SPASIAL
Not a member yet
445 research outputs found
Sort by
MITIGASI BENCANA PADA KAWASAN LONGSOR DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA LANDSLIDE AREA DISASTER MITIGATION IN NORTH BOLAANG MONGONDOW REGENCY
Kabupaten Bolaang Mongondow Utara sering menjadi langganan bencana longsor setiap terjadinya intensitas hujan yang cukup tinggi. Kawasan rawan bencana longsor meskipun ini telah diatur dalam rencana tata ruang setempat masyarakat belum tersosialisasikan dengan baik sehingga ketika adanya factor alam seperti hujan deras bencana longsor ini pun tidak dapat dihindari dan merugikan masyarakat. Kerentanaan ialah keadaaman dimana sautu wilayah mengalami penurunaan kualitas akibat faktor luar yang mempengaruh berbagai aspek kehidupan mulai dari kesejahteraan masyarakat, sumber daya hingga perekonomian. Sedangkan, kerentanaan wilayah terhadap bencana longsor yaitu menganalisa daerah atau lokasi yang berpotensi terjadinya bencana longsor. Pada penelitian ini memiliki 2 tujuan yaitu untuk menganalisa tingkat kerentanan bencana longsor serta merumuskan upaya mitigasi dalam penanganan bencana longsor di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode analisa deskriptif kuantitatif. Penentuan kelas kerentanan dilihat dari dari perhitungan yaitu kelas rendah memiliki nilai 5,6 – 6,7 kelas sedang memiliki nilai 76,8 – 7,9 dan kelas tinggi memiliki nilai > 7,9. Hasil dari perhitungan indeks kerentanan bencana di Kecamatan Sangkub mendapatkan 2 kelas yaitu Kelas kategoi Tinggi 12 desa dan Kelas Sedang 8 desa. Perhitungn kerentanan bencana di Kecamatan Bintauna mendapatkan 2 kelas yaitu kelas dengan kategori Tinggi 5 desa dan kelas Sedang 13 desa. Kecamatan Bolangitang Timur mendapatkan 3 kelas yaitu kelas dengan kategori Tinggi 5 desa, kelas Sedang 14 desa, dan kelas Rendah 1 desa. Kecamatan Bolangitang Barat mendapatkan 2 kelas yaitu Kelas kategoi Tinggi 9 desa dan Kelas Sedang 9 desa. Kecamatan Kaidipang mendapatkan 3 kelas yaitu Kelas kategoi Tinggi 2 desa dan Kelas Sedang 4 desa, dan Kelas Rendah 8desa. Kecamatan Pinogaluman mendapatkan 3 kelas yaitu Kelas kategoi Tinggi 2 desa dan Kelas Sedang 8 desa, dan Kelas Rendah 12 desa. Rumusan penanganan bencana longsor di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dirumuskan menjadi dua, yakni : (1) Mitigasi Bencana Struktural dalam bentuk rencana infrastruktur atau fasilitas perkuatan lereng (2) Mitigasi Bencana Non Struktural yang mencankup berbagai kegiatan seperti penyuluhan, pelatihan, sosialisasi dan simulasi serta usulan rencana evakuasi pada kebijkan pengurungan resiko pada wilayah terdampak longsor Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.Kata kunci : Kerentanan Bencana, Mitigasi Bencana, Kawasan Rawan Longso
MORPHOLOGICAL ANALYSIS OF THE CITY IN TONDANO ANALISIS MORFOLOGI KOTA DI TONDANO
ABSTRAKKawasan perkotaan Tondano merupakan area permukiman yang ditata pada masa pemerintahan Inggris tahun 1810, dimana kapling berbentuk grid dengan jalan-jalan yang tegak lurus, memanjang sejajar denganaliran sungai Tondano. Seiring berjalannya waktu, Kawasan perkotaan Tondano mengalami perkembangan khususnya pada Kawasan permukiman. Dimana Perkembangan permukiman di perkotaan Tondano sudah tidak lagi mengikuti bentuk awal dari penataan Kota di Tondano. Bentuk awal Kawasan permukiman Tondano di rancang berbentuk Grid dan pola permukiman adalah mengikuti Jalan, sehingga Pola Permukiman pun membentuk pola grid. Namun kondisi perkembangan Kawasan Perkotaan Tondano masa sekarang sudah tidak berbentuk Grid karena perkembangan jaringan jalan yang sudah berbentuk Spinal atau bercabang, maka Kawasan Permukiman yang menyesuaikan dengan jaringan jalan, perkembangannya sudah membentukpola spinal. Dengan mengidentifikasi unsur-unsur