Berkala Ilmiah Pertanian
Not a member yet
    154 research outputs found

    Aplikasi Nutrisi AB Mix pada Konsentrasi yang Berbeda dengan Sistem Hidroponik terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Dua Varietas Tanaman Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.)

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah mengetahui interaksi aplikasi nutrisi AB Mix dengan konsentrasi berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil produksi bawang merah (Allium Ascalonicum L.) dengan sistem hidroponik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) faktorial dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari petak utama yaitu konsentrasi AB Mix (P) dan anak petak varietas bawang merah (V). Pemberian konsentrasi AB Mix terdiri dari beberapa taraf, yaitu kontrol 1500 ppm, P1 (1000 ppm), P2 (1300 ppm), P3 (1600 ppm), dan P4 (1900 ppm). Varietas bawang merah yang digunakan yaitu Varietas Sanren dan Thailand Nganjuk. Terdapat tiga ulangan dan setiap ulangan terdiri 10 sampel tanaman yang diambil tiap minggunya. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, panjang akar, jumlah daun, jumlah umbi, berat brangkasan, berat akar, berat basah tanaman, dan berat kering tanaman. Hasil pengamatan setiap variabel pengamatan kemudian akan dianalisis secara statistik dan dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur pada taraf 5%. Kombinasi antara perlakuan dengan dua varietas bawang merah memberikan pengaruh beda nyata terhadap semua variabel pengamatan, dengan perlakuan terbaik 1900 ppm pada berat kering. Varietas Thailand Nganjuk merupakan bawang merah terbaik pada hasil produksi, namun varietas Sanren memiliki kelebihan yaitu tahan terhadap penyakit

    Optimalisasi Slurry dan Baglog Terhadap Peningkatan Kualitas Bahan Baku Kompos

    No full text
    Slurry can potentially be used as a basic material in composting. This is due to the high organic matter and nitrogen level of the slurry. Slurry has a low C/N ratio of 7.4, which might cause nitrogen loss via NH3 and NO2. Slurry handling requires management, such as the addition of baglog raw ingredients. Baglog is a waste media in mushroom production. Baglog has a C:N ratio of 35.21. Compost raw materials with a high C/N ratio smell because the primary bacteria are not present. As a result, composting raw materials with the lowest C/N ratio must be combined with materials with a high C/N ratio. The purpose of this research is to determine the combination of compost raw materials, such as baglog and slurry, to produce compost that satisfies quality standards. The composting research experiment consists of six treatments, including K1 (25 liters of slurry + 25 kg of baglog + 0 ml of decomposer), K2 (25 liters of slurry + 25 kg of baglog + 3 ml/1000 mL of decomposer), K3 (30 liters of slurry + 20 kg of baglog + 3 ml/1000 mL of decomposer), K4 (40 liters of slurry + 30 kg of baglog + 3 ml/1000 mL of decomposer), K5 (50 liters of slurry + 25 kg of baglog + 3 ml/1000 mL of decomposer), and K6 (25 liters of slurry + 50 kg of baglog + 3 ml/1000 mL of decomposer). The compost quality standards of Minister of Agriculture Regulation No. 01 (2019) are satisfied by treatments K1 until K4. Application K2 (slurry 25 liters + baglog 25 kg + decomposer 3 ml/1000 mL) a higher nitrogen value compared to other treatments

    Analisis Kandungan Nutrisi Pada Beras Galur Mutan M5 Padi (Oryza sativa L.) Lokal Sigupai Aceh Barat Daya

    No full text
    Kebutuhan akan pangan yang aman dan sehat menjadi prioritas utama masyarakat, termasuk beras sebagai sumber karbohidrat utama. Varietas lokal padi Sigupai ABDYA memiliki keunggulan seperti aroma khas dan rasa enak, namun memiliki kelemahan seperti hasil panen rendah dan umur tanaman panjang. Upaya perbaikan varietas ini dilakukan melalui mutasi dengan iradiasi sinar gamma untuk meningkatkan potensi hasil dan kualitas tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan protein, lemak, dan pati pada beras mutan M5 hasil iradiasi varietas Sigupai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari 5 perlakuan, masing-masing perlakuan dengan 3 ulangan, sehingga secara keseluruhan terdapat 15 unit satuan percobaan. Adapun yang menjadi faktor dalam penelitian ini adalah M1=Varietas Mustajab, M2= UM-14: M3= UM-69: M4= UM-8: M5= UM-89. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi kandungan nutrisi (protein, lemak, dan pati) pada galur mutan generasi kelima (M5) padi lokal Sigupai Aceh Barat Daya (ABDYA). Berdasarkan hasil uji ANOVA, pengaruh perlakuan galur memiliki pengaruh yang signifikan hanya terhadap kadar protein saja. Temuan ini memberikan informasi penting mengenai potensi galur mutan M5 untuk pengembangan varietas unggul padi dengan kandungan nutrisi yang lebih optimal, khususnya pada kadar protein, guna mendukung pemenuhan kebutuhan pangan bergizi

