DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
Not a member yet
    277 research outputs found

    Optimalisasi Penggunaan Media Digital oleh Lembaga Keagamaan untuk Pendidikan Agama: Sebuah Analisis dan Rekomendasi Strategi

    No full text
    Abstract. This research aimed to analyze the use of digital media by Catholic religious institutions in providing substantial and in-depth religious education material. The research method used is netnography, with the target of researching the use of digital media as a means of delivering religious education material by Catholic religious institutions in East Flores and Lembata Regencies. The research result showed that information or religious education material delivered via digital media is still lacking in substance, depth and relevance to spiritual needs, although it must also be acknowledged that it has provided an emotional and visual experience for students.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media digital oleh lembaga-lembaga keagamaan Katolik dalam penyediaan materi pendidikan agama yang substansial dan mendalam. Metode penelitian yang digunakan adalah netnografi, dengan sasaran penelitian penggunaan media digital sebagai alat penyampaian materi pendidikan agama oleh lembaga-lembaga keagamaan Katolik di Kabupaten Flores Timur dan Lembata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informasi atau materi pendidikan agama yang disampaikan melalui media digital masih kurang substantif, mendalam, dan relevan dengan kebutuhan spiritual, meskipun juga harus diakui telah memberikan pengalaman emosional dan visual bagi peserta didik

    Eklesiologi Disabilitas dalam Perspektif Budaya Jawa

    No full text
    Abstract. This research question is how the principle of disability ecclesiology are seen from the perspective of the philosophy of welcoming guest in Javanese culture is. To answer this question, the author used a descriptive qualitative approach. The data collection technique was carried out by means of participant observation, where the author was present and directly involved in ministry activities by the Special Needs Congregation Commission (KJBK) at the Javanese Christian Church (GKJ) Klaten. The result of the research showed that the Javanese philosophy of welcoming guest can become the spirit and philosophical-theological basis for disability ministry. Disability ecclesiology is a principle of collaborative and participatory church ministry. In the end, disability ecclesiology places disabilities not as the others but as fellow members of the body of Christ.Abstrak. Bagaimana prinsip eklesiologi disabilitas dalam perspektif filsafat menerima tamu dalam budaya Jawa inilah yang menjadi pertanyaan penelitian ini. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi partisipatif, di mana penulis hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan pelayanan oleh Komisi Jemaat Berkebutuhan Khusus (KJBK) di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Klaten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat penerimaan tamu masyarakat Jawa dapat menjadi semangat dan dasar filosofis-teologis bagi pelayanan disabilitas. Eklesiologi disabilitas menjadi prinsip pelayanan gereja yang bersifat kolaboratif dan partisipatif. Pada akhirnya, eklesiologi disabilitas menempatkan disabilitas bukan sebagai liyan melainkan sebagai sesama bagian dari tubuh Kristus

    Pembelajaran Transformatif bagi Kaum Muda dalam Komunitas Iman Intergenerasi untuk Mengupayakan Keadilan Ekologis

    No full text
    Abstract. The ecological crisis is part of the Indonesian context. One paramater of the ecological crisis is climate change. Of course, this context needs to be addressed wisely, leading to ecological justice. Various studies discuss this. Through this article, I pursue transformative learning proposals for youth in intergenerational faith community to strive for ecological justice. The research was conducted by library research. The study results showed that transformative learning for intergenerational youth has the potention to seek ecological justice that starts from youth to intergenerational communities. Of course, the results of this research are expected to contribute conceptually and inspire the development of praxis.Abstrak. Krisis ekologi menjadi bagian konteks Indonesia. Salah satu ukuran krisis ekologis yaitu perubahan iklim. Tentu, konteks ini perlu disikapi dengan bijak yang mengarah ke keadilan ekologis. Ada beragam penelitian yang membahas hal ini. Melalui artikel ini, saya mencoba menempuh usulan pembelajaran transformatif bagi kaum muda dalam komunitas iman intergenerasi untuk mengupayakan keadilan ekologis. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran transformatif bagi kaum muda intergenerasi berpotensi mengupayakan keadilan ekologis yang dimulai dari kaum muda ke komunitas intergenerasi. Tentu, hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi secara konseptual dan menjadi inspirasi ke pengembangan praksis

