Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah
Not a member yet
282 research outputs found
Sort by
Rehabilitasi Pasca Tambang Andesit Di Kabupaten Mempawah
Peniraman Village, which is located in Sui Pinyuh District, Mempawah Regency, is a suitable area for andesite mining. The existence of PT. Sulenco Wibawa Perkasa, which is an andesite mining company that operates in Peniraman Village, allows for hazards and risks to the environment. This study aims to find out (1) What are the hazards and risks due to mining activities on environmental pollution, and (2) how efforts to control the hazards and risks from mining activities based on the SWOT analysis method. The method used in this study is quantitative-qualitative (Mix methods) which is presented with a descriptive method using the application of SWOT analysis. Data was collected from primary and secondary data, primary data was obtained from interviews, observation, and documentation while secondary data was obtained from supporting literature, government regulation No 22 of 2021, and UKL-UPL. The results of the analysis show that mining activities at PT. Sulenco Biwaba Perkasa still uses traditional tools. Impacts that have the potential to occur due to mining activities in the form of air pollution due to material mobilization, construction of supporting facilities and infrastructure, damage to primary road access due to transportation activities, and contamination of surface water due to land clearing and mining operation
Perencanaan Sistem Pengolahan Air Limbah Di Taman Nasional Gunung Palung
Taman nasional memiliki kawasan yang menjadi objek wisata yang akan menarik pengunjung dan harus tetap menjaga kondisi lingkungan, salah satu cara yang harus di terapkan dengan memiliki sarana toilet yang memadai dengan sistem pengolahan air limbah. Tujuan dari perencanaan ini ialah merencanakan sistem pengolahan air limbah di Taman Nasional Gunung Palung, merencanakan penampungan air bersih, toilet portabel, dan unit pengelolaan air limbah menggunakan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan di taman nasional dan mengutamakan kemudahan mobilitas dan perakitan, merencanakan Rancangan Anggaran Biaya sistem pengolahan air limbah dilokasi taman nasional. Perencanaan ini dilakukan pada Taman Nasional Gunung Palung di kawasan Objek Daya Tarik Wisata Laman Besolek. Perencanaan diawali dengan penentuan debit air bersih dan air limbah dilanjutkan dengan perencanaan bangunan toilet dan alat saniter menurut asosiasi toilet Indonesia, dan tangki septik dengan pengolahan lanjutan upflow filter sesuai SNI 2398:2017 . Dimensi rencana digambar dan dilakukan analisis perhitungan rencana anggaran biaya. Hasil perencanaan didapat dua bilik toilet dengan satu bilik wastafel, dan tangki septik dengan pengolahan lanjutan upflow filter dengan dimensi Panjang 3,09 m Lebar 1,10 m Tinggi 3,34 m. Biaya yang dibutuhkan untuk perencanaan ini adalah Rp 24.664.000,00. Jika perencanaan ini direalisasikan dapat mengurangi pencemaran di kawasan wisata taman nasional
Pengaruh Jarak Saluran Drainase Terhadap Suhu Dan Kelembaban Tanah Di Desa Teluk Empening Kecamatan Terentang Kabupaten Kubu Raya
Changes in land use in Teluk Empening have an impact on recovering infiltration capacity, loss of land cover, forest fires and drainage of peatlands, which can affect the climate. This research was conducted to determine the effect of drainage channels on the microclimate in rubber fields. The Mann Whitney test was carried out with the results that it can be concluded that there is no significant difference between the distance of the drainage canal and the high groundwater table in peatlands designated for rubber fields. Measurement of soil temperature and moisture showed that the temperature of the rubber plantation is close to drainage then the soil moisture is dry and if the measurement is far from drainage it indicates wet soil moisture. The ground water level obtained ranges from 29 – 64.5 cm which is influenced by the tides of the drainage channel in the morning and evening. At a distance of 20 m from the drainage canal, the groundwater level is higher than the measurements made at a distance of 100 m. This shows that the existence of drainage has a direct impact on changes in suhu and temperature of the soi
