Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah
Not a member yet
    282 research outputs found

    Identifikasi Derajat Kematangan Gambut Kedalaman 0-100 cm Lahan Perkebunan Kelapa Sawit Kabupaten Kubu Raya

    Full text link
    Penerapan sistem drainase pada lahan gambut pada perkebunan kelapa sawit belum mengadopsi prinsip konservasi. Penggunaan pupuk yang tidak tepat dapat menyebabkan pembusukan gambut secara cepat. Pemahaman terhadap perubahan sifat gambut diperlukan untuk menentukan pendekatan yang tepat dalam menentukan degradasi gambut. Penelitian ini mencari metode survei tanah menggunakan bor Eijkelkamp pada perkebunan kelapa sawit Perusahaan Mitra Aneka Rezeki yang terletak di Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya, Indonesia. Investigasi karakteristik gambut dilakukan pada delapan satuan lahan yang ditentukan berdasarkan umur kelapa sawit 3, 4, 5, dan 8 tahun, serta hutan gambut yang letaknya berdekatan dengan perkebunan sebagai perbandingan. Sampel gambut pada satuan lahan dan hutan gambut dikumpulkan pada setiap kedalaman 50 cm hingga substratum. Parameter bahan organik, berat jenis, C organik, N total, pH-H2O, pH-KCl, dan asam humat secara komposit dianalisis di laboratorium tanah. Analisis statistik uji T dilakukan dengan tingkat kepercayaan 5% untuk mengetahui perbedaan karakteristik gambut antara kedalaman 0-100 cm dan di bawah 100 cm, serta antara hutan gambut dan 8 unit lahan pada kedalaman yang sama. Penanaman kelapa sawit di lahan gambut menyebabkan perubahan sifat gambut secara bertahap dan terutama terjadi pada lapisan gambut bagian atas (0-100 cm), sedangkan lapisan yang lebih dalam relatif tidak berubah. Perubahan besar sifat gambut pada perkebunan kelapa sawit terindikasi dimulai pada lahan pohon kelapa sawit berumur 5 tahu

    Kajian Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Gaia Bumi Raya City Mall

    Full text link
    Gaia Bumi Raya City Mall merupakan mall yang ada di Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat. Gaia Mall sudah memiliki IPAL. Permasalahan yang dihadapi yaitu kualitas air limbah yang telah diolah masih melebihi baku mutu. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengevaluasi IPAL Gaia Mall sehingga bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk perbaikan IPAL. Evaluasi kinerja melibatkan pengujian sampel, membandingkan IPAL eksisting dengan kriteria desain, dan perhitungan efisiensi penyisihan. Berdasarkan hasil evaluasi terdapat beberapa kriteria desain unit pengolahan seperti Hydraulic Retention Time (HRT), Overflow Rate (OFR) belum sesuai standar namun efisiensi removal parameter sudah baik. Adapun efisiensi removal parameter BOD, COD dan TSS masing-masing adalah 92,90%, 90,78% dan 99,68% dengan nilai inlet BOD, COD dan TSS masing-masing 503 mg/l, 1.081 mg/l dan 1.260 mg/l, dan nilai outlet parameter BOD, COD dan TSS masing-masing yaitu 35,7 mg/l, 99,6 mg/l dan 3,95 mg/l. HRT yang tidak sesuai standar akan mempengaruhi penyisihan parameter pencemar. Nilai HRT dan OFR belum sesuai standar karena debit dan dimensi bak yang tidak memenuhi syarat. Pemeliharaan IPAL yang kurang juga menjadi penyebab rendahnya kinerja IPAL. Pemeliharaan IPAL secara rutin, melakukan pengurasan, dan penambahan debit akan meningkatkan kinerja IPAL

    Analisis Penyediaan Air Bersih Di FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Universitas Tanjungpura Pontianak

    Full text link
    Until now, the level of efficiency has not been analyzed for the provision of clean water in the area of the Faculty of Teacher Training and Education, Tanjungpura University, Pontianak. The need for clean water has increased every year because the needs issued to each person at the Faculty of Teacher Training and Education, University of Tanjungpura Pontianak are not certain. Therefore, it is very important to analyze whether the availability of water in each building of the Teaching and Education Faculty of Tanjungpura Pontianak University can still be fulfilled because from time to time there will always be changes in the amount of clean water used. In the final project, it is predicted that the need for clean water for the Teaching and Education Faculty of Tanjungpura University Pontianak in 2023 is also taken, and data is taken on the use of clean water for one month working days from March to April 2023. Observations on 3 meters in the Education Area Faculty of Teacher Training and Education, University of Tanjungpura, Pontianak, that the amount of clean water used is 90.37 m3/month. Then an analysis of the need for clean water was carried out in the Teaching and Education Faculty of Tanjungpura Pontianak University, both in the building sector and the total users of clean water in the area. The total users of clean water is 541.6. The results of the study found that the effectiveness of each zone was different, the amount of clean water used was less than the predicted amount of water needed, so it could be concluded that the provision of clean water at the Teaching and Education Faculty of Tanjungpura University in 2023 was not effective

