445 research outputs found

    ANALISIS DAYA TARIK “MANTOS MALL†BAGI MASYARAKAT KOTA MANADO

    Get PDF
    Dengan adanya pembangunan di wilayah kecamatan Sario maka dampak yang timbul bagi kota manado adalah jalur lambat atau yang kita kenal dengan macet. Karena  adanya daya tarik Manado Town Square bagi masyarakat Kota Manado makah Wilayah Kecamatan Sario mengalami kemacetan, sehingga kita perlu melakukan observasi dengan tujuan mengetahui jenis-jenis fasilitas perbelanjaan apa saja yang ada didalam Manado Town Square, dan yang menjadi daya tarik bagi Masyarakat Kota Manado sehingga masyarakat Kota Manado lebih memilih ke Manado Town Square dibandingkan ke Mega Mall, MTC,ATC, dan Multi Mart. Kemudian data yang diperoleh di klasifikasikan  menjadi dua kelompok data yaitu data kuantitatif  yang berbentuk angka-angka dan data kualitatif yang dinyatakan dalam kata-kata atau symbol, dan  data kualitatif akan berguna untuk menyertai dan  melengkapi gambaran yang diperoleh dari data kuantitatif kemudian di deskripsikan. Hasil penelitian ini menunjukan sarana dan prasana yang dimiliki Manado Town Square adalah :Satu Department Store yaitu Matahari departmen store, satu Hypermarket  yaitu hypermart, 66 fasilitas fashion, 9 fasilitas ektonik. 3 fasilitas tempat bermain annak-anak, 3 fasilitas hiburan untuk orang dewasa, dan 27 fasilitas restoran.Lahan parkir yang tersedia bagi pengunjung Manado Town Square yang terletak dekat dengan 4 pintu masuk dengan berbagai jenis moda transportasi. Maka dapat disimpulkan bahwa Manado Town Square miliki daya tarik terhadap aksesibilitas dan tata guna lahan bagi masyarakat, memiliki Fasilitas perbelanjaan yang lengkap, dan fasilitas rekreasi yang lengkap. Dan  aksesibilitasnya baik dengan jarak yang tidak terlalu jauh, muda di capai,nyaman untuk melakukan perjalanan dan tidak terlalu memakan waktu yang lamah ketika melakukan perjalanan ke pusat perbelanjaan ini serta ketersedianan parkir yang teratur dan parkir yang di sediakan dekat dengan setiap pintu masuk sehingga ini yang menjadi daya tarik bagi masyarakat kota manado. Kata Kunci :Daya Tarik Mantos, Fasilitas, Aksesibilitas, Lokas

    KAJIAN KOTA MANADO SEBAGAI KOTA LAYAK HUNI BERDASARKAN KRITERIA (IAP) IKATAN AHLI PERENCANAAN

    Get PDF
    Sebuah kota yang baik haruslah memberikan kenyamanan bagi penduduk yang tinggal didalamnya. Konsep kota nyaman untuk ditinggali ini dikenal dengan Livable City. Kota Manado merupakan salah satu kota yang pernah diteliti oleh Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) pada tahun 2009 dan hasilnya Kota Manado berada pada urutan kedua kota ternyaman di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi Kota Manado saat ini, sebagai kota layak huni (Livable City) berdasarkan kriteria Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) serta menganalisis kriteria yang berpengaruh pada penetuan kondisi kenyamanan Kota Manado saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif  dengan analisis deskriptif statistik. Maka diperoleh hasil yang menunjukan bahwa kondisi Kota Manado sekarang mengalami penurunan tingkat kenyamanan kota, hal ini diketahui bahwa bertambahnya kriteria tidak nyaman dari 8 kriteria di tahun 2009 menjadi 14 kriteria saat ini. Kriteria yang berpengaruh pada penentuan kondisi kenyamanan kota adalah kualitas penataan kota, karena terjadi penurunan jumlah ruang terbuka hijau di perkotaan; penurunan kualitas lingkungan yang berdampak pada kondisi dan kebersihan lingkungan kota; meningkatnya intensitas kemacetan lalu lintas di kawasan perkotaan

