Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah
Not a member yet
    282 research outputs found

    ANALISIS PERSEBARAN KEBISINGAN DI AREA PT. PLN (PERSERO) WILAYAH KALIMANTAN BARAT KABUPATEN KUBU RAYA DENGAN METODE NOISE MAPPING

    Get PDF
    ABSTRAK Kebisingan merupakan gangguan yang dapat mempengaruhi kenyamanan dan kesehatan terutama yang berasal dari kegiatan operasional peralatan pabrik. Mesin memiliki kebisingan dengan suara berkekuatan tinggi. Dampak negatif yang ditimbulkannya adalah kebisingan yang berbahaya bagi karyawan. Kondisi ini dapat mengakibatkan berkurangnya pendengaran atau dapat mengakibatkan ketulian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sumber kebisingan yang tertinggi pada daerah PT. PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Barat Kabupaten Kubu Raya. Penelitian dilakukan selama dua hari dengan pengulangan pengukuran. Pengukuran dimulai malam hari di 6 titik sumber bunyi. Titik sumber bunyi tersebut adalah PLTD, ADAU, Sewatama 1, Sewatama 2, Sewatama 3A dan Sewatama 3B. Pengambilan titik pengukuran setiap jarak 10 meter menurut 4 arah mata angin. Tingkat kebisingan tertinggi terdapat pada titik sumber bunyi Sewatama 1 dengan nilai kebisingan sebesar 110,2 dB. Dengan nilai kebisingan sebesar 110,2 dB ini perlu dilakukannya upaya dalam mengurangi dampak kebisingan dengan memperbanyak penanaman vegetasi seperti pohon yang berdaun lebar atau dapat juga menanam pohon bambu yang dapat meredam kebisingan serta membuat rumah mesin menjadi ruangan tertutup.   Kata Kunci : Kebisingan, Noise Mapping, Sumber Buny

    ANALISIS ASPEK TEKNIS OPERASIONAL PENGELOLAAN SAMPAH DI RSUD ADE MOEHAMMAD DJOEN KOTA SINTANG

    Get PDF
    ABSTRAK Permasalahan yang timbul di RSUD Ade M. Djoen Sintang yaitu ketersediaan sarana dan prasarana yang masih kurang dan penanganan pengelolaan sampah yang masih belum berjalan dengan baik. Terkendala pada operasional pengolahan sampah mengakibatkan penumpukan sampah medis maupun nonmedis di RSUD Ade M. Djoen Sintang, yang seharusnya dikelola dan di lakukan pengolahan setiap harinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk identifikasi dan menganalisa pengelolaan persampahan terutama aspek teknis operasional, memberikan rekomendasi terhadap pengelolaan persampahan. Pengambilan data primer dilakukan dengan cara sampling timbulan dan menentukan komposisi sampah. Sampling dilakukan dengan metode SNI 19-3964-1994. Ketersediaan wadah yang ada sebanyak 25 wadah sampah medis dan 25 wadah sampah nonmedis, total wadah sebanyak 50 wadah sampah. Dengan kondisi demikian perlu dilakukan penambahan wadah sampah dikarenakan wadah yang tersedia masih belum cukup untuk menampung sampah yang dihasilkan dari aktifitas kesehariannya di rumah sakit tersebut. Penambahan wadah sesuai perhitungan selama pengamatan berlangsung dengan kondisi tempat tidur pasien tidak penuh diperlukan sebanyak 13 wadah sampah medis dan 13 wadah sampah nonmedis. Dibandingkan dengan standar WHO, rata-rata rumah sakit menghasilkan sampah sebanyak 3,2 kg/bed/hari, dengan menggunakan kapasitas wadah medis dan nonmedis sebesar 60 liter , rumah sakit Ade M. Djoen memerlukan wadah sampah  sebanyak 176 wadah sampah medis dan 176 wadah sampah nonmedis dalam kondisi tempat tidur pasien terisi penuh. Untuk pengangkutan sampah nonmedis menggunakan troli dengan kapasitas 1,5 m³, sedangkan sampah medis diangkut secara manual. Rekomendasi diantaranya menambah fasilitas pendukung diantaranya troli pengangkut sampah, wadah sampah dan memberi penamaan/label pada masing-masing wadah sampah, memperhatikan pelaksanaan pengelolaan sampah dan memberi pelatihan dan pengetahuan lebih tentang pengelolaan sampah rumah sakit sesuai regulasi yang berkaitan diantaranya Permenkes R.I Nomor 1204/Menkes/SK/X/2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit, Peraturan Pemerintah R.I no.18 Tahun 1999 tentang pengelolaan limbah B3.   Kata kunci : Pengelolaan sampah rumah sakit, Teknis operasional pengelolaan sampah, Sampah medis dan nonmedis

