Berkala Ilmiah Pertanian
Not a member yet
    154 research outputs found

    PENGENDALIAN HAMA PADA TANAMAN KUBIS DENGAN SISTEM TANAM TUMPANGSARI

    Full text link
    [ENGLISH]The research of pest control at cabbage plant by inter cropping system was done at Semboro village, Semboro town, Jember Regency. The aim of this research is to find out the most effective inter cropping system to overcome the cabbage plant’s pest problem. This research uses randomized block design (RBD) with six treatments and each treatment is repeated five times. The treatments are planting monoculture cabbage, inter cropping cabbage with chili, inter cropping cabbage with marigold, inter cropping cabbage with sweet basil, inter cropping cabbage with eggplant, and inter cropping cabbage with tomato. The results shows that none of the treatments are sufficienly effective to reduce the population of both caterpillar pest, Crociodolomia binotalis or Plutella xylostella. The average population of Crociodolomia binotalis at cabbage with sweet basil’s inter cropping is lower than monoculture cabbage that is 0,89 tail/plant. The average population of Plutella xylostella for each treatment did not give a substantial different. The inter cropping of cabbage with sweet basil produces the highest weight per crop, that is 1,11 Kg/krop with grade II crop quality. Keywords: Cabbage; Crocidolomia binotalis; Plutella xylostella; inter cropping  [INDONESIAN] Penelitian pengendalian hama pada kubis dengan sistem tanam tumpangsari dilakukan di desa Semboro Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis tumpangsari yang efektif dalam mengendalikan hama tanaman kubis. Rancangan yang dipergunakan dalam penelitian yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan dan diulang sebanyak lima kali. Perlakuan yang digunakan yaitu penanaman kubis monokultur, kubis tumpangsari dengan cabai rawit, kubis tumpangsari dengan kenikir, kubis tumpangsari dengan selasih, kubis tumpangsari dengan terung, dan kubis tumpangsari dengan tomat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing perlakuan tidak efektif dalam menekan populasi hama ulat Crocidolomia binotalis maupun ulat Plutella xylostella. Rata-rata populasi Crocidolomia binotalis pada tumpangsari kubis dan selasih hasilnya lebih rendah dibandingkan kubis monokultur yaitu 0.89 ekor/tanaman. Rata-rata populasi Plutella xylostella pada masing-masing perlakuan menunjukkan hasil yang berbeda tidak nyata. Perlakuan tumpangsari kubis dan selasih menghasilkan berat per krop paling tinggi, yaitu 1.11 Kg/krop dengan kriteria mutu II. Kata Kunci: Kubis; Crocidolomia binotalis; Plutella xylostella; tumpangsari  How to citate: Kristanto SP, Sutjipto, Soekarto. 2013. Pengendalian hama pada tanaman kubis dengan sistem tanam tumpangsari. Berkala Ilmiah Pertanian 1(1): 7-9

    PENGARUH PENAMBAHAN PUPUK NPK TERHADAP PRODUKSI BEBERAPA AKSESI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.)

