445 research outputs found

    PENGARUH PERKEMBANGAN INDUSTRI MEBEL TERHADAP POLA PEMANFAATAN LAHAN DI DESA LEILEM KECAMATAN SONDER

    Get PDF
    oai:ojs.ejournal.unsrat.ac.id:article/8239Desa Leilem telah ditetapkan sebagai Pusat Pengembangan Lingkungan (PPL) yang tercantum dalam Perda No 1 Tahun 2014 tentang RTRW Kabupaten Minahasa 2014-2034 untuk mengembangkan industri mebel dan wisata mandi uap. Perkembangan industri mebel sendiri belum terwadahi dalam perencanaan kawasan industri yang baik, sehingga meningkatkan permintaan lahan untuk aktivitas industri mebel serta aktivitas pendukungnya.Hal ini akan meningkatkan jumlah konversi lahan dan mengakibatkan perubahan pola pemanfaatan lahan, yang kemudian dilakukan suatu kajian untuk melihat bagaimana perubahan  pola pemanfaatan lahan dan seberapa besar pengaruh perkembangan industri mebel terhadap perubahan pola pemanfaatan lahan di Desa Leilem. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh perkembangan industri terhadap pola pemanfaatan lahan di Desa Leilem Kecamatan Sonder. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Metode Deskriptif Kualitatif digunakan untuk mengambarkan pola pemanfaatan lahan untuk metode deskriptif kuantitatif digunakan untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan Industri. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari hasil survey dan wawancara dengan masyarakat, pelaku industri dan pemerintah, sedangkan data sekunder berupa dokumen-dokumen mengenai perkembangan industri dan peta-peta pemanfaatan lahan dalam bentuk foto udara dalam 10 tahun terakhir dari instansi-instansi terkait. Data-data tersebut kemudian diolah dan dianalisis dengan metode desktiptif dengan mengunakan teknik pembobotan (faktor skoring). Hasil analisis berupa data deskriptif dan statistik yang memperlihatkan faktor-faktor apa yang mempengaruhi perkembangan industri mebel. Dari analisis perubahan pemanfaatan lahan dihasilkan data deskriptif yang memperlihatkan perubahan pola pemanfaatan lahan permukiman dari sebelumnya berbentuk terpusat kemudian berkembang dan berbentuk memencar kesegala arah yang cenderung membentuk bujursangkar. Berdasarkan hasil survei diketahui terjadi konversi lahan untuk industri mebel di sebesar 1,184 Ha yang terbagi atas 72,5 % lahan permukiman, 19 % lahan perkarangan dan 8.5 % lahan perkebunan. Perubahan pola pemanfaatan lahan ini disebabkan oleh munculnya industri-industri di lahan pekarangan/perkebunan di Desa Leilem yang diikuti pertumbuhan permukiman penduduk kesegala arah

