Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur UNTAN
Not a member yet
257 research outputs found
Sort by
PUSAT PELAYANAN TERPADU KORBAN KEKERASAN DAN HUMAN TRAFFICKING DI KALIMANTAN BARAT
Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi yang paling banyak terjadi kasus kekerasan dan perdagangan manusia (human trafficking). Hal ini merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi pada perempuan maupun anak-anak. Dalam menangani tindak kekerasan dan human trafficking di Kalimantan Barat, sudah terdapat Pusat Pelayanan Terpadu yang dilakukan dengan berjejaring, tapi intervensi dan layanan terhadap korban belum meningkat baik. Sehingga dibuatlah Pusat Pelayanan Terpadu yang dirancang satu atap dengan tujuan sebagai tempat penyembuhan dan pengembangan korban kekerasan dan human trafficking. Bangunan dibuat dengan 4 fungsi yaitu fungsi pelayanan, hunian, pengelolaan dan pemeliharaan. Bangunan ini berfokus pada konsep healing architecture, dimana arsitektur berperan penting dalam pemulihan para pasiennya. Hasil dari konsep healing architecture ini menggunakan 7 prinsip dan di aplikasikan ke bangunan antara lain, penyusunan ruang yang jelas, membuat bangunan dengan elevasi lantai tinggi dan rendah, permainan gelap dan terang pada ruang, menanam vegetasi di jendela pasien, penggunaan bukaan besar yang langsung berhubungan dengan ruang luar, mengecat dinding dengan mural, dinding menjadi bagian yang organik dan hidup, serta penggunaan warna yang lembut. Dalam penerapan struktur menggunakan kolom bulat, lalu penerapan pada utilitas dan fisika bangunan menggunakan bahan plafond dan dinding yang kedap suara, serta penggunaan penghawaan alami dan buatan yang maksimal. Kata kunci: Human Trafficking, kekerasan, korba
SENTRA GALERI KERAJINAN TENUN KALIMANTAN BARAT DI KOTA PONTIANAK
Local residents of West Borneo have expertise in producing variety of traditional crafts, one of which is woven fabrics, which is no less competitive with other regions. But there are several problems regarding the lack of facilities and infrastructure, such as less productive weaving processes, exhibitions that are held irregularly, difficulty of marketing products and no place for discussion. Therefore, the need of a place to product, exhibit, and market the products of West Borneo woven fabrics called "Center of West Borneo Weaving Craft Gallery in Pontianak" is essential. The design process starts from the analysis of functions which are divided into 3 groups, such as the main function group is commercial function, the extension function group is to produce recreation, education and performance function, while the other support function group is to produce management and service functions. The design applies theme of contemporary architecture as an approach that will support the creation of spaces that have harmonization, interactive, innovative and iconic concepts. The appeal of the idea design building shape is the philosophy of the analogy from winding’s tool which is divided into three parts and produces the main building, workshop building and multipurpose building. The number of floors for each building is almost the same which is two floors, except for the multipurpose building, which is one floor. The line movement from height of the building mass illustrates the existence of sustainability by creating an environment that represents aesthetic value and the harmonization of local culture to modernization
PUSAT LITERASI KOTA PONTIANAK
Central Connecticut State University stated in 2016, Indonesia was ranked 60th out of 61 countries regarding literacy. According to UNESCO literacy is the ability to identify, understand, interpret, communicate, in various contexts. The National Alibaca Index said that most provinces in Indonesia have a low literacy index, including West Kalimantan, which is ranked 3rd out of 34 provinces. However, in Pontianak City, in the last 5 years, various literacy-based activities such as exhibitions, book fairs, discussions have been intensively held, as well as recorded more than 20 literacy communities in 2019. All literacy activities are organized independently and have no special space. Therefore, considering literacy needs and problems, the potential location for the design area is Jl. General Ahmad Yani, Pontianak City. However, there are problems where there is no standardization that can be used as a reference for designing a Literacy Center. Therefore, the design method used is the Design Thinking method, which, according to Kambel (2009), is a creative approach by gathering information and opportunities available to be synthesized into innovation and work ideas. Through this method, facilities such as exhibition rooms, classrooms, reading and collection, as well as spatial arrangements and forms are found to accommodate literacy activities in Pontianak
