445 research outputs found

    ANALISIS PENGEMBANGAN DAN FEASIBILITY KAWASAN WISATA MANADO TOURISM DEVELOPMENT CORPORATION DI PESISIR PANTAI KECAMATAN TOMBARIRI KABUPATEN MINAHASA

    Full text link
    Berdasarkan Undang-Undang No. 10 tahun 2009, pariwisata mencakup berbagai kegiatan wisata yang didukung oleh fasilitas dan layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah. Sektor pariwisata dianggap sebagai bagian pembangunan yang terus berkembang dan didorong oleh pemerintah. dari kekayaan dan keindahan alam serta keragaman hayati yang memiliki nilai konservasi sangat tinggi, serta kondisi ekonomi, sosial dan budaya yang khas, unik dan menarik, Manado Tourism Development sendiri berada di Kawasan Pesisir Pantai Kecamatan Tombariri yang didalamnya memiliki objek wisata Manado Beach Hotel (MBH), Tasik Ria Resort, Lotus Resort, Mokupa Resort, Pantai MBH, dan Pantai Tasik Ria Peran strategis dalam mendukung program pengembangan pariwisata yang tengah digalakkan oleh pemerintah Indonesia sangatlah signifikan. Namun, perlu dicatat bahwa kawasan pesisir pantai ini memiliki keistimewaan tersendiri akan tetapi untuk MBH resort sendiri merupakan objek wisata yang terbengkalai,oleh karena itu dalam pembangunan serta pengembangan pariwisata, perlu dilihat lagi agar bisa mengevaluasi dan mengetahui faktor faktor yang menghambat Kawasan pesisir pantai, dan terbengkalainya objek wisata MBH, pesisir pantai sendiri merupakan suatu kawasan pariwisata yang dikembangkan dengan harapan memenuhi kebutuhan pariwisata di kabupaten minahasa, dengan menggunakan teknik analisa data SWOT, Feasibility Study dan analisis Spasial Kata Kunci : MBH, SWOT, Feasibility Stud

    MITIGASI BENCANA BANJIR PADA PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR

    Full text link
    Bencana banjir merupakan salah satu bencana alam hidrometeorologi dimana sering terjadi akibat perubahan cuaca atau iklim. Kabupaten Bolaang Mongondow Timur diketahui berada pada topografi -32 sampai 1790 mdpl, akibat topografi yang curam langsung berhadapan dengan pegunungan yang terjal membuat daerah ini sangat berisiko akan terjadinya banjir. Dalam mengurangi risiko bencana banjir dapat dilakukan dengan kegiatan mitigasi baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana. Untuk melihat risiko bencana banjir dapat menggunakan metode analisa kuantitatif dan metode analisa spasial untuk mendapatkan nilai indeks risiko bencana banjir. Berdasarkan hasil analisa, terdapat 19 Desa pada tingkat risiko banjir tinggi dan 28 Desa berada pada tingkat risiko rendah. Setelah mendapatkan tingkat risiko maka konsep mitigasi yang akan direkomendasikan fokus pada perumahan dan kawasan permukiman dimana kelas rendah fokus kegiatan struktur/fisik, sedang fokus kegiatan kombinasi dan tinggi fokus kegiatan non struktur/non fisik.   Kata kunci : Mitigasi, Bencana Banjir, Perumahan dan Kawasan Permukima

