445 research outputs found

    MODEL HARGA LAHAN DI KORIDOR JALAN A.A.MARAMIS KECAMATAN MAPANGET KOTA MANADO

    Get PDF
    Koridor jalan merupakan suatu lorong ataupun penggal jalan yang menghubungkan satu kawasan dengan kawasan lain dan menpunyai batasan fisik satu lapis bangunan dari jalan (kamus tata ruang,1997). Fungsi jalan di koridor jalan A.A. Maramis memiliki fungsi yaitu pada nilai lahan, dimana nilai lahan akan tinggi ketika lahan tersebut memiliki jarak yang dekat dengan koridor Jalan A.A. Maramis, dan nilai lahan yang tinggi juga berpengaruh pada harga pasar lahan dan untuk penetapan NJOP dimana harga NJOP yang tinggi dikarenakan nilai lahan juga yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui model harga lahan minimum di koridor jalan A.A. Maramis, untuk mengetahui model harga lahan maksimum di koridor jalan A.A.Maramis, dan untuk menemukan model harga lahan ideal di koridor jalan A.A.Maramis. Metode yang digunakan ialah metode analisis regresi sederhana sebuah metode pendekatan untuk pemodelan hubungan antara satu variabel dependen dan satu variabel independen. Hasil dari uji regresi harga transaksi cenderung mengalami penurunan, namun dengan adanya jarak koridor maka harga lahan akan mengalami peningkatan, dan NJOP akan mengalami penurunan apabila jarak koridor adalah nol. Kata Kunci : Harga lahan, Koridor Jalan, Analisis regresi sederhana

    TINGKAT KETIMPANGAN WILAYAH DI KABUPATEN DARATAN DAN KABUPATEN KEPULAUAN. STUDI KASUS: KABUPATEN MINAHASA TENGGARA DAN KABUPATEN KEPULAUAN SITARO

    Get PDF
    Ketimpangan wilayah merupakan salah satu permasalahan yang masih umum terjadi di Negara Indonesia. Beberapa daerah mengalami kemajuan yang cepat namun di beberapa daerah lainnya mengalami ketertinggalan terutama pada daerah kepulauan yang sering terisolir karena pebedaan karakteristik wilayah dengan daerah daratan. Penelitian ini dilakukan di salah satu daerah daratan dan kepulauan di Provinsi Sulawesi Utara tepatnya di Kabupaten Minahasa Tenggara dan Kabupaten Kepulauan Sitaro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketimpangan wilayah berdasarakan PDRB menggunakan Index Williamson dan mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi ketimpangan wilayah dengan analisis factor PCA serta membentuk tipologi perkembangan wilayah dengan analisis gerombol (clustering analysis). Hasil dari penelitian ini adalah tingkat ketimpangan wilayah di Kabupaten Kepulauan Sitaro lebih tinggi daripada Minahasa Tenggara dan factor yang sangat berpengaruh terhadap ketimpangan di kepulauan sitaro adalah kontribusi PDRB dan aksesibilitas. Pembentukan tipologi perkembangan wilayah terbagi kedalam 3 cluster. Kecamatan yang termasuk dalam cluster 1 mempunyai tingkat perkembangan wilayah tinggi, cluster 2 sedang dan cluster 3 perkembangan wilayah rendah. Kata kunci: Ketimpangan wilayah; Kepulauan; Index Williamson; Factor pengaruh ketimpangan; Tipologi perkembangan wilaya

    PERENCANAAN DESA WISATA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN (Studi Kasus: Desa Marbun Toruan, Desa Pearung dan Desa Tipang)

    Get PDF
    Marbun Toruan Village, Tipang Village, and Pearung Village have various tourism potentials as well as unique local wisdom, namely nature tourism, culture, history, culinary and unique social life so that it has the potential to be developed as a tourist village. However, the management of tourism potential has not been maximized so that area planning is needed to integrate every potential it has in order to become a tourist destination. Planning the potential of tourism villages based on local wisdom is one of the efforts to synergize between the village government and the community to care for and participate in managing tourism resources. The purpose of this study is to identify the potential of the village and the plan is based on local wisdom. The research method used is descriptive qualitative by using the SWOT analysis method and qualitative data analysis methods which include data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. To achieve the objectives of this research is to determine the strengths, weaknesses, threats, and opportunities based on the variables studied and determine the development strategy by considering the existing conditions. The results of the research obtained state the priority of tourism village planning strategies based on local wisdom which focuses on planning tourist attractions, accessibility, accommodation, amenities, and supporting infrastructure for tourism activities.Keywords: tourism planning, tourist village, local wisdo

