DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
Not a member yet
277 research outputs found
Sort by
Pendekatan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio dalam Meningkatkan Tanggung Jawab Belajar Mahasiswa di Sekolah Tinggi Teologi
Abstract. This research aimed to describe Portfolio-Based Instruction (PBI) in improving student learning responsibility at Theological Seminary. This research used qualitative and literature study technic. This research brought about the conclusion when PBI applied by consider the compatibility of study materials and purposes of learning than PBI can improves student learning responsibility at Theological Seminary.Abstrak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pendekatan model pembelajaran berbasis portofolio (MPBP) dalam meningkatkan tanggung jawab belajar mahasiswa di Sekolah Tinggi Teologi (STT). Penelitian menggunakan jenis kualitatif yang bersifat studi pustaka (library research). Penelitian ini menghasikan kesimpulan apabila MPBP diterapkan dengan mempertimbangkan kecocokan materi kuliah dan tujuan perkuliahan, maka dapat meningkatkan tanggung jawab belajar mahasiswa di Sekolah Tinggi Teologi
Orang Kristen dan Politik: Belajar dari Kasus Salomo dan Adonia dalam Persaingan Menuju Takhta
Abstract. This article aimed to give theological biblical insight how Christian should be involved in politics. Trough narrative interpretation to the books of 1 Kings 1-2 revealed the rivalry between Solomon and Adonijah for the throne filled with intrigue and political exclusion. Trough this analysis shown that the story could not be used as theological justification but as an example so that the same incident does not happen anymore. On the other hand Christians also need to understand that politics is an effort in embodying love and justice for others.Abstrak. Artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman teologis biblis bagaimana sikap umat Kristiani dalam menghadapi perpolitikan nasional. Melalui pendekatan tafsir naratif terhadap teks 1 Raja-raja 1-2 terungkap persaingan antara Salomo dan Adonia dalam memperebutkan takhta yang dipenuhi intrik dan politik penyingkiran. Melalui analisis terhadap teks tersebut terlihat bahwa kisah tersebut tidak bisa dijadikan pembenaran teologis tetapi berperan sebagai pembelajaran agar hal yang sama tidak terulang kembali. Sebaliknya umat Kristiani juga perlu memahami bahwa politik adalah media perjuangan kasih dan keadilan kepada sesama
Studi Analisis Kontekstual Ajaran Karunia Nubuat Rasul Paulus sebagai Dasar Evaluasi Kritis terhadap Fenomena Bernubuat di Gereja Beraliran Karismatik
Abstract. The purpose of this study was to evaluate the phenomenon of prophecy in Charismatic churches. The method used in writing this atricle was combining the analysis of the prophetic texts of Paul's writings and the study of phenomenology. Through this research it was revealed that the practice of prophecy is widely practiced among Charismatic churches in the city of Semarang. The results showed that the pastors in the Charismatic churches need to have a correct understanding of the practice of prophecy, especially understanding Paul's teaching about prophecy, in order to avoid the adverse effects for the church caused by the practice of prophecy.Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi fenomena nubuatan yang marak di gereja Karismatik. Ada pun metode yang digunakan dalam penulisan atrikel ini adalah memadukan analisis teks-teks nubuatan tulisan Paulus dan studi fenomenologi. Melalui penelitian ini terungkap bahwa praktik bernubuat banyak dipraktikan di kalangan gereja beraliran Karismatik di kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendeta-pendeta di kalangan gereja Karismatik perlu memiliki pemahaman yang benar tentang praktik bernubuat, khususnya memahami dengan benar pengajaran Paulus tentang nubuatan, supaya terhindar dari dampak yang merugikan gereja yang disebabkan oleh praktek nubuatan tersebut
Kesadaran Akan Allah Melalui Penderitaan Berdasarkan Ayub 1-2
Abstract. This article was a biblical analysis of the awareness of God through suffering in the book of Job chapter 1 and 2. The subject’s very important to be reviewed in considering the context of the suffering of believers at present. The aim of this biblical analysis was not only touching theological dimension, but ultimately to change the hypothetical into the realm of practical life, where suffering believers could gain the power of faith. The research method used in this study was the method of narrative analysis or narrative criticism of Job chapter 1 and 2. Through this study it could be concluded that God is sovereign over everything and no incident happens by chance, but there is a plan of God in it. Therefore, reflecting on Job's experience, it is important to carry out self-reflection as well as surrender so that in the end it does not experience despair in the midst of suffering.Abstrak. Tulisan ini merupakan sebuah analisis biblikal tentang kesadaran akan Allah melalui penderitaan di dalam kitab Ayub pasal 1 dan 2. Pokok bahasan ini sangat penting untuk dikaji kembali dengan mempertimbangkan konteks penderitaan orang percaya di masa kini. Tujuan analisis biblikal ini diharapkan tidak hanya menyentuh dimensi teologis, tetapi pada akhirnya mengubah yang hipotetis ke dalam lingkup kehidupan praktis, di mana orang-orang percaya yang menderita dapat beroleh kekuatan iman. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode analisis naratif atau kritik naratif terhadap Ayub pasal 1 dan 2. Melalui kajian ini dapat disimpulkan bahwa Allah berdaulat atas segala sesuatu dan tidak ada peristiwa yang terjadi secara kebetulan, tapi ada rencana Tuhan di dalamnya. Oleh karenanya, bercermin dari pengalaman Ayub tersebut, penting melakukan refleksi diri dan sekaligus penyerahan diri sehingga pada akhirnya tidak mengalami keputusasaan di tengah penderitaan
Prinsip Creatio Continua dan Imago Dei dalam Penerapan Kloning Terapetik: Manusia Merampas Peran Allah?