    Full text link
    [ENGLISH] The experiment was conducted in the Field Research, in Kumendung village, Muncar, Banyuwangi from November 2012 until February 2013. The objectives of the study was to evaluate the effect of NPK fertilizer in some accession of maize on it’s growth and production. It’s also evaluate the protein content of the accession under different fertilizer treatment. The experiment was set up as a split plot design with three replications. Main plot were NPK aplication rates (200, 300, 400 kg NPK ha-1) and the sub-plots were accesion number ( V1 = Srikandi Kuning x Manado Merah ; V2 = Bisma x Srikandi Kuning ; V3 = Srikandi Kuning x Bisma ; and V4 = Bisma x Manado Merah). An split plot statistical analysis of varience (ANOVA) and Duncan Multiple Range Test (DMRT) at 5 % level of probability according to Hanafiah, (2005) was realized using the excel program. Growth and yield parameters recorded at different stages of crop growth and development. There were plant height, leaves number above the ear, leaves number under the ear, tassel emergence, silk emergence, physiologically ripe age, ear lenghth, ear weight, ear circumference, ear weight per plot, kernel weight, kernel weight per plot, 100-grain weight, and protein content. The result showed that no significant different affected by the defferent NPK application rates on these accession. Base on the character selection, the yielding of all accession were higher than Bisma variety. Content of the accession were 11,14 ; 10,25 ; 10,95 ; and 10,10 mg g-1 for V1, V2, V3, and V4, respectively. Keywords: NPK Fertilizer; Maize accession; Production [INDONESIAN] Penelitian dilakukan di lahan Desa Kumendung Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi pada bulan November 2012 hingga Febuari 2013. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan produksi beberapa Aksesi jagung, dan mengevaluasi kadar protein yang terkandung didalamnya. Percobaan menggunakan Rancangan Split Plot dengan tiga ulangan. Petak utama adalah Pupuk NPK (200, 300, 400 kg NPK ha-1) dan sub-plot adalah aksesi jagung (V1 = Srikandi Kuning x Manado Merah, V2 = Bisma x Srikandi Kuning, V3 = Srikandi Kuning x Bisma, dan V4 = Bisma x Manado Merah). Hasil percobaan dianalisis dengan menggunakan analisis varian (ANOVA) dan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf α 5% (Hanafiah, 2005) dengan menggunakan program excel. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun atas dan dibawah tongkol jagung, umur berbunga jantan, umur berbungan betina, umur masak fisiologis, berat tongkol per petak (kg), berat pipilan per petak (kg), berat tongkol per tanaman (g), panjang tongkol isi (cm), lingkar tongkol (cm), berat 100 biji per tanaman (g), dan kandungan protein biji jagung (mg g-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang nyata antar perlakuan yang dicobakan pada parameter yang diamati. Perlakuan penambahan pupuk NPK tidak menunjukkan pengaruh yang nyata pada semua parameter. Berdasarkan pemilihan karakter, semua aksesi terpilih lebih tinggi dibanding varietas Bisma. Kandungan protein rata-rata aksesi yang diuji yaitu 11,14 ; 10,25 ; 10,95 ; dan 10,10 mg g-1 masing-masing untuk V1, V2, V3, dan V4. Kata Kunci: Pupuk NPK; Aksesi Jagung; Produksi How to citate: Pratikta D, S Hartatik, KA Wijaya. 2013. Pengaruh penambahan pupuk NPK terhadap produksi beberapa aksesi tanaman jagung (Zea mays L.). Berkala Ilmiah Pertanian 1(2): 19-21

