SPASIAL
Not a member yet
445 research outputs found
Sort by
POTENSI EKOWISATA DI KAWASAN KONSERVASI KEPULAUAN SOMBORI KABUPATEN MOROWALI
Tourism in Indonesia is one of the important factors that support the development of an area in terms of economy, social or environment. In Central Sulawesi Province, especially Morowali Regency, there is a myriad of potentials that can become a pillar of regional development, one of which is in the tourism sector, namely the Sombori Islands Conservation Area which is a marine conservation area of 41,341 hectares. Composed of a group of natural islands with various potential tourist attractions. The purpose of this study was to determine the characteristics of the Sombori Islands Conservation Area and to examine the potential possessed by tourist destinations in the Sombori Islands Conservation Area with ecotourism directions. Data collection is divided into primary and secondary data, obtained through literature and policy studies, observations, interviews, documentation, and questionnaires distributed to selected respondents. This research was conducted with a descriptive quantitative approach, through Descriptive Analysis and ADO-ODTWA, to show the value of 4A namely Attraction, Amenities, Ancilliary and Accessibility. The results of this study identify the characteristics of the Sombori Archipelago Conservation Area which is composed of a group of karst islands, rock cliffs, white sandy beaches and "warehouses" of tourism potential, which are divided into 8 tourism potentials namely Allo Cave, Diamond Cave, Mata Air Kiri, Pulau Kayangan, Kokoh Island, Kayangan and Narinta Peaks, Sombori Lagoon and Mini Blue Hole and the index of the potential value of the 4 components supporting tourism objects in the Sombori Islands Conservation Area reached 83.41%, which means it is included in the category of high potential classification.Keywords: Tourism Potential, Sombori Conservation Are
STUDY OF LAND USE BASED ON LAND CAPABILITIES OF LOLAK DISTRICT AS THE CAPITAL OF BOLAANG MONGONDOW REGENCY
The land has limited characteristics or does not increase and it is inversely proportional to the increasing demand for land use. In the RTRW of Bolaang Mongondow Regency in 2014 – 2034, Lolak District is designated as the center of an urban area (PKWp) which is sure to have a lot of development activities. So that changes in land use such as land that was originally undeveloped into the land that is built are definitely unavoidable. The purpose of this study is to analyze land capability and analyze land-use changes and provide land use direction. The method used in this research is a descriptive quantitative approach and spatial analysis using ArcGIS. The results showed that the land capability of Lolak District was divided into 5 (five) classes, namely very low development ability, low development ability, medium development ability, rather high development ability, and high development ability. The land capability that dominates Lolak District is the very low development capacity with a total area of 31,080.7 ha or 66% of the total area. During a period of 12 years (2009 - 2021) in Lolak Subdistrict, there was a significant increase in the area of residential land and activity sites of 664.7 ha due to the presence of the PT Semen CONCH factory in Solog Village and the construction of the Lolak Dam in Pindol Village which was followed by a decrease in area natural forest land, dryland forest, mixed gardens, mangroves, rice fields, shrubs, open land, and fields of 0.5 - 202.5 ha. Thus there is a conversion of protected land to the cultivation of 2.8 ha. The direction of land use can be further developed as a cultivation area and cannot be further developed as a cultivation area. The land that cannot be further developed as a cultivation area is 35,578.3 ha. While the land that can be developed as a cultivation area is 11,388.7 ha and develops around the coastal area. Keywords: Land Use, Land Use Change, Land Capabilit
ANALISIS PRASARANA DAN SARANA DI KECAMATAN LOLAK KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW
Untuk menentukan kesuksesan pembangunan suatu wilayah diperlukan prasarana dan sarana yang memadai agar suatu pembangunan dapat berjalan dengan baik. Kecamatan Lolak merupakan ibukota dari Kabupaten Bolaang Mongondow dengan jumlah penduduk 32.373, sebagai ibukota kabupaten yang menjadi pusat pemerintahan tentunya harus diperlukan prasarana dan sarana yang memadai maka dari itu tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis ketersediaan serta mengetahui keinginan/kebutuhan masyarakat tentang prasarana sarana di Kecamatan Lolak dan menganalisis kebutuhan prasarana dan sarana. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif untuk menganalisis bagaimana ketersediaan dan kebutuhan sarana prasarana permukiman di Kecamatan Lolak yang berdasarkan pada acuan SPM dan SNI. Metode deskriptif di pakai untuk menganalisis Kuesioner yang dilakukan dengan menggunakan distribusi frekuensi dan bar chart berdasarkan analisis tersebut akan diketahui kebutuhan dari masyarakat. Hasil analisis menyatakan ketersediaan prasarana berupa jalan,drainase,dan air bersih sudah memadai. tapi untuk persampahan di kecamatan lolak perlu penambahan seperti truck sampah atau gerobak sampah yang akan membawa sampah tersebut di TPA, dan penyediaan sarana berupa sarana pendidikan dan kesehatan menurut standar belum memenuhi. Keinginan masyarakat akan prasarana dan sarana di Kecamatan Lolak ada yang masih menginginkan penambahan dan ada juga yang sudah tidak menginginkan penambahan berupa sarana pendidikan. Kebutuhan prasarana dan sarana 20 tahun mendatang masih memerlukan penyediaan berupa air bersih, persampahan, sarana pendidikan, kesehatan, perdagangan dan ruang terbuka hijau. Kata Kunci : Prasarana,Sarana,Ketersediaan,Kebutuha
PENGARUH PERKEMBANGAN INDUSTRI KECIL TERHADAP TATA GUNA LAHAN DAN SOSIAL EKONOMI DI KECAMATAN SONDER
Perkembangan suatu industri kecil di Kecamatan Sonder sangat berdampak bagi penduduk di wilayah Kecamatan Sonder, lebih khususnya berdampak pada sosial dan ekonomi masyarakat. Karena dapat meningkatkan dan memajukan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Namun seiring berkembangnya industri kecil tersebut sehingga membutuhkan lahan untuk dijadikan lokasi industri kecil , maka terjadilah ahli fungsi lahan. Penelitian tentang Pengaruh Perkembangan Industri Kecil terhadap Tata Guna Lahan dan Sosial Ekonomi di Kecamatan Sonder bertujuan untuk menganalisis pengaruh perkembangan industri kecil terhadap tata guna lahan dan menganalisis pengaruh perkembangan industri kecil terhadap sosial ekonomi di Kecamatan Sonder. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan deskriptif kuantitatif. Dimana metode deskriptif kuantitatif digunakan untuk mengukur dan menganalisis gambaran perkembangan industri kecil di Kecamatan Sonder. Kemudian untuk menganalisis pengaruh perkembangan indsutri kecil metode analisis yang digunakan yaitu Analisis Path. Hasil uji korelasi menunjukan adanya hubungan antara perkembangan industri kecil terhadap tata guna lahan dan sosial ekonomi dan hasil uji regresi menunjukan apabila terjadi pertambahan industri kecil maka hal ini akan mempengaruhi nilai tata guna lahan dan sosial ekonomi secara positif.Kata Kunci : Perkembangan Industri Kecil, Tata Guna Lahan, Sosial Ekonom
ANALISIS PERKEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN SEKITAR DANAU TONDANO KABUPATEN MINAHASA
Dalam RTRW Kabupaten Minahasa kawasan sekitar Danau Tondano ditetapkan sebagai kawasan lindung, kenyataannya kawasan lindung yang ada sudah dijadikan tempat bermukim dari masyarakat yang ada untuk memenuhi kepentingan manusia. Pertambahan jumlah penduduk lokal yang terjadi di daerah ini didukung juga oleh keadaan lokasinya yang strategis yaitu berada dekat Danau Tondano. Kebutuhan masyarakat untuk lahan sebagai tempat membangun rumah semakin berkurang karena pertambahan jumlah penduduk. Rumah-rumah  penduduk tidak lagi berada di sekitar danau, tapi sudah merambah  sampai perairannya. Oleh karena itu, maka dilakukan penelitian dengan tujuannya adalah mengidentifikasi perkembangan kawasan permukiman yang berada sekitar Danau Tondano dan menghitung luas perkembangan kawasan permukiman sekitar Danau Tondano. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis spasial time series untuk melihat perkembangan kawasan permukiman dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan sekitar danau Tondano mengalami perkembangan permukiman dari tahun 2003 sampai tahun 2019. Luas perkembangan permukiman dari tahun 2003 sampai tahun 2011 bertumbuh sebesar 87 ha sedangkan perkembangan permukiman pada tahun 2011 sampai 2019 bertambah sebesar 132,58 ha. Luas sebaran permukiman dari tahun 2003-2019 yaitu 413,76 ha menjadi 633,81 ha.Kata Kunci : Perkembangan Kawasan, Permukiman, Danau Tondan
