Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah
Not a member yet
282 research outputs found
Sort by
Perencanaan Jaringan Pipa Distribusi Air Minum di Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat
Kecamatan Segedong yang terletak di Kabupaten Mempawah mengalami pertambahan penduduk seiring perkembangan waktu sehingga menyebabkan terjadinya peningkatan kebutuhan air minum. Kecamatan Segedong sudah memiliki jaringan distribusi air, namun belum mampu melayani 100% penduduknya sehingga perlu dilakukan perencanaan jaringan distribusi air minum. Perencanaan ini dilakukan untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan air minum dengan pelayanan 100% masyarakat Kecamatan Segedong hingga tahun 2035. Perencanaan dilakukan dengan mendapatkan data proyeksi penduduk lalu hasil proyeksi tersebut digunakan untuk menghitung total kebutuhan air menggunakan perbandingan 70% sambungan rumah dan 30% pada hidran umum untuk kebutuhan domestik. Hasil total kebutuhan air digunakan untuk mendesain jaringan pipa distribusi dengan simulasi di EPANET. Kebutuhan jam puncak pada tahun 2035 sebesar 76,05 l/s digunakan sebagai dasar perencanaan. Simulasi EPANET menghasilkan tekanan air yang berada pada rentang 5,17 m hingga 84,84 m pada 169 titik, dan kecepatan aliran air berada pada rentang 0,3 m/s hingga 2,07 m/s. Simulasi EPANET dilakukan dengan menggunakan jenis pipa HDPE berdiameter 225 mm sepanjang 44 km dan 100 mm sepanjang 83 km. Terdapat dua stasiun booster dan 85 buah hidran umum yang tersebar pada 17 titik di Kecamatan Segedong. Perencanaan ini menghasilkan rencana anggaran biaya sebesar Rp. 74.407.020.182
Motor Pompa DC Sebagai Mesin Alat Pengaduk Pada Proses Koagulasi
Jalan Purnama II in South Pontianak District to meet the needs of MCK, peat groundwater is used as the source of water. The study area's peat water quality measures pH 6.04, turbidity 10.54 NTU, colour > 500 TCU, and organic matter 322 mg/L. Water quality does not meet Permenkes No.32 Tahun 2017 and Permenkes No.2 Tahun 2023 quality standards. The study's goal is to determine the quality of raw water before and after processing, as well as the effect of time on coagulant mixing results. A mechanical stirring machine with a 12-volt DC pump motor spinning at 3000 rpm and a rod length of 60 cm speeds up the process of mixing raw water with 72 grams of alum coagulant and 216 grams of quicklime. The sedimentation process lasts one hour, followed by filtration with 40 cm of shell sand as media and a contact time of one minute.The jar test was used to determine the alum and quicklime doses. The stirring time was varied from T1 to T5 to T10. The test parameters are pH,turbidity,colour,and organic matter. The best pH,turbidity,and colour values were found at T1, with pH 10.78,turbidity 1.92 NTU and colour 230 TCU, and the best organic substance parameters at T5 298 mg/L. The turbidity parameter meets the Permenkes No.2 Tahun 2023 quality standard,meanwhile organic substances do not yet meet Permenkes No.32 Tahun 2017 quality standards,and pH and colour parameters do not meet Permenkes No.2 Tahun 2023 standards. Beside on the result,T1 has the best time variation
Pengaruh Penambahan Koagulan Kapur (CaO) dan Ferri Klorida (FeCl3) terhadap Konsentrasi Logam Berat dan COD pada Air Limbah Laboratorium
Limbah cair Laboratorium Analisis Kualitas Lingkungan Jurusan Teknik Lingkungan adalah limbah yang bersumber dari sisa-sisa larutan kimia dalam suatu eksperimen yang mengandung COD dan logam berat (Pb dan Cr). Residu logam dihasilkan dari bahan yang digunakan berupa Pb(NO3)2 dan K2CrO4 selama praktikum. Pengolahan air limbah laboratorium dilakukan secara koagulasi-flokulasi menggunakan jartest yang bertujuan menurunkan konsentrasi COD, Pb dan Cr pada air limbah dan melihat pengaruh penggunaan koagulan kapur, FeCl3 dan kombinasi keduanya. Massa yang digunakan masing-masing koagulan yaitu 1gr, 2gr dan 3gr sedangkan pada kombinasi menggunakan 3gr kapur yang dicampurkan dengan FeCl3 sebesar 1gr, 2gr dan 3gr. Hasil uji menunjukkan kadar maksimum penurunan COD, Pb dan Cr diperoleh variasi C3 (kapur 3gr), F3 (FeCl3 3gr) dan CF1 (kapur 3gr + FeCl3 1gr). Efisiensi penurunan terbesar pada COD yaitu CF3 (kapur 3gr + FeCl3 3gr) 34,4% ; timbal pada C3 (kapur 3gr) 83,8% dan krom pada CF1 (kapur 3gr + FeCl3 1gr) 99,6%. Berdasarkan hasil uji regresi linear berganda diperoleh signifikasi > 0,05 sehingga Ho diterima, tidak ada pengaruh variabel massa dan jenis koagulan terhadap COD, Pb dan Cr. Penelitian ini penting dilakukan pada limbah Laboratorium Kualitas Air agar limbah yang dihasilkan tidak memberikan dampak negatif bagi lingkungan sekitar
