Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur UNTAN
Not a member yet
257 research outputs found
Sort by
GEDUNG PELATIHAN OLAHRAGA BELADIRI DI PONTIANAK
Olahraga bela diri saat ini diminati oleh banyak orang dari berbagai kalangan, mulai dari atlet, pelajar, hingga masyarakat umum. Olahraga ini diminati karena dapat menjaga kebugaran tubuh dan dapat digunakan untuk membela diri dari tindakan kejahatan. Jenis bela diri yang populer di Kalimantan Barat adalah silat, karate, dan taekwondo. Ketiga jenis bela diri tersebut sering dilombakan baik di tingkat profesional, amatir hingga sekolah. Namun kondisi fasilitas yang minim membutuhkan perhatian maka perlunya penyediaan fasilitas yang layak berupa gedung untuk mewadahi aktifitas beladiri. Berdasarkan amatan dan data terdapat kesamaan yang memungkinkan ketiga bela diri tersebut digabungkan dalam satu buah gedung pelatihan bersama. Lokasi perancangan gedung ini berada di komplek stadion Sultan Syarif Abdurrahman Alqadri. Dengan Adanya gedung pelatihan bela diri ini diharapkan mampu mendorong prestasi para atlet di Kalimantan Barat. Gedung ini terdiri dari dua massa bangunan yang pertama untuk aktifitas beladiri dan yang kedua untuk penginapan atlet atau asrama atlet. Gedung pelatihan ini juga dilengkapi dengan fasilitas gym yang berfungsi untuk menjaga kebugaran para atlet. Gedung Pelatihan Bela diri ini lebih mengedepankan fungsi daripada bentuk. Ini dilakukan untuk memaksimalkan fungsi utama yang harus mampu mewadahi tiga cabang bela diri sekaligus.Kata kunci: bela diri, ruang bersama, fungs
CAREER CENTER UNIVERSITAS TANJUNGPURA
Ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas di Indonesia saat ini merupakan satu persoalan yang cukup penting dan mendesak. Di Indonesia, Perguruan Tinggi merupakan salah satu institusi penghasil sumber daya manusia yang kompeten pada berbagai bidang ilmu. Perguruan Tinggi juga diharapkan dapat mengisi kebutuhan dunia kerja dengan standar mutu yang optimal. Oleh karenanya menyiapkan sebuah kondisi yang “mendekatkan” antara Perguruan Tinggi dengan dunia kerja merupakan sebuah proses penting yang harus diciptakan dengan sebaik-baiknya sejak awal. Tujuan dari perencanaan pembangunan Career Center Universitas Tanjungpura ialah sebagai wadah persiapan awal untuk masuk ke dunia kerja bagi para alumni maupun mahasiswa di Universitas Tanjungpura. Bentuk pembekalan ini dapat berupa pelatihan training atau workshop dan job fair. Lokasi perancangan masih berada di area Universitas Tanjungpura, tepat nya berada di persimpangan antar jalan Ahmad Yani dan Jalan Tanjung Sari. Dengan adanya Career Center ini, diharapkan dapat membantu para mahasiswa maupun alumni untuk meningkatkan skill serta menyesuaikan dengan bidang keahliannya masing-masing. Konsep Mixed Use didapat dari analisa fungsi bangunan yang terdiri dari empat fungsi berbeda yaitu, fungsi pendidikan, fungsi perkantoran, fungsi komersil dan fungsi pertemuan. Konsep yang didukung oleh analisa menghasilkan keterkaitan penempatan antar ruang berdasarkan fungsi yang ada. Kata Kunci : Career development center, Universitas Tanjungpura, inkubator bisni
RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA DI KOTA SINGKAWANG
Kota Singkawang merupakan kota terbesar kedua di Provinsi Kalimantan Barat. Menurut data BPS, Kota Singkawang pada tahun 2016 memiliki jumlah penduduk sebesar 211.508 jiwa. Sebanyak 84,8% penduduk Kota Singkawang tinggal di rumah sendiri, sementara sisanya masih menyewa atau mengontrak. Sebagian besar masyarakat yang tidak memiliki rumah tersebut merupakan golongan menengah ke bawah. Sesuai amanat UU No. 1 Tahun 2011, permasalahan tersebut merupakan kewajiban yang harus diselesaikan oleh pemerintah. Hal ini sejalan dengan wacana Pemerintah dan anggota DPRD Kota Singkawang untuk membangun rumah susun sederhana sewa bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan