Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur UNTAN
Not a member yet
257 research outputs found
Sort by
RESORT PANTAI PULAU DATOK DI KABUPATEN KAYONG UTARA
Kayong Utara sebagai salah satu Kabupaten yang ada di Kalimantan Barat cukup banyak mempunyai potensi-potensi wisata yang dapat dikembangkan. Salah satu potensi wisata itu adalah Pantai Pulau Datok yang terletak di Desa Sutra Kecamatan Sukadana. Dewasa ini, Resort cukup diminati di kota-kota tujuan wisata terutama pada kota yang memiliki potensi wisata khusus, seperti pantai. Pemanfaatan potensi Pantai Pulau Datok sebagai Resort diharapkan dapat mewadahi aktivitas masyarakat untuk berwisata. Tujuan dari karya ilmiah ini adalah menghasilkan perancangan Resort Pantai Pulau Datok Di Kabupaten Kayong Utara. Dilakukan tiga metode perancangan yang terdiri dari observasi, wawancara dan pengumpulan data dari literatur untuk mencapai tujuan tersebut. Berdasarkan potensi dan permasalahan tersebut maka perancangan resort dilakukan dengan memperhatikan perletakan tata massa bangunan dan mempertimbangkan karakteristik pantai pulau datok guna meningkatkan kualitas dan menarik wisatawan untuk berwisata ke Pantai Pulau Datok di Kabupaten Kayong Utara. Kata kunci: Resort, Pantai Pulau Datok, Kabupaten Kayong Utar
MUSEUM TENUN SONGKET SAMBAS
Museum merupakan wadah kebutuhan masyarakat dan wisatawan untuk melihat dan memahami sejarah. Museum menjadi salah satu cara untuk melindungi, merawat, menyimpan, mengamankan hasil budaya manusia dan alam guna menunjang upaya pelestarian kekayaan budaya serta untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat, khususnya di Kota Sambas Kalimantan Barat. Hal ini ditunjukkan dengan adanya perkembangan Tenun Songket Sambas mulai memudar, seperti penurunan jumlah penenun serta kurangnya kepedulian masyarakat akan pengetahuan sejarah, filosofi maupun pengetahuan akan pemakaian alat dan bahan Tenun Songket Sambas. Dibutuhkan sebuah rancangan Museum Tenun Songket Sambas sebagai tempat yang mampu mewadahi dan memenuhi kegiatan-kegiatan tersebut. Kota Sambas memiliki potensi untuk pelestarian budaya tenun karena masyarakat memiliki budaya menenun dan memiliki lokasi sentral tenun. Museum Tenun Songket Sambas ini dirancang dengan konsep bangunan yang menceritakan sejarah perkembangan Tenun Songket Sambas. Konsep ini terlihat pada penataan tata ruang dalam bangunan, menceritakan zona-zona perkenalan hingga zona diorama menenun serta ruang pelatihan menenun. Diharapkan bangunan dapat memenuhi kebutuhan intelektual kalangan pendidikan yang ingin melakukan studi dan wisatawan serta masyarakat yang ingin mengetahui dan mempelajari tentang Tenun Songket Sambas. Kata kunci: Museum, Budaya, Tenun Songket Samba
GEDUNG FOTOGRAFI KHATULISTIWA
Gedung Fotografi Khatulistiwa merupakan tempat yang mewadahi seluruh aktifitas yang berhubungan dengan fotografi. Seiring perkembangan teknologi fotografi di Indonesia, maka fotografi tidak hanya sebagai sarana untuk mendokumentasikan suatu kegiatan atau peristiwa saja, tetapi fotografi telah berkembang menjadi sarana dalam mengeksplorasikan seni sebagai alat komunikasi. Saat ini terdapat banyak kebutuhan serta keinginan untuk mengikuti perkembangan fotografi. Tujuan didirikannya Gedung Fotografi Khatulistiwa ini yaitu sebagai wadah yang diperuntukkan bagi masyarakat pencinta fotografi yang berminat dalam hal seni fotografi, sehingga dapat melayani kebutuhan masyarakat pecinta fotografi dengan cara menyediakan sebuah tempat untuk berkumpul para pencinta fotografi serta memamerkan hasil fotografi kepada masyarakat, khususnya di Kota Pontianak. Dalam perancangan perlu adanya analisa perancangan yang meliputi analisa internal, analisa eksternal, struktur, utilitas, pencahayaan dan penghawaan yang dapat menjadi acuan dalam menentukan zonasi rancangan bangunan, ruang-ruang yang ada dalam massa bangunan, hubungan ruangnya dan sirkulasi yang terjadi. Sehingga diperoleh denah bangunan dan dapat ditentukan ide awal bentuk dan tampilan bangunan yang disesuaikan dengan hasil analisa dari kebutuhan dan fungsi ruang berdasarkan kegiatan-kegiatan yang ada pada rancangan bangunan. Kata kunci: Gedung, Fotografi, Khatulistiw
