DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
Not a member yet
    277 research outputs found

    Menimbang Kembali Konsep Kelahiran Kembali: Kritik Sosio-Historis Yohanes 3:1-21

    No full text
    Abstract. The doctrine of rebirth is a basic and important teaching in Christianity. However, the rebirth concept can be understood differently by different church traditions. The purpose of this study was to review the concept of rebirth through a socio-historical criticism of the text of John 3:1-21. Through this study, it was disclosed that the concept of rebirth as expressed in Jesus' conversation with Nicodemus is a concept that was emerge from one group in the John Community. Thus, it is necessary to have an open-minded, which features dialogue, in responding to differences in understanding the concept of rebirth so as not to cause schism in the church.Abstrak. Ajaran kelahiran kembali adalah ajaran dasar dan penting dalam kekristenan. Namun demikian, konsep kelahiran kembali tersebut dapat dipahami secara berbeda oleh tradisi gereja yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meninjau kembali konsep kelahiran kembali melalui kritik sosio-historis terhadap teks Yohanes 3:1-21. Melalui studi ini terungkap bahwa konsep kelahiran kembali sebagaimana dinyatakan dalam percakapan Yesus dengan Nikodemus adalah konsep yang lahir dari satu kelompok dalam Komunitas Yohanes. Dengan demikian, perlu adanya keterbukaan sikap, yang mengedepankan dialog, dalam menyikapi perbedaan pemahaman konsep kelahiran kembali sehingga tidak menimbulkan skisma dalam gereja

    Mencari Eklesiologi yang Hidup

    No full text
    Abstract. As a theological reflection on the church, ecclesiology cannot escape the reality of the complexity of the church. In order to understand the complexity of the church properly, as this study does, ecclesiology needs to be based on a living religion, namely religion as practiced by the people. To understand living religion, this study will use theories and research results from the sociology of religion. Furthermore, this study will use theological-phenomenological thinking to understand how God manifests Himself as the other. As a given, God cannot be equated with anything that already exists. Therefore, theology needs to be open to new possibilities. Such a theology is in harmony with ecclesiology which is based on the life of the people. Life must move and the movement involves various parties.Abstrak. Tulisan ini berangkat dari kesadaran akan kompleksitas gereja di masa kini. Sebagai refleksi teologis atas gereja, eklesiologi tidak dapat menghindar dari kenyataan akan kompleksitas gereja itu. Agar kompleksitas gereja itu dapat ditangkap dengan baik, maka sebagaimana dilakukan oleh studi ini, eklesiologi perlu didasarkan pada agama yang hidup, yaitu agama sebagaimana dipraktekkan oleh umat. Untuk memahami agama yang hidup, studi ini akan menggunakan teori dan hasil penelitian sosiologi agama. Selanjutnya, studi ini akan menggunakan pemikiran teologi-fenomenologi untuk memahami bagaimana Tuhan memanifestasikan diri-Nya sebagai yang lain (the other). Sebagai yang terberi (given), Tuhan tidak dapat dipersamakan dengan apa saja yang sudah ada. Karena itu teologi perlu terbuka terhadap berbagai kemungkinan yang baru. Teologi yang demikian selaras dengan eklesiologi yang didasarkan pada kehidupan umat. Hidup pasti bergerak dan gerakan itu melibatkan berbagai pihak

    Virtue dalam Pendidikan Karakter Kristiani

    No full text
    Abstract. This paper aimed to construct virtue-based Christian Character Education. Moral decadence among students is often associated with the failure of education to instill good values on an early age. The method used in this study is a literature study. The results of this study showed that virtue is built on the tradition of Christian teaching and society as an encounter basis in a community. It can be concluded that virtue-based Christian Character Education is a means of forming a noble character, taking into account various aspects of living together.Abstrak. Tulisan ini bertujuan untuk mengkonstruksi Pendidikan Karakter Kristiani yang berbasiskan virtue. Dekandensi moral di kalangan remaja seringkali dikaitkan dengan kegagalan pendidikan untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan sejak dini. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi pustaka. Hasil studi ini menunjukkan bahwa virtue dibangun dari tradisi pengajaran Kristen dan masyarakat sebagai dasar perjumpaan bersama dalam sebuah komunitas. Dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Karakter Kristiani berbasis virtue menjadi sarana membentuk karakter yang luhur, dengan mempertimbangkan berbagai aspek dalam kehidupan bersama

