Tugas Akhir Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar & Prasekolah - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
421 research outputs found
Sort by
Persepsi Guru Sekolah Dasar Negeri pada Penilaian Portofolio Kurikulum 2013 Se-Gugus II Kecamatan Blimbing Kota Malang.
ABSTRACT Peningkatan Kemampuan Komunikasi Sosial Anak dengan Bermain Peran pada Kelompok B1 di PAUD AL-QURAN Kabupaten MalangAtika, Aisyah Nur. 2016. Peningkatkan Kemampuan Komunikasi Sosial Anak dengan Bermain Peran pada Kelompok B1 di PAUD AL-QURAN Kabupaten Malang. Skripsi Prodi S1 – Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ahmad Samawi, M.Hum, (II) Eny Nur Aisyah, S.Pd, I. M.PdKata Kunci:bermain peran, komunikasi sosial, anak Kelompok B Penelitian ini dilakukan berdasarkan temuan masalah yang berkaitan dengan kemampuan komunikasi sosial anak kelompok B1 di PAUD AL-QURAN yang ditunjukkan dengan belum dapat berbicara dengan sopan, mau memohon dan memberi maaf, serta menyapa teman, sehingga sebagian anak cenderung kurang dapat menjalani hubungan baik dan menyenangkan dengan teman sebayanya. Hal tersebut menjadi alasan yang mendasari rumusan masalah, yaitu (1) bagaimana penerapan metode bermain peran dalam meningkatkan kemampuan komunikasi sosial anak kelompok B1 di PAUD AL-QURAN Kabupaten Malang, (2) apakah bermain peran dapat meningkatkan kemampuan komunikasi sosial anak kelompok B1 di PAUD AL-QURAN Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Subyek penelitian adalah anak kelompok B1 PAUD AL-QURAN Kabupaten Malang berjumlah 14 anak. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan,refleksi. Teknik pengumpulan data untuk mendukung penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perubahan terhadap kemampuan komunikasi sosial anak dan kegiatan bermain peran lebih menyenangkan.bermain peran dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak kelompok B1 PAUD AL-QURAN Kabupaten Malang terbukti ketuntasan kelas pada siklus I pertemuan pertama 36% atau 5 anak yang sudah berkembang, pada siklus I pertemua kedua 50% atau 7 anak yang sudah berkembang, pada siklus II pertemuan pertama 71% atau 10 anak yang sudah berkembang, dan pada siklus II pertemuan kedua 93% atau 13 anak yang sudah berkembang.Bermain peran diterapkan dengan cara anak-anak memerankan suatu tokoh dan memerankan sesuai dengan perannya dengan cerita yang sudah ditentukan oleh guru. Kegiatan bermain peran dalam pembelajaran sosial emosional terbukti dapat meningkatkan kemampuan komunikasi sosial anak karena sudah mencapai target yang ditentukan yaitu ≥ 75%. Bagi guru anak usia dini disarankan memanfaatkan kegiatan bermain peran ini karena dapat dijadikan sebagai alternatif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi sosial anak
Analisis Buku Siswa Kelas V Sekolah Dasar Kurikulum 2013 Tema Kerukunan dalam Bermasyarakat
ABSTRACT Andy Winarno, Dedy. 2016. Analisis Buku Siswa Kelas V Sekolah Dasar Kurikulum 2013 Tema Kerukunan dalam Bermasyarakat. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Nur Hanifah, M.Pd, (2) Drs. Toha Mashudi, S.Pd., M.Pd.Kata Kunci: Analisis buku siswa, Kurikulum 2013, Sekolah DasarPelaksanaan kurikulum 2013 banyak diperdebatkan oleh pakar-pakar pendidikan terutama oleh pihak guru. Banyak perbincangan mengenai kelebihan dan kekurangan dalam pelaksanaan kurikulum 2013. Salah satu perbincangan yang sering dibicarakan adalah mengenai buku ajar (buku siswa). Hal ini menarik minat peneliti untuk melakukan analisis mengenai buku ajar tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendiskripsikan kesesuaian buku siswa tematik terpadu kelas V sekolah dasar kurikulum 2013 tema kerukunan dalam bermasyarakat dengan karakteristik pembelajaran terpadu, mendiskripsikan kesesuaian buku siswa tematik terpadu kelas V sekolah dasar kurikulum 2013 tema kerukunan dalam bermasyarakat dengan langkah-langkah pendekatan ilmiah (scientific), dan mendiskripsikan kesesuaian tujuan yang telah ditetapkan dengan bagian isi buku siswa tematik terpadu kelas V sekolah dasar kurikulum 2013 tema kerukunan dalam bermasyarakat.