Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah
Not a member yet
    282 research outputs found

    Identifikasi Mikroplastik Pada Limbah Laundry di Kota Pontianak

    Full text link
    Aktivitas masyarakat yang semakin tinggi, mendorong munculnya usaha-usaha yang bertujuan meringankan beban masyarakat seperti jasa laundry. Limbah yang dihasilkan usaha jasa laundry mengandung detergent, benang dan serat-serat kain sintetis (mikroplastik). Mikroplastik merupakan polimer sintetis berukuran kurang dari 5mm yang tidak dapat didegradasi sempurna dan akan menjadi kontaminan lingkungan untuk jangka panjang. Ukurannya yang kecil mengakibatkan mikroplastik dapat masuk dalam rantai makanan dan menimbulkan dampak toksisitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk, kelimpahan, massa dan jenis polimer mikroplastik di limbah cair laundry. Pengumpulan sampel dilakukan pada laundry X Kota Pontianak dengan mengambil 3 sampel pada proses pencucian, pembilasan dan pengeringan. Analisis laboratorium diawali dengan penyaringan sampel, degradasi organik, pemisahan densitas, penyaringan akhir, pengamatan mikroskop dan uji FTIR. Mikroplastik yang ditemukan di seluruh sampel hanya berbentuk fiber, dengan polimer acrylonitrile butadiene styrene pada pencucian pertama dan polietilen pada pencucian kedua dan ketiga. Diantara semua proses, pencucian merupakan proses yang melepaskan mikroplastik paling banyak dengan rata-rata kelimpahan 2.239 partikel/L dan massa 129 gr. Penelitian ini menemukan bahwa detergent, umur pakaian, sistem putaran dan keberadaan air pada proses meningkatkan pelepasan serat mikroplastik selama pencucian

    Analisis Kualitas Air Permukaan Serta Risiko Gangguan Kesehatan Pada Masyarakat Sekitar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Salatiga Kabupaten Sambas

    Full text link
    TPA Salatiga merupakan salah satu TPA sampah di Kabupaten Sambas yang menerapkan sistem open dumping sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran air lindi terhadap air sungai dan berdampak terhadap kesehatan masyarakat akibat dari dekomposisi sampah dan tumpukan sampah yang menjadi sarang dari vektor penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air sungai dan risiko gangguan kesehatan masyarakat yang bermukim di dekat TPA Salatiga. Analisis kualitas air dilakukan terhadap parameter suhu, pH, BOD, COD, Fe, Pb dan Zn dengan 3 titik pengambilan sampel. Risiko gangguan kesehatan dilakukan terhadap 82 responden masyarakat di Desa Parit Baru yang bermukim dalam radius ±500 m dari TPA Salatiga dengan pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan kualitas air sungai untuk parameter suhu, pH dan Zn masih dalam standar baku mutu sedangkan parameter BOD, COD, dan Pb melebihi standar baku mutu Kelas II berdasarkan PP No. 22 tahun 2021, dengan konsentrasi tertinggi setiap parameter yaitu BOD sebesar 10,4 mg/l, COD sebesar 85 mg/l, Pb sebesar <0.093 mg/l dan Fe sebesar 5,60 mg/l. Dari perhitungan indeks pencemar diketahui status mutu air sungai di TPA Salatiga termasuk dalam kategori cemar ringan. Gangguan kesehatan yang dirasakan masyarakat yaitu gejala penyakit diare sebanyak 63,41% responden serta gejala penyakit kulit dengan 68,29% responden mengalami gatal-gatal dan 29,27% responden mengalami bintik-bintik merah

    Analisis Sistem Jaringan Tata Air Pada Lahan Rawa Pasang Surut, Desa Telang Karya, P87S, Banyuasin, Sumatera Selatan

