445 research outputs found

    EVALUASI KETERSEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU DALAM MEWUJUDKAN KOTA HIJAU (P2KH)

    Get PDF
    Berbagai upaya dilakukan pemerintah guna meningkatkan jumlah RTH perkotaan agar tercipta keseimbangan lingkungan yang berkelanjutan dan  meningkatkan kualitas lingkungan hidup di perkotaan salah satunya yaitu Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH). Kota Kotamobagu sejak tahun 2013 merupakan salah satu kota yang termasuk dalam program P2KH. Beberapa program telah di jalankan guna untuk menambah jumlah ruang terbuka hijau yang ada di Kota Kotamobagu. Namun,  beberapa program yang di jalankan terkesan tidak  terealisasi dan  terkelola dengan baik.  Oleh karena itu, Tujuan penelitian ini adalah perlu dievaluasi apa-apa saja ruang terbuka hijau yang ada di Kota Kotamobagu, serta sejauh apa Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) dalam hal ini atribut Green open space dan atribut Green community di Kota Kotamobagu berjalan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, SIG, dan AHP dibantu dengan software ArcGIS 9.2 dan Expert choice. Berdasarkan hasil penelitian RTH di Kota Kotamobagu terdiri dari RTH Publik  dan RTH Private dengan luasan keseluruhan 4664 hektar atau 67,92% dari luas wilayah Kota Kotamobagu. Sedangkan Untuk Program (P2KH) telah di jalankan dengan baik oleh pemerintah kota, atribut Green open space telah menjalankan 5 program dan atribut Green community telah menjalankan 3 program namun pengelolaan masih menjadi masalah utama. Kata Kunci     : Ruang terbuka hijau, Program Pengembangan Kota Hija

    ANALISIS PELAYANAN TRANSPORTASI ANGKUTAN KOTA DI KOTA TERNATE

    Get PDF
    Transportasi atau pengangkutan merupakan bidang kegiatan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Seperti Angkutan umum perkotaan merupakan bagian dari sistem transportasi perkotaan yang memegang peranan sangat penting dalam mendukung mobilitas masyarakat. Peranan tersebut menjadikan angkutan umum perkotaan sebagai aspek yang sangat strategis dan diharapkan mampu mengakomodir seluruh kegiatan masyarakat. Rendahnya tingkat penggunaan kendaraan umum dibandingkan penggunaaan kendaran pribadi di kawasan perkotaan, menunjukkan bahwa ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi masih tinggi dan di sisi lain pelayanan angkutan umum perkotaan terlihat masih rendah. Untuk itu transportasi yang ada di Kota Ternate sangat diperhatikan dari pelayanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Ternate dan wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelayanan transportasi angkutan kota, perencanaan rute angkutan kota dan hubungan rute perencanaan dan kawasan wilayah kota di Kota Ternate. Metode analisis yang di gunakan adalah deskkriptif kuantitatif dan kualitatif yang berbentuk angka-angka dan data kualitatif. Metode penelitian kuantitatif dapat di artikan sebagai metode penelitian yang di gunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah di tetapkan. Hasil studi, yaitu kurangnya rute angkutan kota yang beroperasi di daerah perbukitan,ini di lihat dari permintaan masyarakat untuk adanya penambahan rute di beberapa kawasan, karena akan adanya hubungan antar kawasan dan pergerakan mobilitas masyarakatnya dalam melalkukan aktifitas mereka. Kata Kunci : Transportasi, Angkutan Kot