Perancangan Sistem Air Bersih Ibu Kota Kecamatan Simpang Hulu Kabupaten Ketapang
Desa Balai Pinang merupakan salah satu wilayah administrasi Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang. Dengan kondisi fisik aliran air Riam Kondang yang jernih, berkecepatan tinggi, dapat diprediksi bahwa potensi Riam Kondang untuk dimanfaatkan sebagai sumber air bersih, maka perlu dilakukan suatu kajian yang bisa memberikan masukan mengenai potensi Riam Kondang sebagai sumber air bersih bagi warga. Tahapan analisis dalam penulisan skripsi ini adalah analisis menggunkan metode geometrik untuk menghitung kebutuhan air penduduk, analisis kualitas air dengan pemeriksaan sampel air di laboratorium, analisis ketersediaan air untuk melihat kuantitas air Riam Kondang dengan menggunakan Model Mock, perancangan sistem pengaliran air bersih pipa transmisi menggunakan perangkat lunak EPANET. Berdasarkan hasil analisis, Riam Kondang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih dengan kualitas air yang baik. Debit andalan rata-rata probabilitas 99% sebesar 324,00 lt/s untuk debit minimum terdapat pada bulan September sebesar 47,02 lt/s sedangkan debit maksimum terdapat pada bulan November sebesar 908,53 lt/s, jaringan transmisi yang direncanakan menggunakan pipa HDPE dengan diameter Ø 200-250 mm dengan panjang 6,26 km
Potensi Bahaya dan Resiko Peledakan Terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Karyawan PT Trimitra Batu Berkah Desa Sempalai Kabupaten Sambas
They were blasting at PT. Trimitra Batu Berkah has potential hazards and risks of work accidents due to workers who neglect to use Personal Protective Equipment (PPE), the environment, and unsafe actions. The company has not considered some things such as the completeness of PPE, the provision of drinking water, and the rest period of blasting workers, so an occupational safety and health (K3) management study is needed. The purpose of this study is to identify potential hazards and risks of explosions and recommend control of blasting risks to occupational health safety in employees of PT. Trimitra Blessing Stone Desa Sempalai Kabupaten Sambas. Solving this research problem uses the Job Hazard Analysis method, collecting blasting activity data, identifying potential hazards and risks, analyzing the assessment and risk level of blasting activity, and recommending risk control. The results of the study identified 37 potential hazards and 51 risks in blasting activities, a substantial level of 67% with 34 risks, a priority 3 risk level of 23% with 12 risks, a very high-risk level of 4% with 2 risks, an acceptable risk level of 4% with 2 risks and a priority 1 risk level of 2% with 1 risk. Risk control recommendations were identified as elimination by 5% with 3 controls, substitution by 3% with 2 controls, Engineering by 16% with 10 controls, administration by 28% with 17 controls, and personal protective equipment by 48% with 29 controls
Desalinasi Air Payau Menggunakan Metode Reeverse Osmosis (RO) Dengan Variasi Tekanan Pompa
Air payau yang melimpah di sekitar masyarakat pesisir seringkali sulit dimanfaatkan secara langsung karena mengandung tingkat mineral garam yang tinggi. Untuk menjadikannya layak konsumsi, diperlukan proses desalinasi, di mana salah satu metodenya adalah reverse osmosis (RO). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi proses dan tingkat efektivitas metode reverse osmosis dengan variasi tekanan pompa. Pengujian sampel melibatkan analisis parameter salinitas, TDS, pH, E.Coli, Fe, dan Mangan. Hasil pengolahan diolah untuk mengetahui presentase perubahan sebelum dan setelah pengujian untuk mengetahui efektivitasnya. Data yang dihasilkan kemudian dibandingkan untuk menentukan metode pengolahan yang paling efektif. Hasil analisis menunjukkan bahwa proses desalinasi menggunakan metode reverse osmosis terdiri dari tiga tahap, yaitu pre-treatment, treatment, dan pasca-treatment. Pengolahan dengan menggunakan metode reverse osmosis pada variasi tekanan single pump dengan menggunakan membran tipe BW (brackish water) menunjukkan efektivitas penurunan parameter salinitas sebesar 63,70% dan parameter TDS sebesar 60,43%. Sementara itu, pada membran tipe SW (sea water), efektivitas penurunan parameter salinitas mencapai 97,69%, dan parameter TDS sebesar 97,67%. Selanjutnya, pengolahan reverse osmosis pada variasi tekanan double pump dengan menggunakan membran tipe BW (brackish water) memiliki nilai efektivitas penurunan parameter salinitas sebesar 20,83%, dan parameter TDS sebesar 18,41%. Pada membran tipe SW (sea water), efektivitas penurunan parameter salinitas mencapai 96,73%, dan parameter TDS sebesar 96,59%