KAWASAN PERTANIAN TERPADU DI DESA PEMATANG TUJUH KABUPATEN KUBU RAYA
Sektor pertanian masih menjadi salah satu sektor penopang perekonomian di pedesaan khususnya Kabupaten Kubu Raya. Salah satu cara untuk meningkatkan hasil pertanian adalah dengan menerapkan sistem pertanian terpadu. Desa Pematang Tujuh di Kabupaten Kubu Raya berpotensi untuk dikembangkan kawasan pertanian terpadu sebagai kawasan percontohan. Salah satu komoditas yang sudah dikembangkan oleh masyarakat yaitu pertanian hortikultura. Saat ini masih terkendala oleh harga pupuk yang mahal, keterbatasan modal, sewa alat pertanian yang mahal serta adanya alih fungsi lahan pertanian menjadi perkebunan kelapa sawit. Perancangan kawasan pertanian terpadu dilakukan dengan mengidentifikasi dan menganalisis potensi dan permasalahan tapak serta merencanakan pengembangan kawasan pertanian terpadu dengan menyediakan fasilitas fisik pendukung kegiatan pertanian yang dapat mendukung penyediaan pupuk organik berbahan dasar kotoran sapi, membantu petani dalam penyediaan alat pertanian serta membantu dalam penyediaan modal melalui badan usaha koperasi. Konsep Perancangan yang diterapkan yaitu “Pematang Tujuh Farm Oasis” yang terdiri dari integrasi antara fungsi-fungsi dari sub sektor pertanian di dalam kawasan melalui penataan bangunan dan kawasan dengan penggunaan elemen sirkulasi dan ruang terbuka; Konservasi lingkungan pertanian serta menyediakan ruang edukasi pertanian melalui lahan pertanian, taman dan vertical farming sebagai galeri nyata dari kawasan pertanian terpadu sehingga dapat memacu pengembangan pertanian di Desa Pematang Tujuh. Kata kunci: Pertanian, Kawasan Pertanian Terpad
RESORT DI PANTAI KURA-KURA BENGKAYANG
Resort adalah suatu perubahan tempat tinggal untuk sementara bagi seseorang di luar tempat tinggalnya dengan tujuan antara lain untuk mendapatkan kesegaran jiwa dan raga. Berdasarkan letak resort berada di kawasan objek wisata bisa di pegunungan, tepi pantai, puncak gunung dan tepi danau. Provinsi Kalimantan Barat memiliki potensi pariwisata yang cukup besar, didukung dengan kondisi alam yang dapat menarik wisatawan datang. Pantai Kura-Kura merupakan salah satu objek wisata pantai yang ada di Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat. Wisata merupakan kebutuhan seseorang yang ingin berekreasi, adanya kebutuhan tersebut maka diperlukannya suatu tempat wisata yang dilengkap dalam satu kawasan. Tujuan dari penulisan ini yaitu membuat desain perancangan resort yang mempertimbangkan potensi alam yang ada di lokasi. Metode yang digunakan yaitu pengumpulan data terkait lokasi dan survei lapangan, kemudian data yang diperoleh akan dianalisis berdasarkan teori yang ada. Potensi alam yang ada merupakan potensi yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik utama. Resort dengan konsep alam ini membuat suasana kawasan menjadi alami yang berbeda dengan perkotaan. Konsep di terapkan di semua aspek dari perletakan bangunan, pertimbangan kontur, pemandangan yang akan diperoleh masing-masing bangunan, keadaan alam serta potensi alam yang ada. Penerapan konsep ini diharapkan mampu menyatu dengan alam Pantai Kura-Kura sehinga menjadi daya tarik wisata. Kata kunci: Perancangan, Resort, Pantai Kura-Kur
AKADEMI KOMUNITAS KABUPATEN SINTANG
