Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur UNTAN
Not a member yet
257 research outputs found
Sort by
REST AREA KABUPATEN MEMPAWAH
menghasilkan rancangan rest area yang dapat membantu pengendara beristirahat selama perjalanannya. Lokasi perancangan berada di kabupaten Mempawah, karena daerah tersebut merupakan daerah yang menghubungkan kota – kota besar di Kalimantan Barat. Sebelum adanya fasilitas rest area ini, para pengemudi hanya beristirahat di tepi – tepi jalan, baik itu seperti warkop kecil, rumah makan, dan lain – lain yang tentunya hanya memiliki fasilitas dan kapasitas yang tidak memadai. Metode perancangan menggunakan metode lima tahap dari Asimov, yaitu tahap permulaan, persiapan, pengajuan usul, evaluasi, dan tahap tindakan. Pada perancangan rest area tipe A ini, akan dibangun fasilitas – fasilitas yang sering menjadi tujuan persinggahan para pengemudi semasa waktu perjalanan, fasilitas tersebut berupa tempat makan, bengkel, toilet, musholla, minimarket, SPBU dan lain – lain. Perancangan kawasan rest area ini menggunakan konsep sirkulasi yang nyaman dan efisiensi lahan serta ruang, untuk memudahkan dan memberikan rasa nyaman para pengunjung kawasan saat menggunakan fasilitas yang disediakan. Kata kunci: Rest Area, Jalan Trans, Kabupaten Mempawa
PUTUSSIBAU UMKM CENTER KAPUAS HULU DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu dari sekian jenis usaha yang sangat berperan dalam meningkatkan ekonomi di Indonesia. UMKM memberikan penawaran berupa tempat untuk membuka usaha dengan menjual produk unggulan suatu daerah yang bergerak dalam bidang UMKM itu sendiri. Produk unggulan tersebut berupa kerajinan tangan, makanan, dan pakaian adat daerah. Jenis usaha UMKM berhasil mempertahankan ekonomi Indonesia sejak tahun 1997 ketika terjadi krisis ekonomi pada masa itu. Perencanaan perancangan bangunan tempat usaha UMKM ini diharapkan bisa memperkuat sekaligus memajukan ekonomi khususnya di Kabupaten Kapuas Hulu. Lokasi perancangan berada di jalan budaya, desa Kedamin Hilir, Kecamatan Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu. Perancangan Putussibau UMKM Center Kapuas Hulu terbagi ke dalam dua massa bangunan. Bangunan depan yang dikhususkan untuk ruang usaha makanan khas daerah dan pakaian serta bangunan belakang yang dikhususkan untuk ruang usaha budidaya tanaman, kerajinan tangan, ruang privat dan semi privat serta ruang servis yang diletakkan terpisah dari ruangan lain pada bangunan Putussibau UMKM Center Kapuas Hulu. Jalur kendaraan diletakkan dekat dengan jalan utama sedangkan jalur pejalan kaki diletakan di bagian tengah dan tepi site. Konsep bekerjasama diterapkan pada penghubung bagian depan dan belakang bangunan berupa selasar lantai dasar serta jembatan lantai satu Putussibau UMKM Center Kapuas Hulu. Kata kunci: Kapuas Hulu, Bangunan Usaha, Pusat Bisnis, UMK
FOOD COURT DI KOTA PONTIANAK
Kuliner kini bukan hanya sebagai pemenuhan kebutuhan pokok melainkan juga telah berkembang menjadi gaya hidup yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat perkotaan yang memiliki tingkat mobilitas tinggi. Gaya hidup tersebut membuat masyarakat cenderung memilih gaya hidup serba instan. Masyarakat lebih memilih untuk makan di luar rumah karena lebih praktis dan juga kebutuhkan akan hiburan setelah beraktivitas seharian. Fenomena munculnya banyak tempat makan yang menyajikan kuliner tradisonal hingga modern serta warung kopi dan kafe yang selalu ramai setiap harinya menunjukkan masyarakat di Kota Pontianak cenderung memiliki budaya senang berkumpul bersama teman, keluarga atau kolega. Fenomena tersebut mengindikasikan adanya kebutuhan akan fasilitas tempat makan berkonsep food court yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam dunia kuliner dan berkumpul. Perancangan food court di Kota Pontianak