Berkala Ilmiah Pertanian
Not a member yet
    154 research outputs found

    Analisis Korelasi Karakter Agronomi Kuantitatif Terhadap Penentu Hasil Biji Kacang Kratok (Phaseolus Lunatus)

    Full text link
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakter kuantitatif yang memiliki korelasi yang erat dengan karakter hasil yaitu berat biji per tanaman dan dapat dijadikan karakter seleksi efektif penentu hasil biji kacang kratok (Phaseolus lunatus). Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK). Aksesi yang digunakan merupakan aksesi benih dari kacang kratok (Phaseolus lunatus) sebanyak 20 aksesi. Penelitian ini dilakukan dengan 3 kali ulangan sehingga total tanaman yaitu 60 tanaman. Pertama data hasil karakter kuantitatif dianalisis dengan menggunakan ANOVA dan apabila terdapat karakter menunjukkan hasil berbeda nyata dilanjutkan dengan uji lanjut dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) atau Tukey dengan taraf 5 %. Kedua data karakter kuantitatif dianalisis dengan analisis korelasi dan dilanjutkan dengan menggunakan analisis lintas untuk mencari karakter kuantitatif yang berpengaruh langsung dan tidak langsung terhadap hasil yaitu karakter berat biji per tanaman. Hasil ANOVA didapatkan karakter yang memperlihatkan hasil berbeda nyata yaitu hari berbunga dan berbeda sangat nyata yaitu karakter jumlah cabang dan panjang polong. Hasil analisis korelasi didapatkan karakter yang memiliki korelasi dengan karakter berat biji per tanaman yaitu karakter jumlah polong sebesar 0,655 (kuat), karakter berat polong sebesar 0,898 (sangat kuat) dan karakter berat 100 biji sebesar 0,578 (cukup kuat). Kemudian dilakukan analisis lintas terhadap ketiga karakter tersebut. Berdasarkan hasil analisis lintas dari ketiga karakter tersebut, karakter yang menunjukan pengaruh paling besar dan signifikan yaitu karakter berat polong dengan nilai total pengaruh yang signifikan sebesar 0,871 atau 87,1%. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa karakter berat polong dapat dijadikan karakter seleksi yang efektif untuk menentukan hasil biji tanaman kacang kratok (Phaseolus lunatus)

    Pengaruh Pemberian Hormon Auksin Dan Asam Humat Terhadap Pertumbuhan Bibit Stek Kopi Robusta (Coffea canephora)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode aplikasi konsentrasi auksin IBA dan dosis asam humat terhadap pertumbuhan bibit stek kopi robusta. Metode yang digunakan yaitu menggunakan pola dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor 1 yaitu konsentrasi IBA yang terdiri dari 4 taraf. Faktor 2 yaitu dosis asam humat yang terdiri dari 4 taraf. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan analisis ragam, jika terdapat perbedaan yang nyata maka akan dilakukan uji jarak berganda duncan pada taraf kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukan (1) terdapat interaksi antara aplikasi konsentrasi hormon auksin IBA dan dosis asam humat terhadap pertumbuhan bibit stek kopi robusta berpengaruh sangat nyata terhadap variabel pengamatan volume akar dan berpengaruh nyata pada variabel pengamatan panjang akar. (2) Pemberian hormon auksin IBA pada pertumbuhan bibit stek kopi robusta berpengaruh sangat nyata terhadap variabel pengamatan diameter batang dan berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan tinggi tanaman (3) Pemberian asam humat pada pertumbuhan bibit stek kopi robusta berpengaruh sangat nyata terhadap variabel pengamatan volume akar dan panjang akar namun berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan tinggi tanaman dan jumlah dau

    Populasi dan Intensitas Serangan Hama Kepik Penghisap (Helopeltis Spp.) Pada Tanaman Jambu Kristal (Psidium Guajava L.) Di Desa Kemiri Kecamatan Panti Kabupaten Jember

    Full text link
    Jambu kristal (Psidium guajava L.) termasuk salah satu buah yang berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Besarnya peningkatan jumlah produksi jambu kristal tidak terlepas dari berbagai faktor kendala dalam proses budidayanya. Hama menjadi salah satu masalah penting terhadap produksi jambu kristal baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Penelitian dilakukan pada tiga lokasi lahan tanaman jambu kristal yang berbeda-beda. Pengamatan dilakukan pada bagian tunas daun, bunga, pentil buah dan buah besar. Hasil pengamatan populasi kepik penghisap (Helopeltis spp.) pada lahan tanaman jambu kristal di Desa Kemiri, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember di lokasi sampel pertama rata-rata sebesar 1.24 ekor per tanaman, pada lokasi sampel kedua ditemukan rata-rata populasi sebesar 0.15 ekor per tanaman, dan pada lokasi sampel ketiga ditemukan rata-rata populasi sebesar 0.05 ekor per tanaman. Berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan bahwa intensitas serangan tertinggi kepik penghisap pada bagian tunas daun, bunga, pentil buah dan buah besar ditemukan pada sampel lokasi pertama. Rata-rata intensitas serangan berat yang disebabkan oleh Helopeltis spp. adalah di tunas daun dan pentil buah

