Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur UNTAN
Not a member yet
257 research outputs found
Sort by
Gedung Pertunjukan Seni di Tepian Sungai Kapuas
Gedung Pertunjukan Seni merupakan suatu tempat yang dipergunakan sebagai tempat pagelaran pertunjukan, baik seni tari, musik maupun drama. Perancangan gedung ini tidak terlepas dari kebutuhan Kota Pontianak akan sebuah gedung pertunjukan, seiring makin banyaknya sanggar-sanggar yang bermunculan. Ini menandai semakin berkembangnya pula seni pertunjukan di Kota Pontianak. Dalam proses perancangan Gedung Pertunjukan Seni ini, terdapat dua hal yang menjadi pertimbangan, yaitu dari segi fungsi dan sebagai sebuah bangunan yang memiliki ruang terbuka yaitu kawasan waterfront park karena berada di tepian sungai kapuas. Waterfront adalah suatu area yang terletak di dekat/ berbatasan dengan kawasan perairan dimana terdapat satu atau beberapa kegiatan dan aktivitas pada area pertemuan tersebut. Keterkaitan antara karya arsitektur, ruang terbuka dan seni ini menjadi satu konsep mendukung dalam perancangan Gedung Pertunjukan Seni ini. Konsep ini diharapkan dapat menjadi sesuatu yang baru dalam dunia arsitektur di Kalimantan Barat. Kata-kata kunci : Gedung Pertunjukan Seni, Tepian Sunga
Gelanggang Olahraga Renang Di Pontianak
Gelanggang Olahraga Renang merupakan sebuah ruang atau fasilitas yang diciptakan untuk mewadahi kegiatan renang yaitu suatu kegiatan yang melakukan gerakan (mengapung, menyelam) di air menggunakan kaki dan tangan dan seringkali tidak memerlukan perlengkapan buatan. Gelanggang Olahraga Renang ini bertujuan untuk mengatasi minimnya fasilitas olahraga renang berstandar nasional maupun internasional sebagai wadah pengembangan olahraga renang secara maksimal sehingga para atlet dapat mengembangkan kemampuan fisik dan mentalnya serta sebagai sebuah wadah yang dapat menampung pertandingan olahraga renang bertaraf internasional. Perancangan fasilitas ini dapat menjadi magnet dan pusat pengembangan olahraga renang, selain itu juga mempengaruhi percepatan pembangunan daerah dengan diwujudkannya sebuah fasilitas yang dapat memberikan nilai tambah bagi kota Pontianak, ibukota Provinsi Kalimantan Barat. Gelanggang olahraga renang ini dirancang untuk dapat menampung ketiga fungsi utama tersebut yaitu fungsi pendidikan dan pelatihan, fungsi kompetisi dan fungsi hiburan dan rekreasi, karena saat ini sebuah fasilitas olahraga tidak hanya dirancang sebagai sarana untuk menyalurkan hobi dan bakat tetapi juga dapat digunakan untuk fasilitas hiburan dan rekreasi bagi masyarakat umum sehingga dapat menyehatkan pikiran. Jenis renang yang difasilitasi adalah semua jenis kegiatan renang yang bersifat indoor seperti renang, renang indah, loncat indah, polo air dan renang hiburan dan rekreasi. Kata kunci: Gelanggang, Olahraga Renang, Pontiana
Panti Sosial Tresna Werdha Kota Pontianak
Lanjut usia (lansia) diartikan sebagai seseorang yang berusia 60 tahun atau lebih dan telah mengalami penurunan dalam memenuhi kebutuhan dasarnya, serta mengalami penurunan dalam masalah psikis dan sosial. Kebutuhan dasar lansia seperti kebutuhan sandang (pakaian), pangan (makanan) dan papan (tempat tinggal) Lanjut usia (lansia) merupakan salah satu kelompok dalam masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih dalam perlakuannya. Sebagian lanjut usia (lansia) bahkan sudah tidak sanggup lagi untuk memenuhi kebutuhan dasarnya sendiri dan sangat membutuhkan perhatian dari keluarga. Faktanya masih terdapat keluarga yang tidak peduli sehingga mengakibatkan lansia menjadi terlantar. Permasalahan yang ada kini yaitu lansia semakin bertambah setiap tahunnya bahkan lansia yang hidup sendiri dan terlantar, khususnya yang berada di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Permasalahan tersebut memunculkan sebuah gagasan bahwa lansia membutuhkan sebuah wadah atau institusi yang dikenal dengan Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW). Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) yaitu suatu institusi yang memberikan pelayanan dan perawatan berupa perawatan jasmani, perawatan rohani, perawatan sosial serta perlindungan untuk lansia agar dapat menikmati taraf hidup secara wajar. Perancangan Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Kota Pontianak disesuaikan dengan standar dari segi fungsi bangunan, kebutuhan ruang yang diperlukan, persyaratan ruang, utilitas, struktur bangunan, tata massa dan gubahan bentuk bangunan. Kata kunci: Lanjut Usia, Panti Sosial Tresna Werdh
