Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah
Not a member yet
282 research outputs found
Sort by
Strategi Penurunan Non Revenue Water (NRW) melalui Analisis Neraca Air dan Indikator Kinerja NRW pada Jaringan Distribusi SPAM Cabang Karawang
Perumdam Tirta Tarum as a BUMD with healthy performance and has FCR (Full Cost Recovery), but the NRW (Non Revenue Water) score is still quite high at 32.16%. The Karawang branch is the largest contributor to the volume of water loss, around 33% of the total water loss in 19 Branches/IKK units in other service areas. This study uses water balance analysis methods and NRW performance indicators to formulate recommendations for NRW reduction programs. Annual water loss during the period April 2022 to March 2023 was 23.96% with a loss volume of 2,343,756m3/12 months. The percentage of physical water loss is 18.49% and non-physical water loss is 5.47%. When converted to cost values, the annual loss of non-physical water is Rp.2,610,791,315.- and the annual loss of physical water is Rp.8,640,197,936.-. Physical loss is classified as category C performance (severe leakage) and the overall ATR performance indicator is classified as category C (poor ATR condition). Recommendations or strategies for handling NRW efficiently at study locations can be formulated after understanding the causes of NRW and the most influencing component factors
Pengaruh Penggunaan Media Filtrasi Terhadap Kualitas Air Sumur Gali di Kota Sorong
Sorong City is a city in Southwest Papua Province, with an area of 1,105 km2. The need for clean water is not directly proportional to the mapping of clean water services provided by the government so far it has not reached 30% of the total population in the Sorong City Region. The aims of the study were to analyze the existing water quality in Sorong City, to analyze the effect of the filter media on the planned filtration device on the water quality of the research sample, and to analyze the cost of the planned filtration device. The method used is a qualitative method that is carried out is the monitoring and interpretation of water quality data including physical and chemical quality. Observations of water from dug wells in the City of Sorong have the quality or nature of water that smells, has a salty taste, and is slightly brown in color. Of the 3 samples analyzed according to the existing location, only 2 samples were quality standards, the effect of the filtration media on water quality from 3 samples. Filtration equipment with filtration media 1 has an average per parameter of sample 1 of 25.78%, sample 2 of 36.59%, and sample 3 of 21.86%. The filtration device with 2 filtration media has an average sample 1 of 34.24%, sample 2 of 49.51%, and sample 3 of 25.44%. The filtration device with 3 filtration media has an average sample 1 of 22.32%, sample 2 of 30.6%, and sample 3 of 20.87%. and the cost of making a filtration device with filtration media 1 is IDR 300,000.00, filtration media 2 is IDR 295,000.00, filtration media 3 is IDR 290,000.00. The recommended filtration device is one that uses 2 filtration media
Perencanaan Sistem Jaringan Transmisi Dan Instalasi Pengolahan Air Bersih Desa Datah Diaan Mendalam Kabupaten Kapuas Hulu
Desa Datah Diaan Mendalam kecamatan Putussibau Utara yang terletak di kabupaten Kapuas Hulu provinsi Kalimantan Barat merupakan desa yang belum memiliki jaringan pipa transmisi air dan pengolahan air bersih. Penelitian ini bertujuan merancang bangunan intake terapung, Jaringan pipa transmisi dan instalasi pengolahan air bersih desa Datah Diaan. Metode yang dilakukan dalam menganalisis ketersediaan air bersih pada Desa Datah Diaan adalah metode Mock, dalam perencanaan pipa transmisi menggunakan bantuan aplikasi EPANET, untuk perencanaan bangunan intake terapung dengan metode hukum archimedes dan instalasi pengolahan