Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur UNTAN
Not a member yet
257 research outputs found
Sort by
TAMAN SATWA KALIMANTAN BARAT
Indonesia merupakan Negara yang sangat kaya akan sumber daya alam, budaya serta keanekaragaman hayati. Akan tetapi sifat manusia yang merusak alam semakin lama semakin merugikan dan merusak keseimbangan ekosistem yang ada. Keberadaan taman satwa di Kalimantan Barat sangat diperlukan karena kondisi satwa yang ada sangat sulit dilihat langsung oleh masyarakat dan terdapatnya jenis satwa yang tergolong langka. Kalimantan Barat sangat memerlukan tempat konservasi satwa yang juga dapat menjadi tempat wisata yang rekreatif dan edukatif sehingga cocok untuk perencanaan kawasan wisata taman satwa. Perancangan kawasan meliputi fasilitas pengunjung taman satwa dan melalui analisis dan pertimbangan terhadap lokasi perancangan. Perencanaan kawasan wisata taman satwa juga berpengaruh dalam ilmu pengetahuan masyarakat, serta membantu mempertahankan habitat satwa yang ada sehingga tidak punah. Sehingga perlu dirancang dengan baik untuk menghidupkan kembali kebun binatang yang telah ada sebelumnya dengan menyesuaikan lingkungan dengan menerapkan konsep alami dan tradisional yang menggunakan bentukan rumah betang dan sirkulasi dalam kawasan menggunakan jembatan kayu khas daerah kalimantan barat serta vegetasi yang rimbun agar menunjang kesan alami untuk kenyamanan satwa dan pengunjung. Perancangan kawasan taman satwa merupakan suatu langkah wisata edukatif dalam memenuhi kebutuhan wisata masa sekarang dan masa mendatang, memberikan suatu inovasi dalam mengatasi perkembangan pariwisata dengan menggunakan konsep pariwisata berkelanjutan. Kata kunci: taman satwa, konservasi, edukati
PUSAT REHABILITASI NARKOTIKA KALIMANTAN BARAT
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya lainnya. Salah satu provinsi di Indonesia dengan jumlah kasus narkotika yang besar adalah Kalimantan Barat. Menurut Undang-Undang Pemerintah Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 pasal 1 no. 15 tentang narkotika menyebutkan “penyalah guna merupakan orang yang menggunakan narkotika tanpa hak atau melawan hukum”. Namun Undang-undang yang sama yaitu pada Bagian Kedua pasal 54 yang mengatakan bahwa “pengguna narkotika berkewajiban untuk direhabilitasi baik rehabilitasi secara medis maupun sosial melalui fasilitas rehabilitasi”. Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 04 Tahun 2010 menyatakan bahwa “penempatan penyalahgunaan, korban penyalahgunaan dan pecandu narkotika ke dalam lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial”. Sehingga, untuk menangani korban penyalahgunaan narkotika diperlukanlah sebuah Pusat Rehabilitasi Narkotika Kalimantan Barat. Sistem pelaksanaan rehabilitasi sesuai dengan yang diterapkan oleh pihak BNN RI yaitu “Therapeutic Community”. Pusat Rehabilitasi Narkotika Kalimantan Barat ini merupakan bangunan massa banyak. Setiap massa disesuaikan dengan fungsi dan kegiatan residen, sehingga massa bangunan dibagi menjadi tiga yaitu bangunan perkantoran; bangunan therapeutic community; dan bangunan re-entry. Penataan massa dilakukan dengan sistem enclosure yang dapat menciptakan ruang terpisah antara residen dan dunia luar. Utilitas dan penataan lingkungan pada bangunan disesuaikan dengan kebutuhan dan keamanan residen dalam melakukan proses rehabilitasi, sedangkan untuk struktur disesuaikan dengan tapak, konsep, keamanan residen dan fungsi bangunan. Kesimpulan dari perancangan Pusat Rehabilitasi Narkotika Kalimantan Barat ini diarahkan untuk pemenuhan fasilitas BNNP Kal-Bar agar dapat dimanfaatkan untuk merehabilitasi pengguna narkotika di Kalimantan Barat dan merancang sebuah Pusat Rehabilitasi Narkotika yang sesuai dengan standar operasional sebuah Pusat Rehabilitasi Narkotika BNN RI. Kata kunci: Narkotika, Therapeutic Community, Pusat Rehabilitasi Narkotika Kalimantan Bara
SCIENCE PARK DI PONTIANAK