GELANGGANG TENIS DAN SQUASH DI KABUPATEN KUBU RAYA
Olahraga tenis dan squash merupakan jenis olahraga yang serumpun karena menggunakan raket dan bola sebagai media permainan. Dewasa ini, terdapat beberapa permasalahan yang menghambat perkembangan olahraga tenis dan squash di Kabupaten Kubu Raya dan sekitarnya, yaitu dari jumlah lapangan yang tidak memadai dan belum sesuai standar pertandingan, curah hujan yang tinggi juga mengakibatkan lapangan outdoor tidak dapat digunakan, serta belum memiliki lapangan squash. Metode pengkajian yang digunakan terdiri dari kajian literatur, metode pengumpulan data, analisis data dan perancangan. Kajian literatur yang diperlukan adalah tejarah dan teori arsitektur, bentuk, ruang dan susunan, arsitektur perilaku, struktur, arsitektur Lingkungan, dan sistem utilitas. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka dan studi lapangan. Analisis data terdiri dari analisis potensi tapak, analisis internal (fungsi, perilaku dan ruang), analisis eksternal (zoning dan sirkulasi), analisis gubahan massa dan bentuk, analisis arsitektur lingkungan, analisis struktur, dan analisis utilitas. Gelanggang Tenis dan Squash merupakan fasilitas olahraga tenis dan squash yang dikembangkan dengan konsep entertainment untuk mendukung perkembangan olahraga tenis dan squash di Kabupaten Kubu Raya dan wilayah sekitarnya. Gelanggang ini memiliki fungsi olahraga rekreasi, prestasi dan pendidikan. Gelanggang ini dilengkapi dengan fasilitas lapangan olahraga yang telah sesuai dengan standar International Tennis Federation, fasilitas rekreasi dan komersil. Kata Kunci: Gelanggang Olahraga, Tenis dan Squash, Entertainmen
PERPUSTAKAAN TUNANETRA KALIMANTAN BARAT DI PONTIANAK
Fungsi perpustakaan yang vital bagi perkembangan ilmu pengetahuan global menunjukkan bahwa perancangan arsitektural pada bangunan perpustakaan perlu mempertimbangkan pengguna dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk tunanetra. Kebutuhan tunanetra sebagai individu yang memiliki keterbatasan penglihatan dapat diwadahi oleh arsitektur untuk menghilangkan berbagai hambatan dalam penggunaan bangunan. Saat ini, jumlah tunanetra low vision di Kalimantan Barat berada pada urutan terbanyak kedua di Indonesia namun masih tidak diimbangi dengan fasilitas yang memadai, terutama di Kota Pontianak yang berfungsi sebagai pusat pendidikan di provinsi tersebut. Tujuan perancangan perpustakaan tunanetra di Pontianak ini adalah menciptakan bangunan perpustakaan khusus tunanetra yang dapat memfasilitasi kebutuhan mereka di Kalimantan Barat. Hal–hal terkait tunanetra yang berperan penting dalam perancangan bangunan dapat diperoleh dari studi pustaka dan pengamatan perilaku tunanetra secara langsung maupun melalui hasil wawancara. Pemilihan lokasi perancangan dipengaruhi oleh tunanetra sebagai pengguna utama bangunan. Lokasi perancangan terletak di pusat aktifitas dan dekat dengan berbagai fasilitas kota, yaitu Jalan Jenderal Ahmad Yani, Pontianak. Pemilihan lokasi ditentukan berdasarkan kemudahan pencapaian dan kemandirian bagi tunanetra. Fungsi perpustakaan tunanetra sebagai ruang publik dirancang dengan adanya ruang – ruang tempat tunanetra bertemu dan berdiskusi mengenai berbagai pengetahuan. Ruang – ruang yang disediakan ditata secara linear untuk memudahkan mobilitas tunanetra pada saat beraktifitas. Kata kunci: Perpustakaan, Tunanetra, Arsitektu
