Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah
Not a member yet
282 research outputs found
Sort by
Identifikasi Potensi Abu Terbang (Fly Ash) Sebagai Bahan Pengganti Sebagian Semen Pada Pembuatan Paving Block Ramah Lingkungan
Fly ash merupakan residu dari aktivitas pembakaran batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Fly ash dapat menyebabkan pencemaran udara dan pencemaran tanah, sehingga diperlukan suatu upaya untuk mengurangi pencemaran melalui pemanfaatan dalam menggantikan sebagian semen pada pembuatan paving block. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis komposisi yang tepat untuk mencapai kekuatan maksimum paving block, menganalisis nilai grade yang dihasilkan dari pencampuran fly ash dengan perbandingan (1:4), (1:5), (1:6) dengan total sampel sebanyak 27 benda uji dan menganalisis pengaruh fly ash sebagai pengganti sebagian semen terhadap sifat fisis paving block sesuai SNI 03-0691-1996. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen untuk menghasilkan temuan yang menunjukkan korelasi antara variabel kuat tekan, daya serap air, dan ketahanan aus paving block. Penelitian ini memberikan hasil nilai kuat tekan tertinggi yaitu 27,42 MPa pada komposisi 1:4 kode benda uji A1. Nilai daya serap tertinggi yaitu 4,2% pada komposisi 1:4 kode benda uji A0, sedangkan nilai ketahanan aus tertinggi yaitu 0,131 mm/menit pada komposisi 1:4 kode benda uji A1. Sehingga paving block tersebut dikategorikan dalam mutu kelas B yang dipergunakan untuk pelataran lahan parkir. Penggantian sebagian semen menggunakan fly ash berpengaruh terhadap nilai kuat tekan, daya serap air dan ketahanan aus
Pemanfaatan Limbah Plastik PET (Polyethylene Terephtalate), Limbah Pecahan Keramik dan Limbah Oli Bekas Menjadi Paving Block
Penelitian ini dilakukan untuk membuat paving block dengan memanfaatkan limbah plastik, pecahan keramik, pasir, dan oli sebagai bahan alternatif infrastruktur yang aman, kuat dan tahan lama. Paving block yang dihasilkan diuji kelayakannya berdasarkan nilai uji kuat tekan, nilai uji serap air, dan nilai uji TCLP. Terdapat 4 variasi komposisi dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian, paving block memiliki nilai uji kuat tekan dan uji serap air yang telah memenuhi standar berdasarkan SNI 03-0691-1996, dengan nilai uji kuat tekan rata-rata tertinggi terdapat pada paving block variasi 4 sebesar 13,08 MPa dan rata-rata terendah terdapat pada variasi 1 sebesar 9,11 MPa. Nilai uji serap air rata-rata tertinggi terdapat pada paving block variasi 1 sebesar 1,86 % dan rata-rata terendah terdapat pada variasi 4 sebesar 1,25 %. Nilai uji TCLP parameter logam berat Cu rata-rata tertinggi pada variasi 3 sebesar 0,29 mg/L dan rata-rata terendah pada variasi 4 sebesar 0,00 mg/L. Parameter logam berat Pb rata-rata tertinggi pada variasi 1 sebesar 0,70 mg/L dan rata-rata terendah pada variasi 3 sebesar 0,20 mg/L. Parameter logam berat Zn rata-rata tertinggi pada variasi 2 dan 3 sebesar 0,08 mg/L dan rata-rata terendah pada variasi 1 sebesar 0,04 mg/L. Kadar logam berat pada Cu, Pb, dan Zn memiliki nilai uji dibawah baku mutu sesuai dengan PP 22 tahun 2021.
Daya Dukung Lahan Pertanian Di Kabupaten Kendal
Kendal Regency is one of the regencies in Central Java which is a center for rice production and has a fairly large area of rice fields. The study of the carrying capacity of agricultural land is very important because it is part of the study of the carrying capacity of the environment (D3TLH). Among the achievements of research on the carrying capacity of agricultural land, there has not been much discussion about the limitations and how to improvise the method. Therefore, this article will try to analyze and discuss the carrying capacity of agricultural land in Kendal Regency. The data used is secondary data from Kabupaten Kendal Dalam Angka. The results of the analysis show that Kendal Regency has a carrying capacity of 1.74 agricultural land which means a surplus. The limitation of this agricultural land carrying capacity analysis method is that it is difficult to model the carrying capacity of ecoregion-based agricultural land. Therefore, in the future work, we can build pixel-based data through remote sensing such as rice productivity extracted from the NDVI and EVI vegetation indices.