air bersih berdasarkan studi atau literatur mengenai tata cara perencanaan unit instalasi pengolahan air. Hasil perancangan bangunan intake didapatkan dimensi ponton panjang 2,00 m, lebar 0,40 m dan tinggi 0,50 m, perancangan jaringan transmisi dengan diameter pipa 180mm – 200mm, perancangan bangunan instalasi pengolahan air bersih dengan dimensi bak koagulasi panjang 1,50 m lebar 1,00 m dan tinggi 2,0 m, bak flokulasi dengan luas dasar 2,0 m² serta ketinggian air yang berbeda-beda disetiap tahap dengan tahap pertama yaitu 4,0 m, bak sedimentasi dengan panjang 5,0 m, bak filtrasi dengan panjang 4,0 m, dimensi reservoir dengan tinggi bak 3,0 m dan lebar 3,0 m serta panjang 3,0 m
Problematika Sampah di Sektor Perjalanan dan Pariwisata: Kajian Literatur
Perjalanan dan pariwisata telah tumbuh secara signifikan dalam sepuluh tahun terakhir, menjadinya salah satu sektor ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di tingkat global. Namun di lain sisi banyak penelitian telah menyebutkan adanya kemungkinan hubungan antara jumlah sampah yang dihasilkan di berbagai destinasi wisata dengan jumlah pengunjung. Kajian ini menjabarkan secara rinci tentang masalah yang timbul akibat sampah di sektor wisata, termasuk sumber asalnya dan potensi pengelolaannya dari apa yang sudah dipraktikan saat ini. Pihak yang mendukung kegiatan pariwisata, sampah dari para wisatawan, dan sampah dari pengelolaan pariwisata adalah beberapa sumber yang teridentifikasi dimana sampah dihasilkan yang jika pengelolaannya tidak dilakukan dengan tepat maka dapat mengancam kualitas lingkungan. Sampah plastik dapat diolah secara mekanis, kimia, atau biologis, tergantung tujuan akhirnya, budget, ketersediaan teknologi untuk pengolahan, sumber daya manusia sebagai eksekutor, dan banyak pertimbangan lainnya.
Hubungan Karakteristik Pekerja Tambang Terhadap Keluhan Pendengaran Akibat Kebisingan Kegiatan Blasting
Kegiatan pengeboran dan peledakan dalam industri pertambangan berpotensi menimbulkan dampak kebisingan yang memicu timbulnya keluhan pendengaran. Kebisingan disebabkan oleh adanya suara ledakan dan penggunaan mesin bor yang cukup keras. Karakteristik pekerja (umur dan masa bekerja) dapat mempengaruhi keluhan pendengaran. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji hubungan karakteristik pekerja tambang dengan keluhan pendengaran akibat kebisingan kegiatan pengeboran dan peledakan. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampling jenuh. Pengolahan dan analisis data dilakukan menggunakan uji probabilitas Exact Fisher dan uji korelasi Spearmans dengan perhitungan manual serta uji korelasi product moment dengan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan karakteristik pekerja (umur dan masa kerja) terhadap keluhan pendengaran yang dirasakan pekerja. Hal ini berdasarkan pada hasil analisis hubungan antara umur dan keluhan pendengaran yang menunjukkan nilai Pvalue dan nilai korelasi lebih besar dari 0,05 (nilai probabilitas exact fisher sebesar 0,4853, korelasi spearmans sebesar 0,4271, dan hasil uji korelasi product moment sebesar 0,362). Begitu pula dengan nilai dari hasil analisis hubungan antara masa bekerja dengan keluhan pendengaran yang menunjukkan nilai Pvalue dan nilai korelasi lebih besar dari 0,05 (nilai probabilitas exact fisher sebesar 0,3883, korelasi spearmans sebesar 0,4279, dan hasil uji korelasi product moment sebesar 0,379)
Penurunan Parameter Pencemar Limbah Laundry Menggunakan Filter Arang Cangkang Kelapa Sawit