    Iman yang Hidup Melalui Perjumpaan dengan Budaya: Studi Etnografi Praktik Sunat di Kalangan Umat Kristen Sunda

    No full text
    Abstract. Among Christians from the Sundanese tribe, there are pros and cons towards the tradition of circumcision. There are those who carry out circumcision and there are those who don't. Each of these practices also has various reasons. Therefore, this research aimed to express how Sundanese Christians live their faith while living in a society with traditions that seem contrary to their faith. The method used in this research was the ethnographic method. The results showed that the acceptance or rejection of circumcision cannot be separated from family background and the beliefs held before becoming a Christian. Thus it can be concluded that faith will become dynamic when it encounters cultural realities in society.Abstrak. Di kalangan orang Kristen yang berasal dari suku Sunda terdapat sikap pro dan kontra terhadap tradisi sunat. Ada yang melaksanakan sunat dan ada yang tidak. Masing-masing sikap tersebut juga memiliki alasan yang beragam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran bagaimana orang Kristen Sunda menghayati imannya di saat bersamaan hidup dalam masyarakat dengan tradisi yang terasa bertentangan dengan iman tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode etnografi. Hasilnya menunjukkan bahwa sikap menerima atau menolak sunat tidak dapat dilepaskan dari latar belakang keluarga dan kepercayaan yang dianut sebelum menjadi orang Kristen. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa iman akan menjadi dinamis ketika berjumpa dengan realitas budaya di tengah masyarakat

    Dante’s Inferno, LGBT-Q, and Christianity: A Closer Reading on Medieval Christian Perspective Regarding Homosexuality

    No full text
    This paper is a qualitative theological research discussing Dante Alighieri’s (d. 1321) account of LGBT-Q (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, Queer) based on his major work, Inferno, with a particular reference to Medieval Christian tradition. Accordingly, this paper used content analysis to apprehend major literature on Dante and LGBT-Q. This paper concluded that the term Sodom and Gomorrah, the cities demolished due to homosexual violation, is apparent in his work. Furthermore, as several Biblical texts also suited the concrete image of those cities, Dante’s Inferno also presented Medieval Christian position concerning homosexuality, which is condemn homosexuality as lust against the role of nature, so it is equated with committing violence against God

    Dialektika Ideologi Tanah dalam Konflik Porto-Haria

    No full text
    Abstract. Frequent land conflicts are often unconsiderly triggered by ideological differences. This is also what can be felt in the land conflict between the Porto and Haria communities. Therefore, this research aimed to clearly take to surface these ideological motifs by utilizing the categorization of land ideology in the Old Testament proposed by Norman C. Habel. The results of this study showed that the two conflicting societies each have an ideology that also can be found in the land ideology in the Old Testament, namely the ideology of kingship and the ideology of the ancestors. Therefore, to mediate the conflict, it is necessary to offer another ideology that does not put pressure on land ownership claims, namely the ideology of prophethood.Abstrak. Konflik tanah yang sering dijumpai seringkali tanpa disadari dipicu oleh adanya perbedaan ideologi. Hal itu jugalah yang dapat dirasakan dalam konflik tanah masyarakat Porto-Haria. Oleh karena itu, kajian ini bermaksud untuk menampilkan secara jelas ke permukaan motif-motif ideologis tersebut dengan memanfaatkan kategorisasi ideologi tanah dalam Perjanjian Lama yang dikemukakan oleh Norman C. Habel. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa kedua masyarakat yang berkonflik masing-masing memiliki ideologi yang mirip dengan ideologi tanah dalam Perjanjian Lama, yaitu ideologi kerajaan dan ideologi nenek moyang. Oleh karena itu untuk menengahi konflik tersebut perlu ditawarkan ideologi lainnya yang tidak menekankan pada klaim kepemilikan tanah, yaitu ideologi kenabian