    ANALISIS RESIKO BENCANA LONGSOR DI KOTA BITUNG

    Get PDF
    Risiko bencana adalah potensi kerugian yang ditimbulkan akibat bencana pada suatu kawasan dan kurun waktu tertentu yang dapat berupa kematian, luka, sakit, jiwa terancam, hilangnya rasa aman, mengungsi, kerusakan atau kehilangan harta, dan gangguan kegiatan masyarakat. Penelitian ini dilakukan di Kota Bitung untuk mengetahui tingkat kerawanan. Kerentanan Kapasitas dan Resiko Bencana berdasarkan Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana No.02 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana. Metode yang di gunakan adalah metode analisis deskriptif dan overlay, dimana untuk mendapat resiko bencana perlu melakukan penggabungan pada berbagai peta dasar yaitu kemiringan lereng, jenis tanah, curah hujan dan penggunaan lahan untuk mendapatkan tingkat kerawanan serta tingkat kerentanan yang di dapat dari kerentanan social, ekonomi, fisik dan lingkungan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Kota Bitung masuk kedalam kategori resiko bencana sedang, dimana seluruh wilayah permukiman yang ada di Kota Bitung masih masuk kategori layak untuk pembangunan.Kata Kunci: Kerawanan Bencana, Resiko Bencana, Kota Bitun

    PENGGUNAAN MATERIAL ATAP TERHADAP BEBAN PANAS PADA HUNIAN DI PERUMAHAN SEDERHANA DI KOTA MANADO

    Get PDF
    Tulisan ini menjelaskan tentang pemilihan material dan tipe konstruksi atap sebagai upaya mengurangi beban panas internal hunian. Merupakan penelitian kuantitaif dengan metode eksplanatori, fokus penelitian pada panas eksternal, beban panas internal, serta material dan tipe konstruksi atap. Bertujuan mengetahui proses perpindahan panas, penyebab panas internal terbesar serta  jenis material dan tipe konstruksi atap yang optimal yang dapat berperan signifikan dalam menurunkan beban panas internal. Penelitian dilakukan di Perumahan Buha Griya Permai Manado, dengan menghitung beban panas internal hunian eksisting, menganalisa material dan tipe konstruksi atap, kemudian memperbaiki tipe konstruksi atap  untuk menurunkan beban panas internal. Hasil penelitian menunjukkan, beban panas internal terbesar berasal dari panas yang masuk melalui atap dengan nilai transmitan tipe konstruksi yang besar, tidak adanya aliran angin dalam ruang, dan kelembaban udara tinggi.Pada kondisi obyek studi, pengurangan beban panas internal dilakukan dengan memberi penambahan insulasi panas jenis Aluminium Foil Bubble pada atap dan plafon, harganya relatif murah, tetapi penggunaannya sudah dapat memenuhi kebutuhan dalam mengurangi nilai transmitan atap sekitar 47% dan mengurangi beban panas internal sebanyak 24%. Penelitian ini bermanfaat mendapat cara mengurangi panas dalam bangunan dengan perbaikan tipe konstruksi atap yang minimal. Kata kunci : Beban Panas, Insulasi Panas Atap, Nilai Transmita