JAPAN CULTURAL CENTER PONTIANAK
Kemajuan teknologi di era globalisasi telah memicu ekspos budaya dari berbagai negara di seluruh dunia. Salah satu negara yang kebudayaannya saat ini sedang digemari oleh anak muda di Indonesia adalah Jepang yang terkenal dengan anime dan manga. Anime dan manga ini mudah diakses melalui internet. Banyak para penggemar budaya Jepang mendapatkan informasi awal tentang budaya Jepang dari anime dan manga. Penggemar anime dan manga ini tersebar hampir di seluruh Indonesia, termasuk Pontianak. Pontianak sendiri memiliki beberapa komunitas penggemar budaya Jepang dan telah mengadakan matsuri (Festival Jepang) setiap 2 tahun sekali. Japan Cultural Center Pontianak dibuat dengan tujuan untuk mewadahi kegiatan komunitas-komunitas Jepang di Pontianak, serta sebagai sarana untuk mempelajari lebih lanjut mengenai kebudayaan Jepang yang telah didapat dari anime dan manga. Konsep yang di terapkan pada Japan Cultural Center yaitu pendekatan budaya Jepang secara umum, dan budaya ini juga terdapat di anime dan manga. Tujuan pendekatan ini agar komunitas-komunitas Jepang dan orang-orang yang tertarik pada budaya Jepang dapat meningkatkan semangat belajar. Untuk fisik bangunan, konsep yang digunakan adalah kedekatan dengan alam dengan menggunakan material-material alam. Selain material, penerapan konsep kedekatan dengan alam ini juga terdapat pada bukaan yang lebar, taman air dan taman pasir. Kata kunci: Perancangan, Japan Cultural Centre, budaya Jepan
PERANCANGAN POLRES KUBU RAYA
Kepolisian Resor atau Polres adalah struktur komando Kepolisian Republik Indonesia di daerah kabupaten/kota. Polres memiliki satuan tugas kepolisian yang lengkap, layaknya Polda, dan dipimpin oleh seorang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP). Di Kabupaen Kubu Raya saat ini belum memiliki Polres sehingga masyarakat Kubu Raya masih menggunakan Mapolresta Pontianak untuk mengurusi segala hal yang berhubungan dengan pihak kepolisian dan penegakan hukum. Kondisi ini jelas terasa sangat kurang efektif untuk beroperasi karena akan terjadi penumpukan masyarakat kabupaten dan masyarakat kota dalam satu lokasi yang sama. Oleh karena itu perancangan Mapolres Kubu Raya dibuat untuk memfasilitasi baik pihak aparat kepolisian maupun masyarakat di Kabupaten Kubu Raya untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban bagi masyarakat Kabupaten Kubu Raya. Analisa data dilakukan setelah seluruh data terkumpul yang kemudian dipelajari lebih lanjut untuk mendapatkan konsep perancangan yang mampu memberikan solusi permasalahan secara desain. Adapun analisa yang dilakukan dibagi menjadi beberapa bagian yaitu : analisa internal, analisa eksternal, analisa bentuk dan analisa struktur. Ide gagasan dalam konsep fungsi dan filosofis. Ide awal dari pemilihan bentuk didasarkan pada karakter kepolisian dan citra Kabupaten Kubu Raya itu sendiri yang kemudian dikombinasikan dengan hasil analisa internal maupun eksternal. Kata kunci: Polres, Keamanan dan Ketertiba
TAMAN HIBURAN TEMATIK AIR DI KABUPATEN KUBU RAYA
Kejenuhan dari padatnya aktivitas yang dilakukan individu/kelompok meningkatkan kebutuhan akan hiburan. Salah satu cara untuk mendapatkan hiburan adalah dengan pergi ke taman rekreasi. Menurut Statistik dari Global attraction attendance report tahun 2014, menyebutkan bahwa terdapat peningkatan pengunjung tahunan sebesar 4,1% dari Taman Hiburan Tematik di dunia. Kabupaten Kubu Raya merupakan salah satu kabupaten di Kalimantan Barat yang membutuhkan ruang tersebut karena terjadinya penurunan wisatawan dari tahun 2016-2017. Lokasi perancangan berada di Jalan Sungai Belidak, Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya yang berada di tepian sungai Kapuas untuk mewujudkan karakteristik Waterfront City di Kalimantan Barat. Sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke Kalimantan Barat tertarik untuk mengunjungi objek wisata air, sehingga tema air cocok untuk dikembangkan. Tujuan penulisan adalah merancang Taman Hiburan Tematik Air di Kabupaten Kubu Raya dengan pendekatan waterfront sebagai karakteristik taman rekreasi. Metode perancangan menggunakan analisis dengan membandingkan teori dengan di lapangan. Perancangan berfokus pada penyelesaian masalah yang melatarbelakangi perwujudan Taman Hiburan Tematik Air di Kabupaten Kubu Raya dengan membagi fungsi perancangan menjadi tiga yaitu fungsi utama berupa waterpark dan waterfront, fungsi penunjang berupa penginapan, serta fungsi pendukung berupa servis, pengelola, dan komersial. Fungsi-fungsi tersebut menghasilkan tata ruang luar, tata ruang dalam, bentuk kawasan, dan bangunan yang menarik.Kata kunci: taman hiburan tematik, Kubu Raya, ai
