445 research outputs found

    KAJIAN PERMUKIMAN DI KAWASAN HUTAN BAKAU DESA RATATOTOK TIMUR DAN DESA RATATOTOK MUARA KABUPATEN MINAHASA TENGGARA

    Get PDF
    Hutan Bakau  merupakan  ekosistem  yang  menjadi  jembatan  antara  ekosistem  lautan  dan daratan. Penelitian ini bertujuan mengkaji kondisi fisik, penggunaan lahan permukiman serta pola perkembangan permukiman yang terdapat di desa Ratatotok Timur dan Desa Ratatotok Muara kecamatan Ratatotok kabupaten Minahasa Tenggara. Masyarakat pesisir dalam kehidupan sehari hari tidak lepas dari ketergantungannya akan sumberdaya pesisir karena mata pencaharian penduduknya yang bergantung pada laut. Hal ini merupakan salah satu faktor timbulnya permukiman pada lokasi penelitian, namun dilihat dari lokasi permukiman yang terbentuk berada berdekatan dengan hutan bakau, langsung berada di pesisir pantai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif, metodenya adalah deskriptif dimana pengumpulan data menggunakan kuesioner, untuk menganalisa kondisi fisik, penggunaan lahan dan pola perkembangan permukiman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi fisik, penggunaan lahan dan pola perkembangan permukiman di wilayah hutan bakau desa Ratatotok Timur dan Ratatotok Muara terus berkembang dari segi pembangunan infrastruktur dan permukiman masyarakat, tetapi untuk penambahan bangunan sudah dilarang pemerintah karena keterbatasan lahan. Untuk pelestarian hutan bakau, masyarakat terus melakukan penanaman secara berkala. Pemerintah desa setempat telah melakukan peraturan untuk menjaga kelestarian hutan bakau dan pola perkembangan permukiman lebih bersifat linier dan memanjang mengikuti garis pantai.Kata kunci : Permukiman Hutan Bakau, Penggunaan Lahan, Pola Perkembangan Permukima

    EVALUASI PERKEMBANGAN PENGGUNAAN LAHAN DI KAWASAN SEKITAR BANTARAN DAS DAYANAN KECAMATAN KOTAMOBAGU BARAT

    Get PDF
    Kecamatan Kotamobagu barat merupakan pusat kotanya Kota Kotamobagu sehingga itu pertumbuhan penduduk di Kecamatan Kotamobagu Barat lebih tinggi dari pada wilayah kecamatan lain yang ada di Kotamobagu. Kondisi ini memicu perkembangan penggunaan lahan terutama pada kawasan sekitar bantaran DAS Dayanan yang terdapat pada Kecamatan Kotamobagu Barat ,Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik penggunaan lahan eksisiting di kawasan sekitar bantaran DAS Dayanan Kecamatan Kotamobagu Barat dan mengevaluasi kondisi perkembangan penggunaan lahan pada kawasan sekitar Bantaran DAS Dayanan Kecamatan Kotamobagu Barat dari tahun 2006,2010 dan 2015. Metode  penelitian  kualitatif Analisis deskriptif dan overlay peta untuk mengidentifikasi perubahan penggunaan  lahan dan perkembangan perubahanlahan. Hasil studi yang menunjukan bahwa kawasan sekitar bantaran DAS Dayanan Kecamatan Kotamobagu Barat dari kondisi eksisting terdiri dari penggunaan lahan  permukiman, perkebunan, ladang/tegalan, sawah dan tanah kosong  dan  hasil evaluasi perkembangan penggunaan lahan tahun 2006, 2010 dan 2015 pekembangan penggunaan lahan pada lokasi penelitian hampir setiap tahunnya mengalami perubahan fungsi lahan dimana seperti sebelumnya lahan tersebut dijadikan sebagai  kawasan lindung karena memiliki alasan faktor tertentu seperti lahan tersebut merupaka bantaran sungai tapi kini berubah menjadi kawasan budidaya.Kata Kunci: Evaluasi, Perkembangan, Penggunaan Lahan, Bantaran DAS Dayana