    ANALISIS KEBUTUHAN DAN PERMINTAAN RUMAH DI KOTA BITUNG

    Full text link
    Keperluan manusia yang paling fundamental adalah memiliki tempat tinggal, seperti yang diatur dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman. Undang-undang tersebut menjelaskan bahwa rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat keluarga, dan mencerminkan martabat penghuninya, serta merupakan aset atau investasi bagi pemiliknya. Kota Bitung sering mengalami masalah klasik terkait perumahan dan permukiman, terutama karena urbanisasi yang terus meningkat, menyebabkan penyebaran permukiman kumuh di perkotaan. Penurunan rasio rumah layak huni di Kota Bitung disebabkan oleh pertumbuhan penduduk yang cepat, yang berdampak pada meningkatnya permintaan akan rumah tinggal. Faktor-faktor yang terkait dalam kebutuhan serta permintaan rumah adalah lahan efektif atau potensial dalam memenuhi jumlah rumah yang dibutuhkan. Dari permasalahan yang di angkat ini bertujuan untuk menghitung jumlah kebutuhan rumah di Kota Bitung, memahami permintaan rumah dari masyarakat setempat, dan menentukan lahan yang potensial untuk pengembangan perumahan dan permukiman. Metode analisis spasial digunakan untuk mengidentifikasi lahan yang cocok untuk pengembangan perumahan dan permukiman, sementara analisis backlog proyeksi Kepala Keluarga (KK) digunakan untuk memperkirakan kebutuhan rumah dalam 20 tahun ke depan. Selain itu, analisis preferensi Willingness to Pay (WTP) dan Ability to Pay (ATP) digunakan untuk menentukan seberapa besar kemauan dan kemampuan masyarakat dalam membeli rumah. Kata Kunci : Kebutuhan Rumah, Permintaan Rumah, Kemampuan Lahan &nbsp

    PERUBAHAN SPASIAL, SOSIAL DAN EKONOMI PADA KAWASAN PERMUKIMAN DI SEKITAR BENDUNGAN KUWIL-KAWANGKOAN

    Full text link
    Perubahan penggunaan lahan yang terjadi disekitar bendungan Kuwil-Kawangkoan ini memicu adanya indikasi perubahan luas lahan bahkan berpengaruh pada kondisi ekonomi dan sosial masyarakat baik dari segi pekerjaan, tingkat pendapatan dan keseharian masyarakat dalam menjalani aktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan, kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, selama 10 tahun dan untuk menganalisis hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terhadap perubahan spasial di sekitar bendungan Kuwil-Kawangkoan. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis overlay, analisis deskriptif dan analisis data statistik. Berdasarkan hasil identifikasi, perubahan selama 10 tahun terkahir didominasi oleh segmen 1 (Kawangkoan) seluas 1,38 Ha. Sementara itu, perubahan pada kondisi sosial dan ekonomi berdampak pada mata pencaharian masyarakat disertai dengan tingkat pendapatannya. Hal ini ditandai dengan kondisi ekonomi mengalami perubahan ke arah negatif yang dipicu oleh kesejateraan masyarakat yang diperoleh dari hasil ganti rugi tidak digunakan untuk mengolah lahan yang dimiliki. Oleh karena itu, hal ini harus menjadi perhatian pemerintah karena peningkatan pembangunan, kestabilan ekonomi dan sosial harus tercapai guna kesejahteraan masyarakat. Kata Kunci: Bendungan Kuwil Kawangkoan, Perubahan Penggunaan Lahan, Sosial-Ekonomi. &nbsp

    PENYEDIAAN HUNIAN DI KOTA MANADO

    Full text link
    Kota Manado merupakan ibu kota dari Provinsi Sulawesi Utara, sehingga kota ini merupakan salah satu kota tujuan masyarakat untuk bermigrasi sehingga Kota Manado mengalami peningkatan jumlah penduduk yang cukup pesat. Dampak dari peningkatan pertumbuhan tersebut, maka kebutuhan akan rumah pun turut meningkat seiring berjalannya waktu. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu dilakukannya penanganan akan kebutuhan rumah dengan melihat bagaimana permintaan rumah dari segi kemauan dan kemampuan membayar dari masyarakat kemudian mencari lokasi yang sekiranya dapat dibangunkan rumah untuk mayarakat yang belum memiliki rumah. Terdapat tiga tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis berapa jumlah kebutuhan rumah untuk 20 tahun mendatang, menganalisis bagaimana permintaan rumah di Kota Manado, dan yang terakhir bagaimana keersediaan lahan tersedia untuk memenuhi kebutuhan rumah sampai 20 tahun yang mendatang. Metode analisis yang digunakan adalah teknik analisa data kuantitatif yaitu untuk menghitung kebutuhan rumah dimasa mendatang dan permintaan rumah menggunakan metode Willingness To Pay (WTP) dan Ability To Pay (ATP). Sedangakan untuk melihat ketersediaan lahan menggunakan analisis spasial yaitu Satuan Kemampuan Lahan (SKL). Hasil dari penelitian ini diantaranya adalah: (1) kebutuhan akan rumah mengalami peningkatan dengan rata – rata indeks pertumbuhan 0,1 %; (2) Kemauan dan kemampuan membayar masyarakat untuk memenuhi kebutuhan rumah masih dibawah harga dasar yang ada di pasaran; (3) Masih terdapat empat kecamatan yang dapat dibangun rumah tapak dan untuk tujuah kecamatan lainnya sudah tidak dapat dibangun rumah tapak sehingga disarankan untuk membangun secara vertikal. Kata Kunci: Kebutuhan Rumah, Permintaan Rumah, Tapak - Vertika

