SPASIAL
Not a member yet
445 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN SEKTOR INFORMAL BERBASIS PARIWISATA TERHADAP PEREKONOMIAN KOTA KOTAMOBAGU
Penelitian ini dilatar-belakangi oleh keberadaan aktivitas sektor informal di Kota Kotamobagu khususnya di Kecamatan Kotamobagu Barat.Para pelaku sektor informal sering kali berjualan dengan berpindah-pindah karena belum ada kejelasan lokasi berdagang yang jelas dan belum adanya penanganan yang optimal terhadap sektor informal tersebut.Adapun tujuan dari penelitian ini adalah a).Mengidentifikasi karateristik sektor informal di Kotamobagu. b). Mengembangkan potensi sektor informal berbasis pariwisata dalam perekonomian Kota Kotamobagu. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dan analisis data menggunakan analisis SWOT dan konsep 4A.Kedua analisis ini digunakan untuk mengetahui bagaimana mengembangkan sektor informal berbasis pariwisata terhadap perekonomian Kota Kotamobagu dengan potensi yang ada.Karakteristik sektor informal dikotamobagu terdiri dari jenis jualan, sarana berjualan, lokasi berjualan dan luas lokasi berjualan.Sedangkan untuk pengembangan sektor informal berbasis pariwisata sudah terdapat beberapa strategi pengembangan dari analisis yang perlu diimplementasikan langsung ke lapangan.Perlu peran aktif dari pelaku sektor informal itu sendiri, pemerintah setempat maupun pihak-pihak lainnya yang dapat membantu dalam pengembangan sektor informal di Kota Kotamobagu. Kata Kunci : Sektor Informal, Karateristik, Pengembangan
STUDI IDENTIFIKASI SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH PERMUKIMAN DI WILAYAH PESISIR KOTA MANADO
Persampahan merupakan isu penting dalam masalah lingkungan perkotaan yang dihadapi sejalan dengan perkembangan jumlah penduduk dan peningkatan aktivitas pembangunan. Wilayah pesisir merupakan daerah pertemuan antara wilayah daratan dengan karakteristik daratannya dan wilayah lautan dengan karakteristik lautnya dan membawa dampak yang cukup signifikan terhadap pembentukan karakteristik wilayah sendiri yang lebih khas. Kekhasannya ini tidak hanya berlaku pada karakteristik sumber daya alam dan sumber daya manusia serta kehidupan sosial yang terdapat disekitarnya tetapi juga berdampak pada karakteristik persampahan di wilayah pesisir. Penanganan sampah pesisir Kota Manado sangat komplek, ada beberapa hal yang mempengaruhi yaitu sampah dari masyarakat yang tinggal dan melakukan aktivitas di wilayah pesisir, sampah kiriman dari wilayah daratan atas yang mengalir dari sungai atau selokan yang bermuara ke pesisir. Penelitian dilakukan di Kelurahan Bitung Karang Ria Lingkungan 4 dan 5 dan di Kelurahan Malalayang 1 Timur Lingkungan 1 dan 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik sampah permukiman pesisir dan mengetahui sistem pengelolaan sampah permukiman pesisir. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan dengan survey data primer dan sekunder. Survey data primer meliputi observasi, wawancara dan kuisioner sedangkan survey data sekunder diperoleh dari buku-buku, dokumen teknis, data statistik dari insatnsi-insatnsi terkait. Untuk menganalisi data digunakan analisi statistik deskriptif. Statistik deskriptif adalah metode-metode yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian suatu gugus data sehingga menaksir kualitas data berupa jenis variable, ringkasan statistik (mean, median, modus, standar deviasi). Karakteristik sampah di Kelurahan Bitung Karang Ria lingkungan 4 dan 5 yaitu sampah organik ( bekas sayur-sayuran,dlsb) sebanyak 45%, sedangkan karakteristik sampah di Kelurahan Malalayang 1 Timur lingkungan 1 dan 2 yaitu sampah organik ( bekas sayur-sayuran,dlsb) sebanyak 43,9% .Sistem pengelolaan sampah di permukiman pesisir Kelurahan Bitung Karang Ria Lingkungan 4 dan 5 dan Kelurahan Malalayang 1 Timur Lingkungan 1 dan 2 masih banyak mengalami permasalahan seperti sarana pengumpulan, pengangkutan, pengelolaan. Sistem pengelolaan sampah perlu didukung oleh fasilitas TPS yang memadai baik secara ukuran, jumlah dan jenis sampah yaitu organik dan an organik, serta jam pengangkutan sampah yang masih belum tertata dengan baik. Kata kunci : Sistem pengelolaan sampah, Permukiman pesisir, Kota Manad
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP LOKASI PASAR BARU DESA BOLANGITANG KABUPATEN BOLAANG-MONGONDOW UTARA
