Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah
Not a member yet
282 research outputs found
Sort by
Evaluasi Kotoran Kelinci sebagai Bioaktivator untuk Produksi Biogas dari Sampah Sayuran
Dalam era pencarian sumber energi alternatif yang berkelanjutan, konversi limbah menjadi energi menjadi topik yang penting. Penelitian ini berfokus pada evaluasi kotoran kelinci sebagai bioaktivator untuk produksi biogas dari sampah sayuran, menghadirkan inovasi dalam konversi limbah ke energi berkelanjutan. Dengan mengumpulkan bahan baku dari peternakan kelinci di Desa Pancasari, Bali, dan sampah sayuran termasuk wortel, kubis, dan selada, inokulum yang digunakan adalah kotoran kelinci yang telah diakumulasi dalam digester untuk meningkatkan konsentrasi bakteri anaerob. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan batch dalam skala laboratorium, dengan tujuan memantau efektivitas degradasi sampah sayuran. Selama periode fermentasi 40 hari, observasi menunjukkan produksi gas rata-rata sebanyak 7 mL per hari. Analisis residu menunjukkan rasio C/N sebesar 6.49, dan yield biogas keseluruhan mencapai 303.42 mL/g sampah, setara dengan 0.303 m3/kg sampah. Hasil dari penelitian ini menegaskan potensi kotoran kelinci sebagai bioaktivator yang efektif dalam produksi biogas, menawarkan solusi ramah lingkungan untuk pengelolaan sampah sayuran dan kontribusi positif terhadap upaya energi berkelanjutan
Evaluasi Kapasitas Drainase Kelurahan Klasuur Kota Sorong Menggunakan EPA - SWMM
The purpose of this research is to evaluate the condition of existing drainage channels in the area around Jalan Pulau Batanta Kompleks. In addition, it is also to determine the capacity of existing drainage channels to rainfall with a 2-year, 5-year and 10-year plan discharge. Rainfall frequency distribution analysis is carried out using the distribution analysis method, namely the Normal Distribution Method with chi-square calculations and Kolmogorov Smirnov suitability test. Rainfall intensity is calculated using the Mononobe equation and modeling with EPA-SWMM by simulating the drainage network and calculating the flood inundation area. The existing condition of the drainage system in the complex area along Jalan Batanta Island in accommodating the maximum rainfall discharge is still often overflowing, this is obtained from the results of the EPA-SWMM analysis that the channels around Jalan R.A. Kartini overflowed the most in the return periods of 2 years, 5 years, and 10 years with the largest runoff in channel 15. From the results of the evaluation of drainage channels and networks, it is known that the cause of flooding in the area around Jalan Batanta Island Complex is the existence of drainage channels that should accommodate rainwater, due to the large amount of sedimentation, as well as garbage that reduces the capacity of other channels. All channels reviewed have a sub-drainage area of 3.18 Ha with a total length of 7544.33 meters in good condition.
Analisis Kadar Merkuri Pada Air Sungai di Lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin Desa Semangut Kecamatan Bunut Hulu
Semua daerah mempunyai potensi tambang emas. Salah satu daerah yang mempunyai potensi tambang emas adalah Desa Semangut, Kecamatan Bunut Hulu. Tambang emas yang terdapat pada Desa Semangut tidak hanya terdapat di daratan namun terdapat pula pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Pertambangan Emas Tanpa Izin ini menggunakan logam berat berupa merkuri untuk memisahkan emas sehingga terjadi pencemaran. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis kadar merkuri yang terdapat pada Sungai Semangut. Metode analisis konsentrasi logam berat yang digunakan adalah metode Atomic Absorption Spectrophotometri (AAS). Pengambilan sampel di tiga titik yaitu pada arah hulu, tengah, dan hilir sungai. Hasinya ditemukan konsentrasi merkuri pada arah hulu sungai sebesar <0,0002 mg/L merupakan kadar merkuri terendah, pada arah tengah sungai sebesar 0,0031 mg/L dan konsentrasi merkuri tertinggi terdapat pada arah hilir sungai dengan konsentrasi sebesar 0,0099 mg/L
Perencanaan Pengelolaan Limbah Medis Kota Jambi dari Pengangkutan sampai dengan Penimbunan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)