    No full text
    The world's growing population is increasing the need for land, prompting the conversion of productive agricultural land into non-agricultural purposes. This has led to a shift in agricultural development to sub-optimal lands, such as tidal swamplands. However, several problems arise along the way, including water management. A good water management network is necessary for supporting efficient water use. This study aims to analyze the water system network on tidal swamps to support agricultural activities. The survey and field observation methods were used to collect data. The results showed that the water system in Telang Karya Village, P87S, Banyuasin, South Sumatra, experienced sedimentation in the tertiary channel. In channel 3, the thickness of sediment reached 72 cm, resulting in silting, which reduces water discharge. Field observations revealed that sedimentation occurs due to the channels being overgrown by wild plants. This hampers the water flow, causing it to slow down or even stop. In some tertiary channels, the watergate operation needs to be carried out optimally. Maintaining the ideal conditions of tertiary channels is crucial, and watergate operations should be performed based on the needs of the plants

    Pengolahan Air Gambut Menjadi Air Bersih Menggunakan Metode Elektrokoagulasi dan Filtrasi

    Full text link
    Treating peat water with simple technology to meet clean water standards is a viable solution for addressing community water needs. This study combines electrocoagulation and filtration methods to achieve desired results. Electrocoagulation combines electrochemical processes with flocculation-coagulation, while filtration removes suspended solids through a porous medium. The research demonstrates the method's effectiveness in enhancing peat water quality. It reduces iron levels from 0.27 mg/l to 0.04 mg/l, changes water color from brown to clear white, increases pH from 5.0 to 8.2 (within clean water standards of 6.5-8.5), and lowers TDS from 33.1 mg/l to 10.1 mg/l. The design of this peat water treatment device utilizing electrocoagulation and filtration is remarkably simple, allowing for easy implementation by individuals in their regions. The process is uncomplicated, and required filter media are readily available in the market. These findings provide a practical solution to meet clean water needs by effectively treating abundant peat water sources

    Perancangan Multiple Tray Aerator Sebagai Pretreatment Proses Reverse Osmosis untuk Pengolahan Air Baku Sungai Itik Kabupaten Kubu Raya

    Full text link
    The Itik River is used by the community as a source of clean water for daily needs such as bathing and washing, the characteristics of the Itik River water do not meet the requirements for water based on PERMENKES No. 32 of 2017. The characteristics of the Itik River water have the parameter Iron (Fe) 1.15 mg/ l which exceeds the quality standard. The design of multiple tray aerators is expected to reduce iron in the Itik River raw water to meet water standard requirements before entering the reverse osmosis process. The method used to reduce iron (Fe) in water is aeration with multiple tray aerators. Initial sample concentration of iron (Fe) 3.22 mg/l, TDS 844 mg/L, pH 7.1 and DO 6.0. The design of multiple tray aerators consists of design calculations, design making, preparation of tools and materials, and the tool building process. The multiple tray aerator is designed to have a capacity of 1000 l/day with 5 tiers of trays. Multiple tray aerator dimensions: length = 1.5 m, width = 1.3 m, height = 4.3 m. The distance between each tray is 60 cm, the number of holes per tray is 1,512, the hole diameter is 4 mm, and the distance between holes is 2 cm. The results of water treatment obtained a decrease in concentration (Fe) of 94.44%, TDS became 838 mg/L, pH became 7.9 and DO 6.9 mg/l. The total RAB needed to build multiple tray aerators made of iron is Rp. 4,380,000

    Status Mutu dan Kualitas Air Sungai Kuala Dua Kabupaten Kubu Raya

    Full text link
    Sungai Kuala Dua sepanjang 15,5 km mempunyai dua hilir dengan hulu yang berada di tengah sungai. Sungai ini berada di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Lokasi pabrik padat penduduk di tepi sungai memberikan pengaruh yang sangat luar biasa terhadap kualitas dan kondisi udara. Tujuan penelitian yakni untuk mengidentifikasi pencemar di sungai; menentukan kualitas air dan status mutu air Sungai Kuala Dua. Metode penelitian yakni survei lokasi; pengukuran parameter kualitas udara; serta menentukan kualitas dan kondisi air sungai dengan metode indeks pencemaran.Hasil penelitian menyatakan sumber pencemar Sungai Kuala Dua berasal dari limbah pasar, gerobak, sekolah, masjid/surau, rumah makan, kafe, binatu, cuci motor & mobil, bengkel, serta limpasan perkebunan dan pertanian

