SPASIAL
Not a member yet
445 research outputs found
Sort by
EVALUASI KEBIJAKAN POLA RUANG DAN STRUKTUR RUANG BERBASIS MITIGASI BENCANA BANJIR (Studi Kasus : Kota Palu)
Kota Palu, seperti kebanyakan kota lainnya di Indonesia sering mengalami bencana banjir. Karena itulah diperlukan sistem mitigasi bencana banjir di Kota Palu dalam bentuk perencanaan pola dan struktur ruang yang tanggap bencana banjir. Kota Palu sudah memiliki rencana / kebijakan pola dan struktur ruang yang terdapat didalam RTRW Kota Palu 2010 – 2030. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah kebijakan pola dan struktur ruang yang ada sudah tanggap terhadap bencana banjir atau belum. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi tingkat risiko banjir di Kota Palu dan mengevaluasi kebijakan pola dan struktur ruang di Kota Palu dengan mempertimbangkan aspek bencana banjir khususnya pada tingkat risikonya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan analisis konversi rawan bencana, analisis tingkat kerentanan dan analisis tingkat kapasitas yang parameter pembentuknya mengikuti peraturan baku dari BPBD Kota Palu untuk menjawab tujuan pertama dan analisis evaluasi untuk menjawab tujuan kedua yang keseluruhan analisisnya dibantu dengan software Arcgis. Berdasarkan hasil studi, didapat2 hal yaitu; persebaran tingkat risiko di kota Palu terbagi atas 5 kelas dan yang menjadi pembahasan adalah kelurahan dengan kelas risiko tinggi (8 kelurahan) dan kelas risiko sangat tinggi(9 kelurahan) dan kebijakan pola ruang dan struktur ruang di Kota Palu sudah cukup tanggap terhadap risiko banjir yang ada. Hal ini ditunjukkan melalui perbandingan persentase luas rencana kawasan keseluruhan pada bidang pola ruang serta perbandingan persentase jumlah sistem perkotaan, panjang jalan keseluruhan, dll pada bidang struktur ruang terhadap bagian dari tiap perencanaan yang masuk dalam kelurahan berisiko banjir tinggi dan sangat tinggi.  Kata Kunci :Evaluasi, Banjir, Mitigasi, Kebijakan Pola Ruang dan Struktur Ruan
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI SEKITAR KAWASAN PELABUHAN BITUNG
Perkembangan suatu wilayah akan terus terjadi dari hari ke hari secara dinamis bersamaan dengan perkembangan jumlah penduduk dan aktivitas penduduk di dalamnya, akan mengakibatkan meningkatnya permintaan lahan yang dipergunakan untuk menyelenggarakan kegiatan, sehingga saat ini lahan menjadi sesuatu yang memiliki nilai tinggi. Secara umum perkembangan fisik kota Bitung serta penggunaan lahannya dipengaruhi oleh keberadaan pelabuhan sebagai titik tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan penggunaan lahan yang telah terjadi, dan bagaimana keberadaan Pelabuhan Bitung mempengaruhi penggunaan lahan yang ada di kawasan sekitarnya. Data yang diperlukan adalah data primer mencakup karakteristik responden dan karakteristik lahan melalui wawancara dan observasi langsung. Data Sekunder mencakup studi literatur, dokumen teknis dari instansi yang berhubungan melalui permintaan data ke instansi terkait. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif dan aplikasi GIS dengan data time series dari tahun 2006 dan tahun 2014. Kesimpulan yang diperoleh yaitu perubahan penggunaan lahan terjadi pada kawasan sekitar Pelabuhan Bitung yang mencakup Kelurahan Bitung Timur. Lahan terbangun pada tahun 2006 di kawasan sekitar Pealabuhan Bitung 41,36 Ha mengalami peningkatan perubahan luas 7,69Ha sehingga pada tahun 2015 menjadi 49,05Ha. Dengan perubahan trend terbesar yaitu perubahan penggunaan lahan kosong menjadi lahan terbangun. Pelabuhan Bitung mempengaruhi perkembangan Kota Bitung terlihat dari pesebaran jenis penggunaan lahan. Terlebih khusus Pelabuhan Bitung mempengaruhi nilai lahan kawasan disekitarnya sehingga menyebabkan masyarakat melakukan perubahan penggunaan lahan mereka menjadi areal komersil. Kata kunci : Perubahan Penggunaan Lahan, kawasan sekitar Pelabuhan Bitun