EVALUASI KETERSEDIAAN PRASARANA DAN SARANA PARIWISATA DI KAWASAN WISATA PANTAI BUNGA INDAH DESA KUHANGA
Pantai..Bunga Indah Desa Kuhanga merupakan salah satu objek wisata alam di Sulawesi Utara tepatnya di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Kecamatan Bintauna yang mempunyai karakteristik wisata alam tersendiri, akan tetapi pesona keindahan wisata yang ada di Pantai Bunga Indah Desa Kuhanga  masih belum cukup memaksimalkan fungsi lokasi wisata tersebut, akibat sarana dan prasarana yang belum maksimal ketersediaan dan kegunaannya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi kondisi prasarana dan sarana wisata kemudian mengevaluasi tingkat ketersediaan prasarana dan sarana wisata yang ada di Pantai Bunga Indah Desa Kuhanga. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data sekunder seperti survey instansional, dan data primer dibutuhkan untuk menyempurnakan data sekunder dengan observasi dan membagikan kuesioner ke pihak-pihak yang terkait, tahap berikutnya untuk mengetahui karakteristik prasarana dan sarana yang ada di lokasi wisata Pantai Bunga Indah Desa Kuhanga dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif  kemudian dilanjutkan dengan analisis skala likert untuk melihat tingkat ketersediaan prasarana dan sarana wisata. Setelah dilakukan analisis dan diketahui hasil untuk  ketersediaan jaringan Internet adalah 94,4%, jalan yaitu 84%, listrik 78,8% , air bersih 30,8% , pos keamanan 89,2%, dermaga 20% pusat informasi wisata 20%, penunjuk arah 20%, papan selamat datang 75,40%, transportasi umum 71,20%, penginapan 67,20%, masjid/mushola 89,60%, restaurant/rumah makan 59,20%, toko souvenir 20%, toilet umum 47,20%, tempat duduk 72%, tempat sampah 57,69%. Untuk itu dalam meningkatkan kualitas kawasan wisata Pantai Bunga Indah Desa Kuhanga, sangat perlu dioptimalkan penyediaan prasarana dan sarana wisata demi menunjang keberlangsungan kegiatan wisatawan ketika berada di kawasan wisata Pantai Bunga Indah Desa Kuhanga ini.Kata Kunci : Prasarana dan sarana wisata; Pantai Bunga Inda
KETERSEDIAAN SARANA PRASARANA DAN KRITERIA KHUSUS KAWASAN MINAPOLITAN DI KECAMATAN NUANGAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR
Pengembangan kawasan Minapolitan bertujuan untuk mendorong percepatan pengembangan wilayah dengan kegiatan perikanan sebagai kegiatan utama dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat salah satunya pada Kabupaten Bolaang Mongondow Timur yang hampir sebagian besar daerahnya berada dibagian pesisir yang kaya akan hasil alamnya pada bidang perikanan. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana ketersediaan prasarana sarana dan kriteria khusus kawasan minapolitan di Kecamatan Nuangan Bolaang Mongondow Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketersediaan prasarana sarana pendukung serta menganalisis ketersediaan dan mengetahui tingkat ketersediaan prasarana sarana terhadap kriteria khusus pengembangan kawasan minapolitan di Kecamatan Nuangan. Metode analasisi yang deskriptif kuantitatif dan dalam analisis data menggunakan analisis skala likert. Dari hasil penelitian disimpulkan menjadi 2 dari hasil identifikasi di kategorikan sedang dan rendah di karenakan prasarana sarana yang ada saat ini pada lokasi penelitian masih dalam tahap pengembangan dan prasarana yang di butuhkan yaitu pembangunan jaringan air bersih dapat di kembangkan, untuk jaringan telekomunikasi perlu ditambah tower untuk jarinagan hp pada beberapa desa seperti pada desa Mata Bulu dan Jiko Belanga dan kebutuhan dermaga yang belum ada. Sedangkan sarana yaitu kebutuhan lembaga masyarakat (kelompok tani/nelayan), TPI, industri pengolahan ikan, lapangan penjemuran, pabrik es, lembaga keuangan, SPBU/SPDN, gedung pengolahan/pengepakkan, penyediaan benih, lemari pendingin dan bengkel perahu.Kata Kunci : Sarana, Prasarana, Minapolitan, Nuanga