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Sedangkan untuk bentuk penelitian dirancang dengan teknik analisis isi. Sumber data penelitian ini adalah buku siswa kelas V sekolah dasar kurikulum 2013 tema kerukunan dalam masyarakat. Data hasil analisis ini dikumpulkan dengan menggunakan istrumen penelitian.Sajian buku siswa kelas V sekolah dasar kurikulum 2013 kurang sesuai dengan pendekatan saintifik, langkah-langkah pembelajaran buku siswa kelas V sekolah dasar kurang sesuai dengan langkah-langkah saintifik, dan bagian isi buku siswa kurikulum 2013 kurang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang terdapat pada buku guru. Peneliti menyatakan kurang sesuai dikarenakan selain ditemukan kesesuaian sajian buku siswa juga ditemukan pula ketidaksesuaian sajian pada buku siswa dengan karakteristik pembelajaran terpadu, langkah-langkah ilmiah dan tujuan pembelajaran pada buku guru. Hasil analisis menunjukan bahwa buku siswa kelas V sekolah dasar kurikulum 2013 masih memiliki beberapa kekurangan. Hendaknya bagi guru maupun siswa yang menggunakan buku siswa kelas V sekolah dasar kurikulum 2013 juga menggunakan sumber-sumber lain sebagai penunjang untuk melengkapi kekurangan yang ditemukan dalam buku siswa kelas V sekolah dasar kurikulum 2013
Hubungan Tingkat Pendidikan Orang Tua dengan Hasil Belajar Siswa SD kelas III Se-Gugus I Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek
ABSTRACT Puspitasari, Risky Priliani. 2016. Hubungan Tingkat Pendidikan Orang Tua dengan Hasil Belajar Siswa SD kelas III Se-Gugus I Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sri Harmini, S.Pd, M.Pd, Pembimbing (2) Drs. Suhartono, S.Pd, M.Pd.Kata Kunci: Tingkat Pendidikan, Orang Tua, Hasil Belajar Siswa.Pendidikan memiliki peran penting dalam peningkatan kualitas suatu bangsa. Keterpaduan pendidikan baik di keluarga, sekolah dan masyarakat sangat menentukan keberhasilan dalam dunia pendidikan. Tingkat pendidikan terakhir orang tua yang berbeda-beda dari SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi, cenderung sangat mempengaruhi hasil belajar anak. Oleh karena itu, orang tua harus selalu belajar untuk mempertinggi pengetahuannya.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif korelasional. Dilihat dari segi cara memperoleh data, penelitian ini juga termasuk penelitian ex-post facto. Data penelitian berupa tingkat pendidikan orang tua dan hasil belajar siswa SD kelas III. Pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi data tingkat pendidikan orang tua dan hasil belajar siswa yang diperoleh dari nilai raport siswa. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis statistik dan analisis statistik korelasional. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan terhadap hasil penelitian yang diperoleh melalui dokumentasi, dapat disimpulkan sebagai tingkat pendidikan orang tua dengan hasil belajar siswa kelas III SD menunjukkan ada hubungan tingkat pendidikan orang tua dengan hasil belajar siswa SD dengan tingkat Sig. sebesar 0,009. Jika dibandingkan dengan α=0,05, nilai sig. lebih kecil daripada α (Sig. ≤ α), yaitu 0,009 < 0,05. Berdasarkan hasil tersebut (Ha) diterima, artinya ada hubungan yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Pada tingkat pendidikan ayah diketahui menunjukkan hubungan antar kedua variabel rendah, sedangkan pada tingkat pendidikan ibu diketahui bahwa , menunjukkan hubungan antar kedua variabel cukup kuat. Dapat disimpulkan bahwa hubungan tingkat pendidikan ibu lebih besar dampaknya dengan hasil belajar siswa SD. Karena semakin tinggi tingkat pendidikan ibu, akan cenderung semakin tinggi kecerdasan dan ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Manfaat dari penelitian ini yaitu: (a) orang tua diharapkan lebih memperhatikan anaknya dalam belajar dengan memberikan nasihat serta memberikan motivasi; (b) guru diharapkan untuk lebih memperhatikan hasil belajar siswa dengan memantau dan mengarahkan siswa untuk giat belajar; (c) peneliti lain diharapkan untuk lebih memperhatikan dalam menggunakan teknik random sampling yang memberikan hasil yang berbeda, karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu
Hidayat, Hengki. 2016. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Problem Based learning Di Siswa Kelas IV SD Negeri Buring Kota Malang Tahun Pembelajaran 2015 / 2016. Skripsi.Program Studi S1 Pendidikan Sekolah Dasar. Jurusan Kependidikan
ABSTRACT Hidayat, Hengki. 2016. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Problem Based learning Di Siswa Kelas IV SD Negeri Buring Kota Malang Tahun Pembelajaran 2015 / 2016. Skripsi.Program Studi S1 Pendidikan Sekolah Dasar. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Mucthar, S.Pd., M.Si dan (II) Drs. Syaiful Imam, S.Pd., M.Pd.Kata kunci : Problem Based Learning, Pembelajaran PKn.Permasalahan pendidikan selalu muncul bersamaan dengan perkembangan peningkatan kemampuan siswa, situasi dan kondisi lingkungan yang ada, pengaruh informasi dan kebudayaan, serta berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, pemerintah selalu merevisi kurikulum yang sudah ada selaras dengan perkembangan zaman. Demikian pula dengan model pembelajaran yang diterapkan selalu mengalami perkembangan. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada tangal 13 Januari 2016 di kelas IV SDN Buring Kota Malang diperoleh fakta dalam proses pembelajaran bahwa masih banyak siswa yang kurang memperhatikan guru dan kurang aktif dalam pembelajaran PKn.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1(1) penerapan model PBL (Problem Based Learning ) pada pembelajaran PKn di kelas IV SDN Buring Kota Malang Tahun Pelajaran 2015/2016. (2) hasil belajar siswa melalui penerapan model PBL (Problem Based Learning) pada pembelajaran PKn di kelas IV SDN Buring Kota Malang Tahun Pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian yaitu PTK yang tahapannya meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing siklus 1 kali pertemuan. Subjek penelitian: siswa kelas IV SDN Buring Kota Malang jumlah 40 siswa, terdiri dari laki-laki 25 dan 15 perempuan. Data tentang penerapan model Problem Based Learning dan aktivitas siwa diperoleh dengan teknik observasi, dokumentasi dan catatan lapangan. Hasil belajar siswa dikumpulkan dengan memberikan tes pada setiap akhir pertemuan. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan lembar keterterapan metode pembelajaran dokumentasi berupa tes pada setiap akhir pertemuan.Berdasarkan nilai hasil pembelajaran sebelumnya yang dilakukan kepada siswa, rata-rata nilai siswa adalah 68,95. Nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 40. Hal ini menunjukkan bahwa hanya 66,67% yang nilainya sudah mencapai KKM.dengan penerapan pembelajar dengan menggunakan meode PBL rata-rata nilai siswa adalah 77,325. Dengan nilai tertinggi 90 dan nilai terendah adalah 60. Hal ini menunjukkan bahwa 87,5 % nilainya sudah mencapai KKM. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar pada pembelajaran PKn di kelas IV SDN Buring Kota Malang. Bagi guru diharapkan model pembelajaran Problem Based Learning ini dijadikan sebagai model pembelajaran alternatif untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Bagi siapa pun yang menerapkan model PBL, hendaknya dilaksanakan secara sistematis dan utuh sesuai sesuai dengan sintaksnya. Disamping itu pada saat mengajar, hendaknya guru tidak berposisi disatu tempat menonton
Peningkatan Hasil Belajar IPA pada Materi Energi Bunyi Melalui Model Guided Inquiry di Kelas IV SDN Gaprang 01 Kabupaten Blitar