    AKUMULASI LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA TANAMAN KANGKUNG AIR (Ipomea aquatica) YANG TUMBUH DI TPA SAMPAH BATU LAYANG PONTIANAK

    Get PDF
    ABSTRAK Kangkung air (Ipomea aquatica) merupakan tanaman sayur yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Pontianak. Tanaman ini banyak tumbuh di daerah TPA Sampah Batu Layang Pontianak, terutama pada aliran air lindi. Air lindi mengandung berbagai macam logam termasuk Timbal (Pb). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi Timbal (Pb) pada air berdasarkan jarak, mengetahui konsentrasi Pb pada kangkung air yang tumbuh pada aliran air lindi serta  mengetahui nilai bioconcentration factor (BCF). Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel air lindi dengan jarak 50 dan 100 meter dari sel, tanaman kangkung air yang tumbuh di atasnya serta tanaman kangkung air yang tumbuh di luar air lindi sebagai kontrol. Selanjutnya diukur nilai Pb pada air lindi dan tanaman menggunakan AAS. Pada tanaman, diukur nilai Pb yang terdapat pada batang, daun serta gabungan batang dan daun apakah masih dibawah batas yang diizinkan SNI 738 : 2009 (0,5 mg/l). Berdasarkan hasil penelitian, nilai Pb pada air lindi dengan jarak 50 meter lebih besar dibandingkan nilai Pb pada air lindi dengan jarak 100 meter,  masing-masing sebesar  0,182 mg/l dan 0,125 mg/l.  Nilai Pb tertinggi pada kangkung air dengan jarak 50 meter dari sel, konsentrasi Pb pada batang 6,26 mg/kg,  pada daun 5,87 mg/kg serta gabungan setengah berat  batang dan daun sebesar 5,08 mg/kg. Pada titik kontrol, nilainya pada batang 3,89 mg/kg, pada daun 3,35 mg/kg serta gabungan setengah berat batang dan daun sebesar 2,12 mg/kg.  Nilai BCF yang diperoleh pada jarak 50 meter dan 100 meter masing-masing sebesar 1,39 dan 1. Nilai ini berada pada rentang 1-10 yaitu termasuk hiperakumulator, yaitu dapat menyerap Pb dalam jumlah besar.  Jika dikonsumsi, tanaman kangkung yang mengandung Pb melebihi batas yang diizinkan SNI 738 : 2009, akan berdampak buruk bagi kesehatan. Kata Kunci : kangkung air (Ipomea aquatica), air lindi, timbal (Pb), bioconcentration factor (BCF)