AUTIS CENTER DENGAN PENDEKATAN HEALING ENVIRONMENT
Based on data from the Pontianak City Population and Civil Registry Office, the highest population growth rate after West Pontianak occurred in North Pontianak. The population growth is accompanied by an increasing number of cases of people with ASD. The handling of autism which has so far been carried out with the establishment of therapeutic sites such as the Technical Service Unit (UPT) Autis Center in West Pontianak, and Special School (SLB) with the closest distance ± 14 km. As for other therapeutic sites in general is a function of the residence that still has distraction for people with ASD so that it is considered not sufficient enough. The supporting facilities available are deemed not fulfilling the needs of ASD in Pontianak, so there are still many cases of ASD sufferers who find it difficult to get expert treatment. For this reason, supporting facilities need to be held that can accommodate therapeutic activities in accordance with the character of persons with ASD.To design buildings that maximize the available environmental space and atmosphere program according to the type of needs and activities that are accommodated, the Healing Environment approach was chosen as the design solution for the Autis Center building. The Healing Environment approach is used to optimize the process of therapy, counseling, and education with an environment that can affect health through sensory and psychological patients with ASD
PERANCANGAN KANTOR GUBERNUR PROVINSI KAPUAS RAYA
Jauhnya rentang kendali pemerintahan Provinsi Kalimantan Barat menyebabkan tidak meratanya pembangunan. Pemekaran Provinsi baru Kapuas Raya menjadi upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi hal tersebut, yang mencakup Kabupaten Kapuas Hulu, Melawi, Sekadau, Sanggau serta Sintang sebagai ibukotanya. Pemerintah Kabupaten Sintang telah menyediakan lokasi yang akan digunakan untuk perancangan Kantor Gubernur Kapuas Raya yang berada di Jalan Sintang-Putussibau, Kelurahan Tanjung Puri, Kecamatan Sintang. Tahapan dalam perancangan Kantor Gubernur Kapuas Raya menggunakan studi contoh kasus dan wawancara staf pegawai Kantor Gubernur. Perancangan ini bertujuan untuk memfasilitasi fungsi baik fungsi utama sebagai pusat pemerintahan maupun fungsi publik. Kedua fungsi tersebut menghasilkan lima massa perancangan. Perancangan Kantor Gubernur Kapuas Raya menerapkan pendekatan rancangan neo vernakular dari bangunan Rumah Panjang adat Dayak dengan konsep bangunan yang terbuka dan transparan. Aplikasi konsep dalam perancangan berupa penggunaan atap pelana dan miring, penonjolan kolom-kolom yang menyerupai kaki panggung dan bentuk massa yang memanjang, ruang yang luas untuk menunjukkan transparansi serta bagian entrance yang minim dinding untuk memberikan kesan bangunan yang terbuka dan menerima. Kata kunci: Kantor Gubernur, Kapuas Raya, Neo Vernakula
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI KECAMATAN PONTIANAK TENGGARA
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam proses menghasilkan generasi yang berkualitas dan dapat bersaing. Sekolah Menengah Atas di Kota Pontianak didominasi oleh sekolah swasta dengan perbandingan Sekolah Menengah Atas Swasta 42 sekolah, sedangkan Sekolah Menengah Atas Negeri hanya 11 sekolah. Kecamatan Pontianak Tenggara bahkan tidak memiliki Sekolah Menengah Atas Negeri dan hanya memiliki Sekolah Menengah Atas Swasta. Kebutuhan Pendidikan Menengah Atas yang terus meningkat tidak sebanding dengan keberadaaan sekolah yang berkualitas tinggi di beberapa wilayah di Kota Pontianak. Konsep perancangan Sekolah Menengah Atas Negeri Kecamatan Pontianak Tenggara adalah Arsitektur Tropis. Arsitektur Tropis adalah suatu konsep bangunan yang mengadaptasi kondisi iklim tropis. Penerapan pada bangunan adalah penempatan bukaan yang cukup untuk kenyamanan thermal dan sirkulasi udara ke dalam ruangan. Kata kunci: Sekolah Menengah Atas Negeri, Kecamatan Pontianak Tenggara, Tropi