Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah
Not a member yet
    282 research outputs found

    Coco Fiber Sebagai Filter Limbah Cair Rumah Makan Cepat Saji

    Get PDF
    Perkembangan usaha rumah makan cepat saji di Kota Pontianak berdampak pada menurunnya kualitas perairan. Penyebabnya adalah pembuangan limbah cair ke badan air tanpa pengolahan terlebih dahulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah limbah cair rumah makan cepat saji menggunakan metode filtrasi berbahan dasar coco fiber. Coco fiber dikarakterisasi menggunakan metode SEM dan FTIR. Spektra FTIR coco fiber menunjukkan puncak serapan pada bilangan gelombang 3159-3576 cm-1 yang dimiliki oleh gugus fungsi –OH. Dua puncak yang juga menonjol di daerah bilangan gelombang 2800-2924 cm-1diduga adalah regang C–H alifatik dari kelompok metil dan metilen dari lignin serbuk coco fiber. Penelitian dilakukan dengan membuat purwarupa alat pengolah limbah cair berskala laboratorium dengan 2 unit filter yaitu coco fiber dan kombinasi arang aktif-pasir-coco fiber-kerikil. Pengujian dilakukan dengan metode pre-test dan post-test yaitu pengukuran parameter seperti pH, BOD dan TSS sebelum dan sesudah pengolahan untuk mengetahui efektivitas pengolahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah cair setelah melalui unit filtrasi mengalami peningkatan pH dari 6,1 menjadi 6,4 untuk sistem coco fiber dan 7,8 untuk  sistem kombinasi arang aktif-pasir-coco fiber-kerikil. Filtrasi menggunakan sistem coco fiber menghasilkan pengurangan BOD 98,58% dan TSS 83,51%. Sedangkan filtrasi menggunakan sistem kombinasi arang aktif-pasir-coco fiber-kerikil menghasilkan pengurangan BOD 78,33% dan TSS 81,19%.

    PENGARUH PASANG SURUT TERHADAP SEBARAN SALINITAS DI SUNGAI KAPUAS KECIL

    Get PDF
    Sungai Kapuas Kecil sangat dipengaruhi oleh pasang surut air laut, pada musim kemarau intrusi air permukaan sering menjadi masalah bagi PDAM karena menjadi penyebab berubahnya kualitas air baku yang akan diolah. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pengaruh pasang surut terhadap sebaran salinitas di sungai Kapuas Kecil pada musim kemarau. Penelitian dilakukan di Sungai Kapuas Kecil bagian hilir sepanjang ± 30 km dari batas hulu lokasi penelitian sampai ke muara. Pengambilan sampel air dilakukan pada musim kemarau saat kondisi pasang dan surut di 7 (tujuh) lokasi stasiun pemantauan. Metode penelitian yang digunakan adalah survey lapangan; pengambilan sampel air dan analisis insitu dan eksitu; membuat grafik sebaran salinitas dan menentukan tipe estuari; dan metode statistik regresi-korelasi untuk mengetahui pengaruh pasang surut terhadap kualitas air di Sungai Kapuas Kecil. Hasil penelitian sebaran salinitas secara horizontal di Sungai Kapuas Kecil dari hulu ke hilir cenderung terus meningkat pada saat pasang dengan jarak jangkauan air laut mencapai ± 20 km ke arah hulu sungai dengan nilai salinitas berkisar 1,5 ppt. Sebaran salinitas secara vertikal pada 3 lapisan kedalaman menunjukkan peningkatan salinitas dari lapisan permukaan menuju dasar perairan. Berdasarkan struktur salinitasnya tipe estuari Sungai Kapuas Kecil adalah “tercampur sebagian”. Hasil analisis regresi linier berganda didapatkan nilai koefisien determinasi (adjusted R square) = 0,760, yang secara keseluruhan menunjukkan bahwa pasang surut dan jarak berpengaruh terhadap kualitas air (nilai TDS) sebesar 76 %