    Kombinasi Aerasi Venturi-Filtrasi dalam Pengolahan Air Sumur Bor Menjadi Air Bersih

    Full text link
    Ketersediaan air bersih sangat penting guna memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Namun, terdapat beberapa daerah yang belum mendapatkan akses air bersih, sehingga masyarakat umumnya akan menggunakan air sumur bor. Kualitas air sumur bor bergantung pada kondisi lingkungan dan sistem akifer tanah air yang masih belum memenuhi syarat air bersih menurut Permenkes Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2017. Air sumur bor ini memiliki kandungan besi (Fe) yang tinggi sehingga air berbau, berwarna keruh, dan pada wadah akan menimbulkan bercak kuning kecoklatan setelah beberapa saat kontak dengan udara. Oleh karena itu dibuatlah alat pengolahan air secara aplikatif dengan sistem kombinasi aerasi venturi dan filtrasi dengan media saringan pasir silika dan zeolit. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kemampuan alat dalam memperbaiki kualitas air sumur bor dari segi parameter besi (Fe) menjadi air bersih agar memenuhi syarat yang diperbolehkan. Hasil penelitian didapatkan bahwa kadar besi sebelum pengolahan 0,64 mgL-1 dan sesudah pengolahan 0,13 mgL-1 sehingga presentase penurunan kadar besi (Fe) sebesar 79,69 %

    Pengomposan Sampah Organik di TPA Air Dingin Kota Padang: Potensi Ekonomi dan Manfaat Lingkungan

    Full text link
    Kota Padang adalah salah satu kota yang memiliki pertumbuhan populasi dan aktivitas masyarakat yang cukup tinggi. Hal ini menyebabkan jumlah timbulan sampah meningkat dan TPA Air Dingin Kota Padang diprediksi penuh sebelum waktunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi ekonomi dari produksi dan pemanfaatan kompos di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Air dingin Kota Padang. Metode penelitian yang digunakan adalah studi lapangan dan wawancara serta studi literatur untuk pengumpulan data primer dan sekunder. Setelah itu data di analisis untuk evaluasi, analisis pasar, dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pengurangan sampah di TPA Air Dingin Kota Padang dilakukan dengan cara pengomposan. Proses ini dimulai dari masuknya sampah ke TPA, penimbangan, penyortiran, pengomposan, pengemasan dan pemanfaatan. Luas lahan yang dibutuhkan untuk sampah organik sebesar 20 ton/hari yaitu sekitar 1200 m2. Jika kompos yang dihasilkan oleh TPA dijual belikan maka didapatkan penjualan 5 – 36 juta rupiah/bulannya. Pendapatan ini dapat digunakan untuk meningkatkan infrastruktur dan layanan di TPA, termasuk dalam bidang pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan

    Screening Awal Potensi Bahan Galian Industri di Kalimantan Barat sebagai Bahan Pembuatan Panel Surya

    Full text link
    Pemanfaatan energi terbarukan untuk mereduksi penggunaan energi fosil saat ini menjadi perhatian penting di seluruh dunia. Salah satu energi terbarukan yang memiliki potensi cukup besar adalah energi surya. Dalam energi surya, radiasi matahari diubah menjadi arus listrik dengan menggunakan panel surya yang bahan bakunya terbuat dari bahan semikonduktor. Bahan semikonduktor yang biasa digunakan dan mudah diperoleh adalah silikon dalam bentuk senyawa silika (SiO2) pada mineral kuarsa. Indonesia memiliki potensi mineral kuarsa yang melimpah. Namun, pemanfaatan mineral tersebut sebagai bahan baku panel surya masih belum terlalu masif. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk melakukan screening awal dan mengetahui potensi bahan galian (pasir kuarsa dan kaolin) dari beberapa daerah di Kalimantan Barat (Mempawah, Singkawang, dan Bengkayang) serta mengetahui kelayakannya sebagai bahan baku panel surya. Dalam penelitian ini, telah dilakukan pengambilan sampel dari beberapa daerah di Kalimantan Barat. Sampel tersebut kemudian dipreparasi dan dianalisis dengan metode XRF, untuk diperoleh karakteristiknya untuk dibandingkan dengan kriteria pasir kuarsa sebagai bahan pembuatan panel surya. Berdasarkan hasil analisis, pasir kuarsa dari beberapa daerah di Kalimantan Barat berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan pembuatan panel surya sebab memiliki kandungan SiO2 yang cukup tinggi (70-90%). Sampel pasir kuarsa belum memenuhi kriteria sebagai bahan baku panel surya. Perlu dilakukan usaha pemurnian untuk meningkatkan kadar SiO2 dan menurunkan kadar Fe2O3, TiO2, dan Al2O3