    HUBUNGAN FAKTOR METEOROLOGI TERHADAP TINGKAT KONSENTRASI KARBON MONOKSIDA (CO) DI JALAN KOTAPONTIANAK

    Get PDF
    ABSTRAK Gas karbon monoksida (CO) merupakan salah satu jenis polutan pencemar terbesar yang dihasilkan dari proses pembakaran pada kendaraan bermotor . Jalan Imam Bonjol dan jalan Adisucipto merupakan contoh dari jalan – jalan di kota Pontianak yang memiliki kepadatan lalu lintas tinggi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai konsentrasi karbon monoksida di masing – masing titik pengambilan sampel dan mengetahui hubungan antara konsentrasi karbon monoksida terhadap jumlah kendaraan bermotor dan faktor meteorologi (suhu, arah dan kecepatan angin).Penelitian dilakukan di lima titik sampel di sepanjang ruas jalan Imam Bonjol dan jalan Adisucipto pada hari Senin yang mewakili hari kerja, dimulai pada pukul 06.00 – 21.00. Data yang diambil pada masing – masing titik tersebut antara lain berupa konsentrasi karbon monoksida, jumlah kendaraan bermotor, suhu, arah dan kecepatan angin. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi karbon monoksida tertinggi diperoleh pada titik 1 yang berada di simpang jalan Pahlawan dan jalan Imam Bonjol dengan nilai konsentrasi sebesar 18.323,11 µg/Nm3 dengan jumlah kendaraan bermotor saat pengukuran sebesar 7.346 unit kendaraan, kecepatan angin  sebesar 0,2 m/s dan suhu 34,2˚C. Jika dibandingkan dengan baku mutu udara dari PERMENLH No. 12 Tahun 2010 sebesar 30.000 µg/Nm3, nilai tersebut masih tergolong aman. Nilai korelasi dicari menggunakan program SPSS 16 yang berguna untuk mengetahui korelasi yang terjadi antara konsentrasi karbon monoksida terhadap parameter lainnya. Nilai korelasi antara konsentrasi karbon monoksida dan jumlah kendaraan yang didapat yaitu sebesar 0,821, sedangkan nilai korelasi konsentrasi karbon monoksida terhadap kecepatan angin sebesar -0,483 dan nilai korelasi konsentrasi karbon monoksida terhadap suhu sebesar 0,344. Selain itu juga diperoleh nilai probabilitas dari semua variabel sebesar 0,01. Jika nilai probabilitas > 0,01 maka tidak terdapat korelasi yang signifikan, sebaliknya jika nilai probabilitas < 0,01 maka terdapat korelasi yang signifikan diantara variabel tersebut. Nilai probabilitas konsentrasi karbon monoksida dengan jumlah kendaraan bermotor adalah  0,000. Nilai yang sama juga didapatkan antara konsentrasi karbon monoksida dengan kecepatan angin yaitu 0,000. Nilai probabilitas antara konsentrasi karbon monoksida dengan suhu yaitu 0,003. Nilai – nilai tersebut < 0,01 sehingga memiliki nilai korelasi yang juga signifikan. Kata Kunci : Karbon Monoksida, Suhu, Kecepatan Angin, Kendaraan Bermoto

    ANALISIS POLA DISPERSI DAN TINGKAT PENCEMARAN GAS CO DARI SUMBER GARIS MENGGUNAKAN MODEL CALINE4 DI KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    ABSTRAK Polusi udara sangat berpengaruh pada kawasan jalan raya di Kota Pontianak. Berdasarkan hasil Laporan Akhir Dinas Perhubungan Kota Pontianak tentang “Kinerja Ruas Jalan Utama di Kota Pontianak Tahun 2011” tidak dilakukan perhitungan pada Jalan Sultan Syarif Abdurrahman dan Jalan Sutan Syahrir dari 46 jalan yang masuk dalam laporan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pencemaran dan pola sebaran dari gas CO sumber transportasi di Jalan Sultan Syarif Abdurrahman dan Jalan Sutan Syahrir. Metode yang digunakan adalah pengamatan dan pengukuran langsung di lapangan dengan jumlah titik pengukuran 3 titik untuk kedua jalan. Dasar pemilihan 3 titik pengukuran dikarenakan ketiga titik tersebut membentuk 1 garis lurus. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model CALINE4 ver 2.1 dengan bantuan visual surfer 8. Berdasarkan baku mutu udara ambien nasional menurut PP RI No. 41 tahun 1999 dan Indeks Standar Pencemar Udara KEP MENLH No. 45 tahun 1997. Hasil pengukuran road side dan pemodelan CALINE4 pada 3 titik pengukuran di Jalan Sultan Syarif Abdurrahman dan Jalan Sutan Syahrir, tingkat pencemaran gas CO yang terjadi masih tergolong aman berkisar pada tingkat baik (1946,83 - 4924,34 μgr/Nm3) dan sedang (5153,37 - 9963,19 μgr/Nm3), serta berada dibawah baku mutu udara ambien nasional untuk gas CO pengukuran 1 jam yaitu dibawah 30000 μgr/Nm3. Tingkat akurasi dan validasi dari pemodelan CALINE4 pada hari Senin yang RMSPE terpenuhi <10% sebesar 83%, sedangkan hari Jum’at sebesar 61%. Perbedaan tingkat akurasi dan validasi antara hari Senin 83% dan Jum’at 61% dikarenakan adanya faktor lain yang mempengaruhi kondisi stabilitas atmosfer di lokasi penelitian salah satunya penyinaran matahari. Pola dispersi atau sebaran yang terbentuk dari hasil visual pemodelan CALINE4 mengikuti arah angin yang terjadi. Pola dispersi gas CO cenderung membentuk pola yang hampir sama atau mirip jika faktor arah anginnya sama.   Kata Kunci : kota Pontianak, model CALINE4 ver 2.1, konsentrasi C