mahasiswa. Pembangunan rusunawa tersebut memerlukan suatu perencanaan yang baik dengan mengacu pada standar yang ditetapkan. Perencaan rusunawa ini dibuat dengan mengusung konsep vertikal atau bertingkat. Konsep tersebut direncanakan untuk memaksimalkan lahan yang tersedia. Rusunawa ini terdiri dari empat blok bangunan yang terletak secara terpisah. Denah bangunan didominasi oleh ruangan-ruangan kamar dengan jenis atau tipe yang berbeda. Denah per lantai dibuat tipikal untuk menghemat biaya konstruksi dan operasional bangunan. Perancangan Rusunawa Singkawang ini juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti taman, kantin, mushala, lapangan olahraga, dan jogging track. Fasade bangunan dibuat sederhana sesuai dengan fungsi bangunan. Semua perencanaan tesebut dilakukan agar tercipta hunian yang layak dan nyaman bagi para penghuninya. Kata kunci: Tipikal, Vertikal, Sederhan
PUSAT INDUSTRI KREATIF KOTA PONTIANAK (Pontianak Creative Hub)
Indonesia memiliki regulasi yang mendorong perdagangan produk berbasis ekonomi kreatif, yaitu UU No 7 Tahun 2014. Provinsi Kalimantan Barat dengan ibukota Kota Pontianak, berpotensi besar untuk pengembangan industri kreatif yang dibuktikan dengan pemilihan Kota Pontianak menjadi salah satu kota dalam gerakan nasional 1000 Startup Digital. Pelaku 16 subsektor ekonomi kreatif memiliki permasalahan dalam mengembangkan usahanya, yaitu adanya ide tapi tidak punya ruang untuk memproduksi, memasarkan dan mengelola usahanya. Oleh karena itu, dibutuhkan Pusat Industri Kreatif seperti yang sudah dibangun di Jakarta (Jakarta Creative Hub) dan Bandung (Bandung Creative Hub). Lokasi perancangan berada di Jl. Khatulistiwa, Kecamatan Pontianak Utara. Pemilihan lokasi lahan perancangan karena berluas 2,02 Ha yang memenuhi kebutuhan besaran ruang, kemudahan akses serta memiliki view menuju sungai Kapuas. Konsep perancangan adalah “Pusat Industri Kreatif Terpadu” yang mengintegrasikan seluruh kebutuhan 16 subsektor ekonomi kreatif. Hasil perancangan adalah bangunan didesain menjadi 4 massa sesuai dengan kebutuhan ruang, dengan sebuah karakterisik desain yang sama yaitu Tanjak dengan motif corak insang yang mencerminkan karakteristik kota Pontianak. Hadirnya Pusat Industri Kreatif kota Pontianak mewadahi produksi, pemasaran, pameran/pertunjukkan dan edukasi bagi ke 16 subsektor ekonomi kreatif Kota Pontianak serta menjadi destinasi wisata bagi publik
HOTEL BISNIS DI KOTA PONTIANAK DENGAN TEMA COFFEE STREET
Pebisnis pada masa kini dalam menyelesaikan urusan bisnisnya memiliki fleksibilitas yang lebih tinggi. Pebisnis dari luar kota yang menginap di Kota Pontianak akan lebih banyak menghabiskan waktu antara dua tempat, yaitu hotel dan warung kopi. Integrasi antara hotel dan warung kopi dirancang untuk mewadahi kebutuhan para pebisnis tersebut. Coffee Street menjadi tema yang diaplikasikan dalam perancangan bangunan hotel yang dalam konteks lokasinya yang berdekatan dengan area Coffee Street Jalan Gajahmada. Hotel Bisnis dengan Tema Coffee Street bertujuan mengaplikasikan fungsi warung kopi pinggiran Jalan Gajahmada Kota Pontianak dengan fungsi sebuah bangunan hotel bisnis yang akan diintegrasikan dalam satu kesatuan massa bangunan. Hotel Bisnis ini mengambil lokasi di Jalan Hijas, Pontianak. Metode perancangan yang digunakan meliputi gagasan, pengumpulan data, analisis, sintesis dan tahap pengembangan rancangan. Pada tahap pengembangan rancangan, desain yang dihasilkan akan menjadi tahap final dari pemecahan masalah desain yang nantinya menjadi dasar bagi rancangan detail selanjutnya. Dalam konsep Coffee Street ini, pada lantai dasar dan lantai 1 hotel akan dijadikan area khusus Coffee Street yang terdiri dari ruang-ruang coffee shop serta teras-teras yang digunakan untuk pengunjung duduk menikmati minuman. Pada bagian diantara ruang-ruang Coffee Shop dirancang ruas untuk pejalan kaki yang menjadi konsep Street yang diterapkan dari tema Coffee Street . Kata Kunci: Hotel Bisnis, Coffee Street , Kopi Pontiana