    MITIGASI BENCANA TSUNAMIDI KAWASAN PESISIR PANTAI MOLIBAGU

    Get PDF
    Pesisir Pantai Molibagu merupakan salah-satu wilayah yang secara struktur ruang adalah kawasan pusat perekonomian dan pemerintahan dari Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara.Berbatasan langsung dengan Teluk Tomini yang intensitas gempa tektoniknya cenderung tinggi, didukung dengan kajian pada Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana Daerah Kab.Bolsel Tahun 2014-2018, menunjukkan pesisir pantai Molibagu rawan terhadap bencana, khususnya tsunami.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membuat pemetaan kawasan rentan bencana tsunami dan perencanaan mitigasi bencana tsunami di kawasan pesisir pantai Molibagu.Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan evaluatif, dengan menganalisa secara spasial mengenai bahaya, kerentanan dan risiko dari bencana tsunami.Sesuai dengan analisis tersebut maka dihasilkanlah kajian seluruh kawasan pesisir pantai Molibagu beresiko terkena dampak tsunami dengan risiko yang paling tinggi ada di Desa Toluaya, Pintadia dan Popodu. Perencanaan mitigasi bencana tsunami di kawasan pesisir pantai Molibagu terbagi menjadi dua, yaitu: (a). Upaya mitigasi struktural yang menjelaskan mengenai permodelan jalur hijau dan zona perencanaan ekosistem mangrove, pertimbangan pemusatan kegiatan masyarakat untuk mobilitas evakuasi, dan perencanaan jalur evakuasi ke beberapa zona aman dengan ketinggian tempat di atas 10 meter dan jarak capaian kurang dari 3.3 menit; (b). Upaya mitigasi non struktural, terkait dengan kebijakan pengurangan dampak bencana tsunami di kawasan pesisir pantai Molibagu.   Kata Kunci :Mitigasi Bencana, Tsunami, Kawasan Pesisi

    IDENTIFIKASI KEMIRINGAN LERENG Di KAWASAN PERMUKIMAN KOTA MANADO BERBASIS SIG

    Get PDF
    Kota Manado memiliki karakteristik lahan perkotaan yang datar sampai dengan sangat curam. Dari yang layak ditempati sampai dengan tidak layak. Permukiman menempati areal paling luas pada lahan yang ada. Akibat perkembangan dan pertumbuhan kota, lahan miring mulai digunakan sebagai tempat bermukim. Hal ini tentunya memiliki konsekuensi pada tata ruang kota dan keselamatan pemukim. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk : 1.Mengetahui kondisi eksisting kemiringan lereng dan penggunaannya di kawasan permukiman Kota Manado 2.Untuk mengidentifikasi dan menganalisis serta mengklasifikasikan kemiringan lereng di Kawasan Permukiman Kota Manado. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi serta wawancara dan untuk metode analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis spasial yang terdiri dari dua tahap yaitu, tumpang susun (overlay) data spasial dan editing data atribut  menggunakan Sistem Informasi Geografis dengan ArcGis 10.1. Hasil akhir dari penelitian ini secara keseluruhan lahan di wilayah penelitian didominasi oleh kemiringan lereng 0-8 % dan untuk  penggunaan lahan permukiman sebagian besar terdapat di  kemiringan lereng tersebut. Dari hasil analisis penggunaan lahan permukiman pada daerah berlereng di wilayah penelitian, maka dapat diketahui beberapa permukiman yang ada di kemiringan lereng 15-40 % diantarnya permukiman di Kecamatan Malalayang dan Kecamatan Paal Dua. Kedua kecamatan tersebut merupakan kecamatan dengan jumlah rumah terbanyak di kemiringan lereng 15-40 % dibandingkan dengan kecamatan lainnya di wilayah penelitian

    PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENINGKATAN INFRASTRUKTUR JALAN NASIONAL KABUPATEN MINAHASA UTARA

    Get PDF
    Kabupaten Minahasa Utara merupakan salah satu wilayah yang berperan penting dalam kegiatan ekonomi di Sulawesi Utara.Memiliki jalan Nasional yaitu jalan Sukur-Airmadidi, kondisi jalan tersebut masih kurang memadai.Lebar jalan hanya sebesar 7 meter, tidak mampu untuk menampung kendaraan yang lewat.Selain itu, keadaan eksisting bangunan di ruas jalan tersebut berada di dekat jalan.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi peruntukan lahan di sepanjang jalan Nasional Minahasa Utara, mengetahui persepsi masyarakat terhadap peningkatan infrastruktur jalan tersebut dan mengetahui hubungan antara varabel yang terkait pada persepsi masyarakat di Minahasa Utara.Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dan juga menggunakan analisis regresi linier sederhana untuk mengetahui hubungan variabel pada persepsi masyarakat. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa peruntukan lahan yang paling besar di jalur jalan Nasional Airmadidi adalah lahan permukiman sebesar 59.67% dan yang paling kecil adalah lahan untuk kesehatan yaitu 0.37%. Persepsi masyarakat yang berada di jalur jalan tersebut adalah bahwa jalan Nasional Airmadidi sudah tidak mampu untuk menampung volume kendaraan dan menimbulkan kemacetan di waktu-waktu tertentu padat, seperti pagi dan sore hari. Hubungan variabel dengan persepsi masyarakat didapatkan bahwa hubungan yang paling berpengaruh dengan persepsi masyarakat adalah usia responden (X1), jumlah pendapatan (X3), waktu tempuh (X7), dan penambahan atribut (X12).   Kata kunci : Persepsi Masyarakat, Peningkatan, Infrastruktur Jalan