    Analisis Faktor yang Mempengaruhi Etos Kerja Penyuluh Agama Kristen

    No full text
    Abstract. Christian Religion Extension Workers face great challenges in carrying out their duties, so they require a high work ethics to maximize their performance. The aim of this research was to analyze various factors that influence the performance of Christian Religion Extension Workers. Through quantitative research, an analysis of factors was carried out that had a significant influence on the work ethics of Christian Religion Extension Workers at the Ministry of Religion, Toba Regency. The research result showed that among the career development system factor, salary factor, work environment factor, social factor, competency factor and appreciation factor, the career development system factor is the most dominant in increasing the work ethics of Christian Religion Extension Workers. Thus, it can be concluded that the incentive in the form of challenges and opportunities to improve one's career can increase work ethics.Abstrak. Penyuluh Agama Kristen menghadapi tantangan besar dalam menjalankan tugas-tugasnya sehingga membutuhkan etos kerja yang tinggi agar dapat memaksimalkan kinerja mereka. Tujuan riset ini adalah untuk menganalisis berbagai faktor yang mempengaruhi kinerja para Penyuluh Agama Kristen. Melalui riset kuantitatif dilakukan analisis faktor yang memberi pengaruh signifikan terhadap etos kerja para Penyuluh Agama Kristen di Kementerian Agama Kabupaten Toba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara  faktor sistem pengembangan karir, faktor gaji, faktor lingkungan kerja, faktor sosial masyarakat, faktor kompetensi dan faktor apresiasi, faktor sistem pengembangan karir paling dominan dapat meningkatkan etos kerja para Penyuluh Agama Kristen. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa adanya insentif berupa tantangan dan kesempatan untuk meningkatkan karir dapat meningkatkan etos kerja

    Sikap Adaptif dalam Konteks Keragaman Hidup Beragama

    No full text
    Abstract. The purpose of this article is to offer an adaptive attitude as a response to the reality of the diversity of religious life in Indonesia. Religious diversity in Indonesia, on the one hand, requires an attitude of acceptance towards the existence of other religions, but on the other hand, religious truth must also be maintained so as not to fall into an attitude of relativizing the truth. The method used in this study is a literature study method by examining several inclusive teachings from the Bible and the concept of adaptive attitudes. The results of this research showed that the adaptive attitude is a relevant attitude to be developed amidst religious pluralism in Indonesia, because it offers a religious attitude that is able to adapt to the context, but at the same time still maintains religious traditions.Abstrak. Tujuan tulisan ini adalah untuk menawarkan sikap adaptif sebagai suatu respons atas realitas keanekaragaman kehidupan beragama di Indonesia. Keanekaragaman agama di Indonesia, di satu sisi menuntut adanya sikap penerimaan terhadap keberadaan agama lainnya, namun di sisi lainnya, kebenaran agama juga harus dipertahankan agar tidak jatuh pada sikap merelatifkan kebenaran. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode studi literatur dengan memeriksa beberapa ajaran yang bernada inklusif dari Alkitab dan konsep sikap adaptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sikap adaptif adalah sikap yang relevan untuk dikembangkan di tengah-tengah kemajemukan agama di Indonesia, karena menawarkan sikap keberagamaan yang mampu menyesuaikan diri dengan konteks, namun sekaligus tetap mempertahankan tradisi keberagamaan tersebut

    Misi yang Ramah dan Estetis: Rekonstruksi Misiologi Pentakostal Melalui Perspektif Hospitalitas dan Teopoetik

