Tesa Arsitektur, Journal of Architectural Discourses
Not a member yet
    108 research outputs found

    IDENTIFIKASI TRANSFORMASI SPASIAL PADA RUMAH-COFFEE SHOP DI KOTA PEKANBARU

    Full text link
    Budaya penikmat kopi di Kota Pekanbaru mengalami perkembangan pesat. Peningkatan budaya ini sejalan dengan peningkatan sebaran coffee shop sebagai wadah dan konsumsi kopi setiap tahunnya yang menjadi kebutuhan sosial serta gaya hidup masyarakat. Penetrasi sebaran coffee shop di kota Pekanbaru terjadi hingga ke dalam kawasan pemukiman. Hadirnya coffee shop di rumah mengakibatkan terjadinya perubahan spasial untuk memfasilitasi fungsi coffee shop tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ruang yang mengalami perubahan dan faktor penyebabnya, serta mengidentifikasi jenis hunian produktif yang terbentuk. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pengambilan data primer dengan observasi lapangan dan wawancara dilakukan kepada narasumber setiap unit amatan serta pengumpulan data sekunder dari buku, jurnal, laporan penelitian, dan sejenisnya. Analisis dilakukan berdasarkan penggambaran ulang denah serta identifikasi transformasi spasial yang terjadi. Hasil temuan menunjukkan ruang-ruang yang dominan mengalami transformasi spasial adalah garasi dan ruang tamu sebagai area bar dan indoor pengunjung serta teras dan taman sebagai outdoor pengunjung. Perubahan disebabkan karena faktor pemanfaatan ruang yang tidak sepenuhnya digunakan serta kedekatan ruang dengan area luar rumah. Kombinasi fungsi rumah-coffee shop pada penelitian ini dapat dikategorikan ke dalam tiga jenis hunian produktif yaitu tipe bercampur, tipe berimbang, dan tipe terpisa

    PEMENUHAN HUNIAN LAYAK DAN TERJANGKAU MILENIAL DI KOTA BANDUNG MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI PREFABRIKASI RISHA

    Full text link
    AbstractThe millennial generation often can't afford housing prices in urban areas. On the other hand, several studies have stated that the millennial generation prefers landed housing, considered healthier and more flexible. This research is essential to examine the potential application of RISHA prefabricated technology as a method of an economist, fast, and guaranteed safety to provide affordable landed housing in Bandung City. This study aims to identify housing criteria based on millennials' housing preferences. This study uses a deductive approach based on millennials' opinions. Then it compares it with related literature studies to predict the potential housing design development using RISHA prefabricated components. The results show that the RISHA prefabricated modular component has the potential to be built in the urban area of Bandung because it is suitable for millennials' housing preferences, both in terms of building design and millennial socio-economic characteristics. RISHA's prefabricated modular house design can support healthy and flexible residential design because of the flexibility of facade designs and adaptive module sizes for possible interior transformations. In addition, RISHA's prefabricated components can also reduce building construction costs as an alternative to providing affordable housing. However, RISHA's prefabricated modular components have limited module sizes and structural durability, limited to 1-2-story buildings that unfulfilled the preference for multi-story housing.Keywords: Millennials, affordable housing, RISHA Prefabrication AbstrakGenerasi milenial sering kali disebutkan tidak dapat menjangkau harga rumah di perkotaan. Di sisi lain, beberapa studi menyatakan bahwa terdapat kecenderungan preferensi perumahan generasi milenial terhadap hunian tapak yang dinilai lebih sehat dan fleksibel. Penelitian ini penting dilakukan untuk mengkaji potensi penerapan teknologi prefabrikasi RISHA sebagai metode membangun rumah yang ekonomis, cepat, dan terjamin keamanannya dalam upaya pemenuhan perumahan tapak yang layak dan terjangkau di Kota Bandung. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kriteria desain hunian yang diminati milenial di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif berdasarkan opini responden milenial kemudian dibandingkan dengan kajian literatur terkait untuk memprediksikan potensi pengembangan hunian milenial menggunakan komponen prefabrikasi RISHA. Hasil menunjukkan bahwa konsep rumah modular prefabrikasi RISHA memiliki potensi untuk dibangun di wilayah perkotaan Bandung karena secara umum memenuhi kriteria hunian yang diminati milenial, baik dari segi desain bangunan dan karakteristik sosio-ekonomi milenial. Desain rumah modular prefabrikasi RISHA dapat memenuhi kebutuhan desain hunian sehat dan fleksibel karena memungkinkan desain fasad yang variatif, serta ukuran modul adaptif terhadap kemungkinan transformasi ruang dalam. Selain itu, komponen prefabrikasi RISHA dapat menurunkan biaya konstruksi bangunan, sehingga dapat dijadikan alternatif pilihan hunian yang terjangkau bagi milenial. Namun, rumah modular prefabrikasi RISHA memiliki kekurangan dari segi ukuran modul yang terbatas, serta kemampuan daya tahan struktur yang terbatas pada bangunan 1-2 lantai, sehingga belum dapat memenuhi kriteria hunian yang berlantai banyak.Kata kunci: Milenial, hunian terjangkau, prefabrikasi RISH