    Pengaruh Lama Penyinaran Cahaya Led Terhadap Induksi Pembungaan dan Hasil Buah Naga (Hylocereus Polyrhizus): Effect of LED Light Exposure Time on Flowering Induction and Dragon Fruit Yield (Hylocereus polyrhizus)

    Full text link
    Tanaman buah naga termasuk tanaman hari panjang sehingga untuk menginduksi pembungannya setidaknya diperlukan penyinaran lebih dari 12 jam atau lebih dari waktu normal matahari muncul hingga terbenam. Buah naga umumnya berbunga pada bulan Oktober sampai Maret dan di luar bulan tersebut tanaman tidak berbunga atau memasuki masa off-season. Kondisi off-season akan menjadi peluang bagi petani buah naga untuk meningkatkan pendapatan dikarenakan harga jual buah naga di masa off-season relatif lebih mahal dibanding harga normal pada musimnya. Sebagi upaya untuk mengatasi kondisi off season pada tanaman buah naga perlu dilakukan induksi pembungaan dengan memperpanjang lama penyinaran menggunakan cahaya lampu LED. Diharapkan akan diperoleh lama penyinaran tertentu yang mampu menginduksi pembungaan serta meningkatkan hasil panen buah naga guna memenuhi pasokan buah naga di masa off season.         Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juli 2022. Lokasi peneitian di lahan buah naga di Desa Lidah RT 03 RW 08 Dusun Lidah Kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi. Metode dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas empat perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan percobaan terdiri atas : 1. Kontrol (tanpa pencahayaan) (S0), 2. Pemberian cahaya LED tambahan 3 jam per hari (S1), 3. Pemberian cahaya LED tambahan 5 jam per hari (S2), 4. Pemberian cahaya LED tambahan 7 jam per hari (S3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian tambahan cahaya menggunakan lampu LED selama 29 hari sudah mampu mendorong terbentuknya bunga pada tanaman buah naga dan pemberian cahaya tambahan berpengaruh sangat nyata terhadap variabel jumlah muncul bunga, jumlah bunga rontok, Fruit-set, jumlah buah, berat buah dan grade buah

    Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Larutan Nutrisi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sawi Pagoda (Brassicaee Narinosa L.) pada Sistem Hidroponik Substrat

    Full text link
    Sawi pagoda adalah jenis sayuran yang berasal dari tiongkok, cina. Sawi pagoda merupakan salah satu jenis sawi yang berkerabat dekat dengan pakcoy (Brassica rapa subs. Chinensis). Kebutuhan sawi juga terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Upaya yang dapat dilakukan dengan membudidayakan menggunakan teknik hidroponik substrat dengan komposisi media yang tepat dan penambahan larutan nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi komposisi media tanam dengan larutan nutrisi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda bertempat di Jl. Kaliurang Gg. Swadaya 3 No. 7 Sumbersari Jember pada bulan Agustus sampai September 2023. Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama 4 taraf  komposisi media, faktor kedua 4 taraf komposisi larutan nutrisi, sehingga jumlah keseluruhan tanaman yang digunakan adalah 48 tanaman. Data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dan apabila terdapat pengaruh perlakuan yang berbeda nyata atau sangat nyata maka dilakukan uji lanjut dengan menggunakan uji Duncan DMRT pada taraf 95%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian media tanam dan larutan nutrisi berpengaruh nyata pada variabel terhadap diameter tajuk, berat basah akar dan klorofil daun, sedangkan faktor tunggal perlakuan media berpengaruh nyata pada pada berat basah akar, berat kering akar dan klorofil daun. Pada faktor tunggal perlakuan air kelapa berpengaruh nyata pada variabel diameter tajuk daun, jumlah daun, berat basah akar dan berat kering akar

    Eksplorasi dan identifikasi bakteri endofit pereduksi nanosilver asal tanaman padi dan uji antibiosis terhadap Xanthomonas oryzae pv. oryzae