    Implementing Curriculum Adjustment for Christian Education and Theology Study Programs Based on Merdeka Belajar Kampus Merdeka

    No full text
    In Indonesia, even though its demography is noted as the fourth largest population in the world, its significant number does not give a positive effect on graduates of Christian Institutions. It is so since Christian inhabitants in Indonesia are a minority while the institution run by these Christian and Theology Study Programs are abundant. It causes graduates from these institutions over the capacity for schools and churches can use. In order to increase the opportunity for taking jobs for graduates of Theological Institutions, there must be innovative ways taken. This research was conducted by qualitative method with phenomenological approach. The research’s object was students and graduates of Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung since 2016. The research’s result showed that Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) could be good solution for the problem. MBKM can help students gain experience outside of their study program, which will be needed when they graduate and start to seek for a job

    Pendidikan Kristiani Transformatif: Kritik Terhadap Kurikulum Katekisasi Gereja Berdasarkan Filsafat Pedagogi Paulo Freire

    No full text
    Abstract. This article aims to show the importance of Christian education in the church context which focuses on the history of faith and its relation to social discourse. In general, the practice of Christian education in the church is still indoctrinating. Highlighting this, this paper attempted to establish a dialogue between the theory of critical pedagogy (liberation) of Paulo Freire's thought and the Christian education of the church (sidi catechism). The discussion in this article shows that the application of Paulo Freire's concept of critical pedagogy can emancipate catechism learning as an experience of religious faith. The faith’s evidence is shown in the reflection of personal life and to the world around it. Transformative Christian education in the teaching of catechism is important to be carried out with critical action and reflection as an appreciation of living together for better social change.Abstrak. Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan pentingnya Pendidikan Kristiani dalam konteks gereja yang berfokus dari sejarah iman dan kaitannya dengan wacana sosial. Pada umumnya, praksis Pendidikan Kristiani di gereja masih bersifat indoktrinatif. Menyoroti hal itu, tulisan ini berupaya untuk mendialogkan teori pedagogi kritis (pembebasan) dari pemikiran Paulo Freire dengan Pendidikan Kristiani gereja (katekisasi sidi). Pembahasan dalam artikel ini menunjukkan bahwa penerapan konsep pedagogi kritis dari Paulo Freire dapat mengemansipasi pembelajaran katekisasi sebagai pengalaman iman religius. Bukti iman diperlihatkan dalam refleksi kehidupan personal dan dunia sekitarnya. Pendidikan Kristiani transformatif dalam pengajaran katekisasi penting dilakukan dengan aksi dan refleksi kritis sebagai penghayatan hidup bersama untuk perubahan sosial yang lebih baik

    “Ratapan di Negeri Asing”: Mazmur 137 dan Para Pekerja Migran Indonesia di Malaysia dan Brunei Darussalam

    No full text
    Abstract. This article is a study of Psalm 137 with the aim of providing a basis for reflection for us to understand the Psalm of lamentation as a prayer and how we can interpret it in today's context, particularly in the context of contemporary issues such as the struggles of Indonesian migrant workers in Malaysia and Brunei Darussalam. An exposition of Psalm 137 can help migrant workers understand God who listens to His people who are in oppression. Psalm 137 is about how to submit all the pain, suffering, and resentment to God Himself.Abstrak. Artikel ini adalah sebuah studi Mazmur 137 dengan tujuan memberikan dasar perenungan bagi kita untuk memahami Mazmur ratapan sebagai sebuah doa dan bagaimana kita dapat memaknainya dalam konteks masa kini, secara khususnya dalam konteks isu-isu kontemporer seperti pergumulan para pekerja migran Indonesia yang berada di Malaysia dan Brunei Darussalam. Eksposisi terhadap Mazmur 137 dapat menolong para pekerja migran memahami Allah yang mau mendengarkan umat-Nya yang berada dalam penindasan. Mazmur 137 adalah tentang bagaimana menyerahkan segala kepedihan, penderitaan, sakit hati dan dendam itu kepada Allah sendiri