PENGEMBANGAN ASRAMA MAHASISWA KAYONG BERSAUDARA KABUPATEN KAYONG UTARA DI PONTIANAK
Mahasiswa Kabupaten Kayong Utara membutuhkan tempat tinggal selama berada di Pontianak. Asrama Kayong Bersaudara belum memenuhi kapasitas mahasiswa yang ingin tinggal di Asrama Kayong Bersaudara. Terdapat bangunan asrama yang sudah tidak layak huni bagi mahasiswa. Tujuan pengembangan asrama dilakukan untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa Kayong Utara. Obyek pengembangan asrama mahsiswa adalah berada di Jalan Sepakat II, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Pengembangan asrama dilakukan dengan beberapa metode kajian yang harus diperhatikan, yaitu perilaku mahasiswa, struktur bangunan, lingkungan sekitar dan bentuk site pengembangan asrama Kayong Bersaudara. Pengembangan asrama mengacu pada peraturan dan kebutuhan yang diperlukan serta menyediakan fasilitas-fasilitas yang bisa menunjang dari kegiatan mahasiswa yang tinggal di asrama. Setelah mendapatkan data dan dilakukan analisa baik dari internal maupun eksternal menghasilkan asrama dengan dua masa bangunan yaitu bangunan pengelola dan bangunan asrama. Bangunan pengelola memiliki dua lantai sesuai dengan bentuk aslinya. Sedangankan bangunan asrama mamiliki tiga lantai dengan kapasitas mahasiswa ± 200 orang sehingga bisa mencukupi kuota mahasiswa yang berminat untuk tinggal didalamnya. Kata kunci: pengembangan, tempat tinggal, asrama mahasiswa kayon
Perancangan Pondok Pesantren Tahfidz Al-Karimah di Kabupaten Kubu Raya
Yayasan Pendidikan Cahaya Khatulistiwa (YPCK) merupakan Lembaga yang bergerak di bidang Pendidikan Agama Islam Terpadu. YPCK merencanakan sebuah Pondok Pesantren menghafal Al-Qur'an untuk anak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP). Permasalahan perancangan terletak pada metode menghafal Al-Qur'an yang memerlukan suasana tenang serta mendukung proses perkembangan anak remaja baru. Tujuan perancangan adalah dapat mewujudkan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an dengan menerapkan konsep ruang yang menyatu dengan alam. Metode tahapan pada perancangan ini dimulai dari Tahap Gagasan, Pengumpulan Data, Analisis, Sintesis, Pra-Rancangan dan Tahap Pengembangan Rancangan. Lokasi perancangan berada di Gang Hidayah, Jalan Ahmad Yani II Kabupaten Kubu Raya. Perancangan ini terdiri dari beberapa massa bangunan yaitu: bangunan Masjid, Sekolah, Asrama, Pengelola dan Area Permukiman Ustadz. Konsep utama perancangan Pondok Pesantren adalah ruang terbuka hijau yang dapat mewadahi kegiatan tahfidz. Penerapan konsep ruang terbuka berupa taman tahfidz yang nyaman, rimbun, luas dan dapat menjadi datum pada lingkungan Pondok Pesantren. Hasil perancangan yang diperoleh yaitu: bangunan Masjid dijadikan sebagai jantung pesantren dengan perletakan di bagian tengah kawasan. Bangunan rumah Kiai sebagai hijab atau pemisah antara zona pria dan wanita. Area tahfidz dan bangunan sekolah dibuat berdekatan agar saling terintegrasi. Bangunan Asrama diletakkan pada bagian belakang sebagai zona privasi. Kata kunci: Kubu Raya, Pendidikan Islam, Pondok Pesantren, Tahfidzul Qur'a
TAMAN KOTA DI KECAMATAN PONTIANAK BARAT
Taman kota merupakan lahan terbuka publik yang berfungsi sosial dan estetik sebagai sarana kegiatan ekologis, rekreatif, edukasi atau kegiatan lain pada tingkat kota. Berdasarkan Permen PU No. 5/PRT/M/2008 Tahun 2008, cakupan pelayanan ditetapkan untuk setiap kelompok jumlah penduduk 2.500 orang memerlukan setidaknya satu buah ruang terbuka berupa taman aktif. Kecamatan Pontianak Barat adalah kecamatan berpenduduk 127.701 jiwa. Tidak terdapat satupun taman aktif pada kecamatan ini. Pendekatan konsep perancangan yang diambil adalah “Taman Tepian Sungai”. Aspek tersebut diterapkan pada perletakan zoning, ruang komunal, area interaksi dengan badan air, dan vegetasi