atau Komponen Morfologi kota, yang terdiri dari (1) Polaplot Bangunan, (2) Jaringan Jalan, (3) Sistem dan Fungsi Bangunan, maka akan didapati bentuk Kawasan Perkotaan Tondano, serta mengetahui karakteristik bentuk fisik Kawasan perkotaan Tondano dengan menggunakan metode Analisa kualitatif melalui pendekatan spasial. Dari hasil ini didapati hasil berupa perubahan lahan di Kawasan Perkotaan Tondano yang mempengaruhi pola plot bangunan, serta pola jaringan Jalan yang berbentuk grid dan Spinal serta system dan fungsi bangunan teratur berpola heterogenKata Kunci : Morfologi Kota, Kawasan Perkotaan Tondano ABSTRACTThe urban area of Tondano is a residential area laid out during British rule in 1810, where the plot is a grid with perpendicular roads, extending parallel to the Tondano river. Over time, the urban area of Tondano has developed well, especially in residential areas. The development of settlements in the Tondano urban area was not followed by the initial form of urban planning in Tondano. Early forms of settlement of the Tondano people designed in the form of a Grid and the settlement pattern is followed by the Road, so that the Settlement Pattern forms a grid pattern. However, the current condition of the development of the Tondano Urban Area has changed not only in the form of a Grid due to the development of the road network which is already in the form of Spinal, Residential Areas that have adapted to the road network, their development has formed a backbone pattern. By identifying the elements or Morphological Components of the city consisting of (1) Building Plot Patterns, (2) Road Networks, (3) Building Systems and Functions, it will find urban tondano areas, and determine the characteristics of the physical form of the Tondano urban area by using qualitative analysis method through a spatial approach. From the results of this study it is known that land changes in the Tondano Urban Area that affect the pattern of building lots, as well as the pattern of the road network in the form of a grid and spinal as well as orderly systems and building functions that have formed a heterogeneous pattern.Keyword: City Morphology, Tondano Urban Are
MITIGASI BENCANA TSUNAMI DI WILAYAH PESISIR KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR
Kabupaten Bolaang Mongondow Timur merupakan salah satu Kabupaten yang berada di provinsi Sulawesi Utara, secara struktur ruang berada di wilayah pesisir, dan berbatasan langsng dengan Laut Maluku yang intesitas gempa tektoniknya cenderung tinggi, sehingga bencana tsunami sangat mungkin terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan daerah rawan tsunami dan merencanakan mitigasi bencana di wilayah pesisir kab.Boltim. Tahap penanganan bencana sejatinya harus melihat bagaimana tingkat keterpaparan dan kerugian dari bencana tsunami atau analisis terhadap risiko sebuah bencana. Tingkat risiko bencana melihat indeks bahaya, kerentanan suatu bencana, untuk mendapatkan gambaran tentang tingkat risiko tsunami. Untuk mengidentifikasi risiko bencana, menggunakan Peraturan Kebijakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana No. 2 Tahun 2012 Pedoman Umum Penilaian Risiko Bencana. Hasil dari tingkat risiko yang ada selanjutnya akan menjadi rekomendasi untuk pengurangan bencana tsunami baik secara struktural maupun non struktural, Kata Kunci : Mitigasi Bencana, Tsunami, Kawasan Pesisi
EVALUASI PEMANFAATAN RUANG DI KAWASAN PESISIR KABUPATEN HALMAHERA UTARA BERDASARKAN RENCANA ZONASI WILAYAH PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL
Kawasan pesisir merupakan pusat yang didalamnya ada kegiatan ekonomi nasional dengan berbagai kegiatan regional misalnya perikanan laut, perdagangan, budidaya, transportasi, pariwisata, pengeboran minyak dan banyak lagi. Pembangunan Permukiman Pesisir Mempengaruhi Kondisi Lokal. Rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (RZWP-3-K) yang mana adalah bagian penting dalam pengendalian pemanfaatan ruang kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi pemanfaatan ruang di kawasan pesisir Kabupaten Halmahera Utara serta dilanjutkan untuk mengevaluasi pemanfaatan ruang kawasan pesisir di Kabupaten Halmahera Utara berdasarkan RZWP-3-K Provinsi Maluku Utara. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan teknik analisis data memakai metode deskriptif untuk mengidentifikasi pemanfaatan ruang kemudian dilanjutkan Analisis spasial yang adalah sekumpulan dari teknik yang bisa digunakan untuk melakukan pengolahan data SIG untuk mengevaluasi pemanfaatan ruang kawasan pesisir di Kabupaten Halmahera Utara berdasarkan RZWP-3-K, berdasarkan identifikasi ditemui pemanfaatan ruang dengan beberapa zonasi yaitu zona permukiman, zona perikanan tangkap, zona perikanan budidaya, zona pelabuhan, kawasan konservasi, alur pelayaran, alur pipa dan kabel bawah laut, alur migrasi biota laut, berdasarkan analisis yang dilakukan dengan hasil evaluasi didapatkan bahwa pemanfaatan ruang kawasan pesisir di Kabupaten Halmahera Utara berdasarkan RZWP-3-K Provinsi Maluku Utara dalam aspek struktur ruang hanya memiliki bobot 24,09 % dan untuk pola ruang hanya memiliki 24 % dengan keseluruhan nilai bobot 48,09 % yang diklasifikasikan yaitu tingkat kesesuaian sedang (>25%-50%), artinya pemanfaatan ruang masih belum sepenuhnya sesuai dengan rencana tata ruang atau aturan yang berlaku.
Kata Kunci: Evaluasi, Observasi, Pemanfaatan Ruang, Pesisir, Spasial, SI
ANALISIS POTENSI WISATA DI LANGOWAN (Studi Kasus: Kecamatan Langowan Barat & Kecamatan Langowan Utara) ANALYSIS OF TOURISM POTENTIAL IN LANGOWAN (Case Study: West Langowan District & North Langowan District)
ABSTRAK Wilayah Langowan merupakan bagian dari administrasi Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, yang terdiri dari 4 Kecamatan yaitu Kecamatan Langowan Barat, Kecamatan Langowan Utara, Kecamatan Langowan Selatan dan Kecamatan Langowan Timur. Dua wilayah kecamatannya memiliki potensi sumberdaya alam yang dapat berkembang menjadi potensi wisata diantaranya terletak di Desa Tumaratas I, Desa Tumaratas II dan Desa Kopiwangker Kecamatan Langowan Barat. Sedangkan potensi wisata lainnya terletak di Desa Karumenga dan Desa Toraget Kecamatan Langowan Utara. Oleh karena masyarakat desapun masih kurang menanggapi dan memahami prospek perkembangan pembangunan pariwisata dan pemerintah masih belum mampu mensinergikan potensi keunggulan dengan program-program pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi kerakyatan serta pelestarian lingkungan maka penelitian ini bertujuan mengidentifikasi layak atau tidaknya potensi wisata yang dimiliki serta menganalisis strategi pengembangan potensi wisata yang ada di Kecamatan Langowan Barat dan Langowan Utara. Teknik analisis menggunakan pedoman ADO-ODTWA (analisis daerah operasi objek dan daya tarik wisata) dan analisis SWOT. Kata kunci: Potensi Wisata, ADO-ODTWA, SWOT, Strategi Pengembangan ABSTRACT The Langowan area is part of the administration of Minahasa Regency, North Sulawesi Province, which consists of 4 sub-districts, namely West Langowan District, North Langowan District, South Langowan District and East Langowan District. The two sub-districts have natural resource potential that can develop into tourism potential, including those located in Tumaratas I Village, Tumaratas II Village and Kopiwangker Village, West Langowan District. Meanwhile, other tourism potentials are located in Karumenga Village and Toraget Village, North Langowan District. Because the village community still