    Akulturasi Kepemimpinan Transformasional Paulus dan Falsafah Pemimpin Negeri di Minahasa

    No full text
    Abstract. The encounter between religion and culture receives resistance as it is considered as the syncreticsm. Acculturation approach, however, offers alternative contribution to the tension of leadership with its cultural features. Paul transformational leadership and Minahasa leadership philosophy are two discussion materials that potentially could donate insight with acculturative construction. The research question that lead this work was how is Pauline transformational leadership and Minahasan leadership philosophy acculturative construction? This research attempted to see possibities that could be an alternative contribution to cultural and Christian leadership discussion. This research involved to leadership tension with qualitative and ethnography approach. Sources such as book, article, and academic essay were combined with field interview. In sum, collaboration between Paul transformational leadership and Minahasa leadership philosophy offers a new modification and construction perspective, a continuity leadership and dichotomous with solid cultural identity.Abstrak. Perjumpaan antara agama dan budaya menerima resistensi karena dianggap sebagai realisasi sinkretisme. Namun pendekatan akulturasi menawarkan alternatif yang kontributif bagi gejolak krisis kepemimpinan bercorak budaya. Konsep kepemimpinan transformasional Paulus dan falsafah kepemimpinan di Minahasa merupakan dua objek diskusi yang berpotensi menyumbangkan pemikiran baru jika dikonstruksikan secara akulturatif. Rumusan masalah yang menuntun penelitian ini adalah, bagaimana konstruksi akulturatif kepemimpinan transformasional Paulus dan falsafah kepemimpinan Minahasa? Penelitian ini mencoba untuk melihat kemungkinan  yang dapat menjadi kontribusi alternatif bagi diskusi kepemimpinan kultural dan Kristen. Penelitian ini mendekati problematika kepemimpinan dengan metode kualitatif dan etnografi. Sumber pustaka seperti buku, artikel dan naskah akademik lainnya dikombinasikan dengan hasil wawancara di lapangan. Sebagai hasilnya, kolaborasi konsep kepemimpinan transformasional Paulus dan falsafah kepemimpinan Minahasa menawarkan sebuah modifikasi dan konstruksi baru, kepemimpinan yang kontinuitas dan terdikotonomikan dengan identitas budaya yang kuat

    Melawan Ritual Pengurbanan Manusia: Kritik Naratif Kejadian 22:1-19 dari Perspektif Spiritualitas Pro Hidup

    No full text
    Abstract. The narrative of Genesis 22:1-19 has been the object of debate among Old Testament scholars. Even in this context, Genesis 22:1-19 is often used to legitimize actions that are not pro-life. Therefore, this paper aimed to reinterpret Genesis 22:1-19 using narrative criticism with a pro-life spirituality perspective. In this study, it was found that Genesis 22:1-19 narrative intends to emphasize the idea of pro-life, which was initiated by God. In the threat of religious rituals, God reveals His work of salvation. In the end, the pro-life idea in the Genesis 22:1-19 narrative can provide today’s inspiration in struggling for life for the entire creation.Abstrak. Narasi Kejadian 22:1-19 telah menjadi salah satu bahan perdebatan di kalangan ahli Perjanjian Lama. Bahkan, dalam konteks masa kini, teks tersebut sering dijadikan legitimasi terhadap tindakan yang tidak pro hidup. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan untuk menafsir kembali Kejadian 22:1-19 menggunakan kritik naratif dengan perspektif spiritualitas pro hidup. Dalam kajian ini ditemukan bahwa Kejadian 22:1-19 hendak mempertegas gagasan pro hidup, yang dipelopori oleh Allah. Di tengah-tengah ancaman ritual-ritual keagamaan, Allah menyatakan karya keselamatan-Nya. Pada akhirnya, gagasan pro hidup dalam narasi Kejadian 22:1-19 dapat memberikan inspirasi dalam konteks masa kini tentang pentingnya memperjuangkan hidup seluruh ciptaan