    ANALISIS SPASIAL TERHADAP NILAI LAHAN Di KECAMATAN AMURANG

    No full text
    Lahan isebagai ilokasi ipembangunan isudah ipasti imemiliki inilai idan iharga. iNilai ilahan isecara itidak ilangsung imengungkapkan ikepada isemua ikhalayak iumum itentang ikualitas ilahan itersebut imengenai ipengembangannya. iKualitas iyang idimaksud iberupa ipotensi ilahan iketika idibangun imemberikan imanfaat iyang idiharapkan. iJadi inilai ilahan isangat iberkaitan idengan iobjek iyang iberpotensi ibesar ijika idibangun idiatas ilahan itersebut. iNilai ilahan imempunyai ipengertian iyang iberbeda idengan iharga ilahan. iHal iini idapat idijelaskan ibahwa iharga ilahan idikatakan iada ijika inilai ilahan iberproses idi idalamnya. iSehingga iharga ilahan imerupakan itolok iukur idari inilai ilahan, idimana inilai ilahan iadalah iperwujudan iterhadap ikemampuan ilahan isehubungan idengan ipenggunaan ilahan idan ipemanfaatan. iPenelitian iini idilakukan idi iKecamatan iAmurang iuntuk imengetahui inilai ilahan iyang idilakukan isecara ispasial. iTujuan ipenelitian iini iyaitu i(1) imemetakan inilai ilahan idi iKecamatan iAmurang, i(2) imenganalisis ifaktor ipenentu inilai ilahan iyang imempengaruhi inilai ilahan. iMetode iyang idi igunakan iadalah imetode ianalisis ideskriptif ikuantitatif idan ioverlay, idimana iuntuk imendapatkan idata inilai ilahan iperlu imelakukan ipenggabungan ipada iberbagai ipeta idasar iyaitu ipenggunaan ilahan, iaksesbilitas ipositif, iaksesbilitas inegatif, idan ikelengkapan iutilitas. iHasil idari ipenelitian iini imenunjukan ibahwa i(1) inilai ilahan idi iKecamatan iAmurang iberkisar iantara iRp. i261.000/m2 isampai idengan iRp. i1.963.000/m2 i, i(2) ifaktor ipenentu inilai ilahan iberupa ipenggunaan ilahan, iaksesbilitas ipositif, iaksesbilitas inegatif, idan ikelengkapan ifasilitas iumum itidak iselalu imempengaruhi itinggi irendahnya inilai isuatu ilahan.Kata iKunci: iLahan, inilai ilahan, iKecamatan iAmurang, inilai, ipemetaa

    PERKEMBANGAN.FRINGE-SETTLEMENTS.DI iKAWASAN.RURAL-URBAN.FRINGE.

    Get PDF
    Talawaan District. Kalawat, and Tombulu are sub-districts located on the outskirts of Manado City which are affected by Manado City, one of which is the increase in housing and settlements. In the Regional Spatial Plan of the three sub-districts, development is directed into new settlements that are able to accommodate the shortage of houses in Manado City. This study aims to identify the physical conditions in the rural urban fringe area and analyze the development pattern of fringe settlements in the rural urban fringe area. The survey method used in this research is descriptive and qualitative which is supported by quantitative analysis to analyze the data in digital form and can also be measured based on the standard used and also using spatial analysis spatial analysis by using descriptive qualitative method and a map of the use of land for settlements, with the aim of describing the development and expansion that has occurred, which is then analyzed for the pattern of distribution of settlements that occurs using the closest-neighborhood analysis. The results of the analysis are expected to be a reference for the government to treat development restrictions and supervision so as not to interfere with spatial patterns and spatial structures in the three sub-districts in the next few years.Keywords: Rural Urban Fringe, Fringe Settlement

    STUDI PENENTUAN TINGKAT KEKUMUHAN DAN SKALA PRIORITAS PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW SELATAN

    Get PDF
    South Bolaang Mongondow is one of the regencies located in North Selawesi Province which is one of the regencies that is growing rapidly. Along with the increase in population, inadequate infrastructure, facilities and public utilities have resulted in many people in this district living in places that do not meet the standards, which are slums. Slum areas in South Bolaang Mongondow Regency according to the 2016 South Bolaang Mongondow Regency slum decree, there are 23 villages that are included in slum areas, these slums have three classifications, namely, heavy slums, medium slums and light slums. Based on this classification, it is combined with land status and other considerations so that a priority scale for handling slum settlements can be drawn up and how the pattern of handling slum settlements in Bolaang Mongondow Selatan Regency can be. The method used is a multi-criteria analysis method with 9 indicators, namely building conditions, environmental road conditions, environmental drainage conditions, drinking water supply conditions, wastewater management conditions, waste management conditions, fire protection conditions and land status and other considerations. Based on the results of the study, it was found that 16 villages would be treated with a rejuvenation pattern, 1 village would be resettled and 6 villages would be treated with a restoration pattern.Keyword  : Slums, Slum Level, Priority Scale, slum settlement patter