Kajian Penataan Lahan Pasca Tambang Diorit CV. Mineral Cahaya Bumi Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat
Diorite mining activities have the potential to cause environmental degradation. Therefore, there is a need for reclamation. Reclamation is part of environmental control in implementing Good Mining and Operational Practice. One of the stages in the implementation of reclamation is the arrangement of post-mining land. The soil arrangement system is divided into 3 (three) systems, namely the soil leveling system, the guludan system, and the pot system. Land management system based on top soil needs. Therefore, this research aims to analyze the land management system and determine the optimal topsoil stocking system. The method used in this research is a qualitative method of analysis. Data processing uses AutoCAD 2021 software and ArcGis 10.8 software. The cross-sectional method is used in data processing to determine the availability of topsoil and topsoil in the study area. The results obtained in this study are (1) The planned area of the reclamation area is ± 5.29 hectares; (2) The overburden stocking volume is 35,397.56 LCM; (3) The volume of distribution of topsoil using the land leveling method is 13,387.96 LCM
Perbandingan Jenis Media Kaldness terhadap Effisiensi Limbah Rumah Makan dengan Metode MBBR
Limbah cair rumah makan mengandung bahan organik yang tinggi sehingga dapat menyebabkan meningkatnya kandungan pencemar di dalam badan air. Salah satu pengolahan yang dapat digunakan yaitu menggunakan metode Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR). Penelitian ini dilakukan dengan variasi media kaldness K1, K3 dan K5 sebanyak 20% dari limbah yang diolah dan diberikan aerasi selama 8 jam. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui kualitas air limbah sebelum dan sesudah pengolahan, serta perbandingan effisiensi pengolahan terhadap parameter TSS dan Amoniak. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, Kaldness K1 mampu menurunkan parameter TSS sebesar 95,53% dan Amoniak dari 0,14 mg/l menjadi 2,74 mg/l. Kaldness K3 mampu menurunkan parameter TSS sebesar 97,51% dan Amoniak dari 0,14 mg/l menjadi 1,4 mg/. Kaldness K5 mampu menurunkan parameter TSS sebesar 98,08% dan Amoniak dari 0,14 mg/l menjadi 2,27 mg/l
ANALISIS BERBAGAI SAMPAH ORGANIK SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF BIOGAS TERBARUKAN
Sampah menjadi permasalahan utama yang dirasakan oleh masyarakat indonesia dengan populitas yang terus bertmabah tinggi setiap tahunnya. Tak hanya adanya kehadiran sampah yang terdiri dari berbagai jenis sampah ini, permasalahan yang dirasakan dapat dirasakan dari dampak negatif terhadap keadaan sekitarnya seperti lingkungan kumuh, kurang sehat, sarang penyakit, pemicu pemanasan global akibat effect gas rumah kaca yang ditimbulkan sampah, meluasnya kebutuhan tempat penimbunan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan jenis sampah organik sebagai energi alternatif Biogas terbarukan. Metode yang digunakan adalah metode study literatur. Metode ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data-data dari penelitian sebelumnya yang topiknya berkaitan dengan tema yang akan dibahas dalam artikel ini. Sampah organik berupa kotoran sapi atau fases manusia lebih membutuhkan waktu yang sedikit menjadi biogas daripada jenis sampah organik yang berupa sampah sayuran atau sisa makanan. pencampuran kotoran sapi maupun manusia dengan sampah sisa sayuran atau serbuk kayu kurang baik daripada penggunaan fases sapi atau manusia saja, namun lebih baik daripada penggunaan sisa sayuran atau makanan saja. Campuran sayuran diblender lebih baik daripada dicacah untuk menghasilkan biogas dan alat pengolah biogas yang baik mendukung hasil biogas yang maksima
Analisis Perubahan Tutupan Lahan Di Kota Pontianak dengan Metode Penginderaan Jauh