    EFEKTIVITAS JALUR HIJAU DALAM MENYERAP EMISI GAS RUMAH KACA DI KOTA MANADO

    Get PDF
    Kota Manado saat ini banyak mengalami peningkatan dalam bidang pembangunan, hal ini berdampak pada meningkatnya kendaraan bermotor untuk menunjang aktivitas masyarakat perkotaan. Aktivitas transportasi merupakan salah satu kegiatan yang menghasilkan polusi udara karena mengeluarkan emisi Karbonmonoksida. Karbonmonoksida merupakan salah satu zat/gas yang berkontribusi dalam gas rumah kaca. Kota manado telah tersedia jalur hijau dengan berbagai jenis vegetasi pohon. Jalur hijau adalah salah satu upaya untuk menyerap emisi gas buang karbon dari kendaraan bermotor. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah jalur hijau mampu menyerap emisi gas buang yang dihasilkan kendaraan yang melintas. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui besaran emisi Karbonmonoksida (CO) yang dihasilkan oleh aktivitas transportasi perkotaan dan mengetahui daya serap eksisting jalur hijau dalam menyerap emisi Karbondioksida(CO2). Jalan dan jalur hijau dalam penelitian ini berada di 10 koridor jalan utama pada 10 kecamatan. Besaran emisi karbon bisa didapatkan dengan menghitung kendaraan yang melewati lokasi penelitian pada jam puncak dan  melakukan perhitungan emisi serta konversi CO ke CO2. Daya serap jalur hijau dapat diketahui dengan menghitung pohon berdasarkan jenisnya dan dihitung daya serapnya. Berdasarkan hasil penelitian,didapati emisi Karbonmonoksida sebesar 19.320.085ton/tahun dan daya serap eksisting jalur hijau terhadap Karbondioksida sebesar 29.794,25 ton/tahun.   Kata Kunci :Daya Serap Vegetasi, Emisi Karbon, Kendaraan Bermotor, dan Gas Rumah Kac

    HUBUNGAN AKSESIBILITAS TERHADAP TINGKAT PERKEMBANGAN WILAYAH KECAMATAN DI KOTA TOMOHON

    Get PDF
    Pengembangan wilayah perkotaan merupakan upaya pembangunan yang dilakukan secara terus menerus agar tercapai kualitas kesejahteraan masyarakat dan lingkungan hidup di dalamnya. Ketersediaan infrastruktur dan sistem jaringan dalam suatu wilayah akan mempengaruhi perkembangan wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aksesibilitas yang didalamnya dipengaruhi oleh sistem jaringan jalan dan perkembangan wilayah per kecamatan di Kota Tomohon. Untuk menjawab tujuan penelitian digunakan analisis indeks alfa untuk mengetahui tingkat aksesibilitas wilayah, analisis Location Quotient (LQ) untuk mengetahui tingkat perkembangan wilayah dan analisis korelasi dengan spss for windows untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel tersebut. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, kecamatan yang memiliki tingkat aksesibilitas yang paling tinggi adalah kecamatan Tomohon Timur dan yang paling rendah adalah kecamatan Tomohon Barat. Sedangkan untuk tingkat perkembangan wilayah, Kecamatan Tomohon Tengah merupakan kecamatan dengani nilai perkembangan paling tinggi dan Kecamatan Tomohon Barat memiliki nilai perkembangan paling rendah. Hasil perhitungan korelasi menunjukkan bahwa ada hubungan yang erat antara aksesibilitas wilayah dan perkembangan wilayah kecamatan di Kota Tomohon. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan ada beberapa saran yang dihasilkan yaitu pertama, pemerataan jaringan jalan di kecamatan yang memiliki nilai aksesibilitas rendah. Kedua adalah pemerataan pembangunan yang memiliki peran fital dalam perkembangan wilayah seperti fasilitas pendidikan, fasilitas perdagangan, dan fasilitas perindustrian di kecamatan yang memiliki nilai perkembangan rendah. Kata Kunci : Aksesibilitas, Perkembangan Wilayah