    PENGELOLAAN SAMPAH DOMESTIK DI PERMUKIMAN TERENCANA DI KAWASAN PERI URBAN KOTA MANAADO

    Get PDF
    Pengelolaan sampah domestik merupakan salah satu masalah yang ada di permukiman terencana di kawasan peri urban Kota Manado. Pada kawasan ini sampah domestik yang ada belum ditangani dengan baik karena pengelolaan sampah hanya terpusat di wilayah pusat kota saja sehingga penanganan sampah domestik di wilayah peri urban sering terabaikan penanganannya. Penelitian ini dilakukan pada 17 perumahan yang berada di kawasan peri urban Kota Manado, dengan tujuan untuk mengetahui pola penanganan sampah domestik pada setiap perumahan yang ada di kawasan peri urban Kota Manado. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu dengan mendeskripsikan pola penanganan sampah domestik yang berlangsung pada setiap perumahan mulai dari tahap pemilahan/pewadahan, pengumpulan serta pengangkutan sampah domestik sesuai dengan peraturan yang berlaku. Berdasarkan hasil studi dapat dijelaskan bahwa terdapat 4 pola penanganan sampah domestik pada 17 perumahan yang ada. Pola pertama terdapat di perumahan CHT, Wenwin, Bintang Mas, Trimitra Matuariwaya, Palem Highland Village, BTN, Puri Alfa, Griya 3 Mapanget, Griya 4 Mapanget, Puri Kelapa Gading dan Panamas, yaitu penanganan sampah yang berlangsung hanya sampai tahap pewadahan. Pola kedua terdapat di perumahan Graha Pineleng, CBA dan Korpri, penanganannya terlaksana  mulai dari pewadahan, pengumpulan dan langsung menuju pembuangan akhir. Pola ketiga terdapat di perumahan Citraland Kota Manado, penanganannya terlaksana dari tahap pewadahan, kemudian langsung pada tahap pengangkutan dan menuju TPA tanpa melalui pengumpulan. Dan pola keempat terdapat di perumahan Citraland Minahasa, Villa Mutiara dan Permata Klabat yang penanganannya terlaksana mulai dari tahap pewadahan, pengumpulan sampah di TPS dan pengangkutan sampah domestik menuju TPA. Kata Kunci : Pengelolaan, Sampah, Domestik, Permukiman Terencana, Peri Urba

    KAJIAN DAYA DUKUNG PASAR TRADISIONAL KABUPATEN HALMAHERA UTARA

    Get PDF
    Perkembangan pasar modern yang pesat sangat berdampak terhadap keberadaan pasar tradisional.Pasar modern dikelola secara profesional dengan fasilitas yang serba lengkap hampir semua produk yang dijual di pasar tradisional dapat ditemukan di pasar modern. Berdasarkan data pasar yang ada diketahui bahwa pasar dengan skala pelayanan kecamatan berjumlah 15 buah, pasar dengan skala pelayanan desa berjumlah 9 buah hampir semua pasar dalam kondisi rusak. Hal ini berdampak pada kemacetan lalu lintas disekitarnya, ketidaknyamanan konsumen dan operasi dari para pedagang, rawan kebakaran dan menjadi elemen buruk dari pasar tradisional dikabupaten Halmahera Utara dan wilayahnya termasuk mendorong kekumuhan disekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan lokasi dan kebutuhan pasar tradsional wilayah kabupaten Halmahera Utara, dan mengembangkan rencana strategi pasar tradisional diwilayah kabupaten Halamahera utara dengan menggunakan metode analisis spasial. Metode yang digunakan dalam penilitian ini menggunakan metode deskriptif kualititatif dengan ananlisis overlay. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan ditemukan bahwa terdapat 15 pasar tradisional dikabupaten halmahera utara. Dari 15 unit  pasar ini, ada 6 pasar yang  tidak aktif yaitu pasar salimuli, pasar soakonora, pasar gorua, pasar paca, pasar makeling, pasar toliwang dan  9 pasar sisanya masih aktif. Dalam 15 pasar ini kelengkapan sarana,prasarana dan utilitasny secara rata-rata hanya memenuhi 28% dari persyaratan yang ada. Berdasarkan hasil pembahasan diatas Pasar –pasar yang direlokasi adalah  Pasar toligoda, pasar Yasing Gamsungi, pasar Gorua, pasar  Gura, dan pasar Inpres. Sebelum direlokasi, daerah permukiman yang terlayani pasar adalah  sebesar 90,20% dari total  luas daerah permukiman di Kabupaten Halmahera Utara kemudian berubah menjadi 95,05%.                                               Kata Kunci : Daya Dukung, Pasar Tradisional, saranan,prasarana dan Utilitas Radius pelayana

