445 research outputs found

    KAJIAN PUSAT-PUSAT PELAYANAN KOTA TOMOHON BERDASARKAN HIRARKI

    Get PDF
    Dalam suatu perencanaan wilayah, hirarki perkotaan sangat perlu diperhatikan karena menyangkut dengan fungsi yang ingin di arahkan pada masing-masing kota. Dalam konteks dinamika yang ada pada perkembangan Kota Tomohon terlaksananya fungsi itu berkaitan dengan fasilitas kepentingan umum yang ada di masing-masing wilayah. Distribusi penduduk pada beberapa bagian wilayah Kota Tomohon mengakibatkan terjadinya peningkatan jumlah prasarana dan sarana dan fasilitas pelayanan. Adapun tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi ketersediaan fasilitas sosial, ekonomi dan pemerintahan serta menganalisis hirarki dan distribusi pusat pelayanan di Kota Tomohon, menganalisis kesesuaian pusat pelayanan dalam RTRW Kota Tomohon tahun 2013-2033 terhadap hasil penelitian. Penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dan untuk metode analisis menggunakan metode analisis skalogram, analisis indeks sentralitas dan analisis gravitasi. Berdasarkan hasil studi didapat bahwa ketersediaan fasilitas sosial, ekonomi dan pemerintahan di Kota Tomohon cukup memadai dimana yang  berstatus orde I berada pada Kecamatan Tomohon Selatan dan Kecamatan Tomohon Timur, telah memiliki fasilitas yang cukup lengkap dan memadai. Hasil analisis wilayah Kota Tomohon terbagi dalam 3 orde, dimana orde/hirarki I yang terdapat pada  Kecamatan Tomohon Selatan dan Kecamatan Tomohon Timur. Sedangkan untuk orde/hirarki II berada pada Kecamatan Tomohon Utara dan Kecamatan Tomohon Tengah. Dan yang berada pada orde/hirarki III yaitu Kecamatan Tomohon Barat. Berdasarkan hasil analisis terdapat perbandingan antara pusat pelayanan dalam RTRW Kota Tomohon tahun 2013-2033 terhadap hasil analisis. Kata kunci: Hirarki Perkotaan; Pusat-Pusat Pelayanan; Analisis Skalogram; Analisis Sentralitas; Analisis Gravitasi

    THE DEVELOPMENT OF INTEREST TOURISM IN MINAHASA DISTRICT

    Get PDF
    The potential for special interest tourism in Minahasa Regency is contained in the 2011-2031 RTRW as a supporter of the local economy. However, there is still a lack of effort from the local government that has not been maximized in promoting the wmk resulting in the potential for special interest tourism that is not developed optimally. With quantitative descriptive research method that is explorative, this research uses Touliang Oki Village, Leilem Village, Pulutan Village, and Kolongan Atas II Village as case studies. The data collection methods used include field surveys and secondary data to see the potential characteristics of supporting the development of WMC objects, as well as primary data conducted on business actors and craftsmen in the form of questionnaires that will be processed using scoring, followed by weightings that have been ranked based on stakeholder opinions. (government), until it is processed using swot to get the final result in the form of a development concept. The results include that the potential supporting characteristics seen from the 8 aspects of tourism development in each case study area generally have the same drivers and obstacles, then the results of the questionnaire obtained a SWOT factor for the turn-around strategy (WO) which was later revealed to be a development concept. This research also produces the concept of spatial and non-spatial development. This research is also expected to be able to offer a 'tourism development concept', especially special interest tourism in supporting community empowerment and elevating the superior potential. Keywords: craftsmen, potential development characteristics, RTRW Minahasa Regency, special interest tourism, the concept of tourism development

    EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN PADA KAWASAN RAWAN BENCANA BANJIR DI KECAMATAN TOILI DAN TOILI BARAT, KABUPATEN BANGGAI