    IDENTIFIKASI KUALITAS AIR TANAH DANGKAL DI SEKITAR TPA SUNGAI RAYA

    Get PDF
    ABSTRAKSalah satu dampak yang dihasilkan dari aktivitas di TPA adalah air lindi. Lindi merupakan cairan yang dihasilkan dari dekomposisi sampah yang bercampur dengan air hujan. Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sungai Raya terletak di Desa Kuala Dua Kabupaten Kubu Raya. TPA Sungai Raya beroperasi dengan sistem open dumping. Open Dumping merupakan pengelolaan sampah dengan cara membiarkan sampah dan ditumpuk pada suatu lapangan terbuka Sistem ini dapat memberikan dampak terhadap lingkungan, salah satunya pencemaran air yang disebabkan oleh air lindi yang tidak terkelola dengan baik. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengidentifikasi kualitas air tanah di sekitar TPA dan untuk mengetahui pengaruh jarak TPA terhadap kualitas air di sekitar TPA Sungai Raya. Pengambilan sampel dilakukan pada 3 wilayah disekitar TPA yaitu wilayah A sebanyak 6 titik sampel, wilayah B sebanyak 6 titik sampel dan wilayah C sebanyak 6 titik sampel. Total titik sampel yang digunakan sebanyak 18 titik dengan masing-masing jarak 10 meter tiap antar titik. Metode yang digunakan yaitu melalui pendekatan observasi, analisis hasil laboratorium dan uji statistik dengan minitab (Uji Mann Whitney). Standar baku mutu air yang digunakan yaitu standar baku mutu air kelas II PP No.82 Tahun 2001 yang diperuntukkan untuk kegiatan MCK (Mandi,cuci,kakus). Hasil yang diperoleh menyatakan bahwa pada wilayah A nilai konsentrasi tertinggi berada pada titik A1 yang merupakan titik terdekat dengan tumpukkan sampah pada TPA yaitu dengan nilai konsentrasi COD, Pb Cd dan total coliform berturut-turut sebesar  718,7 mg/l; 0,03 mg/l; 0,04 mg/l; dan 4300 MPN/100ml, sedangkan nilai konsentrasi terendah berada pada titik A6 yang merupakan titik dengan jarak 50 meter dari titik A1 dengan nilai konsentrasi COD, Pb Cd dan total coliform berturut-turut sebesar  114,5 mg/l; 0,01 mg/l; 0,000 mg/l; dan 2850 MPN/100 ml. Pada wilayah B nilai kosentrasi tertinggi berada pada titik B1 yang merupakan titik terdekat dengan tumpukkan sampah pada TPA dengan nilai konsentrasi COD, Pb Cd dan total coliform berturut-turut sebesar  699,0 mg/l; 0,03 mg/l; 0,02 mg/l; dan 3750 MPN/100ml, sedangkan nilai konsentrasi terendah berada pada titik B6 yang merupakan titik dengan jarak 50 meter dari titik B1 dengan nilai konsentrasi COD, Pb Cd dan total coliform berturut-turut sebesar  62,5 mg/l; 0,00 mg/l; 0,000 mg/l; dan 2650 MPN/100 ml. Wilayah C nilai kosentrasi tertinggi berada pada titik C1 yang merupakan titik terdekat dengan tumpukkan sampah pada TPA dengan nilai konsentrasi COD, Pb Cd dan total coliform berturut-turut sebesar  700,3 mg/l; 0,03 mg/l; 0,03 mg/l; dan 4950 MPN/100ml, sedangkan nilai konsentrasi terendah berada pada titik C6 yang merupakan titik dengan jarak 50 meter dari titik C1 dengan nilai konsentrasi COD, Pb Cd dan total coliform berturut-turut sebesar  125,2 mg/l; 0,01 mg/l; 0,000 mg/l; dan 3800 MPN/100 ml. Nilai konsentrasi rata-rata COD dan total coliform pada tiap titik berada di atas baku mutu air kelas II PP No.82 Tahun 2001, sedangkan nilai konsentrasi rata-rata Pb berada dibawah ambang batas baku mutu air kelas II PP No.82 Tahun 2001 dan nilai CD pada titik yang berada didalam TPA berada di atas ambang batas baku mutu air kelas II PP No.82 Tahun 2001, serta nilai Cd yang berada diluar TPA  bernilai dibawah ambang batas baku mutu air kelas II PP No.82 Tahun 2001. Hasil uji statistik Mann Whitney menunjukkan nilai signifikan > 0,05. Angka tersebut mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan yang nyata (signifikan) antara jarak TPA terhadap kualitas air tanah dangkal di sekitar TPA Sungai Raya. Berdasarkan hasil analisis, terdapat pengaruh jarak TPA terhadap kualitas air tanah dangkal disekitar TPA Sungai Raya, yang ditunjukkan dengan semakin jauh dari TPA, nilai kualitas air tanah dangkal semakin membaik.Kata Kunci :Air Lindi, Kualitas air tanah dangkal, TP