    IDENTIFIKASI REGIONAL HERITAGE SEBAGAI POTENSI PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA SEJARAH DI KECAMATAN AIRMADIDI KABUPATEN MINAHASA UTARA

    Full text link
    Kabupaten Minahasa Utara memilik potensi alam yang luas serta kekayan sejarah dan budaya daerah yang menjadi daya tarik tersendiri sehingga kabupaten Minahasa Utara menjadi salah satu daerah tujuan wisata Indonesia di provinsi Sulawesi Utara. Menurut RTRW Kabupaten Minahasa Utara, kawasan wisata budaya berada di kecamatan Airmadidi yang memiliki berbagai peninggalan budaya yang seharusnya dilinduni dan dikembangkan untuk menjadi tujuan wisata berbasis budaya dan sejarah. Berdasarkan uraian di atas maka penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi peninggalan budaya di kecamatan Airmadidi, dan menganalisis karakteristik peninggalan sejarah di kecamatan Airmadidi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menjawab rumusan masalah yang ada. Berdasarkan hasil analisis, di kecamatan Airmadidi terdapat 19 objek peninggalan sejarah. Menurut UU No. 10 Tahun 2011 tentang Cagar Budaya, 10 dari 19 objek peninggalan sejarah yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya, sedangkan 9 lainnya belum ditetapkan sebagai cagar budaya. Beberapa objek peninggalan sejarah yang ada di kawasan budaya di kecamatan Airmadidi dalam kondisi kurang baik dan tidak terpelihara, padahal memiliki karakteristik yang unik dan nilai historial yang tinggi, sehingga sangat layak untuk dikembangkan sebagai potensi Kawasan Wisata Sejarah. Kata Kunci: Kawasan Wisata, Sejarah dan Budaya, Kabupaten Minahasa Utar

    KETANGGUHAN WILAYAH DISTRIK SORONG DAN SORONG MANOI DI KOTA SORONG TERHADAP BENCANA BANJIR

    Full text link
    Kota Sorong merupakan salah satu kota di Papua Barat yang sering menghadapi masalah banjir. Namun, belum ada data mengenai luasan wilayah yang rentan terhadap kondisi ini. Oleh karena itu, perlu dilakukan survei untuk mengetahui sebaran tingkat ketahanan banjir di Sorong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan kuantitatif dengan analisis dan persebaran pola tingkat kerawanan banjir menggunakan teknik analisis data primer dan sekunder berbasis software Arc View 10.4. Akibatnya, tingkat ketahanan banjir di Kabupaten Solon dan Solon Manoi diklasifikasikan menjadi empat rangking ketahanan banjir: kerawanan tinggi, kerawanan rendah, kerawanan rendah, dan tidak kerawanan. 4,53% wilayah metropolitan Solon tergolong sangat rawan banjir, 33,65% tergolong tidak rawan banjir, 33,65%, dan tidak rawan banjir 19,71%. Akan selesai. Perlu diketahui bahwa 38,18% wilayah Sorong Sorong Manoi rawan dan rawan banjir. Daerah ini merupakan pusat pemerintahan dan termasuk daerah padat penduduk. Kata kunci: banjir, ketahanan banjir kabupaten Sorong, Sorong Mano