    BANGKITAN DAN POLA PERJALANAN TRANSPORTASI DAERAH PERUMAHAN KOTA MANADO

    Get PDF
    Perumahan Malendeng Residence Manado merupakan salah satu perumahan di Pinggiran Kota Manado yang sebagian besar penduduknya bekerja di Kota Manado, sehingga akan terjadi bangkitan perjalanan yang akan membebani jalur – jalur jalan menuju pusat Kota Manado. Dalam hal ini penelitian diarahkan pada bangkitan dan pola perjalanan transportasi daerah Perumahan Malendeng Residence Manado. Pengumpulan data untuk keperluan analisa dilakukan dengan menggunakan sampel Untuk menganalisa data dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dengan menggunakan Analisis Deskriptif kualitatif untuk mengetahui karakteristik perilaku  perjalanan dan pembebanan pola jaringan jalan yang ada dan Analisis Kuantitatif dengan Analisis Regresi Sederhana untuk mengetahui model bangkitan perjalanan di Kawasan Perumahan Malendeng Residence. Dari hasil analisis deskriptif kuantitatif dibagi menurut kegiatannya sehari – hari yaitu bekerja, bersekolah dan berbelanja. Bekerja, dari Prosentase sebaran tempat kerja, terlihat bahwa Kelurahan Bumi Beringin mempunyai prosentase terbesar (50 %), hal ini karena di Kelurahan Bumi Beringin adalah area perkantoran Kota Manado. Bersekolah, dari hasil analisa sebagian penduduk Perumahan Malendeng bersekolah 101 Orang di Kelurahan Teling dan Perkamil.Disini muncul faktor penting dalam pemilihan sekolah, yaitu faktor jarak dan kemudahan untuk mencapai sekolah tersebut.Berbelanja, diketahui lokasi berbelanja dengan prosentase terbesar adalah wilayah pusat Kota Manado di Kecamatan Sario (Kel.Titiwungen Selatan) dan Kecamatan Wenang (Titiwungen Utara) tepatnya di Kawasan B on B sampai kawasan pasar 45, karena area tersebut adalah area perdagangan dan jasa. Pengembangan transportasi di Perumahan Malendeng Residence Manado untuk masa yang akan datang sebaiknya diarahkan untuk lebih meningkatkan interaksi dengan Kabupaten Minahasa Utara dengan melihat potensi – potensi yang dapat dikembangkan, sekaligus mengurangi ketergantungan kawasan perumahan tersebut dengan Kota manado sehingga interaksi tersebut akan memberikan manfaat ekonomi yang lebih bagi Kabupaten Minahasa Utara. Kata Kunci : Bangkitan, Pola Perjalanan, Transportasi, Perumaha

    ANALISIS KEBUTUHAN DAN PENEMPATAN PRASARANA-SARANA FASILITAS PENDIDIKAN DI KECAMATAN WORI

    Get PDF
    Infrastruktur pendidikan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam dunia pendidikan di Indonesia. Ini sangat berpengaruh pada terlaksananya proses belajar mengajar yang dilaksanakan di sekolah. Karena infrastruktur merupakan instrumen pendukung dalam pendidikan, maka perlu dilakukan suatu perencanaan infrastruktur yang terintegrasi dengan baik pada suatu wilayah perencanaan. Dalam perencanaan Wilayah,  sektor pendidikan juga mendapat perhatian yang penting dalam suatu penataan yang komprehensif dengan sektor yang lain. Dan penyediaan fasilitas pendidikan merupakan salah satu bentuk eksistensi pelayanan publik dalam menentukan orde atau hirarki dari perkembangan wilayah. Ketersediaan fasilitas pendidikan berupa sekolah memberikan kesempatan bagi individu untuk memperoleh layanan dari fasilitas yang tersedia sebagai bentuk dari pemenuhan kebutuhan akan pendidikan. Namun apakah dalam penataannya infrastruktur pendidikan dapat memberikan pengaruh yang baik terhadap pengembangan wilayah?, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya?. Untuk itulah perlu dilakukan suatu kajian penempatan fasilitas pendidikan dasar, menengah pertama, dan menengah atas yang secara  optimal, baik secara kuantitas maupun kualitasnya dalam aspek penempatan fasilitas dengan Sistem Informasi Geografis. Kata kunci : Penempatan Fasilitas Pendidikan, Jangkauan Pelayanan, dan Kebutuhan