    No full text
    Salah satu penyakit yang menyerang tanaman padi adalah hawar daun bakteri yang disebabkan Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo). Umumnya pengendalian hawar daun bakteri menggunakan bakterisida sintetik. Diperlukan alternatif pegendalian salah satunya dengan pemanfaatan nanoteknologi. Ketersediaan bakteri pereduksi nanopartikel perak masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan identifikasi bakteri endofit pada tanaman padi, mengkarakterisasi kemampuan bakteri endofit sebagai bioreduktor nanopartikel perak (AgNPs), dan menguji kemampuan antibiosis terhadap Xoo. Proses ini dimulai dengan eksplorasi dan identifkasi bakteri endofit tanaman padi, melakukan proses sintesis perak nitrat menggunakan isolat bakteri sebagai bioreduktor, mengkaraterisasi AgNPs  dengan mengamati perubahan warna larutan serta spektrofotometer UV-Vis, uji antibiosis menggunakan metode difusi cakram, dan mengidentifikasi bakteri. Hasil ekplorasi diperoleh 15 isolat yang dominan (populasi lebih dari 107 cfu mL-1). Isolat bakteri endofit yang positif mampu mereduksi partikel perak nitrat (AgNO3) menjadi nanopartikel perak (AgNPs) hanya dua isolat yaitu isolat BI4 dan BI5. AgNP yang disintesis dengan reduktor bakteri endofit pada BI4 memiliki panjang gelombang maksimum 468 nm dengan nilai serapan 0,173 dan BI5 memiliki panjang gelombag maksimum 368 nm dengan nilai serapan 0,108. Hasil identifikasi berdasarkan 16S rRNA menunjukkan bahwa isolat BI4 adalah Pseudomonas aeruginosa dengan kemiripan 98% dan isolat BI5 adalah Hafnia psychrotolerant dengan kemiripan 87%. Pengujian AgNPs terhadap Xoo menunjukkan kemampuan antibiosis namun masih dalam kategori lemah

    Pengaruh Aplikasi Beberapa Jenis dan Dosis Bahan Organik Terhadap Populasi Trichoderma Sp Dalam Menekan Intensitas Penyakit Moler Bawang Merah

    Full text link
    Bawang merah (Allium ascalonicum) merupakan komoditas hortikultura yang memiliki banyak manfaat dan nilai tinggi dengan permintaan yang terus meningkat. Peningkatan produksi bawang merah belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat sehingga dianggap masih belum optimal dalam hal budidaya bawang merah. Permasalahan selama proses budidaya bawang merah tidak terlepas dari gangguan penyakit penyakit moler oleh cendawan Fusarium oxysporum f.sp cepae yang menyebabkan tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik. Tujuan penelitian kali ini yaitu untuk mengetahui interaksi dan pengaruh antara jenis bahan organik dengan pemberian dosis yang beragam terhadap populasi Trichoderma sp., intensitas penyakit moler dan bobot segar umbi bawang merah. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pengamatan Hama Penyakit Tanaman Pangan dan Hortikultura Jember dan Lahan Budidaya di Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember mulai bulan Oktober 2022 sampai Januari 2023. Metode percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, yang terdiri dari 2 faktor dengan 4 kali ulangan. Faktor pertama terdiri dari 2 perlakuan yaitu P1 (kompos jerami) dan P2 (vermikompos) dan faktor kedua terdiri dari 4 perlakuan yaitu: N0 = 0kg/ha, N1 = 15 ton/ha (0,48 kg/petak), N2 = 20 ton/ha (0,64 kg/petak), dan N3 = 25 ton/ha (0,80 kg/petak). Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan Analysis of Varians (ANNOVA). Variabel yang diamati meliputi populasi Trichoderma sp, intensitas penyakit moler, dan hasil berat segar umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara jenis bahan organik dan dosis bahan organik pada semua variabel pengamatan. Pengaruh faktor tunggal aplikasi dosis bahan organik berpengaruh sangat nyata terhadap populasi Trichoderma sp., masa inkubasi penyakit, intensitas penyakit moler dan bobot segar umbi bawang merah. Dosis 20 ton/ha memberikan hasil terbaik pada semua parameter pengamatan

    Pengaruh Dosis Kotoran Kambing Dan Konsentrasi Paclobutrazol Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Mentimun (Cucumis Sativus L.): The Effect of Goat Manure Doses and Paclobutrazol Concentration on Growth and Yield of Cucumber (Cucumis sativus L.)