Kabupaten Sintang merupakan salah satu kabupaten di Kalimantan Barat yang memiliki banyak potensi. Diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten dalam mengelola sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Sintang agar dimanfaatkan secara maksimal. Sejalan dengan hal tersebut, Kabupaten Sintang diperlukan adanya wadah untuk menunjang dalam pengelolaan potensi. Berdasarkan dari kebutuhan dan permasalahan tersebut perlu adanya akademi komunitas yang merupakan bentuk perguruan tinggi baru di Indonesia yang melaksanakan pendidikan vokasi sesuai dengan keunggulan kabupaten atau kota. Tujuan dari proyek tugas akhir ini mengidentifikasi keunggulan Kabupaten Sintang sebagai dasar acuan merancang Akademi Komunitas Kabupaten Sintang. Metode pengkajian yang digunakan terdiri dari pengumpulan data survei dan observasi, studi literatur, dan studi dokumen. Selanjutnya dilakukan tahapan analisis dari data yang telah diperoleh dengan teori yang berhubungan dengan perancangan Akademi Komunitas Kabupaten Sintang. Lokasi perancangan Akademi Komunitas Kabupaten Sintang berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) berada pada wilayah perkebunan. Pendekatan konsep yang dilakukan pada perancangan ini adalah integrasi fungsi yang berbeda dalam satu kawasan. Mengingat akademi komunitas terdiri dari berbagai program studi, sehingga diharapkan berbagai program studi tersebut dapat saling mendukung proses pengajaran dan kemajuan di Akademi Komunitas Kabupaten Sintang. Kata kunci: Akademi komunitas, Kabupaten Sintan
REDESAIN SEKOLAH LUAR BIASA DHARMA ASIH PONTIANAK
Pendidikan formal diperlukan untuk membentuk kehidupan anak dengan memberikan pengetahuan dan wawasan dari sejak usia dini hingga dewasa. Pendidikan formal bisa didapatkan oleh setiap anak dan tidak terkecuali bagi anak penyandang cacat. Pendidikan formal bagi mereka tidak sama seperti anak normal melainkan pendidikan formal khusus yang disebut SLB (Sekolah Luar Biasa). SLB Dharma Asih merupakan salah satu sekolah yang melayani pendidikan khusus di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. SLB Dharma Asih melayani pendidikan bagi anak tunagrahita dan anak tunarungu/tunawicara. Sekolah tersebut belum memenuhi perancangan sesuai dengan standar SLB dan disesuaikan dengan kebutuhan anak tunagrahita dan anak tunarungu/tunawicara pada setiap jenjang pendidikannya. Perbedaan kebutuhan khusus mereka diidentifikasi agar bisa mengidentifikasi standar SLB yang diperlukan. Hasil identifikasi tersebut untuk mendapatkan fungsi ruang dan persyaratan ruang yang dibutuhkan untuk anak penyandang cacat dengan kebutuhan khusus di SLB Dharma Asih, sistem utilitas dan struktur yang dibutuhkan sesuai dengan keadaan dan kegiatan anak-anak, sistem tapak lingkungan seperti peletakan bangunan, sirkulasi bangunan, orientasi, vegetasi dan arsitektur lingkungan baik secara eksternal maupun internal. Bentuk, ruang dan susunan terkait tata ruang dalam dan tata ruang luar bangunan akan terbentuk sehingga menghasilkan skematik desain berupa pra-rancangan dan pengembangan rancangan terkait redesain SLB Dharma Asih. Kata kunci: SLB Dharma Asih, anak penyandang cacat, standar SL
PERANCANGAN FUTSAL CENTER DI KOTA PONTIANAK
Olahraga futsal merupakan olahraga sepak bola yang permainannya sangat cepat dan dinamis yang dimainkan di lapangan yang relatif kecil dari pada lapangan sepak bola pada umumnya. Sebagian banyak tempat penyedian jasa lapangan futsal di Kota Pontinak, namun adanya wadah yang belum tepat atau khusus untuk olahraga futsal itu sendiri. Untuk mewadahi semua kegiatan yang berkaitan dengan olahraga futsal maka Pontianak membutuhkan sebuah Futsal Center. Futsal Center merupakan suatu tempat olahraga futsal yang menyediakan fasilitas yang berkaitan dengan olahraga futsal. Didalamnya terdiri dari pendidikan, pelatihan, penyewaan jasa lapangan futsal, retail-retail olahraga dan penyelengaraan event futsal. Futsal Center juga dapat berpotensi menjadi ikon baru bagi kawasan olahraga futsal di Kalimantan Barat, Khususnya di Kota Pontianak dan sekitarnya. Perancangan Futsal Center di Kota Pontianak diarahkan lebih kepada penikmat olahraga sepak bola didalam ruangan yang bisa dimainkan di siang maupun di malam hari tanpa gangguan alam seperti panas dan hujan. Futsal center ini di harapakan dapat menjadi wadah untuk mendukung serta mengakomodir perkembangan dunia olahraga khusunya futsal di Indonesia, khususnya daerah Pontianak. Kata kunci: Olahraga, pemain, futsa