    KAJIAN SEJARAH DAN DOKUMENTASI GEDUNG PERTEMUAN SMP DOMENICO SAVIO, KOTA SEMARANG

    Full text link
    AbstractThe history of Catholicism in the Dutch East Indies and Indonesia, especially in Java, is inseparable from the presence of educational institutions built by missionaries that have been established since the early 20th century. Those institutions have contributed to improving the Indonesian's quality of life, regardless of their religious background. Documentation of the architectural heritage related to them can support the historical significance of the Catholic church's contribution. This article was written based on architectural history research on the Domenico Savio Junior High School's Hall, conducted in 2021, to obtain historical information and documented the physical transformation of this building. The method used in this study is a historical research method supplemented by field observations and documentation. The results show that the hall had built in the late 19th century, was once used as a church, and has undergone several physical transformations. The output of this research can be used as a basis for preserving architecture and writing the history of the development of Catholicism in Java, especially in Semarang.Keywords: History of architecture, Semarang, Dutch Indies Architecture, SMP Domenico Savio AbstrakSejarah penyebaran agama Katolik di Hindia Belanda dan Indonesia, khususnya di Jawa, tidak terlepas dari hadirnya institusi pendidikan binaan misionaris yang telah berdiri sejak awal abad ke-20. Institusi pendidikan ini telah berkontribusi meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia terlepas dari latar belakang keagamaannya. Dokumentasi warisan arsitektur terkait institusi pendidikan ini dapat mendukung signifikansi sejarah kontribusi gereja Katolik tersebut. Artikel ini ditulis berdasarkan penelitian sejarah arsitektur atas Gedung Pertemuan SMP Domenico Savio yang dilakukan pada 2021 dengan tujuan mendapatkan informasi kesejarahan dan mendokumentasikan transformasi fisik gedung ini. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang dilengkapi dengan observasi dan dokumentasi lapangan. Berdasarkan kajian yang dilakukan, diketahui bahwa Gedung Pertemuan SMP Domenico Savio telah ada sejak akhir abad ke-19, pernah digunakan sebagai gereja, dan telah mengalami beberapa bentuk transformasi fisik. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar pelestarian arsitektur dan penulisan sejarah perkembangan agama Katolik di Jawa, khususnya di Semarang.Kata kunci: Sejarah Arsitektur, Semarang, Arsitektur Hindia Belanda, Gedung Pertemuan SMP Domenico Savi

    PENGARUH MODA TRANSPORTASI ONLINE TERHADAP RUANG PUBLIK PADA LINGKUNGAN PERKOTAAN DI KOTA GORONTALO (The Influence of Online Transportation Modes on Public Space in Urban Environments in Gorontalo City)

    Full text link
    Penggunaan moda transportasi umum semakin berkembang dari tahun ke tahun yang ditandai dengan munculnya ojek online yang semakin diminati dan menjadi kebutuhan di masa kini. Untuk menjemput penggunanya, pengemudi ojek online memanfaatkan faktor kedekatan dengan pengguna dengan menciptakan suatu titik kumpul. Permasalahan yang banyak ditemukan bahwa pengemudi ojek online kerap membuat titik kumpul dengan menggunakan ruang publik, bahkan mentransformasinya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh titik kumpul ojek online terhadap ruang publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan mendeskripsikan bagaimana bentuk, aktivitas, karakteristik, serta perubahan yang terjadi pada fenomena penggunaan ruang publik sebagai titik kumpul ojek online. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pada tiga titik kumpul ojek online di ruang publik pada area minimarket, pedestrian, dan taman kota/RTH memiliki pengaruh terhadap tipologi dan morfologi kota. Perubahan tipologi yang terjadi menyebabkan adanya penyalahgunaan fungsi ruang publik, struktur fisik, ketidakteraturan tata letak dan tata ruang kota pada ruang publik. Perubahan morfologi yang terjadi menyebabkan kemudahan aksesibilitas kepada pengguna jasa ojol, mengurangi beban lalu lintas, penggunaan ruang publik menjadi lebih hidup dan dinamis, serta memicu pertumbuhan sentra ekonomi lokal yang berdampak positif pada perkembangan kota. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan bagi pemerintah dan pihak terkait untuk mengembangkan kebijakan dan regulasi yang tepat mengenai bagaimana titik kumpul ojek online dapat mengubah ruang publik dan membantu mengarahkan perkembangan perkotaan yang inklusif dan berkelanjutan

