DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
Not a member yet
    277 research outputs found

    [Resensi Buku] Theological Reflection Methods 2nd Edition

    No full text

    [Resensi Buku] Pentecostal Politics in A Secular World: The Life and Leadership of Lewi Pethrus

    No full text

    Pelestarian Budaya Natoni melalui Pendidikan Agama Kristen Kontekstual di Sekolah Menengah Atas

    No full text
    Abstract. The globalization era results a negative impact on the increasing permissiveness of society towards foreign culture, and conversely, local culture which has noble values is increasingly being abandoned because it is considered less popular. This also happened to the people of Timor Dawan who had started to leave the Natoni culture. For this reason, efforts are needed to preserve it through education. Thus, the purpose of this paper is to examine the preservation of Natoni culture through Christian Religious Education (PAK) in Senior High Schools (SMA). The method used in this study is a qualitative method with an ethnographic approach at Soe 1 Christian High School, South Central Timor District. Through this research, it was found that efforts to preserve Natoni culture can be carried out through PAK in schools. PAK does not merely teach doctrinal teachings of the Christian faith, but can also teach noble values of local culture.Abstrak. Era globalisasi menimbulkan dampak negatif makin permisifnya masyarakat terhadap budaya asing, dan sebaliknya budaya lokal, yang memiliki nilai-nilai luhur, semakin ditinggalkan oleh karena dianggap kalah popular. Hal ini pun terjadi pada masyarakat Timor Dawan yang sudah mulai meninggalkan budaya Natoni. Untuk itu diperlukan upaya untuk melestarikannya melalui pendidikan. Dengan demikian, tujuan tulisan ini adalah untuk mengkaji pelestarian budaya Natoni melalui Pendidikan Agama Kristen (PAK) di Sekolah Menengah Atas (SMA). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi di SMA Kristen 1 Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Melalui penelitian ini, ditemukan bahwa upaya pelestarian budaya Natoni dapat dilakukan melalui PAK di sekolah. PAK tidak semata-mata hanya mengajarkan ajaran-ajaran iman Kristiani yang bersifat doktrinal, namun juga dapat untuk mengajarkan nilai-nilai luhur budaya lokal

    Potret Istri yang Cakap: Studi Komparasi antara Gambaran Istri dalam Amsal 31:10-31 dengan Gambaran Perempuan (Istri) Jawa

    No full text
    Abstract. Patriarchal domination often causes gender bias. In this case, woman is considered to be in a subordinate position to man. This impression can also be seen in Javanese culture, in which woman are often seen as “konco wingking.” Therefore, this paper intends to examine the portrait of woman (wife) in Javanese culture by comparing them with the description of woman in Proverbs 31:10-31. This study is conducted by Martha Nussbaum's feminist interpretation. Through this study, an understanding was obtained that as described by woman in Proverbs 31:10-31, woman's position in Javanese culture does not always have to be interpreted as a limitation, but instead becomes a means of woman’s developing and controlling over her environment as the key to achieving happiness.Abstrak. Dominasi patriarki seringkali menyebabkan adanya bias gender. Dalam hal ini perempuan dianggap dalam posisi subordinat dari laki-laki. Kesan tersebut juga terlihat dalam budaya Jawa, di mana perempuan tidak jarang dianggap sebagai “konco wingking.” Oleh karena itu, tulisan ini bermaksud untuk mengkaji potret perempuan (istri) dalam budaya Jawa dengan mengkomparasikan dengan gambaran perempuan dalam Amsal 31:10-31. Studi ini memanfaatkan interpretasi feminis Martha Nussbaum. Melalui kajian ini diperoleh pemahaman bahwa sebagaimana gambaran perempuan dalam Amsal 31:10-31, posisi perempuan dalam budaya Jawa tidak selalu harus dimaknai sebagai pembatasan, namun justru menjadi sarana pengembangan dan kontrol perempuan terhadap lingkungannya sebagai kunci mencapai kebahagiaan

    Understanding the Inter-Ethnic Solidarity Formation in A Plural Charismatic Community