kawasan. Secara singkat pengunjung taman dibagi dalam 4 kelompok usia, yaitu anak-anak, remaja, dewasa, dan lansia. Wadah komunal pada taman berfungsi sebagai area berkumpul warga kota juga berfungsi sebagai pengendali sosial taman. Pada taman ini, interaksi pengunjung dengan badan air terbatas hanya pada waterfront area. Pembatasan area interaksi ini berfungsi sebagai pengendalian keamanan pengunjung pada tepi badan air. Perbedaan ketinggian lantai yang berbeda-beda dimaksudkan agar pengunjung tetap dapat berinteraksi dengan badan air pada saat pasang maupun surut. Vegetasi yang digunakan memiliki kriteria cocok ditanam di tepian sungai yaitu menyerap banyak air, memiliki perakaran yang kuat dan tidak merusak struktur. Kata kunci: Taman Kota, Tepian Sunga
VIHARA THERAVADA DI KOTA SINGKAWANG
Penyebaran berbagai agama di Indonesia telah ada sejak jaman pemerintahan kerajaan Kutai dan Tarumanegara. Dalam perkembangannya pengikut berbagai Agama ini semakin banyak, salah satunya adalah Agama Buddha. Namun di Provinsi Kalimantan Barat terutamanya Singkawang yang memiliki pemeluk agama Buddha yang banyak Menurut Departemen agama Provinsi Kalimantan Barat, penganut agama Buddha mengalami peningkatan, pada tahun 2007 penganut agama budha berjumlah 312.201 jiwa, akan tetapi jumlah vihara yang ada sekarang belum mampu menampung semua kegiatan peribadatan yang ada. Metode perancangan yang ditempuh dengan cara mengumpulkan data melalui teknik observasi dan dokumenter, kemudian proses analisis data dari berbagai aspek yaitu kondisi eksisting tapak, progam ruang berdasarkan pelaku dan prosedur kegiatan, zonasi ruang secara makro dan mikro, bentuk kawasan dan bentuk bangunan yang sesuai dengan kondisi alam setempat. Dari hasil analisis yang didapat selajutnya akan dikombinasikan kedalam konsep sehingga memperoleh skematik desain yang menghasilkan visualisasi rancangan secara jelas. Konsep rancangan yang dihasilkan adalah meyediakan fasilitas dan tempat ibadah untuk umat Buddha yang menunjang kegiatan peribadatan di Vihara, dan menyediakan fasilitas untuk kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan peribadatan, dengan fungsi utama peribadatan dan dengan fungsi edukasi untuk pembelajaran Dhamma usia dini. Kata kunci: Vihara, Theravada, Singkawan
Ruang Terbuka Pada Kawasan Jalan Dr. Soedarso Di Kota Pontianak
Suatu lingkungan tidak hanya terdiri atas bangunan, namun terdiri atas ruang tanpa bangunan atau ruang terbuka. Ruang terbuka hadir untuk menjaga ekologis suatu lingkungan. Salah satu lingkungan yang dapat dikembangkan menjadi ruang terbuka yaitu pada jalan Dr.Soedarso, Kota Pontianak. Ruang terbuka pada lokasi tersebut memiliki fasilitas pendukung berupa area parkir, taman dan area perdagangan. Namun ruang terbuka terletak berada di antara jalan Dr.Soedarso dan parit Sui.Raya . Oleh sebab itu dilakukan perpindahan perletakan ruang terbuka dengan mengikuti peraturan yang sesuai. Perpindahan ruang terbuka dapat mendukung aktivitas masyarakat sekitar, sehingga menghadirkan gagasan untuk menjadikan ruang terbuka sebagai aktivitas pendukung. Fasilitas pendukung pada ruang terbuka perlu disesuaikan dengan fungsi bangunan serta aktivitas pengguna, sehingga dilakukan pembagian tiga segmentasi utama. Agar fasilitas yang diletakkan sesuai kebutuhan maka diperlukan pertimbangan pergerakan aktivitas pengguna. Oleh sebab itu sirkulasi dapat dipertimbangkan sebagai titik berat utama dalam mendukung aktivitas pada ruang terbuka. Sirkulasi yang baik diterapkan pada penyediaan jalur pejalan kaki, jembatan penghubung rumah sakit dan jalan Dr.Soedarso yang dilengkapi dengan penanda jalan. Fasilitas pendukung pada sisi depan bangunan berupa taman, area parkir dan kantin juga menyesuaikan sirkulasi pengunjung. Setiap fungsi fisik dilengkapi vegetasi yang sesuai sehingga ekologis dapat terjaga. . Kata kunci: Ruang Terbuka, Aktvitas Pendukung, Sirkulas