    RUANG TERBUKA KAMPUNG KAPITAN SEBAGAI LINGKUNGAN CAGAR BUDAYA DENGAN PENDEKATAN PLACEMAKING

    Full text link
    Kawasan Cagar Budaya Kampung Kapitan merupakan destinasi wisata ruang terbuka publik yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dengan pelbagai aktivitas yang menimbulkan pandangan berbeda-beda baik dari segi kenyamanan, desain, interaksi, dan makna kawasan. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif yang menguraikan fenomena empiris pada aspek fungsi dan estetika, elemen-elemen ruang publik, keamanan, serta kenyamanan melalui pengamatan langsung kondisi Kampung Kapitan. Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis ruang terbuka di Kampung Kapitan sebagai lingkungan cagar budaya dengan pendekatan placemaking. Penelitian terdahulu mengungkapkan bahwa dengan adanya ruang terbuka memberikan pengaruh besar dari sisi kesejarahan, karakteristik ruang bermukim, bentuk bangunan, akulturasi budaya, potensi alam, dan daya tarik wisata terhadap kawasan cagar budaya. Hasil dari penelitian menginformasikan bahwa pengaruh dari aktivitas masyarakat menjadikan ruang tersebut sebagai tempat bersosialisasi, objek wisata, dan peranan penting terhadap makna kawasan Kampung Kapitan yang memberikan keunikan dari perkampungan yang ada di Palembang. Menindaklanjuti temuan pada penelitian ini dapat memberikan sudut pandang yang positif dan menarik mengenai lingkungan cagar budaya yang dilihat dari aspek ruang terbuka kawasan Kampung Kapitan agar makna dari karakteristik lingkungan dan bangunan dapat dipertahankan.

    KAJIAN KERUANGAN BERDASARKAN PERILAKU PENGUNJUNG TERKAIT UPAYA KONSERVASI PADA KAWASAN CANDI BOROBUDUR (Spatial Studies Based on Visitor’s Behavior Regarding Conservation Efforts in The Borobudur Temple Area)

    Full text link
    Kajian multidisiplin ini berfokus pada topik keruangan kawasan bersejarah (heritage) melalui bidang arsitektur, desain, dan budaya. Penelitian bertujuan menginvestigasi pola keruangan (spasial) ditinjau dari perilaku pengunjung pada kawasan bersejarah. Objek penelitian ini adalah Candi Borobudur, peninggalan Buddha terbesar di Indonesia yang terletak di lingkungan urban, serta merupakan tujuan wisata unggulan di Jawa Tengah. Banyak wisatawan yang datang mengunjungi situs ini dan berpotensi melakukan kontak fisik dengan artefak karena pengunjung pada dasarnya memiliki tujuan untuk memiliki pengalaman keruangan di sebuah kawasan heritage. Kontak dengan artefak berpotensi merusak objek bersejarah yang berusia ribuan tahun jika ada perilaku pengunjung yang tidak bertanggungjawab. Kajian keruangan terutama berfokus pada perilaku pengunjung pada struktur tubuh candi, terkait cara pengunjung melakukan kontak dengan candi, pada ruang fisik maupun non fisik candi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data melalui observasi di kawasan bersejarah dan kajian melalui kerangka teoritis perilaku keruangan dan model konservasi heritage melalui pola kunjungan yang diatur. Hasil penelitian meliputi perilaku keruangan pengunjung dipengaruhi oleh ruang-ruang candi secara konkrit (melalui dimensi, bentuk) maupun abstrak (melalui makna, ideologi) yang ditinjau dari perspektif keruangan pada struktur Candi Borobudur. Penelitian ini diharapkan berkontribusi pada pengembangan infrastruktur spasial dan konservasi heritage, terutama terkait ruang dan interaksi manusia