    Get PDF
    Kecamatan Toili dan Toili Barat merupakan kecamatan yang masuk dalam arahan pola ruang kabupaten banggai tahun 2012-2032. Sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL), dan juga kecamatan Toili dan Toili Barattermasuk dalam kawasan rawan banjir dengan kategori kerawanan tinggi. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui kondisi kemampuan dan kesesuaian lahan yang ada di Kecamatan Toili dan Toili Barat serta mengevaluasi arahan kesesuaian lahan terhadap penggunaan lahan di Kecamatan Toili dan Toili Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan menggunakan pendekatan analisis spasial dengan bantuan SIG (Sistem Informasi Geografis). Teknik analisis yang digunakan adalah teknik overlay (Tumpang tindih) dan analisis skoring untuk pemberian nilai setiap parameter dari hasil analisis yang di lakukan didapatkan bahwa kemampuan lahan yang dominan adalah kemampuan lahan rendah dan kesesuaian lahan yang dominan adalah kesesuaian lahan perkebunan. Hasil analisis menunjukan adanya ketidaksesuaian antara lahan permukiman dengan hasil analisis kesesuaian lahan dan kerawanan bencana, karena lahan yang sesuai penggunaan lahan permukiman dengan analisis kesesuaian lahan dan kerawanan bencana hanya 381.38 Ha/9.08 % dan yang tidak sesuai atau terjadinya penyimpangan penggunaan lahan permukiman adalah 3818.32 Ha/90.92 % dari total luas penggunaan lahan permukiman seluas 4199.70 Ha dari total luas kecamatan Toili dan Toili Barat. Kata Kunci : Kemampuan lahan, Kesesuaian lahan, Permukiman, Rawan bencana banji

    KORELASI DENSITAS PENDUDUK DAN PERSEBARAN KASUS COVID-19 DI KOTA MANADO

    Get PDF
    Covid-19 is a new disease that causes a serious pandemic disaster. In theory, transmission of infectious diseases is often facilitated by congested areas. This raises a question whether the density theory applies conceptually in Manado City, which is the capital as well as the main gateway with the largest population in North Sulawesi Province. Population density is one of the important indicators in identifying the spatial structure of a city. And going forward, it is very necessary to develop an ideal urban spatial structure and respond to a pandemic. The purpose of this study was to analyze the relationship between density indicators, both static and dynamic, and the distribution of Covid-19 in Manado City. The method used is quantitative-qualitative which consists of the origin-destination preference survey method as an identification of the movement pattern of the Manado City population which becomes the dynamic density and Pearson correlation as an analytical tool. The results showed that there was no correlation between population density on built-up land (static density) and the distribution of Covid-19 cases in Manado City. However, the results of the identification of the type of spatial structure of Manado City which tend to be mono-polycentric based on indicators of population movement (dynamic density) correlated with the distribution of existing cases. Especially for the trip to work, recreation, and to health facilities, it has a significant correlation coefficient with the increase in cases during the peak (first wave) Covid-19 in Manado City. Based on the research findings, the recommended spatial structure model to prevent and reduce problems arising from the pandemic is themodel Polycentric City.Keyword : Static Density, Dinamic Density, Covid-19, Pearson Correlatio