Sejak dini anak-anak sudah dituntut untuk dapat belajar, baik itu di sekolah maupun diluar sekolah seperti kegiatan ekstrakurikuler, bimbingan belajar (les private), les keterampilan serta bakat dan lain sebagainya. Semakin padat kegiatan anak-anak tersebut maka semakin perlu juga mereka mendapatkan waktu untuk beristirahat maupun bermain yang cukup. Permainan yang baik untuk anak-anak tentunya tidak hanya semata-mata memberikan hiburan yang menyenangkan akan tetapi dapat memberikan nilai edukasi bagi anak-anak. Unsur-unsur edukasi tersebut dapat diwujudkan baik dalam bentuk alat permainan yang digunakan, cara bermain hingga sumber lingkungan/ tempat mereka bermain. Science park merupakan salah satu jenis fasilitas hiburan yang mengarah pada jenis hiburan yang mendidik bagi anak-anak. Keberadaan Science Park di Kota Pontianak diharapkan dapat memberikan alternatif hiburan perkotaan yang pada saat ini nilai kualitas dan kuantitasnya sangat kurang di Kota Pontianak. Selain itu, Science Park ini juga diharapkan nantinya akanmenjadi potensi pariwisata bagi Kota Pontianak dimasa yang akan datang seiring berkembangnya ilmu pengetahuan di dunia. Dalam proses perancangan Science Park di Kota Pontianak ini, ada beberapa langkah-langkah yang digunakan yakni dimulakan dari suatu gagasan, pengumpulan data, analisis, sintesis rancangan awal hingga pengembangan rancangan. Bentuk massa bangunan yang dirancang ini menggunakan pendekatan fungsi dari Science Park, harus rekreatif dan edukatif
Kawasan Hotel Resort dan Homestay di Pulau Lemukutan Kabupaten Bengkayang
Di Kalimantan Barat banyak terdapat tempat-tempat yang berpotensi wisata. Tempat tujuan wisata yang baru-baru ini mulai populer bagi para wisatawan adalah pulau-pulau di daerah Kabupaten Bengkayang khususnya Kecamatan Sungai Raya Kepulauan. Pulau Lemukutan memiliki bermacam potensi objek wisata, diantaranya adalah keindahan alam pantai, keindahan bawah laut, datarannya, perbukitannya, budaya dan tradisi masyarakat setempat. Wisatawan datang ke pulau Lemukutan bertujuan untuk berlibur, bersantai, berenang, menikmati keindahan alam dan berinteraksi dengan masyarakat setempat. Perancangan kawasan hotel resort dan homestay bertujuan untuk memfasilitasi kegiatan wisata serta menjadi suatu kawasan ekowisata di pulau Lemukutan. Para wisatawan dapat memilih dengan bebas untuk berwisata menggunakan fasilitas resort yang mengutamakan privasi dan kenyamanan bagi wisatawan ataupun fasilitas homestay di rumah penduduk setempat agar wisatawan dapat berinteraksi dengan masyarakat setempat serta mengetahui budaya dan tradisi masyarakat setempat. Perancangan kawasan meliputi fasilitas hotel resort dan homestay, mengenai lokasi yang tepat untuk menerapkan homestay dan fasilitas-fasilitas pada hotel resort, melalui analisis dan pertimbangan terhadap lokasi perancangan. Perancangan kawasan hotel resort dan homestay di pulau Lemukutan merupakan suatu langkah ekowisata dalam memenuhi kebutuhan wisata masa sekarang dan masa mendatang, memberikan suatu inovasi dan keunikan dalam mengatasi perkembangan pariwisata dengan menggunakan konsep pariwisata berkelanjutan. Kata kunci: resort, homestay, ekowisat
Pusat Seni Musik di Pontianak Penekanan pada Akustik Ruang
Musik merupakan suatu bentuk aliran seni yang dapat memberikan pengaruh dalam kehidupan seseorang. Hampir semua orang pernah mendengarkan musik. Ada banyak manfaat yang dapat kita peroleh dari mendengarkan musik, seperti: mengurangi kecemasan dan stress, mengubah suasana hati menjadi lebih positif dan meningkatkan kemampuan bahasa. Adapun tujuan dari pusat seni musik ini yaitu menghasilkan rancangan suatu pusat seni musik yang mampu menampung berbagai macam kegiatan seni musik seperti pelatihan dan pertunjukan serta merancang sebuah bangunan pusat seni musik yang memiliki kondisi akustik ruang yang baik.