    Pengaruh Pupuk NPK Terhadap Karakter Agronomi Tiga Varietas Padi Gogo (Oryza sativa L)

    Full text link
     Padi (Oryza sativa L) merupakan tanaman penghasil beras yang menjadi bahan pangan pokok masyarakat Indonesia. Tanaman padi merupakan tanaman yang penting dalam menjaga ketahanan pangan, hal tersebut disebabkan karena belum terdapat tanaman pangan yang mampu menggntikan padi sebagai makanan pokok masyarakat. pengembangan budidaya padi gogo di Indonesia memiliki potensi yang tinggi karena didukung oleh sumber daya alam yang ada. Peningkatan produktivitas padi gogo dapat dilakukan dengan cara menggunakan varietas unggul serta pemberian pupuk yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara pemberian pupuk NPK dengan varietas terhadap fisiologis tanaman padi gogo. Metode penelitian menggunakan rancangan petak terbagi (split plot) yang diulang sebanyak 3 kali dengan faktor utama yaitu dosis pupuk NPK yang terdiri dari 3 taraf antara lain P1 (150 kg/ha), P2 (200 kg/ha), dan P3 (250 kg/ha). Faktor kedua yaitu varietas yang terdiri dari V1 (varietas Inpago 13 Fortiz), V2 (varietas Situbagendit), dan V3 (varietas Towuti). Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi pemberian dosis pupuk NPK dengan tiga varietas padi gogo tidak berbeda nyata, pada seluruh variabel pengamatan

    Kajian Efektifitas Bacillus Sp dengan Penambahan Pupuk Kompos dalam Mengendalikan Busuk Hitam (Xanthomonas Campestris) pada Tanaman Kubis Bunga

    Full text link
    Produksi kubis bunga di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur pada tahun 2016 ke 2017 terjadi penurunan, hal ini disebabkan adanya beberapa faktor yang mempengaruhi produksi kubis bunga dari kualitas maupun kuantitas. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan produksi kubis bunga adalah serangan penyakit pada tanaman. Penyakit yang menyerang tanaman kubis bunga yaitu busuk hitam (Xanthomonas campestris) yang merusak sayuran terutama famili Brassicaceae. Pengendalian penyakit menggunakan pestisida kimia dapat menimbulkan dampak negatif bagi ekosistem dan kehidupan manusia. Cara efektif pengendalian serangan penyakit dapat melalui pemanfaatan agen hayati. Strategi pengendalian yang banyak dikembangkan yaitu pengendalian yang mengarah pada pemanfaatan potensi mikroorganisme. Salah satu agen pengendali hayati yang berguna bagi tanaman yaitu Bacillus sp. pengendalian penyakit dengan menambahakan pupuk kompos sebagai bahan pembawa dan menguntungkan antara tanaman dengan mikroorganisme. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan, yaitu P0: kontrol, P1: Bacillus sp., P2: Bacillus sp. + Pupuk kompos, P3: Bacillus sp + Pupuk vermikompos, P4: Bacillus sp. + Pupuk Bokashi. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali serta uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT). Variabel pengamatan meliputi masa inkubasi, keparahan penyakit, laju infeksi, populasi Bacillus sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Bacillus sp. dengan penambahan pupuk vermikompos merupakan perlakuan terbaik dalam menekan perkembangan penyakit, meningkatkan populasi Bacillus sp. dan jumlah daun tanaman dengan masa inkubasi 12 HSI, keparahan penyakit 23,44%, laju infeksi 0,067 unit/hari, efektifitas 72,30%, populasi Bacillus sp. 1,92x109 cfu/ml, dan jumlah daun tanaman 23 daun

    Pengaruh Jenis dan Dosis Pupuk Serta Varietas Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Padi (Oryza Sativa L.)