REGIONAL CAPACITY FOR DISASTERS IN NORTH MINAHASA REGENCY (Case Study: Kec. Likupang Timur, Kec. Likupang Barat, Kec. Kema)
Increasing regional capacity for disasters is one of the most important efforts to reduce the impact of disasters. Because most areas in Indonesia are inseparable from various types of natural disaster threats. Based on the disaster risk index by the Regional Disaster Management Agency of North Minahasa Regency, it was identified that the East Likupang District, West Likupang District, and Kema District have the potential for flooding and tsunami disasters. The purpose of this study is to identify the distribution of areas prone to floods and tsunamis in each research area, and to measure the level of regional capacity to disaster in the research area through capacity assessment criteria. The method used is qualitative analysis method and quantitative descriptive method for assessing the level of capacity in North Minahasa District, especially in East Likupang District, West Likupang District, and Kema District against disasters. The results of the analysis show that from the 5 assessment criteria it has been found that in each sub-district has a "MEDIUM" level of regional capacity. With the assessment of regional capacity, it is possible to know that the community is prepared to survive when a disaster occurs. Keywords : Regional Capacity, Disaste
ANALISIS KEBUTUHAN PRASARANA DAN SARANA PARIWISATA DI KECAMATAN KAIDIPANG KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA
Prasarana pariwisata adalah fasilitas utama yang menjadikan tempat wisata dapat hidup dan berkembang dalam rangka memberikan pelayanan kepada para wisatawan yang berkunjung. Sedangkan sarana pariwisata adalah fasilitas yang disediakan oleh perusahaan guna memberikan pelayanan kepada para wisatawan, karena maju mundurnya sarana pariwisata tergantung pada jumlah kunjungan wisatawan. Prasarana dan sarana dapat menjadi salah satu penunjang yang sangat penting agar daya tarik wisata banyak diminati wisatawan. Karena apabila prasarana dan sarana tidak dikembangkan dengan baik akan berakibat berkurangnya minat wisatawan yang berkunjung. Tujuan dari penelitian ini ialah mengkaji tentang ketersediaan prasarana dan sarana pariwisata di Kecamatan Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan kebutuhan prasarana dan sarana pariwisata di Kecamatan Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis pengolahan data dan analisis skala likert. Analisis pengolahan data yaitu menentukan frekuensi (presentase), serta angka-angka yang disusun dalam tabel, analisis skala likert digunakan untuk mengukur persepsi sikap atau pendapat seseorang atau kelompok mengenai sebuah peristiwa atau fenomena sosial di objek wisata. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini bahwa kebutuhan prasarana dan sarana pariwisata di Kecamatan Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara yaitu sebagai acuan terhadap pemerintah untuk penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA). Kata Kunci: Prasarana dan Sarana Pariwisat
PENGEMBANGAN RUANG PUBLIK TERPADU RAMAH ANAK DI DISTRIK JAYAPURA UTARA, KOTA JAYAPURA (STUDI KASUS: TAMAN IMBI)
Pengembangan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak di Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura merupakan salah satu program strategis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Jayapura tahun 2018-2022. Penetapan Taman Imbi oleh Pemerintah Kota Jayapura menjadi salah satu langkah terciptanya ruang publik ramah anak di Jayapura. Namun pengembangan di Taman Imbi perlu dilakukan karena masih banyak kriteria Ruang Publik Terpadu Ramah Anak yang belum sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam penelitian ini. Metode penelitian desktiptif kualitatif dan kualitatid dengan analisis skala likert digunakan dalam penelitian dilakukan untuk menentukan kriteria indikator ruang publik ramah anak. Indikator kriteria ruang publik ramah anak yang ada di Taman Imbi menunjukkan bahwa ketersediaan fasilitas Taman Imbi masih ada yang perlu ditingkatkan yaitu fasilitas taman bermain dan olahraga.Kata kunci: RPTRA; ruang publik; Â taman Imbi