    PERENCANAAN WILAYAH PESISIR BERBASIS MITIGASI BENCANA DI KECAMATAN SANANA KABUPATEN KEPULAUAN SULA PROVINSI MALUKU UTARA

    Get PDF
    Kecamatan Sanana yang terletak di pesisir pulau Sulabesi dengan potensi bencana tsunami dan 75% masyarakat bermukim di daerah pesisir tanpa adanya sarana, prasarana dan upaya untuk mitigasi bencana, untuk itu dibutuhkan perencanaan wilayah pesisir berbasis mitigasi bencana di Kecamatan Sanana. Melihat itu semua, maka pemerintah daerah dan para stakeholder mempunyai peranan penting dalam penanganan mitigasi bencana di pesisir Kecamatan Sanana. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang  bertujuan : 1.  Mengidentifikasi bencana di pesisir Kecamatan Sanana, 2. Merencanakan wilayah pesisir Kecamatan Sanana berdasarkan mitigasi bencana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode deskriptif dan analisis spasial dengan teknik tumpang susun (Overlay) dengan berdasarkan indikator ketinggian (Elevation) dan indikator dari jarak garis pantai (Coastal Proximity) dengan menggunakan software sistem informasi geografis (SIG). Hasil penelitian dapat mengetahui daerah yang terkena dampak bencana tsunami di pesisir Kecamatan Sanana berdasarkan indikator yang digunakan dimana 45% permukiman di pesisir kecamatan terkena dampak bencana tsunami. Oleh karena itu dibuatkan mitigasi struktural maupun non struktural seperti rencana reklamasi pantai untuk pembuatan zona penyangga untuk meminimalisir dampak bencana tsunami dan tidak menimbulkan korban jiwa.Kata kunci : Perencanaan Wilayah, Pesisir, Mitigasi, Bencana Tsunam

    PEMANFAATAN LAHAN BERBASIS MITIGASI BENCANA LONGSOR DI KOTA MANADO

    Get PDF
    Kota Manado memiliki tiga kelas tingkat kerawanan bencana longsor, mulai dari kerawanan rendah,sedang serta tinggi. Pemanfaatan lahannya lebih didominasi oleh lahan terbangun dari pada tidak terbangun, beberapa kecamatan yang ada di kota Manado terdampak oleh bencana longsor. Melihat itu semua, maka para stakeholder mempunyai peranan penting dalam penanganan mitigasi bencana longsor di kota manado. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang  bertujuan : 1.  Mengidentifikasi sebaran daerah rawan bencana longsor dan kondisi pemanfaatan lahannya di kota Manado 2. Membuat mitigasi bencana pada daerah rawan bencana longsor di kota Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu analisis spasial yang terdiri dari dua tahap : - Overlay (tumpang susun) data spasial dan  - skoring dengan menggunakan software (SIG) sistem informasi geografis. Hasil penelitian dapat mengetahui sebaran daerah rawan longsor di kota Manado, dimana lebih di dominasi oleh tingkat kerawanan bencana longsor sedang, dengan luasan 9.621 hektar atau 69 % dari luas wilayah penelitian. Pemanfaatan lahan pada tingkat kerawanan tinggi dengan luas area sebesar 1.761 hektar atau 13 %  dari luas wilayah penelitian, yang didominasi oleh lahan terbangun dengan luasan 920.88 hektar dari pada lahan tidak terbangun yaitu 840.17 hektar. Oleh karena itu, dibuatkan mitigasi struktural maupun non struktural seperti peta mitigasi di daerah kerawanan tinggi bencana longsor sebagai wilayah prioritas untuk dapat memproteksi serta mengurangi potensi terjadinya bencana longsor di kota Manado. Kata kunci : Pemanfaatan Lahan, Mitigasi, Bencana Longso

    PENGEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN DI KOTA JAYAPURA

    Get PDF
    Pada umumnya pertambahan penduduk identik dengan perkembangan kota, seperti halnya di Kota Jayapura. Pertumbuhan kegiatan dan pertambahan penduduk erat kaitannya dengan penggunaan lahan untuk tempat bermukim dan melakukan berbagai kegiatan. Jayapura sebagai Ibu Kota Provinsi Papua makin meningkat pelayanannya dalam sektor pendidikan, perdagangan dan jasa, perkantoran, pertahanan dan keamanan. Lahan memiliki sifat yang relative tetap, namun kebutuhan lahan terus meningkat. Kondisi topografi kota Jayapura berkontur, permukiman cenderung berkembang pada daerah dengan kemiringan lebih dari 25%. Pada kawasan lindung dengan kondisi permukiman cenderung padat dan terkonsentrasi pada beberapa lokasi. Peneliti ingin membahas pengembangan kawasan permukiman di Kota Jayapura, untuk melihat persebaran permukiman dan kondisi penggunaan lahan. Tujuan penelitian adalah identifikasi sebaran kawasan permukiman; mengetahui kondisi okupasi lahan kawasan permukiman ditinjau dari infrastruktur; dan mengkaji lahan yang sesuai untuk pengembangan permukiman ditinjau dari kelerengan dan kebijakan tata ruang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Spasial (overlay) dibantu dengan software ArcGIS yang akan menjawab tujuan pertama dan ketiga. Tujuan kedua menggunakan metode kuantitatif dan dilakukan pengambilan sampel dengan kriteria yang ditentukan. Berdasarkan hasil studi, 1persebaran kawasan permukiman telah mengarah pada kemiringan lereng >25%, perbukitan, lereng terjal dan sempadan danau, bantaran sungai, sempadan pantai serta di atas permukaan air. 2 Ketersediaan infrastruktur jalan, drainase, air bersih, persampahan dan listrik (SNI 03-1733-2004) yang kurang memadai. 3Lahan yang sesuai untuk pengembangan kawasan permukiman berada pada Distrik Muara Tami. Kata Kunci: Permukiman, Lereng, Infrastruktur, Tata ruang (RTRW

    PENGEMBANGAN SANITASI BERKELANJUTAN DI KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH STUDI KASUS (KECAMATAN TUMPAAN)

    Get PDF
    Suatu pemukiman kumuh dapat dikaitkan dengan kemiskinan, karena pada umumnya di pemukiman kumuhlah yang kebanyakan masyarakat yang kurang mampu tinggal dan letak rumahnya semerawut banyak dijumpai di kawasan perkotaan. Kecamatan Tumpaan merupakan bagian dari Kabupaten Minahasa Selatan. Kecamatan Tumpaan memiliki jumlah penduduk 15.884 jiwa dengan luas wilayahnya ±21.485 ha dan memiliki kepadatan menduduk 0,73 jiwa/ha. Berdasarkan RKPKP Tahun 2015-2016 (Rencana Kawasan Pemukiman Kumuh Perkotaan) Kecamatan Tumpaan memiliki luasan permukiman kumuhnya ±13,41 Ha yang tersebar di 3 Kelurahan: Kelurahan Tumpaan 1,  Kelurahan Matani 1 dan Kelurahan Tumpaan 1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui arahan pengembangan yang tepat untuk membantu memperbaiki kualitas permukiman yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi kondisi existing Sanitasi di kawasan permukiman kumuh yang ada di Kecamatan Tumpaan dan Menganalisis arahan pengembangan Sanitasi berkelanjutan pada kawasan permukiman kumuh Kecamatan Tumpaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitif dengan menggunakan analisis overlay eliminasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, kawasan permukiman kumuh di kecamatan tumpaan terbagi di dalam 3 kawasan yaitu; Kelurahan Matani 1, Kelurahan Tumpaan 1 dan Kelurahan Tumpaan. Berdasarkan hasil observasi dan pembagian kuesioner ditemukan bahwa kondisi eksisting sanitasi pada daerah penelitia belum memadai. Hal ini dapat dilihat dalam perbandingan antara sistem pengelolaan sampah dan  pengaliran limbah cair dengan pedoman yang berlaku. Dan konsep yang bisa dikembangkan dan diterapkan di kawasan permukiman kumuh yang ada ialah konsep Sanimas (Sanitasi Masyarakat) yaitu pembuatan Tangki Septik Bersekat dan bangunan TPS3R di tiap-tiap kelurahan di kawasan permukiman kumuh dan melibatkan masyarakat dalam perencanaan,pembangunan sampai dalam pengelolaannya. Kata Kunci : Pengembangan, Sanitasi, Berkelanjutan, Permukiman Kumu