    EFISIENSI PEMANFAATAN MEDIA KAOLIN TERAKTIVASI ASAM KLORIDA DALAM MENURUNKAN KADAR KLORIDA PADA AIR PAYAU

    Get PDF
    ABSTRAK Tata air di wilayah pesisir sangat dipengaruhi oleh keberadaan air laut. Umumnya air laut dapat mempengaruhi kualitas air di daerah pesisir. Secara kimia, besarnya pengaruh air laut tercermin pada tingginya salinitas. Keberadaan sumber daya air di daerah pesisir secara kuantitas umumnya sangat berlimpah, tetapi secara kualitas tidak memadai untuk digunakan dalam aktivitas harian. Keterbatasan sumber daya air di daerah pesisir berkaitan dengan kelangkaan air tawar yang dapat dimanfaatkan sebagai air bersih. Oleh karena itu diperlukan upaya alternatif dalam teknologi sederhana dengan melakukan inovasi pada media absorben menggunakan kaolin teraktivasi asam klorida 2M. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar nilai optimum penurunan kadar klorida pada air payau dengan media adsorben kaolin teraktivasi berdasarkan berat kaolin. Variasi berat gram yang digunakan adalah 10,20, dan 40 gram kaolin dalam 200 mL sampel air payau. Jenis mineral zeolit ditentukan dengan difraktometer sinar-X, sedangkan pengujian penurunan kadar klorida menggunakan metode argentometri. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai optimum penurunan kadar klorida menggunakan media adsorben kaolin teraktivasi sebesar 97,14% dengan berat kaolin 40 gram dalam 200 mL sampel air payau.   Kata Kunci : Absorbsi, Air Payau, Kaolin, Penurunan Salinita

