Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah
Not a member yet
    282 research outputs found

    Evaluasi Pelaksanaan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Pemantauan Lingkungan Hidup di RS PKU Muhammadiyah Kabupaten Temanggung

    No full text
    Rumah Sakit Pembinaan Kesejahteraan Umat (RS PKU) Muhammadiyah Temanggung mengalami perkembangan.  Kegiatan rumah sakit menghasilkan sampah dan limbah yang berdampak negatif bagi lingkungan dan diperlukan instrumen pengelolaan dan pemantauan lingkungan hdup. Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaannya perlu dilakukan penelitian evaluasi.  Hasil penelitian menunjukkan RS PKU Muhammadiyah melakukan kegiatan berdampak lingkungan berupa kegatan oprasional (pelayanan medis dan non medis) dan pembangunan gedung terpadu; mempunyai dokumen lingkungan hidup yang disetujui berupa Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) dan Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup (DELH) serta sedang menyusun Analisis Mengenai Dampak Lijgkungan (AMDAL); mempunyai izin-izin berusaha/operasional dan izin pengelolaan lingkungan hidup; secara umum substansi konsistensi dan relevansi kualitas dokumen UKL-UPL dan DELH cukup baik dan DELH telah disusun sesuai kedudukannya serta secara administratif semua persyaratan telah dipenuhi; pemrakarsa mempunyai pemahaman terkait dokumen dan pengelolaan lingkungan hidup, ada kendala biaya dan ketersediaan sumber daya manusia; persepsi masyarakat sekitar pernah mendengar AMDAL, instansi/dinas terkait pengelolaan lingkungan, dilibatkan dalam konsultasi publik, keberdaan RS berdampak positif; persepsi instansi pengawas sangat memahami isi pokok dokumen dan pengelolaan lingkungan hidup, terlibat dalam proses dokumen, pelaksanaan pengawasan bagian sistem manajemen pengelolaan lingkungan, dan tidak mengalami kendala dalam melakukan pembinaan dan pengawasan; realisasi pelaksanaan pengelolaan lingkungan hidup secara umum telah dilakukan sesuai arahan, realisasi pemantauan dan pelaporan belum sesuai arahan; kualitas udara ambien tidak ada kecenderungan penurunan, kualitas air permukaan dan air tanah belum bisa dilihat kecenderungannya karena tidak dilakukan pemantauan rutin, terjadi titik kritis terhadap beberapa parameter pemantauan kualitas air limbah pada pemantauan tahun 2020 sampai semester 1 tahun 2023 sedangkan semester 2 tahuan 2023 tidak mengalami titik kritis, dan dari segi penataan semua izin-izin terkait pengelolaan lingkungan hidup telah terpenuhi

    Pengukuran Garis Sempadan Pantai Berbasis ArcGIS Melalui Pemetaan Pengendalian Kawasan Pesisir Di Kota Singkawang

    Full text link
    Kota Singkawang merupakan kawasan pesisir dengan panjang garis pantai sepanjang 27,6 km. Salah satu kebijakan yang  perlu diimplementasikan dalam pengelolaan kawasan pantai adalah menetapkan garis sempadan pantai untuk menjaga zona aman antara infrastruktur dengan garis pantai yang selalu berubah.  Penerapan GIS diperlukan dalam pengukuran garis sempadan pantai, merumuskan kebijakan dalam melindungi ekosistem pesisir dan mengurangi risiko bencana pesisir. Metodelogi ini menggunakan perhitungan coastal hazard zone (CHZ), lebar sempadan, variasi tahunan zona yang mengalami erosi, serta pengukuran profil pantai. Hasil dari analisis ini terdapat  tipe profil pantai berlumpur, pantai dengan kawasan hutan mangrove dan pantai pasir sedikit kerikil dengan jarak pada kondisi eksisting < 100 m dari bibir pantai. Nilai ketinggian muka air laut untuk pantai kerikil 2 m dan pantai berlumpur 12 m, lebar garis sempadan pantai berkisar 159,2 m  untuk pantai pasir berkerikil, pantai pesisir manggrove 121,5 m dan berlumpur 125,5 m. Ketentuan Perpres No. 51 Tahun 2016 tentang penetapan garis sempadan pantai, divalidasi dengan perhitungan kondisi pantai Kota Singkawang. Sehingga dapat dibuat  penetapan batas sempadan melalui peraturan tertulis sebagai bentuk pengendalian pemanfaatan ruang pesisir agar tidak mengalami perubahan garis pantai

    Valuasi Ekonomi Lingkungan Dan Strategi Pengembangan Kebun Raya Lemor di Kabupaten Lombok Timur