PENGARUH PENGEMBANGAN PERUMAHAN TERENCANA TERHADAP PERKEMBANGAN WILAYAH DI KECAMATAN MAPANGET
Semakin pesatnya pertumbuhan suatu kota pada umumnya diiringi dengan kebijakan pengembangan wilayah dari pemerintahan kota tersebut salah satunya adalah pembangunan perumahan bagi penduduk perkotaan. Sebagai suatu hunian perumahan memiliki hubungan keterkaitan dengan lingkungan sekitarnya.Perumahan merupakan suatu wilayah hunian yang dapat berkembang seiring dengan dinamika para penghuninya.Pengembangan perumahan dapat mempengaruhi perkembangan wilayah sekitarnya melalui berbagai aktifitas pembangunan / pengembangan kawasan itu sendiri ataupun melalui aktifitas warganya.Yang menjadi fokus dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana pengembangan perumahan terencana serta menganalisis pengaruh yang ditimbulkannya terhadap perkembangan wilayah di Kecamatan Mapanget. Lingkup dari penelitian ini adalah Kecamatan Mapanget Kota Manado sedangkan yang menjadi metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis time series, skala guttman, nearest neighbor dan regresi linier. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bahwa perumahan memberikan pengaruh yang sangat besar bagi perkembangan di Kecamatan Mapanget, hal ini dapat dilihat dari analisis skalogram yang menunjukkan pusat pelayanan di di Kecamatan Mapanget selalu berubah – ubah serta pola permukiman di Kecamatan Mapanget yang telah mengalami perubahan dari pola berkelompok menjadi acak dalam kurun waktu 6 tahun sedangkan untuk analisis regresi menunjukkan jumlah perumahan memberi pengaruh yang KUAT bagi fasilitas umum dan fasilitas sosial namun terdapat beberapa variabel yang secara statistik nilai probabilitasnya > 0,05 maka pengaruh yang diberikan dianggap tidak signifikan.  Kata Kunci : Perumahan, Kecamatan Mapange
KAJIAN KONSERVASI BANGUNAN KUNO DAN KAWASAN BERSEJARAH DI PUSAT KOTA LAMA MANADO
Kota Manado merupakan salah satu kota yang memiliki berbagai macam bentuk peninggalan bersejarah, hal tersebut tidak lepas dari masuknya berbagai macam kebudayaan maupun bekas dari peninggalan kolonial Belanda. Salah satu bentuk peninggalan bersejarah yaitu, adanya bentuk bangunan yang khas dengan gaya arsitektur yang tergabung dari beberapa etnis yang tersebar di beberapa kawasan yang memiliki nilai dan pengaruh sejarah yang kuat. Kawasan bersejarah tersebut merupakan salah satu potensi yang dapat dikembangkan menjadi objek wisata yang mengandung unsur pendidikan dan sejarah melalui bangunan-bangunan peninggalan yang ada, salah satu diantaranya kawasan bersejarah yang ada.di kota Manado, yaitu kawasan Pusat Kota Lama Manado. Kawasan pusat Kota Lama Manado merupakan salah satu kawasan yang memiliki nilai historis dan mempunyai pengaruh terhadap perkembangan Kota Manado. Bangunan-bangunan kuno bersejarah yang ada dikawasan pusat kota lama kini mengalami masalah yang sangat memprihatinkan akibat dari perkembangan aktivitas diperkotaan yang semakin pesat yang berdampak mengancam keberadaan bangunan-bangunan yang memiliki nilai sejarah di kawasan pusat kota lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bangunan kuno dan kawasan bersejarah yang ada di pusat kota lama Manado dan menganalisis sejauh mana bangunan kuno dan kawasan bersejarah di pusat kota lama Manado yang dapat dikonservasi. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode analisis kualitatif deskriptif. Hasil akhir dari penelitian ini yaitu menentukan bangunan-bangunan maupun kawasan yang dapat dikonservasi dan diharapkan pemerintah lebih memiliki kepedulian terhadap banguna-bangunan yang memiliki nilai sejarah dan dibuatnya peraturan daerah (perda) tentang kawasan konservasi bersejarah tidak hanya di pusat kota lama namun disetiap kawasan-kawasan di kota Manado yang banguna-bangunanya memiliki nilai sejarah. Kata kunci: Kata kunci: Bangunan Kuno dan Kawasan Bersejarah, Konservasi Pusat Kota Lama Manado, Heritage Bulding