    POLA PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PEMANFAATAN RUANG TERBUKA PUBLIK DI PUSAT KOTA TERNATE

    Get PDF
    Manusia memiliki kepribadian individual sebagaimana juga mahluk sosial, hidup bermasyarakat dalam suatu kolektivitas. Manusia juga merupakan pusat lingkungan dan sekaligus bagian dari lingkungan. Dalam setiap aktivitas manusia, terutama yang berada di perkotaan biasanya tidak dapat dipisahkan dari pemanfaatan ruang seperti halnya dalam penggunaan ruang terbuka publik. Seperti halnya di Kota Ternate, Keberadaan ruang terbuka publik memiliki peranan penting untuk masyarakat. Ruang terbuka publik di Kota Ternate tersebar di kecamatan-kecamatan dan kepemilikannya beragam dari tanah adat sampai milik pemerintah kota, yaitu salah satu contohnya adalah Taman Nukila dan Pantai Falajawa yang berada di Kecamatan Ternate Tengah. Taman ini secara langsung berperan penting sebagai pusat interaksi dan komunikasi masyarakat baik formal maupun informal, individu atau kelompok. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi perilaku atau atribut masyarakat dalam memanfaatkan ruang terbuka publik di pusat Kota Ternate dan menemukan atribut perilaku dominan lingkungan dari perilaku masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif  yaitu penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan menggunakan behaviour mapping untuk menjawab pertanyaan pertama dan kedua. Berdasarkan hasil studi 1Atribut yang muncul dari Taman Nukila (legitibilitas, kenyamanan, privasi, teritori, dan aksesibilitas) dan di Pantai Falajawa ( visibilitas, privasi, aksesibilitas, dan sosialitas) 2Atribut dominan dari Taman Nukila (legitibilitas, kenyamanan, dan privasi) dan atribut domina dari Pantai Falajawa (privasi dan aksesibilitas).Kata Kunci : Atribut, Pola Perilaku, Ruang Terbuka Publi

    PERKEMBANGAN PUSAT KOTA TERNATE (STUDI KASUS : KECAMATAN TERNATE TENGAH)

    Get PDF
    Kota Ternate adalah salah satu kota di Provinsi Maluku Utara. Kota Ternate merupakan salah satu waterfront city di Indonesia yang awalnya dikenal dalam sejarah dunia sebagai pusat perdagangan rempah-rempah skala internasional di abad ke-15 silam. Selama menjadi kotamadya, Ternate telah menunjukkan perkembangan sebagai kota perdagangan dan industri serta kemajuan yang cukup pesat dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat. Kota Ternate dihadapkan dengan kondisi geografis wilayah yang merupakan sebuah gunung api aktif dengan kemiringan lereng terbesar diatas 40% yang mengerucut ke arah puncak gunung dan dikelilingi laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi arah perkembangan pusat kota Ternate dan menganalisis faktor – faktor apa yang mempengaruhi perkembangan tersebut. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Ternate Tengah yang terbagi dalam 4 kelurahan yaitu Makassar Barat, Makassar Timur, Gamalama, Muhajirin dengan mengambil data perbandingan setiap tahun. Dari tahun 2000 ke 2005 , 2005 ke 2010 , dan 2010 ke 2015. Metode Penelitian yang di gunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan Metode Analisis Overlay dan Analisis Deskriptif. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat di ketahui bahwa Arah Perkembangan Pusat Kota Ternate dari tahun 2000-2015 dominan mengalami perubahan yang signifikan. Dari aspek kependudukan, Perkembangan Pusat Kota Ternate meningkat per 5 tahunnya. Dari aspek perkembangan spasial, Kota Ternate saat ini lebih cenderung pada pembangunan secara vertikal. Secara keseluruhan dari tahun 2000 – 2015 kawasan lahan terbangun sebesar 79.87 ha sedangkan lahan tidak terbangun hanya sebesar 5.7 ha dan faktor yang sangat mempengaruhi perkembangan pusat Kota Ternate adalah faktor penduduk dan faktor ekonomi. Kata Kunci : Perkembangan Kota , Pusat Kota , Faktor Perkembangan Kot

    438

    full texts

    445

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SPASIAL
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