dimana. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan observasi, wawancara dengan informan dan studi dokumentasi. Data yang telah diperoleh direduksi lalu disajikan dalam bentuk hasil dan pembahasan. Hasil dari penelitian ini maka mutu pendidikan dapat diperoleh dengan salah satu jalan melakukan manajemen terhadap program unggulan sekolah akhirnya akan berdampak pada tingginya kepercayaan stakeholde
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar IPA Siswa Tingkat Sekolah Dasar
This study aims to analyze the learning model of Guided Inquiry on Critical Thinking Skills and learning outcomes. The type of research used in this research is quantitative research (quasi experiment). The subjects used in this study were students of class V with a total of 58 students consisting of two classes (VA and VB). The instruments used in this study were in the form of instruments, namely tests, observation sheets and documentation. Data analysis techniques were carried out, namely descriptive tests (mean, median, mode and standard deviation) and inferential tests (Normality, Homogeneity and Manova). Based on data analysis using SPSS 25, the normality test for cyan literacy and learning outcomes using Kolmogorov-Smirnov is sig > 0.05 from the pretest and posttest results of the control and experimental classes and the homogeneity test using the based mean is sig > 0.05 from the pretest and posttest results of the control and experimental classes, while the Manova test shows a significance value of 0.000. 0.000 < 0.05 thenPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pembelajaran r Inkuiri Terbimbing terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan hasil belajar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian kuantitatif (quasi eksperimen). Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas V dengan jumlah peserta didik sebanyak 58 peserta didik terdiri dua kelas (VA dan VB). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa instrument yaitu tes, lembar observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan yaitu uji deskriptif (mean, median, modus dan s -tandar deviasi) dan uji inferensial (Normalitas, Homogenitas dan Manova). Berdasarkan analisis data menggunakan spss 25 bahwa uji normalitas literasi sians dan hasil belajar dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov yaitu sig > 0,05 dari hasil pretes dan posttest kelas kontrol dan eksperimen dan uji homogenitas menggunakan based mean adalah sig > 0,05 dari hasil pretes dan posttest kelas kontrol dan eksperimen sedangkan uji manova diperoleh menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000. 0,000 < 0,05 mak
Manajemen Kepemimpinan dalam Konsep Manajemen Mutu Terpadu di Sekolah Berstandar Internasional
Strong leadership is the crucial foundation in creating an effective school management. Leaders in international schools in particular face different challenges because they must be aware of social and cultural contexts in Indonesia. Moreover, the leader must also understand the work ethics of teachers and staff who come from different countries to achieve total quality management in which supports the school organization. This study aims to provide a clear framework for leadership management in the context of international schools in Indonesia using qualitative research methods. The discussion in this study uses the results of observations by referring to the appropriate literature reviews regarding the strategies for achieving total quality management in schools. The result of the study shows that total quality management can be achieved because school leaders perform their roles, committed to their tasks, and responsible in making continuous improvements for the benefit of all stakeholders.Kepemimpinan yang kuat merupakan landasan penting dalam menciptakan manajemen sekolah yang efektif. Para pemimpin di sekolah internasional khususnya menghadapi tantangan yang berbeda karena mereka harus mengetahui konteks sosial dan budaya di Indonesia. Selain itu, pimpinan juga harus memahami etos kerja guru dan staf yang berasal dari berbagai negara untuk mencapai manajemen mutu terpadu yang mendukung organisasi sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kerangka yang jelas tentang manajemen kepemimpinan dalam konteks sekolah internasional di Indonesia dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Pembahasan dalam penelitian ini menggunakan hasil observasi dengan mengacu pada review literatur yang sesuai mengenai strategi pencapaian manajemen mutu terpadu di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen mutu terpadu dapat tercapai karena pimpinan sekolah menjalankan perannya, berkomitmen terhadap tugasnya, dan bertanggung jawab dalam melakukan perbaikan secara berkelanjutan untuk keuntungan semua pemangku kepentingan
Implementasi Manajemen Pembiayaan dan Sarana Prasarana Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran
This study aims to describe the implementation of financing management and infrastructure to improve the quality of learning at SMA Negeri 1 Kramatwatu, Serang Regency. The method used in this research is qualitative. The results of the study show that the implementation of financing management and infrastructure is an integral part in efforts to improve the quality of learning. Implementation of management of financing and infrastructure in SMA Negeri 1 Kramatwatu has gone through managerial stages, namely planning, implementation and supervision (auditing and accountability). Budget execution activities include recording income and expenses in the ARKAS system and preparing accountability reports in the form of notes, receipts, and activity documentation. The implementation phase of the implementation of infrastructure includes the procurement and arrangement of school facilities. The supervision stage for the implementation of financing management and infrastructure is carried out by internal schools and external parties which includes monitoring activities evaluating the acquisition of assets and consumables with BOS funding sources, BOS realization reports and cash opname.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi manajemen pembiayaan dan sarana prasarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SMA Negeri 1 Kramatwatu Kabupaten Serang. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen pembiayaan dan sarana prasarana merupakan bagian integral dalam usaha meningkatkan kualitas pembelajaran. Implementasi manajemen pembiayaan dan sarana prasarana di SMA Negeri 1 Kramatwatu telah melalui tahapan manajerial yaitu perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan (auditing dan pertanggungjawaban). Kegiatan pelaksanaan anggaran meliputi pencatatan pemasukan, pengeluaran di sistem ARKAS dan pembuatan pelaporan pertanggungjawaban berupa nota, kuitansi, dan dokumentasi kegiatan. Tahap pelaksanaan implementasi sarana prasarana meliputi kegiatan pengadaan dan pengaturan fasilitas sekolah. Tahap pengawasan implementasi manajemen pembiayaan dan sarana prasarana dilaksanakan oleh pihak internal sekolah dan pihak eksternal yang meliputi kegiatan monitoring evaluasi perolehan aset dan bahan pakai habis dengan sumber dana BOS, laporan realisasi BOS dan cash opname