SARANA OLAHRAGA DENGAN PENEKANAN RUANG TERBUKA HIJAU SEBAGAI WADAH INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT DI KABUPATEN KUBU RAYA
Kalimantan Barat memiliki banyak potensi dari sisi geografis maupun pada sumber daya manusianya. Hal tersebut seiring dengan pembinaan dan kesehatan masyarakat yang saat ini hanya dilakukan oleh pemerintah daerah pada sebuah Sarana Olahraga Sultan Syarif Abdurahman yang berfasilitas minim dan tidak memaksimalkan potensi yang ada. Serta tidak adanya Sarana Olahraga yang mampu mewadahi setiap fasilitas olahraga serta menunjang kebutuhan olahraga dengan standar Keolahragaan baik itu untuk kepentingan atlet serta untuk kesehatan masyarakat. Berangkat dari kebutuhan dan permasalahan tersebut memberikan gagasan pada penulis berupa kajian dan perancangan sarana olahraga dengan penekanan ruang terbuka hijau sebagai wadah interaksi sosial masyarakat di bupaten Kubu Raya dengan potensi yang dimiliki Kabupaten itu sendiri. Kajian dilakukan mengingat sarana olahraga dengan penekanan Ruang Terbuka Hijau memiliki kegiatan yang kompleks. Proses yang digunakan dalam perancangan ini adalah menggunakan tahapan gagasan, pengumpulan data, analisis, sintesis, pra rancangan dan pengembangan rancangan. Pendekatan konsep yang dilakukan pada perancangan ini ialah Ruang Terbuka Hijau sebagai wadah interaksi sosial masyarakat. Hal tersebut dibuat agar atlet dan masyarakat selain mendapatkan kesehatan jasmani, mereka juga dapat bersantai dan melepas penat dalam melakukan aktifitas kerja mereka sehari-hari. Kata Kunci: Olahraga, Ruang Terbuka Hijau, Interaksi Sosia
RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA (RUSUNAWA) DI KOTA PONTIANAK
Manusia memiliki 3 kebutuhan dasar untuk bertahan hidup, salah satunya adalah rumah tinggal. Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk berpenghasilan rendah sebanyak 260 juta jiwa pada tahun 2020. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia mencanangkan program pembangunan 1.000 menara rumah susun. Kota Pontianak merupakan ibukota Kalimantan Barat yang memiliki jumlah penduduk berpenghasilan rendah sekitar 32.530 jiwa, maka pemerintah Kota Pontianak turut dalam program tersebut. Rumah susun yang telah direalisasikan saat ini berupa rumah susun prototype. Akibatnya, rumah susun yang terbangun tidak sesuai dengan kebutuhan penghuninya, terutama masyarakat berpenghasilan rendah. Oleh karena itu, lahirlah konsep social home, dimana rumah susun yang dirancang menunjang kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah dari segi sosial dan kenyamanan tinggal. Perancangan rumah susun sederhana sewa yang telah dihasilkan terdiri dari 3 massa. Ketiga massa ini berbentuk kotak. Massa bangunan yang berada di tengah site merupakan zona pengelola dengan massa lainnya merupakan bangunan hunian. Orientasi utama bangunan menghadap ke sirkulasi utama agar mudah dikenali. Sirkulasi utama tapak berada pada area depan dengan sirkulasi khusus pengguna rusunawa di sisi dan tengah tapak. Ruang-ruang sosial terletak pada setiap lantai bangunan. Kata kunci: Hunian, Rumah Susun, Kota Pontiana
PUSAT BAHASA DI KOTA PONTIANAK
Setiap negara mempunyai media komunikasi yang dapat memperlancar hubungan antar individu. Alat komunikasi ini kita sebut bahasa. Salah satunya adalah bahasa Indonesia, bahasa yang digunakan Negara Indonesia sebagai bahasa komunikasi di masyarakat, yang sudah tidak asing lagi karena sudah digunakan sebagai alat komunikasi sehari-hari bagi orang Indonesia. Perkembangan zaman yang semakin maju membuat Bahasa Indonesia pelan-pelan mulai terpinggirkan oleh pengaruh teknologi yang berkembang semakin pesat dan tidak ada batasnya. Penggunaan bahasa sebagai bahasa pengantar di dalam bidang pendidikan sangat penting dan akan mempengaruhi mutu pendidikan dan karakter bangsa. Institusi pendidikan di Indonesia harus menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dengan pengucapan yang baik dan benar. Sehingga diperlukan usaha untuk mempertahankan