    IDENTIFIKASI PENGGUNAAN SUMBER AIR BAKU OLEH PENDUDUK DI SEKITAR TPA BATU LAYANG PONTIANAK

    Get PDF
    ABSTRAK Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batu Layang  terletak di Kelurahan Batu Layang  Pontianak Utara. TPA  Batu Layang beroperasi dengan sistem open dumping dan belum efektifnya Instalasi Pengolahan untuk lindi yang dihasilkan sehingga berpotensi untuk mencemari air permukaan di sekitar TPA. Sistem  open dumping menghasilkan air buangan yang disebut lindi (leachate) yang kemudian dibuang  melalui saluran terbuka ke badan air (parit). Hal ini memudahkan penyebaran lindi oleh air  sehingga akan mengakibatkan pencemaran badan air dan air sumur  di sekitar TPA Batu Layang. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui 1)  dampak TPA Batu Layang terhadap kualitas air  permukaan disekitar daerah tersebut, 2) untuk menganalisis kualitas air di sekitar TPA Batu Layang, 3) untuk mengidentifikasi kualitas air yang digunakan oleh penduduk di sekitat TPA Batu Layang. Sampel air diambil pada empat lokasi titik pertama di badan air (parit), sampel kedua air sumur dengan jarak 318 m, sampel ketiga dengan jarak 450 m dan sampel terakhir dengan jarak 600 m dari TPA Batu Layang. Metode yang dilakukan adalah melalui pendekatan observasi, kuesioner survei sosial dan analisis laboratorium sampel air dilakukan secara deskriftif, tabel, dan grafik. Hasil yang diperoleh dari analisis  kesehatan masyarakat dari 50 responden di TPA Batu Layang  secara simple random sampling diperoleh 36%  masyarakat kerap terserang penyakit diare. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan parameter TSS, TDS dan Kadmium masih dibawah Baku Mutu Kualitas Air Kelas II sesuai Peraturan Pemerintah No 82/2001. Parameter  BOD5 COD, pH, Ammonia dan Total Posfat  dari  badan air dan sumur warga sampai jarak 600 m dari TPA Batu Layang sudah melebihi baku mutu yang ditetapkan. Sehingga perlu diwaspadai penggunaan air baku yang berasal dari kontaminasi badan air dan sumur yang terdekat dengan TPA Batu Layang.   Kata Kunci : TPA Sampah, Air lindi, Kualitas air tana

    PRODUKSI BIOGAS DAN PENYISIHAN COD DARI LIMBAH CAIR TAHU

    Get PDF
    ABSTRAK Tahu merupakan salah satu produk dari komoditas usaha kecil menengah berbahan baku kedelai (Glycine sp), yang banyak dijumpai di beberapa daerah. Salah satu proses akhir dari pembuatan tahu adalah limbah cair yang mempunyai kandungan organik yang tinggi. Sifat air limbah mudah didegradasi secara biologi sehingga dapat menghasilkan biogas yang mengandung metan dan dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui volume biogas yang dihasilkan dari pengolahan limbah cair tahu dan penurunan konsentrasi COD pada limbah cair tahu berdasarkan variasi waktu tinggal yakni 7, 14, 21 dan 28 hari. Pada penelitian ini akan dilakukan pengolahan limbah cair tahu dengan campuran kotoran sapi sebanyak 1,5 L secara anaerob dengan menggunakan sistem bacth untuk menurunkan parameter COD dan variasi waktu tinggal. Hasil penelitian menunjukkan  volume gas yang dihasilkan pada hari ke 7 sebanyak 178 ml, hari ke 14 sebanyak 94 ml, hari ke 21 sebanyak 16 ml dan hari 28 tidak menghasilkan gas. Pada penelitian ini konsentrasi COD mengalami kenaikan sebesar 27% pada hari ke 7 yakni menjadi 2895,20 mg/l, pada hari ke 14 mengalami penurunan sebesar 77% dengan nilai 517,65 mg/l, hari ke 21 mengalami penurunan hingga 110,86 mg/l dan pada akhir penelitian mengalami kenaikan menjadi 137,15 mg/l atau penurunan sebanyak 94%.   Kata kunci: anaerob, COD, limbah cairtahu, volume gas