    PERMASALAHAN PENGEMBANGAN OBJEK BERSEJARAH DALAM MENUNJANG WISATA KOTA DI TERNATE

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji tentang Permasalahan Pengembangan Objek Bersejarah Dalam Menunjang Wisata Kota Di Ternate. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi kondisi bangunan bersejarah yang ada di Kota Ternate, dan menganalisis permasalahan pengembangan bangunan bersejarah dalam menunjang pariwisata di Kota Ternate. Penelitian ini disajikan secara deskriptif kualitatif yaitu menggambarkan dari informasi tentang bangunan sejarah yang tersebar di Kota Ternate. Adapun metode pengumpulan data yang diajukan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, studi pustaka dan studi dokumen. Hasil akhir penelitian ini menunjukkan bangunan-bangunan bersejarah yang meliputi Kedaton Kesultanan, Benteng Kastela, Benteng Kota Janji, Benteng Kalamata, Benteng Tolluco, Benteng Oranje dan Mesjid Kesultanan adalah obyek wisata yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi produk wisata kota di Ternate. Seluruh objek tersebut sudah termuat dalam RTRW dan RIPDA sebagai perencanaan objek wisata sejarah, namun kenyataan di lapangan pengembangan objek-objek bersejarah ini ternyata masih mengalami berbagai masalah, antara lain kurangnya perhatian pemerintah akan objek-objek tersebut yang di tandai dengan kondisi objek yang tampil sebagaimana adanya, tidak terurus dan terlihat kotor, minimnya sumber daya manusia dalam bidang kepariwisataan baik dari DISBUDPAR maupun masyarakat sekitar, serta prasarana sarana pendukung yang tidak lengkap. Maka dapat di simpulkan bahwa bangunan-bangunan bersejarah yang tersebar di Kota Ternate ternyata memiliki potensial sebagai obyek wisata sejarah yang sangat menarik untuk dikembangkan sebagai wisata Kota Di Ternate, namun karena kurangnya perhatian dan keseriusan dari pemerintah sehingga objek-objek tersebut tidak difungsikan secara optimal sebagimana mestinya. Untuk itu peran serta pemerintah sangat dibutuhkan dalam pengembangan objek bersejarah tersebut serta dilengkapi dengan prasarana sarana dan fasilitas yang memadai, sehingga dengan begitu diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dalam negeri maupun mancanegara, serta dapat memajukan kepariwisataan di Kota Ternate. Kata Kunci : Permasalahan, Objek Bersejarah, Kota Ternate

    ANALISIS KEBUTUHAN PRASARANA DAN SARANA PARIWISATA DI KAWASAN TAMAN NASIONAL BUNAKEN KECAMATAN BUNAKEN KEPULAUAN KOTA MANADO

    Get PDF
    Pentingnya peranan pariwisata dalam pembangunan ekonomi sudah tidak diragukan lagi, menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan di dalam perolehan devisa, penciptaan lapangan kerja, maupun pengentasan kemiskinan. Taman Nasional Bunaken Kecamatan Bunaken Kepulauan Kota Manado, yang terdiri dari tiga pulau. Pertama Pulau Bunaken, kedua Pulau Siladen, dan ketiga Pulau Manado Tua, merupakan salah satu tujuan wisata andalan di Kota Manado. Namun kebutuhan prasarana dan sarana pariwisata sebagai penunjang kegiatan ditempat wisata kawasan Taman Nasional Bunaken Kecamatan Bunaken Kepulauan, sampai saat ini dapat dikatakan masih belum terpenuhi secara maksimal. Penelitian ini mengkaji tentang ketersediaan prasarana dan sarana pariwisata di kawasan Taman Nasional Bunaken Kecamatan Bunaken Kepulauan dan kebutuhan prasarana dan sarana pariwisata di kawasan Taman Nasional Bunaken Kecamatan Bunaken Kepulauan. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode anilisis statistik deskriptif yaitu mencari frekuensi (presentase), serta angka-angka yang disusun dalam tabel. Analisis kebutuhan prasarana dan sarana pariwisata bertujuan untuk mengetahui apa saja kebutuhan prasarana dan sarana pariwisata di kawasan Taman Nasional Bunaken Kecamatan Bunaken Kepulauan dan analisis SWOT digunakan untuk mengetahui perkembangan pariwisata di kawasan Taman Nasional Bunaken Kecamatan Bunaken Kepulauan. Dari hasil penelitian di dapat bahwa ketersediaan prasarana dan sarana pariwisata di kawasan Taman Nasional Bunaken Kecamatan Bunaken Kepulauan belum terpenuhi secara maksimal. Sehingga pelayanan kepada para wisatawan belum terlayani dengan baik dan maksimal dalam hal kebutuhan prasarana dan sarana pariwisata. Oleh sebab itu, perlu adanya penyediaan prasarana dan sarana pariwisata secara baik dan maksimal agar dapat memenuhi kebutuhan wisatawan yang berwisata di kawasan Taman Nasional Bunaken Kecamatan Bunaken Kepulauan. Kata kunci: Prasarana dan sarana pariwisat