bahasa Indonesia secara umum agar tidak mengalami kepunahan karena tergerus pengaruh globalisasi baik pengaruh yang ditimbulkan dari media massa maupun dalam bentuk pergaulan sosial di antara masyarakat. Sehingga dibutuhkannya penyelenggaraan fasilitas dalam usaha untuk melestarikan bahasa Indonesia yang disebut sebagai Pusat Bahasa. Metodologi perancangan yang ditempuh adalah dengan mengumpulkan data dengan teknik observasi, literatur dan wawancara. Menganalisis data-data berdasarkan fasilitas dan sistem pelayanan yang ada pada Pusat Bahasa. Berdasarkan analisis tersebut maka dapat dihasilkan konsep perancangan yang digunakan untuk merancang fasilitas yang baik bagi Pusat Bahasa di Kota Pontianak. Kata kunci: Pusat Bahasa, Bahasa, Kota Pontiana
PENGEMBANGAN FASILITAS UNIVERSITAS PANCA BHAKTI PONTIANAK
Universitas Panca Bhakti ingin mengembangkan peranannya dalam perguruan tinggi yang lebih kompetitif dengan melaksanakan pembukaan program studi baru, dengan dibukanya program studi baru tersebut maka diharapkan dapat menghadapi perkembangan sumber daya yang setiap tahun semakin meningkat. Untuk mendukung terlaksananya progran studi baru tersebut maka diperlukan rancangan pengembangan Universitas salah satunya penambahan fasilitas sarana-prasarana. dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung perkembangan kampus. Fasilitas pendukung kampus tersebut dapat meningkatkan kinerja serta kenyamanan kegiatan yang terjadi di area kampus, fasilitas-fasilitas yang belum tersedia tersebut salah satunya belum tersedianya fasilitas belajar bersama yang dapat membawa suasana kebersamaan dalam belajar. Kondisi tapak (site) juga menjadi suatu permasalahan, tapak yang dimiliki Universitas Panca Bhakti ini terletak tepat di tepian muara sungai kapuas sehingga muara sungai tersebut dapat menajdi potensi yang juga dapat menjadi ciri khas serta identitas kampus Universitas Panca Bhakti. Analisis yang perlu ditekankan ialah analisis pelaku yaitu mahasiswa dan warga sekitar kemudian analisis bentuk bangunan lama dan analisis potensi site yang berada di tepi sungai, dari analisis tersebut maka dapat disimpulkan bahwa konsep yang dapat diterapkan pada pengembangn fasilitas ini ialah gedung kelas yang menjadi satu kawasan dan terletak ditepian sungai sebagai pemanfaatan potensi, dan diberikan ruang komunal sebagai wadah mahasiswa berkomunikasi. Kata kunci: Pengembangan, Fasilitas, Universitas Panca Bhakt
BANK KALBAR CABANG SYARIAH PONTIANAK
Bank kalbar mendirikan Bank Kalbar Unit Usaha Syariah (UUS), dalam rangka memberikan pilihan bagi masyarakat yang ingin bertransaksi berdasarkan prinsip syariah. Bank Kalbar UUS secara resmi telah mendapat ijin dari Bank Indonesia perihal ijin pembukaan Kantor Bank Kalbar Cabang Syariah. Dalam praktiknya Bank Kalbar Cabang Syariah Pontianak belum memiliki bangunan sendiri dengan tingkat keamanan yang memadai serta kenyamanan bagi para nasabah, dan masih menyewa ruko yang belum memiliki karakter bank syariah. Tujuan yang ingin dicapai pada penulisan laporan ini adalah merumuskan proses perancangan bangunan gedung Bank Kalbar Cabang Syariah Pontianak. Proses perancangan Bank Kalbar Cabang Syariah Pontianak akan dirancang dengan menggunakan metodologi lima langkah meliputi tahap permulaan, tahap persiapan pengumpulan informasi, tahap analisis, tahap evaluasi dan tahap tindakan. Perancangan Bank Kalbar Cabang Syariah Pontianak harus mampu melayani serta memberikan rasa aman dan kenyamanan terhadap para nasabah, seperti kenyamanan dari segi alur sirkulasi dan akses yang mudah. Rasa aman yang diberikan pada bank juga menjadi perhatian utama dalam perancangan Bank Kalbar Cabang Syariah Pontianak. Konsep syariah sebagai pembeda antara Bank Syariah dan Bank Konvensional pada umumnya juga perlu menjadi acuan dalam perancangan kali ini sehingga terciptanya kesan Bank Syariah pada perancangan Bank Kalbar Cabang Syariah Pontianak. Kata kunci: bank, kalbar (Kalimantan barat), syaria