Abstract. Therapeutic is a branch of genetical engineering technology that handles the healing of genetical diseases. The way to handle it is by manipulating human stem cell. Because it was related in trying to manipulate human genes, it raised the question of whether this technology was an attempt to seize God's role of life and death. This study aims to provide answers and at the same time determine the position of the Christian faith towards therapeutics through biblical studies based on creatio continua and imago Dei concept. Through this study, it was concluded that therapeutic is a space for human effort in carrying out their duties as a co-worker of God to improve the imperfection of creation.Abstrak. Terapetik adalah salah satu cabang dari teknologi rekayasa genetika yang menangani penyembuhan penyakit genetif. Cara penanganannya adalah dengan memanipulasi stem cell manusia. Oleh karena berkaitan dengan usaha memanipulasi gen manusia, maka menimbulkan pertanyaan apakah teknologi ini adalah upaya merampas peran Allah atas kehidupan dan kematian. Kajian dalam artikel ini bertujuan untuk memberikan jawaban dan sekaligus menentukan posisi iman Kristen terhadap terapetik melalui kajian biblika atas prinsip creatio continua dan imago Dei. Melalui kajian tersebut ditarik kesimpulan bahwa pada batas tertentu terapetik adalah ruang bagi upaya manusia dalam melaksanakan tugasnya sebagai rekan sekerja Allah untuk memperbaiki ketidaksempurnaan ciptaan
Merumuskan Etika Politik Kristen dalam Era Gangguan Terorisme di Indonesia
Abstract. Disruption of terrorism was a serious thing that threatens the life of nationalism in Indonesia. This disorder must be responded quickly and precisely as soon as possible. This article aimed to formulate one of the steps that could be taken, namely by building relevant Christian political ethics. The method used was descriptive analysis of various related literature that addresses this theme. In conclusion, Christian political ethics that have to be practiced by Christians is to develop an open understanding of "the other", including developing neighbouring theology.Abstrak. Gangguan terorisme merupakan hal yang serius mengancam kehidupan berbangsa di Indonesia. Gangguan ini harus direspon dengan cepat dan tepat sesegera mungkin. Artikel ini bertujuan untuk merumuskan salah satu langkah yang bisa dilakukan yakni dengan membangun etika politik Kristen yang relevan. Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis pada berbagai literaur terkait yang membahas tema ini. Kesimpulannya, etika politik Kristen yang harus diamalkan orang Kristen yaitu membangun pemahaman terbuka terhadap “sang liyan”, termasuk mengembangkan teologi pertetanggaan
Tinjauan Teologis terhadap Wacana Penerapan Hukuman Mati bagi Pelaku Tindak Pidana Korupsi di Indonesia
Abstract. Corruption is a crucial problem as if there was never a solution. The impact of criminal acts of corruption on the state can lead to the misery of its people, can undermine economic growth, can exacerbate poverty and political instability. With the danger caused by the crime of corruption, a discourse emerged on the application of the death penalty for perpetrators of criminal acts of corruption to give a deterrent effect to the perpetrators. However, the discourse was not approved by the human rights activists on the grounds that the death penalty had no connection with deterrent effect, but instead the death penalty had a negative impact on the country. The purpose of this article is to examine the biblical view of the death penalty discourse on corruptors. The research method used to achieve these goals was through literature study and biblical interpretation. The results showed that corruption was a major crime according to the Bible and therefore the death penalty deserves to be applied. Death sentences against corruptors was not on contrary to love, and on the other hand show the holiness of God who does not compromise to sin.Abstrak. Tindak pidana korupsi menjadi masalah krusial yang seolah-olah tidak pernah ada penyelesaiannya. Dampak tindak pidana korupsi bagi negara dapat menimbulkan kesengsaraan rakyatnya, dapat meruntuhkan pertumbuhan ekonomi, dapat memperburuk kemiskinan dan ketidakstabilan politik. Dengan adanya bahaya yang diakibatkan tindak pidana korupsi tersebut, maka muncul wacana penerapan hukuman mati bagi pelaku tindak pidana korupsi untuk memberikan efek jera bagi pelakunya. Namun demikian, wacana tersebut tidak disetujui oleh kelompok pegiat HAM dengan alasan hukuman mati tidak memiliki hubungan dengan kejeraan, tetapi sebaliknya hukuman mati justru berdampak buruk pada negara. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengkaji pandangan Alkitab terhadap wacana hukuman mati terhadap koruptor. Metode penelitian yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah melalui studi pustaka dan tafsiran Alkitab. Hasilnya menunjukkan bahwa korupsi adalah termasuk kejahatan besar menurut Alkitab dan oleh karenanya hukuman mati patut untuk diterapkan. Hukuman mati terahdap koruptor tidak bertentangan dengan kasih, dan malah sebaliknya menunjukkan kekudusan Allah yang tidak berkompromi terhadap dosa