    PERUBAHAN ELEMEN ARSITEKTUR TIONGHOA DI KAWASAN PECINAN GLODOK

    Full text link
    AbstractChinese ethnic stepped on Batavia in the 14th century which then developed the economy with the Dutch VOC. The massacres in the 16th century, the existence of regulations restricting the movement of ethnic Chinese, until the riots in 1998 in the Glodok Chinatown area made their original territory abandoned by ethnic Chinese who experienced trauma so that there was no effort to preserve Chinese architecture in the area which resulted in its characteristics slowly disappearing. The West Jakarta government is seriouly concern about revitalizing the Glodok Chinatown area, so identification is needed to redefine the building with the image of Chinese architecture that once existed as the identity of the area. This study aims to find architectural elements of past and present buildings that are developing in the Glodok Chinatown area, as well as discovering changes in the shape of architectural elements that occur as a result of various events. This research begins by exploring the theory of Chinese architecture in Southeast Asia which is used as a comparison variable. The research process uses a comparative method, namely comparing elements of Chinese architecture in the past and present. This research produces a description of the changes that have occurred in past and present buildings in the Glodok Chinatown area. The conclusion is that there has been a change in architectural elements of the past and present into geometric shapes that are affected by various events that occurred and modernization in the Glodok Chinatown area.Keywords: Chinatown, Glodok, IdentityAbstrakEtnis Tionghoa menginjak Batavia sejak abad 14 yang kemudian mengembangkan perekonomian bersama VOC Belanda. Peristiwa pembantaian pada abad-16, adanya peraturan pembatasan gerak etnis Tionghoa, hingga kerusuhan pada 1998 di kawasan Pecinan Glodok membuat wilayah aslinya ditinggalkan oleh etnis Tionghoa yang mengalami trauma sehingga tidak ada upaya dalam pelestarian arsitektur Tionghoa di kawasan tersebut yang mengakibatkan ciri khasnya perlahan menghilang. Pemerintah Jakarta Barat serius untuk melakukan revitalisasi di kawasan Pecinan Glodok maka diperlukannya identifikasi agar dapat mendefinisikan kembali bangunan dengan citra arsitektur Tionghoa yang pernah ada sebagai identitas kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan elemen arsitektur bangunan masa lampau dan bangunan masa kini yang berkembang di kawasan Pecinan Glodok, serta menemukan perubahan bentuk elemen arsitektur yang terjadi akibat berbagai peristiwa. Penelitian ini diawali dengan menelusuri teori mengenai arsitektur Tionghoa di Asia Tenggara yang digunakan sebagai variabel pembanding. Proses penelitian menggunakan metode komparasi yakni membandingkan elemen arsitektur Tionghoa masa lampau dan masa kini. Penelitian ini menghasilkan deskripsi mengenai perubahan yang terjadi pada bangunan masa lampau dan masa kini di kawasan Pecinan Glodok. Simpulannya adalah terjadi perubahan elemen arsitektur masa lampau dan masa kini ke dalam bentuk geometris yang terdampak akibat berbagai peristiwa yang terjadi serta modernisasi dikawasan Pecinan Glodok.Kata kunci: Pecinan, Glodok, Identita

    INOVASI BENTANG MODUL STRUKTURAL UNTUK PENERAPAN TEKNOLOGI RUMAH INSTAN SEDERHANA SEHAT (RISHA) PADA KONSTRUKSI RUMAH SUSUN KAMPUNG DERET PETOGOGAN

    Full text link
    Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) adalah teknologi prapabrikasi beton yang awalnya dikembangkan untuk perumahan masyarakat berpenghasilan rendah di Indonesia. Penerapannya yang diperluas hingga ke konstruksi rumah susun Kampung Deret Petogogan di Jakarta menunjukkan bahwa RISHA ternyata belum mampu memfasilitasi seluruh aktivitas di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentang optimal modul struktural yang harus disediakan pada studi kasus ini dan mengkaji kesesuaian RISHA dalam memfasilitasi bentang optimal tersebut. Kajian kuantitatif akan dilakukan dalam bentuk simulasi untuk setiap dimensi ruang di Kampung Deret Petogogan berdasarkan beberapa parameter yaitu organisasi ruang, relasi antar ruang, dan standar dimensi ruang. Agar RISHA dapat digunakan dengan baik, penataan ruang pada Kampung Deret Petogogan masih perlu diperbaiki, demikian pula dengan hubungan antar ruang dan juga ukuran standar ruangnya. Selanjutnya, hanya tiga ukuran bentang, yaitu 1,8 m, 2,7 m, dan 2,9 m yang dapat diakomodasi oleh RISHA saat ini, sedangkan bentang lain dengan ukuran 3,3 m dan 3,6 m masih perlu dikembangkan untuk kepentingan proyek serupa di masa mendatan