Jumlah fasilitas kesehatan yang menawarkan layanan kesehatan, seperti rumah sakit, klinik kesehatan, puskesmas atau puskesmas, yang dikendalikan oleh pemerintah dan swasta meningkat. Peningkatan produksi limbah medis dan peluang pembuangan di TPA domestik Kota Jambi. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan pengelolaan limbah medis dari pengangkutan hingga pembuangan, dengan menggunakan studi kasus di Kota Jambi. Berdasarkan tantangan yang terkait dengan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun, penelitian deskriptif dilakukan dengan menggunakan studi literatur yang berfokus pada data sekunder berupa peraturan perundang-undangan. undangan selain hasil penelitian, hasil penelitian, dan referensi lainnya. Sampah yang dapat masuk ke cooling storage telah mengalami perawatan, seperti disinfeksi atau penyinaran sinar UV. Dengan menganalisis kapasitas sistem pengolahan limbah, konsumsi energi yang boros selama proses pembakaran insinerator dapat dihindari. Setelah diproses menggunakan insinerator, abu yang dihasilkan akan diinertisasi untuk mengurangi bahaya dan membuat pembuangan di TPA lebih aman. Sebelum penimbunan, produk pembakaran insinerator diinersi dan dienkapsulasi. Jika limbah medis sudah diolah dan memenuhi kriteria yang telah ditentukan seperti solidifikasi dan stabilisasi, maka dapat dilakukan penimbunan di TPA Talang Gulo Kota Jambi untuk menampung limbah medis
EVALUASI DAN OPTIMALISASI IPA SEMELAGI 1 PERUMDA AIR MINUM GUNUNG POTENG SINGKAWANG
IPA Semelagi 1 Perumda Air Minum Gunung Poteng Singkawang memiliki kapasitas 50 liter/detik, hanya memproduksi rata-rata pada tahun 2020 sebesar 33,61 liter/detik dan tahun 2021 sebesar 36,01 liter/detik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penyebab tidak optimalnya kapasitas pengolahan, kondisi bangunan, dan optimalisasi kapasitas pengolahan. Metode penelitian ini dilakukan adalah mengumpulkan data-data dari kondisi eksisting dengan metode checklist, wawancara dengan Kepala Unit IPA, dan mengukur debit air yang masuk ke unit IPA berdasarkan SNI 8137:2015. Berdasarkan perhitungan debit diperoleh nilai debit sebesar 32,69 l/detik, dari nilai debit tersebut dianalisis perhitungan dimensi bangunan, evaluasi dan optimalisasi unit IPA berdasarkan SNI 6774-2008 sehingga didapatkan penyebab tidak optimal pengolahan ialah ketidaksesuaian debit pengolahan berdasarkan debit pengolahan yang telah ditentukan sehingga menyebabkan turunnya debit air yang diolah dan ketidaksesuaian kapasitas yang diolah. Faktor lain yang menyebabkan tidak optimalnya debit air pengolahan ialah bangunan IPA yang miring sehingga petugas harus menurunkan debit pengolahan. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini yaitu mengatur ulang diameter pipa pada unit intake menjadi 6 inci, mengurangi jumlah filtrasi yang dioperasikan dari 5 bak menjadi 2 bak, dan menambah jumlah bak reservoir serta perbaikan gambar desain pada unit reservoir yang berukuran panjang 25 m, lebar 15 m, dan kedalaman 3 m
Rancang Bangun Reaktor Biogas Portable Menggunakan Limbah Sampah Organik Dan Starter Kotoran Sapi
Teknologi biogas menggunakan penerapan konsep zero waste diharapkan bisa menjadi alternatif dan juga diharapkan mampu mengurangi masalah lingkungan. Beberapa manfaat dari biogas diantaranya adalah mengurangi volume sampah yang tidak termanfaatkan, mengurangi pencemaran lingkungan dan bahan bakar alternatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang digester biogas dan pupuk organik cair yang portable. Penelitian ini menggunakan starter kotoran sapi dan air dengan perbandingan 1:1 yang kemudian ditambahkan sampah organik, dilakukan menggunakan sistem semi-continuous. Hasil penelitian berupa biogas yang masih didominasi dengan gas CO2 sehingga masih belum optimal. Hal itu disebabkan karena perlakuan bahan yang masih kurang tepat. Bio-slurry yang dihasilkan memiliki kadar yang telah memenuhi standar peraturan yang berlaku yaitu N 0,06%, P 1,73 ppm, K 346,05 pp
Analisis Peranserta Masyarakat Dalam Operasional Pengelolaan Sampah Di Kecamatan Pontianak Tenggara
Permasalahan sampah di Kota Pontianak menjadi permasalahan yang belum terselesaikan secara menyeluruh. kurang tertibnya masyarakat dalam melakukan pembuangan sampah pada jam yang tidak seharusnya, serta adanya masyarakat luar daerah Kecamatan Pontianak Tenggara yang membuang sampah di TPS Kecamatan Pontianak Tenggara. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis aspek teknis operasional pengelolaan sampah di Kecamatan Pontianak Tenggara dan mengetahui peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah di Kecamatan Pontianak Tenggara. Metode yang digunakan untuk mengukur timbulan sampah adalah pengukuran langsung ke sumber perumahan dan non perumahan berdasarkan SNI 19-3964-1994 selama 8 hari, dengan sampel sampah perumahan dan kuesioner sebanyak 100 sampel, sampel non perumahan toko sebanyak 5 unit, kantor 5 unit, sekolah 5 unit, dan pasar 1 unit. analisis aspek teknis operasional dilakukan dengan observasi langsung yang mengacu pada Peraturan Peraturan Mentri PU No. 3/PRT/M/2013 sedangkan data sikap masyarakat dalam pengelolaan sampah diketahui melalui kuesioner. Aspek teknis operasional di Kecamatan Pontianak Tenggara belum sepenuhnya memenuhi persyaratan sesuai dengan Peraturan Mentri Pu No. 3/PRT/M/2013. . Masyarakat belum melakukan pengelolaan sampah secara langsung sejak dari sumber maupun secara kelompok dengan persentase jawaban 43,3%, Sehingga sikap masyarakat dalam pengelolaan sampah dianggap tidak aktif
Analisis Kemampuan Penyediaan Air Bersih PDAM Tirta Raya Untuk Daerah Pelayanan Desa Kapur Kabupaten Kubu Raya
Kebutuhan air bersih suatu wilayah ditentukan oleh pertambahan penduduk dan urbanisasi. Selain itu, distribusi air yang memadai harus mampu memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih dan mendapatkan dukungan dari masyarakat umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kebutuhan air bersih di wilayah pelayanan Desa Kapur., mengetahui kemampuan penyediaan air bersih IPA Kapur Tirta Raya untuk mencukupi kebutuhan air bersih di daerah pelayanan Desa Kapur dan mengetahui perbandingan antara kebutuhan air bersih daerah pelayanan Desa Kapur dengan kemampuan penyediaan air IPA Kapur Tirta Raya. Metode penelitian dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 responden masyarakat Desa Kapur untuk mengetahui besar kebutuhan atau pemakaian air yang digunakan. Hasil dari penelitian ini yaitu total kebutuhan air bersih di Desa Kapur sebesar 1.521.537 liter/hari, dengan kebutuhan pada jam puncak sebesar 2.191.541 liter/hari. Kapasitas IPA yang ada saat ini sebesar 20 liter/detik tidak cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan air penduduk Desa Kapur. Kebutuhan penduduk di wilayah layanan Desa Kapur bisa terpenuhi dengan adanya IPA baru yang berkapasitas 100 liter/detik. Kapasitas 100 liter/detik dari IPA Kapur memenuhi seluruh kebutuhan air bersih dari 18% populasi desa tersebut, dan pada jam sibuk, kebutuhan air mencapai 25% dari total output. Kapasitas produksi yang tersisa digunakan untuk desa lain yang dilayani
Keberlanjutan Sistem Penyediaan Air Bersih Berbasis Masyarakat di Kota Semarang
Kebutuhan air akan bertambah sejalan dengan pertumbuhan penduduk. Pencapaian target SDG’s terkait penyediaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan memerlukan usaha yang keras. Beberapa program infrastruktur air telah didirikan oleh pemerintah untuk memenuhi kebutuhan layanan air bersih bagi masyarakat seperti pembangunan sumur bor di Timoho Timur III, Kota Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberlanjutan sistem penyediaan air bersih berbasis masyarakat dan aspek – aspek yang mempengaruhi keberlanjutan sistem tersebut. Metode pengambilan data pada penelitian ini adalah data primer dengan metode kualitatif berupa wawancara dan observasi, serta uji laboratorium terkait kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penyediaan air bersih berbasis masyarakat di Jalan Timoho Timur III RT 4 / RW 3 memiliki tingkat keberlanjutan yang sangat baik ditinjau dari aspek keberlanjutan yaitu, aspek sosial, aspek keuangan, aspek lingkungan, aspek kelembagaan, dan aspek teknis
Perencanaan Rancangan Bangunan Filter Pengolahan Air Gambut Menggunakan Teknologi Cocoes Adsorben
Air memiliki peranan yang penting untuk kelangsungan hidup manusia. Hal ini disebabkan manusia membutuhkan air untuk segala aktivitasnya. Masalah air bersih merupakan masalah yang mempengaruhi hajat hidup orang banyak. Minimnya air bersih di Sui Raya membuat masyarakat menggunakan air gambut yang tidak memenuhi standar air bersih sebagai sumber air untuk kebutuhan sehari-hari. Selain masalah air bersih, Sui Raya Dalam di Kecamatan Kuburaya juga bermasalah dengan tempurung kelapa dan limbah kelapa. Limbah kulit kayu dan serat dapat digunakan untuk mengolah air gambut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengolah air gambut di Sui Raya Dalam Kabupaten Kubu Raya menggunakan teknologi penyaringan air adsorpsi kelapa sawit menggunakan limbah serabut dan sekam kelapa. Metode yang digunakan adalah netralisasi, koagulasi, sedimentasi dan filtrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH, kekeruhan, Fe dan kandungan organik air olahan memenuhi syarat dari Kementerian Kesehatan RI. Namun, warna air yang diolah dengan parameter warna adalah 61 pt.c