ABSTRACT Laili, Aminatul. 2016. Peningkatan Hasil Belajar IPA pada Materi Energi Bunyi Melalui Model Guided Inquiry di Kelas IV SDN Gaprang 01 Kabupaten Blitar. Skripsi. Jurusan KSDP, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Lilik Bintartik, M.Pd, (II) Dra. Widayati, M.H.Kata Kunci: peningkatan, hasil belajar IPA, model Guided Inquiry.Hasil observasi awal yang dilakukan peneliti di kelas IV SDN Gaprang 01 Kabupaten Blitar pada pembelajaran IPA menunjukkan bahwa: (1) pembelajaran bersifat monoton dan didominasi oleh penjelasan guru dengan metode ceramah, (2) aktivitas siswa rendah (3) siswa tidak termotivasi untuk menyampaikan pertanyaan maupun pendapat dan (4) hasil belajar IPA rendah dengan nilai rata-rata dibawah KKM dan hanya 35% siswa tuntas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan dan peningkatan hasil belajar IPA melalui model pembelajaran Guided Inquiry.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksananakan dalam 2 siklus dengan tahapan (a) perencanaan (b) pelaksanaan (c) observasi dan (d) refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, dokumentasi, wawancara, catatan lapangan, dan tes. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Guided Inquiry dilaksanakan oleh guru pada siklus I mencapai 96% (ketegori sangat baik) dan meningkat pada siklus II menjadi 100% (kategori sangat baik), aktivitas siswa pada siklus I mencapai 82% (kategori baik) meningkat pada siklus II menjadi 90% (kategori sangat baik). Terjadi peningkatan hasil belajar pada ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Nilai rata-rata kognitif siswa pada pratindakan sebesar 66 dengan kentuntasan klasikal 35% (kategori sangat kurang), meningkat pada siklus I dengan nilai rata-rata 78 dan ketuntasan klasikal 76% (kategori cukup) dan pada siklus II nilai rata-rata mencapai 94 dengan ketuntasan klasikal 94% (kategori sangat baik). Nilai hasil belajar pada ranah afektif aspek ingin tahu maupun kerjasama serta ranah psikomotor aspek mengkomunikasikan juga mengalami peningkatan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Guided Inquiry dalam pembelajaran IPA materi energi bunyi telah dilaksanakan oleh guru dan siswa dengan sangat baik dan dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Gaprang 01 Kabupaten Blitar. Diharapkan guru dapat menerapkan model pembelajaran Guided Inquiry untuk menciptakan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa
Peningkatan Hasil Belajar Matematika tentang Operasi Pecahan melalui Model Teams Games Tournaments pada Siswa Kelas IV SDN Kaulon 01 Kabupaten Blitar
ABSTRACT Pinanggih, Pangesti Restu.2016.Peningkatan Hasil Belajar Matematika tentang Operasi Pecahan melalui Model Teams Games Tournaments pada Siswa Kelas IV SDN Kaulon 01 Kabupaten Blitar. Skripsi, Progam Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Tri Murti, S.Pd.,M.Pd, (2) Drs. Sunyoto, S.Pd., M.Si.Kata Kunci: hasil belajar, matematika, model teams games tournamentsHasil observasi selama pembelajaran matematika tentang operasi pecahan muncul permasalahan sebagai berikut: (1)guru hanya menggunakan metode ceramah, (2)kurang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran, (3)siswa jarang belajar secara berkelompok di kelas, dan (4) guru tidak menggunakan model pembelajaran yang melibatkan siswa untuk aktif. Dampak dari permasalahan adalah siswa merasa kesulitan dalam memahami materi operasi pecahan sehingga hasil belajar siswa masih di bawah KKM yaitu 65. Tujuan penelitian mendeskripsikan penerapanan model teams games tournaments pada pembelajaran matematika tentang operasi pecahan pada siswa kelas IV SDN Kaulon 01 Kabupaten Blitar dan peningkatan hasil belajar.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Pengumpulan data dengan teknik observasi, dokumentasi, wawancara, catatan lapangan, dan tes. Prosedur penelitian meliputi pratindakan, siklus I, dan siklus II. Subjek penelitian yaitu siswa dan guru kelas IV SDN Kaulon 01 Kabupaten Blitar yang berjumlah 25 siswa. Peneliti berperan sebagai guru mata pelajaran matematika kelas IV.