    Full text link
    Keberadaan Kebun Raya Lemor di Kabupaten Lombok Timur sebagai sumberdaya alam telah memberikan mafaat secara langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat berupa jasa lingkungan. Tingkat kunjungan wisatawan menggambarkan tingginya manfaat kebun raya tersebut kepada manusia. Angka kunjungan wisatawan mengalami peningkatan antara tahun 2016 sampai tahun 2019, menurun drastis pada tahun 2020 dan belum ada peningkatan signifikan sampai saat ini. Ukuran besar atau kecilnya jasa limgkungan Kebun Raya Lemor dapat diketahui dari nilai ekonomi lingkungannya. Penentuan nilai ekonomi suatu objek wisata dapat dilakukan dengan metode biaya perjalanan, dimana biaya perjalanan yang dihitung meliputi total biaya yang dikeluarkan oleh pengujung yaitu mulai perjalanan dari rumah, sampai di kawasan wisata hingga kembali lagi ke rumah. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kebun raya lemor memiliki nilai rata-rata surplus konsumen sebesar Rp. 4.049.075 dan nilai ekonomi lingkungan sebesar Rp.195.905.82

    Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Penanaman Mangrove (Kasus: Desa Sebuntal, Kabupaten Kutai Kartanegara)

    Full text link
    Damage to mangrove ecosystems in coastal areas could result in biotic and abiotic physical changes. This damage might occur due to natural factors or human activities. Among the damaged mangrove ecosystems in East Kalimantan Province is Sebuntal Village. The aim of this research is to monitor and evaluate the survival rate of mangrove seedlings in Sebuntal village, Kutai Kartanegara Regency. The research population used in this research was all mangrove seedlings (Avicennia spp) planted during community service activities on August 9th, 2023. The research method used in this study was the survey method. It was found that the survival rate in this study was only 8.2%. This research showed that individual mangroves' survival rates were unsuccessful due to inappropriate planting times, hydro-oceanographic patterns that are poorly studied, and poor seed preparation

    Skrining dan Uji Efektivitas Reduksi Merkuri Oleh Isolat Bakteri Mangrove

    Full text link
    A poor metal waste disposal system increases the concentration of heavy metals in the environment, causing pollution. Reducing the concentration of heavy metal pollution can be done one way by bioremediation using bacteria. Exploratory research on mangrove bacteria shows that bacterial isolates have been successfully isolated and have the ability to grow on media containing mercury. In this research, further tests will be carried out in the form of screening and testing the effectiveness of mercury metal reduction. This research aims to find isolates that have a high ability to grow in environments containing mercury, and the effectiveness of reducing mercury metal by these bacteria. This basic research will be the beginning of the development of effective microorganisms as bioremediation agents. This research consisted of two stages, namely screening the best bacterial isolates and testing the effectiveness of mercury metal reduction. The research results showed that isolates B27, S04 and S23 were the best isolates in being able to remove mercury concentrations of up to 99.99%. This research is ongoing research which has the output as a first step in obtaining Effective Microorganisms which can later become products and can be applied as a method to improve environmental quality

    Pemurnian Dan Pengolahan Timbulan Minyak Jelantah Sebagai Bahan Campuran Pembersih Lantai

    Full text link
    Semakin meningkatnya jumlah kebutuhan minyak goreng menyebabkan semakin bertambahnya minyak jelantah yang dihasilkan. Minyak jelantah memiliki kandungan pencemar yang tinggi sehingga bisa menyebabkan kerusakan lingkungan. Penelitian tentang pemanfaatan timbulan minyak jelantah ini dilakukan untuk mengetahui jumlah timbulan minyak jelantah dan pemanfaatannya menjadi pembersih lantai yang dihasilkan dari industri kuliner, khususnya penjual makanan di kawasan kuliner Terminal Mempawah.  Pemurnian minyak jelantah menggunakan arang batok kelapa yang sudah diaktivasi dan menggunakan variasi waktu 24 jam, 48 jam, dan 72 jam. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui karakteristik minyak jelantah di kawasan kuliner, Terminal Mempawah adalah kadar air 0,522%, asam lemak bebas 14,2%, serta bilangan peroksida 14,39 meq O2/kg. Hasil minyak jelantah yang telah dimurnikan dengan menggunakan arang batok kelapa didapatkan hasil yang paling optimal adalah 48 jam dengan karakteristik kadar air 0,224% asam lemak bebas 12,1% serta bilangan peroksida 6,39 meq O2/kg, dengan efektifitas penurunan kadar air 57%, asam lemak bebas 15% dan bilangan peroksida 55%. Cairan pembersih lantai yang telah dibuat dengan minyak jelantah hasil pemurnian memliki nilai ALT <25 koloni/ml dan telah memenuhi standar baku mutu pembersih lantai, sedangkan parameter pH memiliki nilai 12,6 tetapi belum memenuhi SNI nomor 1842 tahun 2019 tentang pembersih lantai