    ANALISIS PENGEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN BERDASARKAN KEMAMPUAN LAHAN DI DISTRIK MUARA TAMI

    Get PDF
    Kota sering diartikan sebagai suatu permukaan wilayah dimana terdapat pemusatan penduduk dengan berbagai jenis kegiatan ekonomi, sosial, budaya dan administrasi pemerintah yang secara rinci dapat digambarkan meliputi lahan geografis utamanya untuk pemukiman, dalam jumlah penduduk yang relatif  besar dan lahan yang  relatif terbatas. Sehubungan dengan hal tersebut, nampak adanya keterkaitan yang nyata antara manusia dengan lingkungan (lahan), yang digunakan manusia untuk tempat tinggal, dan tempat beraktivitas. Perkembangan kota umumnya memanfaatkan lahan untuk dijadikan pemukiman, hal ini tidak lain dikarenakan semakin meningkatnya laju pertumbuhan penduduk yang ada di kota atau wilayah tersebut, sehingga permintaan akan lahan baru untuk pemukiman semakin banyak dan meningkat. Untuk itulah sebelum adanya pengembangan kota baru dilakukan analisis kemampuan lahan di Distrik Muara Tami menggunakan system information Geographic ( SIG ). Distrik Muara Tami mempunyai 5 klasifikasi yaitu sedang, sangat rendah, rendah, agak tinggi, dan sangat tinggi. Kemampuan pengembangan sedang yang lebih mendominasi di Distrik Muara tami. Secara umum cukup layak untuk dijadikan sebagai pengembangan kota baru. Sedangkan untuk Kemampuan Lahan yang tidak mendominasi di Distrik Muara Tami adalah Kemampuan Pengembangan Sangat Tinggi hal ini menunjukan hanya sebagian kecil wilayah Muara Tami yang mampu untuk dikembangkan, khususnya  sebagai wilayah pengembangan kota baru.Kata Kunci: Kota, Permukiman, Distrik Muara Tami, Kemampuan Lahan

    ANALISIS TINGKAT KERAWANAN BANJIR DI KECAMATAN SANGTOMBOLANG KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW

    Get PDF
    Kecamatan Sangtombolang merupakan salah satu kecamatan yang terletak di kabupaten Bolaang Mongondow yang memiliki luas area 776,31 km²  sekaligus berada  di  Provinsi Sulawesi Utara. Kecamatan Sangtombolang merupakan salah satu Kecamatan yang berada pada wilayah administrasi Kabupaten Bolaang Mongondow yang masuk dalam kategori rawan banjir, sebagian besar daerah tersebut berada di bantaran sungai, dan pegunungan  seperti yang terjadi pada Bulan Maret 2020 dimana Banjir Bandang Melanda Kecamatan Sangtombolang khususnya desa pangi, desa pangi timur, dan desa domisil, dampak banjir yang telah mengakibatkan kerugian fisik dan material yang cukup tinggi. Risiko dan dampak terhadap timbulnya bencana banjir yang sering terjadi di kecamatan Sangtombolang dapat di kurangi atau diminimalkan dengan melakukan kesiapan dan pencegahan terhadap bencana banjir, salah satu yang di lakukan adalah mengenal dan mengetahui wilayah yang berpotensi banjir. Tujuan ipenelitian iini iyaitu imengidentifikasi tingkat kerawanan banjir di Kecamatan Sangtombolang, idan menganalisis  kerentanan banjir di kecamatan Sangtombolang  dengan menggunakan sistem informasi geografis, berdasarkan parameter banjir yaitu, kemiringan lereng, topografi, penggunaan lahan. iMetode iyang idi igunakan iadalah imetode ianalisis deskriptif ikuantitatif idan ioverlay, idengan tujuan untuk mendeskripsikan objek penelitian atau hasil penelitian serta mencakup analisis spasial dan skoring untuk menentukan tingkat kerawanan banjir dan kerentanan banjir pada wilayah permukiman kecamatan Sangtombolang.Kata iKunci: iBencana,Banjir, iKecamatan iSangtombolang, iKerawanan banjir, ispasia