does not respond to and understand the prospects for the development of tourism development and the government is still not able to synergize the potential for excellence with sustainable development programs oriented to people's economic growth and environmental conservation, this study aims to identify whether or not the tourism potential is feasible and analyze strategies for developing tourism potential in the Districts of West Langowan and North Langowan. The analysis technique uses ADO-ODTWA guidelines (analysis of operating areas of objects and tourist attractions) and SWOT analysis. Keywords: Tourism Potential, ADO-ODTWA, SWOT, Development Strateg
KEPEMILIKAN RUMAH SUSUN BERDASARKAN HAK TANGGUNGAN STRATA TITLE
Pembangunan perumahan dan permukiman merupakan kebutuhan dasar manusia dalam memperoleh hidup yang layak sesuai dengan Pasal 28 tersebut di atas. Dengan demikian, pembangunan ini berperan sangat strategis dalam pembentukan watak serta kepribadian bangsa, dan perlu dibina serta dikembangkan demi kelangsungan dan peningkatan kehidupan dan penghidupan masyarakat. Kebijakan percepatan pembangunan Perumahan dan Permukiman serta Rumah Susun tersebut sangat bijaksana, mengingat kebutuhan perumahan yang layak huni tersebut semakin hari semakin meningkat. Metode penelitian menggunakan normatif jurudis. Hasil penelitian menunjukkan pembangunan rumah susun memakai biaya yang sangat besar dan seringkali penyelenggara rumah susun tidak memiliki cukup dana sendiri untuk dapat menyelesaikan pembangunan rumah susun, sehingga penyelenggara rumah susun menyiasatinya dengan menjaminkan tanah dimana rumah susun itu akan dibangun berikut rumah susun yang akan dibangun sebagai jaminan kredit konstruksi dan menjual satuan-satuan rumah susun tersebut sebelum selesai dibangun dengan harapan mendapatkan dana segar untuk kelanjutan pembangunan rumah susun dari dana milik pembeli sendiri atau dana perbankan atas KPA pembeli. Penjualan satuan rumah susun itu digunakan untuk pembayaran angsuran kredit kosntruksi penyelenggara rumah susun kepada bank Kata kunci: kepemilikan, perumahan, hak tanggunga
PARIWISATA BERBASIS EKONOMI KREATIF DI KOTA TOMOHON
ABSTRAKÂ Ekonomi ikreatif iadalah isuatu ikreativitas ikarena imenghasilkan isuatu iproduk iyang ikreatif idan iinovatif iberbasis ikearifan ilokal. iEkonomi ikreatif iyang iditeliti idalam ipenelitian iini iadalah iekonomi ikreatif idi isektor iarsitektur, ikriya, idesain iproduk, idan ikuliner. iKota iTomohon iadalah isalah isatu ikota iyang iberada idi iProvinsi iSulawesi iUtara iyang imemiliki iberagam ipotensi ipariwisata iekonomi ikreatif, ikeunikan idan ikearifan ibudaya ilokal isehingga idipilih isebagai itempat ipelaksanaan iprogram iinovatif idan ikreatif iyang idi iselenggarakan ioleh iBadan iEkonomi iKreatif isebagai ikomitmen iPemerintah iterhadap iEkonomi iKreatif. iPenelitian iini ibertujuan iuntuk imengidentifikasi ijenis idan imenganalisis ipotensi ipariwisata iberbasis iekonomi ikreatif idi iKota iTomohon. iMetode ipenelitian iyang idipakai iadalah imetode ipenelitan iDeskriptif ikualitatif. iMetode ipengumpulan idatanya iadalah iwawancara idengan ibeberapa istakeholder, iobservasi, idan idokumentasi. iTeknik ianalisis idata iyang idigunakan iadalah ireduksi idata, ipenyajian idata, iverifikasi iatau ipenyimpulan idata, ianalisis iSWOT. iHasil idari ipenelitian iini imenunjukan ibahwa isetiap ipengembangan isektor iekonomi ikreatif idi iKota iTomohon imemerlukan i iadanya ikerja isama iantara ipengelola idengan imasyarakat isekitar idan ipihak-pihak iterkait idalam iproses ipengembangan iwisata ikreatif iKota iTomohon, iserta imengoptimalkan ipotensi iwisata ikreatif iyang idimiliki idengan imemanfaatkan idukungan iyang idiberi ioleh