    Evaluasi Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soedarso

    Full text link
    Solid waste management in hospitals is important because the waste produced has the potential to contain hazardous and toxic substances (B3). Management of B3 solid medical waste in hospitals is necessary because if solid B3 medical waste is not managed properly it can cause environmental pollution. This research aims to evaluate the management of B3 solid medical waste, comparing existing conditions with applicable regulations, namely Minister of Environment and Forestry Regulation No. 6 of 2021 and Minister of Health Regulation No. 7 of 2019, (scoring) using a Likert scale. This research uses observation, interviews and filling out an evaluation checklist form. B3 waste management planning is carried out based on evaluation results that are not in accordance with regulations. Types of B3 solid medical waste produced by RSUD dr. Soedarso includes infectious, sharps, pharmaceutical and pathological waste. The amount of B3 solid medical waste in January-October 2023 was 96,179.2 kg. The evaluation results show that the management of B3 solid medical waste at RSUD dr. Soedarso scored 76.24% in the Appropriate category.Keywords: Evaluation, B3 Solid Medical Waste, RSUD dr. Soedarso, Likert ScaleAbstrakPengelolaan limbah padat di rumah sakit merupakan hal penting karena limbah yang dihasilkan memiliki potensi mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Pengelolaan limbah medis padat B3 di rumah sakit diperlukan karena limbah B3 medis padat tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan limbah medis padat B3, membandingkan kondisi eksisting dengan peraturan yang berlaku yaitu Permen LHK No.6 tahun 2021 dan Permenkes No.7 Tahun 2019, dilakukan penilaian (skoring) menggunakan skala Likert. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan pengisian formulir checklist evaluasi. Perencanakan pengelolaan limbah B3 dilakukan berdasarkan hasil evaluasi yang belum sesuai dengan peraturan. Jenis limbah medis padat B3 yang dihasilkan RSUD dr. Soedarso meliputi limbah infeksius, benda tajam, farmasi dan patologis. Jumlah limbah medis padat B3 pada Januari-Oktober tahun 2023 sebanyak 96.179,2 kg. Hasil evaluasi menunjukkan pengelolaan limbah medis padat B3 di RSUD dr. Soedarso skor 76,24% dengan kategori Sesuai.Kata Kunci: Evaluasi, Limbah Medis Padat B3, RSUD dr. Soedarso, Skala Likert    

    Daftar Isi

    Full text link
    Daftar Is

    Produksi Bersih Industri Mikro Keripik Singkong

    Full text link
    Keripik adalah makanan yang digoreng dari suatu bahan pangan tertentu yang diiris tipis, Keberadaan industri ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, juga menghasilkan limbah yang mencemari lingkungan. Upaya yang dapat dilakukan agar tercipta pengelolaan lingkungan yang baik yaitu dengan penerapan produksi bersih. Sistem produksi diterapkan dengan menjalankan pengurangan bahan baku, air dan energi yang digunakan, terdapat penanganan limbah industri serta minimum jumlah limbah padat dan limbah cair. Penelitian dalam penerapan produksi bersih di industri rumahan di Industri Keripik Singkong Aisyah. Penelitian dilakukan menggunakan field research (penelitian lapangan). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasidan menentukan alternatif terbaik peluang produksi bersih di industri keripik singkong. Proses produksi di Industri Keripik Singkong Aisyah melalui tahapan pemilihan bahan baku, pengupasan, pencucian, pemotongan singkong, perendaman, penggorengan, pengeringan, penambahan rasa, dan pengemasan. Rekomendasi penerapan produksi bersih pada Industri Keripik Singkong Aisyah yaitu pemilihan bahan baku, pemasangan KWh meter di tempat produksi dan penggunaan DME sebagai ganti gas LPG. Rekomendasi teknologi minimasi limbah pada Industri Keripik Singkong Aisyah yaitu pembuatan alternatif kertas limbah kulit singkong, pembuatan sabun cuci tangan dari minyak jelantah, pembuatan tas anyaman plastik dan pengolahan limbah cair singkong dengan kombinasi filtrasi dan fitoremediasi. 

    Daftar Isi

    Full text link
    Daftar Is

    253

    full texts

    282

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