    Pemanfaatan Daun Nanas Sebagai Biosorben Untuk Perbaikan Kualitas Air Gambut

    Full text link
    Daun nanas mengandung antara lain Selulosa, lignin, pektin, lemak, wax, abu, dan zat-zat lain (protein dan asam organik). Kandungan selulosa dalam daun nanas berkisar 70% - 80% yang mampu dijadikan biosorben untuk menyerap logam berat. Air gambut Desa Rasau Jaya Dusun Banjar Rejo memiliki karakteristik fisik bewarna coklat kemerahan dan bau. Tujuan penelitian ini untuk memperbaiki kualitas air gambut Desa Rasau Jaya Dua Dusun Banjar Rejo dengan memanfaatkan daun nanas sebagai biosorben alami.. Penelitian berskala laboratorium menggunakan jartest dengan sistem batch. Hasil uji air gambut Dusun Banjar Rejo berwarna merah kecoklatan 696 Pt-Co Unit (baku mutu: 15 Pt-Co Unit), pH sebesar 4,2 (baku mutu: 6-9), besi (Fe) sebesar 8,6 mg/L (baku mutu: 0,3 mg/L) dan kandungan zat organik (KMnO4) sebesar 139 mg/L(baku mutu: 10 mg/L). Pengolahan daun nanas menjadi biosorben dengan cara dehidrasi, karbonasi dan aktivasi. Proses aktivasi menggunakan larutan HCl 0,1 selama 24 jam. Biosorben yang dihasilkan bagian yang hilang pemanasan 950ºC, kadar air, kadar abu, kadar volatil, daya serap iodin, karbon aktif murni, kerapatan jenis curah dan lolos mesh 325 masing-masing yaitu 90,879%, 6,0056%, 9,066%, 85,178%, 582,125 mg/g, 0,055%, 0,434 g/ml dan 9,524%. Kapasitas adsorpsi rata-rata pH, warna, besi dan zat organik (KMnO4) pada biosorben teraktivasi HCl 0,1 M masing-masing sebesar 3,21 mg/g, 351,2 mg/g, 7,18 mg/g dan 23,2 mg/g, mengikuti model isoterm adsorpsi freundlich dengan nilai R2 masing-masing sebesar 1, 0,9997, 0,9991 dan 0,9997

    Pengaruh Aktivitas Budaya Keramba Jaring Apung Terhadap Kualitas Air Sungai Mempawah

    Full text link
    The Mempawah River is a water source used by the people of Mempawah Regency and plays an important role in supporting life. One of the community activities as a means of livelihood is fishing activities, namely fish cultivation. Effluent or waste from cultivation activities goes directly into the river body. This causes the entry of polluted materials such as organic materials originating from feed remains, feces and fish urine into the river body and can affect river water quality parameters. Increasing the concentration of organic matter in water can have an impact on reducing water quality. One of them is increasing BOD concentration. This research aims to determine the BOD concentration in waters, calculate the pollution load. The results of the research show that there is a BOD concentration value that is above the class II river water quality standard according to Government Regulation Number 22 of 2021

    Kandungan Merkuri Pada Ikan Air Tawar Dan Resiko Bagi Kesehatan Masyarakat Di Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah

    Full text link
    Penelitian ini dilaksakan pada bulan Oktober 2023 di Pasar Besar Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah dengan tujuan untuk mengetahui kandungan merkuri dalam daging ikan patin, nila dan baung dan mengetahui resiko kesehatan akibat mengkonsumsi ikan yang terkontaminasi oleh merkuri. Sampel ikan masing-masing berjumlah 6 (enam) ekor yang dibeli dari penjual ikan dipasar yang berbeda. Analisis kandungan merkuri dalam daging ikan dilakukan di Laboratorium Balai Penerapan Mutu Hasil Perikanan, Banjarbaru-Kalimantan Selatan dengan mengirimkan sampel ikan secara utuh dan seluruh proses persiapan hingga annalisis dilakukan oleh laboratorium tersebut. Berdasarkan hasil analisis, kandungan merkuri dalam ikan patin dan nila dibawah LOD yaitu kurang dari 0,0225 mg/kg, sedangkan kandungan merkuri dalam daging ikan baung (untuk lima sampel) rata-rata adalah 0,216 mg/kg. Dengan menggunakan nilai kandungan merkuri yang terdapat dalam daging ikan baung, maka jumlah asupan merkuri yang masuk ke dalam tubuh adalah sebesar 0,0021 mg/kg/hari. Berdasarkan jumlah asupan merkuri yang masuk dalam tubuh tersebut, Hazard Index (HI) dapat dihitung. HI > 1 yaitu 20,73, yang berarti bahwa konsumsi ikan baung yang mengandung merkuri tersebut dapat berdampak terhadap kesehatan

    Daftar Isi Volume 12 Nomor 4 : Oktober 2024

    Full text link
    Daftar Isi Volume 12 Nomor 4 : Oktober 202

    253

    full texts

    282

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