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana persespi dari pedagang pasar selaku produsen terhadap rencana relokasi pasar dan lokasi pasar baru, serta untuk mengetahui seperti apa kondisi eksisting dari lokasi pasar lama maupun lokasi pasar yang baru. Lokasi penelitian ini dilakukan di dua tempat yakni di lokasi pasar lama dan lokasi pasar yang menjadi arahan relokasi pasar tradisional Bolangitang Dua. Dengan menggunakan pedagang pasar sebagai responden dengan jumlah sampel 163. Proses pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, kuesioner, dan dokumentasi serta menggunakan metode kualitatif sebagai metode penelitian dengan pengolahan data menggunakan perangkat SPSS. Hasil akhir penelitian ini yaitu memahami kondisi eksisting dari lokasi pasar baru dan pasar lama, serta mengetahui persepsi dari pedagang pasar terhadap program relokasi dan lokasi pasar yang baru yaitu : kondisi eksisting lokasi pasar lama dinilai lebih baik untuk dijadikan lokasi berdagang (pasar tradisional) dibandingkan lokasi pasar yang lama baik dari segi tataguna lahan, luas lahan, jarak, sirkulasi jalan hingga kepadatan bangunan, topografi dan ketersediaan drainase. Dari hasil analisis diketahui sebagian besar atau 75% pedagang yang berada di lokasi pasar lama setuju dengan rencana relokasi pasar tersebut. Dan lebih dari 70% pedagang yang ada juga menilai lokasi pasar tradisional yang baru merupakan sebuah lokasi yang strategis, yang mempunyai kondisi lingkungan yang baik dan aksesbilitas yang baik pula
EVALUASI KETERSEDIAAN PRASARANA DAN SARANA FASILITAS PENDIDIKAN BERDASARKAN PENDEKATAN TEORI NEIGHBORHOOD UNIT (STUDI KASUS : KECAMATAN WENANG)
Konsep Neighborhood merupakan konsepkawasan permukimanyang terdapat fasilitas penunjang yaitu salah satunya fasilitas pendidikan. Konsep Neighborhood diterapkan dalam menjangkau jarakjangkauan pendudukke tempat fasilitas pendidikan. Berdasarkan data dinas pendidikan kota manado, jumlah fasilitas pendidikan tingkat SLTP dan SLTA di kecamatan wenang telah terlayani. Namun pada kenyataannya masih terjadi ketidakseimbangan antara penyediaan dengan kebutuhan pelayanan fasilitas pendidikan tingkat SLTP dan SLTA. Untuk itu diperlukan evaluasi untuk menilai tingkat pelayanan dan jangkauan pelayanan fasilitas pendidikan SLTP dan SLTA yang ada saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dikuantitafifkan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat pelayanan fasilitas pendidikan yang terdapat di Kecamatan Wenang dan menganalisis jangkauan pelayanan fasilitas pendidikan berdasarkan pendekatan neighborhood unit.Berdasarkan hasil studi tingkat pelayanan fasilitas pendidikan tingkat SLTP yang baik adalah kelurahan istiqlal dan kelurahan tikala kumaraka serta fasilitas pendidikan tingkat SLTA yang baik adalah kelurahan istiqlal, kelurahan lawangirung dan kelurahan wenang utara sedangkan jangkauan pelayanan fasilitas pendidikan tingkat SLTP dari segi faktor internal jangkauan pelayanan fasilitas pendidikan tingkat SLTP terhadap wilayah sekitar paling banyak yaitu kelurahan wenang utara dan faktor eksternal jangkauan keterimaan pelayanan fasilitas pendidikan tingkat SLTP paling banyak yaitu kelurahan mahakeret barat, nahakeret timur dan pinaesaan. serta faktor internal jangkauan pelayanan fasilitas pendidikan tingkat SLTA terhadap wilayah sekitar paling banyak yaitu kelurahan wenang utara dan faktor eksternal jangkauan keterimaan pelayanan fasilitas pendidikan tingkat SLTA paling banyak yaitu kelurahan tikala kumaraka dan mahakeret timur
ANALISIS PEMANFAATAN RUANG PADA KAWASAN RESAPAN AIR DI KELURAHAN RANOMUUT KECAMATAN PAAL DUA KOTA MANADO
Banyak daerah resapan air yang mengalami alih fungsi menjadi permukiman dan perdagangan/jasa mengakibatkan berkurangnya luas pada kawasan resapan air itu sendiri. Seperti yang terjadi di Kelurahan Ranomuut Kecamatan Paal II Kota Manado.Peneltian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persebaran kawasan resapan air yang ada di Kelurahan Ranomuut dan mengkaji pemanfaatan ruang pada kawasan resapan air di Kelurahan Ranomuut. Untuk mencapai tujuan penelitian, metode analisis data yang dipakai unutk menunjang penelitian ini adalah menggunakan metode overlay (Tumpang susun) dengan software Sistem Informasi Geografi (SIG) dan skoring data untuk mengidentifikasi kawasan resapan air. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan pada penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa: Distribusi kelas kesesuaian kawasan resapan air di Kelurahan Ranomuut terdiri atas kurang sesuai, cukup sesuai, dan tidak sesuai. Luas wilayah dengan kelas kurang sesuai adalah 75,30 Ha, luas wilayah dengan kelas cukup sesuai adalah 17,68 Ha, dan luas wilayah dengan kelas tidak sesuai adalah 18,36 Ha. Dalam hal pemanfaatan ruang, ditemui adanya perubahan penggunaan lahan yang terjadi pada tahun 2000-2014 di Kelurahan Ranomuut. Perubahan yang terjadi adalah peningkatan luasan permukiman sebesar 80,69%, dan pengurangan luasan ladang-kebun sebesar 37,24%.  Kanta Kunci : Resapan Air, Pemanfaatan Ruan