merupakan tempat dengan fasilitas yang lengkap sesuai standar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan dapat menjadi salah satu destinasi wisata kuliner di Kota Pontianak. Selain sebagai tempat makan, food court ini juga akan difungsikan sebagai tempat menyelenggarakan beberapa perayaan kecil, serta sebagai tempat berkumpul dan bersantai setelah beraktivitas. Food court didesain dengan menghadirkan ruang indoor dan outdoor yang mengacu pada konsep penggabungan antara fungsi tempat makan dan hiburan sehingga dapat memberikan kepuasan kepada pengunjung food court. Kata kunci: kuliner, food court, Pontiana
SMKN 4 ANAMBAS KEPULAUAN RIAU
Kabupaten Kepulauan Anambas merupakan Kabupaten baru yang termasuk ke dalam daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T). Sebagai Kabupaten baru daerah ini sangat memerlukan sumber daya manusia (SDA) yang berkualitas. Sekolah menengah kejuruan (SMK) merupakan solusi untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, salah satunya adalah perencanaan dan perancangan SMKN 4 Anambas Kepulauan Riau dengan jurusan Teknik gambar Bangunan dan Teknik Sepeda Motor. SMKN 4 Anambas Kepulauan Riau memerlukan perencanaan dan perancangan khusus, yang sesuai dengan standar-standar perancangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Konsep utama dari SMKN 4 Anambas Kepulauan Riau sesuai fungsi bangunan itu sendiri yaitu “Pendidikan”. Ruangan dalam bangunan inipun harus mengikuti standar standar ruang pendidikan yang telah di atur oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan. Hasil perencanaan konsep bentuk utama dari bangunan ini adalah bentukan melayu yang menjadi ciri khas budaya setempat. Pengaplikasian konsep terhadap bangunan yaitu, dengan membuat setiap ruangan memenuhi standar yang telah ditetapkan Kemendikbud seperti lebar selasar dan luas ruang kelas. Standar lainnya adalah tiap ruangan harus memiliki pencahayaan yang cukup. Penempatan jendela pada tiap ruangan, setiap jendela ditambahkan secondary skin agar dapat menyaring cahaya yang masuk. Secondary skin didesain dengan bentukan ornamen melayu yang juga menjadi konsep bentuk utama dari bangunan SMKN 4 Anambas Kepulauan Riau. Kata kunci: SMKN 4 Anambas, Kepulauan Riau, Pendidika
POOL BUS PT. BANYUKE MANDIRI DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL
Transportasi adalah kegiatan memindahkan atau mengangkut manusia dan barang dari satu tempat ketempat lain. Transportasi terdapat tiga jenis yaitu transportasi darat, air dan udara. Transportasi yang digunakan milik pribadi atau transportasi umum. Pada desa Darit, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak terdapat Perusahaan Otobus (PO). PT. Banyuke Mandiri adalah PO terbesar di desa Darit, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak. PT. Banyuke Mandiri menyediakan bus untuk menunjang aktivitas mobilitas masyarakat. Sebagai Standar Pelayanan Minimal angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) perusahaan otobus wajib memiliki fasilitas penyimpanan dan pemeliharaan kendaraan (Pool). PT. Banyuke Mandiri belum memiliki prasarana yang sesuai Sebagai Standar Pelayanan Minimal angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP). Fasilitas penunjang aktivitas sopir dan kernet tidak tercukupi. Aktivitas naik turun penumpang dan muat barang dilakukan pada tepi jalan sehingga mengganggu sirkulasi kendaraan. Maka dibutuhkan perancangan Pool Bus PT. Banyuke Mandiri. Perancangan pool bus ini menggunakan konsep kontekstual yang harmoni untuk menyesuaikan bangunan dengan tapak dan lingkungan sekitar. Tumbuhan yang ada disekitar sebagai vegetasi pada lokasi perancangan. Konteks dilibatkan dalam hubungan khusus suatu bangunan dengan lingkungannya dalam Arsitektur. Kata kunci: Pool Bus, Pendekatan Kontekstual, Desa Dari