    Optimalisasi Sistem Pengangkutan Sampah Di Kabupaten Bengkayang Berbasis Geographic Information System (GIS)

    Full text link
    The solid waste transportation system in Bengkayang Regency is currently not effective. This is due to unfinished facilities and infrastructure also low level of public awareness about not being disciplined in disposing of waste on time, polluted the environment. This study aims to find out the pattern of the existing waste transportation system in Bengkayang Regency and provide solutions for optimizing the waste transportation system with the help of GIS applications. The research methodology used is direct measurement in the field or on existing conditions, which refers to the Minister of Public Works Regulation No. 3 of 2013. The results of measuring waste transport cycles under existing conditions amount to 1 trip per day and several routes that have not been effective with two transportation systems, namely the HCS  and SCS, where waste transportation routes and routes can be optimized by making the shortest route at the longest route distance from TPS to TPA Magmagan, which is 30.92 km. GIS is used to get an alternative route of transportation with the greatest distance, namely a garbage truck with police number KB 8257 KF to the final processing site by taking a shorter route than the existing route, which 28.14 km, therefore it’s necessary to add a route alternative

    Dewan Redaksi Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah

    No full text
    Dewan Redaks

    Analisis Ketersediaan dan Kualitas Air Sungai Sekayam Sebagai Air Baku Perumda Tirta Pancur Aji Kabupaten Sanggau

    Full text link
    Perusahaan Air Minum Daerah (Perumda) Tirta Pancur Aji merupakan salah satu badan usaha milik pemerintah daerah Kabupaten Sanggau yang mengolah air baku atau air sungai menjadi air minum. Seiring dengan perkembangan kota, kebutuhan air akan semakin meningkat dengan bertambahnya jumlah penduduk dan fasilitas yang dibangun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis kebutuhan air pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Sungai Sengkuang yang merupakan salah satu instalasi pengolahan air yang berada di Kota Sanggau. Analisis penelitian menggunakan metode observasi, wawancara dan analisis data sekunder. IPA Sungai Sengkuang mempunyai tiga paket IPA yang mempunyai debit yang berbeda-beda. Berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan air tahun 2040 adalah 160,32 liter/detik. Sumber air baku IPA Sungai Sengkuang berasal dari Sungai Sekayam dengan kualitas air yang melebihi baku mutu untuk parameter fosfat dan besi. Daerah pelayanan IPA Sungai Sengkuang hanya mencakup Kelurahan Tanjung Kapuas, Kelurahan Tanjung Sekayam dan Kelurahan Sungai Sengkuang, Kabupaten Sangga

    Analisis Kondisi Layanan Lumpur Tinja di IPLT Kota Pontianak

    Full text link
    Kota Pontianak memiliki layanan lumpur tinja terjadwal yang membantu masyarakat kota dalam meminimalisir penumpukan lumpur tinja di tangki septik serta meminimalisir pencemaran di lingkungan sekitar tangki septik. Layanan ini akan menyedot lumpur dan dibawa ke Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja tetapi untuk sekarang layanan ini masih belum beroperai secara maksimal dikarnakan terdapat beberapa kendala. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi potensi dan kelemahan dalam pengelolaan lumpur tinja secara mendalam. Metode analisi yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Layanan penyedotan ini merupakan layanan resmi milik Pemerintah Kota sehingga memiliki kelembagaan yang jelas. Sedangkan kelemahan dari layanan ini yaitu kurangnya sarana penyedotan untuk melayani satu Kota Pontianak

    253

    full texts

    282

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