INOVASI ALAT PENGOLAHAN AIR BERBASIS PORTABLE UNTUK AIR SUMUR GALI MENJADI AIR BERSIH
Tingginya kebutuhan air dan minimnya sumber air yang disediakan oleh pemerintah (PDAM) tentu membuat sebagian penduduk yang tidak tecapai oleh PDAM mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Salah satu alternatif mencari air adalah dengan menggali sumur atau air sumur gali. Air sumur gali merupakan air sumur yang sering dipergunakan bagi masyarakat kecil dan rumah-rumah perorangan. Air sumur gali tentu mempunyai karakteristik tak sebaik air PDAM sehingga sebelum digunakan sebaiknya diolah terlebih dahulu. Jika digunakan tanpa diolah, air dapat menimbulkan dampak negatif pada kesehatan manusia. Tujuan yang terdapat dalam penelitian ini adalah merancang alat portable untuk mengolah air sumur gali menjadi air bersih. Mengetahui efektivitas alat utuk memperbaiki kualitas air seperti kandungan besi (Fe), warna, pH, dan TDS pada air. Hasil uji Parameter pH menggunakan pH meter menunjukkan bahwa ada peningkatan pH pada air dari 6,1 menjadi 6,8 dan besi (Fe) menunjukkan penurunan pada air pada 5,31 mg/l menjadi 0,06 mg/l
ANALISIS KETERKAITAN KARAKTERISTIK MASYARAKAT DENGAN POLA KESADARAN MASYARAKAT DALAM PENGURANGAN PENGGUNAAN KANTONG PLASTIK DI KECAMATAN KENJERAN KOTA SURABAYA
Permasalahan sampah menduduki peranan penting dalam problematika pencemaran lingkungan di Indonesia. Terlebih lagi, dengan kemajuan teknologi, manusia dihadapkan pada permasalahan sampah plastik yang carut marut. Kota Surabaya dengan jumlah penduduk terbesar kedua setelah Jakarta, mempunyai permasalahan termasuk kota dengan persampahan plastik. Melalui Peraturan Walikota No 16 Tahun 2022 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik, pemerintah Kota Surabaya berusaha menekan sampah yang masuk ke TPA atau Tempat Pemrosesan Akhir. Peraturan diberlakukan untuk retail, swalayan, restoran, dan pasar tradisional. Terkait hal tersebut, perlu diketahui keterkaitan karakteristik masyarakat dengan pola kesadaran masyarakat terhadap pengunaan kantong plastik di kecamatan Kenjeran Kota Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karaktristik masyarakat berupa faktor usia, pendidikan, jenis kelamin, dan penghasilan berkorelasi dengan pola kesadaran masyarakat yang terdiri dari faktor pengetahuan, sikap, perilaku, kepedulian, dan partisipasi. Dengan demikian, program peningkatan kesadaran pada masyarakat untuk pengurangan penggunaan kantong plastik di Surabaya dirancang dengan memperhatikan faktor-faktor tersebu
Optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum Dengan Menerapkan District Meter Area Pada Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kencana Kabupaten Jombang
Air minum menjadi kebutuhan dasar dan hak masyarakat yang wajib dipenuhi oleh pemerintah. Penyediaan air minum yang layak sesuai dengan standar baku mutu yang telah ditetapkan pemerintah tertuang dalam PERMENKES No. 492 Tahun 2019 tentang persyaratan kualitas air minum. Tulisan ini membahas sebagian hasil studi yang dilakukan untuk mengkaji tekanan sistem jaringan perpipaan distribusi air minum di PERUMDAM Tirta Kencana Kabupaten Jombang serta pelayanan distribusi air yang belum merata sesuai dengan kondisi eksisting jaringan perpipaan yang masih interkoneksi sehingga masih belum bisa memetakan arah aliran air dan jumlah debit pada daerah tertentu serta menerapkan DMA.Metode yang digunakan untuk mengatur tekanan air pada pelanggan dapat disimulasikan menggunakan analisis software EPANET 2.2 dengan perhitungan berkala selama kurun waktu 24 jam. Pembahasan dilakukan dengan mangambil studi kasus di 3 sumber air yang dimiliki PERUMDAM Tirta Kencana Kabupaten Jombang dengan kondisi eksisting sistem jaringan perpipaan yang masih interkoneksi dengan menerapkan Distric Meter Area (DMA).Setelah permodelan dengan epanet 2.2 disimulasikan akan mendapatkan hasil simulasi yang optimal umtuk digunakan sebagai acuan dalam membentuk DMA sebagai uapaya mengoptimalkan sistem jaringan perpipaan eksisting
Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Minum Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat
Kecamatan Menyuke belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA Minum). Sedangkan kebutuhan air minum masyarakat Kecamatan Menyuke, semakin meningkat dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, perlu dilakukan perencanaan instalasi pengolahan air minum di Kecamatan Menyuke dalam kurun waktu 5 tahun ke depan (2022-2026). Air baku yang digunakan berasal dari mata air Gunung Seraung. Hasil yang diperoleh dari pengujian sumber mata air Gunung Seraung telah memenuhi baku mutu air kelas I berdasarkan PP No 22 Tahun 2021 dimana peruntukannya dapat digunakan untuk air baku air minum, dan/atau peruntukan lain. Pengelolaan air minum yang direncanakan berfokus pada kapasitas perencanaan bangunan broncaptering atau bangunan penangkap dan pengumpul air baku . Kebutuhan air minum di Kecamatan Menyuke sampai tahun 2026 adalah 4,47 l/det. Jenis dan tipe broncaptering yang digunakan adalah jenis pemompaan. Dimensi broncaptering yang direncanakan berdasarkan kebutuhan air Kecamatan Menyuke 2026 adalah 3 m x 1,66 m x 1,5 m dengan kapasitas broncaptering 4.023 l/de
Pemanfaatan Limbah Plastik Daur Ulang dari Polietilen Tereftalat (PET) Sebagai Bahan Tambahan dalam Pembuatan Nanokomposit, Semen Mortar, dan Aspal: Review
Plastik merupakan limbah yang banyak ditemukan di setiap tempat dan jumlahnya selalu meningkat setiap tahunnya. Salah satu bahan yang biasanya digunakan dalam pembuatan plastik adalah Polietilen Tereftalat (PET). Meskipun PET sangat berguna dan berkontribusi pada kehidupan sehari-hari, keberadaan limbahnya di lingkungan sekitar akan menimbulkan masalah serius karena produk akhir yang diperoleh dari PET membutuhkan waktu sekitar 300–450 tahun untuk terurai secara alami. Pada review ini akan dibahas pemanfaatan limbah PET sebagai bahan tambahan dalam pembuatan nanokomposit, semen mortar, dan juga aspal. Penambahan limbah PET (rPET) dalam pembuatan nanokomposit dapat meningkatkan nilai dari konduktivitas termal (GNPs), stabilitas termal (CATAS, GNPs), modulus penyimpanan (CATAS, GNPs), kekuatan tarik dan kekerasan (CNTs). Dalam pembuatan semen mortar, penambahan limbah PET dapat meningkatkan flowability secara signifikan dengan meningkatkan persentase jumlah limbah plastik PET. Penambahan limbah PET ke dalam campuran aspal sebagai pengganti agregat halus menunjukkan peningkatan terhadap sifat mekanik aspal, ketahanan terhadap deformasi rutting, dan kelelahan pada aspal
Studi Evaluasi Sistem Pengelolaan Sampah Pasar Remu Kota Sorong Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 19-2454-2002
Pasar tradisional tidak terlepas dengan persoalan sampah. Hingga saat ini, produksi sampah pasar masih belum terselesaikan dan sangat sulit untuk menanganinya. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem pengelolaan sampah pasar Remu Kota Sorong. Studi ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif, tanpa pengujian statistik, kemudian disajika dalam bentuk tulisan dan tabel yang mengacu pada SNI 19 2454 2002. Hasil penelitian menunjukan bahwa evaluasi sistem pengelolaan sampah Pasar Remu Kota Sorong belum sesuai kriteria SNI 19-2454-2002. Hal ini dapat ditinjau dari pewadahan ( tercampurnya sampah organik dan anorganik), pengumpulan (pengumpulan sampah tidak dilakukan sesuai dengan pola individual tidak langsung dan pola komunal), Pemindahan (pemidahan dilakukan secara manual), pengangkutan (pola pengangkutan belum terlaksana dengan baik juga peralatan pengangkutan sampah belum dilengkapi sesuai standar SNI), pengelolaan (sampah belum didaur ulang dan dipisahkan sesuai jenis sampah), dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) (Tempat Pembuangan Akhir dilaksanakan di TPA Makbon Kota Sorog dan memiliki sistem sanitary landfiil, namun belum dioperasikan dengan baik)