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase keberhasilan aktivitas guru dalam pelaksanaan pembelajaran pada siklus I sebesar 86% dan pada siklus II sebesar 98%. Rata-rata persentase ketuntasan aktivitas siswa pada siklus I sebesar 84% dan pada siklus II sebesar 90,5%. Hasil belajar siswa ranah afektif pada siklus I aspek kerja sama menunjukkan nilai modus 3, pada siklus II meningkat menunjukkan nilai modus 4. Hasil belajar siswa ranah psikomotor pada siklus I dan II nilai optimum yang tampak adalah 4. Persentase ketuntasan hasil belajar siswa ranah kognitif pada siklus I sebesar 76% dan pada siklus II sebesar 92%. Pada pertemuan terakhir, dari 25 siswa, terdapat 23 siswa yang sudah tuntas belajar. Data tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model teams games tournaments dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Kaulon 01 Kabupaten Blitar. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar dapat menerapkan model teams games tournaments untuk meningkatkan aktivitas siswa dan pemahaman siswa terhadap materi sehingga kualitas pembelajaran di sekolah dapat meningkat
Penerapan Media Kartu Huruf untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Nyaring dengan Metode SAS Siswa Kelas I SD Negeri Slamet 01 Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang
ABSTRACT Penerapan Media Kartu Huruf untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Nyaring dengan Metode SAS Siswa Kelas I SD Negeri Slamet 01 Kecamatan Tumpang Kabupaten MalangLa’an. 2016. Penerapan Media Kartu Huruf untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Nyaring dengan Metode SAS Siswa Kelas I SD Negeri Slamet 01 Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang. Skripsi. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nihayati, S.Pd. M.Pd, (II) Dra. Sukamti, M.Pd.Kata Kunci: Media Kartu Huruf, Membaca Nyaring, Metode SAS, SDSiswa Sekolah Dasar diharapkan dapat menguasai keterampilan membaca. Berdasarkan hasil observasi, kemampuan membaca di kelas 1 SD Negeri Slamet 01 Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang mengalami permasalahan diantaranya yaitu siswa cepat bosan dalam mengikuti pembelajaran, siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran, siswa belajar hanya berpatokan pada buku, siswa tidak dapat membedakan huruf yang bentuknya hampir sama b dan d, p dan q, serta m,n,u dan w. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu, salah satunya metode pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas kurang bervariasi. Dengan demikian salah satu alternatif untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan menggunakan media kartu huruf dengan metode SAS yang dilakukan dengan bentuk permainan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan kartu huruf dengan metode SAS untuk meningkatkan keterampilan membaca nyaring siswa kelas 1 SDN Slamet 01.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas I SD Negeri Slamet 01 Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang berjumlah 32 siswa. PTK ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil tes keterampilan membaca nyaring. Prosedur pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti antara lain dengan mengadakan observasi, wawancara dan pengambilan dokumen yang berupa foto pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media kartu huruf dengan metode SAS. Sedangkan proses analisis data penelitian ini mengacu pada langkah-langkah analisis data penelitian kualitatif, yang terdiri dari tiga alur kegiatan yang dilakukan secara bersamaan yaitu: (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan media kartu huruf dengan metode SAS pada pembelajaran membaca nyaring di kelas I, dapat meningkatkan keterampilan membaca nyaring siswa kelas 1 SD Negeri Slamet 01. Dari siklus I nilai rata-rata kelas 67, siklus II naik menjadi 77. Bedasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan kartu huruf dengan metode SAS dapat meningkatkan keterampilan membaca nyaring siswa kelas I SD Negeri Slamet 01 kecamatan Tumpang Kabupaten Malang. Disarankan pada guru agar lebih kreatif lagi dalam merancang sebuah pembelajaran dengan menggunakan media kartu huruf dengan metode SAS agar dapat meningkatkan keterampilan membaca nyaring pada siswa kelas1
PENINGKATAN HASIL BELAJAR TENTANG JUAL BELI MELALUI METODE ROLE PLAYING PADA SISWA KELAS III DI SDN KEDUNGBANTENG 3 KABUPATEN BLITAR