    ARENA X – GAMES DI MANADO (Unfolding Architecture)

    Get PDF
    Kota Manado merupakan salah satu kota besar di Indonesia bagian timur, tak terlepas dari itu perkembangan komunitas extreme sport atau extreme games semakin sering terlihat di kalangan anak muda pada umumnya. Walaupun sering disebut sebagai olahraga yang berbahaya, Extreme games ternyata mampu menyatakan diri sebagai salah satu olahraga alternatif dan berprestasi. Berangkat dari hal tersebut maka diperlukan suatu sarana atau wadah yang dapat menampung dan mengembangkan kegiatan dalam bidang olahraga dan pariwisata serta bisnis di kota Manado, maka dihadirkan Arena X-Games sebagai wadah yang dapat menampung, menunjang, mengimbangi dan mengembangkan kegiatan anak muda khususnya olahraga extreme atau action sport dan sarana hiburan juga rekreasi di kota Manado. Tema Unfolding Achitecture akan dipakai sebagai acuan dan strategi perancangan. Diharapkan dengan hadirnya  Unfolding Architecture sebagai tema, maka objek dapat hadir lebih atraktif dengan wujud irregular form. Kata kunci : Arena, X-Games, Unfolding

    PARTISIPASI MASYARAKAT KELURAHAN TOSAPAN DALAM PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA PANGO – PANGO DI KABUPATEN TANA TORAJA

    Get PDF
    Kawasan wisata Pango-Pango merupakan Kawasan Hutan yang terletak di puncak gunung dengan ketinggian 1600 s/d 1700 m DPL dengan hawa yang sejuk, luas kawasan adalah 61,70 km2 dan berpenduduk sebanyak 12.703 jiwa.  Kawasan wisata Pango-Pango berada pada Kecamatan Makale Selatan.Perencanaan dan pengembangan suatu kawasan tak lepas dari peran masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.Salah satu prinsip pengembangan kawasan wisata adalah agar adanya suatu kawasan wisata yang berkelanjutan dan melibatkan masyarakat lokal dalam pengembangannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi dan tanggapan masyarakat dalam pengembangan kawasan wisata Pango-Pango serta menganalisis bentuk-bentuk dan tingkatan partisipasi masyarakat dalam pengembangan kawasan wisata Pango-Pango.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif- kuantitatif dengan analisis deskriptif kualitatif.Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner, wawancara, observasi dan studi dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa karakteristik masyarakat mempengaruhi bentuk dan tingkatan partisipasi yang dilakukan masyarakat. Hal tersebut juga berkaitan dengan mata pencaharian dan tingkat pendidikan masyarakat, rendah tingginya pendidikan masyarakat akan mempengaruhi mata pencaharian masyarakat. Sebagian besar masyarakat di kawasan wisata Pango-Pango memiliki tingkat peendidikan jenjang Sekoah Dasar (SD). Sedangkan tanggapan masyarakat dilihat dari skala peran serta masyarakat yang didukung oleh peran pemerintah dan wisatawan, serta bentuk-bentuk dan tingkatan  partisipasi yang diberikan masyarakat dalam pengembangan kawasan wisata Pango-Pango di Kelurahan Tosapan meliputi : Partisipasi masyarakat dalam bentuk buah pikiran, tenaga, harta benda, keterampilan dan kemahiran, serta partisipasi sosial. Tingkat partisipasi yang diberikan masyarakat Kelurahan Tosapan dapat dikategori  dalam tingkat interaktif, insentif, dan inisiatif. Kata kunci : Partisipasi Masyarakat, Pengembangan, Kawasan Wisata Pango-Pang

    EVALUASI PERUNTUKAN LAHAN DAN PEMETAAN ZONASI TINGKAT RISIKO BENCANA LETUSAN GUNUNG API GAMALAMA DI KOTA TERNATE (Studi Kasus : Gunung Api Gamalama, Kota Ternate)