PASAR SORE JALAN AMPERA KOTA PONTIANAK
Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor:70/M-DAG/PER/12/2013, pasar tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh pemerintah, pemerintah daerah, swasta, badan usaha milik negara dan badan usaha milik daerah termasuk kerjasama dengan swasta dengan tempat usaha berupa toko, kios, los dan tenda yang dimiliki dan dikelola oleh pedagang kecil, menengah, swadaya masyarakat atau koperasi dengan usaha skala kecil, modal kecil dan dengan proses jual beli barang dagangan melalui tawar menawar. Salah satu pasar tradisional yang terdapat di Kota Pontianak yaitu Pasar Sore di Jalan Ampera. Pasar ini mulai beroprasional jam 12.00-18.00 WIB. Pasar Sore di jalan ampera mempunyai fungsi yang sangat penting bagi masyarakat sekitarnya, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kurangnya fasilitas Pasar Sore serta kondisi fisik bangunan merupakan kendala yang perlu diatasi dengan perencanaan perancangan Pasar Sore yang baru. Konsep perancangan pasar sore dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan perilaku penghuni Pasar yang dapat melengkapi fasilitas yang memenuhi standar bagi pengguna maupun pedagang di kawasan Pasar Sore tersebut. Pasar Sore Jalan Ampera Kota Pontianak memperlihatkan bagaimana pembagian ruang, dan penentuan jumlah lantai pada pasar. Ruang-ruang di dalam pasar diletakan bedasarkan sifat kegiatan, pertimbangan terhadap perilaku pengguna pasar, dan mempertimbangan kenyamanan pengguna pasar. Kata kunci: pasar, pasar tradisional, fasilitas pasar tradisiona
TAMAN KANAK-KANAK DI KOTA PONTIANAK
Pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) dalam Undang-undang Republik Indonesia (RI) nomor 20 tahun 2003 pasal 28 ayat 3 merupakan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada jalur pendidikan formal yang bertujuan membantu anak didik mengembangkan berbagai pontensi baik pisikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai agama, sosial, emosional, kemandirian, kognitif, bahasa, fisik/motorik dan seni untuk siap memasuki sekolah dasar. Sebutan taman secara harfiah pada Taman Kanak-kanak adalah tempat yang nyaman untuk bermain, dalam pengertian perilaku guru, penataan sarana dan prasarana, dan Program Kegiatan Belajar sambil bermain. Dimana Taman Kanak-kanak menciptakan suasana yang nyaman bagi pertumbuhan dan perkembangan anak (Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1990 Bab 1 pasal 1 Ayat (2)). Berdasarkan Deklarasi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) pasal 7:3 Anak perlu mendapatkan kesempatan penuh untuk bermain dan berkreasi, sama seperti kesempatan untuk mendapatkan pendidikan; masyarakat dan pemerintah harus berperan aktif mendukung pemenuhan hak tersebut“.Sehingga pendekatan perancangan Taman Kanak-kanak di Kota Pontianak yang diambil adalah pisikologi bermain bagi anak, yang dapat mewujudkan tujuan pendidikan Taman Kanak-kanak yaitu anak dapat mencapai perkembangan motorik, sensorik, kognitif, intelektual, emosional, dan sosial. Sehingga dapat ditarik kesimpulan Taman Kanak-kanak adalah taman bagi anak untuk belajar sambil bermain, maka didapat konsep untuk Taman Kanak-kanak ini adalah Taman Bermain atau Playground. Kata kunci : Taman Kanak-Kanak, belajar sambil bermai
SPORT AND ENTERTAINMENT MALL
Kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat saat ini semakin kuat. Hal ini dapat dilihat dari ramainya sarana dan prasarana olahraga yang ada, serta semakin banyaknya sarana dan prasarana olahraga baru yang muncul. Ada beberapa macam olahraga yang digeluti oleh masyarakat saat ini, salah satunya olahraga rekreasi yang dilakukan berdasarkan kegemaran masyarakat akan olahraga tersebut. Sayangnya tidak semua olahraga rekreasi dapat dilakukan oleh masyarakat. Keterbatasan sarana dan prasarana menjadi salah satu penyebabnya. Hal lainnya yang tidak kalah penting dari berolahraga dalam masyarakat saat ini adalah hiburan. Masyarakat memerlukan sebuah hiburan yang dapat membantu meringankan beban. Beberapa orang memerlukan lebih dari satu hiburan untuk mengurangi penat. Namun tidak semua area hiburan dapat dijangkau oleh masyarakat karena letak area hiburan yang berbeda-beda dan kurangnya area hiburan yang dapat memberikan banyak macam hiburan bagi masyarakat. Pentingnya olahraga dan hiburan bagi masyarakat saat ini tentunya harus diimbangi dengan sarana dan prasarana yang baik. Perencanaan dan perancangan Sport and Entertainment Mall yang dapat mewadahi berbagai fungsi, seperti olahraga dan hiburan, dalam satu tempat sangatlah diperlukan karena dapat memudahkan masyarakat dalam memilih jenis olahraga dan hiburan yang diinginkan. Kata kunci: Perancangan, Olahraga, Olahraga Rekreasi, Hiburan, Mal
TEMPAT PENITIPAN ANAK USIA PRA SEKOLAH DI PONTIANAK
Seiring dengan perkembangan dan tuntunan hidup yang semakin meningkat, banyak orang tua yang bekerja baik ayah maupun ibu. Ibu yang bekerja dapat mempengaruhi kondisi psikologis suatu keluarga, terutama terhadap anak-anak yang masih memerlukan bimbingan dari orang tua terlebih bagi seorang ibu. Ibu berperan sangat penting untuk merawat dan mendidik anak serta bekerja demi membantu suami untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga. Kondisi seperti ini membingungkan ibu yang memiliki anak usia pra sekolah tanpa adanya keluarga dekat atau pengasuh yang dapat menjaga anak tersebut. Hal seperti ini tidak memungkinkan membawa anak ke lingkungan kerja. Kebutuhan akan tempat penitipan anak yang dapat mengasuh, menjaga, merawat, serta dapat memberikan pendidikan dasar untuk anak usia pra sekolah atau Tempat Penitipan Anak (TPA). Tempat Penitipan Anak (TPA) menerapkan dasar filsafah pendidikan yaitu tempa, asah, asih dan asuh. Disamping sebagai pengganti dan pelengkap orang tua, tempat pendidikan anak memberi program pendidikan dasar dan aktifitas yang sesuai dengan usia anak-anak. Kegiatan diperlukan sebagai pendidikan dasar sebelum memasuki usia sekolah dan pelengkap pendidikan formal. Kata kunci: Anak usia pra sekolah, tempat penitipan ana
RUMAH PRODUKTIF LANJUT USIA
Masuknya masyarakat ke dalam era modernisasi, menyebabkan perubahan-perubahan pola pikir dan sikap masyarakat. Perubahan pola pikir dan sikap masyarakat ini memberikan dampak negatif seperti tumbuhnya sikap individualistik pada masyarakat. Sikap individualistik ini akhirnya akan terbawa sampai pada keluarga khususnya keluarga yang memiliki anggota keluarga lanjut usia, dimana masing-masing individu cenderung memerhatikan kesibukannya dan tidak sempat membagi waktu dengan anggota keluarganya yang sudah lanjut usia. terdapat banyak kasus pada penduduk lanjut usia, ketika mereka pensiun dari pekerjaannya, berhenti melakukan aktifitas yang biasa dilakukannya mereka kehilangan jati dirinya. Bangunan seperti hunian untuk lanjut usia masih susah ditemui di Indonesia, karena pada umumnya di Indonesia penduduk lanjut usia ditempatkan di panti sosial seperti panti jompo. Namun berbicara mengenai panti jompo, masyarakat Indonesia cenderung beranggapan bahwa panti jompo merupakan tempat dimana suatu keluarga menelantarkan anggota keluarganya yang sudah berusia lanjut. Panti jompo di anggap tempat tinggal dimana penduduk berusia lanjut yang telah mengalami penurunan kesehatan tinggal. Untuk itu diperlukan rancangan Rumah Produktif Lanjut Usia yang tidak hanya berfungsi sebagai hunian, namun juga sebagai tempat bersosialisasi dan tempat untuk mempelajari hal baru bagi penduduk lanjut usia. Selain itu juga berfungsi sebagai tempat penduduk lanjut usia dapat bernostalgia dan mengikuti perkembangan masa. Kata kunci: Rumah Produktif, Lansia, Arsitektu