Supervisi Akademik Kepala Sekolah SD Untuk Peningkatan Mutu Pembelajaran Pada Program Kampung Cambridge Mutiara Cendekia
This research aims to determine the academic supervision process carried out in the implementation of the Kampung Cambridge learning program at the Mutiara Cendekia Integrated Islamic School and its impact on the quality of learning as well as follow-up plans for the results of academic supervision as part of a reflection on maintaining school quality. This research uses a qualitative descriptive method with a case study approach. This research focuses on aspects of planning, implementation and evaluation as well as identifying obstacles to the elementary school principal's academic supervision program in improving the quality of learning in the Kampung Cambridge Mutiara Cendekia program. The research steps carried out began with 1) Identifying and communicating with interested parties, 2) Collecting data, 3) Analyzing research findings, 4) Drawing conclusions. Data collection uses interview, observation and documentation methods. The results of this research found that the principal of SDIT Mutiara Cendekia Lubuklinggau planned academic supervision regularly and actively involved teachers in preparing academic supervision programs and involved students to see the assessment response to the quality of learning. School principals and teachers must have good communication and be motivators to create an interactive learning atmosphere, so training is needed that presents expert speakers to improve teacher competence. The obstacles found in this research were the lack of time for school principals, making it difficult to carry out periodic academic supervision. The solution to this obstacle is to assign senior teachers or expert teachers by involving competent deputy principals as substitutes for the principal's supervisory duties.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses supervisi akademik yang dilakukan pada pelaksanaan pembelajaran program kampung Cambridge di Sekolah Islam Terpadu Mutiara Cendekia dan dampaknya terhadap kualitas pembelajaran serta rencana tindak lanjut hasil supervisi akademik sebagai bagian refleksi mempertahankan mutu sekolah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini difokuskan pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi serta mengidentifikasi hambatan program supervisi akademik kepala sekolah dasar dalam peningkatan mutu pembelajaran pada program Kampung Cambridge Mutiara Cendekia. Langkah-langkah penelitian yang dilakukan diawali dengan 1) Mengidentifikasi dan berkomunikasi dengan pihak yang berkepentingan, 2) Pengumpulan data, 3) Menganalisis temuan penelitian, 4) Menarik simpulan. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa kepala sekolah SDIT Mutiara Cendekia Lubuklinggau dalam perencanaan supervisi akademik dilakukan secara berkala dan mengikutsertakan secara aktif guru untuk menyusun program supervisi akademik serta melibatkan peserta didik untuk melihat respon penilaian terhadap mutu pembelajaran. Kepala sekolah dan guru harus memiliki komunikasi yang baik dan menjadi motivator agar tercipta suasana pembelajaran yang interaktif, sehingga dibutuhkan pelatihan yang menghadirkan narasumber ahli untuk meningkatkan kompetensi guru. Adapun hambatan yang ditemukan dalam penelitian ini, yaitu minimnya waktu kepala sekolah sehingga sulit terlaksananya supervisi akademik secara periodik. Adapun solusi dari hambatan tersebut adalah menugaskan guru senior atau guru ahli dengan melibatkan wakil kepala sekolah berkompeten sebagai pengganti tugas supervisi kepala sekolah
Urgensi Manajemen Pemasaran Perguruan Tinggi Islam (Studi Kasus UIN Raden Mas Said Surakarta di Era Society 5.0)
This paper discusses the urgency of marketing management for higher education institutions, as it plays a crucial role in determining the sustainability of enrollment and increasing public trust in the university. The university's marketing management is carried out by taking into account the constantly changing consumers or stakeholders. Market research, positioning, and building the university's reputation are conducted in such a way that the relevance and accuracy of the strategies are always appropriate. The university's vision, mission, programs, and strengths cannot be recognized without promotion through good marketing management. This paper uses a qualitative method with data collection techniques through interviews, observations, and documentation. The results of this study show that UIN Raden Mas Said Surakarta has implemented marketing management to increase enrollment sustainability with new innovations according to the demands of society 5.0. Furthermore, UIN has also utilized social media platforms such as Facebook, Instagram, YouTube, Twitter, website, alumni network, and others as marketing tools.Tulisan ini membahas tentang urgensi manajemen pemasaran bagi perguruan tinggi, karena berperan penting dalam menentukan kesinambungan pendaftaran dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi. Manajemen pemasaran universitas dilakukan dengan memperhatikan konsumen atau stakeholder yang terus berubah. Riset pasar, positioning, dan membangun reputasi universitas dilakukan sedemikian rupa sehingga relevansi dan akurasi strategi selalu tepat. Visi, misi, program, dan kekuatan universitas tidak dapat dikenali tanpa promosi melalui manajemen pemasaran yang baik. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa UIN Raden Mas Said Surakarta telah menerapkan manajemen pemasaran untuk meningkatkan kesinambungan pendaftaran dengan inovasi baru sesuai tuntutan masyarakat 5.0. Selain itu, UIN juga memanfaatkan platform media sosial seperti Facebook, Instagram, YouTube, Twitter, website, jaringan alumni, dan lain-lain sebagai sarana pemasaran