    Get PDF
    Evaluasi peruntukan lahan merupakan suatu tahap penting dalam manajemen bencana, namun evaluasi peruntukan lahan sering terlupakan dalam penyusunan pola ruang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun peta risiko bencana dan menganalisa evaluasi peruntukan lahan yang ditinjau dari konteks risiko bencana sehingga mampu memberikan suatu rekomendasi peruntukan lahan yang ideal pada wilayah Gunung Berapi Gamalama di Kota Ternate. Kajian evaluasi peruntukan lahan Gunung Berapi Gamalama yang merupakan salah satu gunung api aktif betipe A yang berada di Kota Ternate. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan kualitatif dengan melakukan analisa secara spasial. Sesuai dengan analisis tersebut maka ada beberapa tinjauan dalam analisis evaluasi peruntukan lahan yakni analisis risiko bencana, hasil analisis risiko didapatkan dari perkalian antara bahaya dan kerentanaan. Bahaya mewakili presentase luas bahaya pada suatu wilayah kelurahan, sedangkan nilai kerentanaan di bagi atas 3 yakni sosial, ekonomi, dan fisik. Analisis risiko diolah dalam GIS untuk mengklasifikasikan nilai risiko yang paling tinggi dan yang paling rendah. Berdasarkan hasil analisis di dapatkan bahwa wilayah yang harus melakukan evaluasi kembali peruntukan lahannya merupakan wilayah yang secara geografis berada dekat dengan daerah-daerah kaki gunung ataupun daerah aliran lahar. Kata Kunci : Evaluasi Peruntukan Lahan, Pemetaan Zonasi, Tingkat Risiko Bencan

    PENGARUH KEBERADAAN MINIMARKET TERHADAP “WARONG†DI KECAMATAN MALALAYANG

    Get PDF
    Pertumbuhan minimarket di Indonesia beberapa tahun ini telah mengalami perkembangan yang pesat. Pertumbuhannya tidak hanya berada di pusat kota saja tapi sudah menyebar hingga ke daerah pinggiran kota. Hal inipun yang terjadi di Kota Manado, pertumbuhan minimarket yang mulai berkembang hingga ke daerah pinggiran kota menyebabkan penyebarannya yang tidak beraturan antara satu minimarket dengan minimarket lainnya. Serta keberadaan minimarket yang berdekatan dengan warong yang berada dalam satu area jangkauan pelayanan akan sangat mempengaruhi preferensi masyarakat dalam berbelanja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui persepsi dan preferensi masyarakat terhadap minimarket maupun warong, dan juga untuk mengetahui pengaruh keberadaan minimarket terhadap warong berkaitan dengan jarak jangkauan pelayanannya.metode yang digunakan adalah analisis IPA (Importance Performance Analysis) dan juga analisis overlay jangkauan pelayanan. Masing-masing fasilitas perdagangan, baik minimarket maupun warong memiliki kelebihan dan kekurangan berdasarkan variable-variabel yang dinilai oleh konsumen pengunjung.Terdapat perubahan kecenderungan pada preferensi pemilihan tjuan berbelanja sebelum dan sesudah berdirinya minimarket di kawasan Kecamatan Malalayang. Berdasarkan jangkauan pelayanan, dapat diketahui bahwa semakin besar jangkauan minimarket, maka akan semakin banyak warong yang terfriksi dengan jangkauan pelayanannya. Satu minimarket berdampak terhadap 5 warong.Berdasarkan penelitian semakin jauh warong yang berada di dalam lorong terhadap minimarket maka pengaruh yang ditimbulkan akan semakin kecil. Sedangkan warong yang berada di pinggir jalan Wolter Monginsidi tidak terlalu berpengaruh akan jarak yang berdekatan dikarenakan rata-rata konsumen mereka berada pada jarak pelayanan yang jauh. Kata kunci : Pengaruh, Minimarket, Warong, Jangkauan pelayanan

    TATA GUNA LAHAN DI SEKITAR KAWASAN BANDAR UDARA SAM RATULANGI MANADO

    Get PDF
    Penduduk yang membutuhkan  lahan semakin meningkat setiap tahun, khususnya lahan di perkotaan, yang menarik perhatian banyak orang, bagi mereka yang tinggal di perkotaan (penduduk asli)  maupun di pedesaan (pendatang). Kebutuhan akan lahan ini, seiring dengan meningkatnya tingkat mobilitas dan pemusatan wilayah dengan melihat jarak ke pusat-pusat perdagangan dan jasa, salah satunya adalah pusat layanan jasa angkutan penerbangan Bandara Sam  Ratulangi Manado.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif, interaktif dan mapping/overlay, dengan tujuan penelitian yaitu 1).Mengidentifikasi tata guna lahan di sekitar kawasan Bandara Sam Ratulangi, 2).Mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi perubahan tata guna lahan di sekitar Bandara Sam Ratulangi.hasil identifikasi dan analisis tata guna lahan, penulis menemukan bahwa tata guna lahan di sekitar bandara berupa Kawasan Bandara, Permukiman, Perkebunan, Perdagangan dan serta adanya kolam dengan fungsi kolam ikan. Sedangkan hasil analisis faktor yang memengaruhi perubahan tata guna lahan adalah adanya faktor internal dan eksternal yang memengaruhi sekitar kawasan bandara Sam Ratulang

    438

    full texts

    445

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SPASIAL
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