    PERUBAHAN GARIS PANTAI AKIBAT KERUSAKAN HUTAN MANGROVE DI KELURAHAN TERUSAN KECAMATAN MEMPAWAH HILIR KABUPATEN MEMPAWAH

    Get PDF
    ABSTRAK Hutan mangrove mempunyai peran penting dalam melindungi kawasan pesisir pantai. Pemanfaatan mangrove oleh masyarakat pesisir pantai dapat berakibat berkurangnya fungsi lindung mangrove terhadap daerah pantai. Salah satu dampak yang timbul dari berkurangnya fungsi lindung kawasan pesisir pantai adalah terjadinya perubahan garis pantai. Perubahan garis pantai dapat terjadi melalui proses abrasi maupun proses akresi. Perubahan garis pantai yang terjadi pada tahun 1995 akibat berkurangnya fungsi mangrove pada Kecamatan Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah khususnya pada Dusun Benteng menyebabkan masyarakat merasakan dampak yang ditimbulkan akibat adanya perubahan garis pantai akibat proses abrasi.  Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan garis pantai sebagai akibat hilangnya kawasan hutan mangrove dengan menggunakan time series Citra Satelit Landsat dari tahun 2009 – 2015. Metode penelitian yaitu pengolahan data overlay dengan menggunakan sistem informasi geografis dengan perangkat lunak ArcMap 10.1 dan informasi tentang perubahan garis pantai akibat kerusakan kawasan mangrove diperoleh melalui wawancara terstruktur dengan pendekatan purposive sampling dan snowball sampling. Hasil analisis peta time series dari Citra Landsat dari tahun 2009 - 2015 telah mengalami penambahan daratan sepanjang 127,9 meter dan laju penambahan pertahunnya adalah 18,27 meter/tahun. Hasil dari tumpang susun (overlay) setiap tahunnya menunjukkan adanya penambahan dan pengurangan daratan, maka didapatkanlah rata-rata abrasi pertahun sebesar 6,74 ha/tahun dan rata-rata akresi pertahun sebesar 42,04 ha/tahun. Untuk meningkatkan upaya perlindungan daerah pesisir pantai selain melakukan upaya penanaman mangrove yang berfungsi sebagai penahan dan pemecah gelombang juga dapat dilakukan pembuatan bangunan sipil pemecah gelombang seperti membangun blok-blok beton, tumpukan batu dan sebagainya pada pesisir Kelurahan Terusan yang rentan akan abrasi. Kata Kunci : Perubahan garis pantai, daerah pesisir, kerusakan hutan mangrove, sistem informasi geografis

    EVALUASI FUNGSI EKOLOGIS RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) PERKOTAAN SEBAGAI AREAL RESAPAN DI KOTA PONTIANAK (STUDI KASUS: TAMAN ALUN KAPUAS)

    Get PDF
       ABSTRACTAlun Kapuas Park is a city park that designated by The Park Departement as Green Open Space (RTH) in Pontianak city. In connection with the function of RTH as rainwater catchment, Alun Kapuas Park still got less attention because puddle often happens during the rainy season.  This research aims to determine 1) infiltration rate when the condition is not raining  and the day condition is raining, 2) the influence of soil physical characteristic and vegetation against the infiltration rate, 3) the potential of Alun Kapuas Park to absorb rainwater. Infiltration rate measurement method uses double ring infiltrometer, then it is analyzed by the method of Horton. The result of research indicate that the condition of dry day has average infiltration rate value of 5,62 cm/h greater than the condition of rainy days has average infiltration rate value of 3,20 cm/h. The highest infiltration rate value of  14,40 cm/h is point 4 with sand soil value of 64,64%, permeability value of 26,29 cm/h, and porosity value of 55,42%. Lowest infiltration rate value of 2,02 cm/h is point 3, with  sand soil value of 54,41%, permeability value of 5,14 cm/h, and porosity value of 47,33%. The greater values of permeability, porosity, and the sand fraction can increase the infiltration rate. Vegetation at Point 1, Point 2 and Point 4 is dominated by trees and grass have infiltration rate greater than 3 points dominated the ground cover plants and shrubs.  Potential seepage of rain for one year in Alun Kapuas  Park is 37% of the total volume of rainfall amounted to 54.801 m3, so it does not fulfill the ecological functions of city park as rainwater catchment have percentage of 75-95%. Something that can be suggested is  expanding the area of reforestation, choosing the composition of the vegetation right, replacing asphalt with paving blocks, and social-economic activities are not carried out in the area of reforestation.Key word: city park , infiltration rate, soil physical characteristic, vegetation 

    253

    full texts

    282

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