    Makna Belas Kasih Allah dalam Hidup Manusia Menurut Henri J. M. Nouwen

    No full text
    Abstract. This research focused on the meaning and significance of compassion in human life. In daily life compassion is often understood as being sympatic to the sufferings of the other. More or less described as a sentiment feeling. Yet compassion is more than sentimental attitudes and feelings. This research was conducted using Henri J. M. Nouwen thoughts on God's compassion. Through this research, it was understood that compassion means sharing deeply with the suffering of others, namely: crying with those who shed tears, being vulnerable with those who are fragile and laughing with those who laugh. However, this cannot be done individually as individuals but in togetherness as a community. In this community of love, our hearts and ears are more sensitive to suffering.Abstrak. Fokus penelitian ini adalah pada arti dan makna belas kasih dalam hidup manusia. Dalam hidup sehari-hari belas kasih sering dimengerti sebagai bersikap ramah terhadap penderitaan dunia. Kurang lebih digambarkan sebagai perasaan belas kasihan. Padahal belas kasih lebih dari sikap dan perasaan sentimental. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pemikiran Henri J. M. Nouwen Belas tentang belas kasih Allah. Melalui penelitian ini diperoleh makna bahwa belas kasih lebih berarti compassion, ikut merasakan secara mendalam dengan penderitaan sesama, yakni: menangis bersama mereka yang mencucurkan air mata, ringkih bersama mereka yang ringkih dan tertawa mereka yang tertawa. Namun hal tersebut tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri sebagai individu-individu tetapi dalam kebersamaan sebagai komunitas. Dalam komunitas kasih ini, hati dan telinga kita lebih peka dengan penderitaan

    Signifikansi Peran Roh Tuhan dalam Panggilan Ekologis dan Liberasi Manusia: Telaah atas Mazmur 104:30 dan Lukas 4:18-19

    No full text
    Abstract. This article wants to address the cosmic-ecological as well as socio-liberating aspects as the spectrum of what so-called pneumatology, in the sense a reflection of the work and role of the Spirit of the Lord. Discussion on the mythological sea powers and symbols in Psalm 104, discerned from the instrinsic aspect in ideological criticism, as well as the early proclamation of Jesus’ messianic work in Luke 4, read from the liberative lense, seems to refer to the same term: The Spirit of Lord as the dynamic. This kind of vision, in one way or another, presents to us a cosmotheandric understanding which copes all reality inherently as the active interaction of three parties: the world-cosmos, the Divine, and human.Abstrak. Artikel ini hendak menunjukkan bahwa ranah pneumatologis yang biasanya dianggap antropologis-devotif-personal, ternyata juga memuat gagasan ekologi-kosmis dan sosio-liberasi. Dua matra ini adalah spektrum dari kajian tentang peran dan karya Roh Tuhan. Kajian terhadap gegambaran kuasa, terutama dalam figur laut dan makhluk-makhluk mitologis dalam Mazmur 104 dari perspektif intrinsik dalam kritik ideologi, dan proklamasi karya perdana Yesus yang penuh daya dalam Injil Lukas 4 yang dibaca dari perspektif libertif, ternyata merujuk pada terma yang sama: Roh Tuhan sebagai dinamisator. Visi semacam ini menghadirkan suatu perspektif yang melihat seluruh realitas sebagai kesatuan kosmotheandrik yang merupakan interaksi koheren dari tiga pihak: dunia-kosmos, Yang Ilahi, dan manusia

    109

    full texts

    277

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