    PENGARUH KAWASAN WISATA BUKIT KASIH KANONANG TERHADAP PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN ASPEK SOSIALâ€EKONOMI MASYARAKAT

    Get PDF
    Bukit Kasih termasuk Sebagai salah satu daerah tujuan wisata, kawasan wisata yang bertempat di Kabupaten Minahasa, menjadi salah satu kawasan wisata yang dinilai memiliki potensi dalam memberikan partisipasi dalam pertumbuhan dan pembangunan daerahnya.Tujuan penelitian ini Menganalisis pengaruh Kawasan wisata Bukit Kasih Kanonang terhadap perubahan penggunaan lahan,Menganalisis pengaruh Kawasan wisata Bukit Kasih Kanonang terhadap perubahan Aspek Sosial Masyarakat dan Menganalisis pengaruh Kawasan wisata Bukit Kasih Kanonang terhadap perubahan Aspek Ekonomi Masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis spasial dengan menggunakan aplikasi ArcGIS dan analisis regresi sederhana dengan menggunakan Spps. Bedasarkan hasil analisis dari perubahan penggunaan lahan pada kawasan objek wisata Bukit Kasih Kanonang maka dapat disimpulkan bahwa objek wisata mempengaruhi perubahan penggunaan lahan baik pada kawasan objek wisata tersebut maupun kawasan sekitar objek wisata.Hasil uji Kawasan wisata berpengaruh positif dan signifikan terhadap aspek sosial,dimana saat kawasan wisata naik 1 angka maka aspek sosial meningkat sebesar 0,7% dan berpengaruh positif dan signifikan terhadap aspek ekonomi, dimana saat kawasan wisata naik 1 angka maka aspek ekonomi meningkat sebesar 65,3%.  Kata Kunci: Kawasan Wisata,Perubahan Penggunaan Lahan, Sosial Ekonomi

    ANALISIS KINERJA SISTEM BUS RAPID TRANSIT (BRT) DI KOTA KOTAMOBAGU

    Get PDF
    Kota Kotamobagu merupakan salah satu kota yang mengembangkan Bus Rapid Transit (BRT) sebagai moda transportasi massal untuk masyarakat. Operasional BRT dimulai sejak 2019 oleh Dinas Perhubungan Kota Kotamobagu. Namun, keberadaan BRT masih kurang di minati masyarakat dikarenakan adanya moda transportasi lainnya yang lebih mudah digunakan sebagai angkutan umum sehari-hari yakni bentor dan ojek online. Selain itu, masih tingginya penggunaan kendaraan pribadi di Kota Kotamobagu. BRT disediakan sebagai moda transportasi yang terintegrasi untuk melayani masyarakat serta dengan adanya fasilitasnya yang nyaman, aman dan mengutamakan keselamatan. Pada penelitian ini, di tujukan untuk mengidentifikasi kinerja sistem BRT Kota Kotamobagu yang ditinjau berdasarkan SPM Angkutan Massal Berbasis Jalan (Permen No 10 tahun 2012) dan menganalisis pengaruh minat masyarakat terhadap pelayanan BRT. Metode penelitian menggunakan kuisioner sebagai instrumen penelitian dengan pengolahanan data menggunakan skoring (Skala Likert) untuk mengetahui kesesuaian kinerja pelayanan dan metode analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh minat masyarakat terhadap pelayanan BRT. Berdasarkan hasil identifikasi kondisi eksisting, di ketahui aspek keselamatan dan aspek kesetaraan merupakan aspek yang paling sesuai dengan SPM Angkutan Massal Berbasis Jalan No. 10 tahun 2012. Aspek yang dianggap telah baik dan efisien menurut persepsi masyarakat yaitu pelayanan BRT pada aspek keselamatan, kenyamanan, dan kesetaraan. Adapun hasil perhitungan statistik yaitu terdapat pengaruh minat masyarakat sebesar 38,4% terhadap pelayanan BRT dengan aspek yang paling berpengaruh secara signifikan yakni keamanan dan kenyamanannya.Kata Kunci : Kinerja Pelayanan, BRT, Persepsi Masyaraka

    438

    full texts

    445

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SPASIAL
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