ipemerintah.ABSTRACTCreative economy is creativity because it produces a creative and innovative product based on local wisdom. The creative economy studied in this study is the creative economy in the architectural, craft, product design, and culinary sectors. Tomohon City is one of the cities in North Sulawesi Province which has a variety of creative economic tourism potential, uniqueness and local cultural wisdom so that it was chosen as a place for implementing innovative and creative programs organized by the Creative Economy Agency as a Government commitment to the Creative Economy. This study aims to identify and analyze creative economy-based tourism in Tomohon City. The research method used is a qualitative research method using a descriptive approach. Data collection methods are interviews with several stakeholders, observation, and documentation. Data analysis techniques used are data reduction, data presentation, verification or data inference, SWOT analysis. In general, the strategy from the results of this study shows that every development of the creative economy sector in Tomohon City requires cooperation between managers and the surrounding community and related parties in the process of developing Tomohon City creative tourism, as well as optimizing the potential of creative tourism owned by utilizing support provided by the government.Keywords: Creative Economy, Tourism, SWOT
KETANGGUHAN WILAYAH DISTRIK SORONG DAN SORONG MANOI DI KOTA SORONG TERHADAP BENCANA BANJIR
Kota Sorong merupakan salah satu kota di Papua Barat yang sering menghadapi masalah banjir. Namun, belum ada data mengenai luasan wilayah yang rentan terhadap kondisi ini. Oleh karena itu, perlu dilakukan survei untuk mengetahui sebaran tingkat ketahanan banjir di Sorong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan kuantitatif dengan analisis dan persebaran pola tingkat kerawanan banjir menggunakan teknik analisis data primer dan sekunder berbasis software Arc View 10.4. Akibatnya, tingkat ketahanan banjir di Kabupaten Solon dan Solon Manoi diklasifikasikan menjadi empat rangking ketahanan banjir: kerawanan tinggi, kerawanan rendah, kerawanan rendah, dan tidak kerawanan. 4,53% wilayah metropolitan Solon tergolong sangat rawan banjir, 33,65% tergolong tidak rawan banjir, 33,65%, dan tidak rawan banjir 19,71%. Akan selesai. Perlu diketahui bahwa 38,18% wilayah Sorong Sorong Manoi rawan dan rawan banjir. Daerah ini merupakan pusat pemerintahan dan termasuk daerah padat penduduk.Kata kunci: banjir, ketahanan banjir kabupaten Sorong, Sorong Mano
STUDY OF BEACH TOURISM SUITABILITY DAN CARRYING CAPACITY IN THE EAST COAST OF MINAHASA, MINAHASA REGENCY STUDI KESESUAIAN WISATA PANTAI DAN DAYA DUKUNG KAWASAN DI PANTAI TIMUR MINAHASA KABUPATEN MINAHASA
ABSTRAKKawasan pantai timur di Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara mempunyai pariwisata yang besar yaitu disektor wisata pantai, dalam penelitian ini kawasan pesisir pantai menjadi menarik untuk dibahas karena aktivitas wisata pantai dan potensi khususnya pada pantai yang berada di Kecamatan Lembean Timur, Kecamatan Kakas. Potensi pariwista di pantai timur minahasa belum mendapatkan penangan yang optimal dalam upaya pembentukan dan pemanfaatan. karena walaupun memiliki potensi yang besar tetapi masih belum dikembangkan dengan benar/ maksimal. Oleh karena itu perlu pengidentifikasi sebaran aktivitas wisata pantai diwilayah pantai timur minahasa dan menganalisis daya dukung pariwisata dikawasan pantai timur minahasa. Hasil dari pengindentifikasi pariwisata dipantai timur memiliki 2 objek dengan potensi tinggi, 7 objek berpotensi sedang, dan 1 objek yang berpotensi rendah. Hasil analisis daya dukung pariwisata dilakukan pada 4 objek wisata salah satu objek wisata