    MORFOLOGI RUANG PUSAT KOTA TERNATE

    Get PDF
    Kota Ternate adalah sebuah Kota yang berada di bawah kaki gunung api Gamalama pada sebuah Pulau Ternate di Provinsi Maluku Utara, Indonesia. Pada lokasi penelitian yang diteliti ini terletak di Pusat Kota Ternate yang merupakan pusat pertumbuhan yang berada pada Kelurahan Soasio, Makasar Timur, Gamalama, Mujahirin. Perkembangan dan peningkatan jumlah penduduk pada Pusat Kota yang mengakibatkan desakan dan kebutuhan terhadap lahan semakin meningkat, sehingga pertumbuhan di Pusat Kota Ternate tiap tahunnya mengalami peningkatan yang di tandai dengan semakin banyaknya penggunaan lahan yang ada. Peningkatan akan kebutuhan ruang tersebut menyebabkan terjadinya perkembangan Kota, agar perkembangan pada Pusat Kota Ternate lebih efektif dan efisien dalam pembangunan kedepannya maka perlu diketahui bentuk perkembangan Kota Ternate berdasarkan Morfologi Ruang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Morfologi Pusat Kota ternate dan tinjauan faktor-faktor dan komponen-komponen yang mempengaruhi bentuk kota, dan menemukan pola perkembangan berdasarkan morfologi pusat kota Ternate. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara analisis deskriptif dengan menjawab tujuan pertama, dan analisis overlay dibantu dengan Software Arcgis untuk menjawab tujuan kedua. Hasil studi, faktor-faktor yang mempengaruhi bentuk morfologi pusat kota Ternate yaitu, sejarah, bentang alam atau geografis, trasnportasi dan regulasi, kemudian untuk komponen-komponennya yaitu penggunaan lahan, penggunaan lahan, pola jaringan jalan, bentuk dan tipe bangunan. Dengan menganalisis faktor-faktor dan kompoen-komponen dengan itu ditemukan ekpresi keruangan morfologi Kota Ternate yaitu berbentuk pita. Dilihat dari ekpres keruangan Morfologi Pusat Kota Ternate, maka pola perkembangan Kota Ternate mengarah ke pola linier yang mengikuti Gunung Gamalama dengan kombinasi pola radial.Kata Kunci :  Morfologi, Ruang, Pusat Kot

    ANALISIS KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN SARANA PERMUKIMAN DI KECAMATAN KALAWAT

    Get PDF
    Kecamatan Kalawat merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Minahasa Utara yakni pemekaran dari Kecamatan Airmadidi. tingkat pertumbuhan penduduk di kecamatan kalawat terus bertambah dari tiap tahunnya. Perkembangan kecamatan ini dapat juga dilihat dari ketetapan RTRW pasal 6 ayat 2 menetapkan Kabupaten Minahasa Utara sebagai salah satu kecamatan yang menjadi Pusat Kegiatan  Nasional (PKN) di Kabupaten Minahasa Utara, dalam hal ini Kecamatan Kalawat sebagai salah satu titik pertumbuhan (growing points) di Kabupaten Minahasa Utara. Guna menciptakan lingkungan permukiman yang berkembang, sarana  permukiman yang menunjang aktivitas sosial, aktivitas ekonomi juga aktivitas pelayanan umum tentunya harus memadai. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang  bertujuan mengidentifikasi eksisting sebaran sarana permukiman di Kecamatan Kalawat dan menganalisis kebutuhan sarana permukiman di Kecamatan Kalawat. Metode yang digunakan dalam penelitian  ini, yaitu analisis proyeksi yakni menggunakan rumus geometric serta Analisis spasial yakni buffer (radius) dengan menggunakan software (SIG) sistem informasi geografis Hasil penelitian dapat mengetahui sebaran eksisting sarana permukiman di kecamatan Kalawat, dimana kelurahan kolongan tetempangan memiliki jumah sarana terbanyak yakni 92 fasilitas, sedangkan kelurahan kuwil dengan jumlah sarana yang paling sedikit dengan 2 fasilitas. Oleh karena itu, dibuatkan analisis proyeksi kebutuhan sarana dengan peta buffer (radius pelayanan) tiap sarana untuk dapat mengetahui tingkat kebutuhan sarana permukiman di kecamatan Kalawat di tahun yang akan datang   Kata kunci : Pertumbuhan Penduduk, Sarana Permukiman, Tingkat Kebutuha