    No full text
    Abstract. The Pentecostal mission inherited the way of colonialism in conveying the Good News to humanity. The imposition and universalisation of the doctrine to every tribe, culture, religion, and group is a common way to do it. Conversion from other religions and proselytization from other Christian sects become the achievement and measure of the mission's success. This article examines the mission's authentic meaning that can change the paradigm of conversion and proselytization as the mission's success. I used the perspective of hospitality and theopoetics to construct the authentic meaning of the Pentecostal mission. The research method used is constructive theology by Gordon Dester Kaufman. The research result showed that hospitality contributes to the courage to destroy the dividing walls of tribes, races, religions, and groups. Meanwhile, with inspiration, imagination, sensation, and beauty principles, theopoetics can provide space for little voices and encouragement to carry out social transformation.Abstrak. Misi Pentakostal mewarisi cara ekspansi agama dalam menyampaikan Kabar Baik kepada umat manusia. Pemaksaan dan universalisasi doktrin kepada setiap suku, budaya, agama, dan golongan menjadi cara yang lumrah dilakukan. Konversi dari agama lain dan proselitasi dari aliran Kristen yang lain menjadi pencapaian dan ukuran keberhasilan misi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji makna otentik misi yang dapat mengubah paradigma konversi dan proselitasi sebagai keberhasilan misi. Penulis menggunakan perspektif hospitalitas dan teopoetik dari Gordon Dester Kaufman untuk mengonstruksi makna otentik misi Pentakostal. ­ Hasil penelitian menunjukkan bahwa hospitalitas berkontribusi bagi keberanian menghancurkan tembok pemisah suku, ras, agama, dan golongan. Sementara itu, dengan prinsip inspirasi, imajinasi, sensasi, dan keindahan, teopoetik mampu memberi ruang bagi suara minor dan dorongan untuk melakukan transformasi sosial

    “Kisah Musa” sebagai Panduan Pertumbuhan Rohani dalam Pemikiran Spiritual Gregorius dari Nyssa

    No full text
    Abstract. The “race” to virtue is important in Gregory of Nyssa’s spiritual theology. In this article, De Vita Moysis (The Life of Moses) became the key texts for everyone who ended his life still striving for the “finish line.” The biblical patriarch Moses never set foot in the promised land but had to be content to gaze on it from afar. In a similar way, final perfection, typified in the Platonic sense as a state of undisturbed rest, eludes readers of Gregory’s The Life of Moses. In the “divine race along the course of virtue,” they are to strain “constantly” for the “prize of the heavenly calling.” The true perfection consists not in reaching the destination itself but rather in taking part in the journey, which is a process of incessant “becoming” through participation in the life of God. It means that “becoming Christian” is continuous improvement of the quality of the interior and exterior aspects of a Christian life.Abstrak. “Perjalanan” menuju kebajikan penting dalam teologi spiritual Gregorius dari Nyssa. Dalam artikel ini, “Kisah Musa” menjadi teks kunci bagi setiap orang yang mengakhiri hidupnya masih berjuang untuk “garis finis.” Tokoh Alkitab Musa tidak pernah menginjakkan kaki di tanah perjanjian tetapi harus puas melihatnya dari jauh. Dengan cara yang sama, kesempurnaan final, yang dilambangkan dalam pengertian Platonis sebagai keadaan istirahat yang tak terganggu, meloloskan pembaca “Kisah Musa” karya Gregorius. Dalam “perjalanan ilahi di sepanjang jalur kebajikan,” mereka harus “terus-menerus” berjuang untuk “hadiah panggilan surgawi.” Kesempurnaan sejati tidak terdiri dari mencapai tujuan itu sendiri melainkan mengambil bagian dalam perjalanan, yang merupakan proses “menjadi” tanpa henti melalui partisipasi dalam kehidupan Tuhan. Artinya, “menjadi Kristen” adalah perbaikan terus-menerus kualitas dalam aspek interior dan eksterior kehidupan Kristen

    109

    full texts

    277

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