    ISOLASI DAN SELEKSI PSEUDOMONAD FLUORESCENS PADA RISOSFER PENYAMBUNGAN TOMAT

    Full text link
    [ENGLISH] Fluorescen pseudomonad had been isolated from the rhizosphere of grafting tomato with resisten rootstock (H 7996 and EG 203 from Asian Vegetable Research Development Center). Tomato varieties Permata and Fortuna were used as scion in grafting. Fluorescen pseudomonad was isolated on King’S B medium and used phosphate buffer 0,1 M + 0,1 % pepton. About 230 isolates of P. fluorescens were isolated from tomato rhizosphere at 14 HST and about 454 isolates at 28 HST. All isolates were tested for their capability to suppress the growth Ralstonia solanacearum in vitro. All isolates inhibited the growth of R. solanacearum with an inhibition zone of 1 mm to 7 mm or more. The mechanism growth of inhibition was bacteriostatic. About Ten isolates of P. fluorescens which had large inhibition zone, were not inhibit each other and inhibition against R. solanacearum due to nutrient competition. Keywords : tomato; grafting; Fluorescens pseudomonad [INDONESIAN] Pseudomonad fluorescens diisolasi dari risosfer tomat hasil penyambungan dengan batang bawah tahan yaitu tomat H 7996 dan terung EG 203 dari Asian vegetebles Research Development Center (Taiwan). Sebagai batang atas digunakan varietas Permata dan Fortuna. Isolasi dilakukan pada media King’s B dan menggunakan buffer phospat 0,1 M + pepton 0,1 %. Sejumlah 230 isolat P. fluorescens berhasil diisolasi dari risosfer pada 14 HST dan 454 isolat pada 28 HST. Semua isolat diuji kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan Ralstonia solanacearum secara in vitro. Semua isolat P. fluorescens mampu menghambat R. solanacearum dengan zona hambatan antara 1 mm sampai dengan lebih dari 7 mm. Semua isolat mempunyai mekanisme penghambatan bakteriostatik. Sebanyak sepuluh isolat P. fluorescens yang mempunyai daya hambat besar, tidak saling menghambat satu dengan yang lain dan penghambatan terhadap R solanacearum yang terjadi karena adanya kompetisi nutrisi. Kata kunci: Tomat; Penyambungan; Pseudomonad fluorescens  How to citate: Nurcahyanti SD, T Arwiyanto, D Indradewa, J Widada. 2013. Isolasi dan seleksi pseudomonad fluorescens pada risosfer penyambungan tomat. Berkala Ilmiah Pertanian 1(1): 15-1

    KEMAMPUAN DOSIS PUPUK ZA DAN WAKTU PEWIWILAN TUNAS LATERAL TERHADAP HASIL DAN KUALITAS CABAI BESAR

    Full text link
    oai:jurnal.unej.ac.id:article/323[ENGLISH]Chili is one of the horticultural commodities which have high economic value and have a large export opportunities. The development of technology makes great chili farming business will be more profitable. The purpose of research to determine the interaction between fertilizer dosing ZA and pruning time of lateral shoots that are most influential to the outcome and quality of hot pepper. Factorial (3 x 3) research carried out using Random Design Group. The first factor is the fertilizer doses studied with 3 threshold ZA covers: N1, N2, and N3, respectively 14, 28, and 42 grams per plant. The second factor is the time of pruning with 3 degrees include: W1, W2, and W3, each for 0, 15, and 25 days after planting. The results showed that the combination treatment of ZA 28 gram per plant and prunning of lateral shoots in 15 dat tend to the best result on the yield and quality of chilli. Keywords: Chilli; ZA Fertilizer Dose; Nitrogen; Pruning.  [INDONESIAN] Cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta memiliki peluang eksport yang besar. Perkembangan teknologi menjadikan usaha pertanian cabai besar akan semakin menguntungkan. Tujuan penelitian untuk mengetahui interaksi antara pemberian dosis pupuk ZA dan waktu pewiwilan tunas lateral yang berpengaruh paling baik terhadap hasil dan kualitas cabai besar. Penelitian faktorial (3x3) dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Faktor pertama yang diteliti adalah dosis pupuk ZA dengan 3 taraf yang meliputi: N1, N2, dan N3 ,masing-masing 14, 28, dan 42 gram per tanaman. Faktor kedua adalah waktu pewiwilan dengan 3 taraf meliputi: W1, W2, dan W3, masing- masing untuk 0, 15, dan 25 hari setelah tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan ZA 28g/tanaman dan pewiwilan tunas lateral umur 15 hari setelah tanam cenderung memberikan hasil terbaik terhadap hasil dan kualitas cabai besar. Kata Kunci: Cabai Besar; Dosis Pupuk ZA; Nitrogen; Pewiwilan.How to citate: Taufik I, S Suparjono, A Mudjiharjati. 2013. Kemampuan dosis pupuk za dan waktu pewiwilan tunas lateral terhadap hasil dan kualitas cabai besar. Berkala Ilmiah Pertanian 1(1): 1-3

    123

    full texts

    154

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Berkala Ilmiah Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