    No full text
    This study describes the inter-ethnic solidarity in the charismatic Mawar Sharon church in Medan City, Indonesia, also known as the Connect Group Church.The qualitative and ethnographic approaches were used to determine the solidarity in Charismatic Churches where people are separated by ethnicity. Data were collected through in-depth interviews with respondents actively involved in the activities of the religious connect groups, such as sponsors, coaches, and team leaders. The results showed that the activities in the community include fellowship, ice breakers, praise and worship, and material sharing as a form of learning about inter-ethnic solidarity among members. Furthermore, active members such as team leaders, sponsors, and coaches play significant roles in these activities. Meanwhile, music and church songs are used to strengthen the relationship between members

    Rekonstruksi Strategi Misi Gereja di Era Revolusi Industri 4.0

    No full text
    Abstract. The authors place the focus of this study on the reconstruction of the strategy of the Church's missionary work by involving the active role of Catholics in the era of the industrial revolution 4.0. The so fast changing times require the Church to be able to see, interpret, evaluate and strengthen the basis of the Church's mission in the light of the faith, hope and love of Jesus Christ by involving all Catholic people. The method used in this study is a literature study in the perspective of Pope Benedict XVI's messages. Through this study, it is understood that in the midst of this sophisticated and modern industrial era, the missionary work of the Church must still place love as the basis of its mission, while at the same time following the currents of modernity. The mission of the Church is a call to work for all believers to fulfill the Great Commission of Jesus Christ.Abstrak. Penulis meletakkan fokus studi ini pada rekonstruksi strategi karya misi Gereja dengan melibatkan peran aktif umat Katolik di era revolusi industri 4.0. Perubahan zaman yang begitu cepat menuntut Gereja untuk mampu melihat, memaknai, mengevaluasi serta memperkokoh dasar karya misi Gereja dalam terang iman, harapan dan kasih Yesus Kristus dengan melibatkan seluruh umat. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi pustaka dalam perspektif pesan-pesan Paus Benediktus XVI. Melalui kajian ini diperoleh pemahaman bahwa di tengah era industri yang canggih dan modern ini, karya misi Gereja harus tetap menempatkan kasih sebagai dasar misinya, dengan sekaligus mengikuti arus modernitas. Misi Gereja adalah merupakan panggilan untuk berkarya bagi seluruh umat dalam rangka memenuhi Amanat Agung Yesus Kristus

    Gereja Eko-Misional: Sebuah Tawaran Teologi Misi Ekologi Berdasarkan Eko-Hermeneutik Terhadap Kejadian 1:27-28 dan 2:15

    No full text
    Abstract. This paper aimed to offer a study of ecological mission to construct a theological foundation of mission that bases on ecology perspective. This is considered relevant to the condition of environmental/natural damage which is increasingly affecting all living beings. This study is conducted with an eco-hermeneutic approach to the text of Genesis 1:27-28 and 2:15. From this study, it could be stated that the realization of the ecological mission is part of the fulfillment of the church's missionary character as God's partner in missio Dei. Thus, the church must be actively involved in dealing with ecological problems as part of God's mission to bring peace and salvation to the world.Abstrak. Melalui tulisan ini penulis menawarkan sebuah kajian misi ekologi dengan tujuan menghasilkan sebuah landasan teologi misi yang berporos pada lingkup ekologi. Hal ini dianggap relevan dengan kondisi kerusakan lingkungan/alam yang semakin terasa dampaknya bagi seluruh makhluk hidup. Kajian ini dilakukan dengan pendekatan eko-hermeneutik terhadap teks Kejadian 1:27-28 dan 2:15. Dari kajian tersebut dapat dinyatakan bahwa pewujudan misi ekologi merupakan bagian dari pemenuhan karakter misional gereja sebagai rekan kerja Allah dalam missio Dei. Dengan demikian, gereja harus terlibat aktif dalam penanganan persoalan-persoalan ekologi sebagai bagian dari karya misi Allah yang membawa damai dan keselamatan bagi dunia

    Pendidikan Anak Usia Dini dalam Keluarga Kristen Sebagai Upaya Menghadapi Pengaruh Sekularisme