yang dianalisis adalah pantai mahembang dengan kategori rekreasi dengan nilai indeks kesesuaian kawasan terdapat 2,145 dengan presentase 72% S2 yang artinya sesuai, dengan daya dukung kawasan pariwisata pantai kategori rekreasi terdapat 1485 (orang/hari).Kata Kunci : Kawasan Pantai Timur Kabupaten Minahasa, Kesesuaian Wisata Pantai, Daya Dukung Kawasan ABSTRACTThe east coast area in Minahasa Regency, North Sulawesi Province has a large tourism sector, namely the beach tourism sector, in this study the coastal area becomes interesting to discuss because of beach tourism activities and potential, especially on beaches located in East Lembean District, Kakas District. The potential for tourism on the east coast of Minahasa has not yet been optimally handled in an effort to establish and use it. because even though it has great potential, it has not been developed properly/maximum. Therefore, it is necessary to identify the distribution of coastal tourism activities in the East Coast of Minahasa and analyze the carrying capacity of tourism in the East Coast of Minahasa. The results of the identification of tourism on the east coast have 2 objects with high potential, 7 objects with medium potential, and 1 object with low potential. The results of the analysis of the carrying capacity of tourism carried out on 4 tourist objects, one of the attractions analyzed is the Mahembang beach in the recreation category with an area suitability index value of 2.145 with a percentage of 72% S2 which means it is appropriate, with the carrying capacity of the beach tourism area in the recreational category there are 1485 (people /day).Keywords: East Coast Area of Minahasa Regency, Suitability of Coastal Tourism, Regional Carrying Capacit
KESESUAIAN PEMANFAATAN LAHAN WILAYAH PESISIR DI KECAMATAN MANDOLANG
Kesesuaian lahan land suitability merupakan kecocokan adaptability suatu lahan untuk tujuan penggunaan tertentu, melalui penentuan nilai (kelas) lahan serta pola tata guna lahan yang dihubungkan dengan potensi wilayahnya, sehingga dapat diusahakan penggunaan lahan yang lebih terarah berikut usaha pemeliharaan kelestariannya. Pesisir merupakan wilayah yang rentan terhadap perubahan, baik perubahan yang terjadi karena proses alami dan perubahan karena campur tangan manusia. Kegiatan-kegiatan di kawasan pesisir seperti perikanan tangkap, perikanan budidaya (tambak), pelabuhan, pariwisata, permukiman dan suaka alam dapat mempengaruhi keseimbangan ekosistem dan geomorfologi kawasan pesisir. Dengan demikian perlu dilakukan penelitian di kawasan pesisir Kecamatan Mandolang untuk mengetahui pemanfaatan lahan dan kesesuaiannya sehingga dapat memberikan masukan untuk kebijakan lingkungan yang dapat diterapkan di kawasan pesisir Kecamatan Mandolang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pola perubahan pemanfaatan lahan terbangun di wilayah pesisir Kecamatan Mandolang dan Menganalisis tingkat kesesuaian pemanfaatan lahan di wilayah pesisir Kecamatan Mandolang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan analisis spasial untuk mengetahui kesesuaian lahan pemanfaatan lahan pesisir di kecamatan mandolang. Bedasarkan hasil analisis kesesuaian lahan Kawasan pesisir di kecamatan mandolang, dapat di interpretasikan terdapat tiga fungsi lahan yang ada di Kecamtan Mandolang yaitu lahan yang sesuai, lahan yang kurang sesuai dan lahan yang tidak sesuai. Hasil dari analisis diketahui luas untuk kategori lahan sesuai adalah 713,34  Ha dengan presentase 53%, luas untuk kategori lahan kurang sesuai adalah 215,39 Ha dengan presentase 16% dan luas untuk kategori lahan tidak sesuai adalah 419,59Ha dengan presentase 31% dari luas wilayah. Kata Kunci : Kesesuaian Lahan, Pemanfaatan Kawasan Pesisir, Kecamatan Mandolang