    KAJIAN ANGKUTAN SEDIMEN LAYANG PADA SUNGAI JAWI KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    ABSTRAKSungai Jawi merupakan salah satu saluran primer yang ada di Kota Pontianak. Aliran Sungai Jawi berada di Kecamatan Pontianak Barat, Sungai Jawi berfungsi tidak hanya untuk menampung dan mengalirkan limpasan air hujan, tetapi juga untuk menampung dan mengalirkan air limbah domestik dan menyediakan air bagi kebutuhan rumah tangga. Kondisi Sungai Jawi akhir-akhir ini semakin memburuk, air permukaan Sungai Jawi semakin keruh, dan terjadi pendangkalan di beberapa tempat terutama tempat-tempat yang memiliki aktivitas seperti di depan Pasar Dahlia dan di pertemuan saluran dari RS Antonius dengan Sungai Jawi, dan limbah hasil buangan yang berupa limbah cair yang mengandung lumpur ini akan terbawa aliran sungai yang seiring perubahan waktu, perjalanan aliran yang membawa lumpur (sedimen) ini akan masuk ke Sungai Jawi dan bermuara di Sungai Kapuas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kadar sedimen layang (suspended load) di Sungai Jawi Kota Pontianak serta mengetahui dan mengidentifikasi pola angkutan sedimen di  Sungai Jawi yang dipengaruhi pasang surut. Metode pengambilan sampe­­l­­ air menggunaan grab sampling sedangkan pemeriksaan sampel air dilakukan pada 3 titik pengambilan pada titik pengambilan sampel. Berdasarkan pengukuran elevasi muka air di muara Sungai Jawi selama 3 hari disimpulkan bahwa Sungai Jawi memiliki periode 1 kali dan 1 kali surut dalam 24 jam yang tergolong tipe pasang surut harian tunggal (diurnal tide). Konsentrasi sedimen tertinggi pada titik 1 sebesar 50 mg/l dimana titik 1 merupakan titik yang terdekat dengan muara sehingga terjadi akumulasi sedimen. Laju sedimen layang  tertinggi terletak pada titik 2 segmen tengah dengan nilai laju sedimen layang (suspended load) sebesar 173,02 ton/ hari atau 63.152,54 ton/tahun. Laju sedimen terendah pada titik 3 segmen kanan dengan laju sedimen layang 8,67  ton/ hari atau 3.163,45 ton/tahun. Rata–rata laju sedimen layang di setiap titik 50,74 ton/ hari atau 18.519,49 ton/tahun.Kata Kunci : Sungai Jawi, pasang surut , sedimen layang, TSS

    DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMAR TOTAL COLIFORM (T.COLI) DI HILIR SUNGAI TEBERAU

    Get PDF
    ABSTRAKSungai Teberau merupakan anak Sungai Sambas Kecil. Jenis sumber pencemar di hilir Sungai Teberau yaitu pemukiman. Pemukiman yang tepat berada di sungai dapat mengakibatkan pencemaran sungai yaitu penambahan bakteri Total Coliform (T.Coli). Salah satu upaya pengendalian yaitu melakukan inventarisasi beban pencemar dengan menghitung jumlah beban pencemar yang diperbolehkan masuk ke dalam sungai. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan inventarisasi, menghitung beban pencemar sungai, meghitung daya tampung beban pencemar T.Colimenggunakan metode Neraca Masa dan faktor-faktor yang mempengaruhi masuknya E.Coli ke dalam sungai. Inventarisasi sumber pencemar diketahui bahwa jumlah penduduk di hilir Sungai Teberau yaitu sebanyak 1.849 jiwa. Beban pencemar total coliform di hilir Sungai Teberau yaitu 455.817 jumlah/hari. Sedangkan daya tampung beban pencemar Total Coliform yaitu 11.113.143 jumlah/hari. Hal ini menunjukkan Sungai Teberau masih memiliki daya tampung beban pencemar Total Coliform. Faktor-faktor yang mempengaruhi masuknya bakteri E.Coli ke sungai yaitu pemukiman yang berada di tepian sungai serta jarak keberadaan jamban dan septic tank yang tidak sesuai dengan peraturan yaitu < 10 meter. Kata Kunci: Beban Pencemar, Escherichia Coli, Sungai Tebera

    Studi Parameter Penghalang Lempung (Clay Barrier) Sebagai Penghambat Sebaran Zat Organik dan Timbal (Pb) dalam Air Lindi (Leacheate)