Analisis Erosi Sub Das Serimbu Dengan Metode USLE (Universal Soil Loss Equation)
Sub DAS Serimbu terletak di kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat. Sub DAS Serimbu berperan penting bagi kehiduan masyarakat lokal yang dimanfaatkan untuk aktivitas dan kebutuhan sehari-hari. Namun, adanya erosi menjadi salah satu tantangan yang dapat mengancaman keberlanjutan bagi Sub DAS Serimbu. Erosi ini tidak hanya menyebabkan hilangnya lapisan tanah yang subur tetapi juga berdampak negatif pada kualitas air, produktivitas lahan, dan ekosistem secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk :(a) menganalisis tingkat erosi di Sub DAS Serimbu menggunakan metode USLE. (b) merumuskan faktor-faktor apa saja yang paling mempengaruhi erosi tanah di Sub DAS Serimbu. (c) menampilkan kawasan bahaya erosi di Sub DAS Serimbu dalam bentuk peta dengan bantuan ArcGIS 10.8. Pada penelitian ini menggunakan metode USLE (Universal Soil Loss Equatio) sebagai rumus untuk memprediksi tingkat erosi tanah berdasarkan berbagai faktor yang mempengaruhi seperti erosivitas hujan, erodibilitas tanah, panjang dan kemiringan lereng, vegetasi penutup, dan praktik pengelolaan lahan. Dalam penelitian ini dilakukan pengambilan sempel tanah dan dokumentasi pada titik-titik tertentu di Kawasan Sub DAS Serimbu. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor penyebab erosi di sub DAS Serimbu adalah faktor erosivitas, erodibilitas, kemiringan lereng dan tutupan lahan, selanjutnya dari hasil analisis diperoleh erosi keseluruhan di Sub DAS Serimbu diklasifikasikan sebagai berikut (a) tingkat bahaya erosi sedang 228,38ton/ha/tahun, (b) tingkat bahaya erosi berat 799,32 ton/ha/tahun dan (c) sangat berat 5652,31 ton/ha/tahun
Pengolahan Air Limbah Hotel Dengan Metode Biofiler Aerob
Limbah cair Hotel X berasal dari kamar mandi, wastafel, dan restoran. Karakteristik awal air limbah untuk parameter BOD, COD, TSS, Fosfat serta Nitrat yaitu 75,8 mg/L, 320 mg/L, 24 mg/L, 2,61 mg/L dan 9,66 mg/L. Nilai BOD, COD, dan Fosfat melebihi baku mutu berdasarkan PERMEN LH No. 5 Tahun 2014 Lampiran XLIII serta PP No.22 Tahun 2021 terkait Baku Mutu Air Nasional. Tingginya bahan organik dan deterjen mempengaruhi air limbah berada diatas baku mutu., sehingga perlu dilakukan pengolahan. Pengolahan yang dapat dilakukan yaitu dengan metode biofilter. Penelitian ini memiliki tujuan guna mengetahui efisiensi penurunan parameter pencemar dan pengaruh waktu tinggal (3, 5, dan 7 hari) dengan penambahan EM4. Pengolahan biofilter aerob diawali dengan proses seeding media bioring selama 14 hari. Pengolahan ini bisa menurunkan kadar BOD, COD, TSS, Fosfat dan Nitrat dengan efisiensi yaitu 68,75%, 71,44%, 86,46%, 61% dan 53,52%. Penurunan ini dipengaruhi oleh penambahan oksigen dan EM4 yang membantu proses penumbuhan biofilm. Berdasarkan hasil analisa, tidak adanya pengaruh nyata dari lamanya waktu tinggal terhadap penurunan parameter pencemar
Pengolahan Limbah Cair Rumah Makan Dengan Constructed Wetlands Skala Rumah Tangga
Wastewater from restaurants has a high organic content. Wastewater must be processed until it conforms with the effluent standard before being disposed of in water. Construction of subsurface wetland is one of the treatment options. This study made use of a reactor that Kiambang and Melati Air had planted. Sedimentation basin, wetland basin, and treatment basin are the three reservoirs used in this study. The wastewater was a sedimented effluent from restaurant operations. Seeding, acclimation, and running are the processes used. running for seven days. The variables under test were pH, TSS, and BOD (biological oxygen demand). Before treatment, the concentration is BOD 546,75 mg/l, TSS 340 mg/l, and pH 7,24. After treatment, the concentration is BOD 30,75 mg/l, TSS 95 mg/l, and pH 7,42. As a result, BOD has an efficiency of 94,376% and TSS has an efficiency of 72%. The concentrations of TSS did not meet the set quality criteria, although the levels of BOD and pH did