Kota Pontianak terus mengalami peningkatan jumlah penduduk. Laju pertumbuhan penduduk di Kota Pontianak sebesar 2,4% pada periode 2009-2015, dan 1,6% pada periode 2015-2021. Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat dapat menyebabkan terjadinya perubahan tutupan lahan akibat permintaan untuk lahan terbangun sebagai tempat tinggal. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung dan menganalisis perubahan tutupan lahan Kota Pontianak pada tahun 2009, 2015 dan 2021 menggunakan metode penginderaan jarak jauh dengan citra satelit resolusi menengah Landsat. Tutupan lahan pada penelitian ini terbagi menjadi 8 (delapan) kelas yaitu tubuh air, permukiman, tanah terbuka, rumput, semak belukar, hutan, sawah, dan pertanian lahan kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 8 (delapan) kelas tutupan lahan di Kota Pontianak terus mengalami perubahan. Luas lahan RTH yang terdiri dari rumput, semak belukar, hutan, sawah dan pertanian lahan kering terus mengalami penurunan, sedangkan luas lahan permukiman terus mengalami peningkatan. Meski terus menurun, lahan RTH Kota Pontianak masih menutupi sebesar 41% dari luas total wilayah kota, memenuhi luas minimal lahan RTH pada wilayah kota menurut UU No. 26 Tahun 2007, yaitu sebesar 30% minimal
Analisis Ketersediaan Air Daerah Tangkapan Air Dait Sebagai Sumber Energi Terbarukan
Limited coverage of the PLN electricity network to villages from urban and isolated, resulting in people not being able to enjoy electric energy and those who are economically able to use electric diesel engines as an energy source. Some people who are economically able to use electric diesel engines as a source of energy, but because fuel oil has become increasingly expensive and scarce these days, the operating costs of diesel engines are high, so the diesel engine is no longer operated. Utilizing the potential of renewable energy in the form of local water resources as a source of electrical energy is an alternative solution to solve energy problems. This concept is based on microhydro power plant technology. Micro hydro is usually used for power plants with the greatest power with capacity of 100 kW. Sekendal Village, Air Besar District, Landak Regency, has the potential of a waterfall that has not been utilized. This study aims to analyze water availability of Dait watershed as renewable energy. The availability of water was analyzed using the Mock method and calibrated with the results of measurements in the field. The results showed reliable discharge value of 90% obtained the value of Q = 0.165 m3/s, the height of the water fall (Head) H = 30 m and the power that can be generated is 40.19 Kw. Keywords: discharge, dependable discharge, microhydro power plant, head, renewable energy Abstrak Keterbatasan jangkauan jaringan listrik PLN ke desa-desa yang jauh dari perkotaan dan terisolir, mengakibatkan masyarakat tidak bisa menikmati energi listrik. Sebagian masyarakat yang mampu secara ekonomi menggunakan mesin diesel listrik sebagai sumber energi, namun karena bahan bakar minyak akhir-akhir ini semakin mahal dan langka mengakibatkan biaya operasional mesin diesel tinggi sehingga mesin diesel tersebut tidak dioperasikan lagi. Memanfaatkan potensi energi baru terbarukan berupa sumber daya air setempat sebagai sumber energi listrik merupakan alternatif solusi pemecahan masalah energi. Konsep ini berbasis pada teknologi pembangkit listrik tenaga mikrohidro. Mikrohidro biasanya dipakai untuk pembangkit listrik dengan kapasitas daya paling besar 100 kW. Desa Sekendal Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak memiliki potensi air terjun yang belum dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan air di sub daerah aliran Sungai Dait sebagai sumber energi. Ketersediaan air dianalisis menggunakan metoda Mock dan dikalibrasi dengan hasil pengukuran debit air sungai. Hasil penelitian menunjukkan besarnya debit andalan 90% atau Q 90 adalah 0,165 m3/s, tinggi jatuh air H=30 m dan daya yang mampu dibangkitkan adalah sebesar 40,19 Kw