    Korelasi Antara Pagar Rumah Tinggal Dengan Aktivitas Ruang Publik di Perumahan Mlaten, Semarang

    Full text link
    Perumahan Mlaten merupakan perumahan yang memiliki nilai historis dalam perkembangan perumahan di Kota Semarang. Saat ini, kondisi perumahan khususnya unit – unit huniannya sudah jauh berbeda dari kondisi awal. Warga mengembangkan unit huniannya dan sebagian besar menambahkan pagar rumah, yang dahulu tidak ada dalam desain awal perumahan. Pagar rumah merupakan tanda batas antara area public dan area privat yaitu antara jalan / taman umum dengan rumah tinggal. Keberadaan pagar untuk melindungi area privat tersebut. Di sisi lain, aktivtias warga lingkungan perumahan Mlaten khususnya di Jalan Serayu memanfaatkan ruang publik. Ada dugaan bahwa ada hubungan antara pagar rumah tinggal dengan pemanfaatan ruang publik, khususnya yang berada di sekitarnya. Tujuan dari penelitan ini mengidentifikasi bentuk pagar rumah tinggal dan aktivitas ruang publik yang ada di sekitarnya, serta mengidentifikasi korelasi keberadaan pagar dengan aktivitas yang dilakukan di ruang public. Manfaat dari penelitian ini adalah pemahaman permasalahan lingkungan perumahan dengan rumah-rumah yang berpagar khususnya di Jalan Serayu agar dapat menjadi masukan untuk penataan kampung, dimana perumahan Mlaten yang perkembangannya saat ini menjadi lingkungan yang padat. Metoda penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaitu melakukan pengamatan, merekam gambar dan pengukuran dari bentuk pagar rumah tinggal dan aktivitas yang ada di ruang publik. Hasil dari penelitian ini berupa gambaran korelasi keberadaan pagar rumah tinggal dengan aktivitas ruang public yang ada di sekitarnya

    ASPEK PEMILIHAN RUANG KERJA PADA HUNIAN UNTUK WORK FROM HOME (WFH) DI ERA PANDEMI COVID-19

    Full text link
    Abstract A suggestion to do work at home or known as working from home/WFH has become a new habit for some of the workers in the pandemic Covid-19 era. This new habit makes publics to do some adjustments due to changes of their activities in their house, such as choosing a space to work at home. This study aims to determine what space do people choose for working and what factors and aspects that makes them choose the workspace. This study is using grounded theory approach and qualitative explorative. Data collected using online questionnaire with open-ended question and the sample is chosen with purposive sampling with the criteria people who is/was working from home. Data analysis process in three steps, such as open coding, axial coding, and selective coding. The results show that there are three architectural aspects in choosing workspace at home, such as space and physical aspects, functional aspects, and psychological aspect. This research can be applied in designing workspace at home especially in this pandemic era.Keywords: room module, working, WFH, pandemic Covid-19 AbstrakAnjuran bekerja dari rumah atau working from home (WFH) menjadi kebiasaan baru bagi masyarakat di era pandemi Covid-19. Hal ini mendorong para pekerja melakukan penyesuaian karena adanya perubahan aktifitas pada hunian, salah satunya menentukan ruang untuk bekerja di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemilihan ruang pada hunian untuk bekerja dan aspek-aspek yang mempengaruhi pemilihan ruang tersebut. Penelitian dilakukan dengan pendekatan grounded theory dengan metode kualitatif bersifat eksploratif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring yang bersifat terbuka dengan pemilihan sampel secara purposive sampling dengan kriteria pekerja yang pernah atau sedang menerapkan working from home. Proses analisis data dilakukan dengan tiga tahap yaitu open coding, axial coding, dan selective coding. Temuan menunjukkan ada tiga aspek arsitektural dalam pemilihan ruang untuk bekerja di hunian, antara lain aspek spasial dan fisik, aspek fungsional, dan aspek psikologis. Diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi praktisi arsitektur dalam merancang ruang kerja pada hunian di era pandemi.Kata kunci: aspek, ruang kerja, working from home, pandem

    97

    full texts

    108

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tesa Arsitektur, Journal of Architectural Discourses
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