    Get PDF
    Pemrosesan sampah di Tempat Pembuangan Akhir menghasilkan air lindi (leacheate) yang merupakan hasil buangan yang perlu penanganan yang serius. Melihat kondisi tanah di TPA Batu Layang yang sebagian besar berjenis gambut yang menyebabkan mudahnya penyebaran polutan dari air lindi sehingga dibutuhkan lapisan kedap. Perlu dilakukannya upaya untuk mengatasi sebaran air lindi tersebut. Satu diantaranya adalah dengan pemasangan penghalang lempung (clay barrier), sebagai lapisan kedap penahan kontaminasi polutan agar tidak mencemari air tanah dan tanah berdasarkan sifat konduktivitas hidrolik. Nilai konduktivitas hidrolik (k) penghalang lempung (clay barrier) yang optimal sebagai lapisan yang mampu menahan sebaran polutan dalam air lindi (leacheate) di suatu TPA diperoleh dengan melakukan uji permeabilitas. Dari uji permeabilitas nilai k tanah asli TPA Batu Layang 1,87 x 10-3 m/det. Dari hasil pengukuran nilai k dari kelima sampel tanah modifikasi untuk lapisan clay barrier, sampel campuran tanah + 2 lapisan bentonite memiliki nilai k paling kecil yaitu 1,81 x 10-10 m/s. nilai tersebut disebabkan sifat bentonit yang mengembang yang dapat mengabsorbsi air dengan kapasitas yang besar, yang masuk dalam syarat maksimum untuk lapisan kedap dasar TPA yaitu 1 x 10-8 m/detik. Kata Kunci : TPA Batu Layang, leacheate, lapisan kedap, clay barrier, konduktivitas hidrolik.

    STUDI ANALISIS KUALITAS AIR SUNGAI NURUL HUDA DI KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA

    Get PDF
    ABSTRAK yang bersifat komunal agar limbah domestik yang dihasilkan masyarakat tidak langsung dibuang ke Pertumbuhan penduduk yang pesat menyebabkan terjadinya perubahan tata guna lahan disebagian besar kawasan perkotaan dikarenakan kebutuhan akan pemukiman yang juga semakin meningkat. Berdasarkan hal tersebut, akan terjadi peningkatan jumlah limbah domestik yang dihasilkan dan di buang kebadan perairan, khususnya sungai. Hal ini akan berdampak buruk bagi kualitas air sungai yang juga merupakan sumber baku air bersih masyarakat setempat dikarenakan air limbah tersebut dibuang tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Sungai Nurul Huda merupakan salah satu sungai yang terletak di kawasan Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya yang menjadi sumber air utama bagi masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Skripsi ini bertujan untuk mengetahui kondisi kualitas, besar beban pencemar dan perkiraan potensi beban pencemar untuk 20 tahun ke depan serta pengendalian terhadap beban pencemar air Sungai Nurul Huda.. Tahapan penelitian  ini berupa pengumpulan data primer yaitu dimensi saluran (lebar dan kedalaman), luas penampang basah, kecepatan aliran, debit, pengambilan sampel, perhitungan beban pencemar untuk proyeksi 20 tahun dan analisis pengendalian beban pencemar. Pengambilan sampel kualitas air menggunakaan metode grab sample saat surut terendah yaitu pada Tanggal 4 Maret  2015 pukul 23.00 WIB dan saat pasang tertinggi pada Tanggal 5 Maret 2015 pukul 07.00 WIB dengan parameter yang diuji yaitu BOD, COD, fospat, nitrat, kekeruhan, suhu dan pH. Berdasarkan hasil pengujian indeks pencemar, kondisi kualitas air Sungai Nurul Huda pada kondisi pasang secara umum tercemar ringan untuk baku mutu kualitas air kelas I, II, dan III (PP No.82 Th 2001). Sementara untuk baku mutu kelas IV masih memenuhi baku mutu air. Pada kondisi surut, air Sungai Nurul Huda tercemar ringan untuk baku mutu kelas I. Sementara untuk kelas II, III, dan IV masih memenuhi baku mutu. Besarnya beban pencemar yang masuk ke Sungai Nurul Huda pada saat pasang untuk 4 parameter pencemar masing-masing sebesar BOD 659,24 kg/hr mg/l, COD 4118,90 kg/hr, fospat 8,43 kg/hr, dan nitrat 86,89 kg/hr. Sedangkan untuk kondisi surut besar beban pencemar yang masuk adalah BOD 189,04 kg/hr, COD 841,75 kg/hr, fospat 4,64 kg/hr, dan nitrat 204,35 kg/hr. Besarnya potensi beban pencemaran yang akan masuk ke Sungai Nurul Huda untuk 20 tahun yang akan datang adalah sebesar BOD 4,94 kg/hr, COD 141,69 kg/hr, posfat 2,11 kg/hr, nitrat 10, kg/hr. Berdasarkan hasil tersebut, pengendalian terhadap kualitas air sungai dapat dilakukan dengan tidak membuang sampah di sungai, melakukan penghijauan di sekitar sungai untuk menjaga kondisi kualitas air serta sosialisasi oleh pemerintah kepada masyarakat untuk mengurangi dampak yang akan ditimbulkan olehakitivitas masyarakat, dan selanjutnya dapat membangun IPAL baik itu yang bersifat individu maupun badan air, dan dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Kata kunci : Sungai Nurul Huda, Indeks Pencemaran, Beban Pencemar, PBP