Terminal Penumpang Kapal Laut Pada Kawasan Pelabuhan Internasional Pantai Kijing Di Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Pontianak
Terminal Penumpang Pelabuhan Dwikora Pontianak merupakan satu-satunya terminal penumpang angkutan laut umum di Kalimantan Barat yang berfungsi memberikan pelayanan dan mewadahi berbagai kegiatan penumpang. Kondisi lingkungan sekitar yang padat, ketidakjelasan jalur sirkulasi antara pengantar dan penjemput, penumpukan penumpang di ruang tunggu, kurangnya fasilitas pendukung mengakibatkan keterbatasan pelayanan terhadap penumpang. Pantai Kijing di Kecamatan Sungai Kunyit merupakan alternatif lokasi pembangunan pelabuhan internasional sebagai pengembangan dari Pelabuhan Dwikora Pontianak yang dianggap paling layak berdasarkan studi kelayakan yang dikeluarkan oleh Kementrian Perhubungan tahun 2010. Metode pengkajian yang digunakan antara lain pengumpulan data melalui teknik observasi, dokumenter dan proses analisis data yang terdiri dari berbagai aspek, seperti: kondisi eksisting tapak, program ruang berdasarkan pelaku dan prosedur kegiatan, zonasi ruang secara makro dan mikro, bentuk kawasan dan bentuk bangunan yang sesuai dengan kondisi alam setempat. Pendekatan konsep yang diterapkan yaitu pendekatan pada aspek fungsional bangunan terminal penumpang. Konsep tersebut menghasilkan rancangan berupa bentuk dasar bangunan yang mengikuti site, pola ruang yang berbentuk linier dan bersifat mengarahkan, adanya pembagian zoning antara pengantar/penjemput dan penumpang, serta penambahan fasilitas pendukung untuk mendukung pelayanan terhadap penumpang. Kata kunci: Pelabuhan Internasional, Terminal Penumpang Kapal Lau
REDESAIN TAMAN BUDAYA KALIMANTAN BARAT
Taman Budaya Kalimantan Barat merupakan wadah seni dan budaya terbesar dan merupakan pusat aktivitas budaya terbesar di provinsi Kalimantan Barat. Mengingat belum ada wadah untuk seni dan budaya yang selengkap Taman Budaya ini menyebabkan Taman Budaya ini menjadi tujuan bagi penduduk Kalimantan Barat yang ingin menjadi seniman, budayawan dan penikmat seni dan budaya. Seiring berjalannya waktu, bangunan yang dibangun pada Tahun 1978 terlihat mengalami penurunan fungsi karena kapasitas pengguna yang semakin meningkat. Tidak hanya dilihat dari tampilan bangunan namun dilihat dari aspek lain seperti kenyamanan yang terganggu akibat dari meningkatnya suhu lingkungan sekitar serta pengkondisian udara yang kurang maksimal. Proyek Redesain Taman Budaya ini mengacu pada pendekatan konsep Nilai Lokal, Urban Public Space, Interconnected Space dan Sustainability. Nilai Lokal merupakan pendekatan utama dari perancangan ini, yaitu dengan memadukan arsitektur tradisional setempat dengan arsitektur yang berkembang saat ini. Urban Public Space merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap seni dan kebudayaan. Interconnected Space adalah sebuah pendekatan terhadap ruang-ruang pada Taman Budaya ini, agar ruang-ruang yang tercipta lebih efisien,dinamis dan fleksibel. Konsep Sustainability diterapkan pada desain sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan, dimana bangunan diharapkan tidak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Kata kunci: Redesain, Taman Budaya, Kalimantan Bara