    Full text link
    Padi (Oryza Sativa L.) merupakan tanaman yang mengandung kadar karbohidrat tinggi pada biji padi menjadikan salah satu bahan pokok masyarakat sedangkan jumlah konsumsi beras meningkat menyebkan kebutuhan konsumsi nasional tidak terpenuhi. Solusi dari permasalah tersebut dapat dilakukan dengan penanaman varietas ataupun jenis dan dosis pupuk yang sesuai agar hasil tanaman maksimal. Jenis dan dosis pupuk yang diberikan merupakan anjuran dari kementrian pertanian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui interaksi antara varietas dengan jenis dan dosis pupuk terhadap pertumbuhan padi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor, yaitu varietas (Mantap, Inpari 32,Way apo buru) dan jenis dan dosis pupuk (Urea 250kg/ha, ZA 100kg/ha, SP- 36 50kg/ha, KCl 50kg/ha, NPK I 225 kg/ha Urea 175 kg/ha, ZA 100 kg/ha, NPK II 175 kg/ha Urea 150 kg/ha, ZA 100 kg/ha, Urea 250kg/ha, ZA 100kg/ha, SP- 36 50kg/ha, KCl 50kg/ha + pupuk organik 5 ton/ha). Perlakuan diulangi 3 kali sehingga didapatkan sebanyak 36 percobaan. Data yang diperoleh dianalisi dengan sidik ragam (ANOVA). Perlakuan yang berpengaruh nyata diuji lanjut menggunakan DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang sangat nyata antara perlakuan varietas dengan jenis dan dosis pupuk terhadap kehijauan daun pada pertumbuhan tanaman padi. Perlakuan terbaik dijumpai pada varietas Inpari 32 dan perlakuan jenis dan dosis pupuk Urea 250kg/ha, ZA 100kg/ha, SP-36 50kg/ha, KCl 50kg/ha + pupuk organik 5 ton/ha

    Respon Pertumbuhan Serta Hasil Tanaman Stevia (Stevia Rebaudiana Bert) Terhadap Pemberian Air Kelapa Tua dan Perbedaan Jenis Irigasi

    Full text link
    Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui respon dan hasil tanaman stevia terhadap perbedaan konsentrasi air kelapa tua dan dikombinasikan dengan dua jenis irigasi yang berbeda, yaitu irigasi tetes dan irigasi curah. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu pola rancangan petak terbagi (RPT) dengan pola rancangan dasar RAK dengan dua faktor penelitian. Faktor pertama yaitu penggunaan jenis irigasi yang berbeda yaitu terdiri dari jenis irigasi tetes dan irigasi curah. Faktor kedua yaitu konsentrasi air kelapa yang terdiri dari 5 taraf, yaitu A0 = konsentrasi air kelapa 0%, A1 = konsentrasi air kelapa 25%, A2 = konsentrasi air kelapa 50%, A3 = konsentrasi air kelapa 75%, dan A4 = konsentrasi air kelapa 100%. Variabel pengamatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah daun, berat basah tanaman, berat kering daun, dan panjang akar. Analisis data yang digunakan yaitu uji T untuk mengetahui pengaruh jenis irigasi dan ANOVA untuk mengetahui pengaruh pemberian air kelapa tua dengan uji F pada taraf α= 0,05. Jika F-Hitung lebih besar dari F-Tabel maka hal itu menunjukkan adanya pengaruh beda nyata yang selanjutnya dilakukan uji lanjut DMRT dengan taraf kepercayaan p = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya interaksi antara perbedaan jenis irigasi dan pemberian air kelapa dan faktor tunggal air kelapa tua terhadap semua variabel pengamatan. Penggunaan jenis irigasi yang berbeda memberikan hasil berbeda sangat nyata, berbeda nyata, dan berbeda tidak nyata. Pemberian air kelapa tua memberikan hasil yang berbeda pada setiap percobaan

    Pengaruh Penyemprotan Monokalium Fosfat dan Pemangkasan Pucuk terhadap Pertumbuhan dan Hasil Produksi Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frustescens L.) pada Hidroponik Sistem Dutch Bucket

    Full text link
    Cayenne pepper plant (Capsicum frustences L.) is a plant that is synonymous with its spicy taste, so consumption needs are increasing. However, production of cayenne pepper plants has decreased due to a decrease in land conversion and climate influences. Application of hydroponic dutch bucket system and monopotassium phosphate (MKP) spraying as well as shoot pruning techniques at certain times to increase production. This research aims to determine the effect of MKP spraying and shoot pruning on the growth and production of cayenne pepper plants using the dutch bucket hydroponic system. The experimental design used two factorsthree test. The first factor is variation in concentration of MKP administration, with 3 levels. The second factor is the pruning time with 3 levels so that there are 27 experimental units. The data is then analyzed and evaluated using analysis of Variance (ANOVA). Each observed variable is analyzed separately and significant differences between average values are based on tests Duncan Multiple Range Test (DMRT) with a confidence level of 95%. The results show for the stem diameter variable, the monopotassium phosphate spraying treatment gave very significantly different results and shoot pruning gave significantly different results.The combination of monopotassium phosphate spraying treatment with a dose of 4 g/liter and a shoot pruning time of 21 days after planting (M3N2) gave the highest results for the variables of stem diameter, number of flowers to fruit, number of fruit, and fruit weight.&nbsp