PERSEPSI PEDAGANG PRIBUMI TERHADAP PEDAGANG PENDATANG DI PASAR KAJASE KABUPATEN SORONG SELATAN, PAPUA BARAT
Penelitian ini dilatar-belakangi oleh kesenjangan pedagang Pribumi dan pedagang Pendatang yang terjadi di pasar Kajase.Dimana pedagang Pribumi mulai tersingkir akibat kalah persaingan merebut peluang berdagang. Disisi lain keberadaan pedagang Pendatang memberikan kontribusi besar dalam pendapatan daerah, demikian juga pedagang Pribumi merupakan faktor penting dalam pembangunan ekonomi rakyat. Namun status keberadaan pedagang Pribumi belum terintegrasi, ini menyulitkan Pemerintah dalam menangani persoalan pedagang pasar Kajase sehinga menimbulkan persepsi negatif pedagang Pribumi terhadap pedagang Pendatang.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik pedagang Pribumi dan pedagang Pendatang, mengetahui persepsi pedagang Pribumi terhadap pedagang Pendatang.Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Random Sampling.Tektnik pengumpulan data melalui kuisioner.Anlisis data menggunakan analissi dekriptif kualitatif yaitu data yang di dapat di jelaskan melalui table dan kata-kata. Di peroleh hasil penelitian sebagai berikut: (1) karakteristik pedagang Pendatang lebih baik dalam motivasi berdagang, usiah, tingkat pendidikan tertinggi, serta adat-istiadat dibandingkan pedagang Pribumi, sehingga pedagang Pendatang berhasil dalam berdagang. (2). Persepsi negatif pedagang Pribumi terhadap pedagang Pendatang disebabkan pedagang Pribumi merasa terancam kalah dalam persaingan brdagang. Sehingga dari 65% pedagang Pribumi setuju bahwa pedagang Pendatang menguasai pasar Kajase. (3). Keinginan dan harapan pedagang Pribumi. yaitu keinginan pedagang Pribumi bahwa pemerintah dapat membagi dua los Pasar untuk kedua kelompok pedagang serta, harapan pedagang Pribumi yaitu Pemerintah dalam mengambil kebijakan terkai pasar harus mempertimbangkan hak-hak adat penduduk Pribumi. Keywords: Persepsi, Pedagang,Pribumi, Pendatan, Pasar Kajase Kabupaten Sorong Selatan
ANALISIS PERKEMBANGAN AKTIVITAS KOMERSIL GALALA DI JALAN LINTAS HALMAHERA
Jalan lintas Halmahera terletak di Desa Galala Kecamatan Oba Utara. Jalan lintas Halmahera ini statusnya merupakan jalan Provinsi karena sifatnya menghubungkan Desa dengan Kecamatan/Kabupaten lainnya yang ada di Kecamatan Oba Utara. Kawasan ini selalu mengalami perkembangan aktivitas komersil, perkembangan terjadi dari tahun 1999 sampai sekarang, perkembangannya dimulai dari adanya kebijakan pemerintah yang menetapkan Desa Galala sebagai kawasan perdagangan dan jasa, sehingga pada tahun 2004-2008 mulai berdatangan masyarakat pendatang, untuk bermukim serta membuka usaha khususnya di sepanjang jalan lintas Halmahera. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui perkembangan akitivitas komersil dijalan lintas Halmahera, (2) menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan aktivitas komersil di jalan lintas Halmahera. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, melalui pengumpulan data primer dan data sekunder, Metode analisis data menggunakan analisis pemetaan dan scoring. Sedangkan untuk faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan aktivitas komersil, dilakukan dengan tabulasi silang kemudian dianalisis. Hasil penelitian diperoleh bahwa perkembangan aktivitas komersil di jalan lintas Halmahera adalah perkembangan yang pesat dari tahun 1999-2014, dengan pola perkembangan mengikuti jaringan jalan yang dimana pada bagian Utara lebih dominan fungsi kawasan perdagangan jasa dan pendidikan, sedangkan pada bagian Selatan yaitu pusat pemerintahan atau perkantoran. Faktor penyebab perkembangan aktivitas komersil terdiri dari faktor internal (keberadaan aktivitas komersil sepanjang lintas halmahera, keramaian lalu lintas, keberadaan fasilitas umum pasar dan pelabuhan fery, aksesibilitas kawasan dan kebijakan pemerintah) dan faktor eksternal (pariwisata, industri, dan perdagangan dan jasa)