    No full text
    Abstract. Education for early childhood in the family is important and criticalally to be carried out in the midst of the secularism dominance. This paper aimed to examine the important role of the Christian family in early childhood education in order to prevent the negative influence of secularism. Through a literature study, this study showed that early childhood education cannot simply be given to educational institutions or churches. The family is actually the most effective place for education for children at an early age. In addition, family who is responsible for carrying out early childhood education is at the same time carrying out the Great Commission of the Lord Jesus.Abstrak. Pendidikan untuk usia dini dalam keluarga menjadi hal penting dan genting untuk dilaksanakan di tengah-tengah dominasi paham sekularisme. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji peran penting keluarga Kristen dalam pendidikan anak usia dini dalam rangka membendung pengaruh negatif paham sekularisme. Melalui studi pustaka, kajian ini menunjukkan bahwa pendidikan anak usia dini tidak bisa begitu saja diserahkan kepada lembaga pendidikan ataupun gereja. Keluarga justru menjadi tempat pendidikan yang paling efektif bagi anak pada usia dini. Selain itu, keluarga yang bertanggung jawab menjalankan pendidikan anak usia dini adalah sekaligus telah menjalankan Amanat Agung Tuhan Yesus

    Menghormati Penulis dan Mengakui Pembaca: Pendekatan Rekonsiliatif Eric J. Douglass dalam Metode Reader’s Response

    No full text
    Abstract. Reader's response method is a method of reading text that is corrective to the structuralist method. To some degree, however, the meaning and its usage this method has some flaws. In general understanding, the use of the reader’s response method creates a desire to simply ignore the voices of the author of the text itself. As a result, this may potentially create a long gap between the writer and the reader in a work of finding the meaning. This paper aimed at explaining the conventions of language and of meaning that occur between writers and readers of the text, which is taken from Eric J Douglass' reconciliatory (stabilizing) approach to the author’s voice and reader activity. Reading and writing texts that embrace the side of readers and writers will bring about a more creative and rich meaning.Abstrak. Metode reader’s response adalah metode membaca teks yang korektif terhadap metode strukturalis. Namun, pengertian dan penggunaan dalam intensitas tertentu terhadap metode ini bukan berarti tidak mengandung beberapa masalah. Dalam pemahaman umum penggunaan metode reader’s response menimbulkan hasrat untuk begitu saja mengabaikan suara-suara penulis teks itu sendiri. Hal ini menjadikan gap yang panjang antara penulis dan pembaca di dalam sebuah perjalanan pencarian makna. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan tentang konvensi bahasa dan makna yang terjadi di antara penulis serta pembaca teks yang ditempuh dengan pendekatan rekonsiliatif (stabilisasi) Eric J. Douglass terhadap suara penulis dan keaktifan pembaca. Pembacaan dan penulisan teks yang merangkul sisi pembaca dan penulis akan menghasilkan makna-makna yang lebih kreatif dan kaya

    Yesus Kristus sebagai Figur Guru yang Humanis

    No full text
    Abstract. This study aimed to provide an alternative for humanistic Christian Religious Education in building the students’ abilities and character so that they can live well in community. This research was carried out by using the literature study method through an in-depth study of related factual and relevant library sources. This study showed that Jesus Christ is a humanist teacher because He teached according to the context of the needs of His listeners. As the Great Teacher, Jesus should be an inspiration for Christian Religious Education Teachers in carrying out humanistic education.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan alternatif proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen yang humanis dalam membangun kemampuan dan karakter peserta didik agar dapat hidup sebagaimana manusia harus berperilaku dan diperlakukan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode studi pustaka melalui kajian mendalam terhadap sumber-sumber pustaka terkait yang faktual dan relevan. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa Yesus Kristus merupakan figur Guru yang humanis oleh karena Ia mengajar sesuai konteks kebutuhan pendengar-Nya. Sebagai Guru Agung, Yesus semestinya menjadi inspirasi bagi Guru Pendidikan Agama Kristen dalam menjalankan Pendidikan yang humanis

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