    ANALISIS DAYA DUKUNG & DAYA TAMPUNG LAHAN DI KECAMATAN GIRIAN KOTA BITUNG UNTUK PENGEMBANGAN PERMUKIMAN

    Get PDF
    Daya dukung lahan merupakan hal penting yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan tata ruang wilayah, agar mampu mendukung aktivitas pemanfaatan lahan secara berkelanjutan. perbedaan daya dukung dan daya tampung adalah daya dukung merupakan kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan sedangkan daya tampung merupakan kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energy, dan komponen lain. Perkembangan penduduk perkotaan atau wilayah di Indonesia yang sangat pesat sebagai akibat pertumbuhan penduduk maupun akibat urbanisasi telah memberikan indikasi adanya masalah perkotaan yang serius. Oleh karena itu diperlukan analisis mengenai daya dukung dan daya tampung lahan untuk mengetahui ketersediaan lahan efektif untuk mendukung lahan bermasalah yang ada di kecamatan Malalayang Kota Manado. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan melakukan analisis spasial. Sesuai dengan analisis tersebut, maka dalam menganalisis daya dukung dan daya tampung lahan dilakukan proses overlay atau tumpang tindih peta tematik untuk mengetahui daya dukung dan daya tampung, serta total luasan lahan efektif yang dimiliki tiap kelurahan yang ada di kecamatan Malalayang. Tujuan dari penelitian ini adalah teridentifikasinya pemanfaatan lahan, sebaran fungsi lahan terencana dan tidak terencana dan mengetahui kapasitas dan kemampuan lahan dalam tingkat kelas lahan berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 17 Tahun 2009, serta lahan efektif (daya dukung dan daya tampung) yang dapat direkomendasi untuk difungsikan sebagai kawasan budidaya yang ada di kecamatan Girian. Kata Kunci : Daya Dukung Lahan, Daya Tampung Laha

    IDENTIFIKASI POTENSI ZONA-ZONA “TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT†DI KOTA MANADO

    Get PDF
    Perkembangan jumlah kendaraan di Kota Manado terus meningkat setiap tahunnya sehingga menimbulkan kemacetan di beberapa tempat. Penyebab terjadinya kemacetan di Manado yang makin parah juga diantaranya peningkatan pembangunan  pusat-pusat kegiatan dalam sektor ekonomi yang terus meningkat, bertambahnya penggunaan kendaraan roda dua.  TOD merupakan salah satu alternative konsep yang mendukung pertumbuhan pengembangan kota dengan mengoptimalkan penggunaan lahan , meningkatkan penggunaan moda transportasi umum, serta desain kawasan yang ramah terhadap pejalan kaki. Penelitian ini menggunakan metode analisis yakni : analisis spasial  untuk menghitung rata- rata KDB, KLB, luas penggunaan lahan, panjang jalur pejalan kaki. Analisis skalogram untuk mengetahui hirarki zona-zona yang berpotensi menjadi alternative zona TOD.  Setelah dilakukan analisis didapat hasil yakni  Hirarki I Zona C (Mantos), Zona D (Mega Mall) dan Zona E (Zero Point), Hirarki II : Zona F (Kantor Gubernur) dan Zona G (Balai Kota), Hirarki III: Zona B (Bahu Mall), Hirarki IV: Zona A (Terminal Malalayang), Zona H (Terminal Paal Dua) dan Zona J (Bandara Sam Ratulangi), Hirarki V: Zona I (Transmart). Diperlukan perbaikan, pembenahan dan peningkatan infrastruktur dan struktur ruang sesuai dengan konsep TOD.Kata Kunci: Potensi Zona, Transit Oriented Development,Kota Manad

    ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI KEPULAUAN SIAU KABUPATEN KEPULAUAN SIAU TAGULANDANG BIARO

    Get PDF
    Kesesuaian lahan pada hakekatnya merupakan penggambaran tingkat kecocokan sebidang lahan untuk suatu penggunaan tertentu (Soemarno, 2006). Kondisi topografi Kepulauan Siau pada umumnya memiliki bentuk wilayah yang berbukit dan bergunung, dan memiliki kemiringan lereng yang curam. Meskipun curam, daerah ini masih dimanfaatkan penduduk untuk ditanami dengan tanaman perkebunan seperti kelapa, cengkeh dan pala. Daerah yang datar relatif sempit dan umumnya hanya terdapat di pesisir pantai yang dijadikan tempat pemukiman penduduk, seperti di Ulu, Ondong (P.Siau). BAB 5 Tentang Rencana Pola Ruang Wilayah Kabupaten Pasal 37 Menetapkan bahwa Kawasan peruntukkan permukiman sebagaimana dimaksud pada Pasal 33   huruf d di wilayah Kabupaten adalah kawasan yang secara teknis dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pemukiman yang sehat, nyaman dan aman dari bahaya bencana alam, yang terdiri dari permukiman perkotaan meliputi permukiman di Kawasan Perkotaan Ulu, Kawasan Perkotaan Ondong dan Kawasan Perkotaan Buhias dan permukiman perkampungan meliputi permukiman yang terbentuk di kawasan perkampungan sebagai sentra produksi yang tersebar di seluruh wilayah Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.  Undang-Undang No 1 Tahun 2011 menjelaskan bahwa permukiman merupakan bagian dari lingkungan hunian yang terdiri lebih dari satu satuan perumahan yang mempunyai prasarana, sarana , utilitas umum , serta mempunyai penunjang kegiatan fungsi lain di kawasan perkotaan atau kawasan pedesaan. Penelitian ini bertujuan Mengidentifikasi eksisting penggunaan lahan permukiman di kepulauan siau dan Menganalisis kesesuaian lahan permukiman di kepulauan siau. Dengan manfaat Hasil penelitian ini dapat memberikan pemahaman dalam menganalisis kesesuian lahan permukiman di kepulauan siau kabupaten siau tagulandang biaro, Merekomendasi untuk pemerintah dalam menangani masalah yang terjadi dalam kesesuaian lahan permukiman di kepulauan siau dan Hasil penelitian ini dapat juga memberikan pemahaman terhadap masyarakat dan pihak lainnya.Kata Kunci: Kemampuan Lahan ,Kesesuaian Lahan ,Kesesuaian Lahan Permukima

    PENGARUH KAWASAN PERDAGANGAN DAN KAWASAN PELAYANAN UMUM PENDIDIKAN PADA MODEL HARGA LAHAN DI KECAMATAN MAPANGET

    Get PDF
    Pertumbuhan penduduk memberikan pengaruh dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat. Dengan meningkatnya jumlah penduduk, maka kebutuhan masyarakat akan lahan secara otomatis juga ikut meningkat. Peningkatan jumlah penduduk di Kecamatan Mapanget salah satunya di pengaruhi karena adanya Pusat Pelayanan Kota yaitu kampus Politeknik Negeri Manado yang merupakan satu-satunya Sekolah Tinggi Negeri yang ada di Kecamatan Mapanget dan berkembangnya Pusat Perdagangan salah satunya Transmart mempengaruhi harga lahan yang ada di sekitarnya.Penetapan Nilai Jual Objek Pajak dengan harga jual lahan di Pasar juga menimbulkan kesenjangan karena harga NJOP lebih rendah dari harga lahan di pasar akibat yang terjadi adalah ketidakjujuran dalam bertransaksi karena pejual dan pembeli menghindari pajak. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengidentifikasi Model harga lahan menurut NJOP yang ditetapkan pemerintah dan menurut harga pasar terkait pengaruh Pusat Pelayanan Kota dan Menganalisis model harga lahan dan model harga NJOP. Metode digunakan dalam penelitian ini ialah uji asumsi klasik harus memenuhi beberapa asumsi agar model dapat digunakan pada analisis regresi dan analisis regresi linear berganda untuk mengetahi pengaruh dari kawasan pelayanan umum pendidikan Politeknik Negeri Manado dan Kawasan Perdagangan Transmart terhadap harga pasar dan harga NJOP. Serta mengetahui model Harga lahan Pasar dan model Harga NJOP.  Kata Kunci : Kawasan Perdagangan, Kawasan Pelayanan Umum Pendidikan, Harga Laha

    438

    full texts

    445

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SPASIAL
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