    Full text link
    Produktivitas tanaman mentimun di Indonesia umumnya masih rendah, salah satu penyebabnya adalah kondisi tanah yang keras akibat pemupukan anorganik yang terus, menerus. Bunga jantan pada mentimum juga banyak sehingga jumlah buah yang dihasilkan sedikit. Untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun  dapat dilakukan dengan pemberian pupuk organik kotoran kambing  yang dapat memperbaiki sifat fisik kimia dan biologi tanah serta  zat pengatur tumbuh (ZPT)  paclobutrazol yang dapat meningkatkan jumlah bunga betina. Penelitian untuk mendapatkan dosis kotoran kambing dan konsentrasi ZPT paclobutrazol yang tepat dilaksanakan di lahan percobaan  Fakultas Pertanian Universitas Jember, menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu dosis pupuk kotoran kambing  terdiri  dari: 0, 10, 20 dan 30 ton/ha. Faktor kedua konsentrasi paclobutrazol terdiri dari : 0;  0,250 ; 0,375 dan 0,500 ml/l, dengan 3  ulangan.  Parameter pertumbuhan dan hasil tanaman di analisis dengan analisis varian dan uji t dengan tingkat kepercayaan 95 %, apabila berbeda nyata di uji dengan uji jarak berganda Duncan dengan  Î±,5 %.  Hasil penelitian membuktikan bahwa dosis pupuk kotoran kambing  10 - 30 ton/ha meningkatkan tinggi tanaman, luas daun,  berat segar dan berat kering total tanaman. Pemberian Paclobutrazol 0,250 - 0,500 ml/liter menurunkan tinggi tanaman, luas daun, berat segar dan berat kering total tanaman serta jumlah bunga jantan. Konsentrasi  paclobutrazol 0,375 ml/l berpengaruh terbaik pada jumlah bunga betina dan jumlah buah.  Terdapat interaksi perlakuan dosis kotoran kambing dan konsentrasi ZPT Paclobutrazol terhadap bobot buah pertanaman dan potensi produksi dengan perlakuan terbaik  : dosis kotoran kambing 20 hingga 30  ton/ha dan Paclobutrazol 0,375 ml/l  yang menghasilkan bobot buah pertanaman sebesar : 4200,13 -4338,63 g dan potensi produksi mentimun sebesar :  138,61-143,14 ton/ha

    Respon Fisiologi Bibit Kopi Robusta (Coffea canephora L.) Pada Berbagai Formulasi Pupuk Organik: Physiological Response of Robusta Coffee (Coffea canephora L.) Seedlings to Various Formulations of Organic Fertilizer

    Full text link
    Produk samping tanaman kopi berupa limbah kulit kopi, masih dapat dimanfaatkan dengan diolah menjadi pupuk organik berkualitas yang diperkaya dengan tanaman penghasil nitrogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian berbagai formulasi pupuk organik dari bahan utama limbah kulit kopi terhadap fisiologi tanaman kopi robusta. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan berbagai formulasi pupuk organik dari limbah kulit kopi, yaitu tanpa pupuk organik (tanah) atau kontrol (P0), pupuk organik tanpa penambahan tanaman penghasil nitrogen (P1), pupuk organik dengan penambahan tanaman babadotan (P2), pupuk organik dengan penambahan tanaman mucuna (P3) dan pupuk organik dengan penambahan tanaman lamtoro (P4). Dosis yang diberikan per tanaman adalah 300 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik dengan penambahan tanaman lamtoro menghasilkan rata-rata luas daun terbesar, tetapi tidak berbeda nyata dari perlakuan dengan penambahan mucuna dan tanpa penambahan tanaman penghasil nitrogen. Pada variabel jumlah stomata, kerapatan stomata dan volume akar, perlakuan formulasi dengan penambahan tanaman lamtoro juga menunjukkan kecenderungan yang lebih tinggi, tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya

    Pengaruh Dosis Kompos dan Trichoderma sp. Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kembang Kol (Brassica oleracea var. Botrytis L.) Dataran Rendah

    Full text link
    Produktivitas kembang kol pada tahun 2020 mencapai 13,03 ton/ha dan 13,42 ton/ha pada tahun 2021, namun mengalami penurunan pada tahun 2022 yang hanya mencapai 12,54 ton/ha. Produktivitas tersebut masih tergolong cukup rendah, Salah satu permasalahan budidaya kembang kol yaitu penggunaan pupuk anorganik yang berdampak pada kualitas tanah. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi tanaman adalah penambahan pupuk organik yang dapat memperbaiki sifat-sifat tanah dan penambahan Trichoderma sp. untuk mempercepat tersedianya hara sehingga dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis kompos dan dosis Trichoderma sp. terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kembang kol. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama dosis kompos yang terdiri dari 4 taraf, yaitu K0 (tanpa kompos), K1 (75 g), K2 (100 g) dan K3 (125 g), sedangkan faktor kedua dosis Trichoderma sp. terdiri dari 4 taraf yaitu, T0 (tanpa Trichoderma sp.), T1 (15 g), T2 (25 g) dan T3 (35 g). Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Apabila terdapat hasil yang berbeda nyata maka dilakukan uji lanjut menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara kompos dan Trichoderma sp. Perlakuan kompos memberikan pengaruh berbeda nyata. Perlakuan dosis 100 g/tanaman memberikan hasil terbaik pada jumlah daun, berat kering kembang kol, diameter kembang kol dan kandungan klorofil. Perlakuan Trichoderma sp. pada dosis 15 g/tanaman hanya memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap parameter volume akar

    123

    full texts

    154

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Berkala Ilmiah Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