    Pengaruh Lama Perendaman Zat Pengaruh Tumbuh Hormax Terhadap Petumbuhan Bibit Single Bud dari Tiga Bagian Batang Tebu (Saccharum officinarum L.) Varietas Bululawang

    Full text link
    Tebu merupakan salah satu komoditas perkebunan yang mengambil peran penting sebagai produksi gula. Namun, ketersediaan tebu yang rendah menjadikan Indonesia masih harus mengimpor guka dari negara lain. Penyebabnya dikarenakan teknologi budidaya yang kurang mendukung. Salah satu permasalahan dalam budidaya tebu yaitu, penyediaan bibit bagal yang biasa dilakukan petani tebu kurang memenuhi target % bibit bertunas dan mutu bibit relatif rendah. Salah satu solusinya yaitu dengan berganti cara pembibitan dengan metode single bud planting (SBP). Pada penelitian ini menggunakan tiga sumber batang tebu yaitu bagian pucuk, tengah, dan bawah. Untuk mempercepat pertumbuhan perakaran dan pertunasan pada tebu ini adalah dengan menggunakan zat pengatur tumbuh (ZPT) Hormax. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui  interaksi antara aplikasi lama perendaman ZPT Hormax dengan 3 sumber bagian batang bibit tebu dengan metode SBP. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan 2 faktor. Faktor I adalah lama perendaman ZPT Hormax terdiri dari 4 taraf yaitu 0 menit (W0), 30 menit (W1), 60 menit (W2), 90 menit (W3). Faktor II yaitu penggunaan beda bagian batang tebu untuk bahan tanam dengan metode SBP yang terdiri dari 3 taraf yaitu bagian pucuk, tengah dan bawah. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara lama perendaman ZPT Hormax dan perbedaan bagian batang sebagai bahan tanam yang berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan yaitu jumlah daun, tinggi tanaman, panjang akar, jumlah akar, diameter batang, berat basah tanaman, dan berat kering tanaman. Kombinasi perlakuan lama perendaman ZPT 60 menit dan bagian batang atas (W2B1) memberikan nilai terbaik pada seluruh variabel pengamatan

    Pengaruh Perlakuan Tanaman Azolla (Azolla microphylla) dan Bakteri Akuatik (Nitrobacter) Sebagai Fitoremediator pada Kontaminan Logam Berat Timbal (Pb)

    Full text link
    Produk pertanian merupakan sumber pokok utama untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia yang berasal dari kegiatan budidaya. Kegiatan budidaya mengalami permasalahan yaitu adanya alih fungsi lahan pertanian menjadi tempat industri. Kegiatan industri menghasilkan limbah yang mengandung logam berat dan dapat terakumulasi pada lahan pertanian melalui penggunaan air untuk irigasi. Logam berat timbal terkandung pada bahan input pertanian seperti pupuk kimia dan pestisida kimia. Bahan input pertanian yang mengandung timbal yaitu pupuk NPK sebesar 116,03 mg/kg. Timbal dapat terakumulasi pada air, tanah, dan jaringan tanaman. Tanaman yang mengandung timbal jika dikonsumsi menyebabkan keracunan, mengganggu kerja syaraf, hingga menyebabkan kematian dini. Permasalahan tersebut dapat diatasi melalui proses fitoremediasi dengan memanfaatkan tanaman hiperakumulator Azolla microphylla dan Bakteri akuatik (Nitrobacter). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 1 faktor berupa Azolla microphylla, Nitrobacter, dan kombinasi Azolla microphylla + Nitrobacter dengan konsentrasi Timbal 10 ppm.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Azolla microphylla mampu menyerap logam baik yang ditunjukkan dengan kadar Pb pada media sebesar 1,009 ppm, dan pada jaringan tanaman 1,94 ppm. Perlakuan Nitrobacter mampu menurunkan kadar pb yang ditunjukkan pada media sebesar 0,795 ppm. Perlakuan kombinasi Azolla microphylla + Nitrobacter meninggalkan kadar Pb pada media sebesar 1,092 ppm dan pada jaringan 1,8 ppm. Proses penyerapan dan penguaraian Pb oleh Azolla microphylla dan Nitrobacter dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti nutrisi, suhu dan pH selama proses fitoremediasi.   Kata Kunci: Azolla microphylla, Bakteri Akuatik (Nitrobacter), Fitoremediasi dan Timba

    123

    full texts

    154

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Berkala Ilmiah Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