    PEMANFAATAN CANGKANG KERANG DARAH (ANADARA GRANOSA) DAN ZEOLIT SEBAGAI MEDIA FILTER KERAMIK UNTUK PENGOLAHAN AIR GAMBUT

    Get PDF
    ABSTRAKKalimantan Barat sebagian besar memiliki lahan gambut yaitu sekitar 1,7 juta hektar. Masyarakat yang tidak mendapatkan akses air bersih menggunakan air sumur sebagai air baku untuk minum. Air gambut secara umum tidak memenuhi persyaratan kualitas air minum berdasakan PERMENKES No.492 Tahun 2010 karena memiliki ciri-ciri intensitas warna yang tinggi, pH asam, kandungan zat organik tinggi, dan kandungan logam besi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja filter keramik dengan campuran media filter cangkang kerang darah (Anadara Granosa) dan zeolit untuk pengolahan air gambut. Filter keramik dibuat dari campuran zeolit dan cangkang kerang darah (Anadara Granosa) dengan perekat Polivinil Alkohol (PVA) yang disintering dengan suhu 250oC selama 2 jam. Variasi komposisi bahan cangkang kerang darah dan zeolit yang dibuat adalah 25%:75%, 50%:50% dan 75%:25% dengan perekat PVA masing-masing sebanyak 1 gram. Penelitian dilakukan dengan melewatkan air gambut pada filter keramik, kemudian dilakukan karakterisasi fisik filter keramik serta uji laboratorium sebelum dan setelah pengolahan. Hasil penelitian menunjukkan filter keramik dengan campuran cangkang kerang darah dan zeolit untuk masing-masing komposisi 25%:75% (F1), 50%:50% (F2) dan 75%:25% (F3) yaitu memiliki densitas sebesar 1,53 gr/cm3, 1,56 gr/cm3 dan 1,58 gr/cm3, porositas sebesar 49,61%, 55,12% dan 60,63%, dan fluks sebesar 7,4 L/m2.jam, 5,9 L/m2.jam, dan 2,8 L/m2.jam. Filter keramik dengan perbandingan 75%:25% (F3) efektif meningkatkan pH air gambut dari 4,4 menjadi 6,5 dengan efektivitas sebesar 52,27%  dan menurunkan parameter besi dari 0,577mg/L menjadi 0,487 mg/L dengan efektifitas sebesar 15,6%, sedangkan filter keramik dengan perbandingan 25%:75% (F1) dapat menurunkan zat organik dari 334,9 mg/L menjadi 322,3 mg/L dengan efektifitas sebesar 3,76%.Kata Kunci : air gambut, filter keramik, kerang darah