    ANALISIS PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR PENDUKUNG KAWASAN AGROPOLITAN DI LANGOWAN

    Full text link
    Langowan  termasuk dalam Pengembangan kawasan agropolitan Pakakaan  (Kec. Tompaso, Kawangkoan, Kakas dan Langowan). Ketersediaan infrastruktur dalam hal ini infrastruktur pendukung pertanian yang optimal maka dapat memicu perkembagan Kawasan Agropolitan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi eksisting infrastruktur pendukung kawasan agropolitan di langowan, menganalisis usulan pengembangan infrastruktur pendukung kawasan agropolitan di langowan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan metode evaluasi dengan metode analisis actual versus planned performance comparisons untuk merumuskan usulan pengembangan. Hasil penelitian infrastruktur pendukung dalam penyediaannya berdasarkan evaluasi dengan standar ialah jalan usaha tani belum memenuhi standar,jalan penghubung antar desa telah memenuhi standar, gudang penyimpanan belum memenuhi standar, bak penampungan air belum memenuhi standar, kios pupuk belum memenuhi standar, penggilingan padi belum memenuhi standar, dan Balai Penyuluhan Pertanian telah memenuhi standar. Terdapat 7 usulan pengembangan Infrastruktur pendukung. Kata Kunci : Agropolitan,Infrastruktur,Evaluasi,Pengembanga

    EVALUASI PEMANFAATAN RUANG DI KAWASAN PESISIR KABUPATEN HALMAHERA UTARA BERDASARKAN RENCANA ZONASI WILAYAH PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL

    No full text
    From the perspective of economic interests as an agropolitan region, Dimembe Subdistrict is a part of North Minahasa district's provincial strategic area (KSP). According to field observations made in the Dimembe District, there hasn't been any infrastructural development so far. The Agropolitan Area in the Dimembe Subdistrict still has low service levels for its agricultural infrastructure, which leads to underutilization and inefficient production and delivery of agricultural goods. This study's goal was to locate and assess the infrastructure needed to enable the growth of agropolitan regions in North Minahasa regency's Dimembe district. Descriptive qualitative and quantitative research approaches were employed in this study. According to the study's findings, there is generally excellent infrastructure accessible in rural areas for initiatives to expand agricultural areas in the Dimembe District. The study, which is based on the Public Works Service's regulatory criteria, received a score of 69.8%, indicating that there is enough rural infrastructure to sustain the agricultural industry. Keyword: Evaluation, Availability of Infrastructure, Development of Agricultural Areas, Dimembe Distric

    SISTEM PENGELOLAAN PERSAMPAHAN DI KABUPATEN TORAJA UTARA

    Full text link
    Sampah masih menjadi salah satu persoalan di Kabupaten Toraja Utara yang belum ditangani dengan baik hingga saat ini. Kecamatan Rantepao, Kecamatan Kesu, Kecamatan Tallunglipu merupakan tiga kecamatan yang rentan akan permasalahan sampah ini dikarenakan laju pertumbuhan penduduk di tiga kecamatan ini yang paling tinggi di Kabupaten Toraja Utara. Salah satu dampak yang ditimbulkan karena persolaan sampah ini adalah terjadinya banjir yang pernah beberapa wilayah Kecamatan Rantepao. Hal ini dikarenakan  sampah yang menyumbat drainase dan aliran sungai sehingga ketika hujan datang air meluap ke badan jalan. maka dari itu penting untuk mengkaji sistem pengelolaan persampahan yang ada di Kabupaten Toraja utara. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi tingkat kemauan dan kemampuan masyarakat dalam suatu sistem pengelolaan persampahan serta membuat model sistem pengelolaan persampahan di lokasi penelitian. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan analisis preferensi yaitu metode Willingness to pay dan Ability to pay serta analisis ambang batas. Hasil analisis menunjukan bahwa dari tujuh faktor willingness to pay dan ability to pay masyarkat belum setuju dengan sistem pengelolaan sampah yang berjalan dan nilai WTP maupun ATP masih dibawah standar atau berada pada area prospek konsep negatif. Maka dari analisis itu disertai dengan analisis ambang batas dibuatlah model sistem pengelolaan persampahan mulai dari perwadahan, pengumpulan, pengangkutan, dan pemrosesan akhir dengan fokus menangani sampah yang sulit terurai seperti sampah plastik. Kata Kunci : Sistem . Persampahan, Toraja Utara &nbsp

    438

    full texts

    445

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SPASIAL
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