    KARAKTERISTIK KAWASAN KOTA LAMA MANADO DENGAN PENDEKATAN TEORI HAMID SHIRVANI

    Get PDF
    Perkembangan Kota Manado yang begitu cepat membuat terbentuknya beberapa kawasan pusat kegiatan yang baru, sehingga Kawasan Kota Lama Manado harus beradaptasi dengan perkembangan tersebut. Perkembangan Kota bisa akan mengubah citra dari kawasan tersebut dan citra Kota Lama berperan sebagai Identitas Kota Manado sehingga Citra Kota Lama bisa di lihat melalui karakteristik Kawasan, menurut pakar Arsitektur Kota yaitu Hamid Shirvani, Kualitas fisik yang diberikan suatu kawasan dapat menimbulkan citra yang cukup kuat dan sebagai identitas yang memiliki daya tarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik Kawasan Kota Lama Manado berdasarkan 8 elemen teori Hamid Shirvani. Metode yang digunakan pada penelitian ini yakni metode deskriptif yang menggambarkan bagaimana karakteristik Kawasan Kota Lama Manado. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat yakni Penggunaan lahan pada Kawasan dominan oleh perdagangan dan jasa. Bentuk bangunan berwujud persegi dengan pola berderet dan massa bangunan lebih banyak 2-3 lantai dengan fungsi pertokoan. Sirkulasi kendaraan sering terjadi kemacetan dan salah satu penyebab sistem parkir on-street. Ruang terbuka yang tersedia pada kawasan terbagi antara ruang terbuka hijau yang linear dan mengelompok serta ruang terbuka non-hijau. Jalur pedestrian pada Kawasan sudah tersedia pada sisi-sisi jalan dengan kondisi baik dan lebar 2 meter. Pendukung kegiatan yang terdapat pada Kawasan seperti pedagang kaki lima yang terkonsentrasi pada pusat keramaian dan menempati di atas trotoar. Perpapanan-nama/penanda yang terdapat pada Kawasan berupa identitas bangunan, papan reklame, rambu lalu lintas dan penanda jalan yang di pasang pada tiang dan terletak di tanah. Preservasi, terdapat bangunan-bangunan bersejarah yang perlu di jaga sehingga tampilan bangunan tidak berubah.Kata Kunci : Citra Kota, Karakteristik, Kota Lama

    PENGARUH KAWASAN KOMERSIAL TERHADAP LALULINTAS JALAN PIERE TENDEAN

    Get PDF
    Kepadatan dan kemacetan lalu lintas di Kota Manado meningkat seiring dengan tingkat pertumbuhan kepemilikan kendaraan yang mencapai 12,7 % Tahun 2016 (Sumber :Samsat Kota Manado), sedangkan pembangunan jalan baru di perkotaan sangat terbatas. Jalan Piere Tendean merupakan jalan kolektor sekunder yang dilalui oleh kendaraan apapun maupun pejalan kaki. Kawasan jalan Piere Tendean merupakan akses ke pusat kota dan sekaligus pusat perdagangan dan jasa. Di ruas jalan ini terdapat kawasan komersial sehingga mobilitas orang, kendaraan, dan barang begitu tinggi yang menimbulkan bangkitan dan tarikan perjalanan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan metode kualitatif dan kuantitatif berupa data perhitungan yang terdiri dari volume kendaraan, kecepatan kendaraan, kapasitas jalan dan hambatan samping. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji kondisi eksisting kinerja jalan di ruas jalan Piere Tendean dan menganalisis pengaruh yang ditimbulkan oleh aktivitas komersial di ruas jalan tersebut. Pengaruh yang ditimbulkan terhadap kinerja jalan di ruas jalan Piere Tendean yaitu berdampak pada kemacetan karena faktor – faktor seperti hambatan samping, tata guna lahan, dan kapasitas jalan. Kata Kunci : Kemacetan, Lalulintas, Kinerja Jala

    ARAHAN PENGEMBANGAN PENGGUNAAN LAHAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN AMURANG BARAT, KABUPATEN MINAHASA SELATAN