� Proses yang digunakan dalam perancangan ini adalah menggunakan metode 5 langkah karya Asimov (Snyder� & Catanese, 1991)� yaitu tahapan permulaan, persiapan, pengajuan usul, evaluasi dan tindakan. Pusat seni musik merupakan suatu tempat dimana segala aktivitas yang berhubungan dengan pertunjukan maupun pelatihan musik dijadikan kedalam satu tempat secara terpusat. Penataan massa bangunan pusat seni musik menggunakan bentuk cluster, yaitu berdasarkan kedekatan hubungan atau bersama-sama memanfaatkan satu ciri atau hubungan visual. Bentuk bangunan menggunakan bentuk yang beraturan dan unsur-unsur yang terkandung dalam musik seperti irama, melodi, dan harmoni, sehingga bangunan yang dihasilkan memiliki karakter yang saling berhubungan.�Kata kunci : pusat seni musik, akustik ruang, Pontiana
Bandar Udara Sukadana
Currently, air transportation become the modes of transport that receive high demand by residents of Indonesia for long distance movement of man and goods. In order to make the air transportation operations run properly, it needs a well designed airport as the air transportation medium. Airports run a very important role as connector between passangers and the air transportation itself. Therefore, new airports in various regions in Indonesia prepared by the government in order to have larger area for the air transport. West Kalimantan Government targets the construction of three new airports to anticipate the growth of goods and services, one of which will be built in Sukadana (North Kayong District). North Kayong as a new autonomous region needs an airport to open up air transportation to reach the areas that are still isolated. Considering the importance of airports as one of the gates of North Kayong District that may affect the progress of the region, the design of the Sukadana Airport should be based on national standards and fulfill the convenience factors for users to achieve the safe, comfortable and efficient air transportation system in the region. The outer space and inner space organisation of Sukadana Airport designed to be simple with circulation layouts which is clear and easy to understand by passengers and other users. Therefore, the activities in the airport will work well because the cross circulation between passengers can be minimized. In addition, as a building that represents the image of the region, Sukadana Airport uses Malay architectural character that applied in the form of the roof, ornamentations, buildings color, etc.Keywords: Airport, Sukadana, Circulatio
Pusat Industri Kreatif di Kota Pontianak
Industri Kreatif merupakan salah satu komitmen awal untuk membentuk ekonomi kreatif. Definisi industri kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreatifitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut. Pemerintah Indonesia menetapkan 14 subsektor industri kreatif yaitu periklanan; arsitektur; pasar seni dan barang antik; kerajinan; desain; fesyen; video, film dan fotografi; permainan interaktif; musik; seni pertunjukan; penerbitan dan percetakan; layanan komputer dan piranti lunak; televisi dan radio; dan riset dan pengembangan. Tetapi dari ke-14 subsektor tersebut hanya 6 yang menjadi fokus pengembangan yaitu arsitektur;� kerajinan; desain; fesyen; video, film dan fotografi; dan musik. Untuk mendukung perkembangan industri kreatif tersebut diperlukan tempat-tempat kreatif yang dapat menampung segala kegiatan kreatif di dalamnya . Pusat Industri Kreatif menyediakan fasilitas dan sarana untuk mengembangkan dan memperkenalkan sub-sub sektor daripada industri kreatif itu sendiri. Perancangan Pusat Industri Kreatif merupakan langkah awal untuk mendekatkan masyarakat dengan Industri Kreatif yang bertujuan untuk menciptakan suatu kota kreatif demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui ekonomi kreatif. Oleh karena itu, konsep perancangan pusat industri kreatif ini adalah sebagai berikut: menjadi bagian dari lingkungan masyarakat, sebagai ruang publik hijau kota, sebagai landmark kawasan sekitar, dan sebagai penggerak kreativitas