EVALUASI KINERJA PELAYANAN ANGKUTAN ANTAR KOTA ANTAR PROPINSI DAN ANTAR KOTA DALAM PROPINSI DI TERMINAL MALALAYANG MANADO
Kota Manado memiliki strategi pemantapan pembangunan model percepatan ekonomi dalam hal prasarana jaringan jalan. Dalam mewujudkan visi dan misi kota manado menjadi kota model ekowisata dan menjadikan kota manado yang menyenangkan maka pembangunan sektor transportasi perlu dikembangkan. Untuk itu perlu mengevaluasi Kinerja pelayanan angkutan khususnya angkutan antar kota antar propinsi dan antar kota dalam propinsi yang ada di terminal malalayang sebgai terminal tipe A. Saat ini sejumlah angkutan antar kota antar propinsi dan antar kota dalam propinsi mengalami permasalahan dalam hal kenyamanan angkutan. Perbedaan kondisi angkutan antar kota antar propinsi dan antar kota dalam propinsi, diperkirakan menjadi salah satu faktor penentu dalam hal mengevaluasi kinerja pelayanan angkutan oleh pemerintah kepada masyarakat. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui keberadaan dan kinerja pelayanan angkutan antar kota antar propinsi dan antar kota dalam propinsi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian gabungan antara kualitatif kuantitatif. Data dianalisis secara Random Purposive Sampling untuk menguraikan kinerja pelayanan angkutan antar kota antar propinsi dan antar kota dalam propinsi di terminal malalayang. Lokasi penelitian berada di terminal malalayang manado dengan jumlah sampel 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pelayanan angkutan antar kota antar propinsi dan antar kota dalam propinsi dan pelayanan bangunan terminal malalayang yang diterapakan kepada pengguna jasa angkutan sangat baik. Aspek kinerja pelayanan bangunan terminal berupa aspek teknis, fungsional dan perilaku, sedangkan faktor-faktor pelayanan angkutan yang terdapat dalam standar pelayanan yaitu, faktor tingkat keamanan, keselamatan, kenyamanan, keterjangkauan, kesetaraan dan keteraturan
SEBARAN LOKASI PERMUKIMAN KUMUH DI KOTA MANADO
Perkembangan kawasan perkotaan di Indonesia terjadi dengan sngat pesat dalam kurun waktu empat dasawarsa terakhir yang diindikasikan oleh semakin besarnya jumlah penduduk yang tinggal dan beraktivitas di kawasan perkotaan. Kota Manado merupakan salah satu kota yang sedang berkembang di Indonesia. Namun perkembangan kota Manado tidak hanya memberikan keuntungan bagi pemerintah, tetapi juga memberikan dampak lain yaitu munculnya permukiman kumuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat kekumuhan pada permukiman kumuh di kota Manado dan menganalisis sebaran lokasi permukiman kumuh di kota Manado. Penelitian ini menggunakan dua metode analisis, yaitu analisis tingkat derajat permukiman kumuh dan analisis tetangga terdekat.Variabel-variabel yang digunakan adalah kerapatan bangunan, tata letak bangunan, kondisi rumah/bangunan, kepadatan penduduk dan kualitas prasarana lingkungan.Kemudian variable-variabel ini dibagi menjadi tiga klasifikasi, yaitu rendah, sedang dan tinggi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa klasifikasi permukiman kumuh yang paling banyak terdapat di kota Manado adalah permukiman kumuh sedang, yang tersebar di daerah Bahu, Titiwungen Utara, Pakowa, Ketang Baru, Karame, Dendengan Dalam, Tikala Ares dan Bailang. Sedangkan untuk pola sebaran permukiman kumuh pada lokasi menunjukkan nilai lebih dari 1.1 pada analisis tetangga terdekat, yang berarti bahwa pola sebaran permukiman adalah pola tersebar (scattern pattern). Namun jika dilihat secara mneyeluruh, pola sebaran permukiman kumuh di kota Manado memiliki nilai kurang dari 0.9 yang mengindikasikan pola sebaran permukiman adalah pola bergerombol.  Kata Kunci :Pola Sebaran, Permukiman Kumuh