ABSTRACT Wirawan, Ardy Candra. 2016. Peningkatan Hasil Belajar Tentang Jual Beli Melalui Metode Role Playing Pada Siswa Kelas III Di SDN Kedungbanteng 3 Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan KSDP, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Widayati, M.H, (II) Dra. Hj. Sri Murdiyah, M.Pd. Kata Kunci: peningkatan hasil belajar, metode role playing, penelitian Berdasarkan hasil observasi awal yang peneliti lakukan di kelas III SDN Kedungbanteng 3 Kabupaten Blitar pada saat pembelajaran IPS diperoleh hasilyang kurang memuaskan, yaitu dari 16 siswa ada 10 siswa (62%) yang nilainyadibawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang telah ditetapkan yaitu 70,sedangkan 6 siswa (38%) sudah mencapai KKM. Rendahnya nilai siswa disebabkankarena (1) guru tidak mengemas pelaksanaan pembelajaran dengan model/metodepembelajaran yang inovatif dan menyenangkan, (2) guru tidak menggunakan mediapembelajaran yang menarik, (3) siswa tidak memiliki kemauan bertanya, dan (4)suasana belajar yang tercipta di dalam kelas kurang menyenangkan sehingga tidakmenarik perhatian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode roleplaying dan meningkatkan hasil belajar siswa dari segi kognitif, afektif, danpsikomotor. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptifkualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tahapan-tahapan dalampenelitian ini yaitu, perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, tes, catatan lapangan, dandokumentasi. Subyek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas III SDNKedungbanteng 3 Kabupaten Blitar. Dalam penelitian ini peneliti sebagai guru danguru kelas sebagai observer. Hasil dari penelitian ini pada observasi aktivitas guru pada siklus Imenunjukkan persentase rata-rata mencapai 86% dengan kriteria sangat baik dansiklus II 94% dengan kriteria sangat baik. Hasil observasi aktivitas siswa padasiklus I persentase rata-rata menunjukkan 69% dengan kriteria cukup dan siklus II96% dengan kriteria sangat baik. Hasil belajar siswa pada siklus I denganketuntasan klasikal siswa mencapai 44% dengan kriteria kurang sekali, setelahmelaksanakan siklus II mengalami peningkatan ketuntasan klasikal siswa menjadi94% dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa denganmenggunakan metode Role Playing dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Selainitu, penerapan metode Role Playing juga dapat meningkatkan aktivitas guru dansiswa. Oleh karena itu, sebaiknya guru dapat memilih model/metode pembelajaran yang lebih variatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT DENGAN CROSSWORD PUZZLE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS KELAS V SDN 1 GONDANG PURWANTORO WONOGIRI
ABSTRACT PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT DENGAN CROSSWORD PUZZLE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS KELAS V SDN 1 GONDANG PURWANTORO WONOGIRIBerdasar observasi awal siswa kelas V SDN 1 Gondang Purwantoro Kabupaten Wonogiri, menunjukkan rendahnya aktivitas siswa dalam pembelajaran. Siswa pasif dalam tanya jawab dan kerja kelompok. Dalam pelaksanaan pembelajaran guru sebagai pusat pembelajaran. Dari dokumen hasil belajar juga terungkap hasil belajar IPS rendah karena belum memenuhi KKM IPS yaitu ≥ 70. Rendahnya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Permasalahan ini dapat diatasi dengan model pembelajaran yang memberikan kesempatan siswa untuk belajar bersama melalui penerapan model kooperatif tipe TGT dengan crossword puzzle. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan model kooperatif tipe TGT dengan crossword puzzle untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS kelas V SDN 1 Gondang Purwantoro Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan dan observasi, serta refleksi. Proses PTK dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing siklus dilakukan sebanyak tiga pertemuan. Penelitian dilakukan di SDN 1 Gondang Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, dengan subyek penelitian 32 siswa kelas V tahun pelajaran 2015-2016. Pengumpulan data diperoleh dari rekap praktik pembelajaran, observasi, tes hasil belajar, catatan lapangan, dan wawancara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model kooperatif tipe TGT dengan crossword puzzle dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas V di SDN 1 Godang Purwantoro Kabupaten Wonogiri. Siklus I aktivitas siswa aktif hanya 65, 62 % dan pada siklus II meningkat mencapai 84,38 %. Hasil belajar siswa pada siklus I 68,75 % dan pada siklus II meningkat menjadi 81, 25 % tuntas belajar. Berdasar hasil penelitian ini, dapat disimpulkan peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa terjadi karena penerapan model kooperatif tipe TGT dengan crossword puzzle. Penerapanmodel kooperatif tipe Time Game Tournamentdengan Crosworod Puzzle dilaksanakan dengan sintaks pembelajaran presentasi kelas,gurumempersiapkan siswa terhadap topik pembelajaran dengan media benda nyata, gambar, power point, dan video pembelajaran. Timdengan mempelajari materi melalui tugas tim, bermain kartu soal sebagai bahan tanya jawab, dan praktik membuat TTS dengan esclipse crossword . Game dengan permainan TTS di meja turnamen. Turnamen dengan mengerjakan TTS dengan lawan antar kelompok. Rekognisi timdengan pemberian buku tulis dan foto dimuat dalam buletin sekolah
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK USIABDINI MELALUI MEDIA KARTU KATA DAN GAMBAR DI TK B PGRI SRENGAT KABUPATEN BLITAR
ABSTRACT Septidear, Vidia. 2016. Pemanfaatan Media Boneka Tangan untuk Meningkatkan Keterampilan Bercerita pada Siswa Kelas III SD Negeri 2 Pakisaji 2 Kabupaten Malang. Skripsi S – 1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. M. Thoha A.R, S.Pd, M.Pd, (II) Dra. Harti Kartini, M.Pd. Kata Kunci: Media Boneka Tangan, Keterampilan Bercerita, Bahasa Indonesia, Sekolah Dasar Berdasarkan hasil observasi awal di SD Negeri Pakisaji 2 Kabupaten Malang terdapat beberapa permasalahan pembelajaran bahasa Indonesia khususnya dalam keterampilan bercerita, yaitu: 1) kemampuan siswa dalam bercerita masih rendah dengan siswa yang memenuhi Standar Ketuntasan Minimal (SKM) 75 berjumlah 15 orang siswa dari total 48 siswa, 2) Guru kesulitan menentukan media pembelajaran yang mendukung siswa untuk bercerita, 3) pembelajaran bercerita terkesan monoton karena guru hanya memberikan teks cerita kemudian siswa menceritakan kembali di depan kelas, oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan dengan menerapkan pembelajaran bercerita memanfaatkan media boneka tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil tindakan guru berupa pemanfaatan media boneka tangan untuk meningkatkan keterampilan bercerita siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas III SD Negeri Pakisaji 2 Kabupaten Malang. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Langkah penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitiannya siswa kelas III SD Negeri Pakisaji 2 Kabupaten Malang sebanyak 48 siswa, terdiri atas 18 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi. Analisis data yang digunakan pada penelitianini yaitu mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan bercerita melalui media boneka tangan, pada siklus I kelancaran dan intonasi siswa masih belum baik. Selain itu siswa masih merasa canggung dalam memanfaatkan boneka. Pada siklus II siswa sudah bisa bercerita dengan lancar dan intonasi yang tepat. Selain itu siswa sudah mulai terbiasa memanfaatkan boneka tangan tanpa malu-malu. Hal ini terbukti dengan kenaikan rata-rata kelas dari 72,69 menjadi 77,33 pada siklus II, serta kenaikan ketuntasan klasikal dari 54,17% pada siklus I menjadi 77,08% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media boneka tangan dapat meningkatkan keterampilan bercerita siswa kelas III SD Negeri Pakisaji 2 Kabupaten Malang. Disarankan bagi guru untuk menggunakan media boneka tangan dalam pembelajaran bahasa Indonesia guna peningkatan pada aspek lain seperti menulis, menyimak dan membaca