Limbah laundry dihasilkan dari proses jasa pencucian pakaian, dampak dari air limbah yang mengandung deterjen berlebihan akan menimbulkan pencemaran air yang menyebabkan penurunan kualitas air. Jika air limbah tidak diolah, maka akan menyebabkan pencemaran air. Salah satu bentuk metode pengolahannya adalah filtrasi, bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah arang dari cangkang kelapa sawit, air limbah akan melewati filter dan terjadi proses filtrasi dan adsorpsi ke dalam pori-pori arang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui variasi ukuran butir karbon aktif granular (GAC) mana yang paling optimal dalam peurunan parameter fosfat dan Chemical Oxygen Demand (COD). Terdapat 3 variasi ukuran butir yaitu variasi A ukuran 4,75 mm, variasi B ukuran 9,50 mm dan variasi C ukuran 25,00 mm. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi penurunan kadar fosfat sebesar 47% dan kadar COD 9% dengan waktu kontak 20 menit
Monitoring Kualitas Limbah Cair Rumah Sakit dan Impilkasinya terhadap Kualitas Air Sungai Brang Biji, Kabupaten Sumbawa
Kualitas air dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kegiatan manusia seperti industri, pertanian, dan pemukiman. Sungai Brang Biji di Sumbawa merupakan salah satu sumber air yang penting bagi masyarakat setempat, sehingga penting untuk memantau kualitas airnya secara teratur. Adapun aktivitas rumah sakit merupakan salah satu sumber yang dapat mencemari kualitas air sungai brang biji. Pada penelitian ini dilakukan kegiatan monitoring kualitas air sungai brang biji akibat dari adanya limbah cair rumah sakit. Penelitian ini dilakukan di aliran sungai tepat di depan rumah sakit umum daerah Sumbawa dengan melihat karakteristik suhu, temperature, TSS dan TDS. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis baku mutu limbah cair IPAL RSUD Sumbawa dan kualitas air sungai Brangbiji serta merumuskan strategi pengelolaan lingkungan penanganan limbah rumah sakit. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survey, obyek kajiannya adalah kualitas air Sungai Brang Biji. Penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling, dan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan semua sampel limbah cair rumah sakit untuk parameter pH, suhu, TDS, TSS masih memenuhi kualitas baku mutu, sedangkan kualitas air sungai Brangbiji berdasarkan parameter pH, suhu, TDS, TSS, melebihi baku mutu air kelas 1 dan 2 tetapi masih memenuhi baku mutu air kelas 3 dan 4. Limbah cair IPAL RSUD bukan satu-satunya faktor yang menyebabkan menurunkan kualitas air Sungai Brang Biji, bahwasannya yang mempengaruhi menurunnya kualitas air Sungai Brang Biji bukan satu-satunya disebabkan oleh limbah cair rumah sakit, akan tetapi terdapat faktor-faktor lainnya seperti kegiatan pertanian, peternakan dan industri yang mempengaruhi baku mutu kualitas air sungai brang biji hanya memenuhi untuk baku mutu air kelas 3 dan 4. Adapun strategi pengelolaan lingkungan yang dapat dilakukan adalah menyediakan IPAL Komunal untuk RSUD, pemanfaatan limbah menjadi bentuk lain yang bermanfaat dan perlu adanya monitroring rutin kualitas air Sungai Brang Biji
Analisa Partikulat Debu, SO Dan NO2 Pada Industri Manufaktur Di Surabaya
This study aims to determine how much dust, SO2 and NO2 concentrations are in the air and to know the description of the distribution of air in the study site. In addition, this research also aims to design air pollution control devices that can be used to control the emissions produced. The method in this research uses the Gausse method in modeling and uses AERMOD software and Google Earth to complete the model description. It is known that the farthest distance the highest concentration of dust spread is 0.071 km with a dust concentration of 101.3 µg/m3. The farthest distance the highest concentration of SO2 spread was at a distance of 0.051 km with a value of SO2 concentration of 6753.3 µg/m3. The farthest distance the highest concentration of NO2 spread was at a distance of 0.051 km with a value of NO2 concentration of 91.45 µg/m3. The air controller uses a bag filter with 6 compartments for dust control and uses silica absorbent and activated charcoal for controlling NO2 and the Flue-Gas Desulfurization (FGD) method for SO2