    EVALUASI KINERJA SISTEM DRAINASE DI WILAYAH PUSAT KOTA AMURANG BERDASARKAN PERSEPSI MASYARAKAT

    Get PDF
    Bila dilihat dari kondisi topografi Kota Amurang, arah pengaliran air sebagian besar langsung menuju kearah laut dengan melalui sungai-sungai yang menjadi saluran drainase primer kota melayani area yang ada di hulu dan sekitar sungai. Alur jaringan drainase di Kota Amurang mengikuti ketinggian (kontur) dan mengikuti pola jaringan jalan kota yang ada. Dimana sistem pembuangan air hujan yang masih menjadi satu dengan sistem pembuangan air kotor. Sistem drainase campur ini, terlihat kurang menguntungkan untuk daerah landai, karena hal ini mengakibatkan terjadinya pengendapan sampah yang menghambat laju aliran air. Tujuan penelitian ini adalah Mengevaluasi kinerja eksisting saluran drainase Pusat Kota Amurang yang meliputi koneksitas drainase, visual drainase dan aliran drainase dan Untuk mengevaluasi sejauh mana peran pemerintah danpartisipasi masyarakat dalam pengelolaan sistem drainase di Pusat Kota Amurang. Pengumpulan data didapat dengan survey dan wawancara diperoleh data primer dan sekunder. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif dan metode pembobotan. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cluster Random Sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan kelompok. Lokasi penelilitian berada di 4 kelurahan yaitu Kelurahan yaitu Kelurahan Buyungon, Ranoyapo, Uwuran 1 dan 2 dengan jumlah sampel 100 responden. Hasil penelitian tentang kondisi eksisting drainase Pusat Kota Amurang secara keseluruhan sistem belum baik dari hasil kuisioner yang diolah berdasarkan jumlah responden dengan hasil bobot rata-rata 1,84. Penilaian peran pemerintah dalam pengelolaan drainase di Pusat Kota Amurang adalah rendah dengan hasil bobot rata-rata 2,47 dan partisipasi masyarakat dalam mengelola saluran adalah rendah dengan hasil bobot rata-rata 2.98. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian, Evaluasi kinerja sistem drainase berdasarkan persepsi masyarakat menujukan bahwa kondisi eksisting dan pengelolaan drainase yang ada di Pusat Kota Amurang belum baik. Kata kunci: Evaluasi Kinerja, Sistem Drainase, Kota Amurang, Peran Pemerintah dan Partisipasi Masyarakat, Pengelolaan Sistem Drainase