Peran Ekonomi, Politik, dan Sosial dalam Kekerasan atas Nama Agama
Abstract. This article with written with the aim to study the debate about the relationship between religion and violence, and to answer the following questions: Was religion the cause of violence or wars in the name of religion? Was religion responsible on various violence through giving legitimacy and facilitating violence? What were the economic, social and political motives, which were actually behind of violence in the name of religion? This study was conducted through a literature review by synthesized several different views from a number of experts in matters of religious relations and violence. The result was a conceptual framework that violence in the name of religion was motivated by motives of powerful groups to maintain power with violence, motives of oppressed groups to gain freedom by violence, motives of politicians gain political gain by the occurrence of violence, and the motives of religious leaders to gain political advantage by legitimizing violence.Abstrak. Artikel ini ditulis dengan tujuan untuk mengkaji perdebatan tentang hubungan agama dan kekerasan, serta untuk menjawab beberapa pertanyaan berikut ini: Apakah agama adalah penyebab tindakan kekerasan atau perang atas nama agama? Apakah agama bertanggung jawab atas berbagai tindakan kekerasan melalui pemberian legitimasi dan memfasilitasi terjadinya kekerasan? Apakah motif-motif ekonomi, sosial dan politik, yang sesungguhnya berada di balik berbagai tindakan kekerasan yang mengatas-namakan agama? Kajian ini dilakukan melalui tinjauan pustaka dengan mensintesakan beberapa pandangan yang berbeda dari sejumlah ahli dalam hal hubungan agama dan kekerasan. Hasilnya berupa pemikiran konseptual bahwa kekerasan atas nama agama dilatarbelakangi oleh motif kelompok berkuasa untuk mempertahankan kekuasan dengan kekerasan, motif kelompok tertindas untuk memperoleh kebebasan/kemerdekaan dengan jalan kekerasan, motif politisi mendulang keuntungan politis dengan melakukan pembiaran terjadinya kekerasan, dan motif pemimpin agama mendulang keuntungan politis dengan memberikan legitimasi kekerasan
Sudut Pandang Etika Kristen Menyikapi Pembangkangan Sipil (Civil Disobedience)
Abstract. Disobedience to the government can be realized in two ways. First by peaceful means and second by fighting against using violence. This happens because the interests of the community are sacrificed and or fulfilled so that there is a crisis of relations between the community and the government. This article discusses the ins and outs of the occurrence of civil disobedience and the way it is addressed regarding Christian ethics. Even though Biblical justification is only in favor of the conditional opposition, the reality, the various forms, and practices of opposition to the government take place around us. Especially if we are in a critical situation such as repression or repressive action, our human nature immediately responds. So as Christians, of course, our response must be different. Biblical considerations are our only choice when in crisis and oppression. That's where we determine the attitude towards the government.Abstrak. Pembangkangan terhadap pemerintah dapat diwujudkan dengan dua cara. Pertama dengan cara damai dan kedua dengan melawan menggunakan kekerasan. Hal ini terjadi karena kepentingan masyarakat dikorbankan dan atau terbaikan sehingga terjadi krisis hubungan antara masyarakat dengan pemerintah. Artikel ini membahas tentang seluk beluk terjadinya pembangkangan (civil disobedience) dan cara menyikapinya ditinjau dari sudut pandang etika Kristen. Sekalipun pembenaran Alkitabiah hanya memihak pada penentangan bersyarat, tetapi kenyataan-nya, berbagai bentuk dan praktek penentangan terhadap pemerintah, berlangsung disekeliling kita. Terutama jika kita berada di dalam sebuah situasi kritis seperti penindasan atau tindakan represif, natur manusiawi kita langsung memberikan responnya. Maka sebagai orang Kristen, tentu saja respon kita harus berbeda. Pertimbangan Alkitabiah menjadi satu-satunya pilihan kita saat berada di dalam krisis dan penindasan. Dari sanalah kita menentukan sikap terhadap pemerintah