    Get PDF
    Dalam perkembangannya sebuah wilayah perkotaan, penggunaan lahannya akan semakin meningkat seiring dengan pertambahan penduduk yang ada pada wilayah tersebut, hal ini tidak bisa dipungkiri bahwa manusia membutuhkan lahan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Pertambahan penduduk yang tidak di imbangi dengan ketersediaan lahan menyebabkan banyak penduduk yang akan memanfaatkan lahan untuk permukiman yang tidak sesuai dengan karakteristik lahan permukiman. Oleh karena itu,  dibutuhkan suatu arahan pengembangan penggunaan lahan permukiman, dalam pengembangan lahan permukiman yang baru dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesesuaian lahan permukiman di Kecamatan Amurang Barat dan menetapkan arahan pengembangan penggunaan lahan permukiman di Kecamatan Amurang Barat.  Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara deskriptif dan superimpose (overlay) data-data fisik dasar yang berkaitan dengan kesesuaian lahan untuk permukiman, kemudian dioverlay lagi dengan kawasan lindung dan arahan rencana pola ruang kawasan budidaya sehingga dapat mentapkan arahan pengembangan penggunaan lahan permukiman berdasarkan karakteristik lahan yang sesuai untuk di kembangkan. Hasil studi, diketahui bahwa tidak semua wilayah Kecamatan Amurang Barat kesesuaian lahannya sesuai untuk permukiman. Berdasarkan penjumlahan parameter kesesuaian lahan didapatkan dua fungsi lahan yaitu lahan yang sesuai untuk permukiman dan lahan sesuai bersyarat untuk permukiman. Berdasarkan (overlay) kesesuaian lahan, kawasan lindung dan arahan rencana kawasan budidaya pengembangan penggunaan lahan permukiman di Kecamatan Amurang Barat dapat diarahkan pada sebagian wilayah Kelurahan Rumoong Bawah karena memiliki daya dukung lahan yang sesuai. Kata Kunci : Lahan, Permukiman, Kesesuaian lahan, Pengembangan Laha

    EFEKTIVITAS RUANG TERBUKA PUBLIK DI KOTA TOMOHON

    Get PDF
    Pada umumnya sebuah kota tidak lepas dari adanya sebuah ruang publik . Ruang publik merupakan suatu wadah yang dapat menampung aktifitas tertentu dari manusia, baik secara individu maupun berkelompok. Serta merupakan tempat atau  ruang yang terbentuk karena adanya kebutuhan akan tempat untuk bertemu atau berkomunikasi. Pada zaman sekarang ini ruang publik sangat dibutuhkan oleh masyarakat kota, permasalahan yang ada saat ini ruang publik tidak mampu menjadi wadah untuk tempat masyarakat beraktifitas dikarenakan oleh tidak efektifnya pemanfaatan ruang publik yang ada. Salah satu ruang publik yang ada di kota Tomohon adalah Taman Kota. Tujuan pemerintah membentuk objek ini yaitu untuk melengkapi sarana untuk sebuah kota. Akan tetapi, permasalahan yang terjadi saat ini, taman kota tidak lagi ramai dikunjungi oleh masyarakat dan kurangnya perhatian pemerintah terhadap pengelolaan taman kota . Hal ini mengakibatkan masyarakat lebih tertarik mencari hiburan di kota Manado karena jarak antara kota Tomohon dan Kota Manado hanya . Permasalahan yang ada saat ini menarik peneliti untuk melakukan penelitian pada objek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektifitas taman kota sebagai salah satu ruang publik di kota Tomohon. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, diketahui bahwa taman kota masuk pada kategori cukup efektif sebagai ruang publik di Kota Tomohon. Hal ini dikarenakan taman kota masih memiliki beberapa kekurangan dan permasalahan yang harus diselesaikan. Untuk itu dibutuhkan kerjasama antara pihak pemerintah selaku pengelolah serta masyarakat selaku pengguna untuk memperbaiki setiap kekurangan dan menyelesaikan setiap masalah yang ada di taman kota.Kata Kunci:Efektivitas,Ruang Publik,Taman Kota,Kota Tomoho

    438

    full texts

    445

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SPASIAL
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