    PREFERENSI MASYRAKAT DALAM MENENTUKAN LOKASI HUNIAN DI PERI URBAN KOTA MANADO

    Get PDF
    Perkembangan Kota Manado yang begitu pesat dengan pertambahan penduduk yang meningkat maka peningkatan akan sarana tempat tinggal pun meningkat. Tidak adanya ruang bagi sebagian masyarakat untuk membangun tempat tingggal maka masyarakat memilih lokasi hunian di Daerah Pinggiran Kota Manado yaitu Kecamatan Mapanget dan Kecamatan Bunaken Berbatasan dengan Kabupaten Minahasa Utara, Kecamatan Malalayang Berbatasan dengan Kabupaten Minahasa. Daerah Pinggiran mempunyai Perumahan Terencana seperti Perumahan Griya Paniki Indah yang menarik minat masyarakat untuk memilih lokasi hunian di perumahan tersebut. Dengan Tujuan Penelitian untuk mengindetifikasi karakteristik masyarakat peri urban dan faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi masyarakat dalam menentukan lokasi hunian khususnya di Peri Urban Kecamatan Mapanget Perumahan Griya Paniki Indah. Pengumpulan data melalui wawancara depth-interview dan sampel untuk  menganalisis data menggunakan analisis deskritif kualitatif. Analisis deskritif kualitatif untuk mengetahui preferensi masyarakat dalam menentukan lokasi hunian dan faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi masyarakat dalam menentukan lokasi hunian di Peri Urban Kota Manado khususnnya Perumahan Terencana Griya Paniki Indah.Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa karakteristik masyarakat mempengaruhi preferensi memilih lokasi dimana penghasilan/pendapatan dengan tingkat menengah ke atas dan mata pencaharian sebagai pegawai swasta mampu memenuhi kebutuhan keinginan untuk memilih lokasi hunian di daerah pinggiran khususnya di Perumahan Griya Paniki Indah Kecamatan Mapanget. Adapun 5 faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam menentukan lokasi hunian. Kata Kunci : Preferensi,  Lokasi Hunian, Peri Urba

    ANALISIS PERUBAHAN FUNGSI KAWASAN SEPANJANG KORIDOR JALAN WOLTER MONGINSIDI KOTA MANADO

    Get PDF
    Perkembangan Kota Manado yang terjadi dari hari ke hari bersamaan dengan perkembangan jumlah penduduk dan aktivitasnya, akan berimplikasi pada peningkatan kebutuhan ruang perkotaan. Dampaknya yaitu perubahan pemanfaatan lahan salah satunya ditunjukan pada sepanjang koridor Jalan Wolter Monginsidi.  Fenomena yang dilihat terjadi adalah perubahan fungsi kawasan berupa peningkatan luas lahan terbangun dan adanya perkembangan kegiatan komersial. Tujuan penelitian ini pada dasarnya adalah untuk mengidentifikasi perubahan-perubahan tersebut serta mengkaji faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya dengan mengambil 3 tahun perbandingan yaitu tahun 2004, 2009 dan 2014. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dan analisis SIG. Hasil analisis menunjukan peningkatan persen lahan terbangun yang dimanfaatkan untuk fungsi komersial serta adanya perubahan fungsi bangunan seperti perubahan hunian menjadi hunian sekaligus komersial dimana perubahan tersebut mengikuti koridor atau merembet secara linear dan terfokus pada bagian wilayah penelitian yang berdekatan dengan pusat kota. Selanjutnya ditemukan perubahan fungsi kawasan dipengaruhi oleh faktor internal berupa aksesibilitas yang merupakan faktor paling berpengaruh, selain itu ada juga aspek ekonomi dan daya dukung lahan. Faktor eksternal yang juga berpengaruh adalah perkembangan kota dan kebijakan pemerintah