    ANALISIS KONSENTRASI KARBON MONOKSIDA (CO) PADA RUANG PARKIR AYANI MEGA MALL KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    ABSTRAK Karbon monoksida (CO) merupakan salah satu gas hasil pembakaran tidak sempurna kendaraan bermotor yang dapat mencemari udara dan mengganggu kesehatan manusia. Potensi gas karbon  monoksida yang menjadi pencemar di dalam ruangan akibat minimnya sirkulasi udara, maka dilakukan suatu studi untuk mengetahui nilai konsentrasi gas CO pada ruang parker berdasarkan perbedaan interval waktu, juga untuk mengetahui hubungan korelatif jumlah kendaraan terhadap konsentrasi CO, dan untuk mengetahui hubungan komparatif konsentrasi CO di tempat terbuka dan tempat tertutup. Penelitian dilakukan di Ayani Mega Mall Kota Pontianak dengan 4 titik ukur yaitu Titik 1 dan Titik 2 di lantai dasar, serta Titik 3 dan Titik 4 di lantai atap. Pada tiap titik diukur nilai CO menggunakan CO Meter selama 1 jam untuk interval waktu pagi, siang, sore, dan malam. Dihitung pula jumlah kendaraan pada waktu tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, nilai konsentrasi CO pada parkir dalam gedung Ayani Mega Mall Pontianak mengalami nilai tertinggi di Titik 1 pada kondisi siang hari untuk hari libur, yaitu dengan angka 12,92 ppm, sedangkan untuk hari kerja nilai tertinggi di Titik 1 pada kondisi malam hari, yaitu dengan angka 9,58 ppm. Nilai tersebut masih di bawah nilai ambang batas (25 ppm) berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi nomor 13 tahun 2011. Selanjutnya hubungan antara jumlah kendaraan terhadap konsentrasi CO memiliki angka koefisien korelasi sebesar 0,703 untuk hari libur dan 0,798 untuk hari kerja, yang berarti memiliki hubungan yang berkorelasi kuat yaitu semakin banyak kendaraan maka nilai CO juga meningkat.Hubungan komparasi menggunakan uji Kruskall Wallis menghasilkan angka asymp sig sebesar 0,044 untuk hari libur dan sebesar 0,01 untuk hari kerja, yang mana kurang dari taraf signifikansi sebesar 0,05 dengan simpulan ada beda nilai karbon monoksida di tiap titik, di mana nilai konsentrasi karbon monoksida di tempat tertutup lebih besar daripada di tempat terbuka. Hal ini terjadi karena keterbatasan ruang di tempat tertutup sehingga gerakan udara terbatas, sedangkan di tempat terbuka karbon monoksida dapat langsung menyebar sehingga konsentrasi karbon monoksida lebih cenderung kecil. Kata kunci: kualitas udara, pencemaran udara dalam ruang, karbon monoksida(CO), ruang parkir, Ayani Megamall Pontiana

    ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN AKIBAT ARUS LALU LINTAS DI PEMUKIMAN KOTA PONTIANAK (STUDI KASUS : PEMUKIMAN SUNGAI RAYA DALAM KECAMATAN PONTIANAK TENGGARA)

    Get PDF
    ABSTRAK Kebisingan adalah suara yang  tidak dikehendaki oleh manusia dan merupakan faktor lingkungan yang dapat berpengaruh negatif terhadap kesehatan manusia dalam tingkat dan jangka waktu tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kebisingan akibat arus lalu lintas di kawasan pemukiman dan untuk mengetahui tingkat ketergangguan masyarakat terhadap kebisingan jalan pada pemukiman Jl. Sungai Raya Dalam Kecamatan Pontianak Tenggara. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kebisingan di pemukiman Jl. Sungai Raya Dalam Kecamatan Pontianak Tenggara memiliki nilai tertinggi pada titik satu, yaitu pada Komplek Villa Lestari sebesar 68,8 dB pada hari kerja dan  65,8 dB pada hari libur dengan waktu pengukuran 06.00 – 08.00 WIB dan 15.00 – 17.00 WIB. Tingkat ketergangguan yang didapat dengan menggunakan perhitungan skala Likert memiliki hasil 51% dengan tingkat ketergangguan sedang terganggu. Nilai korelasi yang dihasilkan dengan menggambarkan hubungan tingkat kebisingan dan tingkat ketergangguan masyarakat dengan alat bantu SPSS ver 16.0 adalah 0,14 pada hari kerja di kebisingan pagi hari dan 0,07 pada hari libur di kebisingan sore hari. Nilai korelasi tersebut termasuk korelasi lemah. Tingkat kebisingan di pemukiman Jl. Sungai Raya Dalam Kecamatan Pontianak Tenggara telah melebihi batas ambang baku mutu menurut Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 48 tahun 1996 yang hanya diperbolehkan 55 dB untuk kawasan pemukiman sehingga dapat diberikan upaya pengendalian. Upaya pengendalian yang dapat direkomendasikan adalah penanggulangan langsung di sumbernya dengan penambahan rambu jalan, membuat barrier dalam bentuk pagar dan dinding tinggi, penggunaan jalur hijau dengan menanam pohon di sekitar area pemukiman sehingga dapat mengurangi tingkat kebisingan pada daerah pemukiman. Kata Kunci : Kebisingan, Arus Lalu Lintas, Pemukiman Kota Pontiana

    253

    full texts

    282

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