KAJIAN TRANSFORMASI WILAYAH PERI-URBAN DI KOTA MANADO (STUDI KASUS : KECAMATAN MAPANGET)
Jumlah penduduk terus meningkat pada negara-negara berkembang.menimbulkan resiko besar terhadap pertumbuhan dan kepadatan penduduk, berpengaruh pula pada pemanfaatan ruang eksisting. Hal ini dibuktikan dengan proses alih fungsi lahan yang begitu cepat disebabkan oleh aktivitas perkotaan yang diperluas sampai ke pinggir kota. Daerah pinggiran kota adalah suatu daerah yang juga dikenal sebagai "urban fringe" atau daerah "peri-urban"yang merupakan wilayah irisan antar kota, desa dan area dengan pertumbuhan yang relatif cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk transformasi penggunaan lahan yang terjadi di wilayah peri urban dan apa saja faktor-faktor yang menyebabkan transformasi guna lahan tersebut khususnya di Kecamatan Mapanget. Data yang diperlukan adalah data primer mencakup karakteristik responden dan karakteristik lahan melalui wawancara dan observasi langsung. Data Sekunder mencakup studi literatur, dokumen teknis dari instansi yang berhubungan melalui permintaan data ke instansi terkait. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif dan aplikasi GIS untuk membuat overlay dengan data time series dari tahun 2003 hingga tahun 2014. Kesimpulan yang diperoleh yaitu transformasi yang terjadi berdasarkan aspek penggunaan lahan di wilayah ini, dalam kurun waktu 11 tahun telah terjadi pertambahan luas lahan terbangun rata-rata tiap tahunnya sekitar 20.25 Ha atau 1% dari luas wilayah peri urban keseluruhan, dan begitu pula 1% penurunan luas lahan tidak terbangun. Fungsi kawasan yang berpengaruh signifikan dalam perubahan ini adalah fungsi perumahan dan pemukiman.Faktor-faktor penyebab terjadinya transformasi wilayah peri urban ini yaitu faktor topografi/tapak, kepadatan penduduk, pengembang (developer), aksesibilitas dan kebijakan
PEMANFAATAN RUANG PARA PEDAGANG DI PASAR TRADISIONAL BAHU,MANADO DAN PENGARUHNYA TERHADAP KONDISI AKSESIBILITAS KAWASAN
Pasar Tradisional Bahu berlokasi di Kecamatan Malalayang Kelurahan Bahu di Kota Manado. Sistem tawar menawar merupakan ciri khaspasar tradisional ini. Namun citra pasar tradisional yang indentik dengan semrawut, kotor dan macet menyebabkan situasi yang tidak nyaman bagi para pembeli dan pedagang. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan dan prilaku pedagang sehingga menurunnya kualitas lingkungan seperti terjadinya kesemrawutan karenapedagang menggelar dagangannya sembarangan dengan bahan seadanya sehingga mempengaruhi kenyamanan dalam pasar selain masalah kebersihan. Demikian pula,akses menuju pasar yang tidak memadai; angkutan kota yang sembarang menaikkan dan menurunkan penumpang; kegiatan proses bongkar muat barang dan tidak tersedia ruang parkir membuat pelanggan memarkir kendaraan dengan sembarangan terutama pada badan jalan pasar dimana keadaan ini membuat kemacetan di kawasan khususnya pada pada jam sibuk di pagi hari. Melihat permasalahan di atas maka peneliti merasa penting untuk mengkaji Pemanfaatan Ruang Para Pedagang Di Pasar Tradisional Bahu Dan Pegaruhnya Terhadap Kondisi Aksesibilitas Kawasan. MetodeAnalisis Deskriptif dan Analisis Kuantitatif di pakai dalam penelitian ini. Hasil survey lapangan dipetakan dan dianalisis, selanjutnya dengan program SPSS, data hasil kuesioner diolah. Hasil penelitian ini memperlihatkan terdapat korelasi lokasi pedagang, penataan pedagang, mobilitas pedagang dengan  kemacatan diPasar Tradisional Bahu. Kemacetan terpanjang di jalan Wolter Wongensidi di saat waktu sibuk pasar yang terjadi di pagi hari pada jam 06.00 – 09.00.  Kata kunci : Pasar Tradisional Bahu, Pemanfaatan Ruang, Pedagang