    ANALISIS KEBUTUHAN DAN SEBARAN FASILITAS PENDIDIKAN TINGKAT SMP DAN SMA DI KABUPATEN TAMBRAUW, PROPINSI PAPUA BARAT

    No full text
    Masyarakat Kabupaten Tambrauw kurang mempunyai minat untuk bersekolah karena  kurang tersedianya sarana fasilitas  pendidikan yang memadai, khususnya tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di kabupaten Tambrauw, kendala lainnya kondisi jalan bebelok-belok dan rusak mengakibatkan akses menuju fasilitas pendidikan terhambat, demikian juga dengan sebaran penduduk yang tidak merata di wilayah ini menjadi kendala dalam perencanaan dan penyediaan fasilitas pendidikan tingkat SMP dan SMA.Menyikapi pertambahan penduduk akan fasilitas pendidikan, maka penelitian ini bertujuan untuk  merumuskan arahan distribusi fasilitas pendidikan  SMP dan SMA yang merata dan menjangkau seluruh wilayah yang ada di Kabupaten Tambrauw berdasarkan standar yang ditetapkan hingga tahun 2034. Sebelumnya dilakukan evaluasi terhadap penyediaan fasilitas pendidikan SMP dan SMA eksisting dengan melakukan analisis terhadap kecukupan fasilitas pendidikan berdasarkan standar pemenuhan kebutuhan usia sekolah terhadap fasilitas SMP dan SMA eksisting, tingkat keterisian sekolah, dan kondisi jalan. Kemudian untuk mencapai tujuan penelitian dilakukan analisis mengenai penyediaan fasilitas pendidikan dan distribusi SMP dan SMA berdasarkan rombongan belajar serta kondisi jalan. Berdasarkan analisis terhadap penyediaan fasilitas pendidikan SMP dan SMA di Kabupaten Tambrauw  belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan penduduknya serta belum dapat menjangkau seluruh wilayah ini dari tingkat efisiensi dan efektifitas. Studi ini memprediksikan jumlah penduduk pada tahun 2034 berjumlah 195.608 jiwa, sedangkan jumlah penduduk usia sekolah 13-15 tahun dan 16-18 tahun di Kabupaten Tambrauw pada tahun 2034 sebanyak 9782 jiwa dan 9425 jiwa dengan perkiraan penambahan kebutuhan fasilitas pendidikan SMP sebanyak 87sekolah dan  SMA sebanyak 26 sekolah pada tahun 2034 yang tersebar di seluruh kecamatan di kabupaten Tambrauw   Kata kunci : Fasilitas Pendidikan, arahan, distribus

    PERSEPSI DAN PREFERENSI TINGGAL MASYARAKAT PADA AREA SEMPADAN SUNGAI ( STUDI KASUS: KELURAHAN PAKOWA KOTA MANADO)

    Get PDF
    Area sempadan sungai masih menjadi tempat bermukim masyakarat,  terdapat fenomena masyarakat yang menjadi korban banjir tetap memilih untuk kembali bermukim didaerah tersebut. Persepsi dan preferensi tinggal masyarakat merupakan unsur penting pada setiap individu untuk menentukan dimana mereka akan bermukim. Pada dasarnya persepsi dan preferensi terbentuk dari pengetahuan atau pemahaman mereka tentang objek yang akan dipersepsikan dan bagaimana alasan utama masyarakat memilih lokasi bermukim mereka sekarang yang dalam penelitian ini adalah area sempadan sungai pada Kelurahan Pakowa Kota Manado. Penelitian ini dirasa perlu dilakukan karena mayoritas masyarakat pada area sempadan sungai yang menjadi korban banjir bandang Januari 2014 tetap memilih tinggal dilokasi tersebut sekalipun mereka mengetahui akan adanya bahaya yang mungkin terjadi dikemudian hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi dan preferensi tinggal masyarakat yang berada pada area sempadan sungai sehingga mereka tetap memilih tinggal dilokasi tersebut. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan anaisis deskriptif. Kesimpulan yang diperoleh dari persepsi dan preferensi tinggal masyarakat atau alasan utama sehingga mereka tetap memilih bermukim pada area sempadan sungai di Kelurahan Pakowa Kota Manado adalah persepsi tinggal masyarakat pada area sempadan sungai dikarenakan tidak adanya informasi yang baik yang membentuk pemahaman masyarakat terhadap area sempadan sungai sehingga beranggapan daearah sempadan sungai boleh untuk mendirikan bangunan meskipun mengetahui akan adanya bahaya bencana jika tinggal dilokasi tersebut. Selanjutnya terkait bagaimana preferensi masyarakat atau apa alasan utama masyarakat tetap memilih tinggal di area sempadan sungai diperoleh kesimpulan bahwa masyarakat tetap memilih tinggal dilokasi tersebut dikarenakan rumah yang mereka tinggali saat ini mayoritas berstatus milik pribadi dan karena jarak rumah ke tempat kerja mereka yang dekat. . Kata kunci: Persepsi dan Preferensi Tinggal Masyarakat, Area Sempadan Sungai, Kelurahan Pakowa, Kota Manad

    438

    full texts

    445

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SPASIAL
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